
"Di sana pintu masuk ke desa kecil tebu utara", kata Kwan Cu berjalan di depan Li Kuan Yew Pendekar Sekte Naga Api.
Chen Si Lei mengikuti pria itu berjalan dalam diam sambil menunggu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao datang tepat waktu karena Chou Min Min sudah gelisah untuk menanti kehadiran Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao ke tengah -tengah perjalanan mereka.
"Tuan Muda ", terdengarlah suara Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dari depan pintu masuk ke desa kecil tebu utara.
"Hai",sapa Chen Si Lei senang sekali bisa bertemu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Suamiku",sapa Chou Min Min menggandeng tangan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah meraih jemari Nyonya Muda itu.
"Ayo kita masuk ke desa kecil tebu utara",kata Ketua Sekte gunung Baodingsan di samping kiri Chen Si Lei.
"Iya ayo",kata Ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti yang sudah berjalan bersama lima orang istrinya dan tiga orang anaknya serta tujuh orang muridnya.
Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang ,Nona Bi Yun dan Wang Ce Ni berjalan bersama -sama di belakang yang lainnya,mereka bertiga masuk ke desa kecil tebu utara seraya melihat -lihat isi desa kecil tebu utara dengan senang sekali.
"Aku mau lihat tempat hiburan itu",kata Kwan Cu mengajak Li Kuan Yew Pendekar Sekte Naga Api.
"Eh boleh juga, yuk",kata Li Kuan Yew Pendekar Sekte Naga Api ,mereka berdua menjadi teman akrab satu sama lain.
"Paduka ayo kita masuk ke tempat hiburan",kata mereka berdua kepada Chen Si Lei yang teringat dengan Hua Erl dulu pernah melarang dia masuk ke rumah hiburan.
"Maaf aku tidak bisa masuk ke sana. Aku melihat tempat lain saja",jawab Chen Si Lei halus kepada kedua temannya.
"Ya baiklah tak apa",kata mereka berdua yang berjalan bersama ke dalam rumah hiburan.
Chen Si Lei lebih memilih untuk mengunjungi rumah makan untuk makan siang di rumah makan itu bersama Putri Yehonala yang sudah berada di rumah makan itu, dan Chen Si segera duduk bersama gadis itu yang segera memberi hormat sopan sekali.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata gadis itu memberi hormat kepada Chen Si Lei.
"Kau mirip dengan saudari perempuan ku.Aku bisa duduk bersama mu",kata Chen Si Lei mengambil buku menu makanan dan minuman dari pelayan rumah makan.
"Hamba sudah pesan beberapa makanan dan minuman untuk hamba",kata Putri Yehonala.
"Aku tidak pesan untuk mu.Aku pesan untuk diriku sendiri",kata Chen Si Lei yang segera memberitahukan daftar menu yang di pilih olehnya kepada pelayan rumah makan.
"Baik Tuan Besar tunggu saja saya akan segera siapkan untuk tuan",kata pelayan rumah makan yang segera pergi ke dapur untuk menyiapkan pesanan Chen Si Lei inginkan.
Putri Yehonala terkejut sekali karena Chen Si Lei lebih angkuh dan dingin daripada dirinya sendiri yang terkenal sangat sombong terhadap para pria maupun, tapi kini giliran gadis itu yang di abaikan oleh seorang pria yang sangat hebat sekali dan juga sangat gagah perkasa.
Sementara itu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sedang tamasya bersama Chou Min Min di sekitar perkebunan kelapa sawit dan tebu sambil menikmati makanan dan minuman khas desa kecil tebu utara.
"Coba kamu cicipi minuman ku",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao hangat sekali kepada istri keduanya.
