Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kota Zhou.


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan menuju ke arah kota Zhou ,Chen Si Lei sibuk memikirkan cara untuk mengatasi masalah sekte sesat lintah racun dan masalah Hu Yi Tian yang meresahkan hati Chen Si Lei yang sangat mencemaskan keselamatan dan keamanan Hu Yi Tian dan kota Zhou.


Akhirnya tanpa sadar bahwa tandu yang membawa Chen Si Lei menuju ke kediaman Marquis He telah tiba di halaman depan rumah mewah itu, dan Chen Si Lei pun di sambut baik oleh segenap keluarga besar Marquis He yang sudah ada di halaman depan rumah itu.


"Hormat kami kepada Paduka Kaisar Tang Agung ",sapa dari pihak keluarga besar Marquis He yang sudah bersujud hormat kepada Chen Si Lei yang segera keluar dari tandu.


Chen Si Lei melangkahkan sepasang sepatu indahnya menuju ke ruang utama di dalam rumah keluarga Marquis He yang sudah dengan gesit sekali menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan Chen Si Lei ke rumahnya dan sesudah Chen Si Lei duduk di tempat duduk yang sudah di siapkan oleh pihak rumah Marquis He.


Marquis He dan keluarganya mengikuti Chen Si Lei dengan duduk di kursi yang sudah di siapkan untuk mereka masing -masing, lalu Chen Si Lei menerima cawan keramik air teh hijau yang di siapkan oleh pihak rumah Marquis He melalui Hu Yi Tian yang bertugas untuk melayani keperluan Chen Si Lei saat ini.


"Selamat datang di rumah kami Paduka",sapa Nyonya Besar Marquis He dengan hormat kepada Chen Si Lei.


"Ya terima kasih atas undangan kalian untuk ku", kata Chen Si Lei nada sopan dan hormat kepada Nyonya Besar Marquis He yang ternyata adalah ibu kandung dari Marquis He.


Marquis He memperkenalkan semua anggota keluarganya kepada Chen Si Lei di mulai dari para istri,putra dan putri serta cucu laki-laki dan cucu perempuan nya baik dari pihak dalam maupun pihak luar dari keluarga besar Marquis He tetapi Marquis He lebih dulu memperkenalkan putrinya yang bernama He Thing Thing kepada Chen Si Lei.


"Ya terima kasih atas kebaikan mu kepada ku Marquis He",kata Chen Si Lei yang mengagumi kecantikan dan keindahan tubuh He Thing Thing yang sedang sujud hormat kepadanya.


Marquis He merasa senang sekali dengan Chen Si Lei yang menghargai putrinya yang ke delapan dengan tatapan mata tajam dan kagum terlihat oleh matanya dan juga dari pihak ibunya dan istrinya sudah merasa puas dengan hasil mereka dengan memperkenalkan He Thing Thing kepada Chen Si Lei yang awalnya tidak memperhatikan gadis itu sungguh hebat sekali.


Lalu Marquis He mengajak Chen Si Lei keliling rumah, usaha dan tempat lain di kota Zhou sekaligus mengamati keadaan kota ini yang terkenal dengan sebutan kota kumpulan para wanita tercantik di Tionggoan, tetapi Chen Si Lei tidak mau tahu tentang para wanita yang di datangkan dari pihak Marquis He kepadanya.


"Marquis He aku ingin tahu tentang informasi cara kerja mu dalam menangani kasus bajak sungai kuning,bajak laut dan sebagainya",ucap Chen Si Lei halus di sebuah rumah yang di namakan rumah seribu bunga cinta yaitu perkumpulan para wanita cantik jelita di kota Zhou.


"Hamba sudah siapkan laporan yang anda minta hamba siapkan dengan sangat baik agar anda bisa melihat hasil kerja hamba",kata Marquis He menyerahkan laporan tersebut kepada Chen Si Lei.


"Terimakasih",kata Chen Si Lei menerima laporan dari staf Marquis He dan Chen Si Lei segera membacanya dengan cermat dan teliti.


"Paduka hamba sudah mendapatkan informasi bahwa markas cabang sekte sesat Lintah Racun berada di dalam kota Zhou bagian selatan",kata Hu Yi Tian di sampingnya usai menerima surat dari Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah mencari tahu tentang markas musuh mereka.


