Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Desa Bunga Champa Merah.


__ADS_3

Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga pintu masuk ke dalam desa bunga Champa Merah terbuka untuk Chen Si Lei masuk bersama Hu Yi Tian dan Putri Qiu Chao yang sudah berada di dekat Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Bruakkk !!!


Di sepanjang jalan masuk ke dalam desa bunga Champa Merah,Chen Si Lei selalu menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari untuk Chen Si Lei dapat membersihkan hawa sesat dari kaum sesat Cobra Darah untuk melindungi seluruh penduduk di sekitar desa bunga Champa Merah.


Chen Si Lei memakai kipas sakti untuk membuyarkan racun berbahaya yang ada di dalam desa bunga Champa Merah dan terlihatlah seorang pria sakti dan sadis sedang memainkan musik sesat melalui seruling hitam yang mengandung hawa sesat sehingga seluruh desa menjadi suram.


Hu Yi Tian dan Putri Qiu Chao sudah berkelebat cepat untuk membunuh pria yang sedang memainkan musik sesat dari seruling hitam yang berbeda dengan milik seorang gadis cantik jelita yang berada di atas atap rumah yang paling tinggi di desa bunga Champa Merah.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Crakkkkkk !!


Hu Yi Tian dan Putri Qiu Chao membabat habis kepala musuh sakti yang datang untuk melindungi pria ganas yang sedang memainkan musik sesat itu.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga pria ganas itu terkejut sekali karena seruling hitam hancur seketika itu juga oleh Chen Si Lei yang juga sudah membabat habis kepala gadis sakti yang berada di atas rumah itu.


Wuttttt !!


Dessssssss !!!


Chen Si Lei sudah bergerak cepat menggerakkan kipas sakti yang melawan dua buah senjata tajam penuh hawa sesat dari pria ganas itu.


Syuutttttttt !!


Cranggg !!


Werrrrrrr !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat Dewa Langit Gunung Guo yang sudah ia kuasai secara tidak sengaja menemukan sebuah ilmu mukjizat dari orang sakti masa lampau itu ,dan ia tidak sengaja membaca tulisan di atas tutup peti mati itu dan Chen Si Lei tentunya sudah melenyapkan ilmu mukjizat tersebut supaya tidak ada orang lain yang menguasai ilmu sakti dari dinasti Sui itu.


Chen Si mendengar suara dua ekor ular raksasa yang mengajarkannya sebuah ilmu silat dan ilmu mukjizat dari dua ekor ular raksasa yang menjadikannya sebagai murid langsung dari para penghuni wilayah Gunung Guo sehingga ilmu tersebut tidak musnah oleh waktu.


Jadi sekarang ini Chen Si Lei menggunakan ilmu -ilmu mukjizat Gunung Guo yang sangat hebat untuk menghadapi musuh sakti nya yang terdesak hebat oleh ilmu mukjizat tersebut dan akhirnya Chen Si Lei menggunakan kipas menotok ubun-ubun pria itu hingga hancur berantakan oleh Chen Si Lei.


Prakkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti yang sudah datang untuk menghabisi dirinya dan dua orang temannya yang sedang bertarung sengit melawan para musuh lainnya di berbagai tempat yang berbeda dengannya saat ini.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei bertarung melawan para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat di atas genteng rumah Putri pejabat desa bunga Champa Merah.


Wuttttt! !


Trangggggg!!


Trangggggg !!!


Crakkkkkk! !


Crakkkkkk! !


Hu Yi Tian bertarung melawan para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat di tengah jalan desa bunga Champa Merah.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Putri Qiu Chao bertarung melawan para musuh sakti sesat secara hebat sekali di dalam rumah milik orang sesat yang berjuluk lima Iblis Bunga Champa Merah.


Syuutttttttt !!


Plakkkk !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Mereka bertiga sama -sama menghadapi tantangan dari para musuh sakti sesat yang sangat hebat dan ganas sekali sehingga mereka bertiga harus waspada di setiap langkah mereka dalam menghadapi musuh -musuh sakti yang sedang di hadapi oleh mereka bertiga pada saat ini di dalam desa bunga Champa Merah.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah senjata rahasia milik musuh hancur.


Wushhh !!


Bressssss !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali.


Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan ilmu mukjizat piramida sakti secara cepat dan hebat menggunakan kipas sakti.


Wuttttt !!!


