
Chen Si Lei dan Xiao Ce di ajak ke sebuah rumah penginapan yang di tempati oleh tiga orang murid Sekte Gunung Yang.Mereka berdua di kira adalah dua orang dari murid Sekte Naga Sungai Li yang merupakan dua orang sahabat dari tiga orang muda itu.
Dan Chen Si Lei di kenal sebagai Le Din Yin dan Xiao Ce di kenal sebagai Su Nian Feng ,awalnya Chen Si Lei ingin menyangkal bahwa dia bukan Le Din Yin dan Xiao Ce bukanlah Su Nian Feng tetapi sebuah pemikiran lain datang begitu saja dalam otak Chen Si Lei.
"Boleh juga aku pakai untuk sementara waktu identitas dari Le Din Yin untuk aku bisa cari tahu tentang semua hal yang harus ku ketahui tentang dalamnya dunia persilatan ini",kata Chen Si Lei dalam hatinya.
Maka pada saat Xiao Ce ingin mengatakan bahwa dia bukan Su Nian Feng saat di rumah penginapan itu.
"Aku bu..",
"Su Nian Feng kau lupa bahwa kita di perintah oleh guru kita untuk jaga rahasia kita selama kita bertualang kali ini",kata Chen Si Lei seraya memberikan kode etik khusus untuk Xiao Ce diam saja dan ikuti permainannya.
"Le Din Yin memang selalu cepat tanggap terhadap segala hal daripada kamu Su Nian Feng sejak lima tahun lalu kita semua berjumpa di pertemuan bela diri lima tahun sekali di puncak gunung kaki ayam daerah Sichuan",kata Zijie gadis murid kedua dari Sekte Gunung Yang.
"Tentu saja karena Le Din Yin jauh lebih pintar dari semua murid Sekte lainnya di kawasan Lembah Besar ",kata Gao Yu Fei menatap sepasang mata Chen Si Lei yang terlihat dari topeng dengan tatapan mata kasih sayang terhadap pria yang bernama Le Din Yin.
Chen Si Lei membalas tatapan mata gadis itu dengan tatapan mata kasih sayang yang sama kepada gadis yang duduk di hadapan nya.
"Ya sudah sekarang kita makan siang lalu kita beristirahat dulu dan esok hari kita lanjutkan perjalanan ke bukit berdarah",kata Xiao Kai Zhong murid pertama dari Sekte Gunung Yang.
Chen Si Lei segera naik ke lantai dua untuk masuk ke dalam kamar tidur,dan Chen Si Lei di ikuti oleh Xiao Ce yang ingin tidur di kamar yang sama dengannya.
"Yo Lei..",
"Aku ingin kita bisa mengetahui tentang mereka semua, jadi kita harus bisa pura -pura menjadi kedua orang yang mereka kenal",kata Chen Si Lei begitu masuk ke dalam kamar.
"Aku mengerti ",jawab Xiao Ce segera membuka pakaian untuk mandi di dalam bak mandi yang sudah di siapkan oleh pihak rumah penginapan.
"Xiao Ce kau berasal dari mana ?", tanya Chen Si Lei seraya duduk di kursi meja bundar dalam kamar.
"Dari Kerajaan Silla ",jawab Xiao Ce jujur sambil membasuh wajah dan tubuhnya.
"Negeri tetangga rupanya",kata Chen Si Lei menuang arak di cawan dan minum .
"Ya aku baru tiba di Tionggoan untuk mencari tahu tentang diriku yang menurut guru ku ceritakan kepada ku bahwa aku di temukan saat bayi di dalam keranjang kecil mengapung di lautan luas dan nyaris menjadi santapan empuk ikan buas ,lalu aku di rawat dan di besarkan oleh guru ku yang berasal dari kerajaan Silla dan mengajarkan ku ilmu silat khas Kerajaan Silla hingga aku dewasa, dan aku mencari pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil di Istana Kerajaan Silla tapi tidak lama karena aku harus pergi ke Tionggoan untuk mencari identitas ku dan aku kehabisan uang dan menjadi pengangguran yang tidak jelas ,tapi sekarang Aku bersyukur untuk jumpa dengan mu yang sangat baik terhadap mu .Aku merasa aku ingin mendapatkan pekerjaan dari mu karena kau pasti orang kaya raya",kata Xiao Ce menceritakan riwayatnya secara jujur kepada Chen Si Lei.