"Tunggu apalagi, ayo kita berangkat dan kita harus hancurkan mereka dengan lebih cepat maka lebih baik lagi",perintah Chen Si Lei yang sudah cepat keluar dari rumah itu.


Marquis He juga sudah mempersiapkan para pasukannya untuk membantu Chen Si Lei dalam mengatasi masalah sekte sesat lintah racun dengan sigap pula dan dengan begitu,Marquis He akan mendekatkan He Thing Thing dengan Chen Si Lei, maka ia akan mendapat impian nya yang terbesar.


"Paduka silakan menggunakan kuda terbaik hamba",kata Marquis He yang sudah menyiapkan kuda untuk Chen Si Lei.


"Terimakasih",kata Chen Si Lei segera memacu kudanya menuju ke kota Zhou di bagian selatan dengan kecepatan tinggi.


Marquis He dan para pasukannya juga menggunakan kuda mereka untuk segera melakukan pemberantasan terhadap kaum sesat yang pura - pura sebagai rakyat yang baik dan berjualan aneka macam benang dari bahan sutera palsu menurut informasi dari Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Tutup semua jalanan di bagian selatan",perintah Chen Si Lei kepada para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Siap Paduka hamba laksanakan",sahut Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti .


"Kosongkan seluruh wilayah ini dan jangan sampai ada rakyat masuk ke daerah ini",perintah Chen Si Lei kepada para pasukan Marquis He.


"Siap Paduka hamba laksanakan",sahut para pasukan Marquis He patuh kepada Chen Si Lei.


"Mulai dan habisi mereka",perintah Chen Si Lei sudah bergerak cepat menerjang pintu masuk rumah markas cabang sekte sesat Lintah Racun dengan kudanya.


"Hyaaaaa !!", teriak Chen Si Lei menghancurkan pintu markas cabang sekte sesat Lintah Racun yang terkejut sekali dengan penyergapan dari pihak kota Zhou yang di pimpin langsung oleh Chen Si Lei dan Marquis He.


Bruak !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!!


Chen Si Lei menggunakan pedang mukjizat menangkis serangan maut dari dalam markas cabang sekte sesat Lintah Racun yang sangat pucat sekali melihat Chen Si Lei yang amat ganas sekali.


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Hu Yi Tian melompat membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang serigala salju sakti sambil menerjang hebat dari atas genteng markas cabang sekte sesat Lintah Racun.


Wuttttt !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Marquis He menerjang maju untuk membunuh sejumlah orang musuh sakti sesat melalui arah lain.


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!!


Crakkkkkk !!!

__ADS_1


Crakkkkkk !!!


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat menghantam hancur para musuh sakti sesat berikut rumah yang dijadikan sebagai tempat markas cabang sekte sesat Lintah Racun.


Wuttttt !!


Dessssssss !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menyambar cepat menghantam beberapa orang musuh sakti sesat di dalam rumah itu termasuk membunuh pria muda yang ternyata tuan muda Fu Erl Kang yang berpura - pura sebagai seorang tuan muda manja.


Brukkk !!


Bressssss !!


Jlebbbb !!


Chen Si Lei menggunakan kudanya untuk menginjak para musuh yang terjatuh di mana pun kudanya bergerak.


Crashhh !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis kepala musuh di dalam sebuah kamar tidur yang sedang bersenang - senang bersama gundik .


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


"Hu Yi Tian. ..!!",teriak Chen Si Lei terkejut sekali karena Hu Yi Tian melompat dan menolongnya dari beberapa pria sadis yang kini membunuh Hu Yi Tian dengan ganas sekali.


"Paduka",kata Hu Yi Tian sebelum meninggal dunia dalam keadaan mengerikan sekali oleh pihak musuh mereka.


"Aku habisi kalian semua !!", teriak Chen Si Lei menggerakkan pedang dan kipas secara bersamaan sekaligus menggunakan ilmu mukjizat piramida sakti dan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Wuttttt !!!


Dessssssss !!


Bressssss !!


Crakkkkkk !!


