
Chen Si Lei berjalan bersama Selir ke empat Li Shao Ning dengan di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang berjalan di belakang mereka berdua, mereka tetap melihat kondisi di dalam kota Embun Bening untuk menyelidiki kasus kematian yang sangat mengerikan terhadap para kaum persilatan bersih di pintu masuk ke dalam kota Embun Bening sekitar dua hari yang lalu.
"Jepitan rambut yang di jual oleh pedagang itu bagus sekali",kata Li Shao Ning, gadis ini sudah berjalan cepat ke arah penjual riasan rambut untuk gadis itu bisa membeli beberapa perhiasan rambut favorit.
Chen Si Lei mengikuti gadis itu dengan santai namun tetap menjaga keamanan dan keselamatan gadis kesayangannya itu dengan caranya sendiri, tatapan mata Chen Si Lei terarah ke arah pria yang menjual perhiasan rambut wanita sedang mengamati selir nya dengan tatapan mata seakan untuk menerawang keindahan tubuh Selir nya.
"Tuan berapa harga perhiasan rambut ini?",tanya Li Shao Ning mengambil sebuah jepitan rambut berwarna biru langit.
"Lima koin perak Nona",jawab pria itu penjual perhiasan rambut kepada Li Shao Ning.
Chen Si Lei membayarkan perhiasan rambut itu dengan cepat agar Li Shao Ning aman dari sikap genit pria penjual perhiasan rambut itu yang membuat Chen Si Lei naik darah karena cemburu bila ada pria lain yang mencoba untuk mendekati selir nya.
"Lain kali jangan suka beli apa pun tanpa izin ku",perintah Chen Si Lei tegas dan keras kepada Li Shao Ning yang sibuk memakai jepitan rambut di atas rambutnya yang sangat indah sekali sehingga Chen Si Lei terpesona dengan kecantikan Li Shao Ning.
"Bagaimana pendapat anda tentang perhiasan di rambut hamba ini?",tanya gadis itu menatap Chen Si Lei yang berada di hadapannya.
"Kau semakin cantik jelita sekali memakai jepitan rambut itu",jawab Chen Si Lei.
"Jawab saja tanpa harus sentuh rambut ku sembarangan",kata gadis itu berjalan menjauh dari Chen Si Lei yang berjalan lebih cepat dari gadis itu dan meraih nya.
"Sudah ku katakan kepada mu .Pria lain dilarang melihat dan menyentuh mu tapi aku suami mu mu dan aku berhak untuk melihat dan menyentuh mu kapan saja aku mau sentuh kamu",kata Chen Si Lei melingkarkan lengannya pada pinggang kecil selir ke empat Li Shao Ning.
Chen Si Lei menggunakan payung biru milik Li Shao Ning untuk membantu gadis itu terhindar dari hujan salju yang menerjang mereka berdua pada siang hari ini di dalam kota Embun Bening.
"Paduka tolong jangan malam ini untuk hamba tidak melayani anda",pinta Li Shao Ning yang ingin libur sejenak dari hukuman layani tidur Kaisar Tang Agung.
"Oh tidak bisa. Hukum harus di tegakkan tidak ada libur bagi mu",perintah Chen Si Lei tegas sekali kepada gadis cantik jelita yang berada di dalam pelukan nya.
"Tapi hamba sedang datang bulan, jadi hamba tidak bisa melayani anda untuk tujuh hari ini",kata Li Shao Ning memberikan alasan yang tepat untuk Kaisar Tang Agung mengerti.
"Hmm baiklah aku tunggu sampai tujuh hari kau selesai datang bulan",kata Chen Si Lei mengerti keadaan selir nya.
"Terimakasih atas kebaikan Paduka kepada hamba",kata gadis itu berjalan riang gembira.
"Kau harus mencium ku dulu",perintah Chen Si Lei menarik gadis itu untuk Chen Si Lei bisa mencium bibir gadis itu.