"Ya terima kasih karena kau sudah memberitahu tentang dirimu secara jujur pada ku..Aku pasti akan ceritakan riwayat ku yang sebenarnya kepada mu lain waktu yaitu pada saatnya tiba bagi ku untuk cerita kepada ku tentang diri ku",kata Chen Si Lei menahan kesedihan dengan minum arak.
"Baiklah aku akan menunggu saatnya tiba kau ceritakan riwayat mu kepada aku ,aku percaya bahwa kamu orang baik yang sangat hebat dan besar sekali",kata Xiao Ce sudah selesai mandi dan berpakaian rapi untuk tidur di atas tempat tidur untuk malam ini.
Chen Si Lei menunggu sampai Xiao Ce tidur pulas baru dia bisa berkelebat cepat ke luar kamar penginapan, dan memantau sekelilingnya melalui atas genteng di rumah penginapan nya. Chen Si Lei menikmati malam ini sambil minum dua guci besar arak .
"Asyik sekali kau minum arak di atas genteng sendirian",suara halus dari samping kiri nya menyadarkan nya.
"Ah kau Nona Gao Yu Fei",kata Chen Si Lei parau.
"Jangan panggil aku Nona Gao Yu Fei tetapi Fei Fei seperti dulu",kata gadis itu.
"Ahh aku lupa pernah memanggil mu Fei Fei",kata Chen Si Lei menghabiskan arak terakhir dan tertidur pulas di bahu gadis itu.
"Le Din Yin kau masih seperti dulu arogan dan dingin tapi aku cinta kamu setulus hatiku",ucap Nona Gao Yu Fei menyentuh bibir Chen Si Lei dengan bibirnya.
Chen Si Lei tidak mempedulikan apa yang telah dilakukan oleh gadis itu terhadap dirinya karena dia dalam keadaan sedih dan kesepian sekali sehingga dia ingin mabuk untuk menghilangkan rasa sakit di dalam hatinya karena dunianya sangat berat sekali.
Cip !!
Cip!!
"Agh ",
Silau sinar mentari pagi membangunkan Chen Si Lei dari tidurnya dan menyadari bahwa ia telah tidur di atas genteng rumah penginapan dan meletakkan kepala di atas bahu gadis asing.
"Le Din Yin kau sudah bangun?",tanya gadis itu lembut sekali.
"Ah Fei Fei maaf aku telah membuat mu lelah karena menopang kepala ku di atas bahu mu",ucap Chen Si Lei tidak enak hati.
Gadis itu menggeleng kepala sambil tersenyum manis sekali sehingga Chen Si Lei semakin tidak nyaman.
"Aku sama sekali tidak pernah lelah jika untuk mu Le Din Yin",kata gadis itu sudah mengejar Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk menemui Xiao Ce.
Xiao Ce terbelalak kaget melihat Chen Si Lei turun dari langit bersama Nona Gao Yu Fei.
"Kalian. .??",
"Jangan salah paham ,kami tidak ada apa-apa",jawab Chen Si Lei cepat masuk ke dalam kamar dan tutup pintu kembali.
Nona Gao Yu Fei terlihat malu sendiri dan berjalan cepat masuk ke dalam kamar tidur nya dan tutup pintu kembali.
"Ah kenapa jantung ku berdebar kencang sekali saat ini",kata Nona Gao Yu Fei.
"Yu Fei kau sudah bangun tidur, ayo segera bersiap untuk sarapan pagi bersama Xiao Kai Zhong dan aku juga dengan Le Din Yin dan Su Nian Feng di bawah",ucap Zijie dari kamar mandi dan sudah rapi.
"Ya suci tunggu sebentar",sahut Nona Gao Yu Fei mengambil pakaian bersih dan segera mandi.
Tiga puluh menit kemudian kedua orang Nona itu sudah turun dari lantai atas dan bergabung dengan ketiga orang pria yang sudah menunggu mereka berdua untuk sarapan pagi bersama sebelum melakukan perjalanan menuju ke bukit berdarah sesuai pembicaraan kemarin malam.