Syuuttttttt!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Chen Si Lei menggerakkan pedang mukjizat dengan ilmu pedang harpa sakti dan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis sejumlah besar musuh sakti di berbagai penjuru di sekitar tempat itu.


Singggggg!!


Cranggg !!!


Marquis He menerjang hebat mengerahkan ilmu pedang untuk menghadapi lima orang musuh bersenjata tajam yang berhasil di tangkis nya dengan hebat dan lihai sekali.


Syuutttttttt !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Marquis He berkelebat cepat memenggal habis para musuh sakti sesat Lintah Racun.


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat membabat habis kepala gadis sakti yang sangat hebat dan ganas sekali yang merupakan Ketua Sekte sesat lintah racun cabang empat.


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang musuh sakti yang di hadapi oleh Marquis He di luar rumah itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!

__ADS_1


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


"Rapikan kembali kota Zhou bagian selatan", perintah Chen Si Lei usai membasmi para musuhnya kepada pihak Marquis He.


"Siap Paduka hamba laksanakan",sahut para pasukan Marquis He serentak dan patuh kepada Chen Si Lei.


Chen Si Lei membawa jasad Hu Yi Tian dari tempat itu dan di makamkan di dekat sungai Yang tse dengan sangat baik dan di buatkan prasasti untuk mengenang jasa Hu Yi Tian di masa hidupnya terhadap Kekaisaran Tang Agung oleh Chen Si Lei sendiri yang membuatkan prasasti yang sangat indah untuk di kenang dalam ingatan Chen Si Lei.


Setelah itu,Chen Si Lei kembali ke rumah keluarga Marquis He yang sudah hadir di ruang utama untuk menyambut kedatangannya dengan hidangan makanan dan minuman khas keluarga Marquis He dan juga makanan dan minuman khas kota Zhou.


"Terimakasih",kata Chen Si Lei dengan sopan menerima makanan dan minuman untuknya dari Nona He Thing Thing yang sudah di perintahkan oleh ibunya untuk melayani pria yang akan menjadi suaminya.


"Paduka ada hal yang harus hamba bahas kepada anda",kata Marquis He dengan hormat kepada Chen Si Lei.


"Ada hal apa?katakan saja terus terang kepada ku?",tanya Chen Si Lei lugas dan tegas.


"Niat hati hamba yang sudah tua ini yang menginginkan agar putri hamba nomor delapan yaitu He Thing Thing untuk Paduka Kaisar Tang Agung bisa menerima putri hamba sebagai seorang istri Paduka atau selir Paduka untuk masa senja hamba ada kenangan yang indah", jawab Marquis He sopan sekali dalam setiap kata yang diucapkannya kepada Chen Si Lei.


"Ya aku mengerti akan jasa mu sebagai seorang besar bagi Tionggoan dan juga bagi ku sebagai seorang Kaisar Tang Agung",kata Chen Si Lei sangat sopan dan hormat kepada Marquis He.


"Terimakasih atas kebaikan Paduka kepada hamba sekeluarga",kata Marquis He yang segera memanggil keluarganya untuk menyiapkan pesta pernikahan secara kekeluargaan untuk mengikat hubungan keluarga dengan Chen Si Lei.


Pada keesokan harinya, Chen Si Lei menerima He Thing Thing sebagai Selir baru nya melalui upacara adat istiadat kota Zhou secara sederhana dan kekeluargaan, namun resmi untuk He Thing Thing di nobatkan sebagai seorang Selir baru Chen Si Lei yang belum menetapkan posisi untuk selir baru nya ini.


He Thing Thing berdebar kencang karena takut ketahuan bahwa He Thing Thing sudah tidak suci sebelum hari pernikahan resmi ini di adakan secara adat istiadat Kekaisaran Tang Agung,dan He Thing Thing sangat takut bila ketahuan berdosa besar terhadap Kekaisaran Tang Agung.


"Aku bisa membuat keluarga ku di hukum mati sebagai pengkhianatan terhadap Kekaisaran Tang Agung",kata He Thing Thing gemetar ketakutan pada saat Chen Si Lei masuk ke dalam pengantin yang sudah di siapkan oleh pihaknya dan pihak Kekaisaran Tang Agung dari Ibu Suri Ling siapkan untuk menyambutnya sebagai anggota keluarga baru Kaisar Tang Agung.