"Paduka",kata gadis itu melepaskan diri dari Chen Si Lei yang mengejarnya untuk melindunginya dari Sekte Sesat burung hitam yang sudah datang di hadapan Li Shao Ning yang segera berhenti di tengah jalan.
Angin salju menerpa rambut dan pakaian mereka tetapi tidak membuat mereka berdua takut untuk menghadapi tantangan yang berada di hadapan mereka dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengeluarkan golok untuk membantu Chen Si Lei dan Selir ke empat Li Shao Ning.
"Gadis cantik jelita bolehkah kami berkenalan dengan mu ?", tanya seorang pria di hadapan Li Shao Ning.
"Tidak!!Aku tidak mau berkenalan dengan mu",jawab gadis itu dengan dingin.
"Ah kau sombong sekali Nona",kata pria itu mendekati Li Shao Ning dengan jari tangan untuk sentuh kerudung Li Shao Ning.
Li Shao Ning menggerakkan telapak tangannya untuk menampar wajah pria yang berani untuk menyentuh dirinya.
Wuttttt !!
Plakkkkkk !!
Pria itu terkejut sekali karena wajahnya telah di pukul oleh gadis itu dengan cepat sekali, maka ia marah sekali kepada gadis cantik jelita yang sombong itu dan pria ini ingin balas dendam atas penolakan yang di lakukan oleh gadis berkerudung .
"Kau berani memukul wajah ku?!!Aku pukul kau!!",hardik pria itu marah kepada Li Shao Ning dengan mengangkat tangan untuk memukul gadis itu, tapi Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan tersebut.
Plakkkkkk !!
"Lancang sekali kau berani menyerang wanita ku!!",hardik Chen Si Lei yang sudah menggerakkan kipas memotong leher pria ganas itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Tak lama kemudian sejumlah besar musuh sakti sesat dari Sekte Sesat lintah hitam berdatangan ke tengah jalan di dalam kota Embun Bening.
Chen Si Lei menggenggam tangan Selir ke empat Li Shao Ning untuk melindungi gadis itu dari serangan pihak musuh yang mengeroyok mereka bertiga, dan Wu Sin Hao menggerakkan golok secara cepat dan ganas sekali sehingga sejumlah orang musuh sakti sesat terkejut sekali melihat kelihaian Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
"Apakah kalian dari Sekte Sesat lintah hitam ?", tanya Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata tajam para musuh dari berbagai penjuru arah kota Embun Bening.
Trangggggg !!
"Betul sekali kami adalah sekte sesat lintah hitam dan kami ingin membunuh mu untuk mendapatkan penghargaan dari Pangeran Muda Yuan Mi dari Sekte Sesat burung hitam",jawab pria tua yang menggunakan senjata tombak yang sangat ganas sekali.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
"Lalu kenapa kau menyerang Selir ku ?", tanya Chen Si Lei menggunakan kipas di tangan kiri dan pedang di tangan kanan.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
"Karena kau akan sakit hati bila selir mu kami bunuh di hadapan mu",jawab pria tua itu menyerang Selir ke empat Li Shao Ning dengan sadis sekali sampai Chen Si Lei menggunakan pedang membabat habis kepala pria tua itu .
Crakkkkkk !!
"Tentu saja aku akan bunuh kalian semua jika ada yang berani untuk menyentuh selir ku dengan alasan apa pun !!", hardik Chen Si Lei menggunakan kipas untuk menangkis serangan senjata tajam para musuh dari Sekte Sesat lintah hitam.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Li Shao Ning mengeluarkan ilmu pedang payung langit biru menyerang sejumlah orang musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
"Kenapa kalian membunuh sejumlah kaum bersih ?", tanya Li Shao Ning dengan nada halus kepada pihak musuh yang mengeroyok gadis itu dengan ilmu pedang mukjizat sesat yang sangat berbahaya bagi keselamatan gadis itu.
Syuutttttttt !!
Trangggggg !!