Brussshhhhh !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.


Chen Si Lei melompat cepat mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti untuk bunuh seorang pria yang hebat dan ganas sekali yang menjadi salah satu dari anggota Sekte Sesat Cobra Darah.


Wuttttt !!


Dessssssss !!!


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis kepala musuh di atas genteng rumah salah seorang dari anggota Sekte Sesat Cobra Darah.


Wuttttt !!


Hu Yi Tian berkelebat cepat membabat habis sejumlah besar musuh sakti yang berada di tengah jalan secara cepat dan hebat sekali.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Putri Qiu Chao menggerakkan pedang melawan serangan maut dari seorang pria gagah perkasa yang menggunakan senjata tajam yang sangat mengandung hawa sesat sehingga putri ini harus menggunakan ilmu ginkang untuk menghindari serangan maut dari pihak musuhnya.


Wuttttt !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Cranggg !!!


Cranggg !!!


Cranggg !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat untuk membantu Putri Qiu Chao menghadapi serangan maut dari pihak musuh .


Dessssssss !!


Chen Si Lei memukul orang musuh sakti dengan ilmu mukjizat Gunung Ling dan membabat habis musuh sakti lainnya secara ganas sekali.


Dessssssss !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggerakkan telapak tangan menampar wajah musuh sakti sampai remuk.


Prakkk !!


Seorang gadis amat cantik jelita sekali membawa pasukan musuh sesat cobra darah untuk menghadapi Chen Si Lei dan kedua orang temannya yang sudah ada di dalam rumah itu.


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!!


Gadis itu menggunakan ilmu mukjizat sesat untuk membunuh Chen Si Lei secara ganas sekali tetapi Chen Si Lei menggunakan ilmu pukulan hawa sakti piramida sakti menghantam hancur gadis itu seketika itu juga.


Dessssssss !!


Bressssss !!


Chen Si Lei menotok gadis yang sedang bertarung sengit melawan Hu Yi Tian dan Putri Qiu Chao secara cepat dan hebat sehingga gadis itu tewas seketika itu juga oleh Chen Si Lei.


Tuk !!

__ADS_1


"Paduka di dalam dinding rumah ini ada sebuah tempat yang harus kita periksa dan di selidiki dengan baik",lapor Putri Qiu Chao yang sudah lebih dahulu dengar sebuah suara di balik dinding bergambar gunung yang tidak di kenal oleh para penduduk desa bunga Champa Merah.


Chen Si Lei menarik lepas lukisan gunung tersebut dan sebuah patung lilin berada di tengah dinding itu,Chen Si Lei memutar patung lilin dan terbuka pintu masuk ke sebuah tempat yang memiliki gunung yang berliku -liku serta berawan tebal di atas pegunungan itu.


"Pegunungan tak terdaftar sebagai warisan dunia",kata Chen Si Lei dengan nada mengagumi pemandangan alam yang ada di pegunungan tersebut.


"Ayo kita cari jalan masuk menuju ke pegunungan berliku -liku di depan sepasang mata kita",kata Chen Si Lei memimpin kedua orang temannya serta empat orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang ikut serta untuk membantu Chen Si Lei dan kedua kawannya.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat untuk sebuah jalan menuju ke pegunungan ini terlihat jelas dan terang agar Chen Si Lei dan kawan-kawan nya bisa berjalan dengan hati-hati karena jalanan sangat sempit dan penuh jurang yang tertutup awan tebal.


"Ini mirip pegunungan Zhangjiajie yang berada di wilayah Hunan",kata salah satu dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang berasal dari wilayah yang berada di tengah Tionggoan.


"Persis pegunungan Shongsan yang bawah kakinya adalah perguruan Shaolin",


"Apakah kita tersesat di daerah ZhengZhou?", tanya Putri Qiu Chao bingung dan melihat sekitar jalan di pegunungan ini sama sekali berbeda dengan pegunungan lainnya.


"Bukan ,kita masih berada di wilayah barat yang akan menuju ke arah kota Shu di sepanjang Sungai Yang tse",jawab Chen Si Lei berusaha untuk mengingat peta di otaknya,meskipun ia tidak yakin.


"Ini pegunungan awan tebal",kata Hu Yi Tian lebih masuk akal dari yang lainnya.


