Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Sungai Merah Kecil.


__ADS_3

Burung rajawali emas sakti menggunakan sayap kanan membabat habis para musuh sakti sesat yang mengurung Selir ke empat Li Shao Ning yang berada di atas punggung burung rajawali emas sakti .


Wushhh !!


Brussshhhhh !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas dalam serangan burung rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali dalam melindungi Li Shao Ning sesuai perintah Chen Si Lei.


Sedangkan Raja Iblis Barat bertarung dengan sengit melawan sejumlah orang dari Sekte Sesat tiga setan sungai merah kecil di pesisir sungai merah kecil.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari Kakek Raja Iblis Barat.


Begitu juga dengan Lin Mo Bai berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu pedang rase es menenggelamkan sukma dari Lin Mo Bai.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Putri Zhao Li Na berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam para musuh dari berbagai penjuru arah sungai merah kecil dengan bantuan Putri Ji Yi Tong.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Pertempuran ini terjadi di udara, darat dan dalam air sungai merah kecil yang menyebabkan sungai merah kecil menjadi sungai yang penuh darah serta jasad para manusia yang bertarung satu sama lainnya.


Di dalam air sungai merah kecil,Chen Si Lei berenang lebih cepat untuk sampai ke dasar sungai merah kecil untuk mencari cara untuk menolong Selir ke dua puluh empat Putri Melani yang terjatuh ke dalam sungai merah kecil untuk menolong Li Shao Ning yang di serang oleh pihak musuh saat Li Shao Ning keluar dari kota Ning Bo dengan menggunakan burung rajawali emas sakti.


Kini Chen Si Lei berusaha keras untuk menyelamatkan Melani yang sedang di cari di dalam sungai merah kecil oleh Chen Si Lei yang di serang oleh pasukan Sekte Sesat tiga setan sungai merah kecil yang di pimpin oleh seorang wanita cantik yang sangat ganas sekali sehingga Chen Si Lei harus menggunakan metode awan naga menggulung angin musim semi membabat habis sejumlah besar pria ganas yang menjadi anak buah dari Ratu Sekte Sesat tiga setan sungai merah kecil.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei melihat gelombang air sungai merah kecil mulai menghantam ke arah dirinya oleh kekuatan ilmu mukjizat sesat dari Ratu Sekte Sesat tiga setan sungai merah kecil, maka Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menghantam hancur kekuatan sesat dari Ratu Sekte Sesat tiga setan sungai merah kecil.


Wushhh !!


Bressssss !!


Brussshhhhh !!


"Mundur. ..!!",teriak Chen Si Lei menggunakan khikang jarak jauh melalui ilmu sakti suara langit untuk memberikan sinyal kepada Li Shao Ning yang sedang bertarung sengit melawan para musuh sakti sesat dengan menggunakan burung rajawali emas sakti di atas angkasa sungai merah kecil.


Wushhh !!


Burung rajawali emas sakti sangat cerdas sekali menghindari serangan maut dari pihak musuh yang mengeroyok Li Shao Ning bersama burung rajawali emas sakti yang menggunakan sayap membabat habis kepala musuh sakti sesat yang ingin membunuh Li Shao Ning.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei dalam keadaan berenang pun sanggup membabat habis kepala gadis sesat yang gunakan ilmu pedang mukjizat sesat untuk membunuh dirinya.


Crakkkkkk !!


Lin Mo Bai menggerakkan pedang membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rase es menenggelamkan sukma secara hebat sekali sehingga Lin Mo Bai berhasil menyelamatkan Li Shao Ning dari pesisir sungai merah kecil.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Raja Iblis Barat yang mengamuk ganas sekali membasmi sejumlah orang yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan Li Shao Ning dan burung rajawali emas sakti.


"Paduka Selir ke empat Li Shao Ning tolong anda mundur dari pesisir sungai merah kecil ", kata Kakek Iblis Barat dengan ilmu pedang pasir putih.


Wuttttt !!


Crashhh !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat Raja Iblis Barat yang sangat ganas sekali.


Putri Zhao Li Na menangkis pedang milik seorang pria yang sangat jahat sekali yang ingin membunuh Li Shao Ning dengan lompatan cepat dari arah samping kanan Burung rajawali emas sakti.


Trangggggg !!