"Karena mereka telah menentang kami",jawab pria tampan yang menyerang Selir ke empat Li Shao Ning dengan ilmu pedang mukjizat sesat yang sangat ganas sekali sehingga gadis itu harus gunakan ilmu ginkang untuk menghindari maut dari pria ganas itu.
Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata tajam para musuh dari Sekte Sesat lintah hitam dengan cepat sekali.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala pria ganas yang menyerang Li Shao Ning dengan ganas sekali sehingga gadis ini memekik kaget karena serangan maut dari pihak musuh nyaris membunuhnya.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
"Paduka Selir ke empat Li Shao Ning anda tidak apa-apa ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao cemas sekali dengan keselamatan dan keamanan selir ke empat Li Shao Ning.
"Ya aku tidak apa-apa ,terima kasih tuan Wu",jawab gadis remaja cantik jelita ini.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
__ADS_1
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali .
"Terimakasih ", jawab Li Shao Ning menghela napas lega karena dirinya berhasil di selamatkan oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Sudah kewajiban hamba sebagai seorang prajurit untuk melindungi anda",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan hormat.
"Ya aku tahu tapi aku tetap harus ucapkan terima kasih atas kebaikan mu kepada ku ", kata Selir ke empat Li Shao Ning menangkis serangan senjata tajam seorang pria keji yang sangat ingin sekali membasmi dirinya dengan sangat ganas sekali.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala pria ganas yang ingin membunuh Selir ke empat Li Shao Ning dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala gadis sakti yang menjadi putri Raja burung hitam dengan ilmu golok sakti.
Crakkkkkk !!
Selir ke empat Li Shao Ning bergerak cepat menggerakkan payung untuk gadis ini bisa melindungi dirinya sendiri dari serangan maut pedang mukjizat sesat yang sangat berbahaya bagi keselamatan dirinya dari seorang wanita cantik jelita.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan kipas membunuh wanita sadis yang menyerang Selir ke empat Li Shao Ning dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
"Hei kau menolong ku?",tanya gadis itu menatap Chen Si Lei sesudah para musuh tewas semua oleh Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan hebat.
"Ya aku menolong mu",jawab Chen Si Lei meraih gadis itu untuk berjalan bersama menuju ke arah rumah pemandian air panas yang berada di bagian timur kota Embun Bening.
" Apa mandi bersama ?", tanya gadis itu panik sekali.
"Ya ", jawab Chen Si Lei menggendong gadis itu untuk masuk ke dalam kolam air panas bersamanya.
"Tunggu sebentar ", kata gadis itu melompat turun dari gendongan Chen Si Lei.
"Kenapa ?", tanya Chen Si Lei sudah masuk ke dalam kolam pemandian air panas dan berenang dengan santai.
"Hamba sedang datang bulan, jadi hamba tidak bisa mandi bersama anda",kata gadis itu segera ingin pergi dari kolam pemandian air panas.
Brrrrrrrrrrrrr! !
Chen Si Lei menotok gadis itu dan mendudukkan Li Shao Ning di pinggir kolam pemandian air panas, sedangkan Chen Si Lei mandi air panas dengan nyaman di temani oleh gadis amat cantik jelita sekali seperti bidadari yang turun dari langit ke hadapan Chen Si Lei.
"Aku sungguh bahagia sekali mendapatkan selir sejelita dirimu Shao Ning",puji Chen Si Lei menggunakan jemari nya untuk membersihkan tubuh Selir nya yang sangat indah sekali.
"Ah kau menipu ku dengan pura -pura datang bulan",kata Chen Si Lei menjewer Li Shao Ning dengan gemas sekali terhadap kenakalan gadis itu.
"Aww! ! Sakit Paduka",jerit gadis itu ketika sudah bisa bicara kembali.
"Maka dari itu kamu jangan pernah nakal terhadap ku",perintah Chen Si Lei tegas sekali kepada gadis cantik jelita yang sedang di pakaikan pakaian baru .
