
Pagi telah hadir yang menandakan waktu untuk Chen Si Lei bangun tidur telah tiba,sepasang mata tajam Chen Si Lei terbuka dan melihat seluruh ruangan yang ada di dalam gubuk kosong di tengah hutan belantara merah. Chen Si Lei melihat ada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sedang sibuk merapikan barang persiapan untuk perbekalan mereka berdua untuk perjalanan mereka yang akan di mulai pada hari ini.
"Tuan besar Wu apakah jumlah buah pir yang aku kumpulkan sudah cukup untuk makan siang kita di perjalanan ?", tanya Putri Zhao Li Na yang juga sibuk dengan buah pir liar yang jumlahnya cukup banyak untuk mereka di jalanan menuju ke tempat lain sebelum masuk ke dalam gunung Baodingsan.
Gadis itu menaruh buah pir di dekat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah selesai rapikan barang untuk Chen Si Lei khususnya.Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat buah yang di kumpulkan dari gadis cantik jelita yang sudah rapi dan wangi juga.
"Ya hamba rasa sudah cukup banyak. Terima kasih Tuan Putri atas pertolongan Anda kepada hamba dan Paduka Kaisar Tang Agung",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao membungkus pir untuk bekal perjalanan mereka untuk siang hari ini.
"Aku juga sudah siapkan sarapan pagi untuk kita semua untuk pagi ini sebelum kita berangkat lagi ", kata Putri Ji Yi Tong menaruh daging kelinci panggang di atas mangkuk keramik khusus untuk Chen Si Lei.
"Kau tidak siapkan air minum untuk Paduka ?", tanya Putri Zhao Li Na yang sudah cepat menyiapkan air minum untuk Chen Si Lei di cawan keramik milik Chen Si Lei juga menyiapkan air minum di kantong air yang terbuat dari bahan kulit sapi yang sudah di steril bersih dan semua itu untuk Chen Si Lei yang menarik hati gadis itu.
Chen Si Lei mendengarkan percakapan mereka bertiga dengan diam mengamati ketiga sahabatnya dengan perasaan bahagia memiliki sahabat -sahabat yang baik seperti mereka bertiga. Chen Si Lei menggeliat sebelum bangun dari tidurnya yang sebenarnya adalah rasa malas Chen Si Lei untuk melakukan sesuatu untuk hari ini.
"Aku tidak boleh malas untuk membantu rakyat ku..Aku harus semangat ", kata Chen Si Lei melompat cepat keluar dari gubuk kosong untuk mandi dan rapi -rapi di sungai kecil terdekat dengan lokasi mereka berada saat ini.
Chen Si Lei menggunakan ilmu ginkang rajawali emas sakti maka ketiga sahabat nya tidak mendengar atau melihat serta mengetahui Chen Si Lei sudah lenyap dari gubuk kosong itu. Kini Chen Si Lei menggunakan waktunya untuk mandi di bawah cahaya matahari pagi yang cerah dan hangat.
Chen Si Lei mengambil beberapa daun mint yang terdapat di sekitar sungai kecil itu untuk membasuh wajah dan seluruh tubuhnya .Chen Si Lei pun mandi dengan nyaman sekali selama dua jam lamanya waktu Chen Si Lei untuk mandi dan rapi kembali dengan pakaian serba putih sutra nyaman dan mengikat rambutnya pakai ikat rambut terbuat dari emas putih bertabur berlian indah.
"Ah sekarang aku mau sarapan pagi bersama mereka",kata Chen Si Lei selesai pakai sepasang sepatu indahnya yang bertabur batu ruby serta berlian mahal.
"Wah pria yang berada di sungai kecil dekat daerah kita. Sangat tampan sekali dan manis sekali jika gagah perkasa bukan main",terdengar suara halus dari arah pepohonan terdekat dengan lokasi Chen Si Lei mandi air sungai.
"Iya aku belum pernah melihat pria setampan dan segagah itu",kata suara lainnya menjawab perkataan dari orang pertama.