Nona Gao Yu Fei berkali-kali melirik Chen Si Lei selama mereka semua sarapan pagi hingga mereka ber lima berjalan keluar dari desa pintu air sepuluh ,dan hal ini membuat Chen Si Lei tidak nyaman melakukan perjalanan bersama gadis itu dan Xiao Ce malah senang sekali bisa menjodohkan Chen Si Lei dengan Nona Gao Yu Fei ini.
"Yo Lei dia sangat cantik jelita sekali dan kau beruntung bisa mendapatkannya",
"Aku sudah menikah,jadi aku tidak akan pernah suka kepada gadis itu",bisik Chen Si Lei kembali kepada Xiao Ce.
"Eh kau sudah menikah rupanya pantas saja wajah mu di tutup topeng agar istri mu tidak cemburu dan cemas kan mu di lirik oleh wanita lain",kata Xiao Ce.
"Iya kau benar",jawab Chen Si Lei untuk Xiao Ce diam saja.
"Aku dekati dia ya?",bisik Xiao Ce melirik Nona Gao Yu Fei di seberang jalan.
"Ya silakan",bisik Chen Si Lei tersenyum untuk Xiao Ce.
Maka Xiao Ce terus menerus melancarkan pendekatan kepada Nona Gao Yu Fei selama di perjalanan yang telah di lihat jelas oleh Nona Gao Yu Fei yang menjadi kesal dengan ulah Xiao Ce yang menyebalkan baginya dan jengkel dengan Chen Si Lei yang seakan ingin menjodohkan nya dengan saudara seperguruan nya.
"Le Din Yin jika kamu tidak pernah suka kepada ku?!!Jangan pernah mendekatkan Su Nian Feng kepada ku !!Aku tidak pernah suka kepada nya !!Kau dengar?!!",
Berkali-kali pula gadis itu menghardik Chen Si Lei dengan keras dan marah saat mereka beristirahat di bantaran sungai kecil yang berada di jalan menuju ke arah bukit berdarah .
"Gao Yu Fei berhenti menghardik Le Din Yin. Apakah kau tidak malu ??", tegur Zijie sucinya.
"Bukan salah ku tapi salah dia",jawab gadis itu menangis sedih setelah di tegur oleh sucinya.
Gadis itu berlari terus mendaki bukit berdarah sehingga tidak menyadari bahwa di sepanjang jalan gadis itu mendaki ,terlihat banyaknya jasad orang yang berada di sekitar lokasi yang gadis itu tuju, dan baru sadar ketika menginjak kepala orang dan nyaris jatuh ber gelinding kembali ke bawah jalan ke bukit berdarah itu.
"Aghhhhh !!", jerit gadis itu berguling jatuh saat menginjak kepala orang.
"Kau tidak apa-apa? ",tanya Xiao Ce ramah memeluk gadis itu supaya tidak ber gelinding ke bawah jalan ke bukit berdarah.
"Aku tidak apa-apa !!Jangan sentuh aku!!",hardik gadis itu marah.
Chen Si Lei menarik Xiao Ce sehingga gadis itu terlepas dari Xiao Ce dan jatuh ke jasad sebelah kiri.
Dan gadis itu menjerit ketakutan secara histeris sekali.
"Aghhhhhh !!", teriak gadis itu cepat berdiri dan mendekati Suheng nya yang galak itu.
"Tutup mulut mu!!Berisik!!",hardik Xiao Kai Zhong malu memiliki Sumoi seperti ini.
Gao Yu Fei langsung menutup mulutnya dengan patuh karena takut kepada Chen Si Lei yang menatap wajah gadis itu galak sekali. Zijie sebaliknya hanya bisa lihat sejumlah mayat itu dengan wajah pucat sekali, dan Xiao Ce menyembunyikan diri di belakang tubuh Chen Si Lei.
"Mereka semua tewas karena keracunan ",kata Xiao Kai Zhong sudah analisis.
"Bukan keracunan tapi gigitan hewan berbahaya",kata Chen Si Lei meneliti leher para korban itu.