"Suamiku silakan kau cicipi makanan ku",kata Chou Min Min mesra sekali kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Kakek Ketua Sekte gunung Baodingsan bermain mahyong bersama Ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti di taman desa kecil tebu utara, sedangkan para istri dan anak -anak dari Sekte Bunga Cempaka Sakti sibuk belanja di pertokoan di pasar desa kecil tebu utara di temani oleh tujuh murid Sekte Bunga Cempaka Sakti.
Nona Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang bersama Bi Yun dan Nona Wang Ce Ni putri dari Adipati Wang menikmati keindahan alam di desa kecil tebu utara.
"Bagus sekali pemandangan alam desa ini",puji Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang.
"Perhiasan perak yang di jual oleh pedagang itu bagus sekali",kata Nona Bi Yun ke arah pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam perhiasan unik yang menarik perhatian gadis itu.
"Aku ingin beli tapi aku tak bawa uang karena aku di culik oleh para pihak musuh dari rumah ku",kata Nona Wang Ce Ni terlihat sedih tak bisa membeli perhiasan itu.
"Ini ambillah untuk mu",kata Kwan Cu membelikan sebuah jepitan rambut untuk Wang Ce Ni yang terkejut sekali karena Kwan Cu yang telah membelikan gadis itu jepitan rambut.
"Terimakasih tuan muda Kwan",kata Wang Ce Ni sopan sekali kepada pria muda itu.
"Sama-sama Nona Wang",kata Kwan Cu menggunakan jemari nya untuk sentuh rambut panjang Wang Ce Ni yang menggigil dengan sentuhan jemari hangat pria itu.
"Tuan Muda Kwan tolong jangan seperti tadi lagi, ya?!",ucap Wang Ce Ni merasa malu dengan Kwan Cu.
"Kenapa ?", tanya Kwan Cu menatap lembut gadis itu.
"Karena kau laki-laki dan aku wanita",jawab gadis itu berjalan untuk menghindari Kwan Cu yang segera mengejar gadis yang sudah membuatnya tergiur dengan kecantikan Wang Ce Ni.
"Nona Wang Ce Ni ", panggil Kwan Cu berlari untuk mengejar langkah gadis yang sangat cantik jelita sekali itu.
Wang Ce Ni berhenti di tengah jalan karena ada beberapa orang pria kasar berdiri di depan gadis itu dengan sikap garang sekali serta tatapan mata tajam untuk menjelajahi tubuh gadis itu dengan nafsu birahi yang membuat Wang Ce Ni takut dan merinding ngeri terhadap beberapa pria kasar itu.
"Nona cantik jelita ayo ikut kami dan bersenang - senang bersama kami",kata pria kasar yang sudah menjulurkan tangannya untuk menyentuh wajah Wang Ce Ni.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
"Aduhhh !!",teriak pria ganas itu kesakitan karena tangannya di potong oleh Kwan Cu yang sudah berada di depan Wang Ce Ni.
"Bocah laknat! ! Berani sekali kau melukai teman kami!!",hardik para pria ganas .
"Aku juga berani membunuh kalian semua yang telah berani mengganggu wanita ku!!",hardik Kwan Cu menggerakkan pedang membabat habis para pria ganas itu dengan ilmu pedang mukjizat lembah belenggu pintu naga.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Wang Ce Ni kau tak apa-apa ?", tanya Kwan Cu cemas sekali.
"Ah Kwan Cu ", jawab gadis itu menangis untuk mengeluarkan ketakutan hatinya di ganggu oleh para pria ganas yang sudah tewas oleh Kwan Cu.
"Wang Ce Ni ", panggil Kwan Cu memeluk gadis itu untuk menghibur gadis itu.
"Kwan Cu koko",panggil Bi Yun dari belakang Kwan Cu dan mengejutkan Wang Ce Ni.
"Bi Yun ", kata Kwan Cu panik melihat kekasihnya yang melihat dirinya memeluk wanita lain di tengah jalan.
"Nona Bi Yun tolong jangan salah paham kami tidak ada hubungan apa-apa, kami hanya berteman ", kata Wang Ce Ni segera pergi dari tempat itu.