Chen Si Lei masuk bersama para dewan urusan pernikahan Kaisar Tang Agung di Kekaisaran Tang Agung untuk ritual malam pertama pernikahan mereka berdua, dan Chen Si Lei sudah mengambil tongkat emas ukiran naga dan burung hong untuk membuka kerudung pengantin He Thing Thing.


Chen Si Lei tersenyum lembut sekali sebelum membuka kerudung yang menutupi wajah mempelai wanitanya yang sudah duduk manis menunggu dengan sabar dan sopan santun tingkat tinggi karena He Thing Thing adalah keturunan kedua dari mantan Kaisar Tang dahulu, sebab Marquis He adalah adik laki-laki langsung dari pihak Ibu Suri Ling.


"Ibu Suri berasal dari kerajaan Zhou rupanya dan Marquis He adalah adiknya dan aku harus menyatukan seluruh Tionggoan melalui berbagai macam cara unik di dalam peraturan mereka.Aku harus membalas budi pekerti yang Huang ErNiang berikan kepada ku sebagai putranya yang berbakti kepada kedua orang tua ku dan leluhur ku",kata Chen Si Lei yang sudah lebih dahulu mendapatkan informasi tentang riwayat Marquis He dari Ibu Suri Ling yang kirim surat pernyataan yang halus sekali untuk Chen Si Lei laksanakan amanatnya.


Kini Chen Si Lei sudah membuka kerudung pengantin perempuan yang di pakai oleh He Thing Thing ,lalu Chen Si Lei bersulang arak pernikahan dan makanan khas pernikahan bersama wanita yang berada di hadapannya, lalu dewan urusan dalam pernikahan sudah meninggalkan kamar mereka dan menunggu dengan patuh di luar kamar tidur mereka berdua.


Chen Si Lei sudah akan membuka pakaian pengantin He Thing Thing yang sudah bersiap untuk menerima Chen Si Lei sebagai Kaisar nya, suaminya dan juga pria nya, dan dia tidak bisa menolak untuk menyerahkan dirinya kepada Chen Si Lei yang sudah membuka pakaian He Thing Thing sehelai demi sehelai hingga tubuh Thing Thing terbebas dari pakaiannya.


Chen Si Lei mengagumi keindahan tubuh selir baru nya tetapi Chen Si Lei merasa bahwa ia tidak menyukai wanita ini karena sebagai pria yang sudah bosan akan ritual pernikahan anehnya, tentu saja Chen Si Lei mengetahui bahwa wanita yang sedang berbaring terbuka di tempat tidurnya...


"Apakah kau sudah pernah berhubungan dengan seorang pria lain?",tanya Chen Si Lei halus pada wanita itu.


"Iya",jawab He Thing Thing lebih baik jujur daripada dia tutup selamanya dan bila suatu hari nanti ketahuan ,tentu akan lebih berbahaya lagi untuk dirinya sendiri dan keluarganya.


"Sejak kapan kau sudah tidak suci?",tanya Chen Si Lei sembari berbaring di sisi lain wanita itu.


"Seminggu yang lalu",jawab He Thing Thing menangis ketakutan akan hukuman mati yang sangat mengerikan.


"Hu Yi Tian kah yang sudah melakukan hal itu kepada mu?",tanya Chen Si Lei.


"Iya..tapi kami tidak melakukan hal itu secara sengaja melainkan karena racun serbuk bunga cinta yang memengaruhi kami dan Hu Yi Tian ,ia sudah menerima hukumannya dengan meninggal dunia karena menyelamatkan nyawa anda, tapi jika anda marah dan tidak menerima hamba,maka hamba bisa menerima hukuman mati dari anda", jawab He Thing Thing yang sudah menangisi nasibnya yang malang.


Chen Si Lei menghela napas panjang karena dia telah tahu sebelumnya, maka ia pun tak pernah memaksa wanita itu untuk melayaninya sebagai tugas seorang istri terhadap suaminya.