"Paduka hamba bisa jalan sendiri",kata gadis itu setelah rapi kembali.
Chen Si Lei menggandeng tangan Selir ke empat Li Shao Ning untuk berjalan ke arah ruang makan di dalam kamar tidur rumah pemandian air panas yang berada di dalam kota Embun Bening.
"Makan malam",perintah Chen Si Lei .
"Ya Paduka hamba makan malam",jawab gadis itu makan malam bersama Chen Si Lei .
"Harus di habiskan makanan makan malam mu",perintah Chen Si Lei .
"Ya Paduka hamba patuh kepada Paduka",jawab gadis itu mematuhi perintahnya dengan patuh kepada Chen Si Lei.
Chen Si Lei mendengar suara pertarungan di luar rumah pemandian air panas itu, dan Chen Si Lei segera memerintahkan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk keluar dan melihat kondisi di luar rumah pemandian air panas.
Di luar rumah pemandian air panas tersebut telah terjadi perang antara sejumlah orang dari Sekte Naga Gunung Baodingsan menghadapi sekte sesat lintah hitam dan sekte sesat burung hitam yang menyebabkan rakyat di kota Embun Bening banyak yang menjadi korban dari peperangan tersebut.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat untuk menolong rakyat kecil dari serangan maut dari pihak musuh dengan ilmu golok sakti.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah datang untuk membantu rakyat kecil yang berada di sekitar lokasi peperangan tersebut, dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti juga melindungi rakyat untuk keluar dari lokasi tersebut dengan aman dan selamat.
"Kita harus menolong rakyat dari peperangan yang sedang terjadi di luar rumah pemandian air panas ini",kata Chen Si Lei berkelebat cepat keluar dari rumah itu di ikuti oleh Selir ke empat Li Shao Ning.
Chen Si Lei secepat kilat menyambar membabat habis sejumlah besar pria ganas yang berada di sekitar rumah rakyat kecil dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Ling.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala pria ganas yang sedang memainkan musik sesat berbahaya bagi keselamatan dan keamanan rakyat kota Embun Bening.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Selir ke empat Li Shao Ning menggerakkan payung membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong leher gadis yang ingin membunuh Selir ke empat Li Shao Ning yang sedang bertarung sengit melawan sejumlah pria ganas yang menggunakan pedang mukjizat sesat yang sangat berbahaya bagi keselamatan gadis itu.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Trangggggg!!!!
Trangggggg !!
__ADS_1
"Hyatttttttttttttt! ! ",pekik Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis pedang milik wakil ketua Sekte Sesat burung hitam dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Trangggggg !!
Chen Si Lei berhasil menolong istrinya dari Sekte Sesat burung hitam dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong leher pria wakil ketua Sekte Sesat burung hitam dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Guo.
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala pria ganas yang menggunakan senjata tajam yang mengandung hawa sesat dengan ilmu golok sakti.
Crakkkkkk !!
Selir ke empat Li Shao Ning menggerakkan payung membabat habis seorang pria gagah perkasa yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan rakyat di kota Embun Bening.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata tajam seorang pria keji yang sangat ingin membunuh Selir ke empat Li Shao Ning yang sibuk hadapi musuh sakti lainnya.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan kipas memotong leher pria ganas itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Seseorang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan rakyat kota Embun Bening menyerang Selir ke empat Li Shao Ning yang segera menangkis serangan maut dari pihak musuh itu dengan ilmu payung hebatnya.
Cranggg !!
"Aghhhhhh !!", teriak gadis itu terjatuh ke belakang karena terjangan hebat dari pria ganas yang menjadi murid utama Sekte Sesat burung hitam.
" Shao Ning. ..!!",teriak Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan maut dari pihak musuh yang ingin membunuh Selir ke empat Li Shao Ning dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Trangggggg !!