Chen Si Lei mendongakkan kepalanya dan melihat ada seorang gadis remaja di atas pohon buah pir yang sedang memandangi dirinya dengan takjub dan kagum sekali.
"Kau tidak sopan melihat ku mandi sejak tadi aku datang ke sungai kecil!",hardik Chen Si Lei memerah malu karena dirinya mandi di lihat oleh gadis asing yang entah dari mana datangnya.
"Ei jangan marah. Aku juga tidak lihat bagian bawah mu..Aku hanya lihat bagian atas tubuh mu",jawab gadis remaja cantik jelita yang ternyata sangat liar.
"Akhh bodoh sekali aku tidak sadar bahwa aku mandi di lihat oleh seorang gadis remaja ", kata Chen Si Lei menepuk dahinya sendiri.
"Eh aku tidak melihat mu seorang diri tapi ada beberapa orang yang melihat mu juga ", kata gadis itu melompat ke dekat Chen Si Lei menunjuk ke arah sekitar lokasi tersebut.
Chen Si Lei melihat ada sejumlah orang yang keluar dari hutan buah pir dengan tatapan mata tajam dan kagum kepadanya tetapi Chen Si Lei semakin jengah dan malu dengan kecerobohan nya tadi.
"Apakah kau Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sangat terkenal itu ?", tanya pria gagah perkasa yang datang dari arah timur hutan buah pir.
"Iya aku Pendekar Rajawali Emas Sakti. Kau siapakah dan mereka siapa ?", tanya Chen Si Lei menatap tajam mereka.
"Paman Ji Bing...!!",terdengar suara Ji Yi Tong berlari ke lokasi itu dengan wajah cerah sekali di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Putri Zhao Li Na yang berkelebat cepat ke dekat Chen Si Lei.
"Paduka hamba sangat cemas sekali melihat jerami kosong tanpa anda",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggeleng kepala karena Chen Si Lei yang suka buat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao cemas dengan ulah nakal Kaisar Tang Agung ini.
"Yi Tong kenapa kau berada di luar rumah kita ?", tanya pria gagah perkasa yang ternyata paman dari Ji Yi Tong yang bernama Ji Bing.
"Aku mencari paman untuk paman bisa membantu kami yang telah di ganggu oleh anggota Sekte Sesat Tujuh Burung Kenari merah kecil",jawab Ji Yi Tong yang memeluk paman nya.
"Kurang ajar mereka semua telah berani mengganggu Kerajaan Ji",kata Ji Bing .
"Ya paman. Ayo bantu kami untuk mendapatkan kembali Kerajaan Ji",kata Ji Yi Tong melihat bahwa Ji Bing sudah kembali dari misi nya ke daerah perbatasan antara Kerajaan Ji dengan Kerajaan Hou.
Ji Yi Tong memperhatikan Ji Bing membawa banyak pasukannya dalam keadaan sehat dan selamat kembali ke wilayah Kerajaan Ji ,termasuk putri tunggal dari Ji Bing yang bernama Putri Ji Yan Xian yang menatap takjub Chen Si Lei yang fokus pada pertemuan Ji Bing dengan keponakannya ,yaitu Ji Yi Tong.
"Paduka hamba perkenalkan mereka adalah paman hamba yang bernama Ji Bing dan gadis itu adalah sepupu hamba yang bernama Ji Yan Xian",kata Putri Ji Yi Tong memperkenalkan kerabatnya kepada Chen Si Lei.
"Hormat hamba Ji Bing kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Ji Bing dan pasukannya bersujud hormat kepada Chen Si Lei sebagai Kaisar Tang Agung.
"Ah baiklah aku tidak marah lagi kepada kalian", kata Chen Si Lei melihat Ji Yan Xian gemetar ketakutan untuk minta maaf karena ketidaksopanan gadis itu lihat Kaisar Tang Agung mandi.
"Paduka hamba minta maaf karena melihat anda mandi di sungai kecil hutan buah pir yang menjadi wilayah perbatasan antara Kekaisaran Tang Agung dan Kerajaan Ji ", kata Ji Yan Xian gemetar ketakutan di bawah sepasang sepatu indahnya Chen Si Lei.
