Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kota Besar Pintu Naga Langit Barat.


__ADS_3

"Di sini adalah sebuah Kota Besar di Pintu Naga Langit Barat yang masih cukup dekat dengan perkampungan suku Uighur pimpinan Raja Ze",kata Wu Erl putra ke lima dari Tuan Marquis De.


Chen Si Lei hanya mengangguk dan mendengarkan penuturan tentang kota besar ini di sepanjang jalan menuju ke Kediaman Tuan Marquis De, namun Chen Si Lei tetap mengamati setiap orang maupun segala hal yang ada di dalam kota besar ini .


Tetapi pada saat Chen Si Lei sedang fokus melihat suasana dalam Kota Besar ini ,terdengar suara orang bertarung dengan sengit melawan seorang sakti di atas sebuah jembatan pembatas antara Kota besar dan kota Kecil yang di bawahnya mengalir sungai kecil yang sangat dalam juga.


"Berhenti kalian !!Serahkan pusaka lencana perak kami atau gadis ini aku bunuh di hadapan kalian !!", hardik salah seorang dari anggota orang sakti yang sudah menyandera seorang gadis cantik jelita yang berpakaian serba merah muda.


"Yi Yi..!!",teriak Wu Erl panik dan berusaha untuk menyelamatkan gadis itu.


"Tunggu dulu ,jangan ceroboh atau gadis itu akan mati",kata Chen Si Lei cepat.


"Paduka tolong selamatkan adikku dari orang itu",pinta Wu Erl pucat sekali.


Chen Si Lei melambaikan tangan untuk memberikan isyarat agar sebagian Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti diam -diam mengawasi gerakan orang -orang itu yang sedang menyandera gadis adik Wu Erl itu, dan Ning Yi berkelebat cepat dan ambil satu buah anak panah dan busur panah dari pihak keamanan dalam Kota.


Wuttttt !!


Syuutttttttt !!


Jlebbbb !!


Anak panah menembus tubuh orang sakti yang menyandera si gadis dan tewas seketika itu juga.


Tapi. ...


"Aghhhhhh !!", teriak gadis itu terjatuh ke dalam sungai kecil yang sangat dalam itu.


"Celaka !!Yi Yi...!!",jerit Wu Erl cemas.


Byurrr !!


Chen Si Lei melompat cepat ke dalam sungai kecil untuk menyelamatkan nyawa gadis bernama Yi Yi ,sekali terjun berenang dengan cepat ke dasar sungai dan dia berhasil juga meraih pinggang gadis yang sudah pingsan itu juga melihat lencana perak gambar Kadal Emas.


Chen Si Lei menyambar lencana perak itu dan menyimpannya di dalam saku baju, lalu berenang ke atas permukaan sungai dalam Kota Besar Pintu Naga Langit Barat.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para pasukan orang sakti yang menyandera gadis bernama Yi Yi itu tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.


Dukkk!!


"Tangkap dia dan kirim ke pengadilan dalam Kota Besar kita ini !!", perintah Wu Erl tegas kepada para pengawal keamanan dan keselamatan dalam kota besar ini.


"Baik Tuan Muda ke lima ", jawab para pasukan keamanan dan keselamatan itu.


"Ayo cepat kita bawa adik mu ke rumah mu ", kata Chen Si Lei basah kuyup dan dia menyerahkan gadis pingsan ke Wu Erl.


Di Kediaman Tuan Marquis De.


Chen Si Lei di sambut dengan sangat hormat oleh seluruh anggota keluarga Tuan Marquis De dengan bersujud hormat kepada Chen Si Lei yang menggangguk dan masuk ke dalam rumah besar keluarga besar Tuan Marquis De dan di suguhkan berbagai macam tarian tradisional, musik alunan harpa dan kecapi serta yang lain nya.


"Silakan Paduka menikmati hidangan makanan dan minuman khas keluarga De dan juga alunan musik tradisional kecapi dan harpa dari putri -putri ku",kata Tuan Marquis De hormat kepada Chen Si Lei.


