
Adipati Yun Fei membuka pintu yang terbuat dari gunung yang menutupi jalan di daerah nomor lima di hutan sepuluh jalur dalam kawasan Gunung Yan, pria muda itu menyentuh dahan pohon terdekat dan terbukalah pintu masuk menuju ke arah sebuah tempat yang sangat indah dan nyaman.
"Wahhhhhhh indahnya tempat ini",puji Ling Long terpesona melihat panorama di sekitar lokasi tersembunyi itu.
Mereka menggunakan sebuah perahu untuk melewati sungai Yang tse bagian di wilayah ujung barat ini,dan Chen Si Lei menduga bahwa Adipati Yun Fei adalah seorang yang hebat sekali baik di dalam Kekaisaran Tang, maupun di dalam di dunia persilatan.
Setelah selama dua jam mengarungi sungai, perahu mereka pun menepi di atas dermaga yang di bawahnya adalah kolam bunga teratai yang sangat subur dan lebat, juga ada banyak sekali buah -buahan segar di tempat itu, Ling Long bilang bahwa ia ingin mencoba sup biji teratai segar ketika melihat banyaknya teratai di tempat ini.
"Selir Agung Ling Long Anda bisa mencoba sup biji teratai buatan istri ke enam ku di rumah kami",kata Adipati Yun Fei ramah.
"Wah terima kasih Adipati Yun Fei ", kata Ling Long hormat kepada Adipati Yun Fei.
Mereka pun tiba di sebuah rumah mewah yang sangat indah dan nyaman serta banyaknya orang yang berkumpul untuk menyambut kedatangan mereka semua terutama untuk Pendekar Rubah Emas Sakti yang menjadi Tuan rumah mereka di tempat itu.
"Ayah ",suara seorang gadis remaja berusia lima tahun berlari dan memeluk pria itu.
"Ayah ", panggil seorang remaja putra menemui mereka semua.
"Suamiku ", panggil seorang wanita berusia dua puluh lima tahun .
"Thing Thing. .Yu Thing. .Yue Lian",panggil Pendekar Rubah Emas Sakti .
"Ayo kalian semua beri hormat kepada Pangeran Si Lei dan Nyonya Selir Agung Ling Long serta Nona Jing Yi ", kata pria itu lagi kepada keluarganya.
"Hormat kami kepada Pangeran Si Lei dan Nyonya Selir Agung Ling Long serta Nona Jing Yi",kata mereka semua ramah dan hangat.
"Salam Sejahtera kepada Bibi dan kedua orang adik",kata Chen Si Lei ramah juga.
Mereka pun masuk ke dalam rumah besar itu, dan mereka menikmati hidangan makanan dan minuman khas keluarga besar Adipati Yun Fei yang menjamu Chen Si Lei, Ling Long dan Jing Yi dengan ramah tamah dan hangat persaudaraan dan persahabatan.
"Si Lei silakan kamu beristirahat di dalam kamar tamu yang sudah kami siapkan untuk mu dan istri mu",kata Adipati Yun Fei ramah.
"Baik Paman Yun Fei, terima kasih",kata Chen Si Lei mengikuti petunjuk salah satu dari dayang istana di rumah besar itu.
"Untuk mu juga ada kamar tidur di tempat lain",kata Adipati Yun Fei sopan kepada Jing Yi.
"Terimakasih banyak Paduka",jawab Jing Yi sopan.
Jing Yi mengikuti petunjuk dari salah seorang dari dayang istana di rumah itu dan menemukan kamar tidur di bagian barat, dan sebelum tidur gadis ini melakukan kebersihan diri yaitu mandi di dalam kamar mandi yang sudah di sediakan untuk nya.
Krekkk !!
Pintu kamar tidur Jing Yi terbuka dan gadis itu terkejut sekali melihat Adipati Yun Fei mendatangi kamarnya ,dan menutup pintu kamarnya kembali.
"Yang Mulia ada apa Anda datang ke kamar ku ?", tanya Jing Yi menutupi tubuh nya yang sedang mandi itu.
"Tentu saja aku mau menemani mu mandi",jawab Adipati Yun Fei menatap wajah dan tubuh Jing Yi dengan tertarikan luarbiasa.
"Ahh tidak Yang Mulia. .Jangan lakukan itu pada ku",pinta Jing Yi ketakutan.
Dan. ..
Cus!!
"Akh",gadis itu jatuh pingsan dan di taruh di tempat tidur oleh Adipati Yun Fei.