"Putri laknat jangan ikut campur urusan kami dengan mereka yang menjadi musuh kami!!",hardik pria sadis sambil mengayunkan pedang untuk memotong leher putri Zhao Li Na tetapi Putri Ji Yi Tong berkelebat cepat memenggal kepala pria ganas itu dari arah lain.


Crakkkkkk !!


"Aghhhhhh !!", jerit Putri Zhao Li Na tercebur ke dalam sungai merah kecil karena ia melompat tanpa sadar bahwa ia telah berada di tengah sungai merah kecil untuk menolong Selir ke empat Li Shao Ning.


Byurrr !!


Sebuah pedang mukjizat sesat menyerang Putri Xiao Li Na saat putri ini tercebur ke air sungai merah kecil.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


"Agh !!", jerit gadis itu kaget sekali karena Chen Si Lei berenang sangat cepat dan membabat habis kepala pria ganas yang ingin membunuh Zhao Li Na.


Wushhh !!


"Aghhhhhh !!", teriak gadis itu di lemparkan oleh Chen Si Lei kembali ke pesisir sungai merah kecil untuk menghindari serangan maut dari pihak musuh yang mengeroyok Chen Si Lei di dasar sungai merah kecil.


Brrrrrrrrrrrrr !!

__ADS_1


"Aduhhh !!", teriak Putri Zhao Li Na terkejut sekali karena dirinya sudah berada di pesisir sungai merah kecil kembali oleh Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah senjata rahasia milik musuh sakti sesat hancur oleh Chen Si Lei.


Bressss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei yang gunakan ilmu membalikkan keadaan dengan sangat hebat sekali sehingga senjata rahasia milik musuh sakti sesat menyerang pemiliknya sendiri.


Chen Si Lei meninggalkan semua jasad para musuhnya yang tenggelam di dalam sungai merah kecil yang menyebabkan air sungai merah kecil menjadi keruh dan merah darah dan bau anyir, tapi Chen Si Lei tidak mempedulikan untuk saat ini, karena Chen Si Lei harus mencari tahu keberadaan Melani di dasar sungai merah kecil.


Chen Si Lei kaget sekali karena ada seekor buaya ganas sekali melintas di atas dirinya ,dan Chen Si Lei menelan ludahnya karena buaya ganas itu mendatangi tubuh seorang gadis muda yang amat cantik jelita sekali yang tergeletak di tanah dasar sungai merah kecil.


"Jangan kau sentuh dia!!",hardik Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis buaya ganas yang ingin memangkas Melani yang tergeletak pingsan di dasar sungai merah kecil.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei tidak mempedulikan jasad buaya yang terlempar jauh dari Melani.


"Melani aku datang untuk menolong mu ", kata Chen Si Lei mengangkat gadis itu dari tanah dasar sungai merah kecil, lalu Chen Si Lei berenang kembali ke atas sungai merah kecil dengan kecepatan tinggi sehingga Chen Si Lei bisa keluar dari sungai merah kecil.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Lindungi Melani ", perintah Chen Si Lei kepada Raja Iblis Barat.


"Ya Paduka ", jawab Kakek Raja Iblis Barat melihat ke atas langit di mana Li Shao Ning sedang bertarung sengit melawan para musuh sakti sesat yang mengurung Li Shao Ning bersama burung rajawali emas sakti.


"Kenapa kau diam saja ?", tanya Chen Si Lei keras kepada kakek itu.


"Paduka ", jawab Kakek Raja Iblis Barat .


Chen Si Lei melihat ke atas langit dan dia terperanjat kaget sekali karena Li Shao Ning dalam bahaya besar, maka Chen Si Lei melompat cepat mengerahkan ilmu ginkang rajawali emas sakti untuk menolong Li Shao Ning dari serangan maut dari pihak musuh mereka.


Syuutttttttt !!


Plakkkk !!


Dessssssss !!!


Chen Si Lei duduk di belakang Li Shao Ning dengan cepat melindungi Selir ke empat Li Shao Ning, lalu Chen Si Lei menggunakan kipas yang di putar ke seluruh penjuru arah burung rajawali emas sakti untuk membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Aghhhhhh !!", teriak seseorang terkena kipas sakti Chen Si Lei yang telah marah besar terhadap musuh sakti sesat yang menyerang Li Shao Ning dan burung rajawali emas sakti, maka Chen Si Lei tidak mempedulikan siapa yang telah di babat habis oleh kipas sakti nya.