"Gigitan serigala hutan kah?",tanya Xiao Ce takut.
"Bukan tapi gigitan ular kecil ini",jawab Chen Si Lei menggunakan kayu untuk bisa ambil ular kecil dari telinga korban.
"Ihh jijik ", kata kedua orang gadis bergidik ngeri.
Chen Si Lei menjatuhkan ular kecil itu dan menginjak hingga hancur, lalu dia bisa mendengar suara seruling dari arah timur sebagai jawaban pertanyaan pada otak Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Plakkkk! !
Dessssssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak seorang gadis terjatuh dari arah timur dan berguling di tanah di bawah sepasang sepatu Chen Si Lei.
"Gadis ular. Apakah kau yang telah membunuh orang -orang ini?",tanya Chen Si Lei menaruh sebelah kaki bersepatu di atas kepala gadis itu.
__ADS_1
"Bukan aku,aku menyelamatkan beberapa orang yang masih hidup. Lihat di sana ", jawab gadis itu ketakutan sekali dan yakin bahwa sekali di injak kepalanya oleh pemuda bertopeng itu maka remuklah kepalanya.
Chen Si Lei menoleh ke arah yang di tunjuk jari gadis di bawah kaki nya, dan dia bisa melihat bahwa ada seorang laki-laki bertubuh besar meniup seruling warna hitam yang mengandung hawa sesat sehingga sejumlah ekor ular kecil berbisa telah datang dari berbagai penjuru ke arah mereka semua.
Chen Si Lei menggerakkan telapak tangannya untuk mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti untuk membunuh ribuan ular kecil itu.
Wuttttt !!!
Bressssss !!
Pria itu menghentikan permainan seruling hitam nya dan terbelalak kaget melihat semua ular kecil yang di datangi olehnya sudah habis semua oleh pemuda yang memakai topeng rajawali emas sakti.
"Kau siapakah yang sudah berani menghancurkan seluruh ular peliharaan yang ku miliki ?!", hardik pria itu marah.
"Aku Pendekar Naga Sungai Li!!",hardik Chen Si Lei lebih ganas.
"Apa kau Le Din Yin ??", tanya gadis di bawah sepatu Chen Si Lei.
"Benar sekali dia ini Le Din Yin dari Sekte Naga Sungai Li",jawab Gao Yu Fei .
"Berarti kamu jangan membunuh ku",kata gadis di bawah sepatu Chen Si Lei.
"Kenapa jangan membunuh mu?",tanya Gao Yu Fei nada cemburu .
"Karena aku istrinya Le Din Yin ",jawab gadis itu memandang Chen Si Lei dengan wajah penuh kasih sayang terhadap pria itu.
"Apakah kau bilang kau istri Le Din Yin ??", tanya Gao Yu Fei marah.
Chen Si Lei memindahkan kaki bersepatu nya dari kepala gadis itu sehingga Nona itu bisa berdiri dan memeluknya cepat.
"Yin Gege ", kata gadis itu membelai lembut punggung besar Chen Si Lei.
"Lancang sekali berani menyentuh Le Din Yin ku!!",hardik Nona Gao Yu Fei marah.
Wuttttt !!
Gadis itu berhasil menghindari serangan maut dari Nona Gao Yu Fei,dan gadis itu sudah menyerang Nona Gao Yu Fei secara hebat.
Wuttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Kedua orang gadis itu bertarung secara hebat dengan ilmu mukjizat mereka miliki dan keduanya seimbang.
Singggggg !!!
Nona Gao Yu Fei sudah mengeluarkan pedang untuk menghadapi gadis musuh nya itu.
Cringgg !!
Sinar seruling hijau milik gadis itu sungguh hebat sekali memukul balik pedang di tangan Nona Gao Yu Fei.
Sementara itu Chen Si Lei berhadapan dengan pria ber seruling hitam yang sudah maju untuk menghadapinya.
"Le Din Yin kau harus mati di tangan ku Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan",pria itu sudah berkelebat cepat untuk menghadapi Chen Si Lei.
Wuttttt !!!
Plakkkk! !
Dessssssss !!
Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan terkejut dengan ilmu sakti mukjizat milik pria bertopeng ini sehingga dia terpaksa mundur dengan cepat.
Wuttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik yang dahsyat sehingga pria itu terpental dan muntah darah segar.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan ilmu mukjizat hebat untuk melawan seorang sakti yang sudah menyerang nya secara cepat dari udara di bagian atas pohon rindang.
Dessssssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak gadis lain jatuh di tanah di dekat pria itu.
"Sheng Wan Gege",kata gadis itu memeluk pria ber seruling hitam itu.
"Wen Wen ", kata pria itu menyambut gadis yang memeluknya.
Di lain pihak, Xiao Ce sudah bertarung melawan seorang sakti yang datang dari arah barat bukit berdarah.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti ku bunuh kau!!",hardik orang sakti itu .
"Aku Su Nian Feng bukan Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Xiao Ce .
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aduhhh !!", teriak Xiao Ce terlempar oleh ilmu mukjizat orang sakti itu.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak orang sakti itu terdorong hebat dengan ilmu mukjizat Chen Si Lei yang sudah cepat menolong Xiao Ce.
Xiao Ce terbelalak kaget melihat sepak terjang Chen Si Lei yang sangat hebat dan lihai sehingga orang sakti itu terdesak hebat dengan ilmu silat pemuda itu.
Selain itu juga Xiao Kai Zhong beserta Zijie berhadapan dengan sejumlah orang dari berbagai penjuru yang datang ke bukit berdarah itu.
Wushhh !!
Syuutttttttt !!!
Zijie berkelebat cepat menghindari serangan maut dari sejumlah orang itu yang sangat hebat dan ganas.
Singggggg !!
Chen Si Lei sudah mengeluarkan pedang untuk menghadapi serangan maut dari orang sakti yang sudah di selamatkan oleh seorang pria berwajah sadis memakai topeng wajah seram.
Cringgg !!
Sinar pedang dari seorang pria lain menerjang maju untuk membantu Gao Yu Fei menghadapi gadis seruling hijau.
"Suheng Luo Kai Xing",panggil Gao Yu Fei terkejut melihat kakak seperguruan nya yang lain.
"Nona baju hijau kau sungguh kejam sekali menggunakan ilmu pedang sesat!!",
"Luo Kai Xing kau sendiri juga orang suci yang sesat!!",balas gadis itu.
"Lancang sekali mengatakan Suheng ku orang sesat !!", hardik Gao Yu Fei marah.
"Ya dia memang sesat karena dia sudah banyak sekali menculik,menodai bahkan membunuh sejumlah besar wanita untuk menciptakan ilmu sesat ter hebat dan lihai di dunia !!",jawab gadis seruling hijau.
"Kurang ajar gadis laknat !!Ku bunuh kau!!",hardik pria itu marah karena rahasia nya telah di bongkar oleh gadis kekasih dari Le Din Yin Pendekar Naga Sungai Li di muka umum.
"Siapa yang laknat ??Kau lah yang laknat !!",hardik gadis seruling hijau marah.
Wuttttt !!!
Singggg !!!
Mereka berdua terlibat pertarungan yang sangat hebat dan lihai sehingga semua orang terkagum-kagum pada kepandaian kedua orang itu.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Wuttttt !!
__ADS_1
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan ilmu pedang panda mata api yang menyala untuk membabat habis kepala musuh yang ingin membunuh Xiao Ce.
"Xiao Ce mundur ", kata Chen Si Lei menggunakan tenaga hebat mendorong Xiao Ce jauh dari arena pertarungan tersebut.
"Wahhh!!",teriak Xiao Ce terkejut dengan angin dahsyat yang mendorongnya jauh dari tempat itu.
Tap!!
"Kau tidak apa-apa ??", tanya seorang wanita cantik jelita sekali yang menolong Xiao Ce.
"Kakak kau siapakah ??", tanya Xiao Ce ramah.
"Rubah cantik Yang Ce Lin",jawab wanita itu centil sekali.
"Terimakasih banyak kakak cantik",ucap Xiao Ce geli.
Xiao Ce tidak mempedulikan wanita itu melainkan sibuk mengawasi pertarungan antara Yo Lei menghadapi sejumlah orang hebat itu dengan cemas dan khawatir akan keselamatan sahabatnya itu.
