Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Ketika Hari Di Mulai Lagi.


__ADS_3

Wen Li Sa sangat bahagia karena dirinya dapat mengulang waktunya yang sudah terbuang begitu banyak untuk mengisi hari -harinya bersama Tang Si Lei putra tunggalnya terdahulu.


Ia merasa sangat bodoh sekali pada waktu karena ia mengalami keputus asaan akibat cinta sepihak yang ia alami kepada Chen Lung Erl Pendekar Naga Emas Sakti Selatan yang juga masih terhitung saudara seperguruannya sendiri.


Karena ia merasa sakit hati tak terbalaskan rasa cintanya kepada Chen Lung Erl yang memilih untuk menikah dengan Tang Mi Lan putri dari Sang Kaisar Tang Yu Feng yang pada saat itu amat sangat berkuasa sekali di seluruh wilayah Tionggoan.


"Aku akan membalas sakit hati ku ini dengan aku bisa merayu Sang Kaisar Tang Yu Feng ayah mu untuk aku bisa membuat mu menderita seumur hidup ,Tang Mi Lan",Kata Wen Li Sa pada saat itu ia pun tidak tahu kalau dirinya terkena racun pil perampas ingatan yang di berikan oleh sepupu Chen Lung Erl yang ingin merebut kekuasaan yang di miliki oleh Chen Lung Erl di wilayah Selatan atau lebih tepatnya di Pulau Emas.


Pil perampas ingatan yang mempengaruhi ingatan dan hati Wen Li Sa telah sedikit demi sedikit juga mempengaruhi rasa kurang puas diri yang di alami oleh Kaisar Tang Yu Feng yang pada saat itu telah berusia tujuh puluh dua tahun lebih juga jatuh cinta kepada Wen Li Sa.


"Bantu aku untuk mendapatkan seorang putra yang belum pernah dan tidak pernah aku miliki di usia senja ku bahkan aku tidak bisa memiliki satu orang putra pun dari Istri paling aku cintai yaitu Ling Huan Cu ",Kata Kaisar Tang Yu Feng yang telah tergila -gila kepada Wen Li Sa itu dan di saat itu terjadilah sesuatu yang tidak bisa terhalangi oleh siapapun dan apapun jua.


Permaisuri Ling Huan Cu yang sedang hamil tua itu untuk sekian kalinya merasa terhina dan sakit hati kepada Kaisar Tang Yu Feng suaminya yang ia tahu tidak pernah setia pada satu orang wanita saja .


"Karena ia adalah Kaisar.Ia berhak memilih dan ia juga bisa memiliki wanita manapun ia sukai dan ia juga bisa menyingkir wanita manapun yang tidak pernah ia sukai lagi bahkan diriku yang sudah rela mengikhlaskan masa remaja ku untuk menjadi selir termudanya sebelum aku menjadi seorang permaisuri nya ..Ahhh!!Aku benci kepada mu!!", Ling Huan Cu merasakan hatinya semakin benci kepada Kaisar Tang Yu Feng itu tanpa sadar jika jiwanya telah di ambil oleh Ratu Iblis Burung Hong yang ingin balas dendam terhadap Permaisuri Langit Yue Erl.


"Bagus..Ayo teruskanlah rasa benci mu kepada suamimu Kaisar Tang Yu Feng yang diam -diam berselingkuh dengan calon ibu kandung manusia musuh besar Kaisar Iblis ku ,Nan Lian Hua sialan itu .Aku akan menjadi kuat jika kau semakin ada rasa benci terhadap orang kau sayangi di dalam jiwa mu ",Kata Ratu Iblis Burung Hong mengamati Permaisuri Ling Huan Cu setiap harinya.

__ADS_1


Sampai pada hari Wen Li Sa akan melahirkan bayi nya di Kuil Langit Kota Bei An terjadilah sebuah satu peristiwa yang sangat besar di tempat itu pula .


Permaisuri Ling Huan Cu yang juga akan segera melahirkan bayinya di Kuil Langit Kota Bei An yang bertepatan dengan Istri Pendekar Naga Emas Sakti Selatan di Pulau Emas juga akan melahirkan bayi -bayi kembar untuk kehamilan ke empat dari Tang Mi Lan.


Di Kuil Langit Kota Bei An.