Tengah malam gadis itu terbangun dalam keadaan tubuh sudah ternodai oleh pria yang menjadi paman dari Chen Si Lei itu.
"Mulai saat ini kau adalah selir ku",kata Adipati Yun Fei menyentuh Jing Yi lagi.
"Akh",gadis itu hanya bisa menangis sedih sekali.
Dan pagi harinya, Adipati Yun Fei keluar dari kamar Jing Yi dengan wajah ceria dan bahagia sekali karena berhasil mendapatkan gadis yang di inginkan nya, dan dia pun segera menemui Chen Si Lei dan Ling Long yang sedang menunggunya untuk makan pagi bersama dengan keluarga nya .
__ADS_1
"Selamat pagi ayah dan ibu ",sapa Thing Thing riang gembira .
"Selamat pagi sayang ", sapa Adipati Yun Fei lembut kepada putrinya.
"Selamat pagi paman dan bibi ",sapa Chen Si Lei hormat.
"Selamat pagi keponakan ku",sapa Adipati Yun Fei ramah kepada keponakannya.
"Selamat pagi ayah dan ibu ", sapa Yu Thing putra pertama dari Adipati Yun Fei.
"Selamat pagi Yu Thing ",sapa Adipati Yun Fei hangat kepada putranya.
"Ohya dimana Leng Leng menantu ku ?", tanya Adipati Yun Fei pada putranya.
"Saya di sini ayah ",jawab seorang wanita cantik berpakaian indah .
"Ohya ayo duduk dan sarapan pagi",kata Adipati Yun Fei mempersilakan mereka semua untuk mulai sarapan pagi.
Pada saat mulai sarapan pagi, terdengar suara orang dari luar pintu gerbang dan semua orang Chen Si Lei ternyata sudah berhasil menemukan mereka berdua di rumah besar keluarga Adipati Yun Fei atau Markas Besar Sekte Rubah Emas yang terkenal di kawasan Gunung Yan Barat.
"Paduka !!", teriak Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti begitu melihat Chen Si Lei dan Ling Long dalam keadaan sehat dan selamat.
"Koko Lei Lei !!", teriak para selir Chen Si Lei datang juga bersama mereka semua.
"Wah kalian sudah berkumpul bersama, ayo mari kita sarapan pagi bersama kami ", ucap Adipati Yun Fei ramah kepada mereka semua.
"Terimakasih Paduka, kami nanti saja sarapan pagi",jawab Si Tangan Sakti sopan
"Kalian sangat mengerti tata krama dengan baik..Baiklah aku mengerti",kata pria itu ramah.
"Tapi untuk para Nyonya Selir silakan untuk sarapan pagi bersama kami di dalam sini",kata Adipati Yun Fei ramah kepada para Selir Chen Si Lei.
"Terimakasih Adipati Yun Fei ", jawab mereka semua sopan.
"Silakan juga untuk Ketua Sekte Kun Lun Pai dan para murid nya untuk sarapan pagi bersama kami",kata Adipati Yun Fei hormat kepada kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai.
"Suhu ", kata Jing Yi menghampiri Gurunya dengan hormat.
"Jing Yi syukurlah kau selamat dan sehat",kata Kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai.
"Ya Suhu ", jawab gadis itu menundukkan kepala untuk sembunyikan wajah nya yang pucat dan marah karena ternodai oleh Adipati Yun Fei.
"Mari masuk ke dalam ruang makan",kata istri Adipati Yun Fei ramah kepada para tamunya.
Mereka semua sarapan pagi bersama keluarga besar Adipati Yun Fei,dan setelah selesai sarapan pagi mereka semua khusus untuk para pria mulai mengadakan rapat untuk membahas masalah pertemuan para penguasa dari Gunung Yan di puncak gunung Yan.
"Batas waktu pertemuan akan di adakan sekitar satu minggu lagi,jadi kita harus segera ke puncak gunung Yan tepat waktu",kata Chen Si Lei memberikan usulan nya.
"Ya aku sudah memantau perkembangan dan pergerakan para kaum persilatan yang berada di gunung Yan ini termasuk Sekte Walet Biru dan Sekte lainnya yang tentunya akan datang ke pertemuan tersebut untuk meramaikan suasana",kata Si Pendekar Rubah Emas Sakti.
