
Chen Si Lei dan Hua Erl tiba di tempat istirahat di dalam kota kecil satu tangkai, di sana ada beberapa toko yang menjual berbagai macam hiasan dan sebagainya, tapi serba satu jenis saja, dan mereka makan siang di rumah makan pun hanya satu jenis makanan saja.
"Kenapa tidak ada makanan lainnya di kota kecil ini?",tanya Chen Si Lei pada satu orang pelayan di rumah makan itu.
"Karena persediaan bahan hanya cukup satu jenis makanan",jawab pelayan itu.
"Bukankah ladang kota kecil satu tangkai menghasilkan lima bahan makanan?",
"Iya itu dulu saat Adipati Yi masih hidup sekarang kami harus hemat segalanya",
Mendengar jawaban dari pelayan rumah makan ini,Chen Si Lei ingin segera tahu alamat rumah Adipati Yi yang harus dia tinjau itu.
"Di jalan yang ada pita kuning di sanalah rumahnya",kata pelayan itu menggigil ketakutan ketika beritahu rumah Adipati Yi berada kepada pemuda asing yang datang ke kota kecil itu.
"Le Din Yin ", kata Chen Si Lei pelan sekali.
"Siap Paduka",jawab Le Din Yin berkelebat cepat untuk mencari tahu tentang kota kecil ini dari rumah Adipati Yi.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Di sana sepi tidak ada orangnya",kata Le Din Yin usai meninjau lokasi itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei mengajak Hua Erl secepatnya ke rumah Adipati Yi ,dan benar saja di sini seperti kuburan yang sudah tidak ada yang datang untuk berziarah.
"Ahh kecoa",kata Hua Erl terkejut banyak serangga di tempat itu.
Singggggg !!
Bressssss !!
Chen Si Lei menggunakan pedang membabat habis serangga tersebut dan aman.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah senjata rahasia milik musuh yang berupa rumput liar yang di gunakan untuk membunuh dia dan Hua Erl.
Syuutttttttt !!
Crakkkkkk !!
Hua Erl bergerak cepat menggerakkan pedang untuk memotong seekor ular yang melompat ke arah nya.
Cus !!
"Akhhhhh !!", jerit istri Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan.
"Wen Wen",panggil Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan pada istrinya .
"Di gigit lintah",kata Hua Erl memberikan obat racun lintah kepada istri Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan.
"Terimakasih Selir Hua Erl",jawab pria itu .
Werrrrrrr !!!
Bressssss !!!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah senjata rahasia milik musuh hancur dalam waktu singkat.
Bressss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat Hua Erl.
"Sekte Satu Bintang Hitam",kata Gao Yu Fei istri pertama Le Din Yin .
"Aku tidak peduli Sekte apa .Bila melanggar hukum harus di musnahkan",Chen Si Lei tegas kepada setiap Sekte yang ingin selamat dari hukuman yang diberikan oleh nya secara tegas dan keras.
"Intinya adalah setiap Sekte apa pun itu, harus taat kepada hukum yang berlaku di Kekaisaran Tang Agung",kata Chen Si Lei menegaskan kembali agar jelas.
Ucapan dari Chen Si Lei ini membuat Su Nian Feng gemetar ketakutan karena dia telah melakukan tindakan pelanggaran terhadap hukum yang berlaku di dalam Kekaisaran Tang Agung.
Dan sikap Su Nian Feng ini telah di lihat jelas oleh Chen Si Lei yang sudah curigai pemuda sakti itu yang telah di dengar oleh Chen Si Lei dari Nona Yu bahwa Su Nian Feng berteman dekat dengan Si Rubah Cantik Yang Ce Lin yang tewas oleh Chen Si Lei di dalam kamar tidur pria itu.
"Rubah cantik Yang Ce Lin menculik Nona Hua Erl dengan bantuan seorang pria yang datang bersama Anda Pendekar Rajawali Emas Sakti dan di kirim ke markas besar Sekte Mata Bulan Darah saat kamu keluar dari kamar mu menuju ke tempat ku berada,yaitu di paviliun rembulan..Maaf apabila aku tidak sengaja sudah buat Anda susah hati karena mencemaskan keselamatan dan keamanan Nona Hua Erl -mu",kata Nona Yu terakhir sebelum Chen Si Lei pergi dari kota besar Ming.
