
Selama menunggu waktu tiga waktu masa berkabung atas mangkat nya Mantan Kaisar Tang, Chen Si Lei menggunakan waktu tiga tahun itu untuk kembali jadi seorang pendekar kaum persilatan ,dan kali ini Chen Si Lei melakukan perjalanan seorang diri dengan menyamar sebagai seorang pemuda biasa saja.
"Wah Desa Ular Hijau yang akan aku kunjungi kali ini",kata Chen Si Lei membaca nama papan di desa itu.
"Hei berhenti di situ !!", teriak seorang gadis berpakaian ringkas .
Chen Si Lei mengira bahwa gadis itu sedang meneriaki dia,ternyata marah kepada sekelompok orang yang sedang memetik buah di atas sebuah pohon besar dan lebat, dan gadis itu menuding telunjuknya ke semua orang itu dengan sikap galak dan keras.
"Nona Qing Erl kau tak bisa marah kepada kami",kata salah seorang dari anggota kelompok itu.
"Kenapa aku tidak bisa marah kepada kalian ?", tanya gadis galak itu.
"Karena kebun buah plam ini sudah milik keluarga He kami",jawab salah seorang dari kelompok itu.
"Enak saja bilang begitu. Kebun buah plam ini milik keluarga Fu kami",kata gadis itu.
"Kalau kau tak percaya kepada kami, kau bisa tanyakan kepada Tuan Muda kami yang berada di tempat Nona Ma Yu Erl",kata salah seorang dari keluarga He.
"Baik aku akan tanyakan kepada Tuan Muda He kalian",kata gadis itu yang sudah berjalan menuju ke arah lain.
Chen Si Lei tidak mempedulikan mereka semua, melainkan dia terus saja jalan ke dalam desa itu dan menemukan sebuah kuil kosong untuk tempat beristirahat di desa ini ,dan Chen Si Lei membuka bungkusan isi roti kering dan air bersih untuk dia bisa makan siang.
"Sepertinya roti mu enak sekali ya?",tanya seorang pemuda sebaya dengannya .
Chen Si Lei memandang tajam pemuda itu yang mirip sekali dengan dirinya dan ia segera memberikan roti kering kepada pemuda kumal itu,
"Terima kasih",jawab pemuda itu tanpa malu lagi mengambil roti dan memakan nya.
"Kau mau minum air putih atau teh?",tanya Chen Si Lei ramah.
"Air putih sajalah, air teh terlalu mahal dan mewah bagi ku",jawab pemuda itu.
"Siapa nama mu?",tanya Chen Si Lei sambil mengamati gaya pemuda itu makan.
"Xiao Ce namaku jelek ya ?", ucap pemuda itu.
"Nama mu bagus kok ", jawab Chen Si Lei ramah.
"Lalu kau siapakah ?", tanya Xiao Ce sambil minum air putih dari Chen Si Lei.
"Yo Lei ", jawab Chen Si Lei yang ingin menyembunyikan identitas nya.
Lalu Chen Si Lei melihat Xiao Ce tidur di sudut kuil kosong itu dan mengacuhkan dia sehingga Chen Si Lei merasa iba terhadap pemuda yang mirip dengan dirinya itu.
"Apakah kau kembaran ku?",tanya Chen Si Lei dalam hatinya.
"Apakah yang telah terjadi pada mu selamat dua puluh tahun ini ?",tanya Chen Si Lei lagi di dalam hatinya.
Tak lama kemudian datanglah sekelompok orang berpakaian pengemis ke kuil ini dan menegur mereka berdua untuk pergi dari tempat mereka.
"Tempat ini adalah tempat kosong dan atas dasar apa bahwa tempat ini adalah tempat kalian",ucap Chen Si Lei.
"Atas dasar apa pun itu dari tempat ini ?Yang jelas tempat ini adalah tempat kami Sekte Pengemis Barat ", kata salah seorang dari anggota Sekte Pengemis Barat.
"Oh begitu ??", tanya Chen Si Lei.
"Yaa!!Jadi pergilah kalian berdua dari sini !!", hardik mereka semua .
Xiao Ce bangun dan memukul mereka semua dengan tinju nya yang sangat kuat dan kokoh.
Bukkk !!
"Kurang ajar berani sekali menyerang kami!!",hardik mereka semua menerjang ke arah Xiao Ce.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei sudah melemparkan tanah ke arah mereka semua yang seketika telah tewas oleh nya.
