Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kota Jing.


__ADS_3

Pada akhir musim gugur yang sangat dingin dan angin bertiup sangat kencang di bagian lain dari wilayah Tionggoan.Daun -daun berguguran di sepanjang jalan yang di lewati dan hawa udara yang kadang tidak menentu, namun tidak mampu untuk menyurutkan semangat untuk terus maju dan menuntaskan misi yang sedang di lakukan oleh Chen Si Lei yang di temani oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lin Mo Bai serta Fan Wu Ji dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Tetapi hari ini Chen Si Lei merasa sangat lelah dan mengantuk sekali karena itu, ia ingin sekali menemukan tempat tidur yang nyaman untuk melepaskan rasa lelah dan mengantuk.


"Di manakah rumah mu berada Fan Wu Ji?",tanya Chen Si Lei sudah menguap di sisi Lin Mo Bai yang segera menutup mulut Chen Si Lei dengan saputangan.


"Paduka jangan menguap terlalu besar nanti masuk angin",kata Lin Mo Bai yang sangat cerewet sekali dalam menjalankan tugasnya sebagai Kasim.


"Ya maaf. Aku mengantuk sekali",kata Chen Si Lei bersandar pada bahu Lin Mo Bai sambil berjalan ke rumah Fan Wu Ji.


"Sabarlah Paduka, tidak lama lagi kita akan sampai di rumah hamba",jawab Fan Wu Ji menunjukkan kota Jing berikut arah rumahnya .


"Ada arak kah di rumah mu?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kehabisan arak kesukaannya sudah berminggu -minggu ini.


"Ada ,tenang saja",jawab Fan Wu Ji sudah tiba di rumah pribadinya yang berpintu warna hijau daun.


"Ya ayo masuk",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah melangkah masuk lebih dulu daripada Chen Si Lei dan Lin Mo Bai setelah Fan Wu Ji membukakan pintu untuk mereka.


Di dalam rumah itu, Fan Wu Ji memperkenalkan istri dan kedua orang anaknya serta ibunya.


"Paduka perkenalkan ini ibu hamba Nyonya Fan orang -orang di sini memanggil ibuku dengan sebutan Nyonya Fan",kata Fan Wu menunjuk ke arah wanita tua di kursi meja ruang tamu rumahnya.


"Hormat kami kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",sapa ibu ,istri dan kedua orang anak Fan Wu Ji kepada Chen Si Lei.


"Senang sekali aku bisa berkunjung ke rumah Nyonya Fan",kata Chen Si Lei nada sopan dan hormat kepada Nyonya Fan .


"Yu Meng tolong rapikan kamar utama untuk Paduka beristirahat di rumah kita",


"Ya suamiku",jawab istri Fan Wu Ji segera melakukan perintah Fan Wu Ji.


"Ah Yin beri salam kepada Paduka",kata Fan Wu Ji memanggil putra pertamanya yang berusia lima tahun.


"Salam Sejahtera kepada Paduka Kaisar Tang Agung",sapa Ah Yin putra Fan Wu Ji kepada Chen Si Lei.


"Ah Mei beri salam kepada Paduka Kaisar Tang Agung",kata Fan Wu Ji mengajak putrinya untuk memberi salam kepada Chen Si Lei.


"Salam Sejahtera kepada Paduka",sapa Ah Mei putri Fan Wu Ji yang berusia tiga tahun.


"Wu Ji koko ", panggil seorang gadis remaja cantik jelita datang ke rumah Fan Wu Ji.


"Xiao Hui kau tak sopan sekali. Ayo beri salam kepada Paduka Kaisar",kata Fan Wu Ji memperkenalkan adik perempuannya kepada Chen Si Lei.


"Hamba Xiao Hui memberi hormat kepada Paduka Kaisar Tang Agung",sapa Fan Xiao Hui terpaku melihat Chen Si Lei.


Chen Si Lei tersenyum ramah kepada Nona Fan Xiao Hui yang memerah malu di beri senyuman oleh Chen Si Lei.


