
Kota yang terletak di garis berikutnya dari aliran sungai Yang tse dan kota yang di masuki oleh Chen Si Lei dan Hua Erl bersama para sahabat mereka berdua pada hari berikutnya. Mereka melihat banyak sekali orang -orang berlari ke arah timur untuk melihat sesuatu yang menarik di tempat yang orang -orang itu tuju.
"Pemilihan calon suami untuk Nona Wang Zai Zi putri pertama dari Adipati Wang yang terkenal di kota Ze dan semua orang pria yang belum pernah menikah bisa mengajukan diri untuk menjadi suami dari Nona Wang Zai Zi",jawab pemuda dari kota Ze yang mereka tanyakan di tengah perjalanan mereka.
"Oh bagus sekali ide dari Adipati Wang",kata Chen Si Lei melihat pengumuman ini di setiap dinding rumah, toko dan sebagainya.
Sebuah kereta kuda berhenti di tepi jalan dan turunlah seorang anak perempuan kecil dari dalam kereta kuda.
"Nenek kita sudah sampai di kota Ze",kata anak perempuan itu suaranya merdu .
"Hua Yi tunggu Nenek",kata seorang wanita tua turun dari kereta kuda.
Hua Yi nama anak perempuan itu membantu Nenek nya turun dari kereta kuda di tepi jalan itu.Nenek itu membayar jasa untuk kusir kereta kuda yang lalu pergi dari tempat itu meninggalkan wanita tua dan cucu perempuan kecil di tepi jalan yang dekat dengan rombongan dari Chen Si Lei jalan.
"Nenek kita akan pergi ke rumah Tuan Besar Wang",kata Hua Yi .
"Ya supaya kamu bisa bertemu dengan ayah kandung mu",kata Nenek itu.
"Nenek aku tak mau bertemu dengan ayah ku",kata anak perempuan itu.
"Kenapa kau tidak mau bertemu dengan ayah mu?",tanya Nenek nya.
"Karena ayah tidak pernah mengenali ku sebagai putrinya",jawab gadis kecil ini.
Chen Si Lei dan Hua Erl saling bertukar pandangan mata saat mendengar ucapan dari anak perempuan itu yang sedang berdebat dengan nenek nya di sepanjang jalan menuju ke rumah Adipati Wang. Sedetik itu juga Chen Si Lei merasa bahwa ia pun kini jauh dari rumah dan anak -anaknya.
"Jangan khawatir anak -anak mu akan mengenali mu",Hua Erl menghibur Chen Si Lei dengan lembut.
"Anak apa ?", tanya Le Din Yin bingung karena Chen Si Lei dan Hua Erl belum ada anak yang mereka miliki.
"Aku punya anak laki - laki dua orang dan satu anak perempuan di rumah ku yang aku peroleh dari Selir -selir ku yang lain",jawab Chen Si Lei jujur.
"Wahhhhhhh tak ku sangka bahwa kamu sudah menjadi ayah",kata Sheng Wan.
"Ya aku sangat beruntung",kata Chen Si Lei bahagia.
"Aku akan menjadi seorang ayah",kata Xiao Kai Zhong secara tiba-tiba yang jalan di sisi Zijie .
"Eh Zijie kau sudah isi rupanya",kata Hua Erl tersenyum bahagia melihat Zijie .
"Iya aku sudah hamil sekarang ini",jawab Zijie menyentuh bawah perutnya.
"Wah selamat ya untuk mu dan Xiao Kai Zhong",kata Chen Si Lei ikut senang hati.
"Suci dan Suheng selamat ya",kata Gao Yu Fei memeluk sucinya.
"Terimakasih Pendekar Rajawali Emas Sakti, terimakasih semuanya",sahut Zijie.
Chen Si Lei dan Hua Erl meneruskan perjalanan mengikuti arus kerumunan orang -orang itu untuk melihat lokasi rumah Adipati Wang yang sedang ramai sekali dan mereka bisa melihat bahwa akan ada banyak sekali kejutan yang menanti Adipati Wang berikan kepada mereka yang tidak sengaja mengunjungi rumah dan kota yang menjadi wilayah Adipati Wang.