Wuttttt! !
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
Wushhh !!
Cranggg !!!
Sebuah pedang mukjizat menangkis serangan senjata tajam dari Luo Kai Xing ke arah gadis seruling hijau sehingga Nona itu selamat.
"Pendekar Fan Xing ", kata Luo Kai Xing terkejut mengetahui lawannya yang baru.
"Luo Kai Xing kau jahanam yang sudah membunuh istri ku!!",hardik pria yang di lihat oleh Chen Si Lei dan Xiao Ce di rumah makan di luar desa pintu air sepuluh.
"Rupanya istrinya sudah tewas di bunuh oleh pria itu",kata Xiao Ce pelan di pohon cemara.
"Iya beberapa hari yang lalu",jawab gadis lain memakai pakaian serba merah dan payung merah duduk di dekatnya.
"Eh kau siapakah ??", tanya Xiao Ce kaget ada orang di dekatnya.
"Dewi Payung Merah Le Yun Hee",jawab gadis itu genit minta ampun.
"Ih jijik sekali kau",kata Xiao Ce menghindari gadis itu dengan cepat.
"Bukankah kau Pendekar Rajawali Emas Sakti??",tanya gadis itu heran.
"Bukan",jawab Xiao Ce jujur.
"Masa sih ??",gadis itu mendekati Xiao Ce dengan centil menyentuh wajah Xiao Ce.
Plakkkkkk !!
Bruakkk !!
"Aduhhh !!", teriak gadis itu terjatuh dari pohon cemara oleh Chen Si Lei dari jarak jauh untuk menolong Xiao Ce.
"Eh benar dia Pendekar Rajawali Emas Sakti!!",teriak gadis itu membuat sejumlah orang berdatangan ke arah Xiao Ce.
"......??",
"Hormat pada Pendekar Rajawali Emas Sakti yang terhormat!!",sejumlah orang itu bersujud kepada Xiao Ce.
"Hei kau salah orang ", kata Xiao Ce bingung.
"Kami semua tidak mungkin salah orang karena kau sangat tampan sekali serta sangat sakti, buktinya tadi kau mendorong ku hingga jatuh hanya menatap ku saja ", jawab gadis centil itu.
"Eh bukan aku ",kata Xiao Ce tidak tahu lagi untuk jelaskan bahwa dia bukan pria yang di sebut Pendekar Rajawali Emas Sakti.
"Koko Lei Lei apakah kamu sudah lupa kepada ku ?",tanya gadis cantik jelita dan centil itu.
"Aku tidak kenal diri mu",jawab Xiao Ce jujur.
"Aku Hua Erl yang berasal dari lembah sedang",kata gadis itu sedih.
"Jangan menangis, aku paling takut jika melihat seorang gadis menangis",Xiao Ce mendekati gadis yang menangis itu.
Hua Erl memeluknya cepat untuk mencurahkan rasa rindu terhadap pemuda yang menjadi tunangan nya.
Chen Si Lei terkejut sekali bahwa Hua Erl mengira Xiao Ce adalah dirinya dan kini memeluk pria itu di hadapan nya.
Tapi Chen Si Lei diamkan saja karena dia sedang fokus untuk menghadapi musuh sakti lain yang sudah melukai tiga orang murid Sekte Gunung Yang, gadis yang membawa seruling hijau, Pendekar seruling hitam Sheng Wan serta kekasih nya, dan Pendekar Fan Xing .
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak Luo Kai Xing menjerit kesakitan oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei secara cepat dan hebat.
Bressss !!
Luo Kai Xing tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei sehingga hancur .
"Kalian semua tidak apa-apa ??", tanya Xiao Ce sudah datang kembali ke tempat itu.
"Mereka semua terluka tapi aku tak terluka",jawab Chen Si Lei ramah pada Xiao Ce.
"Aku akan mengobati luka mereka",kata Hua Erl melepaskan lengannya dari Xiao Ce lalu mengobati mereka semua yang telah terluka dengan obat yang di miliki oleh gadis lembah obat itu.