"Paduka silakan beristirahat di kamar yang sudah hamba siapkan untuk Paduka Kaisar Tang Agung",kata istri Fan Wu Ji melaporkan bahwa kamar sudah bisa di gunakan untuk tidur.


"Terimakasih",kata Chen Si Lei mengikuti Lin Mo Bai yang mengantarkannya ke dalam kamar tidur.


"Mandi dan rapi -rapi dahulu baru Anda tidur",kata Lin Mo Bai membantunya.


Setelah Chen Si Lei mandi dan berpakaian tidur yang berkualitas tinggi, maka ia segera tidur nyenyak di atas tempat tidurnya di dalam rumah Fan Wu Ji.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menikmati minuman arak yang sudah di siapkan oleh pihak rumah Fan Wu Ji untuknya di halaman depan rumah itu sambil santai sejenak.


Halaman depan rumah Fan Wu Ji pun bertaburan banyak sekali daun -daun jatuh ke tanah,angin semakin menerpa suara tiupan angin sangat terdengar jelas oleh Chen Si Lei yang tersadar kembali dari tidurnya, dan Chen Si Lei duduk di tempat tidur.


"Paduka anda sudah bangun tidur?Apakah Anda ingin makan malam di kamar atau di ruang makan bersama tuan rumah?",tanya Lin Mo Bai yang sudah sigap untuk melayani Chen Si Lei setelah melihat Chen Si Lei sudah bangun tidur.


"Ya aku sudah bangun tidur. Aku mau makan malam di dalam kamar tidur saja",


"Baiklah hamba akan segera siapkan untuk Paduka",kata Lin Mo Bai yang segera keluar dari kamar tidur Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggerakkan kipas sembarangan saja tetapi sejumlah orang yang sudah sejak awal mereka datang ke kota Jing telah mengintai mereka, terutama mengintai Chen Si Lei.


Chen Si Lei membuat sejumlah orang yang mengintai dirinya tewas dalam ilmu sakti tornado.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Siapakah yang telah berani mengganggu tidur Paduka?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lin Mo Bai serta Fan Wu Ji dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti segera berdatangan ke kamar tidur Chen Si Lei.


Mereka melihat langit -langit kamar tidur itu telah hancur oleh ilmu mukjizat Chen Si Lei gunakan dengan kipas sakti nya.


"Coba lihat adakah tanda pengenal dari orang -orang itu ?", tanya Chen Si Lei.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan kakinya untuk melihat jasad musuh sakti sesat yang sudah tewas oleh Chen Si Lei secara luar biasa hebat sekali.


"Sekte Sesat awan hitam",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat tanda itu di leher belakang milik musuh.


"Fan Wu Ji koko tolong kami!!",jerit keluarga Fan Wu Ji dari ruang tamu mereka.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Mereka segera keluar dari kamar tidur tersebut dan menemukan bahwa istri dan kedua orang anak Fan Wu Ji sudah tergeletak tidak bernyawa lagi.


"Istriku. ...!!Ah Yin!!Ah Mei !!", jerit Fan Wu Ji terkejut sekali melihat istri dan kedua orang anaknya sudah tewas di bunuh oleh pihak musuh secara kejam sekali.


"Hahahaha hahahaha beginilah akibatnya bila kamu tidak mematuhi perintah ketua kami untuk membunuhnya",kata seseorang yang sedang duduk santai di ruang tamu.


Dan orang tua itu menuding telunjuk ke arah Chen Si Lei dengan kemarahan dan kebencian yang sangat besar dan dalam terhadap Chen Si Lei.


"Ibu..? ! ",teriak Fan Wu Ji marah sekali kepada wanita tua yang ternyata adalah ibunya sendiri yang sudah membunuh keluarganya.


"Nenek selir Bi kaukah yang menjadi anggota Sekte Sesat awan hitam dari kota Jing ?", tanya Chen Si Lei mengenali wanita tua itu adalah salah seorang selir dari ayah dari mantan Kaisar Tang dahulu.