"Koko Lei Lei kau telah membunuh Lin Mo Bai untuk menolong ku",kata Li Shao Ning mengejutkan hati Chen Si Lei bahwa Chen Si Lei telah membunuh Lin Mo Bai secara tidak sengaja.


"Ah aku telah membunuh Lin Mo Bai",kata Chen Si Lei terkejut sekali karena Chen Si Lei sudah membunuh Kasim nya sendiri yang juga ayah mertuanya dari Selir ke dua puluh sembilan Lin Ya Ru.


"Ya aku juga akan menghukum mati siapa saja yang berani menyerang mu dan kedua orang calon bayi kita serta kakak rajawali emas sakti ku",jawab Chen Si Lei murka sekali mendengar informasi tentang Lin Mo Bai dari Li Shao Ning.


"Terimakasih Koko Lei Lei",kata Li Shao Ning memeluk Chen Si Lei usai perang di menangkan oleh Chen Si Lei yang mengakhiri pertempuran dengan membabat habis sejumlah besar musuh sakti yang terakhir termasuk membabat habis Ratu Sekte Sesat tiga setan sungai merah kecil yang ternyata adalah selir terakhir dari Pangeran Tua Wei yang ingin balas dendam atas kematian keluarga besar nya yang di hukum mati oleh Kaisar Tang Agung melalui perintah Ibu Suri Ling yang memerintahkan Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti.


"Paduka hamba mendapatkan informasi tentang calon selir baru yang bernama Putri Wei Lu Xin dari Putri Pangeran tua Wei yang sudah di siapkan untuk Paduka berada di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung bagian Keputrian khusus harem anda",kata Kakek Raja Iblis Barat melaporkan hal itu kepada Chen Si Lei.


"Cari dan hukum mati putri itu untuk keamanan dan keselamatan keluarga ku",


"Siap Paduka hamba laksanakan ", jawab Kakek Raja Iblis Barat.


"Melani kau minumlah pil embun Himalaya sakti untuk bersihkan hawa sesat dari tubuh mu",kata Chen Si Lei memeluk gadis itu yang sudah sadar kembali.


"Iya terimakasih Paduka",jawab Putri Melani terharu dengan kebaikan hati Kaisar Tang Agung yang menjadi suaminya juga.


"Baiklah sekarang kalian berdua pulanglah ke rumah kita bersama kakak rajawali emas sakti ", kata Chen Si Lei menuntun kedua wanita itu untuk naik ke atas punggung burung rajawali emas sakti yang hinggap di pesisir sungai merah kecil dan di amati oleh Putri Zhao Li Na dari Kerajaan Zhao dan Putri Ji Yi Tong dari Kerajaan Ji.


"Baiklah koko sayang",jawab Li Shao Ning patuh kepada Chen Si Lei.


"Ya Paduka",jawab Melani patuh pada Chen Si Lei.


"Kalian harus menjaga diri kalian baik -baik dan rukun selalu dengan semua yang berada di rumah ku karena mereka juga istri ku dan saudari madu kalian berdua. Aku akan adil dan bijaksana dalam menangani kalian yang menjadi tanggung jawab ku",kata Chen Si Lei berpesan agar para istrinya rukun satu sama lain.


"Iya koko sayang",jawab Li Shao Ning patuh kepada Chen Si Lei.


"Iya Paduka",jawab Melani patuh kepada Chen Si Lei.


"Panggil Aku koko seperti Shao Ning memanggil ku",ucap Chen Si Lei halus dan lembut sekali kepada Putri Melani yang menangis terharu karena Chen Si Lei baik sekali kepadanya.


"Ya Koko Lei Lei ", jawab gadis itu menangis sehingga Chen Si Lei memeluknya.


"Jangan menangis Melani.Aku mengerti dirimu",kata Chen Si Lei membelai lembut rambut panjang gadis yang berada di pelukan nya.


"Baiklah koko kami akan pulang ke rumah kita dan menjalankan tugas kami sebagai istri, menantu, ibu ,kakak ,pelayan rakyat Tionggoan",kata Li Shao Ning dan Melani serentak di atas punggung burung rajawali emas sakti.


Setelah kedua orang istrinya pulang ke rumah bersama burung rajawali emas sakti, Chen Si Lei menoleh ke arah kedua orang gadis teman perjalanannya itu, kedua gadis itu duduk di batu karang sambil memandang ke arah Chen Si Lei.


