
Kekaisaran Tang Agung
Hua Erl begitu mendapatkan informasi tentang pengkhianatan yang di lakukan oleh Permaisuri Ling Long secara detail melalui laporan dari Tse Tu yang sudah menyelidiki kasus riwayat dari Permaisuri Ling Long adalah putri dari Ratu Sesat Cobra Darah.
Hua Erl langsung memberikan perintah kepada Tse Tu untuk membasmi semua orang yang terlibat dalam kasus Permaisuri Ling Long,dan Hua Erl juga memberi perintah untuk menghukum mati Permaisuri Ling Long dengan tuduhan dalang utama pengkhianatan terhadap Kekaisaran Tang Agung.
"Lindungi dan periksa kesehatan kedua Pangeran Kecil dan putri kecil serta Ibu Suri dan para putri lain di kediaman mereka masing - masing", perintah Hua Erl secara cepat dan sigap untuk menjaga keamanan dan keselamatan keluarga pribadi dari Chen Si Lei karena Permaisuri Ling Long yang sudah menjaga mereka selama ini atas tugasnya sebagai seorang pemimpin tertinggi di Harem Kaisar.
"Periksa juga keadaan Selir Xuan Xuan saat ini di kediaman nya",perintah Hua Erl kepada tabib Pu Tui.
"Siap Paduka Selir Agung Hua Erl akan hamba laksanakan!!",sahut Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti dan para tabib istana dengan pimpinan Tabib Utama Pu Tui.
Hua Erl juga menyelidiki semua riwayat para wanita yang masuk ke dalam Istana Kekaisaran Tang Agung dengan secara menyeluruh dan detail untuk tidak ada lagi masalah yang sama dengan kasus Permaisuri Ling Long dan Nyonya Selir Xiao Ling di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.
Le Din Yin sudah datang ke rumah besar milik pribadinya yang sudah di siapkan oleh Chen Si Lei untuknya di lingkungan dekat Istana Kekaisaran Tang Agung tapi tetap berada di luar lingkungan Istana Kekaisaran Tang Agung karena Le Din Yin adalah Pangeran Muda yang tidak masuk ke dalam pemerintahan Chen Si Lei.
Tetapi Le Din Yin sangat senang sekali karena Le Din Yin bisa bebas kemana pun ia mau apalagi sekarang ini ia sudah memiliki empat orang istri, para pelayan dan pengawal khusus untuknya di dalam rumah mewah khusus untuk Le Din Yin atas kebaikan dari Chen Si Lei berikan kepadanya.
"Aku sangat bahagia sekali sekarang",kata Le Din Yin terpana melihat rumah dan isi dalam rumah barunya yang sangat besar dan luas juga lengkap sesuai impiannya selama ini.
"Paduka Pangeran Muda Le Din Yin rumah anda berdekatan dengan rumah besar dari menteri kesehatan Ning Yi dan Putri Chen Li",lapor salah satu Kasim khusus untuk Le Din Yin dari Chen Si Lei berikan kepadanya.
"Wah terima kasih banyak atas laporan mu",kata Le Din Yin senang sekali bisa berdekatan dengan kakak perempuan kandung nya yaitu Chen Li.
"Ah sayang sekali kedua koko sudah kembali ke Pulau Emas dan tinggal bersama ayah dan ibu di sana",kata Le Din Yin yang sudah di beritahu Chen Si Lei bahwa kedua orang koko mereka tidak bisa terlibat di Kekaisaran Tang Agung karena mereka berdua adalah pemimpin di Kerajaan Selatan.
Sedangkan,Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya memiliki rumah besar yang berada di lingkungan khusus untuk kementerian Kekaisaran Tang Agung dan begitu juga dengan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti, Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti dan Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti,mereka ada di rumah besar yang mengelilingi Istana Kekaisaran Tang Agung dan khususnya di bagian -bagian khusus untuk melindungi keselamatan dan keamanan Keluarga pribadi dari Kaisar Tang Agung.
"Kami hanya setia kepada Kaisar Tang Agung bukan yang lainnya",kata mereka semua yang menjadi Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti, Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti,Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti dan Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti.