"Betul sekali aku nenek selir mu sendiri. Ayo berlutut di hadapan ku dan bunuh diri mu sebagai tanda maaf mu kepada keluarga ku yang sudah kau habisi di gunung kaki kelinci !!", hardik nenek tua itu berkilat marah kepada Chen Si Lei.


"Dia bukan ibu kandung mu Fan Wu Ji",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao merasa iba terhadap Fan Wu Ji.


"Lalu di manakah ibuku berada ?", tanya Fan Wu Ji kaget sekali.


"Di sini",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sedang berlutut di kolong meja altar Dewi Niwa tergeletak Nyonya Fan dalam keadaan tidak bernyawa lagi.


"Ibu. ...!!",jerit Fan Wu Ji memeluk ibunya yang sudah tiada lagi di dunia ini.


"Iblis tua jika kau berani .Hadapilah aku!!",teriak Fan Wu Ji menerjang hebat ke arah nenek tua yang dengan cepat menangkis serangan senjata tajam Fan Wu Ji.


Trangggggg!!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!!


Fan Wu Ji menggunakan ilmu pedang ayam sakti untuk melawan ilmu pedang di tangan nenek tua itu.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Sejumlah orang sakti meluncur cepat ke dalam rumah Fan Wu Ji yang segera di hadapi oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti di halaman depan maupun di luar rumah itu.


Trangggggg !!


Trangggggg! !


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berhadapan dengan sejumlah besar musuh sakti sesat yang berada di dalam ruang makan rumah Fan Wu Ji.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Lin Mo Bai berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat yang berada di halaman belakang rumah Fan Wu Ji.


Chen Si Lei menggunakan kipas membunuh sejumlah orang musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali yang berada di dalam rumah itu bersama Fan Wu Ji yang sedang bertarung sengit melawan nenek tua ganas sekali.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga rumah Fan Wu Ji hancur oleh Chen Si Lei yang sekaligus menghantam hancur para musuh sakti sesat yang mengurung mereka di rumah itu.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggerakkan pedang melawan serangan maut dari pihak musuh secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh Chen Si Lei.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!

__ADS_1


Chen Si Lei menggunakan pedang membabat habis kepala musuh sakti sesat.


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan rakyat kota Jing.


Crakkkkkk!!


Chen Si Lei melompat sangat cepat memenggal sejumlah orang musuh sesat.


Wuttttt !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.


Crakkkkkk!!


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat memenggal habis para musuh sakti sesat yang berada di luar rumah Fan Wu Ji.


Lin Mo Bai menggerakkan pedang membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang mukjizat rase sakti.


Wuttttt !!


Chen Si Lei menggerakkan kedua kaki bersepatu indahnya secara cepat dan Chen Si Lei menekuk mati musuh terdekat darinya.


Krekkk !!


Chen Si Lei menggunakan dua jari untuk mengeluarkan ilmu mukjizat sakti awan dan halilintar sehingga sejumlah orang musuh sesat tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Blaarrrr !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat sakti awan dan halilintar dari Chen Si Lei.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat menghantam beberapa orang sakti sesat dengan ilmu mukjizat golok sakti.


Wuttttt !!


Dessssssss !!


Lin Mo Bai menggerakkan pedang membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rase es menenggelamkan sukma secara hebat sekali.


Wuttttt !!


Fan Wu Ji menggerakkan pedang secara cepat menangkis serangan pedang dari nenek tua ganas itu.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Sejumlah orang sakti dari Sekte ayam sakti meluncur datang untuk membantu Fan Wu Ji menghadapi para musuh sakti sesat Sekte Sesat awan hitam.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat.


Wuttttt !!


Seorang gadis amat cantik jelita sekali menggunakan ilmu pedang hebat sekali menerjang hebat mengadu pedang mukjizat sesat dari Sekte Sesat awan hitam.


Cranggg !!


Cranggg !!


"Fan Xiao Hui ", kata Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis kepala musuh sakti yang di hadapi oleh Fan Xiao Hui.