"Bi Yun tolong jangan salah paham, aku hanya ingin menghiburnya yang sedang sedih dan di dera rasa takut terhadap para pria ganas yang tadi menggoda nya",
Kwan Cu berusaha untuk memberikan pengertian terhadap kekasihnya mengenai hubungannya dengan Wang Ce Ni.
"Oh begitukah? ",tanya Bi Yun merasa Kwan Cu sangat baik kepada para teman.
"Iya sayang",jawab Kwan Cu memeluk kekasihnya lembut.
Mereka berdua berjalan bersama menuju ke sebuah penginapan yang berada di bagian timur desa kecil tebu utara, dan mereka berdua memadu kasih sayang dan cinta satu sama lain.
"Aku sudah kenyang",kata Chen Si Lei usai makan siang di rumah makan.
Putri Yehonala manyun di abaikan oleh Chen Si Lei selama mereka berdua makan siang bersama dengan menu masing - masing dan bayar pesanan mereka sendiri -sendiri. Chen Si Lei tidak mempedulikan gadis itu karena Chen Si Lei menduga bahwa gadis itu ada hubungannya dengan keluarga Huang Ama nya.
"Kau mirip dengan Mung Fan dan kedelapan adik ku di rumahku",kata Chen Si Lei di dalam hatinya sambil berjalan meninggalkan rumah makan itu.
"Ahhhh!!",jerit Putri Yehonala terjatuh dari tangga di rumah makan.
"Nona kau tak apa-apa ?", tanya sejumlah orang pengunjung rumah makan kaget melihat Nona itu terjatuh di tangga tanpa ada gangguan di sekitar gadis itu.
"Ya aku tak apa - apa",jawab Putri Yehonala malu sekali.
Chen Si Lei membalikkan tubuh dan melihat gadis itu duduk dengan wajah manis di lantai rumah makan. Chen Si Lei menyambar tangan gadis itu untuk berdiri dan berjalan bersamanya menuju ke arah lain di wilayah desa kecil tebu utara.
"Duduk ", perintah Chen Si Lei.
Gadis itu patuh kepada Chen Si Lei dengan duduk di kursi taman di desa tersebut.
"Ini ambillah obat cair untuk mengobati itu mu",perintah Chen Si Lei.
Gadis itu menerima obat cair itu dan merasa sangat nyaman bersama Chen Si Lei yang sudah membuat gadis itu jatuh cinta kepada Chen Si Lei.
"Bantu aku untuk obati luka ku",kata Putri Yehonala memohon kepada Chen Si Lei yang kaget sekali karena permintaan dari gadis itu.
"Aku tidak bisa memberikan pertolongan kepada mu untuk luka pada itu mu",kata Chen Si Lei memberitahu bahwa luka gadis itu di tempat yang tak boleh di lihat oleh pria termasuk dirinya.
"Iya ",jawab gadis itu berjalan masuk ke dalam kamar tidur penginapan.
Baru lima menit gadis itu masuk ke dalam kamar tidur penginapan, Putri Yehonala menjerit kesakitan sampai Chen Si Lei harus menutup kedua telinganya.
"Sudah aman kan ?", tanya Chen Si Lei dari luar kamar tidur penginapan.
"Ya aman",jawab gadis itu menangis kesakitan karena lukanya sangat perih pada bokong nya.
Gadis itu keluar dari kamar penginapan dan Chen Si Lei tersenyum ramah sekali kepadanya.
"Boleh aku cium mu?",tanya Putri Yehonala menarik tangan Chen Si Lei.
"Tidak boleh ", jawab Chen Si Lei melepaskan tangannya dari tangan gadis itu.
"Kenapa ?", tanya Putri Yehonala mengejar Chen Si Lei ke kamar pria itu.
"Karena kau bukan wanita ku",jawab Chen Si Lei memerintahkan gadis itu cepat keluar dari kamarnya.
