
"Gege sekarang kita harus pergi ke mana ?", tanya Sin Yue Qing mengikuti Chen Si Lei bersama Li Shao Ning.
"Emm kemana saja yang penting kita bisa bersama -sama ", jawab Chen Si Lei di tengah mereka berdua.
"Terutama kita harus segera mencari tempat untuk bernaung di suatu tempat untuk malam ini dan juga kita harus segera mencari makan",kata Li Shao Ning.
"Ya kau benar sekali ", jawab Chen Si Lei menggandeng tangan kedua orang istri nya.
Mereka bertiga menemukan sebuah rumah sewa untuk mereka bertiga tempati di sebuah kota kecil yang bernama 'Kota Buah Mengkudu '.
" Wah sekarang kita berbagi tugas untuk membuat rumah sewa kita bisa nyaman ",kata Li Shao Ning begitu mereka bertiga menemukan rumah sederhana yang bisa mereka tempati .
"Aku bagian urusan masak untuk kita bertiga ", kata Chen Si Lei memilih untuk ke dapur.
"Aku bagian urusan membersihkan pakaian dan tanaman hias di depan rumah ", kata Sin Yue Qing mengambil pakaian kotor dari sebuah keranjang pakaian di sudut ruang keluarga.
"Ya aku bagian urusan bersih -bersih ", kata Li Shao Ning mengambil peralatan dan perlengkapan bersih -bersih.
Li Shao Ning mengamati bahan -bahan masakan yang hampir memenuhi meja dapur mereka.
"Koko Lei Lei kamu mau masak apa ?",
"Hmm tidak tahu ", Chen Si Lei berdeham sembari melipat kedua tangannya.
"Shao Ning, bisa ajari aku memasak selain masak pangsit kuah yang menjadi satu -satunya keahlian ku selain aku bisa memanggang daging ?",tanya Chen Si Lei dengan menatap Li Shao Ning yang alis nya bertaut ,keheranan.
"Aku tidak bisa tergantung terus sama kalian berdua dan para pelayan atau yang lainnya ", mata Chen Si Lei tertuju pada tumpukan bahan.
"Mau sampai aku jadi seorang Tuan Besar yang manja?",
Li Shao Ning terkikik pelan ,tetapi ada kekaguman yang terselip saat Chen Si Lei melontarkan niatnya untuk belajar memasak lebih banyak lagi dari Li Shao Ning dan Sin Yue Qing, tapi karena Sin Yue Qing sedang sibuk dengan kegiatan lainnya ,maka Li Shao Ning pilihannya untuk membantunya dalam kegiatan masak .
"Aku tidak keberatan masak untuk kamu .Tapi, kalau memang kau ingin belajar, kenapa tidak ?Selain pangsit kuah dan memanggang daging, bisa masak apa lagi ?",
"Air. Kalau tidak bisa masak air, mana mungkin pangsit nya bisa di rebus ?",
Kali ini Li Shao Ning tergelak sampai perutnya sakit. Chen Si Lei hanya menatap dan mengedikkan bahu sambil memilah -milah bahan mana yang akan dia masak untuk makan malam mereka bertiga.
"Lucu, ya?",Chen Si Lei menggelitik pinggang Li Shao Ning untuk menghentikan tawa istrinya itu.
"Ya ya aku tidak tertawakan mu lagi ", Li Shao Ning memukul lengannya dengan menghentikan gelitik yang di lakukan oleh Chen Si Lei terhadapnya.
Chen Si Lei malah menggunakan kesempatan ini untuk menciumnya mesra sekali pada bibir manis Li Shao Ning yang berhenti untuk menggoda nya lagi.
"Akhirnya kau bisa diam juga, ya?",tanya Chen Si Lei .
Li Shao Ning mengangguk seraya menyeka air matanya, lalu menghela napas untuk meredakan tawa.
"Ayo,kita masak sesuatu untuk makan malam kita yang di buat kacau balau oleh mu . Tentunya bukan pangsit kuah",matanya menangkap bahan yang ada di atas meja dapur.
Beberapa menit kemudian, dapur sudah di penuhi oleh berbagai suara. Mulai dari bunyi peralatan dapur yang saling beradu hingga perintah Li Shao Ning yang bersahutan dengan pertanyaan singkat dari Chen Si Lei.
" Aku sudah menyalakan api sesuai perintah mu ",kata Chen Si Lei melakukan cara masak seperti petunjuk Li Shao Ning .
"Ah sudahlah sebaiknya kau bersih -bersih saja dan serahkan urusan masak pada ku",kata Li Shao Ning mengambil peralatan dan perlengkapan masak dari Chen Si Lei yang mengangkat kedua tangannya tandanya dia menyerahkan tugas ini kepada Li Shao Ning.