"Urusan anda sudah selesai atau belum?",tanya Putri Zhao Li Na dari Kerajaan Zhao menghela napas melihat Chen Si Lei dengan sabar sekali.


"Aku harus membersihkan sungai merah kecil dahulu sebelum kita lanjutkan misi kita ke tempat lainnya, yaitu gunung Baodingsan",jawab Chen Si Lei berbalik ke arah sungai merah kecil, lalu Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari sakti untuk membuyarkan racun hawa sesat berbahaya bagi kesehatan air sungai merah kecil yang berguna untuk masyarakat sekitar.


"Kita harus menyeberangi sungai merah kecil sebelum ke hutan merah",kata putri Ji Yi Tong dari Kerajaan Ji mengingatkan Chen Si Lei tentang jalur menuju ke arah gunung Baodingsan.


"Kerajaan Ji berada di bawah kaki gunung Baodingsan selatan, jadi kita bisa ke sana dahulu sebelum masuk ke hutan hitam dan sungai besar hitam",kata Chen Si Lei.


Chen Si Lei selesai membersihkan sungai merah kecil, lalu Chen Si Lei bermalam di tepi sungai merah kecil bersama Putri Zhao Li Na dan Putri Ji Yi Tong . Chen Si Lei makan malam berupa nasi kepal isi daging enak dan air teh segar yang di buat oleh Li Shao Ning kesayangannya sebelum Chen Si Lei keluar dari rumah Adipati Bo Bei pada pagi hari kemarin.


"Kalau di kerajaan kakek ku sebut sushi",kata Putri Ji Yi Tong dari Kerajaan Ji.


"Ada rasa ikan tuna segar juga ada rasa ikan salmon",kata Putri Zhao Li Na dari Kerajaan Zhao.

__ADS_1


Mereka berdua membahas makanan yang di makan oleh Chen Si Lei yang baik hati untuk menawarkan makanannya kepada kedua orang gadis itu. Chen Si Lei di acuhkan oleh kedua gadis asing itu yang membahas makanan dengan bahasa yang berbeda dengan bahasa Chen Si Lei.


"Kalian berada di Tionggoan karena itu kalian harus menggunakan bahasa yang di kenal oleh warga Tionggoan ",kata Chen Si Lei mencela kedua gadis itu.


"Paduka anda memahami bahasa kakek ku yang menggunakan bahasa kanji yang berasal dari kerajaan Jepang?",tanya Putri Ji Yi Tong dari Kerajaan Ji yang ternyata masih ada hubungan kekerabatan dengan Kekaisaran Jepang.


"Ya aku paham karena aku Kaisar Tang Agung",jawab Chen Si Lei padahal Chen Si Lei memahami bahasa aneka macam bahasa daerah dan dunia dari ratusan kali reinkarnasi yang di alami oleh Chen Si Lei sebelum memasuki kehidupan Sang Kaisar Tang Agung.


"Wah anda jenius sekali",puji Putri Zhao Li Na kagum dengan kecerdasan Chen Si Lei.


"Ya terimakasih, kau juga gadis yang pintar",puji Chen Si Lei.


"Hamba tidak secerdas anda", kata gadis itu merendah.


"Karena nenek Sun tidak memberikan ku teh pelupa kecerdasan ku sebelum aku reinkarnasi menjadi Kaisar Tang Agung",kata Chen Si Lei melotot ke arah nenek tua yang hanya bisa di lihat oleh Chen Si Lei yang menatap sungai merah kecil.


"Paduka Kaisar Langit tolong anda jangan marah kepada hamba,hamba hanya mematuhi perintah MahaDewi yang menjadi Ibunda anda di Kekaisaran Langit ", jawab nenek Sun Sang Penguasa jembatan penyeberangan menuju kelahiran ke bumi.


"Ahh dasar kau ini",kata Chen Si Lei tanpa sadar mengejutkan kedua temannya.


"Paduka anda jangan cemas kita pasti bisa melewati sungai merah kecil",kata Ji Yi Tong menghibur Chen Si Lei yang di kira kebingungan untuk menyeberangi sungai merah kecil.


"Anda masih rindu dengan istri anda ?", tanya Putri Zhao Li Na geleng kepalanya karena Chen Si Lei bicara sendiri.