"Kau sungguh hebat sekali",puji Xiao Ce merangkak bangun.
"Ya terima kasih atas pujian mu ", kata Chen Si Lei ramah pada pemuda itu.
Tetapi tiba-tiba sejumlah orang lain berdatangan ke tempat kosong itu,dan Chen Si Lei harus siaga.
"Siapa yang telah membunuh Sekte Pengemis Barat di kuil kosong ini ?",seorang pria berwajah tampan bertanya kepada mereka berdua.
"Aku ", jawab Xiao Ce cepat.
"Eh ", Chen Si Lei terheran melihat Xiao Ce melindungi diri nya.
"Berarti kamu bisa ilmu silat yang hebat?",tanya pria tampan itu ramah.
"Iya ",jawab Xiao Ce bersinar cerah.
"Berarti kamu bisa membantu aku menghadapi Nona Qing Erl dari keluarga Fu ?",
"Ehh??",
"Iya ayo ikut aku ke rumah ku ",kata pria tampan itu menarik tangan Xiao Ce.
"Kau juga ikut ", kata pria itu lagi kepada Chen Si Lei.
Mereka berdua di bawa ke rumah besar milik keluarga He, dan di sana Tuan Besar dan Nyonya Besar He beserta pemuda itu memandang mereka berdua dari atas sampai ke bawah, lalu salah seorang dari anggota keluarga itu memukul meja di dekat mereka.
"Kalian berdua bisa menjadi salah seorang pengawal khusus dari putra ku yang bernama He Zhou Feng",kata Tuan Besar He .
"Aku bisa mempunyai pekerjaan dan tempat tinggal kan ?", tanya Xiao Ce.
"Iya tentu saja ", jawab Nyonya Besar He.
__ADS_1
"Tapi nama kalian berdua siapa?",tanya Tuan Muda He Zhou Feng.
"Xiao Ce ",jawab Xiao Xe jujur.
"Yo Lei ", jawab Chen Si Lei asal.
"Kenapa kau memakai topeng ?",tanya Nyonya Besar He.
"Karena peraturan dari Sekte ku",jawab Chen Si Lei asal.
"Kau berasal dari Sekte apa ?", tanya Tuan Muda He Zhou Feng ingin tahu.
"Sekte Angin Timur",jawab Chen Si Lei asal.
"Lalu kau?",tanya Tuan Muda He Zhou Feng kepada Xiao Ce.
"Aku Sekte Tanpa Nama",jawab Xiao Ce sepertinya jujur.
"Baiklah kalian berdua kami terima bekerja sebagai pengawal pribadi putra kami ini",kata Tuan Besar He.
"Terimakasih banyak Tuan Besar He",jawab mereka berdua bersama.
Demikianlah Chen Si Lei dan Xiao Ce bekerja dan tinggal di rumah besar keluarga He sebagai seorang pengawal pribadi dari Tuan Muda He Zhou Feng.
"Yo Lei ke sini kau",panggil Tuan Muda He Zhou Feng pada hari berikutnya.
"Besok pagi kau harus bantu aku untuk mengambil surat sertifikat tanah kebun buah plam dari keluarga Fu ",perintah Tuan Muda He Zhou Feng pada Chen Si Lei.
"Untuk mu Xiao Ce kau harus hadapi Nona Fu Qing Erl dan kalahkan dia",perintah Tuan Muda He Zhou Feng untuk Xiao Ce.
"Baik Tuan Muda He",jawab mereka berdua.
Chen Si Lei dan Xiao Ce merasa bahwa mereka berdua salah tempat untuk dapat pekerjaan dan tempat tinggal, karena keluarga He sangat sombong dan sangat suka mengambil milik orang sesuka hati ,hanya karena mereka adalah seorang berpengaruh di wilayah desa ular hijau ini.
"Kita cari tahu saja dulu siapa di antara mereka yang bertindak curang dan suka rebut milik orang lain dengan kekuasaan",kata Xiao Ce pada keesokan harinya.
"Aku sudah tahu bahwa keluarga He ingin memiliki semua harta keluarga Fu tapi tidak bisa karena Nona Fu Qing Erl memiliki ilmu silat cukup tinggi untuk desa ini menjadi kekuasaannya karena Nona itu bisa ilmu silat sedangkan keluarga He bisa mengandalkan uang mereka untuk memakai orang sakti untuk menghadapi musuh mereka",kata Chen Si Lei yang sudah cepat mengetahui permasalahan ini.
