
Sekte Sesat burung hitam telah menculik selir ke empat Li Shao Ning yang telah kabur dari Chen Si Lei di pintu keluar dari desa kecil awan naga, kini Chen Si Lei dan para sahabatnya sibuk mencari dan menemukan gadis itu di sekitar desa kecil awan naga.
Tetapi Chen Si Lei dan para sahabatnya belum berhasil menemukan Li Shao Ning sehingga Chen Si Lei merasa cemas sekali terhadap keselamatan dan keamanan gadis amat cantik jelita sekali yang sangat di benci sekaligus di cintainya, maka Chen Si Lei terus menerus mencari tahu keberadaan gadis kesayangannya itu.
"Kemana perginya gadis nakal itu dari ku?",tanya Chen Si Lei cemas sekali.
"Paduka hamba menemukan perhiasan selir ke empat Li Shao Ning di pintu keluar dari desa kecil awan naga",lapor Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao seraya memberikan jepitan rambut milik Li Shao Ning yang di temukan oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao di jalan menuju ke luar desa kecil awan naga kepada Chen Si Lei.
Chen Si Lei menerima jepitan rambut milik Li Shao Ning dari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, dan Chen Si Lei berpikir cepat untuk mengetahui keadaan Li Shao Ning yang sebenarnya adalah di culik oleh para pihak musuh mereka secara rahasia sehingga Chen Si Lei dan kawan-kawan nya tidak bisa menemukan selir nya di sekitar desa kecil awan naga.
"Aku mencium aroma sesat dari arah selatan pintu keluar dari desa kecil awan naga",kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah selatan pintu keluar dari desa kecil awan naga.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya berkelebat cepat mengikuti Chen Si Lei yang sudah tiba di tempat yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan rakyat desa kecil awan naga, maka Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari untuk membersihkan hawa sesat berbahaya tersebut.
Sebuah serangan maut dari seorang gadis amat cantik jelita sekali memakai baju hijau muda menyerang Chen Si Lei yang segera menangkis serangan pedang dari gadis sesat itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali sehingga gadis itu terdesak hebat oleh Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!
Tak lama kemudian berkelebat cepat sejumlah orang berpakaian serba hitam dan merah menyala keluar dari sebuah tempat yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan mereka yang sedang mencari Li Shao Ning.
Sejumlah orang musuh sakti sesat menyerang Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang segera menangkis serangan senjata tajam para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat menangkis serangan maut dari pihak musuh secara cepat dan hebat sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu mukjizat Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis pedang milik seorang gadis cantik dan ganas sekali dengan ilmu pedang rajawali emas sakti sehingga gadis ganas itu terkejut sekali .
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti menyerang ilmu yang dimiliki oleh seorang putri dari Sekte Sesat burung hitam dengan kecepatan tinggi sekali.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Gadis itu menggunakan pedang sangat hebat sekali sehingga kipas Chen Si Lei yang sangat hebat sekali menangkis serangan pedang mukjizat sesat dari gadis itu.
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan gerakan kilat menyambar membabat habis gadis sesat itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
"Kurang ajar berani bunuh putri ku!!",hardik pria tua sadis sekali menyerang Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang hebat dengan sifat ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang Gunung Ling membabat habis kepala pria tua itu.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat dari Sekte Sesat burung hitam cabang kedua belas.
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat menghantam hancur para musuh sakti sesat yang berada di markas cabang sekte sesat burung hitam.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga pintu masuk ke dalam markas cabang sekte sesat burung hitam telah terbuka dengan lebar untuk Chen Si Lei bisa berkelebat cepat mencari selir nya yang di culik oleh para pasukan Sekte Sesat burung hitam.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei memasuki sebuah kamar yang sangat gelap dan lembab yang berada di belakang rumah milik musuh, dan Chen Si Lei menemukan seorang gadis lain di kurung di tempat itu.
"Siapa kau? ", tanya Chen Si Lei tajam.
"Aku gadis murid Sekte Hoa San Pai yang bernama Liu Yi",jawab gadis manis itu.
"Kenapa kau bisa di tawan di dalam markas cabang sekte sesat burung hitam?",
"Aku di culik oleh Pangeran Muda Yuan Xe di kota besar Ching",jawab gadis itu.