"Aku akan memberikan maaf kepada mu tapi ada syaratnya yaitu siapkan makan pagi enak untuk ku",kata Chen Si Lei menunduk menatap gadis yang bersujud hormat kepadanya.
"Iya Paduka hamba laksanakan",jawab gadis itu segera menjalankan perintah Chen Si Lei.
Kini mereka berkumpul bersama di gubuk kosong untuk Chen Si Lei bisa sarapan pagi yang sudah di siapkan oleh Putri Ji Yan Xian sesuai perintah Chen Si Lei.
"Tuan Ji kau jangan khawatir aku pasti akan menolong kerajaan Ji kalian karena kalian juga bagian dari wilayah Tionggoan. Aku harus memiliki pusaka kalian sebagai kalian adalah rakyat ku",kata Chen Si Lei halus kepada Ji Bing yang tahu bahwa ia harus tunduk kepada Chen Si Lei.
"Silakan Paduka terima pusaka keluarga Ji dari hamba Sekte ayam emas sakti di Ibukota Kerajaan Ji",kata Ji Bing memberikan pusakanya kepada Chen Si Lei.
"Aku juga meminta putri mu untuk menjadi seorang selir ku yang ke dua puluh sembilan ", kata Chen Si Lei yang harus mendapatkan gadis putri dari Ji Bing yang sudah melihatnya mandi .
"Baik Paduka hamba bersedia untuk memberikan putri hamba Ji Yan Xian untuk anda ", kata Ji Bing meraih jemari putrinya untuk di serahkan kepada Chen Si Lei sebagai Kaisar Tang Agung yang meminta putrinya secara sah.
"Hamba Ji Yan Xian mengucapkan terima kasih atas kebaikan Paduka kepada hamba ", kata Ji Yan Xian bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Wu Sin Hao berikan kerudung dan perlengkapan suku Han kepada Selir ke dua puluh sembilan baru ku yang bernama Ji Yan Xian",perintah Chen Si Lei kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Siap Paduka hamba laksanakan ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Ji Yi Tong menatap Putri Ji Yan Xian dengan tatapan mata cemburu karena Chen Si Lei memilih sepupunya menjadi Selir ke dua puluh sembilan Kaisar Tang Agung ,maka Ji Yi Tong merasa sedih sekali karena Kaisar Tang Agung tidak menyukai nya.
Putri Zhao Li Na tersenyum bahagia karena Ji Yi Tong gagal mencapai impian nya untuk mendapatkan perhatian dari Kaisar Tang Agung, maka Zhao Li Na ada kesempatan untuk mendapatkan gelar Selir berikutnya dari Kaisar Tang Agung, dan Zhao Li Na menang dari Ji Yi Tong.
"Baik sekarang kita berangkat ke wilayah Kerajaan Ji",kata Chen Si Lei.
Chen Si Lei selesai sarapan pagi ,lalu Chen Si Lei berjalan keluar dari gubuk di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan para pasukan Kerajaan Ji untuk jalan ke arah wilayah selatan kaki gunung Baodingsan yang menjadi wilayah Kerajaan Ji yang harus di kuasai oleh Chen Si Lei sebagai penguasa tunggal di Tionggoan.
Perjalanan di mulai sudah menjelang siang hari ke enam Chen Si Lei keluar dari kota Ning Bo. Hutan buah pir di wilayah itu sangat lebat dan bermanfaat bagi masyarakat Tionggoan, karena itu Chen Si Lei membersihkan hawa racun merah dari hutan tersebut dengan ilmu mukjizat telapak matahari sakti yang sangat hebat sekali sehingga hutan buah pir kembali indah dan bersih.
Pada saat mereka istirahat di tengah jalan menuju wilayah Kerajaan Ji . Mereka di hadang oleh sekelompok orang ganas sekali yang membawa palu besar dan ada juga yang membawa senjata tajam melengkung yang menurut Ji Yi Tong adalah samurai .
"Ninja Klan Elang Biru yang sudah menghadang kita",kata Ji Yi Tong mengenali musuh mereka.