"Aku tidak mau keluar dari kamar mu",kata Putri Yehonala merangkul Chen Si Lei.
Chen Si Lei melepaskan diri dari rangkulan gadis itu dan melemparkan gadis itu keluar dari kamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan cepat dan rapat.
"Ih dasar kau kasar sekali jadi pria",kata Putri Yehonala kesal di tolak oleh Chen Si Lei.
Chen Si Lei berbaring di atas tempat tidur berusaha untuk tidur tetapi telinganya mendengar suara dari kamar sebelah kanan adalah kamar tidur Kwan Cu yang sedang bercinta dengan Bi Yun, dan kamar tidur sebelah kiri adalah kamar tidur kakek ketua Sekte gunung Baodingsan yang tidurnya mendengkur .
"Aduh aku tidak bisa istirahat dengan nyaman",kata Chen Si Lei berkelebat cepat keluar dari penginapan, dan Chen Si Lei duduk di atas genteng rumah penginapan memandang langit sudah mulai senja.
Suara tangisan di dalam perkebunan kelapa sawit dan tebu membuat Chen Si Lei harus cepat melihat siapakah yang sedang menangis itu ?pikir Chen Si Lei.
Chen Si Lei tiba di perkebunan kelapa sawit dan tebu, di sana Chen Si Lei melihat Nona Wang Ce Ni putri dari Adipati Wang sedang menangis sedih seorang diri di perkebunan kelapa sawit dan tebu.
"Kenapa kau menangis Nona Wang Ce Ni ?", tanya Chen Si Lei halus kepada gadis cantik jelita sekali itu.
Wang Ce Ni terkejut sekali melihat Chen Si Lei ada di dekatnya, dan Pendekar itu duduk di kursi taman sambil makan makanan ringan dengan santai sekali.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti sejak kapan anda berada di sini ?", tanya Wang Ce Ni menghapus airmata nya dengan saputangan milik gadis itu sendiri.
"Baru saja ", jawab Chen Si Lei menawarkan makanannya kepada Wang Ce Ni.
"Terimakasih Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab gadis itu menolak halus.
"Kenapa kau menangis tadi ?", tanya Chen Si Lei menikmati makanannya santai.
__ADS_1
"Karena cinta ku tak terbalaskan",jawab gadis itu sedih.
"Tandanya kau tak ber jodoh dengan cinta mu itu",kata Chen Si Lei.
"Tapi dia bilang dia cinta kepada ku",kata Wang Ce Ni.
"Cinta bukan berarti jodoh. Jodoh itu adalah takdir, semua itu Tuhan yang berhak menentukan jodoh dan takdir mu",kata Chen Si Lei membelai lembut rambut gadis itu seperti membelai adiknya sendiri.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti terimakasih atas hiburan mu kepada ku dan aku sekarang sudah lebih baik setelah bercakap -cakap dengan mu",kata Wang Ce Ni merasa tenang bersama Chen Si Lei.
"Sama-sama Nona Wang Ce Ni ", kata Chen Si Lei tiba-tiba menggunakan kipas di seluruh penjuru arah perkebunan kelapa sawit dan tebu itu.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
"Aghhhhh! ! sejak kapan ada musuh di sekitar kita ?!", teriak Wang Ce Ni kaget.
"Sejak awal kau sedang menangis Nona",jawab Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata rahasia milik musuh dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Wuttttt !!
Cranggg !!
Cranggg !!
Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis sejumlah besar musuh sakti di sekitar tempat itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau sungguh hebat sekali bisa mengetahui kami sudah berada di sekitar gadis cantik jelita itu!!",hardik pria tua sadis sekali yang sudah berada di hadapan Chen Si Lei dan Wang Ce Ni.
"Ahh kakek Bu ternyata kau yang sudah berani menyerang ku?",tanya Wang Ce Ni terkejut sekali melihat kakek yang sudah lama sekali di kenal dia sejak gadis itu masih kecil.