Mereka juga ada yang bertugas untuk melayani dan merawat hewan peliharaan Chen Si Lei agar selalu sehat dan selamat,ada juga yang mengurus kebun sayur dan buah serta tanaman hias yang menjadi perkebunan khusus untuk Chen Si Lei dan keluarganya.
"Kami juga mendapatkan tugas untuk menjaga kesehatan dan keselamatan Paduka Selir Agung Hua Erl",kata Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti.
"Terimakasih banyak atas perhatian kalian kepada ku",kata Hua Erl ramah.
"Ada beberapa orang Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti yang menjaga para selir lainnya untuk Paduka Kaisar Tang Agung",kata Tong Nian wakil dari pemimpin Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti.
"Tugas untuk menjaga kesehatan, keselamatan dan keamanan Ibu Suri dan para putri adik Paduka juga anak-anak Paduka adalah tugas ku sebagai seorang istri,ibu,menantu dan kakak ipar di lingkungan pribadi Kaisar Tang Agung",kata Hua Erl kepada dirinya sendiri.
Hua Erl memandang langit yang cerah tetapi menghembuskan angin sejuk awal musim gugur di dalam kamarnya dan seketika itu juga Hua Erl merasakan bahwa ia sangat merindukan Chen Si Lei sehingga ia meneteskan air mata karena rasa rindu yang sangat besar dan dalam terhadap Chen Si Lei.
"Koko Lei Lei aku sangat merindukan mu,aku selalu berdoa kepada Tuhan agar kau senantiasa berada di dalam perlindungan Nya di mana pun kau berada saat ini",kata Hua Erl menghapus air mata dengan saputangan milik Chen Si Lei yang selalu di simpan Hua Erl sampai kapan pun untuk Hua Erl bisa merasakan kehadiran Chen Si Lei di hatinya.
Denyut pada perutnya menyadarkan Hua Erl bahwa Chen Si Lei sudah menjadi satu dengan Hua Erl melalui cinta yang tulus dan ikhlas serta tanpa perlu bicara pun, mereka berdua adalah sepasang suami istri sejati dengan bayi yang berada di dalam kandungan Hua Erl.
"Cinta..Aku tahu bahwa kau telah memberikan ku hadiah terindah untuk aku harus bisa menjaganya untuk mu",kata Hua Erl tersenyum bahagia saat tersadar kembali akan sesuatu yang sangat besar dan hebat yang terhubung antara dirinya dengan pria yang sangat berarti bagi hidupnya,yaitu Chen Si Lei.
Pegunungan Bunga Champa Merah.
Sementara itu,Tse Tu sedang bertarung melawan seorang pria sakti kaum sesat yang menjadi kekasih gelap Permaisuri Ling Long dengan sengit sekali di awasi oleh Putri Qiu Chao yang menjaga kolam ikan koi untuk menunggu kembalinya Chen Si Lei dan kawan-kawan nya dari dasar kolam ikan koi itu dengan perasaan cemas yang sangat besar sekali.
Tse Tu menggunakan ilmu pedang khasnya untuk menghadapi serangan maut dari pedang mukjizat sesat yang di mainkan oleh seorang pria ganas itu,tetapi Tse Tu dengan kecepatan yang sangat mengagumkan berhasil membabat habis kepala pria ganas itu.
Crakkkkkk!!
"Tuan Besar Tse Tu terimakasih atas pertolongan mu kepada ku",kata Putri Qiu Chao seraya menjura hormat kepada Tse Tu yang membalas menjura hormat kepadanya dengan sopan.
"Sama-sama Nona",kata Tse Tu sopan dan hormat kepada Putri Qiu Chao yang sudah di ketahui oleh Tse Tu sebagai seorang pemimpin Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti.
"Kita harus mencari jalan untuk masuk ke dalam kolam ikan koi untuk membantu Paduka",kata Putri Qiu Chao merasa cemas sekali akan keselamatan Chen Si Lei.
Tse Tu melompat ke arah pintu nomor lima dan menekan keras hingga pintu bisa terbuka dan terlihatlah sebuah jalan menuju ke tempat Chen Si Lei berada yaitu di bawah lembah pegunungan bunga Champa Merah.
