Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kota Hang.


__ADS_3

Chen Si Lei dan Wang Bao menyelusuri ruang rahasia yang berada di kamar tidur Ratu Han Yi, dan di sana Chen Si Lei menemukan banyak sekali pusaka dari kaum persilatan kaum bersih dan juga pusaka kuno yang berasal dari dinasti Qin kuno di dalam kamar tidur Ratu Han Yi.


Chen Si Lei akhirnya berhasil keluar dari kamar tidur Ratu Han Yi dan melihat ada banyak sekali orang yang sedang bertarung sengit melawan sejumlah pasukan di dalam rumah Ratu Han Yi termasuk para pasukan khusus Chen Si Lei yang sudah ikut serta dalam peperangan besar itu.


Wang Bao sudah berkelebat cepat untuk ia bisa membantu para kaum persilatan kaum bersih yang sedang bertarung sengit melawan sejumlah para anggota Sekte Sesat Rusa Hitam di halaman depan kamar tidur Ratu Han Yi.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Sementara itu Chen Si Lei masih belum turun tangan untuk membantu para kaum persilatan bersih karena Chen Si Lei sedang menunggu kedatangan Ratu Han Yi beserta keluarganya ke hadapannya agar Chen Si Lei dengan cepat dan mudah untuk menghabisi Ratu Han Yi beserta keluarganya.


Chen Si Lei lebih fokus untuk berkeliling berbagai tempat dan ruang yang ada di dalam rumah besar itu,dan Chen Si Lei membuka pintu kamar lain di dalam rumah Ratu itu, di dalam kamar itu Chen Si Lei menemukan seorang gadis cantik jelita di ikat rantai besi dan baja oleh pihak Ratu Han Yi beserta keluarganya.


"Kau siapakah Nona dan kenapa kau di tawan oleh Ratu Han Yi di ruangan ini?",


"Aku Putri Raja Liang bernama Putri Qiu Chao dan aku di tawan di sini karena aku mengkhianati Ratu Han Yi dengan menolong Nona Yao Ying dari penjara bawah tanah yang berada di dasar danau barat bersama Nona Teng Bi Li tetapi kami tetap gagal menyelamatkan Nona Yao Ying malah justru kami ikut tertawan oleh Ratu Han Yi di tempat yang berbeda",jawab gadis itu terlihat pucat dan lemah.


"Di manakah Nona Teng Bi Li di kurung?",tanya Chen Si Lei membuka rantai besi dan baja yang mengikat gadis itu.


Cringgg!!


Cranggg !!


"Di dasar kuil Cin di kota Zhao",jawab Putri Qiu Chao yang sudah di bebaskan oleh Chen Si Lei yang segera memapah gadis itu keluar dari kamar tahanan tersebut.


Namun baru saja mereka keluar dari kamar tahanan,mereka sudah di kurung oleh sejumlah besar orang sakti dari pihak Ratu Han Yi beserta keluarganya di pintu keluar dari ruangan tahanan tersebut.


"Kau harus hati - hati menghadapi mereka karena mereka adalah prajurit pilihan khusus dari putra Pangeran ke lima dari Ratu Han Yi",kata Putri Qiu Chao memberitahu Chen Si Lei informasi tentang dua belas orang musuh sakti yang akan melawan Chen Si Lei di luar pintu kamar tahanan.


"Ya terima kasih atas informasi mu tetapi aku percaya diri bahwa aku bisa membunuh mereka dengan tangan ku sendiri",ucap Chen Si Lei seraya menerjang maju untuk menghadapi dua belas orang sakti itu.


Wuttttt !!


Syuutttttttt !!


Plakkkk !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga lima orang musuh sakti dari dua belas orang musuh sakti tewas oleh Chen Si Lei secara cepat dan ganas sekali sehingga gadis itu terkagum-kagum pada kepandaian ilmu silat sakti Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggerakkan kedua telapak tangan dengan cepat menghantam dua orang musuh sakti dengan ilmu mukjizat Gunung Ling yang sangat hebat dan ia berhasil membunuh dua orang musuh sakti itu dengan hebat sekali.


Wuttttt !!


Chen Si Lei membuat gerakan secara cepat dan hebat menampar wajah seorang musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali sehingga orang sakti itu tewas oleh ilmu sakti Chen Si Lei.


Chen Si Lei menukik cepat menggerakkan kedua telapak tangannya menghantam hancur perut dan dada lima orang musuh sakti sekaligus.


Chen Si Lei sudah menghabisi dua belas orang musuhnya dan sekarang Chen Si Lei menyambar tangan gadis itu segera pergi dari daerah ruang tahanan tersebut dengan sangat cepat sekali.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei berhenti di sebuah koridor di dalam rumah itu karena ada tiga orang pria bangsawan gagah perkasa menghadang Chen Si Lei yang sudah menolong gadis tawanan mereka yang menjadi musuhnya itu.