"Di manakah Pangeran Muda Yuan Xe berada sekarang ini ?", tanya Chen Si Lei.
"Dia melarikan diri dari tempat ini saat anda datang menyerang markas cabang sekte sesat burung hitam",jawab gadis itu menggunakan pedangnya membabat ke arah Chen Si Lei yang sudah cepat menangkis serangan pedang gadis itu.
Trangggggg !!
"Jangan menipu ku!!Jawab aku siapa kau yang sebenarnya ?!!", hardik Chen Si Lei menggunakan kipas menotok mati gadis itu.
Crakkkkkk !!
"Celaka! ! Aku harus segera menemukan Li Shao Ning sebelum gadis itu di tangan Pangeran Muda Yuan Xe",kata Chen Si Lei berkelebat cepat untuk mencari dan menemukan Li Shao Ning secepatnya.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat ke seluruh markas cabang sekte sesat burung hitam untuk mencari dan menemukan Li Shao Ning,tapi Wu Sin Hao tetap saja tidak berhasil menemukan selir ke empat Li Shao Ning, maka ia segera mencari ke lokasi lain dan bertemu dengan Li Man Chu yang sedang sibuk juga dalam mencari gadis yang sangat di cintai oleh pria gagah perkasa itu.
"Sedang apa kau di tempat ini?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan nada keras.
"Tentu saja aku sedang membantu Paduka Kaisar untuk menolong Selir ke empat Li Shao Ning",jawab Li Man Chu dengan nada angkuh dan tidak suka dengan Wu Sin Hao yang terlalu ikut campur urusannya.
"Oh begitukah?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan alis terangkat.
"Ya tentu saja ", jawab Li Man Chu menantang Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Baik aku percaya kamu ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao galak sekali kepada Li Man Chu.
"Kita harus menemukan Selir ke empat Li Shao Ning secepatnya agar Paduka tak merasa cemas akan keselamatan selir ke empat Li Shao Ning",kata Li Man Chu .
"Kita ke arah sana",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat sebuah lorong yang mengarah ke arah sebuah tempat lain yang harus mereka temukan rahasia dari tempat itu.
Mereka berdua menyelusuri sebuah lorong yang berada di bagian selatan markas cabang sekte sesat burung hitam ,dan mereka berdua melihat seorang pria ganas sekali sedang mengikat seorang gadis di atas pohon yang di bawahnya adalah lubang ular berbisa.
"Ahh tolong !!", jerit Li Shao Ning gadis yang di ikat di atas pohon berlubang ular berbisa oleh Pangeran Muda Yuan Xe .
"Ah Paduka Selir ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terkejut sekali melihat Selir ke empat Li Shao Ning di ikat di atas pohon berlubang ular berbisa.
"Kita harus segera menolongnya", kata Li Man Chu berkelebat cepat menyerang Pangeran Muda Yuan Xe yang terkejut sekali melihat kelihaian Li Man Chu.
Wuttttt !!
Trangggggg !!!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok secara cepat dan hebat sekali sehingga Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berhasil membebaskan Li Shao Ning dari tali di atas pohon berlubang ular berbisa.
Crakkkkkk !!
"Aghhhhh !!", teriak gadis itu terjatuh ke dalam lubang ular berbisa.
"Celaka !!", teriak Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk menolong Selir ke empat Li Shao Ning tepat waktu sebelum gadis itu masuk ke dalam mulut ular berbisa.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan pedang membabat habis kepala ular berbisa di dalam lubang besar itu.
__ADS_1
Chen Si Lei cepat menolong Selir ke empat Li Shao Ning yang tergeletak pingsan di dalam lubang itu. Chen Si Lei memeluk gadis itu dengan perasaan minta maaf karena Chen Si Lei sudah bersikap kasar terhadap istrinya sendiri.
"Shao Ning maafkan aku yang sudah bersikap kasar kepada mu",kata Chen Si Lei memeluk gadis yang pingsan itu.
"Paduka anda tidak apa-apa? ",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terkejut sekali melihat Chen Si Lei melompat ke lubang besar untuk menolong Selir ke empat Li Shao Ning.
"Ah kau ini Wu Sin Hao. Kau menolong Shao Ning atau kau ingin membunuhnya ", kata Chen Si Lei memarahi Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang ceroboh dalam misi menyelamatkan Li Shao Ning tadi.