"Nona kesembilan aku harus membunuh mu karena kau adalah putri musuh ku yang sudah melenyapkan keluarga ku!!",hardik Kakek tua sekte sesat burung hitam cabang sembilan menggunakan ilmu mukjizat sesat untuk melawan gadis itu.
Wuttttt !!
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menghantam hancur kakek itu.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau telah berhasil membunuh kakek jahat yang sudah menculik ku dari rumah ku",kata Wang Ce Ni bersorak gembira untuk Chen Si Lei.
"Terimakasih ", jawab Chen Si Lei tersenyum ramah sekali kepada Wang Ce Ni.
"Hei kau jangan dekat dengan Pendekar Rajawali Emas Sakti ku!!",teriak Putri Yehonala melompat ke tengah mereka berdua .
"Paduka Putri Yehonala kau jangan sembarangan ya!!",hardik Wang Ce Ni.
"Jangan bertengkar ",kata Chen Si Lei pindah tempat di tengah kedua gadis itu.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti aku tidak akan bertengkar dengan Nona Wang Ce Ni ", kata Putri Yehonala mengedipkan sepasang matanya kepada Chen Si Lei.
"Aku juga tidak marah kepada Putri Yehonala",kata Wang Ce Ni berdiri di samping Chen Si Lei sehingga Putri Yehonala ikut berdiri di samping lain Chen Si Lei.
"Ahh kalian berdua jangan mengganggu Paduka",kata Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang berkelebat cepat untuk berada di dekat Chen Si Lei.
"Kalian bertiga bisakah menghantam hancur para musuh ini untuk ku?",Chen Si Lei memberi isyarat untuk ketiga gadis itu tidak mengganggunya terus menerus saat sedang bersantai di taman perkebunan kelapa sawit dan tebu.
"Bisa ", jawab Wang Ce Ni bersemangat untuk membantu Chen Si Lei.
"Tentu saja hamba bisa ", kata Putri Yehonala tersenyum manis sekali.
"Hamba bisa menghancurkan mereka untuk anda",ucap Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang lembut sekali kepada Chen Si Lei.
Chen Si Lei duduk santai di kursi taman perkebunan kelapa sawit dan tebu sambil menikmati makanan ringan ,sedangkan ketiga orang gadis itu bertarung melawan para musuh sakti sesat dengan ilmu pedang mukjizat mereka masing- masing.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Putri Yehonala menggunakan pedang menangkis serangan senjata tajam para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali sehingga para musuh terdesak oleh ilmu pedang mukjizat Mutiara Es .
Wuttttt !!
Cranggg !!
Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang membabat habis kepala pria ganas sekali dengan ilmu pedang mukjizat gadis suci gunung Chong Yang.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
"Paduka hamba datang ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Chou Min Min.
"Jangan ikut campur urusan mereka bertiga Biarkan saja mereka yang hadapi para musuh itu",perintah Chen Si Lei.
"Ehh tapi Paduka?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao heran sekali dengan Chen Si Lei yang abaikan ketiga orang gadis yang sedang bertarung melawan para musuh sakti sesat di hadapan Chen Si Lei yang asyik makan makanan ringan di kursi taman.
"Tuan Besar Wu kau tenang saja kami bisa menghancurkan mereka",kata Putri Yehonala seraya membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat dengan ilmu pedang pulau Es.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
"Ya baiklah ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berdiri di dekat Chen Si Lei.
"Mereka bertiga adalah tiga orang pendekar wanita kaum bersih yang sangat lihai sekali ", puji Chou Min Min terkagum-kagum pada kepandaian ketiga orang gadis yang menjadi teman perjalanannya.