"Kami dari Sekte Kun Lun Pai hadir dalam pertemuan tersebut untuk mengetahui pergerakan kaum sesat yang di pimpin oleh seorang Pangeran dari Kekaisaran Tang ,karena itu kami ingin memastikan bahwa isu itu tidak benar agar dunia ini damai ",kata Kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai memberitahukan bahwa diri nya di acara itu untuk melakukan tugasnya sebagai seorang pemimpin Sekte bersih.
"Seorang Pangeran di Kekaisaran Tang ??Siapakah dia??",tanya Chen Si Lei .
"Siapa lagi kalau bukan Pangeran Phing Zi yang sangat ambisius untuk menjadi seorang Kaisar Tang dan penguasa dunia ini",jawab Adipati Yun Fei mengepalkan tinju nya marah.
"Ya paman benar karena itu kita harus bersatu dalam menumpaskan kejahatan yang dilakukan oleh Pangeran Phing Zi itu",kata Chen Si Lei.
"Aku akan memberikan dukungan ku sepenuhnya kepada mu Si Lei",kata Adipati Yun Fei tersenyum untuk meyakinkan Chen Si Lei bahwa dia berada di pihaknya.
"Terimakasih banyak Paman",jawab Chen Si Lei tersenyum ramah pada paman nya.
Sementara itu di luar ruangan rapat, para wanita sedang membahas tentang hal lain, yaitu tentang memberikan kebahagiaan dan dukungan terhadap para pria itu untuk kepentingan bersama dan kesukesan dari pria adalah doa, cinta dan kasih sayang serta dukungan dari para wanita nya.
__ADS_1
"Wah aku setuju dengan pendapat mu Bibi",kata Ling Long duduk di kursi taman.
"Tentu saja pria yang hebat adalah pria yang dapat dukungan dari para wanita nya, yaitu kalian semua terhadap Pangeran Si Lei ", kata Nyonya Besar Adipati Yun Fei.
"Apakah seperti mengizinkannya untuk ambil selir juga harus kita dukung?",tanya Leng Leng istri dari putra pertama Adipati Yun Fei.
"Tentu saja, mana ada pria di zaman kita ini yang tidak memiliki selir apalagi di dalam lingkungan Istana Kerajaan atau Kekaisaran manapun wajib pria memiliki selir yang banyak untuk kebesarannya",jawab Nyonya Besar Adipati Yun Fei .
"Apakah kau tidak mengizinkan Yu Thing mengambil seorang selir yang sudah di pilih oleh Kaisar Tang untuk putra kami ??",tanya Nyonya Muda Adipati Yun Fei.
"Tentu saja saya tidak berani tidak mengizinkannya untuk tidak mengambil selir, apalagi saya hanyalah seorang anak dusun yang di selamatkan derajatnya oleh Pangeran Muda Yu Thing",jawab Leng Leng takut.
"Bagus kalau kau sudah mengerti",ucap Nyonya Besar Adipati Yun Fei lebih tegas dan keras daripada Nyonya Muda Adipati Yun Fei.
"Nona Jing Yi aku akan mempersiapkan sebuah pesta pernikahan untuk mu yang akan di angkat sebagai Nyonya Muda ketiga Adipati Yun Fei ",ucap Nyonya Besar pertama Adipati Yun Fei yang jauh lebih tinggi lagi kedudukan nya daripada para Nyonya Besar kedua dan Nyonya Muda pertama dan kedua .
"Ah apa Jing Yi di lamar oleh Adipati Yun Fei untuk menjadi Nyonya Muda ketiga ?", tanya para Suci dari Jing Yi terkejut sekali mendengar berita ini.
"Iya Adipati Yun Fei sudah meminang nya dari Ketua Sekte Kun Lun Pai yang sudah setuju untuk menikahkan Nona Jing Yi kepada Adipati Yun Fei kami",jawab Nyonya Muda pertama Adipati Yun Fei.
"Wah selamat untuk mu Jing Yi",ucap Wu Min senang.
"Wah selamat untuk mu Nona Jing Yi dari kami semua",ucap para selir Chen Si Lei turut bahagia .
"Selamat berbahagia Sumoi",ucap para murid perempuan dari Sekte Kun Lun Pai yang ikut senang juga.
"Terimakasih banyak atas ucapan kalian semua kepada ku",kata Jing Yi ramah di luar sedih dan hancur harapan nya di dalam hati.