Lalu Chen Si Lei pergi ke ruangan lain untuk melihat Sin Yue Qing yang sedang mencuci pakaian di belakang rumah ada sumur.
"Apakah kau bisa mencuci pakaian ?", tanya Chen Si Lei membantu Sin Yue Qing untuk mengambil air dari sumur.
"Bisa ,lihat saja di belakang mu .Aku sudah membuat tali jemur untuk menjemur pakaian kita bertiga ", jawab Sin Yue Qing sembari mencuci pakaian dengan cara memukul pakaian dengan tongkat memukul pakaian dan memberi sabun khusus untuk mencuci pakaian karya Melani.
"Baiklah aku akan bantu untuk menyapu dan mengepel lantai lalu mengelap tiap barang di dalam rumah kita ", kata Chen Si Lei mengambil peralatan bersih -bersih rumah.
Tetapi ada beberapa orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin sudah datang ke rumah itu dan mereka mengambil alih urusan rumah tangga dari Chen Si Lei dan kedua orang istrinya.
"Paduka Permaisuri Li Shao Ning silakan anda tunggu di luar dapur untuk urusan masak dan serahkan saja kepada hamba ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Hmm baiklah ", jawab Li Shao Ning mundur dari dapur dan duduk di kursi ruang keluarga bersama Chen Si Lei dan Sin Yue Qing yang tugasnya di ambil alih oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Tugas kita apa ?", tanya Sin Yue Qing seraya mengambil cawan keramik isi air putih untuk dia minum.
"Mandi dan rapi - rapi lalu makan malam begitu sudah siap ", jawab Chen Si Lei .
"Baiklah aku mandi sendiri saja ", kata Sin Yue Qing berjalan menuju ke kamar mandi.
"Aku juga ingin mandi ", kata Li Shao Ning mengikuti Sin Yue Qing menuju ke arah kamar mandi khusus untuknya.
"Ya kita mandi bersama saja agar cepat rapi ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah kamar mandi dan mandi bersama kedua orang istrinya.
Lalu Chen Si Lei merapikan kedua orang istrinya dengan pakaian dan riasan yang sangat cantik sekali di pakai oleh kedua orang istrinya yang juga merapikan diri nya dengan merias Chen Si Lei dengan penampilan seorang pendekar muda yang sangat tampan sekali.
"Paduka silakan anda bertiga makan malam yang sudah hamba siapkan untuk Paduka bertiga ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dari ruang makan.
"Ya terimakasih, Wu Sin Hao ", jawab Chen Si Lei berjalan bersama Li Shao Ning dan Sin Yue Qing keluar dari kamar mereka dan tiba di ruang makan untuk makan malam bersama.
" Koko Lei Lei, aku merasakan ada yang aneh dari kota kecil buah mengkudu ini", kata Li Shao Ning saat mereka bertiga sedang makan malam.
"Ya aku juga merasa orang yang mengintai dan mengikuti kita sejak kita datang ke kota ini ", kata Sin Yue Qing menikmati buah mangga.
"Ada beberapa orang memiliki aroma sesat yang sudah menunggu kita di kota ini ", kata Chen Si Lei seraya minum air putih dari cawan keramik khususnya.
Dan baru saja mereka bertiga bicara, tiba-tiba muncul sejumlah senjata rahasia meluncur dari arah jendela rumah itu.
Wuttttt !!
Cranggg !!
Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata rahasia dari jendela rumah bagian ruang makan.
Lalu sekelompok orang berpakaian ninja berkelebat cepat dan masuk ke dalam rumah dari jendela kamar lain.
__ADS_1
"Paduka hamba datang",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah berada di depan Chen Si Lei dengan senjata mereka masing - masing.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti ternyata kau sangat hebat sekali bisa mengetahui kehadiran kami di sekitar dirimu dan kedua orang isteri mu serta gadis cantik di luar rumah mu ",kata salah seorang dari anggota Sekte Ninja Sesat Elang Biru.
"Oh Zhang Xiao Yan juga bisa berada di kota kecil buah mengkudu ", kata Li Shao Ning sudah mengeluarkan pedang payung untuk bersiap menghadapi musuh.
"Ya Paduka hamba berada di luar rumah anda untuk menjaga anda berdua yang menjadi majikan hamba ", jawab Zhang Xiao Yan berkelebat cepat untuk berada di dekat Li Shao Ning dan Sin Yue Qing yang sudah mengeluarkan pedang untuk menghadapi para musuh.