"Mereka adalah tiga orang kepercayaan Ratu Han Yi yang sangat kejam",kata Qiu Chao memberitahu Chen Si Lei tentang ketiga orang musuh sakti yang sudah di depan Chen Si Lei dan Qiu Chao.


"Perempuan laknat yang sangat hina ternyata sudah di tolong oleh seorang pria bodoh yang pantas untuk mati di tangan kita Kakak",kata salah seorang dari tiga bersaudara yang menghadang Chen Si Lei dan Qiu Chao.


"Iya kau benar adik,lihatlah mereka sungguh dua manusia bodoh yang pantas di siksa dahulu sebelum kita bunuh",kata salah seorang dari tiga orang muda yang sangat ganas dan kejam itu.


Chen Si Lei menggerakkan kedua telapak tangan menampar mereka bertiga sekaligus dengan ilmu telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga mereka bertiga tewas dalam keadaan mengerikan oleh Chen Si Lei.


Chen Si Lei berkelebat cepat membawa Putri Qiu Chao untuk secepatnya pergi ke danau barat untuk menolong Nona Yao Ying yang di kurung di dasar danau barat oleh Ratu Han Yi beserta keluarganya yang sudah menunggu kedatangan Chen Si Lei di tempat itu.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei tiba di danau barat dengan cepat melalui petunjuk Putri Qiu Chao dan di danau barat sudah ada Ratu Han Yi beserta keluarganya yang sedang di lawan oleh Le Din Yin dan Sheng Li Na serta sejumlah kaum bersih secara hebat sekali sehingga Chen Si Lei terkagum-kagum pada kepandaian mereka semua.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei melihat bahwa Le Din Yin berkelebat cepat membabat habis sejumlah besar dari pihak Ratu Han Yi bersama Sheng Li Na yang menggunakan pecut nya menghantam hancur para musuh mereka dengan cepat dan ganas sekali.


Chen Si Lei melompat cepat mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti untuk dapat menolong seorang pria sakti kaum bersih yang sedang kewalahan menghadapi musuh tangguh yang sangat hebat dan ganas sekali sehingga Chen Si Lei harus cepat menolongnya.


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!


Chen Si Lei berhasil menyelamatkan nyawa pria sakti kaum bersih itu sekaligus menghantam hancur para musuh yang di hadapi oleh pria sakti itu.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti,anda telah menolong ku",kata pria itu terharu.


"Iya sama -sama",jawab Chen Si Lei ramah dan bersahabat kepada pria sakti dari kaum bersih itu.


"Aku Xiao Ming dari kuil Cin bersedia untuk menjadi pengikut setia anda",kata pria itu segera memperkenalkan diri kepada Chen Si Lei.


"Iya terimakasih,bisakah kau bantu aku untuk menjaga Nona ini untuk ku",Chen Si Lei meminta pria itu yang bernama Xiao Ming untuk menjaga Putri Qiu Chao untuk Chen Si Lei.


"Iya hamba bersedia untuk menjaga Nona ini untuk Paduka",jawab Xiao Ming dengan senang hati.


Chen Si Lei menyerahkan Putri Qiu Chao untuk di jaga dengan baik oleh pria sakti yang bernama Xiao Ming yang baru saja menjadi temannya yang baru.


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam seorang pria keji yang sedang bertarung melawan Sheng Li Na dengan kejam dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Cranggg !!


"Soso mundurlah, biar aku hadapi dia",kata Chen Si Lei cepat menolong Sheng Li Na dari serangan maut dari musuh sakti itu.


Sheng Li Na merasa bersyukur bahwa dia telah selamatkan oleh Chen Si Lei secara cepat dari serangan maut yang di lakukan oleh pria sadis yang menjadi anak dari Ratu Han Yi.


"Paduka terimakasih",ucap Sheng Li Na yang sudah cepat menghantam hancur di pihak musuh yang lainnya yang lebih mudah untuk di basmi Sheng Li Na.


Wuttttt !!


Kress !!


Sheng Li Na mengeluarkan ilmu mukjizat sakti dari leluhurnya untuk menghadapi para musuh sakti yang sedang bertarung sengit melawan dua orang kaum bersih yang sudah terluka parah oleh pihak musuh mereka.


Syuutttttttt !!


Tar! !


Kress !!


Sheng Li Na membunuh beberapa orang musuh sakti dengan pecut secara cepat dan hebat.


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam para musuh dari pihak Ratu Han Yi dengan ilmu pedang rajawali emas sakti di sertai ilmu mukjizat piramida sakti.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!

__ADS_1


Cranggg !!


Chen Si Lei berhasil mematahkan sejumlah senjata tajam para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat yang langsung membabat habis kepala musuh sakti itu.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Sementara itu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya sudah datang ke arah danau barat untuk membantu Chen Si Lei dan para kawan-kawan nya secara cepat dan hebat sehingga pihak musuh sakti terkejut sekali melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menyerbu mereka semua dengan cepat dan ganas sekali.