Setibanya Chen Si Lei dan Hua Erl bersama para sahabat mereka berdua di rumah besar keluarga Adipati Wang.Mereka melihat banyak sekali pemuda dari kota Ze yang ingin melakukan perlombaan untuk menjadi seorang calon suami dari putri pertama Adipati Wang.
"Untuk menjadi seorang suami dari Nona Wang Zai Zi putri pertama dari Adipati Wang..Aku sebagai wakil dari Adipati Wang ingin memberikan tiga persyaratan untuk kalian kaum pria muda berbakat yang belum menikah untuk bisa terpilih menjadi suami Nona Wang Zai Zi kami, yaitu pertama harus bisa ilmu silat, kedua harus bisa ilmu sastra dan kesenian, dan ketiga harus bisa bertahan hidup di atas tiang di menara istana Adipati Wang selama tiga hari tiga malam. .Apakah kalian semua sanggup melakukan tiga hal itu ??!!Jika ada yang bisa melakukan tiga hal itu maka dialah orang yang akan menjadi suami Nona Wang Zai Zi dan menantu pertama Adipati Wang!!",kata wakil Adipati Wang sebagai moderator di acara ini.
"Aku Yo Yun akan mencoba untuk ikut persyaratan perlombaan pemilihan suami untuk Nona Wang Zai Zi",kata seorang pria muda bernama Yo Yun sudah maju di atas panggung.
__ADS_1
"Aku Tuan Muda Hong Yao akan melawan mu Yo Yun",kata seorang pria lain yang sudah maju untuk menghadapi pria bernama Yo Yun itu.
"Baik silakan di mulai ",kata wakil Adipati Wang.
Kedua orang pria itu saling berhadapan dan mulai menunjukkan kemampuannya dalam memenangkan lomba pemilihan suami untuk Nona Wang Zai Zi.
Wuttttt !!
Dukk! !
Tuan Muda Hong Yao menendang lutut Yo Yun sehingga pria baju putih itu jatuh ke luar arena pertandingan dan kalah.
"Pertandingan pertama di menangkan oleh Tuan Muda Hong Yao",kata wakil dari Adipati Wang mengumumkan pemenang awal.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Aku Xian De akan melawan mu Tuan Muda Hong Yao",kata pria yang baru naik ke atas panggung.
Tuan Muda Hong Yao mengangguk dan melawan Xian De secara cepat dan hebat sehingga Xian De pun kalah.
Selama empat puluh kali berturut -turut menang di awal pertandingan, maka Tuan Muda Hong Yao akan berhadapan dengan seorang wakil dari Nona Wang Zai Zi untuk melaju ke babak kedua yaitu pertandingan sastra dan kesenian, tapi Tuan Muda Hong Yao tetap berhasil memenangkan lomba kedua dan sekarang akan di babak terakhir yaitu bertahan hidup di atas tiang menara istana Adipati Wang.
"Aku akan coba untuk bertahan hidup selama tiga hari tiga malam di atas menara istana Adipati Wang",kata Tuan Muda Hong Yao berkelebat cepat naik ke tiang itu dan bersila untuk konsentrasi di atas tiang menara istana Adipati Wang.
Chen Si Lei lebih fokus pada putri kecil dari Adipati Wang yang sedang berusaha untuk masuk ke dalam rumah besar itu tapi di larang oleh pihak Adipati Wang di pintu masuk lain di Istana Adipati Wang itu, maka Chen Si Lei mengajak Hua Erl untuk ke tempat anak perempuan yang sedang menangisi nenek nya yang di hina habis oleh pihak Adipati Wang.
"Ada apa ini dan kenapa kalian kasar sekali terhadap seorang anak perempuan yang masih kecil dan seorang nenek tua?",tanya Chen Si Lei mengerutkan kening menatap tajam semua orang dari pihak Adipati Wang.
"Kau siapakah berani menegur kami??",tanya seorang wanita cantik anggun.
"Aku Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab Chen Si Lei angkuh dan dingin.
Semua orang bersujud hormat kepada Chen Si Lei dengan rasa ketakutan sekali.