"Ayo kita melalui jalan ini untuk bisa ketempat Paduka",kata Tse Tu mengawalnya dengan sopan dan hormat sekali.
Putri Qiu Chao mengikuti langkah Tse Tu melompati beberapa pepohonan yang di sekitar lokasi ini untuk bisa turun ke dasar lembah pegunungan bunga Champa Merah.Dan mereka berdua tiba dengan aman di sebuah hutan yang lebat sekali dan suara aliran air terjun pun terdengar jelas oleh mereka berdua.
Mereka berdua berjalan bersama menyelusuri hutan tersebut dan tiba di sebuah tepi lokasi air terjun dan mereka berdua melihat bahwa ada seorang wanita cantik jelita sedang duduk bersama pria gagah perkasa dalam kemesraan yang sangat besar terlihat oleh mereka berdua.
"Ling Long apakah kamu benar-benar mencintai ku?",tanya pria gagah perkasa itu terdengar hangat sekali kepada wanita itu.
"Iya Pangeran Muda Ouw Yang",jawab wanita itu genit sekali.
Pangeran Muda Ouw Yang Khu adalah salah seorang dari anggota Sekte Sesat Cobra Darah yang juga suami gelap dari Permaisuri Ling Long yang sekarang ini sedang bersamanya dengan mesra sekali.
"Lalu kenapa kau mau menjadi Permaisuri bagi Kaisar Tang Agung?",tanya pria itu mencium bibir dan mulut Ling Long dengan mesra sekali.
"Karena aku perlu kekuasaan untuk membantu kerajaan kita",jawab Ling Long di dalam pelukan pria yang sudah dari dia remaja telah bersamanya hingga Ling Long hamil dan melahirkan seorang anak untuk Pangeran Muda Ouw Yang Khu jauh sebelum ia kenal dan berjumpa dengan Chen Si Lei serta berhasil membuat Chen Si Lei jatuh cinta kepadanya,tetapi Chen Si Lei tidak pernah mau menyentuhnya sampai ia kesal sendiri dan ia pun semakin benci kepada Chen Si Lei dan para wanita yang di miliki oleh Chen Si Lei.
"Aku benci mereka semua,terutama Hua Erl yang berani sekali bertentangan jelas dengan ku.Aku harus membunuh Hua Erl terlebih dahulu daripada yang lain yang sangat mudah bisa aku hasut untuk aku bisa mengadu domba mereka,tetapi kurang ajar sekali Xuan Xuan telah membocorkan rahasia ku sebagai putri dari Ratu Kerajaan sesat cobra darah sehingga Tse Tu mengejar ku hingga aku di usir keluar dari Istana Kekaisaran Tang Agung oleh Ibu Suri Kekaisaran Tang Agung yang sudah memerintahkan Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti untuk membunuh ku di luar Istana Kekaisaran Tang Agung sampai aku di lemparkan berbagai barang busuk oleh rakyat Ibukota Kekaisaran Tang Agung,namun aku berhasil kabur ke pegunungan bunga Champa Merah,namun aku terjungkal ke kolam ikan koi milik mu dan aku beruntung di selamatkan oleh mu, dan akhirnya aku bersama mu kembali kakak Ouw Yang Khu", cerita Ling Long secara detail kepada suami gelapnya yang sudah bercumbu mesra dirinya berulang kali.
Percakapan Ling Long dengan kekasih gelapnya sudah di ketahui oleh Chen Si Lei dan para sahabatnya yang sudah berada di sekitar lokasi Ling Long bermesraan dengan Ouw Yang Khu.
Chen Si Lei sudah lebih dahulu tiba di lokasi itu dan menyelamatkan Khu Sin yang lebih dulu berenang dari kolam ikan koi sampai ke air terjun lembah pegunungan bunga Champa Merah,maka Chen Si Lei sudah menyaksikan kehidupan pribadi milik Ling Long dengan kekasih gelapnya di lihat oleh sepasang mata Chen Si Lei yang sudah berkilat marah sekali kepada Ling Long dan kekasihnya.