Kini Chen Si Lei yakin bahwa Su Nian Feng sudah berkhianat terhadap nya dan Le Din Yin yang merupakan saudara seperguruan dari Su Nian Feng ini. Maka Chen Si Lei harus membunuhnya untuk perbuatan tercela yang sudah di lakukan oleh Su Nian Feng ini.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Su Nian Feng tewas terpotong oleh Chen Si Lei secara cepat dan hebat sehingga Le Din Yin dan dua orang isteri serta Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan dan istri Wen Wen juga Hua Erl terkejut sekali.
"Aku membunuhnya karena dia sudah berkhianat kepada ku dan kau Le Din Yin, dia berteman dekat dengan Si Rubah Cantik Yang Ce Lin yang sudah berani culik istri ku lalu di serahkan kepada Sekte Mata Bulan Darah sebagai persembahan sesat mereka",kata Chen Si Lei menjelaskan bahwa dia membunuh orang tentu ada alasannya
"Aku sudah mencurigai Su Nian Feng sejak awal berjumpa dengan nya di markas besar Sekte Singa Hitam",kata Xiao Kai Zhong memberitahu mereka tentang rasa curiga dia kepada Su Nian Feng.
"Tidak aku sangka bahwa Su Nian Feng bisa tersesat juga rupanya",kata Zijie.
"Dia mempelajari sedikit ilmu sesat Sekte Mata Bulan Darah karena dekat dengan Liu Zi Gui kekasihnya yang hilang dari Sekte Naga Sungai Li sejak beberapa bulan lalu dan dia berteman dengan Si Rubah Cantik Yang Ce Lin karena wanita itu ialah sahabat dekat Liu Zi Gui",kata Le Din Yin menceritakan tentang Su Nian Feng.
"Liu Zi Gui??",tanya Hua Erl terkejut sekali.
"Eh kau kenal ??", tanya Chen Si Lei menoleh ke arah selir nya.
"Tidak, tapi dia berada di sana",jawab Hua Erl menunjuk ke arah gadis cantik jelita yang sedang melakukan ritual persembahan di dalam hutan dalam rumah kosong ini.
"Kita harus membunuhnya",kata Le Din Yin berkelebat cepat ke arah gadis itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
__ADS_1
Chen Si Lei menyambar tangan Hua Erl untuk mengejar langkah Le Din Yin,Gao Yu Fei, Su Mu Yun dan Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan dan Wen Wen ke tempat gadis bernama Liu Zi Gui berada.
Setibanya mereka berdua di dalam hutan itu, mereka melihat bahwa Liu Zi Gui di hutan dalam rumah kosong sedang membuat sebuah persembahan kepada para Dewa berwajah sadis terlihat dari patung yang sedang di beri darah korban yang di bunuh oleh gadis kejam itu.
"Lancang sekali kau berani membuat persembahan sesat kepada orang -orang sesat!!",hardik Chen Si Lei marah sekali.
Liu Zi Gui terkejut sekali bahwa di tempat persembunyian nya telah di ketahui pria yang berjuluk Pendekar Rajawali Emas Sakti dan Le Din Yin Suheng yang sakti itu yang juga merupakan pria yang di cintai oleh Liu Zi Gui sejak kecil tapi menolak ia karena mencintai gadis lain yang kini menjadi salah satu istri Suheng nya.
"Suheng. ..",panggil gadis itu terperanjat kaget melihat Suheng nya.
"Diam kau jangan pernah memanggil ku Suheng mu lagi!!!",hardik Le Din Yin pada Sumoi nya.
Wuttttt !!!
Plakkkk !!
Liu Zi Gui menghindari serangan maut dari Suheng nya tetapi terpukul oleh Chen Si Lei sehingga berguling jatuh di tanah.
"Matilah kau !!", hardik Chen Si Lei menggunakan pedang membabat habis kepala gadis itu.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei memeriksa enam buah patung Dewa berwajah sadis untuk melihat isi dari patung tersebut.
"Hancurkan patung itu secepatnya sebelum seluruh desa kecil ini tersesat oleh ilmu sesat mereka",kata Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti Buddha bersih untuk dapat menghancurkan enam patung Dewa sesat itu.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Brussshhhhh !!
Chen Si Lei berhasil menghancurkan enam buah patung Dewa sesat dan berhasil menyelamatkan nyawa para penduduk desa Satu Tangkai.
Mereka sudah ingin keluar dari hutan dalam rumah kosong milik mantan Adipati Yi, tapi tiba-tiba ada sebuah tangan dari dalam tanah yang di injak oleh Chen Si Lei menariknya kencang .