Mereka berjalan menurun ke sebuah tempat yang masih bagian dari pegunungan tersebut,dan mereka berhenti di pintu masuk gunung yang pertama yang mereka namakan sebagai gunung nomor satu agar mereka tidak tersesat di gunung yang lainnya yang sangat panjang sekali bagaikan sisik naga yang sedang tidur pulas itu langit.


Chen Si Lei memimpin di jalan untuk masuk lebih dulu daripada para sahabatnya yang berjalan di belakangnya dan jalan ini pun sangat panjang serta curam sekali karena Chen Si Lei bisa melihat jurang yang tidak terhitung betapa lapisan awan yang menutupi jurang itu.


Mereka tiba di batu besar yang menutup pintu masuk ke gunung nomor dua yang mungkin saja ada musuh sakti yang sudah menunggu kedatangan mereka dan bersiap untuk menghadapi mereka dan tentu saja hal ini sudah berada di dalam pikiran Chen Si Lei yang selalu siaga setiap saat.


Chen Si Lei mendorong pintu batu dengan ilmu mukjizat Gunung Ling yang hebat sehingga batu bergerak mundur menerobos beberapa orang yang menghadang jalan mereka dan beberapa orang itu memekik ngeri menghadapi serangan maut dari Chen Si Lei yang sangat hebat dan ganas sekali itu.


Wuttttt !!


Blaarrrr !!


Brussshhhhh !!


"Aghhhhhh !!", teriak beberapa orang musuh sakti yang tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei dan juga ada beberapa orang yang terjungkal ke jurang tak berdasar dalam keadaan hancur.


Chen Si Lei memberi isyarat untuk teman -temannya mulai menyerang sejumlah orang musuh sakti yang berada di ujung pintu masuk ke dalam gunung nomor tiga.


"Hyatttttttttttttt !!", pekik para temannya Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam para musuh sakti sesat itu dengan ilmu hebat mereka masing - masing.


Dan Chen Si Lei melompat cepat mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti untuk membunuh sejumlah orang musuh sakti yang melayang ke arah Chen Si Lei yang menerjang maju terus pantang menyerah dalam menghadapi tantangan tersebut dengan sikap berani luar biasa.


Wuttttt !!


Plakkkkkk!!!


Dessssssss !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah musuh sakti tewas terbunuh oleh Chen Si Lei.


Chen Si Lei menyambar cepat menghantam beberapa orang musuh sakti yang di hadapi oleh Hu Yi Tian yang sedang bertarung sengit melawan sejumlah orang musuh sakti yang sangat hebat dan ganas sekali sehingga Hu Yi Tian harus lebih waspada terhadap serangan maut dari pihak musuhnya.


Chen Si Lei menggerakkan kipas yang berada di tangan kirinya secara cepat dan hebat menangkis serangan maut dari musuh sakti yang segera tewas dalam ilmu sakti mukjizat piramida sakti.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Chen Si Lei menggerakkan telapak tangannya untuk mengerahkan tenaga sakti mukjizat piramida sakti untuk membunuh sejumlah orang musuhnya hingga jatuh ke dalam jurang dalam keadaan hancur oleh Chen Si Lei.


Hu Yi Tian menghantam hancur para musuh yang sangat hebat dan ganas sekali dengan ilmu pedang serigala salju sakti.


Wuttttt !!


Dessssssss !!


Putri Qiu Chao membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang burung merpati sakti.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk!!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Empat orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti membabat habis sejumlah pria ganas dengan ilmu pedang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang luar biasa hebat sekali.


"Paduka kita masuk ke gunung nomor tiga",kata salah seorang dari empat orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah berjalan ke arah pintu yang di atasnya ada lambang ular cobra.


"Awas !!", teriak Chen Si Lei melihat ular cobra hidup menyerang salah satu dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah berada di dekat pintu masuk itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan pedang membabat habis kepala ular cobra ganas yang akan membunuh anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Hati - hati di dalam gunung nomor tiga mungkin ada banyak ular cobra",kata Hu Yi Tian melompat ke atas pintu masuk ke gunung nomor tiga untuk menekan tiga kali pada daun pintu tersebut.


Krekkk !!


Pintu masuk telah terbuka untuk mereka masuk ke ruangan dalam gunung nomor tiga,mereka masuk secara hati -hati agar mereka tetap aman dan ruangan ini ada seorang wanita cantik jelita melayang turun dari langit -langit gunung nomor tiga dan di ikuti oleh semua orang pengikutnya.