"Paduka ", panggil Fan Xiao Hui melompat ke dekat Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat piramida sakti menghantam hancur para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Wahhhhhhh hebatnya Paduka",puji Fan Xiao Hui menggerakkan pedang secara cepat dan hebat sekali membasmi para musuh sakti sesat di dekatnya.


Crakkkkkk! !


Lin Mo Bai menggerakkan pedang secara cepat dan hebat sekaligus membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat.


Wuttttt !!


Para murid Sekte ayam sakti menghantam hancur para musuh sakti sesat yang berada di halaman depan dan belakang rumah Fan Wu Ji dengan bantuan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Wuttttt !!


Dessssssss !!


Dessssssss !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membunuh orang sakti sesat secara seenaknya saja.


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Chen Si Lei menyambar cepat hantam hancur sejumlah orang sesat yang ingin mengeroyok Fan Wu Ji yang sedang bertarung sengit melawan nenek tua ganas di dalam kamar utama.


Dessssssss !!


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan pedang nenek tua dan ganas sekali sehingga Fan Wu Ji berhasil di selamatkan oleh Chen Si Lei dengan cepat sekali.


"Mundur !!", perintah Chen Si Lei kepada Fan Wu Ji yang segera mematuhi Chen Si Lei dan menghadapi musuh lainnya.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti menghantam hancur pedang mukjizat sesat dari nenek selir Bi .


Cranggg !!


"Aghhhhhh !", teriak nenek tua terkejut sekali melihat pedangnya hancur oleh ilmu mukjizat pedang rajawali emas sakti Chen Si Lei.


Chen Si Lei langsung membabat habis kepala nenek itu tanpa ampun lagi dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat memenggal sejumlah para anggota musuh sakti sesat dari Sekte Sesat awan hitam.


Crakkkkkk!!


Lin Mo Bai membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sehingga pihak musuh terkejut sekali melihat kelihaian ilmu mukjizat Lin Mo Bai.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membunuh sejumlah musuh sakti sesat di sekitar Chen Si Lei yang sedang bertarung melawan seorang pria sakti kaum sesat dari Sekte Sesat Awan hitam.


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara lihai sekali menangkis serangan maut dari seorang pria sadis yang merupakan bagian keluarga dari nenek jahat itu.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Wuttttt !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong leher pria ganas itu dengan ilmu sakti mukjizat Gunung Ling.


Para murid Sekte ayam sakti menghantam hancur para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat.


Wuttttt !!


Dessssssss !!


Chen Si Lei menyambar cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat dari Sekte Sesat awan hitam.


Fan Wu Ji menangkis serangan senjata tajam para musuh sakti sesat dengan ilmu pedang ayam sakti.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membunuh orang sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Lin Mo Bai menggerakkan pedang membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang mukjizat rase sakti.


Wuttttt !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang Gunung Guo yang sangat hebat sekali dan ganas sekali sehingga para musuh sakti sesat di babat habis oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!

__ADS_1


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membunuh orang sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Lin Mo Bai menggerakkan pedang membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat.


Wuttttt !!


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat memenggal para musuh sakti sesat dengan ilmu mukjizat pedang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membunuh orang sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Lin Mo Bai menggerakkan pedang membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rase es menenggelamkan sukma secara hebat sekali.


Wuttttt !!


Para murid Sekte ayam sakti membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat dengan ilmu pedang ayam sakti.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membunuh sejumlah orang musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.


Lin Mo Bai menggerakkan pedang membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat dengan ilmu pedang mukjizat rase sakti.


Wuttttt !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Guo yang sangat ganas sekali.


Wuttttt !!


Lin Mo Bai berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti yang sudah datang untuk menghabisi mereka .


Wuttttt !!


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti membabat habis sejumlah besar pria ganas dengan sangat hebat sekali.


Wuttttt !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala gadis sakti yang sangat ganas sekali.


Crakkkkkk!!


Lin Mo Bai menggerakkan pedang membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang mukjizat rase sakti.


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam para musuh dari berbagai penjuru arah kota Jing.


Wuttttt !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Chen Si Lei membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga Chen Si Lei bisa menyelamatkan nyawa masyarakat kota Jing.