"Serbuuuuu !!",teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengamuk ganas sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu mukjizat golok sakti Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Di tempat lain para pasukan yang di pimpin oleh Chu Man Tian sudah datang ke tempat pihak musuh sudah terdesak oleh para pasukan Kekaisaran Tang Agung yang sudah mengurung kota Hang dan sekitarnya bahkan sudah banyak sekali dari pihak Ratu Han Yi beserta keluarganya yang tewas dalam serangan maut dari pihak Kekaisaran Tang Agung.


"Celaka para pasukan pemerintah sudah datang dan mengurung kita!!",teriak para musuh terkejut sekali melihat rombongan dari Kekaisaran Tang Agung sudah tiba di hadapan Ratu Han Yi beserta keluarganya.


"Yang Mulia Ratu Han Yi lebih baik kau menyerahkan diri untuk bertahan hidup daripada kamu menyerang terus menerus tanpa hasil kemenangan kepada pihak mu yang tentunya akan membuat mu dan keluarga mu akan di hukum mati oleh Kaisar Tang Agung",perintah Zhang Xun Pendekar Awan Sakti yang sudah tiba di tempat itu juga dan bersikap tegas sekali.


Selain para pasukan Zhang Xun yang sudah tiba di tempat itu, juga Shu Luo dan Niu Jiu Feng bersama para pasukan lainnya juga sudah mengurung Ratu Han Yi beserta keluarganya yang sudah kehilangan banyak pasukan mereka.


"Paduka kami juga sudah datang untuk membantu Paduka",kata Wang Bao yang sudah berkelebat cepat bersama Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih dan para pendekar kaum bersih lainnya yang sudah berada di dekat Chen Si Lei yang sudah bersiap untuk membabat habis kepala Ratu Han Yi beserta keluarganya di tepi danau barat.


"Paduka serahkan nyawa Ratu biadab ini kepada hamba",kata Nyonya Li Ning Hiang yang sudah datang bersama ketiga orang anaknya untuk balas dendam atas kematian suaminya yang di bunuh oleh Ratu Han Yi beserta keluarganya di dalam hutan Kamboja putih.


"Hmm baiklah aku serahkan nyawa manusia jahat itu kepada mu",kata Chen Si Lei yang memahami perasaan wanita tua yang telah kehilangan suami yang juga ayah untuk ketiga orang anaknya itu.


"Terimakasih banyak Paduka atas kebaikan Paduka kepada hamba",kata Li Ning Hiang hormat kepada Chen Si Lei sebelum menghadapi Ratu Han Yi yang sudah bersiap untuk bertarung melawan Nyonya itu di hadapan Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!!


Kini kedua orang wanita itu sedang bertarung secara adil dan seimbang dengan di saksikan oleh Chen Si Lei dan para pasukannya untuk menjaga pertarungan bisa berjalan dengan adil.


"Awasi pertarungan mereka berdua",perintah Chen Si Lei kepada para pengikut nya yang setia.


"Siap Paduka kami laksanakan",jawab para pengikutnya serentak mematuhi nya.


Chen Si Lei berkelebat cepat untuk membantu Le Din Yin yang sedang bertarung melawan seorang sakti yang sangat hebat di tengah danau barat dengan di tatap penuh rasa kekhawatiran hati dari wajah Sheng Li Na yang berdiri di jembatan.


"Le Din Yin hati -hati",kata Sheng Li Na dengan suara keras karena cemas kepada keselamatan dan keamanan calon suami dan calon ayah dari bayi yang sedang di kandungannya yang sudah memasuki usia sepuluh minggu.


"Soso jangan khawatir aku akan menolong Din Yin Gege",kata Chen Si Lei nada menenangkan hati Sheng Li Na yang menggangguk kepala untuk menjawab Chen Si Lei.


"Iya kau tolonglah dia untuk ku dan anak kami yang berada di dalam kandungan ku yang merupakan keponakan mu Paduka",kata Sheng Li Na halus memohon pertolongan kepada Chen Si Lei untuk membantu Le Din Yin.


"Iya soso",jawab Chen Si Lei halus pada wanita yang sedang hamil muda itu yang juga calon kakak iparnya yang ke empat dari pihak dalam.


Chen Si Lei berkelebat cepat untuk menolong Le Din Yin yang sudah nyaris terluka oleh serangan maut dari musuhnya yang ganas dan kejam itu.


"Koko mundurlah",kata Chen Si Lei menangkis serangan maut untuk menolong Le Din Yin dengan cepat.


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!


Chen Si Lei berhasil menolong nyawa Le Din Yin dengan memutuskan hubungan mukjizat dari Le Din Yin dan musuhnya.


Chen Si Lei menyambar Le Din Yin yang sudah akan jatuh ke danau barat dengan cepat dan melemparkan Le Din Yin ke arah Sheng Li Na yang di bantu oleh Chu Man Tian menangkap tubuh Le Din Yin yang sudah pingsan karena mengalami luka parah pada dada kiri nya oleh serangan maut dari pihak musuhnya.