"Nyonya Besar kita bisa habisi mereka semua", kata salah seorang dari pengikut setia wanita cantik itu.


"Ya kau benar sekali dan aku akan menghabisi Pendekar Rajawali Emas Sakti",


"Ibunda ku sayang berikan gadis itu untuk ku",kata seorang pria muda mengintai Putri Qiu Chao yang bersiap untuk menghadapi pria muda yang ganas itu.


"Baiklah kau ambillah wanita Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata wanita sakti itu menatap Chen Si Lei dengan sadis sekali.


"Sayang sekali dia bukan salah satu dari wanita yang di miliki olehnya yang kita ketahui dari salah satu anggota kita yang berada di dalam istananya ",kata salah seorang dari anggota Sekte Sesat Cobra Darah.


Chen Si Lei bersikap tenang sekali sambil menyiapkan diri untuk melawan semua pasukan musuh sesat cobra darah yang berada di dalam gunung nomor tiga tapi Chen Si Lei berpikir cepat untuk mengetahui siapakah anggota Sekte Sesat Cobra Darah yang masuk ke dalam rumahnya dan mengancam keselamatan keluarga nya.


Tapi jawaban itu telah terlihat di benaknya dan bayangan seorang wanita cantik jelita yang berada di rumahnya memiliki tanda kecil dada kanannya dan ketika ia bertanya kepada wanita itu dan wanita itu menjawab tanda lahir sejak bayi sudah ada di dada kanannya.


"Xiao Ling apakah kamu sudah pernah di sentuh oleh seorang pria sebelum kamu berjumpa dengan ku?",tanya Chen Si Lei pada suatu malam itu saat Chen Si Lei ingin menyentuh nyonya selir nomor empat dan Chen Si Lei melihat bahwa tubuh gadis itu sudah pernah di sentuh oleh pria lain sebelum akan di sentuh oleh Chen Si Lei sebagai Kaisar nya,suaminya dan juga pria nya.


Xiao Ling terkejut sekali dengan ucapan Chen Si Lei yang seakan telah menghina harga dirinya sebagai seorang wanita milik Chen Si Lei.


"Paduka kenapa Anda bicara seperti itu kepada hamba?",tanya Nyonya Selir Xiao Ling menangis karena merasa di hina oleh Chen Si Lei yang sangat di cintainya.


"Aku bicara ada buktinya dan kau membuat ku tak suka menyentuh mu sampai kapan pun",jawab Chen Si Lei marah sekali kepada Nyonya Selir Xiao Ling yang segera di usir keluar dari kamarnya.


"Paduka hamba sudah mendapatkan informasi bahwa beberapa gadis anda ada yang sudah tidak suci lagi dan hal ini sangat meresahkan dewan resmi bagian pemeriksaan kesehatan anda dan mereka harus di hukum mati karena berani hina anda secara tidak langsung atau pun tidak sengaja",lapor Kasim Liu kepada Chen Si Lei.


"Aku tidak akan hukum mati mereka tetapi beri mereka racun yang membunuh rahim mereka secara perlahan -lahan sebagai hukuman mereka yang telah berani mengkhianati ku serta menipu ku",perintah Chen Si Lei kepada Kasim Liu.


"Siap Paduka hamba laksanakan",jawab Kasim Liu melaksanakan perintah Chen Si Lei secara cepat dan tegas sekali sehingga ada beberapa wanita yang tewas oleh racun itu.


"Paduka,anda menghukum mati beberapa selir di mulai dari Nyonya Selir Xiao Qing,selir Adu,selir Zhao Shao Ran dan selir Xi Xi",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menghitung jumlah selir yang sudah di hukum mati oleh Chen Si Lei karena pengkhianatan terhadap Chen Si Lei beberapa hari sebelum mantan Kaisar jatuh sakit dan koma lalu mangkat juga sebelum Chen Si Lei memutuskan untuk pergi dari rumah untuk menjalankan misinya sebagai seorang Pendekar kaum bersih yang berjuluk Pendekar Rajawali Emas Sakti.


Dan, beberapa hari yang lalu Chen Si Lei sudah menghukum mati Selir Agung Lan Shiang dan hari ini Chen Si Lei harus menghukum mati seorang selir nya lagi karena selir nya adalah kaum sesat cobra darah yang baru saja di ketahui oleh Chen Si Lei di gunung tak terdaftar ini.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti apakah kamu marah dan sakit hati karena wanita mu yang menjadi Nyonya Selir nomor lima adalah anggota ku?",ucap wanita yang menjadi salah satu orang penting di dalam Sekte Sesat Cobra Darah.