"Terimakasih banyak Tuan Marquis De ", kata Chen Si Lei sopan.


Tarian yang di persembahkan oleh Putri Yi Yi sangat indah dan juga permainan musik harpa dari Putri Tien Erl pun sangat merdu sehingga Chen Si Lei sangat suka sekali dengan minuman keras yang di sediakan oleh para dayang istana di dalam keluarga Tuan Marquis De itu.


"Ahh bagus. .bagus!!Cantik -cantik dan menarik juga sangat berbakat",puji Chen Si Lei dalam keadaan mabuk arak.


"Paduka Anda sudah mabuk ,ayo sebaiknya Anda istirahat di dalam kamar",kata Ling Long sudah cepat membantu Chen Si Lei berdiri.


"Iya ya silakan Paduka istirahat di dalam kamar Paduka",kata Tuan Marquis De.


"Aku masih belum mabuk..",kata Chen Si Lei meracau .


Tetapi Ling Long menarik Chen Si Lei berjalan menuju ke kamar tidur khusus Chen Si Lei yang sudah di sediakan oleh pihak rumah Tuan Marquis De.


Krekkk !!


Ling Long membantu Chen Si Lei membuka pintu kamar tidur itu dan membantu Chen Si Lei berbaring di tempat tidur dan langsung tertidur pulas.


"Ah sudah mabuk begitu, masih bilang belum mabuk, dasar pemuda manja yang nakal",kata Ling Long menyentuh dahi Chen Si Lei dengan gemas.


Lalu gadis itu keluar dari kamar tidur khusus untuk Chen Si Lei dan menutup pintu depan rapat sebelum kembali ke dalam kamar khusus tamu para wanita di sisi lain rumah itu.


Pada tengah malam, Chen Si Lei terbangun dalam keadaan segar sekali dan juga seperti sama sekali tidak terlihat orang mabuk arak, bahkan Chen Si Lei membuka pintu jendela kamar tidur nya dan tersenyum senang sekali, karena dia ingin lihat -lihat rumah besar keluarga besar Tuan Marquis De dengan bebas.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei meluncur cepat ke arah selatan rumah besar keluarga Tuan Marquis De dan tertarik pada gerakan orang yang ingin menyelinap masuk ke dalam ruang lain .


"Wah Nyonya Besar Nomor Empat sedang mencari sesuatu di ruang taman kecil itu ", gumam Chen Si Lei pelan sekali .

__ADS_1


Chen Si Lei mengikuti langkah wanita bangsawan tersebut yang berjalan ke arah taman kecil dalam rumah besar itu, dan menghilangkan. ....


"Eh kemana dia pergi ?", pikir Chen Si Lei .


Di depan jalan taman itu ada bangunan tertutup rapat sehingga Chen Si Lei amat tertarik untuk mengetahui apa isi di dalam bangunan tersebut.


Ssssshhhhh !!


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei sigap menghindari serangan maut dari seekor ular belang melompat ke arah kanan Chen Si Lei yang sudah cepat membasmi ular itu.


Kresssekkk !!


"Eh",Chen Si Lei cepat berbalikan tubuh dan melihat Tuan Muda De nomor sebelas menghampiri Chen Si Lei.


"Paduka kenapa Anda berada di tempat ini?",tanya Tuan Muda De nomor sebelas dengan suara lembut seperti suara wanita manja.


"Hmm aku salah jalan karena aku ingin minum arak lagi ", jawab Chen Si Lei jujur.


"Hmm begitu,kenapa tidak memanggil dayang kami untuk sediakan minuman pada Anda di dalam kamar Anda ?", tanya Tuan Muda De nomor sebelas sikap nya manis sekali .


"Iya kau benar...dan aku salah. .Aku pergi ke kamar ku. .dah",jawab Chen Si Lei cepat kabur dari Tuan Muda De nomor sebelas .