"Din Yin Gege bertahanlah.Aku akan menolong mu",kata Sheng Li Na memeluk Le Din Yin yang tergeletak pingsan.


"Nyonya Muda izinkan hamba untuk menolong Pangeran Muda Le Din Yin",Chu Man Tian segera menawarkan diri untuk menolong Le Din Yin.


"Ya silakan..cepatlah kau tolong suamiku",kata Sheng Li Na segera menyerahkan pengobatan Le Din Yin kepada Chu Man Tian yang segera menggunakan ilmu nya untuk menyembuhkan luka dalam tubuh Le Din Yin.


Chen Si Lei menggunakan ilmu silat kun lun pai yang sangat hebat dan lihai sekali untuk menghadapi tantangan musuh sakti yang sedang bertarung melawannya di tengah danau barat,Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti Bu Tong Pai menyerang hebat sehingga pria ganas itu terkejut sekali karena lihai nya Chen Si Lei sama sekali tidak pernah kakek itu duga.


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!


Kakek itu mengeluarkan ilmu pukulan hawa sakti sesat yang sangat hebat dan ganas,tetapi Chen Si Lei mengeluarkan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat membuat kakek itu memekik ngeri menghadapi serangan maut dari Chen Si Lei yang disertai dengan ilmu sakti Bu Tong Pai yang bersih dan hebat.


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!


Chen Si Lei melompat cepat mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti untuk dapat membunuh organ tubuh pria tua itu sehingga Chen Si Lei bisa menghadapi orang sakti yang berada di dasar danau barat yang sedang bertarung melawan wakil ketua Sekte Bintang Putih yang menurut laporan dari Xiao Nai kepada Chen Si Lei melalui teriakan pria itu kepadanya.


"Suhu",teriak Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih berusaha untuk membantu suhunya menghadapi lawan tangguh tetapi dia tidak bisa karena tidak tahu jalan menuju ke dasar danau barat yang sangat dalam itu.


Wuttttt !!


Chen Si Lei berkelebat cepat menghantam hancur pria sakti yang menjadi lawan nya.


Kemudian Chen Si Lei mengerahkan ilmu mukjizat untuk membuka pintu masuk ke dalam dasar danau barat untuk membantu para kaum persilatan bersih yang sedang bertarung melawan para musuh lain yang berada di dalam dasar danau barat bersama ketua Sekte Bintang Putih dan Ketua Sekte Rajah Walet.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Blaarrrr !!


Brussshhhhh !!


Chen Si Lei menukik cepat untuk terjun ke dasar danau barat yang sudah terbuka lebar untuk Chen Si Lei dapat masuk ke dalam ruang bawah tanah yang berada di dasar danau barat dan sesudah Chen Si Lei masuk,pintu dasar danau barat telah tertutup kembali dan menjadi air danau yang sangat dalam sekali dan jernih.


"Celaka Paduka!!",teriak Le Din Yin sesudah sadar dari pingsan menjadi kaget dan panik melihat Chen Si Lei terjun ke dasar air danau barat.


"Din Yin Gege kau sudah sembuh dan sadar kembali",kata Sheng Li Na memeluk Le Din Yin dengan senang sekali bahwa Le Din Yin berhasil di selamatkan oleh Chu Man Tian yang juga terkejut sekali melihat Chen Si Lei terjun ke dasar danau barat.


"Aku harus menolong Paduka",kata Le Din Yin melepaskan diri dari pelukan Sheng Li Na yang menahannya untuk menyelamatkan Chen Si Lei.


"Tidak kau tak boleh pergi ke tempat berbahaya itu karena kau bisa mati dan aku dan anakku, bagaimana jika kau sampai meninggal dunia?!", Sheng Li Na berniat untuk mencegah Le Din Yin pergi menyelamatkan Chen Si Lei.


"Aku harus tetap menyelamatkan Paduka.Sheng Li Na aku seorang prajurit yang wajib melindungi Paduka ku.Minggir kau",kata Le Din Yin segera melepaskan diri dengan cepat dari pelukan Sheng Li Na yang akan menjadi istri keduanya yang sedang hamil muda calon bayinya yang pertama karena Su Mu Yun istri pertama Le Din Yin tidak bisa memberikan keturunan kepada Le Din Yin.


"Le Din Yin aku minta maaf karena aku bukan wanita yang sempurna,aku memiliki rahim yang sulit sekali untuk aku bisa hamil dan melahirkan,aku tak pernah bisa menjadi ibu bagi anak -anak mu",kata Su Mu Yun menangis sedih pada awal hari pernikahan mereka beberapa bulan yang lalu di kota besar Ming yang bertepatan dengan hari bakcang dan juga hari pernikahan Chen Si Lei dan Hua Erl bersama Xiao Kai Zhong dan Zijie.