"Wah bagus kalian semua berkumpul bersama di rumah ini ,maka kami tidak perlu menunggu sampai kalian datang untuk kami habisi bersama -sama ", kata salah seorang dari anggota Sekte Ninja Sesat Elang Biru mengeluarkan pedang sesat menyerang mereka semua.
Maka Chen Si Lei, Li Shao Ning dan Sin Yue Qing serta Zhang Xiao Yan dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti segera mulai bertarung melawan para musuh dengan kehebatan mereka masing -masing untuk melindungi diri dan orang -orang yang mereka sayang.
Wuttttt !!
Trangggggg !!!
Trangggggg!!!
Trangggggg !!!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menangkis serangan senjata tajam para musuh dengan hebat sekali sehingga para musuh terkejut sekali melihat kelihaian mereka.
Chen Si Lei sudah bergerak cepat menggerakkan kipas sakti menghantam hancur para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
Li Shao Ning menggerakkan payung untuk menangkis pedang milik seorang pria ganas yang menyerangnya dengan ilmu pedang mukjizat sesat yang ganas.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Sin Yue Qing berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat di sekitar dirinya dengan ilmu pedang mukjizat Kerajaan Han Kuno.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Wushhh !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti membabat habis para musuh sakti sesat di sekitar meja makan hingga berantakan.
Wushhh !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti di sekitar Li Shao Ning dengan ilmu golok sakti nya.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!!
Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti menghantam hancur para musuh sakti sesat yang berada di ruang tamu.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin yang lihai.
Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis kepala musuh di sekitar Li Shao Ning dan Sin Yue Qing dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
__ADS_1
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei tidak memberikan kesempatan bagi musuh untuk mendekati kedua orang istrinya, maka ia membabat habis sejumlah besar musuh dengan ilmu pedang rajawali emas sakti dan di sertai ilmu mukjizat piramida sakti di tangan kiri.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
Li Shao Ning menggunakan ilmu pedang payung langit biru menyerang pria yang menggunakan senjata pedang melengkung yang sangat ganas sekali sehingga Li Shao Ning harus menggunakan ilmu ginkang nya untuk menghindari serangan maut dari pihak musuh.
Wushhh !!
Cranggg !!
"Aghhhhhh !!", teriak musuh itu kaget sekali karena pedangnya hancur oleh ilmu mukjizat pedang naga Siluman milik Sin Yue Qing yang sudah berkelebat cepat memenggal kepala pria itu.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Tapi ada sebuah senjata rahasia berbentuk bintang menyerang Sin Yue Qing dari samping kanan di saat Sin Yue Qing fokus untuk menghadapi para musuh yang menyerangnya dari depan dan samping kiri.
"Permaisuri Sin Yue Qing awas. ..!!",teriak Zhang Xiao Yan melompat ke arah Sin Yue Qing dan tertusuk senjata rahasia itu tepat mengenai jantungnya.
Jlebbbb !!
"Xiao Yan. ..!!",teriak Sin Yue Qing terkejut sekali karena Zhang Xiao Yan terluka karena melindunginya dari pihak musuh.
Namun Sin Yue Qing harus tetap memberikan perlawanan terhadap para musuh dengan kehebatan nya.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Crakkkkkk!!
Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata tajam seorang pria yang ingin membunuh Sin Yue Qing dengan ilmu pedang rajawali emas sakti dan ia langsung membabat habis kepala pria itu.
Li Shao Ning cepat menolong Zhang Xiao Yan yang sudah terluka pada jantung nya terkena senjata rahasia milik musuh yang menyerang Sin Yue Qing.
" Xiao Yan bertahanlah aku akan menolong mu ", kata Li Shao Ning yang sangat baik hati ingin menolong Zhang Xiao Yan tetapi gadis itu tidak mau di obati oleh Li Shao Ning.
"Permaisuri Li Shao Ning, hamba tidak pantas untuk menjadi seorang manusia biasa lagi karena hamba akan menjadi beban masalah bagi Permaisuri dan Paduka Kaisar ", kata Zhang Xiao Yan menangis untuk menyatakan perasaan bersalah .
"Kau sama sekali tidak pernah menjadi beban kami ",kata Li Shao Ning merasa iba dan simpati terhadap gadis malang itu.
"Ya kau tidak pernah menjadi beban kami ,justru kami yang menjadi beban mu karena kami pernah berhutang budi dengan mu ",kata Sin Yue Qing menangis.
"Paduka hamba tidak pernah merasa segala perbuatan hamba di masa lalu sebagai suatu budi untuk anda membalas kebaikan hamba karena hamba hanya melakukan tugas sebagai seorang yang memiliki perasaan kepada Paduka Kaisar ",kata Zhang Xiao Yan meraih jemari Sin Yue Qing dan Li Shao Ning untuk terakhir kalinya sebelum ia meninggal dunia lagi.