"Iya aku senang sekali mendapatkan kenyataan bahwa Xiao Ling adalah anggota mu.Aku sangat bersyukur bahwa aku tidak pernah menyentuh wanita hina seperti dia",


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menghantam hancur wanita yang berada di hadapannya.


Wuttttt !!!


Dessssssss !!


"Ibu. ...!!",jerit tangis sejumlah anggota Sekte Sesat Cobra Darah menangis untuk wanita itu.


Trangggggg !!


Trangggggg !!!!


Trangggggg !!!


Semua anggota Sekte Sesat Cobra Darah di dalam gunung nomor tiga keluar dan menyerang Chen Si Lei dan para sahabatnya secara cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!!


Cranggg !!


Cranggg !!


Cranggg !!!


Cranggg !!


Chen Si Lei menggunakan kipas untuk menangkis serangan maut dari sejumlah orang musuh sakti sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti yang sangat hebat dan ganas sekali sehingga para musuh terdesak hebat dan terbabat habis oleh Chen Si Lei.


Crakkkkkk !!

__ADS_1


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Hu Yi Tian berkelebat cepat membabat habis kepala musuh sakti dengan cepat dan hebat dengan ilmu pedang serigala salju sakti.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Putri Qiu Chao menghadapi serangan maut dari pedang milik pria muda ganas itu dengan ilmu pedang merpati sakti.


Wuttttt !!!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat dan hebat membabat habis kepala pria berada di pintu masuk ke dalam gunung nomor empat.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Bruakkk !!


Chen Si Lei merobohkan pintu gunung nomor empat yang mengakibatkan banyak sekali orang tewas oleh hawa mukjizat Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk melihat isi dari gunung nomor empat.


Di dalam gunung nomor empat adalah kolam bunga Champa Merah yang berbau aroma sesat dan racun yang mematikan.


Air kolam menyambar -nyambar dahsyat sehingga Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari untuk membersihkan hawa sesat dari kolam tersebut.


Tetapi pedang mukjizat sesat meluncur ke arah Chen Si Lei dan di ikuti oleh jarum -jarum bening berracun ganas meluncur juga ke arah Chen Si Lei yang harus bagi konsentrasi untuk menghadapi serangan maut yang datang dari arah kanan dan arah kiri.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak seorang gadis tewas dalam serangan maut dari Hu Yi Tian di saat yang tepat telah datang untuk menolong Chen Si Lei.


Hu Yi Tian bertarung melawan satu orang sakti yang menggunakan pedang hawa sesat dengan sangat hebat dan ganas sekali sehingga Hu Yi Tian harus gunakan ginkang untuk menangkis serangan maut tetapi Hu Yi Tian berjongkok sedikit di bawah lengan musuh sakti itu dan membabat habis musuh sakti itu secara cepat dan hebat.


Crakkkkkk !!


Trangggggg !!


Pedang mukjizat sesat terjatuh ke dalam jurang gunung nomor empat dan lenyap saat itu juga.


"Paduka ",panggil Putri Qiu Chao yang sudah berada di dekat Chen Si Lei di ikuti oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Chen Si Lei sedang konsentrasi membersihkan air kolam bunga Champa Merah dari hawa racun sesat yang sangat hebat dan ganas sekali karena mengalir ke berbagai tempat yang berada di bawah pegunungan bunga Champa Merah untuk melindungi keselamatan dan keamanan serta kesehatan rakyat yang berada di bawah sana.


"Pintu masuk ke dalam gunung nomor lima berada di dalam air kolam ikan koi di bagian kanan kita",kata salah seorang dari Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Ada cermin di dalam kolam ikan koi",kata Putri Qiu Chao melihat cermin di dalam kolam ikan koi itu.


"Aku akan coba berenang untuk mengambil cermin itu",kata salah seorang dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Iya kau cobalah tapi kau harus hati - hati",kata orang ketiga dari Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Byurrr !!