"Paduka hamba pantas mati",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bersujud hormat kepada Chen Si Lei untuk menyatakan rasa menyesal atas kecerobohan nya.
Chen Si Lei sudah berada di luar lubang besar, dan Chen Si Lei menitipkan Li Shao Ning kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk di jaga dengan nyawa pria itu.
"Aku harus membunuh pria ganas yang sudah berani mengganggu selir ke empat Li Shao Ning ku",kata Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala Pangeran Muda Yuan Xe yang sedang bertarung sengit melawan Li Man Chu.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Darah muncrat dari kepala Pangeran Muda Yuan Xe yang sudah di penggal oleh Chen Si Lei menggunakan kipas secepat kilat sampai Li Man Chu bergidik ngeri melihat keganasan Kaisar Tang Agung dalam membasmi para musuhnya.
Chen Si Lei tidak mempedulikan jasad musuhnya, melainkan Chen Si Lei langsung pergi dari tempat itu sambil menggendong gadisnya yang pingsan karena hawa racun ular berbisa.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao segera mengikutinya dengan cepat dalam diam ,Li Man Chu juga segera mengikuti Chen Si Lei yang sudah lebih dahulu tiba di kereta kudanya yang berada di luar pintu markas cabang sekte sesat burung hitam di bagian selatan.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari untuk membersihkan hawa racun ular berbisa yang membuat selir ke empat Li Shao Ning keracunan di indera penciuman ,maka Chen Si Lei memberikan pil embun Himalaya sakti untuk Li Shao Ning bisa segera sembuh kembali.
"Shao Ning bagaimana keadaan mu?",tanya Chen Si Lei memangku gadis itu agar bisa duduk tegak di dadanya.
"Jangan pukul aku lagi",kata Li Shao Ning menjerit ketakutan melihat Chen Si Lei.
"Aku tidak akan memukul mu lagi. Aku berjanji kepada mu",kata Chen Si Lei halus kepada Selir ke empat Li Shao Ning dengan memeluknya erat.
"Sungguh anda tidak akan pernah memukul ku lagi ?", tanya gadis itu menangis.
"Ya sungguh, aku minta maaf karena aku telah menyakiti mu",jawab Chen Si Lei.
"Paduka ", panggil gadis itu memeluknya sambil menangis sedih sekal.
Chen Si Lei merasa tangisan gadis ini mengingatkannya pada Hua Erl, dan Chen Si Lei merasa bersalah karena Chen Si Lei pernah menyakiti istrinya sendiri yang seharusnya Chen Si Lei perlakukan dengan kelembutan dan kasih sayang serta cinta.
"Aku minta kamu jangan pernah mengkhianati kepercayaan ku kepada mu",kata Chen Si Lei menciumnya mesra sekali sampai gadis mengangguk paham akan isi hatinya.
"Paduka hamba sudah milik Paduka, jadi hamba mohon anda percaya kepada ku bahwa aku bisa mencintai anda dan hamba akan menjadi istri yang baik untuk Anda",kata Li Shao Ning lembut sekali kepada Chen Si Lei yang luluh hatinya oleh kelembutan gadis itu.
"Ya aku tahu .Aku percaya kamu bisa menjadi istri ku yang baik dan sempurna bagi ku",kata Chen Si Lei mencium bibir gadis itu lagi yang membalas ciuman nya dengan senyuman cinta dan kasih sayang terhadap dirinya sebagai suami, pria dan Kaisar Tang Agung.
Chen Si Lei pun berubah menjadi seorang suami yang baik untuk istrinya yaitu Li Shao Ning di sepanjang jalan di dalam kereta kuda, mereka berdua selalu bahagia bersama, dan Chen Si Lei mempercayai bahwa suatu saat nanti Li Shao Ning bisa hamil dan melahirkan seorang pangeran dan putri hebat untuknya.
Di sebuah danau yang sangat indah, mereka berdua menikmati keindahan alam di sekitar desa kecil awan naga di bagian utara dengan senyuman bahagia yang membuat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya tenang dan damai, karena Chen Si Lei tidak marah -marah lagi kepada semua orang di sekitar pria itu .