"Lancang sekali kau berani menyerang Selir ku !!", hardik Chen Si Lei marah sekali kepada pria ganas yang sangat kejam itu.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis pria ganas itu dengan sangat cepat sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
"Shao Ning kau tak apa - apa?",tanya Chen Si Lei cepat menolong Selir ke empat Li Shao Ning yang terjatuh di tanah aspal.
"Aduh sakit pinggul ku",jawab gadis itu yang segera di gendong oleh Chen Si Lei.
"Jangan khawatir aku menolong mu",kata Chen Si Lei menggendong gadis itu dan menyerang musuh sakti sesat dengan ilmu mukjizat Gunung Ling sehingga para musuh sakti sesat tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat Gunung Ling dari Chen Si Lei.
Lima orang dari Sekte Naga Gunung Baodingsan menghadap Chen Si Lei sesudah peperangan berakhir dan di menangkan oleh Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti terimakasih atas pertolongan mu kepada kami dari Sekte Naga Gunung Baodingsan",kata seorang pria muda dari Sekte Naga Gunung Baodingsan di dalam rumah pemandian air panas.
"Ya sama -sama",jawab Chen Si Lei ramah sekali kepada pria muda itu.
"Kami sedang mencari pusaka milik Sekte kami yang di curi oleh seorang putri dari Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang dan tidak sengaja berjumpa dengan Sekte Sesat lintah hitam dan sekte sesat burung hitam yang sedang melakukan kekerasan terhadap rakyat kota Embun Bening dan mereka membunuh banyak kaum bersih dan akhirnya terjadilah perang, tapi untungnya anda datang untuk membantu kami bersama Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sehingga para musuh berhasil di basmi oleh anda Paduka",kata pria muda yang bernama Li Man Chu .
"Apakah ada yang terluka pada saat perang tadi?",tanya Chen Si Lei ramah pada pria sakti kaum bersih itu.
"Tidak ada Paduka, terima kasih atas perhatian Paduka kepada kami",jawab Li Man Chu melihat ke arah Li Shao Ning yang keluar dari kamar penginapan.
"Bagaimana dengan keadaan mu ,sayang ku?",tanya Chen Si Lei lembut kepada gadis itu.
"Sudah lebih baik",jawab gadis itu duduk di kursi sebelah kanan Chen Si Lei yang merangkul lembut dirinya agar gadis itu merasa nyaman.
"Syukurlah, sayang..Aku sangat merasa cemas sekali tadi melihat mu kesakitan oleh serangan musuh tadi ", kata Chen Si Lei tulus hati kepada Li Shao Ning.
"Paduka hamba baik -baik saja, anda tidak perlu khawatir terhadap kesehatan hamba",kata Li Shao Ning halus menolak di sentuh oleh Chen Si Lei yang sudah tahu bahwa selir nya ini miliki banyak sekali alasan untuk tidak melayaninya.
"Kau pikir kamu bisa menolak ku ",kata Chen Si Lei lembut sekaligus memerintah dengan tegas bahwa gadis itu harus tetap melayani tidurnya.
"Hmm kepala hamba sakit sekali, hamba harus istirahat untuk malam ini",kata Li Shao Ning berdiri untuk berjalan masuk ke dalam kamar tidur lain dari kamarnya Chen Si Lei.
Chen Si Lei merasa jengkel dengan sikap gadis itu untuk malam ini bisa bebas dari hukumannya.
Li Man Chu tersenyum melihat mereka berdua yang sangat menarik sekali tetapi pria itu tidak berani bertatapan dengan Chen Si Lei yang bersikap sebagai Kaisar Tang Agung yang harus selalu di patuhi oleh semua orangnya.
"Ku rasa aku juga harus istirahat untuk memulihkan tenaga ku untuk besok pagi aku lanjutkan perjalanan ku",kata Chen Si Lei berjalan masuk ke dalam kamarnya dan berbaring di atas tempat tidur tanpa di temani oleh gadis itu di sisinya.