"Aku tidak akan pernah menyentuh mu tapi aku juga tidak akan pernah melepaskan mu atau menghukum mati mu dan keluarga mu sesuai hukum yang berlaku di lingkungan Kekaisaran Tang Agung kita.Aku hanya akan memberikan mu sebuah hukuman ringan saja, yaitu potong kedua jari kelingking kedua tangan mu",kata Chen Si Lei memberikan belati pusaka untuk Thing Thing melakukan perintahnya.


"Baik Paduka hamba laksanakan",jawab He Thing Thing yang segera patuh pada Chen Si Lei.


He Thing Thing sudah akan memotong kedua jari kelingking kedua tangannya dengan belati pusaka itu, tapi Chen Si Lei segera mengambil kembali belati ini dan menyimpannya dengan cepat sekali sampai He Thing Thing terkejut sekali pada sikap Chen Si Lei ini.


"Kenapa Anda batalkan hukuman ringan yang anda berikan kepada hamba?",


"Karena aku tidak suka ada wanita cacat di dalam rumah ku",jawab Chen Si Lei.


"Tapi bukankah hamba sudah cacat secara jasmani sebelumnya?",tanya Thing Thing yang menangis tersedu -sedu .


"Ya tapi tidak bisa di lihat oleh umum.Anggap saja aku membalas budi Hu Yi Tian dan Marquis He kepada ku.Aku akan jaga mu untuk Hu Yi Tian sahabatku",jawab Chen Si Lei tulus hati kepada He Thing Thing.


"Terimakasih Paduka hamba akan setia kepada Paduka seumur hidup hamba",


He Thing Thing bersujud berkali-kali untuk menyatakan rasa terima kasih kepada Chen Si Lei yang sangat berbesar hati untuk menerimanya sebagai seorang Selir Agung pertama yang tidak akan pernah di sentuh oleh Chen Si Lei seumur hidup pria itu.


Chen Si Lei menggigit jari kelingking kiri wanita itu untuk mengeluarkan darah di atas tempat tidur untuk esok pagi di periksa oleh dewan urusan pribadi mereka, khususnya tim pribadi Chen Si Lei..


"Kau aman dan aku damai",kata Chen Si Lei tersenyum ramah kepada He Thing Thing.


Thing Thing menangis dalam tidurnya karena ia merasa kasihan kepada Chen Si Lei yang sudah sangat baik sekali kepadanya,tapi Thing Thing tidak bisa berikan dirinya kepada Chen Si Lei untuk malam ini dan selamanya, karena Thing Thing telah di pakai oleh pria lain sebelum Chen Si Lei yang kini menjadi suaminya, pria dan Kaisar nya.


Mereka berdua tidur dalam tubuh berpakaian lengkap, tetapi saat pagi harinya mereka berdua membuka pakaian mereka supaya para dayang istana dan para pelayan melihat mereka telah saling berbagi satu sama lain, maka hari itu bisa berjalan dengan baik dan lancar.


"Baiklah aku ingin kau pulang ke rumah ku bersama mereka",kata Chen Si Lei nada halus tapi tegas sekali.


"Baik Paduka",kata He Thing Thing patuh kepada Chen Si Lei.


He Thing Thing pamit kepada pihak keluarganya untuk di bawa ke rumah Chen Si Lei dengan di kawal langsung oleh pihak keluarga besar Chen Si Lei dan juga para pasukan khusus Marquis He.


Sedangkan Chen Si Lei melanjutkan perjalanan menuju ke tempat lain di luar kota Zhou,usai Chen Si Lei memberikan maklumat untuk kota Zhou di satukan dengan kota Shu menjadi Kota Suzhou kepada Marquis He yang segera mematuhi Chen Si Lei.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, Chen Si Lei menggunakan kudanya yang baru yang dia dapatkan dari Marquis He untuk ia gunakan sebagai sarana perjalanannya dalam misinya.


Chen Si Lei tiba di sebuah kerajaan kecil yang bernama Kerajaan Shang dengan tidak sengaja karena Chen Si Lei berpetualang seorang diri saat ini tanpa ada teman yang menemaninya, meskipun Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti selalu ada di mana pun dan kapan pun dia perlukan,tentu akan segera datang kepada nya dengan sigap sekali.


__ADS_2