Tuan Muda De nomor sebelas menggeleng kepala dengan centil dan menunduk ke tanah, kemudian melihat bangkai ular belang di tanah dan menjadi curiga akan tingkah laku aneh dari Pendekar Rajawali Emas Sakti itu.


"Ah aneh sekali dia itu ", kata Tuan Muda De nomor sebelas tersenyum sendiri.


Besok paginya Chen Si Lei sudah rapi dan menunggu waktu untuk sarapan pagi di mulai di dalam kamar nya, dan Chen Si Lei di bantu oleh Kasim Chang Sin yang sudah merias nya dengan baik dan rapi, tapi Chen Si Lei sibuk menggigit peluit kecil ciptaan nya sendiri.


"Paduka tolong jangan menggigit peluit sembarangan lagi, nanti gigi Anda sakit dan patah ,bagaimana?!",omel Kasim Chang Sin mengambil peluit kecil itu dari Chen Si Lei.


"Emm baiklah ", jawab Chen Si Lei cengir.


"Paduka sudah waktunya untuk Anda sarapan pagi ", lapor Erl Hong melalui para dayang rumah besar Tuan Marquis De.


"Ya terima kasih Erl Hong ", jawab Chen Si Lei berdiri dan keluar dari kamar.


Begitu Chen Si Lei memasuki ruangan makan di rumah besar keluarga Marquis De ,seluruh anggota keluarga memberi salam kepada Chen Si Lei.


"Selamat pagi dan Selamat Sejahtera Paduka",


"Iya terimakasih dan selamat pagi juga untuk kalian semua",sapa Chen Si Lei.


Sejumlah dayang membawakan beberapa hidangan khusus untuk sarapan pagi di meja makan utama khusus untuk Chen Si Lei dahulu dan setelah itu baru untuk keluarga besar Tuan Marquis De di meja lainnya.


Chen Si Lei mengambil sumpit ,lalu menyuap beberapa makanan ke dalam mulut nya dengan santai dan di ikuti oleh semua orang di dalam ruangan itu dengan sopan sekali.


"Aku sudah selesai sarapan pagi dan aku ingin melihat -lihat Kota besar ini",kata Chen Si Lei meletakkan sumpit dan mangkuk khusus untuk nya.


"Paduka hamba akan temani Anda jalan -jalan ke mana pun Anda suka",kata Putri Yi Yi menghampiri Chen Si Lei dengan sopan.


"Hmm baiklah ", jawab Chen Si Lei keluar dari ruangan itu.


"Kami semua mengantar Paduka ", sapa hormat dari seluruh keluarga itu kepada Chen Si Lei.


Di luar rumah besar keluarga besar Tuan Marquis De, Chen Si Lei menikmati saat -saat di mana dia bisa mengetahui banyak hal tentang keluarga itu.


"Paduka sebenarnya hamba ingin meminta bantuan kepada Anda",kata Putri Yi Yi di sebuah toko kain sutra .


"Apa permintaan mu ?",tanya Chen Si Lei seraya mengamati sejumlah kain -kain halus dan lembut di dalam toko itu.


"Apakah Anda suka dengan kain sutera motif kupu -kupu itu ?", tanya Putri Yi Yi.


"Suka ", jawab Chen Si Lei asal saja.


"Kain sutera motif kupu -kupu itu adalah karya hamba. Hamba akan berikan pada Anda ", kata Putri Yi Yi mengambil gulungan kain sutera tersebut dari pihak toko.


Chen Si Lei berjalan terus ke arah toko lain yang merupakan toko perhiasan emas dan perak serta mutiara dan sebagainya.


"Ini untuk mu",kata Chen Si Lei menyerahkan jepitan rambut perak untuk Putri Yi Yi.


"Terimakasih banyak Paduka",kata Putri Yi Yi sopan .