Le Din Yin menerima kenyataan bahwa istrinya tidak akan pernah memberikan ia keturunan karena itu dia memilih Sheng Li Na untuk membantu nya mendapatkan keturunan untuk masa depan hidupnya di keluarga Le dan Chen terutama untuk keluarga Chen yang menjadi keluarga kandung nya.


"Koko Chen Lun sudah menikah Soso Nian Chi sekitar dua tahun yang lalu dan sekarang mereka sedang menunggu kelahiran anak pertama mereka, koko Chen Song sudah menikah Soso Nian Yu sekitar setahun yang lalu dan sekarang juga sama sedang menanti kelahiran anak pertama mereka,sedangkan cici Chen Li menikah dengan Cihu Ning Yi sekitar tujuh bulan yang lalu dan sekarang cici juga sedang hamil anak pertama untuk Cihu Ning Yi",kata Chen Si Lei menceritakan tentang keluarga kandung Le Din Yin dan Chen Si Lei sekitar sebulan yang lalu di perjalanan menuju ke arah wilayah Lan Zhou karena itu Le Din Yin sangat ingin sekali mengikuti jejak mereka yang menjadi saudara dan saudari kandung nya.


"Aku juga menginginkan kehidupan yang bahagia seperti kedua koko dan cici ku ,aku juga ingin berjumpa dengan ayah dan ibu kandung ku dengan memberikan mereka seorang cucu laki-laki keturunan langsung dari ku yang menjadi generasi kedua mereka",pikir Le Din Yin dalam hatinya pada saat itu.


"Aku memilih mu hanya untuk bisa memberikan ku keturunan tetapi aku tak bisa mencintaimu seperti aku mencintai Su Mu Yun karena itu kau tidak pernah bisa mengaturku dan mencegah ku untuk menolong saudara kembar tak identik ku yang sangat aku sayangi dan sangat penting dalam kehidupan ku dan Tionggoan terutama sangat membutuhkan nya",kata Le Din Yin menepis tangan Sheng Li Na yang panik sekali melihat Le Din Yin marah kepadanya dan melompat ke dasar danau barat bersama Chu Man Tian untuk membantu Chen Si Lei.


Byurrr !!


"Din Yin Gege!!",jerit tangis Sheng Li Na memeluk tiang jembatan di danau barat.


Tapi Le Din Yin tidak mempedulikan teriakan dan tangisan Sheng Li Na.Le Din Yin fokus untuk mencari cara untuk menolong Chen Si Lei yang terkunci dan terjebak di dalam dasar danau barat yang tertutup bagi orang -orang biasa seperti mereka tetapi Le Din Yin tidak pernah putus asa untuk berusaha menyelamatkan saudara kembar tak identik nya itu.


"Pangeran Muda Le Din Yin coba Anda gunakan ilmu mukjizat bersih di satukan dengan ilmu hamba untuk membuka pintu dasar tanah dalam danau barat ini",


Le Din Yin setuju dengan pendapat Chu Man Tian untuk menyatukan kedua ilmu mukjizat mereka berdua untuk membuka pintu masuk ke dalam penjara bawah tanah dalam danau barat yang mengunci Chen Si Lei.


"Hahahaha hahahaha kalian berdua tidak akan pernah bisa menolong bocah itu dari penjara bawah tanah dasar danau barat yang aku ciptakan untuk membunuh bocah penghalang kami!!!", hardik seorang wanita sadis yang berada di atas air danau barat.


Chu Man Tian dan Le Din Yin terkejut sekali melihat ada wanita sakti yang sudah menyerang mereka secara sadis sekali tetapi mereka terlindungi oleh Sheng Li Na yang dengan cepat menggerakkan pecut untuk menghadapi wanita sadis itu dan mereka berdua bisa fokus untuk membebaskan Chen Si Lei dan para kaum bersih yang terkunci di dalam penjara bawah tanah dalam danau barat.


"Perempuan laknat aku bunuh kau !!", teriak Sheng Li Na melontarkan pecut nya ke arah wanita sadis itu dengan sadis juga.


Tarrrrr !!


Serrr !!


Wuttttt !!!


Plakkkk !!


Dessssssss


Sebuah serangan maut menangkis serangan kejam yang di lakukan oleh wanita itu kepada Sheng Li Na telah terhalang oleh Le Din Yin yang sudah sangat cepat menghantam hancur perut wanita sadis itu.


"Aghhhhh",jerit wanita itu tewas oleh ilmu mukjizat Le Din Yin.

__ADS_1


Le Din Yin sudah berkelebat cepat untuk segera menolong Sheng Li Na yang terjatuh ke dalam air danau barat, tetapi seorang pria lain sudah menolong Sheng Li Na lebih dahulu dari Le Din Yin.


Brrrrrrrrrrrrr! !


Pria itu membaringkan Sheng Li Na di lantai jembatan penyeberangan di danau barat.