Wang Ce Ni berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat yang berada di sekitar dirinya dengan ilmu pedang mukjizat Walet Putih.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang membabat habis para pria ganas dengan ilmu pedang mukjizat sekte gadis suci gunung Chong Yang.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Putri Yehonala menggunakan pedang membabat habis sejumlah besar musuh di sekitar gadis itu dengan kehebatan yang luar biasa sehingga Chen Si Lei merasa kagum dengan kelihaian gadis itu.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Jangan lupa usai menang dari pertempuran ini.Kalian bertiga harus apa ?!", ucap Chen Si Lei.
"Rapikan kembali perkebunan kelapa sawit dan tebu ini",jawab ketiga gadis itu.
"Pintar ",puji Chen Si Lei kepada ketiga orang gadis itu.
"Hadiah kami apa ?", tanya ketiga orang gadis itu serentak.
"Tusuk konde bunga poeny untuk kalian bertiga",jawab Chen Si Lei.
"Terimakasih Paduka ", jawab ketiga gadis itu serentak dengan nada manja sekali kepada Chen Si Lei yang tertawa-tawa melihat ketiga gadis lucu dan manis itu.
Mereka bertiga membuktikan bahwa mereka bisa menghancurkan para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali sehingga Chen Si Lei harus tepati janji nya untuk menghadiahkan mereka bertiga hadiah tusuk konde bunga poeny pada mereka bertiga.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang gadis suci gunung Chong Yang.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Putri Yehonala menggunakan pedang membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat dengan ilmu pedang mutiara es yang sangat hebat sekali sehingga para musuh habis oleh gadis sakti itu.
Wushhh !!
Crakkkkkk !!
Wang Ce Ni berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali untuk mengakhiri pertempuran tersebut dan di menangkan oleh mereka bertiga.
"Paduka kami bertiga sudah menyelesaikan tugas kami dengan baik",kata ketiga orang gadis itu tersenyum manis sekali kepada Chen Si Lei yang tepuk tangan dan tertawa-tawa senang sekali.
"Bagus sekali kalian sungguh hebat sekali ", puji Chen Si Lei menunggu mereka bertiga selesaikan tugas berikutnya sesuai perintah Chen Si Lei.
"Baik kami laksanakan ", jawab ketiga gadis itu serentak.
Chen Si Lei menggerakkan alis karena Chen Si Lei mendengarkan suara halus dan mengandung hawa sesat berbahaya bagi keselamatan mereka di perkebunan kelapa sawit dan tebu itu.
"Ada musuh sesat berbahaya",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah siaga di sisi kiri Chen Si Lei bersama Chou Min Min yang sudah bersiap untuk bertarung melawan para musuh sakti sesat yang lebih berbahaya daripada musuh pertama.
__ADS_1
"Kalajengking!!",teriak Chou Min Min melompat ke atas punggung Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Aiya ada ular..!!",teriak Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang.
"Ada lebah berracun..!!",jerit Wang Ce Ni melompat ke dekat Chen Si Lei.
"Ihh jijik sekali. ...!!",teriak Putri Yehonala melompat ke dekat Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga para hewan berracun terbang ke arah lain yaitu ke arah pria ganas yang menggunakan ilmu sesat untuk menjadikan hewan berracun sebagai senjata.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat piramida sakti .
Sejumlah orang musuh sakti sesat burung hitam cabang sembilan berdatangan ke hadapan Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau telah berani membunuh kaum kami !!Maka kau harus mati !!", hardik para musuh sakti sesat Sekte Sesat burung hitam cabang sembilan.
"Aku tidak takut kepada kalian!!Majulah!!", hardik Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
"Ah kau membunuh teman kami !!", teriak para musuh terkejut sekali melihat Chen Si Lei membabat habis teman mereka.
Syuutttttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah orang musuh sakti tewas oleh Chen Si Lei
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat untuk membunuh pria ganas yang menjadi wakil ketua Sekte Sesat burung hitam cabang sembilan tingkat dua dengan ilmu golok sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang mukjizat gadis suci gunung Chong Yang.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Putri Yehonala menggunakan pedang mukjizat menyerang sejumlah musuh sakti dengan ilmu pedang Mutiara Es .