Fan Wu Ji sekte ayam sakti membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membunuh gadis cantik jelita yang ternyata musuh sakti sesat Sekte Sesat Awan Hitam.


Wuttttt !!


Jlebbbb !!


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menghantam hancur para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sehingga musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Dessssssss !!


Lin Mo Bai berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat dari Sekte Sesat awan hitam.


Wuttttt !!


Sejumlah orang sakti sesat berbahaya mengancam keselamatan dan keamanan warga kota Jing dengan menyebarkan hawa sesat yang sangat hebat dan ganas sekali sehingga banyak warga kota Jing menjadi korban.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari untuk membersihkan hawa sesat berbahaya bagi keselamatan rakyat kota Jing.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menghantam hancur para musuh sakti sesat itu.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.


Lin Mo Bai menggerakkan pedang membabat habis kepala musuh sakti dengan cepat dan hebat sehingga sebagian besar rakyat kota Jing berhasil di keluarkan dari kota Jing untuk sementara waktu sampai perang berakhir dengan di kawal langsung oleh pihak keamanan dan keselamatan kota Jing.


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan rakyat Jing dan sekitarnya.


Lin Mo Bai berkelebat cepat untuk menutup sejumlah pintu masuk ke kota Jing untuk mengurung para musuh sakti sesat yang sudah berkumpul di kota Jing setelah masyarakat kota Jing berhasil di keluarkan terlebih dahulu dengan cepat dan di bantu oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menghantam hancur para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat menghantam beberapa orang dari atas genteng rumah paling tinggi di kota Jing.


Dessssssss !!


Fan Wu Ji memenggal sejumlah orang musuh sakti yang sangat hebat dan ganas sekali.


Fan Xiao Hui berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat di sekitar Chen Si Lei yang sedang sibuk bertarung melawan para musuh sakti sesat lainnya.


Wuttttt !!


Angin musim gugur menerjang hebat menghantam semua orang yang sedang bertarung di dalam kota Jing.


Perang ini sudah berlangsung sejak akhir musim gugur menuju ke musim dingin sehingga rintik -rintik hujan salju mulai berdatangan dari langit.


Tetapi semangat juang tinggi dari Chen Si Lei dan para sahabatnya membuahkan hasil yang sangat besar dan hebat sekali.


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat yang tersisa untuk mengakhiri pertempuran tersebut di awal musim dingin pertama kali Chen Si Lei berpetualang untuk membantu rakyatnya bahagia.


"Rapikan kembali kota Jing",perintah Chen Si Lei kepada para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sesudah pertempuran berakhir.


"Siap Paduka hamba laksanakan ", sahut Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Fan Wu Ji terlihat sedih sekali karena semua keluarga dan sahabatnya tewas di dalam pertempuran hebat itu.


"Kini aku seorang diri tanpa keluarga dan sahabat ku",kata Fan Wu Ji bersujud di depan pusara makam keluarga dan sahabatnya di hutan kiri Kota Jing.


"Kau tidak seorang diri di dunia ini karena kau masih punya aku Fan Xiao Hui adik mu",kata Fan Xiao Hui merangkul Fan Wu Ji untuk menghibur hati kakaknya.


"Kau juga memiliki ku sebagai Kaisar Tang Agung mu",kata Chen Si Lei memberi semangat untuk Fan Wu Ji.


"Ada kami sahabat mu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lin Mo Bai serta Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Ada aku Ji Yan",kata seorang gadis cantik jelita yang ternyata adik seperguruan Fan Wu Ji dari Sekte ayam sakti.


"Ji Yan Sumoi",panggil Fan Wu Ji memeluk gadis jelita itu.


"Kau menteri Kehutanan ku ,jadi kau harus selalu kuat dan berani dalam hadapi setiap masalah yang datang kepada mu untuk melindungi rakyat Tionggoan dari penderitaan",kata Chen Si Lei menepuk bahu Fan Wu Ji untuk tegar dan tabah.