Tetapi sebuah pedang lebih dahulu menyerang Ling Long dan kekasihnya yang di lakukan oleh Putri Qiu Chao dan Tse Tu juga Khu Sin serta Hu Yi Tian dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah menyerang Ling Long dan kekasihnya dengan sadis sekali sampai Ling Long dan Ouw Yang Khu terkejut sekali melihat berbagai serangan maut dari pihak Chen Si Lei terhadap mereka berdua.
"Wanita busuk!!Ku bunuh kau !!",hardik Putri Qiu Chao menerjang hebat ke Ling Long yang sudah cepat menangkis serangan maut dari seorang wanita cantik jelita yang entah siapa yang telah berani mengganggu urusannya.
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
"Lancang sekali kau telah berani memaki dan menyerang ku!!Aku Permaisuri Ling Long dari Kekaisaran Tang Agung !!",teriak Ling Long sambil menangkis serangan maut dari pedang milik gadis sakti itu.
"Kau bukan Permaisuri ku melainkan seorang pengkhianat yang harus di hukum mati!!",hardik Chen Si Lei yang mengejutkan hati Ling Long yang segera pucat ketakutan sekali.
"Koko Lei Lei ",panggil Ling Long dengan nada mesra yang membuat darah Chen Si Lei mendidih hingga Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti piramida sakti menghantam hancur Ling Long .
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Ling Long hancur seketika itu juga oleh serangan maut dari Chen Si Lei sehingga pria ganas yang menjadi kekasih gelap Ling Long terkejut sekali dan merasa ngeri sekali melihat keganasan Chen Si Lei dalam menghabisi Ling Long tadi sehingga Ling Long menjadi debu tak tersisa lagi.
"Bunuh dia!!",perintah Chen Si Lei kepada para pengikut nya yang setia dan sudah dengan cepat membabat habis kepala dan tubuh Pangeran Muda Ouw Yang Khu .
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk ! !
Crakkkkkk !!!
Khu Sin berkelebat cepat memenggal kepala seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang merupakan anak Ling Long dan Pangeran Muda Ouw Yang Khu.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menghancurkan hutan bunga Champa Merah yang menjadi saksi bisu cinta yang sangat memuakkan hati Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Brussshhhhh !!
Chen Si Lei tidak mempedulikan lagi hutan itu dan Chen Si Lei sudah lenyap dari tempat itu ke gunung nomor lima dengan petunjuk Tse Tu yang segera mengikuti Chen Si Lei agar Kaisar Tang Agung selalu aman di sepanjang perjalanan nya di pegunungan bunga Champa Merah ini.
"Paduka tunggu kami!!",teriak Putri Qiu Chao berkelebat cepat untuk mengejarnya di ikuti oleh Hu Yi Tian dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang berkelebat cepat juga dalam mengejarnya.
"Tse Tu terimakasih atas informasi mu serta pertolongan mu kepada ku",Chen Si Lei sedang berbicara dengan Tse Tu yang sudah bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
Mereka berjalan menuju ke jalan gunung nomor lima dan Chen Si Lei beristirahat sejenak di sebuah bukit yang permai.
"Sama-sama Paduka.Hamba adalah prajurit Anda dan sudah tugas hamba untuk melindungi anda dan Kekaisaran Tang Agung",jawab Tse Tu tulus hati setia pada Chen Si Lei.
Chen Si Lei termenung sesaat memikirkan rumahnya yang amburadul pada saat ini karena ulah Ling Long yang licik sekali.
Tse Tu melihat Kaisar Tang Agung sedang melamun sedih membuatnya ikut larut di dalam kesedihan yang melanda hati Kaisar Tang Agung saat ini tetapi baik Tse Tu maupun Hu Yi Tian dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti serta Putri Qiu Chao tidak bisa memberikan hiburan kepada Kaisar Tang Agung.
Tetapi sebuah surat datang ke Chen Si Lei melalui burung parkit kecil emas yang di kirim oleh Hua Erl untuk memberikan hiburan yang hangat kepada Chen Si Lei yang segera tersenyum bahagia melihat surat dari Hua Erl yang menceritakan tentang adik -adik Chen Si Lei yang lucu -lucu dan Huang ErNiang yang sangat baik hati sekali terhadap Hua Erl.