__ADS_1
"Mereka kaum sesat yang memberontak kepada Kekaisaran Jepang dan gabung ke pemberontak kerajaan Ji yang di pimpin oleh seorang Selir Agung pertama dari ayah ku yang bernama Yumiko yang menjadi murid utama Sekte Sesat Tujuh Burung Kenari merah kecil yang menguasai Kerajaan Ji dan menghabisi keluarga hamba dan sekarang hamba terpisah dengan orang tua dan keluarga hamba lain yang melarikan diri dari pengejaran yang di lakukan oleh Sekte Sesat Tujuh Burung Kenari Merah Kecil",kata Putri Ji Yi Tong memberitahu Chen Si Lei tentang masalah yang terjadi di wilayah kerajaan Ji.
"Baiklah terimakasih atas informasi mu ",kata Chen Si Lei memberi isyarat untuk menghabisi sekte Ninja sesat Elang Biru kepada para pasukannya.
Sekte Ninja Sesat Elang Biru terkejut sekali melihat Pendekar Rajawali Emas Sakti sama sekali tidak takut terhadap mereka yang membawa senjata yang berbeda dengan senjata yang biasa digunakan oleh para pendekar Tionggoan.
"Kau sungguh sombong sekali menjadi orang. Pendekar Rajawali Emas Sakti!! Apakah kau ingin mencoba kelihaian samurai kami?!!",hardik salah seorang dari anggota Sekte Ninja Sesat Elang Biru seraya mengeluarkan samurai yang sangat tajam sekali kepada Chen Si Lei yang sudah menggerakkan kipas memotong mata samurai dengan cepat sekali sehingga orang itu terkejut sekali.
Wuttttt !!
Cranggg !!
"Aghhhhhh! ! Laknat sekali kau menghancurkan samurai ku!!",hardik pria sadis itu menggunakan samurai yang sangat patah menyerang Chen Si Lei yang santai sekali menggerakkan kipas memotong leher pria ganas itu dengan ilmu mukjizat merampas tenaga musuh.
Wushhh !!
Crakkkkkk !!
"Ahhh dia telah membunuh anggota kita !!Ayo kita habisi mereka dan bunuh pria sombong itu !!", teriak sejumlah besar anggota Sekte Ninja Sesat Elang Biru yang sudah menerjang hebat ke arah Chen Si Lei dan kawan-kawan nya yang sudah berkelebat cepat untuk menangkis serangan maut dari pihak musuh secara cepat dan hebat sekali sehingga para musuh terkejut sekali melihat kelihaian Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah besar anggota Sekte Ninja Sesat Elang Biru yang menggunakan samurai untuk menghadapinya tapi Chen Si Lei bisa mengatasinya dengan kecepatan tinggi sehingga para musuh tewas oleh Chen Si Lei.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok menyambar cepat dan ganas sekali .Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengejutkan para musuh sakti sesat yang sedang di hadapi oleh pria sakti itu yang membabat habis kepala musuh sakti sesat dari Sekte Ninja Sesat Elang Biru.
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk !!!
Ji Bing menggerakkan pedang secara cepat dan hebat sekali sehingga wakil dari Sekte Ninja Sesat Elang Biru harus menggunakan ilmu samurai membelah bumi untuk menghadapi ilmu pedang ayam emas sakti yang di mainkan oleh Ji Bing.
Cranggg!!
Wushhh!!
Tetapi Chen Si Lei tidak menghiraukan gerakan Ninja yang di lakukan oleh gadis sadis yang menyerang Chen Si Lei secara ganas sekali .
"Aku akan memotong ekor elang biru. Lihatlah dengan jelas ya? !",ucap Chen Si Lei menggunakan ilmu ginkang rajawali emas sakti menukik tajam membabat habis kepala gadis Ninja sesat Elang Biru.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis samurai yang di gunakan oleh wakil dari Sekte Ninja Sesat Elang Biru yang di hadapi oleh Ji Bing yang akhirnya mundur dari pertempuran tersebut.
Cranggg !!