"Putri Naga Langit Timur aku ucapkan terima kasih atas perasaan mu kepada ku tapi aku tak bisa menerima perasaan mu lebih dari perasaan seorang teman, jadi aku minta lepaskan kalung alam semesta dari ku .Sekarang juga untuk kita tidak ada lagi hubungan ", kata Chen Si Lei tegas sekali kepada Putri Naga Langit Timur yang merasa sedih sekali karena Chen Si Lei benar-benar menolak dirinya.
"Koko Lei Lei kenapa kau bisa tega sekali kepada Zhang Xiao Yan ?", tanya Li Shao Ning.
"Ya kenapa kau tetap bersikeras untuk menolak takdir mu ?",Sin Yue Qing juga.
"Jika aku lemah maka ia akan mengikat ku terus menerus sampai kapan ,aku bisa terlepas dari lingkaran perasaan cinta sepihak dari nya hanya karena alasan balas budi dan ingin membantu ku dari Kaisar Langit pusat. Aku sendiri yang bisa menentukan pilihan hati ku bukan Kaisar Langit pusat maupun siapa pun di seluruh alam semesta raya ", jawab Chen Si Lei lebih tegas sekali.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat harpa surgawi memutuskan kalung alam semesta milik Putri Naga Langit Timur yang menjerit kaget sekali dan kesakitan.
Wushhh !!
Kress !!
"Aghhhhhh !!", teriak Putri Naga Langit Timur lenyap dari dunia bumi dan menjadi seekor naga langit yang di ambil oleh Dewa Petir untuk di jadikan hewan yang harus belajar dari awal lagi untuk menjadi seorang Dewi yang mulia.
"Paduka ada apa ini ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti terkejut sekali karena Zhang Xiao Yan menghilang dari lantai di dalam rumah kecil itu.
"Dia sudah meninggal dunia dan aku membuatkan dia kremasi singkat ", jawab Chen Si Lei seraya membabat habis sejumlah besar Sekte Ninja Sesat Elang Biru yang berada di dalam rumah itu dengan ilmu mukjizat awan naga menggulung angin musim semi.
Wushhh !!!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.
Li Shao Ning dan Sin Yue Qing melompat cepat untuk mundur dari pertempuran tersebut untuk memudahkan Chen Si Lei dan kawan-kawan nya menghantam hancur para musuh sakti sesat dengan ilmu pedang gabungan naga dan harimau Rajawali Emas Sakti menghantam hancur semua musuh yang berada di dalam rumah itu hingga rumahnya hancur berantakan.
Wuttttt !!
Blaarrrr !!
Bruakkk !!!
"Koko Lei Lei kau tak apa-apa ?", tanya Li Shao Ning dan Sin Yue Qing bersamaan saat Chen Si Lei dan kawan-kawan nya berhasil menghancurkan musuh mereka.
"Ya aku baik -baik saja ", jawab Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada Li Shao Ning dan Sin Yue Qing yang masuk ke dalam pelukan nya.
"Paduka rumahnya telah hancur.Kita harus mencari tempat lain untuk menginap pada malam hari ini sebelum berangkat ke Sekte Rusa Putih yang berada di pegunungan Wu Long ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao .
"Iya kita lanjutkan saja perjalanan kita ke daerah selanjutnya dari misi ku ", kata Chen Si Lei memanggil kuda putih dan dua kuda hitam kepadanya.
"Wah kami berdua di izinkan menggunakan kuda kami sendiri ?", Li Shao Ning dan Sin Yue Qing sangat gembira sekali mendapatkan hadiah kuda hitam yang gagah perkasa.
"Iya kuda -kuda hitam ini adalah milik kalian berdua untuk menemani ku ",jawab Chen Si Lei membantu Li Shao Ning naik ke kudanya.
"Aku bisa menaiki kuda ku sendiri ", kata Sin Yue Qing saat ia di bantu oleh Chen Si Lei untuk naik ke kuda miliknya sendiri.
"Ya baiklah. Kita berangkat ", kata Chen Si Lei sudah berada di kuda putihnya di tengah kuda- kuda hitam milik kedua orang istrinya dan di kelilingi kuda - kuda warna coklat milik Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti serta Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin yang sudah siap untuk ikut serta dalam perjalanannya .
__ADS_1
"Berangkat !!!", teriak Li Shao Ning dan Sin Yue Qing berlomba dengan Chen Si Lei dan kawan-kawan nya yang segera mengejar kuda -kuda mereka berdua.
Akhirnya mereka semua lenyap dari kota kecil buah mengkudu seperti pasir putih yang tertiup angin di akhir musim panas