"Kau sungguh pintar sekali",puji Xiao Ce kagum dengan kecerdasan Chen Si Lei.
"Biasa saja",kata Chen Si Lei merendah.
Mereka berdua mengikuti Tuan Muda He Shou Feng menunjuk ke arah yang di tuju, yaitu kebun buah plam.
"He Shou Feng akhirnya kau berani juga datang ke tempat ini untuk menghadapi ku",kata Nona Fu Qing Erl sudah bersiap untuk memulai bertarung rupanya.
"Fu Qing Erl kau lihat saja nanti bahwa kau akan kalah oleh orang ku ini",
"Maaf siapakah yang anda maksud dari orang mu??",tanya Chen Si Lei dan Xiao Ce bersama.
"Eh tentu saja kalian berdua",jawab Tuan Muda He Shou Feng arogan.
"Sayang sekali kami bukan orang mu lagi, mulai hari ini",jawab Xiao Ce sombong sekali.
"Siapa bilang kami bekerja untuk mu???",ucap Chen Si Lei menyambar cepat ke arah pelipis orang itu.
Prakkk !!
Tuan Muda itu tewas dalam keadaan kepala pecah oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
"Ahhh kau membunuh Tuan Muda kami !!", hardik para pengikut setia Tuan Muda He .
"Xiao Ce kau hadapilah mereka dan aku hadapi Tuan Besar kita",kata Chen Si Lei.
"Nona kau hadapilah Nyonya Besar He",kata Xiao Ce sepertinya menyukai gadis itu.
"Baik Terimakasih ", kata gadis itu senang sekali mendapatkan teman baik seperti mereka berdua.
Wuttttt !!!
Xiao Ce berkelebat cepat menghindar dari serangan maut dari pihak musuh dari keluarga He .
Wushhh !!
Bressssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik yang dahsyat sehingga Tuan Besar He terlempar jatuh dan tewas seketika itu juga.
Breettt !!
Terlihatlah bahwa Tuan Besar He adalah orang Sekte Sesat dari Sekte Lima Belas Bintang Hitam yang sudah di ketahui oleh Chen Si Lei secara lihai.
Syutttttttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!!
Gerakan cepat dari sejumlah orang musuh sakti yang menggunakan ilmu pedang hebat untuk menghadapi Xiao Ce telah tertangkis secara hebat oleh Chen Si Lei.
Wushhh !!!
Cranggg !!!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh serentak menjatuhkan senjata mereka semua.
"Xiao Ce bunuh mereka ", kata Chen Si Lei melemparkan pedang kepada Xiao Ce .
Tap !!
Wuttttt !!!
__ADS_1
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Xiao Ce sudah membabat habis para musuh yang merupakan perkumpulan kaum hitam yang berada di desa ular hijau itu.
Wuttttt !!
Jlebbbb !!
Nona Fu Qing Erl juga sudah memperlihatkan kepandaian nya dan berhasil bunuh Nyonya Besar He yang juga kaum sesat.
"Nona sekarang desa mu sudah aman dari kaum sesat",kata Xiao Ce ramah.
"Ya terima kasih atas bantuan kalian berdua",kata Nona itu memerah malu .
Mereka berdua pun pergi dari desa ular hijau untuk mencari tempat tinggal yang lain lagi, dan tanpa sadar bahwa mereka berdua menjadi akrab dan bersahabat satu sama lain.
"Desa besar yang akan kita berdua masuki",kata Chen Si Lei .
"Desa pintu air sepuluh",kata Xiao Ce membaca papan nama desa tersebut.
Mereka berdua memilih untuk masuk ke dalam rumah makan yang berada di luar desa besar itu untuk makan siang bersama.
Toplak !!
Toplak !!
Hyaaaa !!
Dua ekor kuda besar berhenti di depan pintu rumah makan, dan dua orang asing memasuki rumah makan itu.
"Pelayan kami pesan makanan dan minuman yang paling enak di rumah makan ini",kata seorang pria muda yang sudah duduk di kursi meja makan itu.
"Baik Tuan tunggu sebentar akan saya siapkan ", kata pelayan rumah makan.
Seorang wanita yang datang bersama pria itu juga duduk dengan santai sekali di kursi depan pria itu.
Sementara itu Chen Si Lei menikmati makanan dan minuman bersama Xiao Ce di kursi meja makan di ujung lain,dan Xiao Ce bilang bahwa sepasang suami istri itu adalah sepasang pendekar kaum bersih dari gunung Kun Lun yang berdekatan dengan Sekte Kun Lun Pai.