"Aghhhhhh !!", teriak wakil dari Sekte Ninja Sesat Elang Biru terkejut sekali karena samurai nya hancur oleh Chen Si Lei yang langsung membabat habis tubuhnya dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Werrrrrrr !!
Sejumlah senjata rahasia milik Sekte Ninja Sesat Elang Biru menyerang mereka yang sedang bertarung melawan para pasukan Sekte Ninja Sesat Elang Biru yang berada di sekitar hutan perbatasan wilayah Kerajaan Ji.
Senjata rahasia itu berupa anak panah yang berbentuk bintang -bintang perak yang sangat tajam sekali sehingga sejumlah pasukan kerajaan Ji tewas terbelah dua oleh senjata rahasia tersebut yang di gunakan oleh seorang pria berpakaian ala Ninja yang kini sudah datang untuk menghabisi Chen Si Lei yang menjadi batu penghalang mereka untuk menguasai Kerajaan Ji.
Syutttttttttt !!
Jlebbbb !!
Crakkkkkk !!
"Laknat sekali kau! ! Ayo hadapi aku !!",hardik Chen Si Lei menggunakan kipas dengan ilmu pedang rajawali emas sakti menghantam hancur sejumlah senjata rahasia milik pria ganas itu yang tercengang melihat keganasan Kaisar Tang Agung terhadapnya.
Wushhh !!
Cranggg !!
Samurai pria ganas itu menangkis serangan maut dari Chen Si Lei yang dalam satu lompatan cepat memenggal kepala dan tubuh pria ganas itu dengan satu kali tebasan saja.
Crakkkkkk !!
"Ketua kedua. ..!!Celaka Pendekar Rajawali Emas Sakti sudah menghabisi ketua kedua kita !!Kita harus lapor kepada ketua pertama tentang masalah ini", kata salah seorang dari anggota Sekte Ninja Sesat Elang Biru yang tersisa dari lima ratus orang menjadi dua puluh orang saja.
"Ya ayo kita pergi dari sini! ! Secepatnya!!",teriak para anggota Sekte Ninja Sesat Elang Biru lainnya yang terpucat -pucat ketakutan terhadap Pendekar Rajawali Emas Sakti.
"Kalau mau laporan untuk memuji ku..cukup kau seorang saja yang boleh pergi kepada ketua kalian dengan kiriman hadiah istimewa dari ku",kata Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis dua puluh empat orang dari Sekte Ninja Sesat Elang Biru dengan ilmu pedang rajawali emas sakti dan Chen Si Lei menyisakan seorang saja dalam tubuh tidak lengkap karena Chen Si Lei telah membabat habis kedua tangan dan kaki pria wakil utama Sekte Ninja Sesat Elang Biru secara kejam sekali sehingga para pasukan Ji Bing terkejut sekali melihat kelihaian Chen Si Lei.
Crakkkkkk !!
__ADS_1
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Aghhhhhh !!", teriak pria wakil utama Sekte Ninja Sesat Elang Biru yang harus kembali ke tempat ketua Sekte Ninja Sesat Elang Biru dengan cara berguling -guling ke bawah jurang dan tewas hancur terkena batu gunung Baodingsan.
Brukkk !!
"Rapikan kembali hutan ini untuk rakyat bisa gunakan kembali hutan buah pir hijau dengan nyaman",perintah Chen Si Lei kepada para pasukan Kerajaan Ji.
"Siap Paduka hamba laksanakan !!", sahut para pasukan Kerajaan Ji patuh pada Chen Si Lei.
Selagi menunggu para pasukan kerajaan Ji rapi -rapi hutan buah pir hijau. Chen Si Lei menggunakan waktunya untuk istirahat di bawah pohon rindang yang buah pir hijau nya sangat lebat sekali sampai Chen Si Lei memerintahkan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk memetik buah pir hijau sebanyak mungkin untuk Chen Si Lei kirim ke rumah nya untuk para anggota keluarganya bisa menikmati hasil kerja keras Chen Si Lei.