Li Man Chu sebaliknya merasa cemburu karena Li Shao Ning sudah jatuh cinta kepada Kaisar Tang Agung, maka Li Man Chu merasa pupus sudah harapannya untuk memiliki gadis pilihan hatinya.
"Shao Ning kenapa kau mudah sekali untuk jatuh cinta kepada Kaisar?",tanya Li Man Chu dalam hatinya sambil menatap ke arah Li Shao Ning dan Chen Si Lei di tepi danau.
Chen Si Lei mengajarkan Li Shao Ning bermain seruling menggunakan seruling yang terbuat dari bambu, dan Chen Si Lei mengajarkan gadis itu cara ilmu silat sakti menggunakan seruling bambu.
"Paduka hamba sudah bisa memainkan ilmu silat seruling bambu yang telah kau ajarkan kepada hamba",kata gadis itu melompat ke pelukan Chen Si Lei.
"Hahahaha hahahaha karena kau sangat pintar sayang ku",kata Chen Si Lei .
Tiba-tiba Chen Si Lei menggunakan ilmu seruling bambu untuk menghajar orang di arah lain dari mereka berada.
Wuttttt !!
Trak!!
"Aghhhhhh !!", teriak seorang pemuda tampan tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.
"Ah siapakah orang itu ?", tanya Li Shao Ning terkejut sekali melihat ada pria lain di sekitar mereka.
"Anggota Sekte Sesat burung hitam cabang sebelas",jawab Li Man Chu.
"Eh darimana kau bisa tahu tentang orang ini?",tanya Chen Si Lei.
"Ada tandanya di leher pria itu",jawab Li Man Chu menunjukkan leher musuh yang tewas oleh Chen Si Lei.
"Ah ya ada tanda burung hitam kecil dan ada tanda nomor sebelas",kata Chen Si Lei percaya dengan keterangan dari Li Man Chu.
"Berarti kita harus hati - hati di dalam perjalanan menuju ke arah desa besar yang bernama desa besar awan naga",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao .
"Kau benar sekali Wu Sin Hao",kata Chen Si Lei mengajak Li Shao Ning masuk ke dalam kereta kuda.
"Kita berangkat lagi",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menjalankan kereta kuda.
Chen Si Lei sudah bersiaga untuk melindungi keselamatan dan keamanan selir ke empat Li Shao Ning dengan pelukan hangatnya di dalam kereta kuda.
"Paduka silakan menikmati buah persik",kata Li Shao Ning menyuapi Chen Si Lei makan buah persik bersama -sama.
"Paduka hamba merasa mual dan ingin muntah",kata Li Shao Ning segera turun dari kereta kuda.
"Hoek !!Hoek !!",
"Shao Ning kau tak apa-apa?",tanya Chen Si Lei memeluk gadis itu dengan cemas .
"Ah entahlah Paduka",kata gadis itu merasa pusing.
"Coba aku periksa kondisi mu",kata Chen Si Lei memeriksa nadi gadis itu.
Chen Si Lei tersenyum bahagia mengetahui hasil pemeriksaan kesehatan Li Shao Ning dan menciumnya mesra sehingga Li Shao Ning bingung dengan sikap Chen Si Lei.
" Paduka hamba kenapa?",tanya gadis itu menatap Chen Si Lei dengan heran.
"Sayang ku,terima kasih",jawab Chen Si Lei menggendong gadis itu dan mencium bibir gadis itu dengan perasaan bahagia.
"Eh Paduka",kata Li Shao Ning di taruh di dalam kereta kuda lagi oleh Chen Si Lei yang duduk bersamanya.
"Wu Sin Hao cepat bawa kami ke tabib terdekat",perintah Chen Si Lei.
"Siap Paduka hamba laksanakan ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Setibanya di sebuah klinik kecil terdekat, Chen Si Lei menemani Selir ke empat Li Shao Ning menjalankan pemeriksaan kesehatan kepada seorang tabib di desa tersebut.
"Selamat tuan besar, istri anda sedang hamil muda usia lima minggu.Anda harus menjaga kesehatan, keselamatan dan keamanan istri dan calon bayi anda",kata tabib di desa kecil awan naga.