Keesokan harinya Chen Si Lei dan kawan-kawan nya memberikan dana bantuan untuk renovasi kota Jing serta bantuan kemanusiaan dan kesehatan masyarakat kota Jing.


"Terimakasih banyak Pendekar Rajawali Emas Sakti !!Hidup Pendekar Rajawali Emas Sakti !!", sorak sorai para penduduk kota Jing.


"Sama-sama saudara - saudari ku ", kata Chen Si Lei lembut kepada para rakyat dari kota Jing.


Hari berikutnya Chen Si Lei dan kawan-kawan nya melanjutkan perjalanan ke luar kota Jing.


"Fan Wu Ji kau dan Ji Yan pergilah ke Ibukota Kekaisaran Tang Agung untuk kau bisa melaksanakan tugas mu sebagai menteri Kehutanan",perintah Chen Si Lei.


"Siap Paduka hamba laksanakan",jawab Fan Wu Ji segera berkelebat cepat pergi ke arah Ibukota Kekaisaran Tang Agung bersama Ji Yan kekasih barunya.


"Paduka izinkan hamba untuk ikut dalam perjalanan anda",kata Fan Xiao Hui.


"Berbahaya bagi keselamatan mu ",kata Chen Si Lei sudah berdiri untuk segera melanjutkan perjalanannya kembali.


"Hamba tidak takut mati",kata Fan Xiao Hui mengikuti Chen Si Lei dengan cepat.


Chen Si Lei dan kawan-kawan nya sudah melihat sejumlah orang musuh sesat di tengah jalan menuju ke arah gunung Bei.


"Hmm baiklah",kata Chen Si Lei menatap tajam para musuh sesat yang sudah di hadapan Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.


"Siapa kalian semua telah berani mengganggu jalan kami? ",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Kami penghuni gunung Bei",jawab para penghadang jalan mereka.


"Kalian semua orang buangan dari kota Chang",kata Fan Xiao Hui menggerakkan pedang membabat habis sejumlah orang yang menghadang jalan mereka.


Wuttttt !!


"Wahhhhhhh hebat sekali kau Nona",puji Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lin Mo Bai bersamaan.


"Terimakasih",jawab gadis itu menjura hormat kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lin Mo Bai .


"Paduka terima saja Nona Fan Xiao Hui sebagai pengawal pribadi anda",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah menyarankan agar Chen Si Lei menerima gadis itu untuk melakukan perjalanan bersama mereka.


"Jadikan Nona Fan Xiao Hui sebagai Nyonya Selir ke lima anda",kata Lin Mo Bai yang menyukai Nona Fan Xiao Hui untuk gelar Nyonya Selir ke lima daripada jadi pengawal pribadi Chen Si Lei.


Chen Si Lei memperhatikan gadis itu dari atas sampai ke bawah untuk berpikir dahulu sebelum memutuskan yang terbaik untuk masa depan gadis hebat ini di dalam Kekaisaran Tang Agung.


"Kita lihat saja nanti setelah perjalanan ke gunung Bei berakhir",kata Chen Si Lei.


"Aku akan buktikan kepada anda bahwa aku bisa membuat anda menyukai aku sebagai Nyonya Selir ke lima anda",kata Fan Xiao Hui sudah berjalan lebih cepat dari Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.


"Hei kau salah arah tujuan utama kita",kata Chen Si Lei mengejar gadis itu dengan cepat agar tidak salah arah.


"Desa kaki gunung Bei",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah membaca tulisan yang berada di pintu masuk ke desa itu.


"Batu kapur juga ada di sana",kata Lin Mo Bai yang berada di belakang Chen Si Lei.


"Ada setan gunung yang suka makan gadis cantik",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao .


"Aku tidak takut",kata Fan Xiao Hui melangkah lebih dahulu dari mereka para pria sakti itu.


"Hmm begitukah ?", tanya Chen Si Lei tersenyum jahil untuk gadis itu tidak jalan di depan mereka.


"Oh aku berani. Lihat saja nanti",jawab gadis itu berjalan cepat lagi daripada tiga pris sakti yang berjalan di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2