"Sheng Li Na bangunlah",kata pria itu terlihat begitu mencintai Sheng Li Na.


"Li Kun",kata Sheng Li Na terlihat lemah sekali dalam pelukan pria yang bernama Li Kun yang di dengar dengan jelas oleh Le Din Yin yang sangat cemburu saat itu juga.


"Mundur kau !!Jangan sentuh wanita ku!!",hardik Le Din Yin mengambil Sheng Li Na dari pria yang memeluk kekasihnya.


"Din Yin Gege kau jangan marah kepada Li Kun,dia sudah menolong aku",Sheng Li Na meminta Le Din Yin tidak marah kepada pria bernama Li Kun.


Le Din Yin tidak menghiraukan perkataan Sheng Li Na yang meminta nya untuk tidak marah kepada Li Kun pria saingan Le Din Yin.


Le Din Yin jauh lebih konsentrasi kepada janin yang berada di rahim Sheng Li Na adalah anak nya terutama yang paling utama dan penting bagi nya.


"Aku juga sudah menolong mu dengan membunuh Dewi Rusa Hitam untuk mu dan anak kita",kata Le Din Yin memeluk Sheng Li Na seraya cemas kepada janin di dalam kandungan Sheng Li Na.


"Anak kita baik-baik saja",kata Sheng Li Na nada menenangkan hati Le Din Yin.


Le Din Yin memeriksa kandungan Sheng Li Na dengan cermat dan teliti sekali dan Sheng Li Na terharu dengan rasa cinta yang di berikan oleh Le Din Yin terhadap ia dan bayinya.


"Ah syukurlah bayi kita baik -baik saja",kata Le Din Yin mempererat pelukan nya.


Tapi Li Kun memandang mereka berdua dengan tatapan mata marah karena rasa cemburu terhadap Le Din Yin yang memiliki Sheng Li Na yang dahulunya adalah wanita yang sangat di cintai oleh Li Kun yang tumbuh besar bersama -sama di kota Hang.


"Sheng Li Na kenapa kau memilih untuk bersama Pendekar naga sungai Li dari ku yang sudah lama sekali mencintaimu?",tanya Li Kun sedih sekali.


"Karena aku hanya menganggap kamu sebagai sahabatku.Aku hanya mencintai Le Din Yin Gege seorang",jawab Sheng Li Na memeluk Le Din Yin dengan mesra.


Le Din Yin memeluk Sheng Li Na seraya memandang Li Kun dengan tatapan mata tajam untuk menantang pria itu dengan berani dan Le Din Yin tersenyum menang dari Li Kun dalam mendapatkan cinta dan kasih sayang Sheng Li Na yang sudah menjadi milik Le Din Yin sepenuhnya.


"Bedebah kau Le Din Yin !!Ku bunuh kau !!",hardik Li Kun menerjang hebat ke arah Le Din Yin yang sudah cepat menyerahkan Sheng Li Na kepada Xiao Nai .


"Sobat tolong kau jaga wanitaku dengan baik",kata Le Din Yin ramah kepada Xiao Nai.


"Ya baiklah",jawab Xiao Nai ramah juga kepada Le Din Yin yang sangat hebat dan lihai sekali di pandangan mata Xiao Nai.


Le Din Yin sudah berkelebat cepat menggerakkan pedang melawan pedang yang di mainkan oleh Li Kun secara cepat dan hebat juga sangat lihai bukan main.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Sementara itu Chu Man Tian berjuang keras untuk membuka pintu penjara yang mengurung Chen Si Lei yang terlihat sedang bertarung melawan para musuh lain di dalam penjara bawah tanah air danau barat, Chu Man Tian mengerahkan ilmu mukjizat yang akhirnya berhasil juga membuka pintu tersebut.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Chu Man Tian membuat penjara ter rendam air danau barat sehingga Chen Si Lei bertarung melawan para musuh di dalam air danau barat.


"Paduka hamba sudah datang untuk membantu Paduka",kata Chu Man Tian yang segera bertarung melawan seorang pria sakti yang ingin membunuh Chen Si Lei di belakang pria itu.


Wuttttt !!


Plakkkkkk!!


Crakkkkkk !!


Chu Man Tian berhasil membunuh pria sadis itu dan kini Chu Man Tian berenang menyelamatkan seorang gadis yang mengapung dalam keadaan pingsan.


"Chu Man Tian bawa dia keluar dari danau ini",kata Chen Si Lei melalui kode tanpa suara karena sibuk melawan musuh sakti yang sudah membunuh gurunya Xiao Nai dengan keji.


"Iya",jawab Chu Man Tian dengan tatapan mata sebagai jawaban kepada Chen Si Lei seraya berenang ke permukaan air danau barat.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat


membunuh semua musuh sakti secara cepat dan hebat sekali.


Wuttttt !!


Plakkkk !!


Brrrrrrrrrrrrr!!