" Terimakasih tuan tabib atas pemeriksaan mu terhadap istri ku",kata Chen Si Lei memberikan uang emas untuk rasa terima kasihnya kepada tabib desa itu.
Chen Si Lei menggendong Li Shao Ning untuk melindungi keselamatan janin yang di kandung oleh Li Shao Ning.
"Selamat Paduka Kaisar Tang Agung !!Selamat Selir ke empat Li Shao Ning!!Hidup Kekaisaran Tang Agung !!Hidup Kekaisaran Tang Agung !!", sorak sorai Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya bersujud hormat kepada Chen Si Lei dan Li Shao Ning untuk mengucapkan selamat atas kehamilan dan penerus Kaisar Tang Agung.
"Paduka sebaiknya selir ke empat Li Shao Ning di antarkan pulang ke Istana",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah memikirkan keselamatan janin hebat itu.
"Ya kau benar sekali",kata Chen Si Lei memanggil burung rajawali emas sakti.
"Paduka hamba masih ingin menemani anda",kata Li Shao Ning.
"Tidak Shao Ning, kau harus pulang ke rumah kita untuk menjaga kesehatan dan keselamatan bayi ku yang sedang kau kandung itu",kata Chen Si Lei tegas sekali kepada gadis cantik jelita sekali itu.
"Tapi ", kata gadis itu merasa enggan untuk pulang ke istana .
"Tidak ada kata tapi.Keselamatan bayi ku jauh lebih penting daripada kamu ikut serta dalam perjalanan misi ku",kata Chen Si Lei menggendong gadis itu untuk di taruh di atas punggung burung rajawali emas sakti.
"Hmm baiklah",kata Li Shao Ning patuh kepada Chen Si Lei .
Sebuah senjata rahasia melayang ke arah Li Shao Ning yang berada di punggung burung rajawali emas sakti yang sudah ingin terbang ke angkasa.
Werrrrrrr !!
"Hei !!", teriak Chen Si Lei kaget sekali melihat senjata rahasia meluncur ke arah Li Shao Ning, maka Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti .
Trangggggg !!
"Aghhhhhh !!", jerit gadis itu terjungkal dari punggung burung rajawali emas sakti.
"Celaka !!Shao Ning !!", teriak Chen Si Lei melompat cepat untuk menolong gadis itu.
"Kakak rajawali emas sakti pergi dari sini !!Cepat !!", teriak Chen Si Lei.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya sudah siap untuk bertarung melawan para musuh sakti sesat yang sudah mengurung mereka di tengah hutan belantara di tengah perjalanan menuju ke arah desa besar awan naga.
Chen Si Lei berhasil menolong istrinya dengan cepat dan memeluknya erat untuk menenangkan hati gadis itu dari perasaan kaget terjatuh dari punggung burung rajawali emas sakti dari ketinggian.
"Tenanglah sayang, jangan takut kau aman",kata Chen Si Lei menghibur gadis itu yang menatap Chen Si Lei dengan mengerutkan kening.
"Kau ingin membunuh ku dan anak mu ?",tanya gadis itu marah kepada Chen Si Lei.
"Tentu saja tidak. Aku justru ingin menolong mu dan anak ku",jawab Chen Si Lei.
"Lalu kau suruh aku naik ke atas punggung burung rajawali emas sakti mu yang sudah nyaris membunuh ku dan calon anak mu dengan terjatuh dari ketinggian awan di atas sana",kata gadis itu menangis.
"Ah ya,karena aku tidak tahu bahwa ada orang yang menyerang kalian dengan cara curang",kata Chen Si Lei meraih gadis itu dengan cepat sekali karena ada beberapa orang musuh sakti sesat yang mengurung mereka dengan sikap sadis.
Li Shao Ning merapatkan diri kepada Chen Si Lei karena ada beberapa musuh di sekitar mereka sehingga Chen Si Lei berdiri di depan gadis itu untuk melindungi keselamatan dan keamanan gadis itu dan juga calon bayi yang berada di dalam kandungan gadis itu.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok secara cepat dan hebat sekali sehingga para musuh sakti sesat harus waspada terhadap Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti dan Li Man Chu serta para sahabatnya juga sudah menyiapkan diri untuk menghadapi musuh sakti di sekitar tempat itu, dan mereka melihat bahwa jumlah musuh sakti sesat mereka sangat besar dan ganas sekali sehingga mereka harus hati - hati terhadap musuh.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti sekarang kau rasakan pembalasan dendam kami karena perbuatan mu yang sudah membunuh banyak orang kami!!",hardik para musuh sakti sesat dengan sikap garang sekali.