"Eh aku tidak cemas. Aku juga sudah melepas rindu dengan istri ku..Kalian jangan khawatir. Aku bisa membedakan urusan pribadi dengan pekerjaan ku sebagai Kaisar Tang Agung dan juga Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab Chen Si Lei tegas sekali kepada kedua gadis temannya itu agar keduanya bisa nilai dia profesional dalam menangani tugasnya.


Nenek Sun segera lari dari Chen Si Lei yang memarahi nya karena ulah nenek tua itu, sungai merah kecil menjadi kekuasaan alam sesat yang memakan korban jiwa.


"Baiklah kami percaya kepada anda sebagai teman yang baik",kata Putri Zhao Li Na.


Malam itu adalah malam yang cerah karena awan terlihat indah penuh bintang -bintang yang membawa keceriaan di dalam hati Chen Si Lei yang melihat bahwa di langit kehidupannya sangat damai dan tenteram, Chen Si Lei turun ke bumi adalah untuk memberikan kebahagiaan untuk semua makhluk hidup di dunia.


"Para wanita yang hadir di dalam kehidupan ku yang sekarang adalah pasangan ku dari ratusan kali reinkarnasi ku sebagai manusia biasa yang wajib memiliki pasangan hidup yang hanya memiliki waktu seratus saja paling lama aku hidup, sedangkan Hong Ning atau Li Shao Ning adalah pasangan abadi ku di dunia Langit yang terpisah dari ku sejak awal aku lahir sebagai manusia di kehidupan awal adanya manusia di bumi untuk tugas kami .Maka kami bisa berjumpa lagi di kehidupan ke lima ratus kali kami reinkarnasi menjadi manusia biasa yang lahir di berbagai tempat yang berbeda dan tahun -tahun yang berbeda",kata Chen Si Lei dalam hatinya.


Istana Kekaisaran Tang Agung.


Istana Selir ke dua puluh sembilan.


Selir ke dua puluh sembilan Lin Ya Ru menatap langit dengan marah sekali karena ayahnya di hukum mati oleh Kaisar Tang Agung karena berniat untuk membunuh kedua janin yang di kandung oleh Li Shao Ning untuk membantunya bisa dekat dengan Kaisar Tang Agung.


"Ayah ", panggil Lin Ya Ru menangis sedih sekali karena kehilangan ayahnya.


"Wanita haus kekuasaan kau harus mati untuk dosa mu kepada calon dua cucu ku!!",hardik Ibu Suri Ling yang datang ke istana selir ke dua puluh sembilan Lin Ya Ru dengan marah sekali.


"Ibu Suri Ling tolong ampunilah hamba",kata Selir ke dua puluh sembilan Lin Ya Ru yang di beri hukuman mati oleh Ibu Suri Ling .


"Aku tidak akan pernah mengampuni wanita berbahaya seperti mu",kata Ibu Suri Ling memberikan maklumat untuk Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung memberikan hukuman mati bagi Selir ke dua puluh sembilan Lin Ya Ru.


"Lin Ya Ru silakan kau pilih hukuman mati mu .Minum racun atau gantung diri atau tusuk tubuh mu dengan belati pusaka khusus untuk para wanita harem Kaisar Tang Agung yang berdosa terhadap Kekaisaran Tang Agung",perintah Ibu Suri Ling tegas dan keras kepada Lin Ya Ru.


Lin Ya Ru marah kepada Ibu Suri Ling, maka ia menerjang hebat ke Ibu Suri Ling dengan maksud untuk membunuh ibu Kaisar Tang Agung yang sangat di benci oleh Lin Ya Ru.


Lin Ya Ru menggunakan belati pusaka tersebut untuk membunuh Ibu Suri Ling yang segera di selamatkan oleh para pasukan keamanan dan keselamatan Ibu Suri Ling dengan sigap sekali sehingga Lin Ya Ru bertarung melawan pasukan keamanan dan keselamatan Ibu Suri Ling.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


"Lancang sekali kau berani menyerang Ibu Suri Ling!!",hardik Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti menerjang hebat menangkis belati pusaka yang berada di tangan Lin Ya Ru.


Lalu Lin Ya Ru terjengkang ke belakang karena di tendang oleh Putri Yehonala yang sudah berada di Istana selir ke dua puluh sembilan untuk menolong Ibu Suri Ling yang menjadi ibu tiri nya.