Chen Si Lei menggunakan pedang membabat habis kepala Ratu Han Yi beserta keluarganya yang sedang bertarung sengit melawan Nona Li San San.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Paduka",panggil Li San San menangis sedih kehilangan ibu dan kedua kakaknya yang tewas dalam pertarungan secara adil melawan Ratu Han Yi dan keluarga.


Chen Si Lei menggunakan jemari nya untuk gadis itu berdiri berhadapan dengan nya, lalu Chen Si Lei memeluk gadis itu untuk memberikan penghiburan yang sangat besar untuk gadis ini kuat dan tabah dalam menghadapi kehidupan yang sangat keras dan kejam ini.


"Paduka ",panggil Putri Qiu Chao yang sudah datang bersama Xiao Ming kepada Chen Si Lei.


Chen Si Lei menoleh ke arah Putri Qiu Chao yang sudah masuk ke dalam pelukan nya juga dengan perasaan penuh kasih sayang terhadap pria sakti yang sangat hebat sekali.


Chen Si Lei melihat para pengikut setia nya sudah bersujud hormat kepadanya di dekatnya juga,"terima kasih atas bantuan kalian kepada ku".


"Wu Sin Hao kau bantu Le Din Yin menghadapi musuh yang berada di jembatan sana",perintah Chen Si Lei kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao


"Siap Paduka hamba laksanakan",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat ke arah jembatan di tengah danau barat dan membantu Le Din Yin habisi musuh sakti yang bernama Li Shang yang merupakan salah satu dari anggota Sekte Sesat Tujuh Dewa Ayam Sakti yang belum tewas dalam serbuan pasukan Chu Man Tian yang menyerang markas besar Sekte Tujuh Dewa Ayam Sakti dan berhasil membunuh sejumlah orang musuh sakti yang berada di dalam markas besar Sekte Tujuh Dewa Ayam Sakti.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Prakkk !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memukul kepala pria ganas itu dengan golok secara cepat sehingga musuh sakti itu tewas dalam keadaan mengerikan yaitu kepala remuk.


Le Din Yin berkelebat cepat membabat habis kepala Li Kun yang terkejut melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah menghabisi saudaranya secara cepat dan ganas sekali sehingga Li Kun tak bisa menahan serangan maut yang di lakukan oleh Le Din Yin terhadapnya.


Crakkkkkk !!


"Sheng Li Na",panggil Le Din Yin segera memeluk kekasihnya di hadapan Xiao Nai yang sedang menangis untuk gurunya yang tewas dalam serangan maut dari pihak musuh tetapi Xiao Nai mengagumi perjuangan besar gurunya yang sangat hebat dalam melindungi rakyat di kota Hang.


"Suheng",panggil seorang gadis remaja berusia cantik jelita sekali memakai baju hijau datang kepada Xiao Nai yang segera mengenali adik seperguruan nya itu.


"Qin Qin ",


Qin Qin gadis itu bersujud memeluk jasad ayahnya yang merupakan guru dari Xiao Nai.


"Suheng ,aku akan memakamkan ayah di perguruan kita",kata gadis itu.


"Ya Sumoi",jawab Xiao Nai cepat menggendong jasad gurunya untuk secepatnya di makamkan secara baik dan benar di markas besar Sekte Bintang Putih.


Chu Man Tian mengerahkan ilmu mukjizat untuk mengobati luka parah dari Nona Yao Ying di bawah pohon rindang di tepi danau barat, Chen Si Lei berjalan menuju ke tempat Chu Man Tian berada di ikuti oleh Putri Qiu Chao dan Nona Li San San serta para pengikut setia nya di belakangnya.


"Chu Man Tian mundurlah,biar aku yang mengobati luka dalam tubuh Nona Yao Ying",kata Chen Si Lei yang segera melanjutkan pengobatan terhadap Nona Yao Ying yang sangat parah sekali.


"Aku harus menemukan obat untuk aku dapat menyelamatkan nyawa Nona Yao Ying",kata Xiao Ming terlihat begitu menyayangi gadis yang sedang di obati lukanya oleh Chen Si Lei.


"Obat nya apa ?",tanya Le Din Yin sudah datang ke tempat ini bersama Sheng Li Na.


"Pil hati ular hijau yang berada di puncak gunung Er",jawab Xiao Ming yang sudah berkelebat cepat ke arah gunung Er.


"Kami akan membantu mu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Zhang Xun bersamaan karena mereka menyukai Xiao Ming yang merupakan pendekar kaum bersih yang sangat baik hati dan berbakat.


"Terimakasih",jawab Xiao Ming melalui khikang.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Paduka silakan menggunakan rumah hamba untuk mengobati Nona Yao Ying di rumah hamba ",kata Xiao Nai yang sudah kembali ke sisi Chen Si Lei.


"Baik terimakasih",kata Chen Si Lei seraya memerintahkan Shu Luo menggendong gadis yang sedang terluka parah itu.