Chen Si Lei tidak mempedulikan mereka yang bersujud hormat kepadanya,Chen Si Lei meraih jemari gadis kecil dan nenek nya untuk berdiri dan masuk bersama dia ke dalam rumah Adipati Wang secara bebas.
Adipati Wang yang sedang sakit keras dan terbaring lemah di atas tempat tidur di dalam kamarnya, terkejut mendengar akan kedatangan tamu istimewa dari desa terpencil di selatan Tionggoan yang mengaku sebagai putrinya yang di antarkan kepadanya oleh seorang nenek untuk berjumpa dengan nya.
Hua Yi melihat sosok laki-laki terbaring lemah di atas tempat tidur yang mewah di depan matanya dengan perasaan rindu akan kasih sayang seorang ayah dan pria yang menjadi Adipati Wang tersentuh hatinya dengan melihat sosok bocah kecil yang memanggilnya dengan sebutan ayah.
"Ayah. ..!!",Hua Yi menangis memeluk ayahnya.
"Yi Hua kau putri ku dari Ye Erl di fujian?",tanya Adipati Wang menatap wajah Hua Yi atau Yi Hua itu dengan penuh kerinduan pula.
"Iya aku Yi Hua putri ibu Ye Erl dan ayah Wang Chu",jawab gadis kecil ini .
"Nenek Su yang sudah mengantarkan ku kepada ayah tapi tadi kami di larang ke rumah ayah oleh orang -orang ayah tapi kami di bantu oleh kakak baik ini",gadis kecil ini menceritakan pengalamannya dalam mencari dan menemukan ayahnya secara jujur dan polos sehingga hati Chen Si Lei pun tersentuh oleh gadis kecil itu.
Adipati Wang memandang Chen Si Lei dan Hua Erl dengan tatapan mata terima kasih berulang kali.
"Paduka terima kasih atas bantuan Anda sehingga hamba bisa berjumpa dengan putri hamba sebelum hamba meninggal dunia karena penyakit hamba yang tidak bisa di sembuhkan oleh para tabib manapun di dunia ini,maka hamba meminta bantuan wakil hamba untuk mencarikan seorang suami yang baik untuk putri ku yang pertama yang bernama Wang Zai Zi",kata Adipati Wang.
"Aku akan coba untuk menyembuhkan mu Adipati Wang",kata Hua Erl merasa iba terhadap nasib keluarga Adipati Wang.
"Ah terima kasih Paduka Selir Hua Erl",kata Istri Adipati Wang beserta keluarga di dalam rumah besar itu bersujud hormat kepada Chen Si Lei dan Hua Erl.
__ADS_1
"Hua Erl cobalah kau obati penyakit Adipati Wang",kata Chen Si Lei halus kepada Hua Erl.
"Baik Paduka",kata Hua Erl memberi hormat kepada Chen Si Lei .
Hua Erl memeriksa nadi, sepasang mata dan lainnya yang ada di tubuh laki-laki yang menjadi Adipati Wang ini dengan cermat.
"Anda menderita racun porselen dari cangkir keramik yang kamu minum setiap kali kamu pakai sehingga merusak organ dalam tubuh mu",kata Hua Erl.
Adipati Wang kaget sekali bahwa dia keracunan porselen dari cangkir air di pakai untuk minum dia sehari -hari.
"Aku akan memberikan obat untuk mengurangi rasa sakit pada organ tubuh mu karena racun yang berada dalam tubuh mu sudah menyerang semua yang ada di dalam tubuh mu..Maaf mungkin kau tak bisa bertahan hidup selama tujuh hari ini ",kata Hua Erl sedih sekali karena dia tidak bisa menolong Adipati Wang.
"Tak apa yang penting kau sudah berusaha untuk menolong Adipati Wang",Chen Si Lei menghiburnya.
Yi Hua bersujud hormat kepada Chen Si Lei untuk meminta pertolongan agar pria ini bisa menolong ayahnya.
"Paduka tolong selamatkan ayah hamba,hamba akan menjadi budak Anda untuk balas budi kebaikan Paduka pada ayah hamba",pinta gadis itu bersujud berulang kali kepada Chen Si Lei.
"Aku akan mencobanya",kata Chen Si Lei tidak tega melihat gadis kecil memohon berulang kali kepadanya.