Maka pada hari berikutnya Adipati Yun Fei melangsungkan pernikahan dengan Jing Yi di dalam Markas Besar Sekte Rubah Emas Sakti dengan di saksikan oleh Chen Si Lei dan rombongan nya serta Ketua Sekte Kun Lun Pai dan para murid nya juga sejumlah keluarga besar dan para anggota dari Sekte Rubah Emas Sakti secara meriah dan mewah.
"Terimakasih banyak...Terima kasih banyak. ..",ucap Adipati Yun Fei bahagia.
Dan keesokan harinya, mereka para pria pergi ke puncak gunung Yan bersama dan para wanita berdiam diri di dalam Markas Besar Sekte Rubah Emas Sakti untuk keamanan dan keselamatan mereka semua, tentu saja Chen Si Lei dan para Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti merasa senang sekali dengan cara yang tepat untuk mereka semua dari Adipati Yun Fei usulkan.
"Para selir mu bisa di antarkan ke Istana Kekaisaran Tang oleh pihak ku ,maka kau bisa melakukan misi mu dengan tenang",kata Adipati Yun Fei.
"Iya aku setuju dengan pendapat paman. Terima kasih banyak Paman",kata Chen Si Lei merasa senang sekali ada seorang yang membantunya dalam masalah ini.
Maka untuk kali ini rombongan dari Chen Si Lei melakukan perjalanan misi berikut nya,adalah tanpa adanya rombongan dari para wanita nya yang semuanya telah di kirim ke Istana Kekaisaran Tang oleh pihak Adipati Yun Fei mewakili perintah dari Kaisar Tang untuk keamanan dan keselamatan putra nya tercinta ini.
"Kita akan melewati jalur nomor tujuh yang ujungnya adalah puncak gunung Yan yang sudah terlihat dari awal kita masuk ke hutan sepuluh jalur tadi",kata Adipati Yun Fei memandu jalan untuk mereka semua.
"Ah ya benar wahh kita sudah beberapa hari bahkan nyaris dua bulan lebih belum juga bisa menemukan puncak gunung Yan dan untungnya bisa bertemu dengan Paman Adipati Yun Fei yang memberi petunjuk kepada kami",kata Chen Si Lei.
"Iya sudah di atur secara baik dan tepat waktu oleh Tuhan jalan mu ke puncak gunung Yan harus berliku-liku dan baru bisa sampai ke puncak gunung Yan tepat waktu seminggu sebelum hari pertemuan para penguasa dari lembah sedang tiba di tanggal lima belas bulan ini",jawab Adipati Yun Fei menghibur Chen Si Lei agar tetap semangat dalam menjalankan misi nya.
"Terimakasih banyak Paman Adipati Yun Fei",kata Chen Si Lei tulus.
"Astaga sudah banyak sekali orang yang sudah datang untuk pertemuan besar ini ",kata Si Tangan Sakti mendecak lidahnya melihat banyak sekali kaum sakti tiba di puncak gunung Yan itu.
"Kita harus cari tempat untuk duduk santai pada saat pertemuan tiba",kata Raja Iblis Barat sudah mencari tempat untuk mereka duduk dengan rapi.
"Jangan di tempat yang terkena matahari panas tahu",kata Ning Yi memilih untuk duduk di barisan bangku dekat pohon -pohon besar dan lebat.
"Iya Ning Yi benar sekali",kata Chen Si Lei duduk di tempat duduk yang sudah di siapkan oleh Kasim Chang Sin yang sudah membuka kipas untuk Chen Si Lei.
"Ada makanan dan minuman segar atau tidak ?", tanya Adipati Yun Fei duduk di dekat Chen Si Lei.
"Ada ,tenang saja ", jawab Ah Tao murid Sekte Kun Lun Pai yang paling ramai bila tentang makanan enak dan minuman segar.
"Cepat berikan kepada kami",kata Chen Si Lei meminta makanan ringan dari Ah Tao.
"Ya ini ada roti daging dan buah pir segar serta arak enak Nu Er Hong",kata Ah Tao.
__ADS_1
"Mantap sekali kau",ujar Ning Yi mengambil makanan dan minuman itu dari Ah Tao, lalu dia berikan kepada Chen Si Lei dan Adipati Yun Fei.
Mereka semua duduk sambil makan dan minum sambil menunggu acara di mulai dengan tenang, dan Chen Si Lei tetap mengamati setiap orang yang hadir di acara tersebut dengan teliti, walaupun sikap Chen Si Lei selalu tenang dan nyaman tapi dia selalu cekatan dalam segala hal,termasuk meningkatkan kewaspadaan dan ketelitian nya.