'Rumah Kediaman Keluarga Xiao Nai '.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti matahari untuk mengobati luka parah dari Nona Yao Ying yang sangat parah sekali sehingga memerlukan waktu yang sangat lama dalam mengobati nya, apalagi Chen Si Lei harus dapat menunggu obat yang sedang di ambil dari puncak gunung Er oleh Xiao Ming di bantu oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti ke gunung Er.


Sementara itu, Chu Man Tian pergi ke hutan Kamboja putih bersama Wang Bao Pendekar Angin Sakti untuk menjemput Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih dan Wang Li Ya keponakan Wang Bao yang sudah menunggu di jemput oleh pihak Chen Si Lei agar mereka berkumpul kembali di tempat yang sama dengan pihak Chen Si Lei, terutama Chu Man Tian bisa berkumpul bersama istrinya dan Wang Bao bisa berkumpul bersama keponakannya.


Xiao Nai dan keluarganya sibuk mengurus pemakaman untuk gurunya yang di bantu oleh pihak Chen Si Lei yang memerintahkan pihak pemerintahan bagian pemakaman untuk para pejuang yang sudah gugur berjuang melawan musuh yang berkhianat terhadap Kekaisaran Tang Agung.


Le Din Yin dan Sheng Li Na berada di dalam ruangan tempat Chen Si Lei sedang mengobati Nona Yao Ying, mereka setia menemani Chen Si Lei di sana bersama Putri Qiu Chao dan Nona Li San San yang sudah sibuk membantu Chen Si Lei untuk makan dan sebagainya.


Para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah bertugas kembali seperti semula yaitu menjadi barisan depan dan berbagai arah untuk melindungi Chen Si Lei di dalam perjalanan nya sebagai seorang pendekar kaum bersih maupun seorang Kaisar Tang Agung yang sedang menjalankan misinya untuk membahagiakan rakyatnya yang sangat besar dan penting dalam kehidupan Chen Si Lei.


"Gunung Er dekat kuil Cin di seberang sana",kata Teng Bi San sudah tiba di rumah Xiao Nai.


"Iya aku tahu tapi kita harus memberitahu Paduka jika kita ingin segera ke kota Zhao untuk menyelamatkan adik mu yang di tawan oleh adik Ratu Han Yi di kuil Cin",kata Chu Man Tian, mereka memasuki ruangan Chen Si Lei.


Mereka melihat Chen Si Lei masih mengobati luka Nona Yao Ying dengan cermat dan teliti juga terlihat bahwa Chen Si Lei adalah seorang yang sangat peduli pada setiap orang yang menjadi saudara, teman, sahabat ,kerabat maupun kenalan biasa saja,bagi Chen Si Lei semua orang itu adalah nyawanya karena mereka adalah bagian dari kehidupan ku di dunia ini.


"Cinta yang kau berikan sangat besar dan luas maknanya Chen Si Lei ",kata Le Din Yin yang amat mengagumi Chen Si Lei .


"Tentu saja hidup di dunia hanya sementara karena itu kita harus selalu berbuat kebajikan dan kebaikan untuk semua orang bahagia hidup bersama kita",Chen Si Lei menjawab Le Din Yin dengan perasaan kasih sayang terhadap semua orang itu sama besarnya dengan perasaan kasih sayang Chen Si Lei terhadap bumi dan langit serta isinya.


"Paduka",panggil Chu Man Tian datang ke Chen Si Lei.


"Ya ada apa Chu Man Tian ?",


"Hamba berdua ingin pamit kepada Paduka untuk segera pergi ke kota Zhao untuk kami bisa segera menolong adik kami dari pihak musuh yang berada di kota Zhao yang berada di seberang sana",jawab Chu Man Tian yang menjura hormat kepada Chen Si Lei di ikuti oleh Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih.


"Baiklah aku izinkan dan tunggulah aku di sana usai aku mengobati luka Yao Ying aku pasti akan segera memberikan bantuan kepada kalian berdua",kata Chen Si Lei ramah pada kedua orang pengikutnya itu.


"Terimakasih Paduka",jawab Chu Man Tian dan Teng Bi San bersamaan.


Lalu mereka berdua segera pergi dari ruangan Chen Si Lei untuk secepatnya ke kota Zhao, sedangkan Chen Si Lei memutuskan untuk pergi ke puncak gunung Er untuk mendapatkan obat yang dapat menyembuhkan luka pada Nona Yao Ying untuk Chen Si Lei dapat memenuhi permintaan terakhir dari Yao Mi Li beberapa bulan yang lalu.

__ADS_1


"Kalian jaga Yao Ying baik-baik di sini.Aku pergi dulu ke gunung Er",kata Chen Si Lei berkelebat cepat keluar dari rumah Xiao Nai.


"Aku ikut!!",teriak Le Din Yin berkelebat cepat mengikuti Chen Si Lei dengan cepat meninggalkan Sheng Li Na bersama Putri Qiu Chao dan Nona Li San San di rumah Xiao Nai.


__ADS_2