"Pindahkan beberapa pohon untuk di tanam di kebun buah ku dirumah ku ", kata Chen Si Lei meniup daun buah pir hijau untuk memanggil seseorang sakti yang di kenal oleh Chen Si Lei.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Paduka hamba sudah datang untuk menjalankan perintah Paduka",kata seorang pria muda sakti bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"He Siao Chen kau wakil menteri kehutanan Fan Wu Ji. Aku perintahkan kamu untuk memindahkan beberapa pohon buah pir kuning dan hijau ke rumah ku",kata Chen Si Lei menunjukkan beberapa pohon buah pir yang di pilih olehnya.
"Siap Paduka hamba laksanakan",jawab He Siao Chen wakil menteri kehutanan Fan Wu Ji sekte ayam sakti dari kota Jing.
"Ah aku mau makan siang sekarang",kata Chen Si Lei duduk di atas jubah luar Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sedang sibuk memetik buah pir untuk di kirim ke rumah Chen Si Lei.
Seorang gadis dari anggota Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti tiba di dekat Chen Si Lei dan menyiapkan makanan dan minuman untuk makan siang Chen Si Lei di hutan buah pir.
"San San terimakasih atas bantuan mu kepada ku",kata Chen Si Lei menikmati makanannya santai sekali.
"Paduka hamba akan selalu melaksanakan perintah Paduka untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk anda",kata Li San San yang datang menggunakan burung rajawali putih raksasa yang menjadi anggota baru di kebun binatang Chen Si Lei.
"Burung rajawali putih sakti ini hadiah dari Yehonala sebagai ucapan terima kasih kepada ku",kata Chen Si Lei membelai lembut bulu burung rajawali putih miliknya yang kini di gunakan untuk mengirimkan makanan dan minuman untuknya dari rumahnya sendiri.
"Paduka Selir ke dua puluh sembilan Ji Yan Xian silakan anda ikut makan siang bersama Paduka Kaisar Tang Agung ", kata Li San San hormat kepada gadis itu.
Ji Yan Xian tidak berani mendekati Chen Si Lei yang sedang makan siang dengan nyaman di bawah pohon rindang buah pir di hutan buah pir.
"Aku tidak lapar. Aku tunggu di sini saja ", kata Ji Yan Xian berdiri jauh sekali dari Chen Si Lei.
"San San nanti kamu bawa dia pulang ke rumah ku dan beritahu Huang ErNiang aku sudah temukan pengganti Lin Ya Ru untuk posisi sebagai Selir ke dua puluh sembilan ku ",perintah Chen Si Lei sambil minum air putih usai makan siang.
"Baik Paduka ", jawab Li San San patuh kepada Chen Si Lei.
"Yan Xian kau harus patuhi peraturan yang berlaku di rumah ku",perintah Chen Si Lei kepada Ji Yan Xian yang segera sujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Ya Paduka hamba patuh kepada Paduka",jawab gadis itu tanpa berani menatap Chen Si Lei.
"San San berikan surat ku untuk Selir ke empat Li Shao Ning",perintah Chen Si Lei kepada Li San San.
"Siap Paduka hamba laksanakan",jawab Li San San.
"Baiklah terimakasih atas bantuan mu kepada ku, San San",kata Chen Si Lei yang sudah menaruh Ji Yan Xian di atas punggung burung rajawali putih sakti di ikuti oleh Li San San yang sudah merapikan kembali perlengkapan makan siang Chen Si Lei. .
Setelah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao selesai melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai perintah Chen Si Lei dengan mengirimkan buah -buah pir ke rumah Chen Si Lei melalui bantuan anggota tim kerja dari Kementerian dalam negeri Kekaisaran Tang Agung yang bergabung dengan pasukan yang berasal dari kota Ning Bo.
"Kerjakan tugas kalian sebagai seorang pelayan rakyat dengan benar sesuai dengan hati nurani kalian serta sesuai perintah ku",kata Chen Si Lei tegas sekali kepada para anggota kementerian dalam negeri Kekaisaran Tang Agung.
"Siap Paduka hamba laksanakan !!", sahut para anggota kementerian dalam negeri Kekaisaran Tang Agung serentak mematuhi perintah Kaisar Tang Agung.