__ADS_1
"Yang Yang memang nakal dan manja tetapi terimakasih atas perhatianmu dan kesabaran mu dalam menghadapi adik -adik ku yang juga adik -adik mu Hua Erl dan terimakasih juga karena kau sudah membantu ku merawat Huang ErNiang ku ,aku juga ucapkan terimakasih atas perhatian mu kepada ku.Aku sangat bersyukur bahwa aku memiliki mu sebagai seorang wanita ku yang sangat baik hati.Aku juga sama merasakan suara hati mu kepada ku yang sangat tulus kepada ku,tertanda Chen Si Lei..Ah salah ..seharusnya tertanda Koko Lei Lei",tulis Chen Si Lei sebagai surat balasan kepada Hua Erl melalui burung parkit kecil emas itu lagi.
Sebuah paket dari burung gereja kiriman dari Le Din Yin hadir di hadapan Chen Si Lei berupa kue kering rasa kacang almond hasil karya Sheng Li Na khusus untuk Chen Si Lei sebagai ucapan terima kasih Sheng Li Na bisa berjumpa dengan adik perempuannya yaitu Sheng Li Qin yang menjadi salah satu dari anggota Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti.
"Sheng Li Na sangat bahagia sekali melihat adiknya datang ke rumah kami dalam keadaan sehat dan selamat juga menambah keceriaan di dalam rumah kami dan aku juga sudah jumpa dengan cici Chen Li dan Cihu Ning Yi menjadi tetangga ku di Ibukota Kekaisaran Tang Agung. Aku sangat bahagia sekali Lei Lei.Kau harus selalu menjaga kesehatan mu.Jika kau memerlukan bantuan ku.Aku siap untuk datang ke tempat mu berada.Tertanda Koko mu yang ganteng Le Din Yin",tulis Le Din Yin yang membuat hati Chen Si Lei ceria kembali dan menikmati kue kering rasa kacang almond dengan terharu.
Chen Si Lei membalas surat balasan kepada Le Din Yin dengan perasaan kasih sayang terhadap pria yang menjadi saudara kembar tak identik nya itu melalui burung gereja itu lagi.
"Kalian semua boleh mencicipi kue kering rasa kacang almond karya Sheng Li Na istri kedua dari Pangeran Muda Le Din Yin",kata Chen Si Lei ramah sekali kepada semua orang yang berada di sekitarnya.
"Terimakasih Paduka",jawab mereka semua yang berada di sekitar Chen Si Lei.
Chen Si Lei melihat bahwa Hua Erl memberikan kue lembut rasa buah leci khusus untuk Chen Si Lei seorang.
"Hmm manis sekali kue rasa buah leci semanis dirimu Hua Erl",puji Chen Si Lei.
Chen Si Lei memanggil burung rajawali emas sakti Untuk membawakan hadiah untuk Hua Erl dari Chen Si Lei,yaitu sebuah maklumat resmi untuk menobatkan Hua Erl sebagai seorang Permaisuri yang baru menggantikan posisi Ling Long yang di ganti sebagai seorang pengkhianat terhadap Kekaisaran Tang Agung,dan tugas untuk mengurus dalam rumah tangga adalah urusan Hua Erl.
"Urusan pekerjaan di pemerintahan adalah tugas ku sebagai seorang Kaisar Tang Agung,suami,pria, ayah dan kakak laki-laki di rumah kita", tulis Chen Si Lei secara tegas .
Hua Erl menerima surat maklumat tersebut melalui burung rajawali emas sakti di kirim langsung oleh Chen Si Lei yang memberikan perintah kepada Tse Tu yang di kirim kembali ke Ibukota Kekaisaran Tang Agung pada malam itu juga dan malam sebelum Chen Si Lei masuk ke gunung nomor lima bersama Hu Yi Tian dan Putri Qiu Chao serta empat orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Baik aku terima tugas ku dari Paduka Kaisar Tang Agung untuk ku",kata Hua Erl di kediaman Selir Agung pertama.
"Soso ",sapa Putri Yang Yang ramah sekali kepada Hua Erl di taman khusus para wanita di dalam istana bagian para wanita Kaisar.