Chen Si Lei memperhatikan cara gadis berusia empat belas tahun yang sedang mengobati luka semua orang itu dengan kagum sekali,tapi gadis itu takmembalas perhatiannya karena gadis itu tidak mengetahui bahwa dialah Pendekar Rajawali Emas Sakti itu bukan Xiao Ce.
"Iya selesai sudah aku sembuhkan luka kalian semua",kata Hua Erl ramah kepada semua orang itu.
"Terimakasih banyak atas bantuan mu Nona",kata Pendekar Fan Xing sopan.
"Iya terimakasih",kata Xiao Kai Zhong terpesona dengan kecantikan Nona Hua Erl ini.
"Le Din Yin ", kata Nona seruling hijau sudah merangkul lengan Chen Si Lei.
"Kita harus temukan Putri Bintang Kegelapan tertawan oleh Sekte Singa Hitam di lembah bunga Champa",kata Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan .
"Bukan urusan ku",kata Chen Si Lei melepaskan diri dari gadis seruling hijau.
"Aku istri mu Le Din Yin",kata gadis seruling hijau mencegah Chen Si Lei kabur dari nya.
"Dasar wanita *****kau bohong bukan istri Le Din Yin, buktinya dia dingin kepada mu",kata Nona Gao Yu Fei senang sekali dengan sikap pemuda yang sudah di sukai itu terhadap gadis genit yang mengaku sebagai istri Le Din Yin itu.
Xiao Ce sedang sibuk dengan Hua Erl yang mengira bahwa dia adalah Pendekar Rajawali Emas Sakti sehingga Hua Erl terus menerus menempel terus kepadanya dan saat Yo Lei mengacuhkan dirinya. Xiao Ce menjadi lebih bingung lagi untuk menghadapi sahabatnya itu.
"Tunggu sebentar kita masih ada urusan yang harus kita selesaikan bersama",
"Ah ??",Chen Si Lei berbalik ke arah Xiao Ce yang sudah mengejar nya di ikuti oleh Hua Erl.
"Ya kita harus melakukan petualangan bersama",kata Xiao Ce memandang Chen Si Lei bahwa mereka berdua bersahabat baik.
"Ahmm baiklah",kata Chen Si Lei tersenyum ramah pada Xiao Ce.
Xiao Ce membalas senyuman Chen Si Lei dengan tulus hati tetapi senyum Chen Si Lei hilang saat Hua Erl merangkul lengannya. Hua Erl menduga bahwa Chen Si Lei menyembunyikan identitas diri dengan mengganti nama Xiao Ce dan terlihat biasa saja.
"Hei kami juga akan ikut bersama mu ",kata tiga orang murid Sekte Gunung Yang sudah mengejar nya.
"Aku juga ikut",kata gadis seruling hijau bingung dengan sikap kekasihnya.
"Aku bukan Le Din Yin ",kata Chen Si Lei kesal juga.
"Ahh lalu kau siapakah ?", tanya Pendekar Fan Xing juga Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan dan kekasihnya Wen Wen.
"Pendekar Angin Timur Yo Lei",jawab Chen Si Lei tidak tega melihat Xiao Ce yang di semua orang itu adalah Pendekar Rajawali Emas Sakti.
"Kau murid Pendekar Rajawali Emas Sakti ya?",tanya Hua Erl karena namanya Lei juga.
"Iya aku muridnya",jawab Chen Si Lei menjura hormat kepada Xiao Ce.
"Eh ya terimakasih",kata Xiao Ce bingung tapi senang sekali bisa menjadi seorang yang terkenal di Tionggoan.
Chen Si Lei menahan senyum karena Xiao Ce sungguh mirip dia waktu sebelum keluar dari Pulau Persik, yaitu selalu menganggap bahwa dunia ini adalah ilusi belaka tetapi kenyataannya adalah dunia ini sangatlah kejam dan keras hanya untuk bertahan hidup pun harus selalu berjuang jauh lebih keras daripada orang lain agar tidak terkalahkan dan menjadi seorang pecundang buangan semata.
"Ayo kita lakukan petualangan seru bersama -sama",kata Chen Si Lei ramah pada mereka semua yang kini menjadi teman perjalanannya yang baru.
__ADS_1