"Baik kita lanjutkan perjalanan ke luar hutan buah pir hijau",kata Chen Si Lei yang sudah berjalan bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao usai sekelompok anggota kementerian dalam negeri Kekaisaran Tang Agung kembali ke Ibukota Kekaisaran Tang Agung dengan menggunakan kuda -kuda pilihan yang berasal dari kerajaan Mongolia.
"Paduka kita akan masuk ke dalam wilayah Kerajaan Ji setelah kita masuk ke desa gunung Baodingsan selatan ", kata Ji Bing memberikan petunjuk kepada Chen Si Lei.
"Ya terimakasih Ji Bing. Kau jangan khawatir aku pasti akan menjaga putri mu dengan baik di rumah ku ",kata Chen Si Lei mengerti kegelisahan di hati Ji Bing.
"Paduka hamba tidak merasa khawatir akan putri hamba karena hamba percaya bahwa anda adalah seorang hebat yang sangat besar dalam segala hal.Anda orang paling pantas untuk putri hamba bahagia menjadi Selir anda",kata Ji Bing tulus dan ikhlas menyerahkan masa depan putrinya kepada Kaisar Tang Agung.
Chen Si Lei melirik ke atas dedaunan yang bergerak tidak wajar dan mencium aroma sesat yang sangat berbahaya bagi keselamatan mereka yang sudah akan tiba di desa gunung Baodingsan selatan.
"Hmm pekat sekali aroma sesat bau amis yang berasal dari desa sana",kata Chen Si Lei pelan sekali.
"Ada apa Paduka ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sigap berdiri di dekat Chen Si Lei.
"Aku takut sekali kepada kakek tua yang tinggal di desa gunung Baodingsan selatan ", kata Ji Yi Tong berlari cepat untuk bisa berjalan bersama paman nya dan Chen Si Lei.
"Mmm centil sekali kau Yi Tong bau",kata Putri Zhao Li Na dalam hatinya kesal karena kecentilan yang di perlihatkan oleh Putri Ji Yi Tong yang sengaja agar bisa dekat dengan Kaisar Tang Agung.
"Ayo kalian semua berkumpul di dekat ku sebelum kita masuk ke desa gunung Baodingsan selatan",perintah Chen Si Lei kepada para pasukannya yang terdiri dari pasukan Kerajaan Ji dan pasukan dari kota Ning Bo yang di pilih sebagai anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang baru.
"Paduka kita harus cari dan temukan lima belas anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang lama. Mereka di perintahkan oleh hamba untuk cari dan temukan anda dengan keluar dari pintu keluar desa kecil Kerbau Putih di arah yang lain dengan hamba",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mencemaskan lima belas anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Masih ada beberapa anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang berada di rumah ku yang belum bertugas untuk membantu ku dan total mereka ada tiga ratus ribu orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti",kata Chen Si Lei yang juga mengetahui anggota pasukan keamanan dan keselamatan dirinya.
"Anggota pasukan hamba bisa menjadi anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti anda",kata Ji Bing memberikan pasukannya untuk Chen Si Lei.
"Ada beberapa orang anggota pasukan Sekte ayam sakti ?", tanya Chen Si Lei.
"Sepuluh ribu pasukan ,Paduka ", jawab Ji Bing segera.
"Total tiga ratus sepuluh ribu anggota Laskar Harimau Rajawali Emas",kata Chen Si Lei.
"Kita harus memiliki jutaan pasukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan Tionggoan ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Aku sudah punya lebih dari satu juta pasukan yang menjaga wilayah luar negeri Kekaisaran Tang Agung ", kata Chen Si Lei yang dapat pasukan keamanan dan keselamatan di sekitar wilayah luar Tionggoan dari Hu Sa Tian yang menang di dalam perang di lautan luar wilayah Tionggoan.
"Aku harus menciptakan pasukan keamanan dan keselamatan udara wilayah Kekaisaran Tang Agung selain daratan dan lautan",pikir Chen Si Lei yang ingin memiliki pasukan khusus untuk keamanan dan keselamatan rakyat Tionggoan.
__ADS_1