"Untuk gelar Selir Agung pertama telah kosong sekarang",kata Putri Yang Ying Ying nada ceria
"Juga gelar Nyonya Selir ke empat juga kini kosong",kata Putri Yang Mi adik nomor tiga Chen Si Lei sambil minum teh hijau hangat.
"Selir nomor enam,tujuh, dua puluh dan nomor dua puluh tiga juga masih kosong dan belum ada gantinya",kata Putri Yang Zi Zi adik nomor empat Chen Si Lei yang sangat lincah dan tangkas dalam segala hal.
"Semua tergantung dari keputusan Lei Lei Gege kita berikan",kata Putri Tang Yan adik nomor lima yang paling cerewet dalam urusan rumah dalam bagian wanita pilihan koko nya.
"Gege selalu selektif dalam memilih soso kita yang baru",,sahut Putri Tang Li Lan adik nomor enam usianya masih sepuluh tahun dan nakal sekali serta menyusahkan banyak sekali dayang istana, kasim dan yang lainnya tobat menghadapi putri ini.
"Aku tidak mengerti urusan Gege.Aku cuma mau Gege kembali ke rumah dan bisa bermain dengan ku",kata Putri Tang Hian Cheng adik nomor tujuh berusia baru tujuh tahun dan juga suka sekali membuat rusuh setiap orang di sekitar putri kecil kesayangan Chen Si Lei.
Tetapi mereka semua bisa patuh kepada Hua Erl yang sangat terampil mengurus mereka sesuai hati mereka sendiri atas kasih sayang mereka terhadap Lei Lei Gege mereka sayangi.
Mereka inilah yang paling di benci oleh Ling Long serta beberapa selir Chen Si Lei yang di buat tobat menghadapi mereka karena mereka sangat cerdik dan cerdas dalam melindungi kakak laki-laki kesayangan mereka,karena mereka adalah putri mantan Kaisar Tang dahulu dan adik-adik perempuan kesayangan dari Kaisar Tang Agung sekarang.
Chen Si Lei sudah masuk ke dalam gunung nomor lima yang masih menjadi satu bagian dari pegunungan bunga Champa Merah yang sangat panjang sekali dan sangat membuat hati Chen Si Lei semakin penasaran ingin tahu tentang semua hal yang ada di dalam pegunungan tersebut.
"Tse Tu bilang masih ada sepuluh gunung lagi yang harus kita periksa dan selidiki secara cermat dan teliti",kata Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari untuk membersihkan hawa sesat yang mengurung gunung nomor lima.
Chen Si Lei dan kawan-kawan nya tiba di hadapan seorang pria berwajah sadis sekali yang sedang bersama seorang gadis cantik jelita yang sangat sadis sekali karena begitu melihat Chen Si Lei dan kawan-kawan nya datang kepada mereka berdua.
Gadis itu menerjang hebat dengan ilmu pedang mukjizat sesat kepada Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat menggunakan kipas untuk menangkis serangan pedang gadis itu.
Syuutttttttt !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!
Chen Si Lei melakukan gerakan bagaikan seekor ular yang melewati setiap mata pedang tajam dan ganas sekali dari gadis sadis itu yang terkejut sekali karena Chen Si Lei sudah menusuk tenggorokan gadis itu dengan kipas sakti dan gadis itu tewas seketika itu juga.
Jlebbbb !!
Hu Yi Tian berkelebat cepat untuk menghadapi pria ganas yang memainkan alat jahit untuk menghadapi Hu Yi Tian yang sudah membabat habis alat jahit yang di jadikan sebagai senjata tajam oleh pria ganas itu.
Wuttttt !!!
Crakkkkkk !!
Hu Yi Tian berkelebat cepat membabat habis kepala pria itu secara langsung dan hebat sekali cara berkelebat Hu Yi Tian dalam menghadapi musuhnya.
Crakkkkkk !!
"Paduka lihat ada uang emas di dalam kotak penyimpanan ini",kata Putri Qiu Chao sudah melihat pusaka uang emas milik kerajaan Ratu Cobra Darah.
"Uang hasil merampok bank rakyat desa bunga Champa Merah",kata Khu Sin.