Permaisuri Ling Huan Cu meninggal dunia di saat ia melahirkan seorang bayi laki -laki untuk Kaisar Tang Yu Feng dan jiwanya di makan oleh Ratu Iblis Burung Hong.


"Baiklah aku yang akan masuk ke tubuh mu untuk menguasai Nan Lian Hua yang baru saja lahir di kamar bagian selatan menara kuil langit yang sama dengan hari kematianmu ,Ling Huan Cu yang bodoh ",Kata Ratu Iblis Burung Hong yang kemudian mengisi tubuh Permaisuri Ling Huan Cu .


Kemudian Ia mengambil bayi laki -laki Wen Li Sa yang ia serahkan kepada Chen Lung Erl yang baik hati demi istrinya bisa harmonis dengan keluarga ayah kandung istrinya itu yakni Kaisar Tang Yu Feng.


Sementara itu Wen Li Sa yang masih terpengaruh pil perampas ingatan dosis tinggi dan cinta buta nya kepada Chen Lung Erl itu pergi menyusul Chen Lung Erl ke Pulau Emas.


Di tengah jalan atau di kawasan milik Chen Lung Erl telah di serang oleh beberapa musuh dari pria itu sendiri ,dan Wen Li Sa melihat bayi laki -laki di letakkan di atas perahu kecil di bungkus kain warna merah.


"Ah bayi mu itu aku culik agar kau dan istrimu yang menyebalkan itu menderita seumur hidup kalian",Kata Wen Li Sa menyambar bayi itu dan ia mendengar Chen Lung Erl berteriak kepadanya dari jarak jauh .

__ADS_1


"Li Sa jangan ambil bayi itu...!!",Teriak Chen Lung Erl tetapi Wen Li Sa tidak menghiraukan teriakan pria itu.


Pulau Persik.


Wen Li Sa membawa bayi laki -laki itu ke Pulau Persik yang merupakan pulau kosong yang tak sengaja ia temukan saat ia membawa bayi itu ,ia melihat seekor burung rajawali emas yang sangat besar dan gagah perkasa turun di pulau itu.


"Hmm kau bisa menjadi pengasuh dan teman baik untuk bayi laki -laki sialan ini yang ku berinama Chen Si Lei ",Kata Wen Li sa meletakkan bayi laki-laki itu di tepi dermaga pantai pulau persik di bawah sepasang kaki burung rajawali emas.


Lalu Wen Li Sa membuat rumah sederhana di tengah pulau persik untuk tempat tinggal mereka bertiga yang di mulai pada hari itu jua.


Awan -awan putih yang kini di lihat Wen Li Sa di Istana Kekaisaran Tang Agung mengembalikan kenangan masa itu di dalam ingatan Wen Li Sa pada masa muda nya.


"Tang Yue Lei ini adalah hadiah Langit untuk aku bisa mengisi waktuku yang dahulu aku abaikan pada saat aku bersama putra ku sendiri yang aku tidak ketahui dan putra ku itu sungguh menderita oleh sikap ku yang kejam terhadap dirinya sejak ia lahir hingga remajanya pun ia sudah kehilangan kasih sayang ibu kandung nya dan ayah kandung nya",Kata Wen Li Sa merasa sepasang matanya basah saat ia melihat Tang Yue Lei cucu buyut nya berlatih ilmu silat sesuai yang ia ajarkan pada Tang Si Lei beberapa tahun silam.


"Nenek Buyut apakah latihan saya sudah benar?", Tanya Tang Yue Lei menyadarkan lamunan Wen Li Sa.


"Iya cucu buyutku sayang latihan mu sudah benar karena kau secerdas kakek mu ",Jawab Wen Li Sa lembut membelai puncak kepala anak laki -laki berusia tiga tahun itu yang baru saja tinggal di Istana Kekaisaran Tang Agung belum lama ini.

__ADS_1


"Terimakasih Nenek Buyut karena kau juga adalah seorang nenek yang sangat hebat sekali bagi ku ",Kata Tang Yue Lei menengadahkan wajahnya yang mungil dan tampan itu kepada Wen Li Sa.


Wen Li Sa membungkuk dan menggendong cucu buyutnya seraya ia mencium wajah mungil itu yang tertawa -tawa polos nan riang menggema di taman bunga persik dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.


__ADS_2