Pria berwajah tampan dan ramah berenang ke dasar kolam ikan koi yang sangat dalam sekali dab dan ternyata tidak berujung untuk mengetahui dasar kolam ikan koi itu sehingga Putri Qiu Chao terkejut sekali melihat bahwa kolam ikan koi itu terhubung ke jurang bawah sana yang tentunya sangat berbahaya bagi anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sedang berenang untuk mengambil cermin itu.


"Khu Sin cepat naik ke atas permukaan kolam koi!!",teriak Putri Qiu Chao panik.


"Kolam ini terhubung dengan aliran air terjun tak berdasar",kata Chen Si Lei sudah berada di dekat Putri Qiu Chao.


Byurrr !!


"Paduka!!",teriak Hu Yi Tian terkejut sekali melihat Chen Si Lei melompat cepat ke air kolam ikan koi dan berenang hingga kedalaman yang sudah tidak terlihat lagi.


"Aku juga harus terjun ke kolam itu",kata Hu Yi Tian melompat menyusul Chen Si Lei di ikuti oleh dua orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Kini Qiu Chao seorang diri di dalam gunung nomor empat di pegunungan bunga Champa Merah.


"Kau sungguh cantik jelita sekali Nona",suara seorang pria asing sudah berada di dekat Putri Qiu Chao yang terkejut sekali karena tiba-tiba ada orang lain di dekat gadis itu.


"Siapa kau?", tanya Putri Qiu Chao sudah cepat menyiapkan pedang untuk menghadapi pria asing itu.


"Aku Ling Zhen adik kandung dari Permaisuri Ling Long", jawab pria itu menatap wajah dan tubuh Putri Qiu Chao dengan sorotan mata ganas dan liar penuh nafsu birahi yang ganas sekali sehingga putri ini bergidik ngeri oleh tatapan mata pria itu.


"Permaisuri Ling Long tidak pernah memiliki seorang adik laki-laki seperti mu",


"Oh aku adik tumbuh besar bersama Ling Long dan Xuan Xuan serta Tse Tu dan aku adalah pria kesayangan Ling Long",kata Ling Zhen menyambar ganas sekali ke arah Putri Qiu Chao yang segera berkelebat cepat untuk menghindari serangan kurang ajar dari pria itu.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Lin Zhen manusia hina !!Lawan mu adalah aku Tse Tu!!",hardik Tse Tu yang tiba-tiba muncul di tempat itu.


Tse Tu yang sudah mengetahui bahwa adanya musuh sakti sesat di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung segera melakukan pemberantasan secara menyeluruh dan Tse Tu juga membunuh Nyonya Selir Xiao Ling untuk Chen Si Lei dan kini dia mencari tahu bukti tentang riwayat Permaisuri Ling Long yang sudah di ketahui oleh Selir Xuan Xuan sebagai seorang putri dari Ratu Kerajaan sesat cobra darah.


Tse Tu segera melakukan tindakan untuk membunuh Permaisuri Ling Long untuk keselamatan dan keamanan Kekaisaran Tang Agung dan membuat ramai istana yang segera mencari Permaisuri Ling Long yang kabur dari Istana untuk temui Chen Si Lei minta perlindungan dari serangan Tse Tu kepadanya.


Ling Long kabur ke pegunungan bunga Champa Merah dan jatuh ke air kolam koi sedangkan Tse Tu berhasil menyergap para anggota Sekte Sesat Cobra Darah.


Kini Tse Tu menghadapi kekasih gelap Permaisuri Ling Long yang sedang bertarung sengit melawan Putri Qiu Chao yang menjadi pengawal pribadi Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Trangggggg !!:


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Putri Qiu Chao merasa sedih sekali mendengar bahwa banyaknya musuh dalam selimut di dalam rumah Chen Si Lei sendiri dan pantas saja Chen Si Lei tidak pernah suka melakukan hubungan suami istri dengan Permaisuri Ling Long karena Chen Si Lei sudah mengetahui bahwa Permaisuri Ling Long sudah pernah memiliki seorang anak dari seorang pria lain jauh sebelum berjumpa dengan Chen Si Lei.


"Aku menjadikan Ling Long sebagai seorang Permaisuri adalah balas jasa yang sudah dia lakukan terhadap ku selama aku masih menjadi seorang pangeran Si Lei yang bodoh dan polos ",kata Chen Si Lei saat ia mabuk berbicara sendiri pada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao di dalam rumah kosong di pintu masuk ke kota Zhao dan di dengar oleh Putri Qiu Chao secara tidak sengaja pada saat itu.