" Fan Xing koko apakah kamu yakin bahwa kita bisa menemukan lonceng emas di bukit berdarah ?", tanya wanita itu sambil makan makanannya yang sudah di antarkan oleh pelayan rumah makan ini.
"Iya menurut Putri Bintang Kegelapan seperti itu",jawab pria bernama Fan Xing.
"Putri Bintang Kegelapan itu siapa ?", tanya Chen Si Lei pelan sekali dari meja di sisi lain rumah makan itu.
"Aku juga baru mendengar bahwa ada seseorang yang berjuluk Putri Bintang apa namanya ??eh Kegelapan ", jawab Xiao Ce asyik minum arak.
"Tapi kalau Bukit Berdarah aku tahu tempatnya di mana",kata Xiao Ce .
"Ya dimana bukit berdarah itu berada ?",tanya Chen Si Lei membayar biaya makan siang mereka di rumah makan itu.
"Di luar desa besar yang kita kunjungi ini",jawab Xiao Ce sudah melewati Chen Si Lei.
Pemuda itu sudah berjalan lebih cepat dari Chen Si Lei yang membiarkan pemuda itu asyik sendiri sambil menikmati pemandangan alam dari desa besar tersebut,ia segera menempati diri sambil menunggu Chen Si Lei membayarkan dia mainan dari kincir angin kayu di pinggir jalan.
"Kau mau coba kue kacang hijau atau tidak ?", tanya Xiao Ce menunjuk ke arah penjual kue itu.
"Iya boleh ", jawab Chen Si Lei mengeluarkan uang untuk Xiao Ce beli sendiri.
""Kalau tahu bahwa kau adalah orang kaya. Aku tidak mau melamar pekerjaan ke orang sombong kemarin itu",ucap Xiao Ce senang sekali bersahabat dengan Chen Si Lei royal soalnya.
"Jika aku tahu bahwa kamu perlu pekerjaan. Aku bisa memberikan mu sebuah satu pekerjaan yang sesuai dengan mu ", kata Chen Si Lei melihat -lihat sekitar desa besar itu.
Duk!!
"Aww!!",
Tak sengaja Xiao Ce menabrak seorang gadis yang sedang membaca barang dari sisi lain mereka.
"Hei Nona kau tidak apa-apa ?", tanya Xiao Ce membantu gadis itu berdiri.
"Yu Fei...",panggil seorang gadis lain cepat memberikan bantuan kepada gadis itu .
"Zijie aku tidak apa-apa ", jawab gadis bernama Yu Fei kepada gadis kedua.
"Kalian berdua sungguh ceroboh sekali sih",tegur seorang pemuda tampan.
"Xiao Kai Zhong kau cerewet sekali sih",tukas gadis kedua lebih galak dari gadis pertama.
"Su Zi jie aku berkata begitu karena kalian berdua adalah tanggung jawab ku dari guru pesan sebelum kita turun gunung",kata Xiao Kai Zhong marah di bentak oleh gadis bernama Zi jie.
"Gao Yu Fei kau lihat kan si sombong ini..Huh ",kata gadis bernama Zijie.
"Aku tidak tahu tapi menurut ku kakak Kai Zhong benar",jawab Gao Yu Fei.
Chen Si Lei menarik Xiao Ce menjauhi mereka bertiga yang sibuk sendiri karena ia sudah pusing menghadapi perdebatan yang tidak jelas itu dari ketiga orang muda itu.
"Tunggu sebentar aku harus minta maaf kepada Nona ini dulu",kata Xiao Ce.
"Kalian berdua murid dari Sekte Naga Sungai Li kan??",tanya pemuda itu.
"Ah kami bukan",jawab Chen Si Lei.
"Ih sudah jelas bahwa kamu Tuan Muda Le Din Yin dan kau adalah Su Nian Feng ", kata kedua orang gadis itu sepertinya salah orang.
"Maaf kami yang salah bukan kalian berdua",kata Xiao Kai Zhong yang semakin membuat Chen Si Lei tambah pusing dengan ucapannya.
"Kita jangan bicara di tengah jalan, kita harus cari tempat untuk bicara",Gao Xu Fei sudah menarik mereka berdua untuk jalan mengikuti nya.
__ADS_1
"Iya ayo kita rumah penginapan kita tempati saja",kata Zijie ramah sekali .