Wuttttt !!
Cranggg !!
"Aghhhhhh! ! ",jerit Wang Ce Ni terkejut sekali melihat kelihaian ilmu sesat pria sadis yang menyerang dirinya.
Wuttttt !!
Crakkkkkk!!
Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis pria ganas itu secara cepat dan ganas sekali.
"Wang Ce Ni kau mundurlah ", perintah Chen Si Lei.
"Wang Ce Ni ", panggil Kwan Cu berkelebat cepat untuk menolong gadis itu yang segera menghindari pria itu dengan berlari ke arah Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah datang untuk membantu Chen Si Lei.
"Eh kenapa kau menghindari ku ?", tanya Kwan Cu bingung dengan sikap gadis itu yang sangat di inginkan oleh Kwan Cu selain Bi Yun yang sudah menjadi miliknya secara utuh.
"Karena aku sudah tidak ada cinta kepada mu",jawab Wang Ce Ni .
"Apa ??Kau jangan bohong",kata Kwan Cu sudah ingin sekali mendekati Wang Ce Ni yang berada di sekitar Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Wuttttt !!
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
Kwan Cu terkejut sekali karena Wang Ce Ni memukul dirinya dengan ilmu pukulan sakti yang sangat hebat sekali sehingga pria itu muntah darah segar dari mulut.
"Kenapa kau menolak ku?",tanya Kwan Cu menatap gadis itu.
"Karena aku tidak mau di dekat oleh mu",jawab gadis itu marah kepada Kwan Cu.
"Tapi kau kekasihku ", kata Kwan Cu menarik tangan gadis itu untuk di bawa ke arah penginapan tetapi gadis itu membabat habis kepala pria itu dengan pedang.
Crakkkkkk !!
"Jangan sentuh aku !!", teriak gadis itu terjatuh ke tanah.
"Kau membunuh Kwan Cu koko !!", teriak Bi Yun sudah datang ke tempat itu.
"Ya karena dia ingin mendapatkan ku!!",hardik Wang Ce Ni menangkis serangan pedang Bi Yun yang sangat marah sekali kepada gadis cantik jelita yang sudah membunuh kekasihnya.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis sejumlah besar musuh sakti di sekitar Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Rapikan ", perintah Chen Si Lei kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Siap Paduka hamba laksanakan!!",sahut Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Chen Si Lei terkejut sekali melihat Wang Ce Ni bertarung melawan Bi Yun dengan ilmu pedang hebat sekali sehingga Bi Yun terdesak hebat oleh ilmu pedang gadis itu.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
"Jangan ikut campur urusan mereka",perintah Chen Si Lei melarang yang lain ikut membantu kedua orang gadis yang sedang bertarung secara adil.
"Semua karena ulah Kwan Cu yang mempermainkan perasaan kedua orang gadis itu ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat pertarungan tersebut dengan hati iba terhadap kedua orang gadis sakti yang mencintai Kwan Cu dengan cara yang berbeda.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
"Bi Yun. ...!!",teriak Chou Min Min menangis untuk sahabatnya yang tewas dalam serangan pedang mukjizat Wang Ce Ni.
Wuttttt !!
Jlebbbb !!
"Wang Ce Ni. ...!!",teriak Chou Min Min menangis untuk teman perjalanannya yang tewas dalam serangan maut dari Bi Yun.
"Cinta yang salah ", kata Chen Si Lei menggeleng kepala dengan sedih.
"Aku tidak tahu tentang cinta itu tetapi aku tahu bahwa aku cinta anda Paduka ku",kata Putri Yehonala tersenyum manis sekali kepada Chen Si Lei.
"Kau juga salah karena kita bersaudara ", kata Chen Si Lei.