"Cinta dan wanita penuh intrik serta muslihat",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Aku memberikan mereka semua gelar untuk balas jasa mereka kepada ku tetapi aku tidak pernah cinta mereka..",kata Chen Si Lei terlihat sedih sekali.


"Tetapi anda mencintai Selir Agung Hua Erl ya,kan ?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao hati -hati bertanya kepada Chen Si Lei yang sangat terluka hatinya saat itu.


Chen Si Lei tidak menjawab pertanyaan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah mengetahui isi hati dari sahabatnya itu,maka Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tidak bertanya lanjut dalam lagi tentang rahasia dalam hati Chen Si Lei yang sangat tertutup itu.


Kenangan itu membuat Putri Qiu Chao marah sekali kepada Permaisuri Ling Long dan semua wanita yang tidak tahu terima kasih kepada Chen Si Lei yang sudah begitu baik hati terhadap mereka.


"Aku bunuh mereka yang sudah menyakiti hati Paduka Kaisar Tang Agung",janji di hati Putri Qiu Chao.


Sebenarnya Hua Erl juga sudah mengetahui bahwa hidup di dalam rumah besar milik Chen Si Lei banyak sekali perang yang tidak bisa habisnya apalagi begitu Hua Erl masuk ke dalam lingkungan Istana Kekaisaran Tang Agung dan menjadi Selir Agung pertama.


Hua Erl sudah banyak musuhnya terutama dari pihak para wanita yang berada di pihak Permaisuri Ling Long tetapi untungnya para adik Chen Si Lei maupun Ibu Suri berada di pihak Hua Erl dan mereka selalu ada untuk membantu Hua Erl dan begitu juga para Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti, Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti, Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti dan Laskar baru yang bernama Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti ada pihak Hua Erl dan semua hewan milik Chen Si Lei melindungi Hua Erl dengan baik sekali.


"Aku lebih menyukai mu Selir Agung Hua Erl daripada Permaisuri Ling Long dan yang lainnya ",kata Putri Yang Yang selalu berkunjung ke kediaman pribadi Hua Erl.


"Aku menyukai mu Soso",kata Putri Yang Ying Ying juga suka sekali bermain di dalam Istana Hua Erl.


Lima putri lain yang menjadi adiknya Chen Si Lei juga berkata,"mereka sombong sekali tidak seperti mu ramah sekali".


Ibu Suri seringkali mengunjungi Hua Erl dan meminta Hua Erl untuk berkunjung ke kediaman Ibu Suri kapan pun Hua Erl mau.


"Kau menantu pilihan putra kesayangan ku dan aku juga menyukai mu Hua Erl karena kau bijaksana dan ramah sekali terhadap semua orang di sekitar mu.Aku sangat memahami Paduka dari siapa pun",kata Ibu Suri kepada Hua Erl.


"Terimakasih banyak Paduka Ibu Suri karena Anda sudah menerima hamba dan menyayangi hamba dengan sangat baik dan tulus",kata Hua Erl terharu dengan kebaikan hati dari Ibu Suri dan para putri lain yang menjadi keluarga pribadi Chen Si Lei.


"Sama-sama Hua Erl sayang",kata Ibu Suri tulus hati kepada Hua Erl.


"Jangan panggil dengan sebutan hamba pada dirimu untuk Huang ErNiang kami dan bilang saja dirimu dengan sebutan Hua Erl",kata Putri Yang Yang memeluk Hua Erl dengan hangat sekali sejak awal Hua Erl datang ke Istana Kekaisaran Tang Agung pun sudah ramai dengan suara dan tingkah lakunya yang sangat mirip dengan kakaknya,yaitu Chen Si Lei.


"Terimakasih atas kebaikan mu kepada ku Yang Yang",kata Hua Erl membalas kebaikan Yang Yang dengan pelukan hangat saudari ipar terhadap adik iparnya yang sangat manja dan mirip dengan Chen Si Lei yang selalu di rindukan dan di cintai oleh Hua Erl sepenuh jiwa dan raga nya.


Hua Erl pun berjanji untuk membantu Chen Si Lei dan keluarganya dengan jiwa dan raga nya serta melindungi Kekaisaran Tang Agung dari dalam Istana Kekaisaran Tang Agung sendiri dengan bantuan para sahabat terbaik dari Chen Si Lei miliki di dalam dunia ini.

__ADS_1


__ADS_2