Dan keluarlah beberapa ekor ular cobra ganas dari kotak penyimpanan uang koin emas yang berubah menjadi batu -batu kerikil yang mengejutkan hati Chen Si Lei duga bahwa kaum sesat mulai manipulasi uang palsu untuk merugikan ekonomi masyarakat di Kekaisaran Tang Agung.
Hu Yi Tian dan Putri Qiu Chao membabat habis sejumlah ekor ular cobra ganas di bantu oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti secara cepat dan hebat.
Wuttttt !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
"Kita harus cepat membasmi mereka dan hancurkan hasil karya mereka sebelum mereka edarkan ke seluruh Kekaisaran Tang Agung",perintah Chen Si Lei sudah bergerak cepat menggerakkan kipas sakti menghantam hancur pintu masuk ke dalam gunung nomor enam.
Bruak !!
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti yang menghadang jalannya menuju ke arah pintu gunung nomor tujuh.
Wuttttt !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Hu Yi Tian berkelebat cepat membabat habis pintu masuk gunung nomor tujuh di sisinya ada lambang ular cobra ganas.
Singggggg !!!
Dessssssss !!!
Bruakkk !!!
"Aghhhhhh !!!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat Hu Yi Tian.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Putri Qiu Chao membabat habis kepala musuh sakti yang sudah datang kepada mereka yang akan menuju ke arah gunung nomor sembilan.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Wuttttt !!!
Dessssssss !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Empat orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat memenggal habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga Chen Si Lei bisa masuk ke arah gunung nomor sepuluh.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti yang sangat hebat dan ganas sekali tanpa perlu melihat atau bicara.
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!!
Crakkkkkk !!!!
Hu Yi Tian berkelebat cepat membabat habis kepala musuh sakti yang sedang bertarung melawan Putri Qiu Chao yang sudah berkelebat cepat untuk membuka pintu masuk ke gunung nomor sebelas untuk Chen Si Lei.
__ADS_1
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Dessssssss !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Trangggggg !!!
Crakkkkkk !!!
Empat orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menghantam hancur gadis di pintu masuk ke dalam gunung nomor dua belas.
Wuttttt !!!
Dessssssss !!!
Hu Yi Tian berkelebat cepat membabat habis sejumlah besar musuh sakti yang di pintu masuk ke dalam gunung nomor tiga belas.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Putri Qiu Chao menggerakkan telapak tangannya untuk menghabisi seorang pria yang berada di pintu masuk ke dalam gunung nomor empat belas.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis kepala musuh di pintu masuk ke dalam gunung nomor lima belas dan merupakan bagian terakhir dari pegunungan tersebut.
Crakkkkkk !!!
Chen Si Lei berhadapan langsung dengan Ratu Kerajaan Cobra Darah yang keluar bersama para pasukan yang tersisa di sebuah hutan yang penuh ular cobra yang berada di sekitar lokasi itu.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Putri Qiu Chao membabat habis sejumlah besar ekor ular cobra ganas peliharaan Ratu Kerajaan Cobra Darah yang sangat marah sekali kepada Chen Si Lei.
"Akhirnya kamu tiba juga di markas besar Sekte ku",kata Ratu Sekte Sesat Cobra Darah yang sudah mengetahui bahwa Chen Si Lei sudah membunuh semua anak dan pengikutnya.
"Dan aku akhirnya bisa menghukum mati mu",jawab Chen Si Lei berkelebat cepat menyerang Ratu Sekte Sesat Cobra Darah yang sudah cepat menangkis kipas di tangan kanan Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti dengan kipas sakti di tangan yang di gerakkan secara hebat sekali sehingga Ratu Sekte Sesat Cobra Darah terkejut sekali melihat kelihaian ilmu mukjizat Chen Si Lei.
Wuttttt !!!
Syutttttttttt !!!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga Ratu Sekte Sesat Cobra Darah harus menggunakan ilmu sakti untuk dia bisa segera menangkis serangan maut dari Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Plakkkkkk !!!
Chen Si Lei memiringkan kipas sakti secara cepat dan ganas sekali menghantam hancur kepala wanita sadis itu.
Wuttttt !!
Prakkk !!!
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan kipas sakti secara cepat dan ganas sekali.