"Kalian pikir aku takut kepada kalian!! Ayo majulah !!", hardik Chen Si Lei berani.
__ADS_1
"Dasar manusia sombong !!!",hardik para musuh sakti sesat menyerang Chen Si Lei dan kawan-kawan nya dengan ilmu pedang mukjizat sesat yang sangat hebat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan sejumlah pedang mukjizat sesat dari Sekte Sesat burung hitam cabang sebelas dengan ilmu pedang gunung Ling.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala pria tua yang menggunakan senjata tajam yang mengandung hawa sesat berbahaya bagi keselamatan mereka.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Li Shao Ning mengeluarkan payung biru untuk menghindari serangan pedang dari pria berusia lima puluh tahun yang menyerangnya dengan ganas sekali sehingga gadis itu harus gunakan ilmu mukjizat baru.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
"Kau hebat juga Nona",kata pria tua itu menyerang Selir ke empat Li Shao Ning.
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Pria tua itu menggunakan ilmu pedang mukjizat sesat menyerang payung Li Shao Ning yang harus gunakan ilmu mukjizat pedang payung langit biru untuk lawan pria tua itu.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para kaum sekte sesat.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang Gunung Ling membabat habis kepala pria tua yang menyerang Li Shao Ning.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala gadis sakti yang sangat ganas sekali .
Crakkkkkk!!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para kaum sekte sesat yang berjumlah sekitar tiga ratus orang musuh sakti sesat di sekitar lokasi tersebut.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti membabat habis sejumlah besar musuh di sekitar Chen Si Lei.
Wuttttt!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan gerakan angin topan untuk menghabisi para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat angin topan oleh Chen Si Lei.
Li Shao Ning berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Li Man Chu berkelebat cepat ke arah Li Shao Ning dengan kecepatan yang luar biasa dan menotok gadis itu hingga pingsan, lalu Li Man Chu membawa kabur gadis itu dengan cepat dari Kaisar Tang Agung dan para pengikut setia nya.
Chen Si Lei tidak melihat adanya Li Man Chu yang berniat untuk membawa kabur selir nya dengan cara curang di tengah pertempuran yang sedang berlangsung di sekitar lokasi tersebut.
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membunuh orang sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu mukjizat golok sakti Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Crakkkkkk !!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti membabat habis sejumlah besar pria ganas sekali dengan ilmu pedang mukjizat Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Ei dimana Li Shao Ning ?", tanya Chen Si Lei terkejut sekali karena selir nya hilang di tengah pertempuran yang sedang berlangsung di hutan belantara di tengah perjalanan menuju ke arah desa besar awan naga.
"Celaka! ! Ada orang yang telah berani menculik selir ku!!",hardik Chen Si Lei yang sudah marah sekali kepada para musuh.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei tidak memberikan ampunan kepada para musuh sakti sesat karena itu Chen Si Lei menggunakan kipas sakti menghantam hancur para musuh sakti sesat dengan ilmu mukjizat Gunung Ling.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang Gunung Ling membabat habis kepala pria ganas sekali .
Crakkkkkk !!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti membabat habis sejumlah besar musuh dari Sekte Sesat burung hitam dengan sangat cepat sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!!
Chen Si Lei benar-benar marah besar kepada pihak musuh sakti sesat yang telah membuatnya kehilangan selir ke empat Li Shao Ning, maka Chen Si Lei gunakan ilmu mukjizat piramida sakti untuk membabat habis para musuh sakti sesat.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
"Rapikan kembali hutan belantara ini",perintah Chen Si Lei kepada para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Siap Paduka hamba laksanakan ", jawab Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Aku harus mencari dan menemukan kembali Li Shao Ning secepatnya",Chen Si Lei melompat ke atas kuda yang sudah di lepaskan dari kereta .
__ADS_1
"Paduka !!", teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao segera mengikutinya dengan cara berkuda juga ke arah yang di tuju oleh Chen Si Lei.