Duk!!


"Ahhh !!", jerit Lin Ya Ru kesakitan di tendang keras oleh Putri Yehonala.


"Cepat hukum mati dia !!", hardik Ibu Suri Ling.


Yehonala menggunakan pedang membabat habis kepala Lin Ya Ru dengan cepat dan akhirnya ia berhasil membunuh Selir ke dua puluh sembilan dari kakaknya yang tercinta.


Crakkkkkk !!


"Buang jasadnya ke sarang buaya di belakang kebun binatang Kaisar Tang Agung dan statusnya adalah pengkhianat terhadap Kekaisaran Tang Agung!!",


"Siap Ibu Suri Ling",jawab Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti mematuhi perintah Ibu Suri Ling.


"Yehonala terimakasih atas kebaikan mu kepada ibu dan kakak mu",kata Ibu Suri Ling ramah sekali kepada gadis cantik jelita yang menjadi putri tirinya yang baru saja menikah dengan seorang pendekar kaum bersih yang berjuluk Pendekar Sekte Naga Api yang bernama Li Kuan Yew yang kini bekerja sebagai seorang Menteri pembangunan dalam negeri Kekaisaran Tang Agung oleh Kaisar Tang Agung berikan maklumat kepada pria muda yang menjadi suami Putri Yehonala.


"Sama-sama ibu",jawab Putri Yehonala sopan dan hormat kepada Ibu Suri Ling.


"Kita harus cari pengganti Permaisuri, Nyonya Selir ke tiga, Selir ke dua puluh ,Selir ke dua puluh tiga dan selir ke dua puluh sembilan untuk Paduka Kaisar Tang Agung kita",kata Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung yang kini di pimpin oleh Kasim Fang wakil Kasim Senior Tua Yang telah pensiun karena sudah terlalu tua sekali.


"Ya sabar saja..kita tunggu Paduka usai masa berkabung atas wafatnya Permaisuri Hua Erl dan Nyonya Selir ke tiga Nan Erl",kata Ibu Suri Ling.


"Kami akan menunggu sampai hari itu tiba yaitu batas waktunya adalah tahun depan",kata Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung.


"Iya aku mengerti Ketua Kasim Fang ", jawab Ibu Suri Ling.


"Ku rasa Paduka akan pilih Selir ke empat Li Shao Ning untuk naik posisi menjadi Permaisuri dan selir ke empat akan kosong untuk sementara waktu",kata Putri Yehonala sudah tahu isi hati kakaknya.


"Ya kita lihat saja. Apakah Selir ke empat Li Shao Ning bisa memberikan dua orang pangeran sekaligus atau tidak yang akan menentukan nasibnya nanti usai akhir musim gugur tahun ini dia melahirkan untuk pertama kalinya sebagai istri Kaisar Tang Agung",ucap Ibu Suri Ling yang menginginkan agar Shang Ce Lan yang menjadi Permaisuri putranya.


Ibu Suri Ling meninggalkan istana selir ke dua puluh sembilan menuju ke istana pribadinya.


Putri Yehonala merasa Ibu Suri Ling akan menjadi penghalang kebahagiaan Chen Si Lei dengan Li Shao Ning karena Ibu Suri Ling tidak menyukai Li Shao Ning.


"Aku harus bagaimana ?Aku dukung Ibu Suri Ling maka Lei Lei Gege akan sedih tetapi jika aku pilih dukung Lei Lei Gege maka aku yang sedih karena aku juga sakit hati karena cinta ku kandas oleh cinta Gege terhadap Li Shao Ning usai cinta terhadap Hua Erl ", kata Putri Yehonala pada dirinya sendiri sebelum pergi ke rumah pribadinya di bagian utara dalam lingkungan Kekaisaran Tang Agung.


Selir Agung pertama Putri Lin Lin mendengar percakapan tersebut dan hatinya menjadi marah dan cemburu terhadap selir ke empat Li Shao Ning, maka ia cari cara untuk melenyapkan Selir ke empat Li Shao Ning secara halus agar tidak ada seorang pun mengetahui perbuatan keji nya kepada Selir ke empat Li Shao Ning.


"Aku harus mencari cara untuk menghabisi saingan terberat ku",kata Selir Agung pertama Putri Lin Lin di dalam hatinya yang penuh rasa benci dan cemburu buta.

__ADS_1


__ADS_2