Wutttt!!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Putri Qiu Chao menggerakkan pedang melawan serangan maut dari seorang pria sadis yang sangat besar dan ganas sekali sehingga Putri Qiu Chao segera cepat menggerakkan pedang membabat habis kepala pria itu dengan bantuan Hu Yi Tian yang sudah berkelebat cepat memenggal tubuh pria itu.
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Empat orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menghantam hancur para pria ganas yang sedang memainkan seruling hitam yang mengandung hawa sesat.
Bressss !!!
Chen Si Lei menyambar cepat menghantam hancur beberapa ekor ular cobra di dalam hutan itu.
Wuttttt !!
Bressssss !!!
Crakkkkkk !!!
Chen Si Lei melemparkan kipas secara cepat membabat habis kepala gadis sakti yang menggunakan senjata tajam yang mengandung hawa sesat sehingga ular cobra ganas berdatangan menyerang mereka secara cepat dan ganas sekali.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat untuk dapat menghancurkan sejumlah uang emas palsu yang berada di dalam rumah gubuk milik Ratu Sekte Sesat Cobra Darah.
Wuttttt !!!
Brussshhhhh !!!
Blaarrrr !!!
"Paduka kita sudah menghancurkan mereka",kata Putri Qiu Chao senang sekali bisa membasmi kaum sesat.
"Sekarang kita harus merapikan hutan ini untuk rakyat di sekitar pegunungan bunga champa merah bisa menggunakan hutan ini lagi",kata Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti Buddha bersih untuk memulihkan kondisi hutan pegunungan bunga Champa Merah seperti sediakala.
Wuttttt !!
Sebuah cahaya keluar dari kedua telapak tangan Chen Si Lei yang menghidupkan kembali satwa serta pepohonan segala yang ada di pegunungan bunga Champa Merah.
Putri Qiu Chao terbelalak kaget melihat keajaiban yang di ciptakan oleh Chen Si Lei sungguh luar biasa sekali bahkan Hu Yi Tian terbengong -bengong melihat hasil karya indah Chen Si Lei yang sangat hebat luar biasa mengagumkan hati mereka semua.
"Paduka anda sungguh luar biasa hebat sekali", puji anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Selama satu hari satu malam Chen Si Lei berhasil membuat sebuah keajaiban dunia yang sangat langka dan hebat sekali untuk rakyatnya yang sangat Chen Si Lei cintai sepenuh jiwa dan raga nya adalah milik rakyatnya.
"Baiklah sekarang kita kembali ke tempat semula ",kata Chen Si Lei berkelebat cepat dari tempat itu
"Iya Paduka",jawab para pengikutnya serentak dan cepat mengikutinya menuju ke tempat awal mereka datang ke pegunungan bunga champa merah.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Mereka tiba di rumah yang ada lukisan dan patung lilin yang kemudian Chen Si Lei gempur sebagai jalan menuju ke pegunungan yang sangat hebat ini untuk masyarakat sekitar bisa dengan mudah mempergunakannya sebagai sumber daya alam dan lingkungan hidup bagi seluruh rakyat wilayah Tionggoan terutama untuk rakyat di desa bunga Champa Merah.
"Terimakasih banyak Pendekar Rajawali Emas Sakti",sahut para penduduk desa bunga Champa Merah bersujud hormat kepada Chen Si Lei seraya mengucapkan terima kasih atas kebaikan dan pertolongan yang di berikan oleh Chen Si Lei pada semua rakyat di desa ini.
"Sama-sama saudara -saudari ku",jawab Chen Si Lei tersenyum lembut sekali.
Lalu,Chen Si Lei dan para sahabatnya melanjutkan perjalanan menuju ke tempat lainnya yang berhubungan dengan misinya sebagai seorang Pendekar Rajawali Emas Sakti dan juga sebagai Kaisar Tang Agung untuk kebahagiaan seluruh jiwa dan raga rakyatnya.
Pada hari berikutnya Chen Si Lei berdiri di depan pintu masuk ke dalam kota Shu di ikuti oleh Hu Yi Tian, Putri Qiu Chao dan empat orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang bersama -sama dengannya.
__ADS_1