"Apa yang anda katakan tadi ?", tanya Putri Yehonala kaget sekali karena Chen Si Lei bilang mereka berdua bersaudara.
"Ya meskipun aku tidak tahu bagaimana kau bisa terpisah dari kami tapi aku tahu dan yakin bahwa kau adalah adik tiri ku ,kau putri lain Huang Ama ku",jawab Chen Si Lei.
"Ahh kau benar sekali aku putri Kaisar Tang terdahulu dengan selir suku Khitan, dan aku di besarkan di pulau Es oleh keluarga ibuku sebelum ibuku meninggal dunia setelah melahirkan ku,dan pulau ku hancur oleh pihak musuh kami dan aku harus mencari dan menemukan pusaka kami yang di curi oleh Ketua Sekte Sesat burung hitam cabang delapan yang bermarkas di kota Qing",jawab Putri Yehonala sedih sekali karena pria yang di cintainya adalah kakaknya sendiri.
"Yehonala kau jangan khawatir aku pasti akan menolong mu",kata Chen Si Lei.
"Terimakasih Paduka ", jawab gadis itu enggan untuk memanggil Kaisar Tang Agung dengan sebutan Gege.
"Seterah kaulah tapi kau harus ingat bahwa aku adalah kakak mu",kata Chen Si Lei tegas kepada Putri Yehonala.
"Aku harus pergi sendiri saja untuk aku bisa melupakan mu",kata Putri Yehonala.
"Yehonala aku akan temani kau",kata Li Kuan Yew Pendekar Sekte Naga Api.
"Teman tolong jaga dia ya untuk ku?",ucap Chen Si Lei kepada Li Kuan Yew.
"Ya Paduka jangan khawatir hamba pasti akan menjaga Tuan Putri Yehonala dengan baik",jawab Li Kuan Yew Pendekar Sekte Naga Api mengejar gadis yang sudah lebih dahulu pergi dari perkebunan kelapa sawit dan tebu.
"Paduka hamba sudah siapkan kuda untuk anda",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Locianpwe kau mau pergi dengan ku atau dengan Ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti ?", tanya Chen Si Lei kepada Ketua Sekte gunung Baodingsan yang sudah berada di perkebunan kelapa sawit dan tebu.
"Dengan anda ", jawab Kakek Ketua Sekte gunung Baodingsan.
"Kami sekeluarga akan bersama anda",kata ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti.
"Hamba juga Paduka",kata Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang.
"Hmm baiklah ", kata Chen Si Lei sudah naik ke atas kudanya.
"Paduka serigala anda bagaimana ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Long Erl kau pulang ke rumah ku bersama mereka",perintah Chen Si Lei kepada serigala putih yang gagah perkasa yang datang bersama lima orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Min Min sebaiknya kamu pulang ke rumah kita dan temani Xue Lian karena dia tidak lama lagi akan melahirkan anak pertama ku,jadi kau harus berada di rumah kita untuk membantu Xue Lian sebagai kakak madu mu",perintah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kepada istrinya.
"Baiklah aku patuh kepada mu suamiku",jawab Chou Min Min patuh kepada Wu Sin Hao.
"Naik ke kereta kuda yang akan di kusir oleh Luo Ti",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menunjuk salah satu dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Siap Tuan Besar Wu",jawab Luo Ti anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang di perintah oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk mengantarkan Chou Min Min pulang ke rumah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao di Ibukota Kekaisaran Tang Agung.
__ADS_1
Setelah itu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggunakan kuda untuk mengikuti kuda Chen Si Lei dan kuda Kakek Ketua Sekte gunung Baodingsan serta kuda Ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti beserta keluarganya dan sisa muridnya dan juga kuda Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang.
Hari berikutnya, mereka akan masuk ke sebuah desa besar yang bernama desa bunga Champa Merah muda sesuai petunjuk dari Ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti sebagai petunjuk jalan mereka semua.