Di tepi sungai dalam kota besar pintu Naga Langit Barat, Chen Si Lei mendapat informasi bahwa Putri Yi Yi mencurigai ibu tirinya yang nomor tiga itu yang di duga adalah orang Sekte Sesat Kadal Hitam karena pernah di lihat secara diam-diam oleh Putri itu bahwa ibu tirinya sedang melakukan sebuah ritual sesat.


"Ritual apa itu ?", tanya Chen Si Lei.


"Ritual minum darah ular belang",jawab Putri Yi Yi bergidik ngeri.


"Dan setelah itu ada dua orang dalam keluarga ku yang mati dalam waktu singkat dan tidak jelas karena sakit apa sampai ayah dan seluruh keluarga menjadi tidak tahu, mereka harus berbuat apa dan kini juga aku juga takut bila ada keluarga ku yang lain yang akan pendek umur lagi",kata Putri Yi Yi menangis sedih usai cerita tentang masalah keluarga nya.


"Kalau masalah dalam Kota Besar Pintu Naga Langit Barat ?",tanya Chen Si Lei.

__ADS_1


"Masalah bahan pokok beras mahal dan langka sehingga banyak rakyat miskin kelaparan dan selalu berusaha untuk mendatangi rumah kami untuk minta beras dan beras kami dapatkan sudah ber jamur dan tidak layak untuk di konsumsi lagi maka kami harus selidiki dengan cepat dan tepat untuk menyelesaikan masalah beras agar tidak terjadi kerusuhan",jawab Putri Yi Yi berterus terang.


"Ayo ajak aku lumbung padi kalian ", kata Chen Si Lei menyambar tangan Putri Yi Yi ,lalu berkelebat cepat.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Akhhhhh !!", teriak gadis itu ketakutan di ajak terbang oleh Chen Si Lei.


Setibanya di lumbung padi keluarga besar Tuan Marquis De, Chen Si Lei juga bisa melihat bahwa banyaknya kutu beras serta beras itu ber jamur sehingga Chen Si Lei memerintahkan Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti untuk mencari tahu siapa dalang utama yang memanipulasi beras di lumbung padi dan di pasar.


Sekembalinya Chen Si Lei dan Putri Yi Yi ke rumah Marquis De,mereka terkejut dan tidak bisa percaya bahwa Tuan Marquis De telah meninggal dunia secara mendadak dan para tabib bilang karena kelelahan bekerja, tetapi Chen Si Lei dan Ling Long menemukan tanda -tanda keracunan.


"Kalian semua harus di periksa secara hukum mengenai masalah meninggal nya Tuan Marquis De dan dua orang putranya yang nomor satu dan dua dalam waktu bersamaan ", kata Chen Si Lei tegas.


"Kami semua tidak melakukan kesalahan apa -apa Paduka",kata semua orang di dalam rumah itu.


"Aku tidak peduli pokoknya kalian semua harus di periksa secara hukum oleh Pu Tui ",kata Chen Si Lei tegas.


Pu Tui segera melaksanakan tugas nya dengan cepat dan baik sehingga dalam satu hari bisa di temukan bahwa dalang utama penyebab utama kematian Tuan Marquis De dan dua orang putranya adalah putra nomor sebelas yang sudah gila akibat cintanya terhadap dayang rumah nya di larang oleh orang tuanya.


"Hukum mati ", kata Chen Si Lei tegas.


Crakkkkkk !!


Erl Hong sudah melaksanakan tugas untuk eksekusi putra nomor sebelas Tuan Marquis De di luar ruangan.


Tak lama kemudian Er Lin membawa sejumlah barang bukti pembunuhan gelap yang sudah di lakukan oleh Nyonya Besar Tua De terhadap sejumlah menantu nya yang gagal memenuhi kebutuhan ritual sesat nya yang sebenarnya adalah sebuah tindakan untuk merusak nama baik Tuan Marquis De yang sesungguhnya bukan putra kandung nya melainkan putra gelap dari mendiang suaminya.