Chen Si Lei tidak bisa tidur nyenyak untuk malam hari ini, maka Chen Si Lei pindah ke kamar tidur Selir ke empat Li Shao Ning yang terkejut sekali karena Chen Si Lei berada di tempat tidur bersamanya dan tersenyum memerintahkan Li Shao Ning untuk melayaninya.
"Hmm sayang ku...ayo kita lanjutkan kembali",kata Chen Si Lei berbaring di atas tubuh gadis itu yang terkejut sekali.
"Ahhhh gagal lagi",kata gadis itu dalam hatinya.
Chen Si Lei tertawa-tawa melihat gadis itu akhirnya mematuhi perintahnya tanpa perlu melakukan ancaman untuk menakuti gadis itu.
"Kau manis sekali ",kata Chen Si Lei membelai lembut rambut panjang dan tubuh gadis itu dengan kelembutan yang membuat gadis itu terbuai dengan kehebatan Chen Si Lei berhubungan intim dengan selir nya.
"Paduka ..Agh !!", jerit gadis itu menatap Chen Si Lei yang sangat hebat sekali.
"Lanjutkan",perintah Chen Si Lei menggerakkan dirinya sampai Li Shao Ning lelah tapi tetap harus melayani sampai Kaisar Tang Agung tertidur pulas dengan wajah tersenyum bahagia.
"Ah kau sungguh kejam sekali kepada ku",kata Li Shao Ning bersimpuh di sudut kiri tempat tidur menatap Kaisar Tang Agung yang tidur pulas setelah di layani sampai bahagia.
Li Shao Ning menangis sedih sekali karena dia sama sekali tidak pernah ada rasa cinta terhadap Chen Si Lei, maka ia selalu ingin kabur dari Kaisar Tang Agung, tapi kini Li Shao Ning tidak bisa kabur lagi karena sudah menjadi milik pria yang menjadi Kaisar Tang Agung.
"Han Koko maaf aku tidak bisa menjadi milik mu",kata Li Shao Ning bicara sendiri untuk melihat bayangan kekasih nya yang berada jauh darinya.
"Aku mencintaimu tapi tubuhku sudah milik Kaisar Tang Agung. Aku mohon maaf atas pengkhianatan yang sudah aku lakukan kepada mu",kata gadis itu meratapi nasibnya .
Chen Si Lei memeluknya erat dari belakang dan menariknya kembali untuk tidur bersamanya.
"Siapa yang kau bicarakan tadi ?", tanya Chen Si Lei menatap tajam gadis itu.
"Ah hamba tidak bicara tentang siapa pun",jawab gadis itu takut sekali kepada Chen Si Lei.
"Awas ya jika kamu bicara tentang pria lain. Aku habisi kau dan juga pria mu itu ", ancam Chen Si Lei .
"Ya hamba mengerti ", jawab gadis itu .
"Bagus sekali jika kamu sudah mengerti",kata Chen Si Lei tegas kepada gadis itu.
Keesokan harinya, Chen Si Lei bangun tidur dengan tubuh segar dan sehat sekali dan di layani oleh Li Shao Ning untuk urusan mandi dan sebagainya, lalu Chen Si Lei meraih jemari gadis itu untuk melakukan perjalanan bersamanya.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya sudah berada di luar rumah pemandian air panas.
"Ayo kita berangkat ke daerah lainnya",kata Chen Si Lei berjalan bersama Selir ke empat Li Shao Ning yang patuh kepada Chen Si Lei karena mengkhawatirkan pria yang di cintainya akan mendapat kesulitan besar bila Chen Si Lei mengetahui ada pria lain di kehidupan selir nya.
__ADS_1
Li Man Chu jatuh cinta kepada Li Shao Ning sejak pertama kali jumpa dengan gadis itu yang awalnya Li Man Chu tidak mengetahui bahwa gadis cantik jelita itu adalah seorang selir dari Kaisar Tang Agung, kini pria gagah perkasa dari Sekte Naga Gunung Baodingsan harus melupakan cinta pertamanya untuk selamanya.