Chen Si Lei mendekati Adipati Wang untuk memberikan pertolongan melalui ilmu mukjizat hebat yang di miliki oleh Chen Si Lei.
Sebuah cahaya yang terang benderang menyinari tempat itu dan Adipati Wang di atas tempat tidur merasakan kehangatan yang masuk ke dalam tubuhnya yang lemah dan kritis itu terasa ada kekuatan yang membuat rasa sakit dalam organ tubuh nya itu hilang secara perlahan -lahan, dan Chen Si Lei menusuk jari tangan Adipati Wang dengan jarum bening untuk mengeluarkan racun yang berbahaya di dalam tubuh Adipati Wang.
Darah hitam keluar dari jari tangan Adipati Wang yang di tusuk jarum bening oleh Chen Si Lei, lalu darah coklat keluar dari jari tangan Adipati Wang,lalu darah dari tubuh Adipati Wang berubah menjadi darah kuning, putih dan merah normal dan napas Adipati Wang pun normal kembali.
Chen Si Lei mengobati penyakit Adipati Wang selama tiga hari empat malam dan di luar rumah Adipati Wang, telah ada seorang calon suami untuk Nona Wang Zai Zi yang sedang menunggu untuk menemui Adipati Wang yang akan menikahkan pria itu dengan Nona Wang Zai Zi.
"Adipati Wang sekarang penyakit mu sudah sembuh sama sekali dan kamu akan hidup selama tiga puluh tahun lagi",kata Chen Si Lei usai menyembuhkan Adipati Wang.
"Terimakasih Paduka",kata Adipati Wang bersujud hormat kepada Chen Si Lei dan Hua Erl.
"Ayah ", panggil Yi Hua menangis bahagia bisa melihat ayahnya sembuh kembali.
"putri ku",kata Adipati Wang memeluk putrinya.
"Paduka terimakasih banyak atas pertolongan Paduka kepada ayah hamba",ucap Yi Hua bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
Semua orang di rumah keluarga besar Adipati Wang bersujud hormat pada Chen Si Lei untuk mengucapkan terimakasih atas pertolongan yang Chen Si Lei berikan kepada Adipati Wang telah membuat keluarga Adipati Wang berkumpul bersama dan bahagia.
Dua hari kemudian Adipati Wang melangsungkan pernikahan Nona Wang Zai Zi putri pertama nya dengan seorang pemuda bernama Tang Fei di kediaman besar nya dengan di saksikan oleh segenap warga kota Ze dan juga Chen Si Lei,Hua Erl dan para sahabatnya turut hadir di acara tersebut.
Keesokan harinya Adipati Wang memberikan Chen Si Lei sejumlah lencana perak, emas dan perunggu dari berbagai Sekte yang berada di dalam kota Ze.
"Terimakasih banyak atas bantuan mu Adipati Wang",kata Chen Si Lei sopan.
"Paduka apakah Anda tidak mau menjadi hamba sebagai budak Anda?",tanya Yi Hua terakhir kali sebelum Chen Si Lei melanjutkan perjalanan nya.
"Tidak Yi Hua. Aku ingin kamu menjadi seorang anak yang baik untuk orang tua mu. Itu saja",jawab Chen Si Lei tulus hati kepada anak itu.
"Hamba akan patuhi perintah Paduka pada hamba dengan baik",ucap gadis kecil ini tersenyum manis sekali kepada Chen Si Lei.
Lalu Chen Si Lei dan Hua Erl pun pamit kepada Adipati Wang dan keluarganya di pintu keluar dari Kota Ze.
"Di manakah Le Din Yin dan kedua orang istrinya ??Juga yang lainnya ??",Chen Si Lei baru sadar bahwa para sahabatnya hilang selama dua hari ini.
__ADS_1
"Mereka pergi ke Sekte Bintang Semesta",jawab Hua Erl memberikan surat dari Le Din Yin titipkan untuk Chen Si Lei kepada Hua Erl.
Chen Si Lei membuka dan membaca surat tersebut, lalu dia segera meraih tangan Hua Erl untuk pergi ke tempat Le Din Yin meminta bantuan mereka.