"Hukum mati ", kata Chen Si Lei tegas.


Crakkkkkk !!


Erl Hong membabat habis kepala Nyonya Besar Tua De di luar ruangan sidang terbuka yang di lakukan oleh Chen Si Lei.


Wushhh! !


Serangan maut dari seorang wanita cantik berpakaian indah menyerang ke arah Chen Si Lei yang sedang ingin memenggal kepala putra nomor enam karena putra ini telah mengedarkan beras palsu ke pasar rakyat di dalam Kota Besar ini.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak wanita itu tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.


"Ibuuuu...",


"Hukum mati ",kata Chen Si Lei tegas.


Crakkkkkk !!


Putra nomor enam tewas dalam waktu dekat setelah ibunya yaitu Nyonya Besar nomor tiga.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Paduka hamba sudah tahu dalang utama yang merusak lumbung padi Tuan Marquis De dan dalang utama yang menjual beras ber jamur dan rusak itu adalah Nyonya Selir De nomor sepuluh karena iri hati kepada Putri Yi Yi dan Putri Tian Erl yang merupakan anak -anak Nyonya nomor pertama",lapor Si Tangan Sakti.


"Hukum mati ", kata Chen Si Lei tegas .


Syuutttttttt !!


Crakkkkkk !!


Nyonya nomor sepuluh sudah ingin kabur dari ruangan sidang tetapi Si Tangan Sakti lebih cepat darinya dan memenggal kepalanya dengan cepat.


"Paduka Hamba sudah selesaikan masalah lumbung padi dan kini rakyat dalam Kota Besar Pintu Naga Langit Barat sudah tenang dan mereka ingin menemui mu untuk mengucapkan terima kasih kepada Anda",kata Kakek Raja Iblis Barat.


"Baik ", kata Chen Si Lei.


Chen Si Lei menerima semua rakyat di dalam Kota Besar Pintu Naga Langit Barat di dalam rumah besar keluarga Tuan Marquis De.


"Mulai saat ini kalian semua sudah bisa menikmati beras yang sehat dan bersih dengan harga murah sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat yaitu Kaisar Tang di Istana Kekaisaran Tang dan juga sudah aku siapkan lapangan kerja dan lembaga pendidikan dan sebagainya untuk kalian bisa menggunakan layanan kami dengan baik ", kata Chen Si Lei bijaksana.


"Terimakasih Paduka ", jawab para rakyat di dalam Kota Besar Pintu Naga Langit Barat bersujud hormat kepada Chen Si Lei dengan penuh kasih sayang.


"Sama-sama kalian semua adalah saudara -saudari serta orang tua juga sahabat ku",kata Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada semua orang itu.


"Hidup Pendekar Rajawali Emas Sakti !!", sorak sorai para penduduk Kota Besar Pintu Naga Langit Barat bergembira.


Setelah itu Chen Si Lei memilih Wu Erl sebagai kepala keluarga di dalam keluarga Tuan Marquis De yang baru ,lalu berpamitan dengan keluarga itu untuk lanjutan misinya kembali ,yaitu menuju ke arah ke Kerajaan kecil yang bernama Kerajaan Yao.


"Paduka. .izinkan hamba berdua ikut Anda",kata Putri Yi Yi dan Putri Tian Erl saat mengantar Chen Si Lei dan rombongan nya ke luar pintu perbatasan antara Kota Besar Pintu Naga Langit Barat dengan Kerajaan Yao.


"Ikut dengan ku ?Apakah kalian berdua sanggup merantau seperti kami?",Chen Si Lei bertanya kepada kedua orang putri itu.


"Sanggup ", jawab mereka berdua serentak dan sudah berpakaian ringkas .

__ADS_1


"Hmm baiklah",kata Chen Si Lei mengizinkan mereka berdua ikut serta di dalam rombongan nya.


__ADS_2