Dan....
Brussshhhhh !!
"Celaka! ! ",jerit Hua Erl terkejut sekali maka wanita itu mengayunkan pedangnya.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Tangan yang menarik Chen Si Lei telah putus oleh pedang Hua Erl sehingga Chen Si Lei terselamatkan dari serangan maut dari musuh sakti.
"Koko Lei Lei kau tidak apa-apa ??", tanya Hua Erl cepat menolong suaminya.
Chen Si Lei menggunakan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik yang dahsyat untuk membunuh musuh di dalam tanah itu.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Kau berhasil membunuh Yi Man Tu Iblis Tanah ",kata Le Din Yin kagum dengan kehebatan dari Chen Si Lei.
"Suamiku lihat di dalam kuburan itu",ucap Gao Yu Fei pada suaminya.
Mereka melihat bahwa ada kuburan terbuka dan mereka penasaran untuk tahu isi dalam kuburan itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Mereka tiba di lokasi kuburan milik keluarga Adipati Yi,dan mereka pun masuk ke dalam kuburan itu .
Kuburan itu mirip istana kecil bawah tanah saat mereka sudah berada di dalam, dan Chen Si Lei mengamati keadaan kuburan tersebut di ikuti oleh Hua Erl yang gemetar ketakutan karena masuk ke dalam kuburan untuk melakukan sesuatu penyelidikan yang intensif untuk menghadapi musuh sakti lain.
"Aku takut ada hantu dari dalam kuburan ini",kata Hua Erl ketakutan.
"Jangan takut ada aku yang akan melindungi mu",kata Chen Si Lei memeluknya .
Le Din Yin menarik tangan kedua orang istrinya untuk menjaga mereka berdua di dalam kuburan ini. Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan melindungi Wen Wen di belakang mereka ber lima berjalan di depan untuk melangkah lebih jauh lagi dan mereka keluar dari kuburan itu secara tiba-tiba.
"Eh lorong rahasia rupanya", kata Chen Si Lei melompat cepat keluar sambil narik Hua Erl ikut keluar bersama dia.
"Rumah orang hidup kah?",tanya Le Din Yin juga sudah keluar bersama dua orang istrinya di belakang Chen Si Lei dan Hua Erl.
"Tentu saja rumah orang hidup. Lihat tuh ada kamar tertutup rapat tertulis bahwa kamar itu milik orang gila",kata Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan sudah keluar bersama istrinya Wen Wen.
Chen Si Lei menggenggam tangan Hua Erl untuk mengikutinya ke arah kamar di depan mereka semua,dan Chen Si Lei membuka pintu kamar tidur ini, lalu mereka semua melihat sejumlah orang sedang di sekap oleh seorang pria berwajah sadis memakai pakaian wanita.
"Waria ternyata",kata Hua Erl tersenyum geli.
"Oh banci bilang saja pakai kata itu biar lebih mudah memaki nya",kata Chen Si Lei .
Pria itu memandang Chen Si Lei dengan tatapan mata tajam dan ganas sehingga Chen Si Lei harus waspada terhadap pria itu, sedangkan Le Din Yin dan dua orang isteri nya beserta Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan dan istri menyelamatkan para tawanan ini dengan cepat.
"Kau harus bunuh Iblis banci yang sudah membunuh Adipati Yi kami",kata salah seorang dari anggota keluarga Adipati Yi.
Brrrrrrrrrrrrr! !
Chen Si Lei sudah menghadapi pria itu yang sudah melayangkan pukulan maut ke arah dia secara cepat dan hebat.
Wuttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik untuk hancurkan ilmu sesat pria sakti itu.
__ADS_1
Wushhh !!!
Syuutttttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggerakkan telapak tangannya untuk mengerahkan ilmu mukjizat piramida sakti untuk membunuh musuh hebat yang gunakan ilmu mukjizat sesat yang sangat hebat juga.
Werrrrrrr !!
Angin pukulan maut menerpa Hua Erl dari belakang Chen Si Lei sehingga Hua Erl segera berkelebat cepat untuk menghindari serangan maut itu.
Wuttttt !!
Plakkkk !!
Hua Erl bergerak cepat menggerakkan ilmu mukjizat hebat khasnya untuk hadapi seorang wanita sakti yang menyerangnya tadi.
Dessssssss !!
Wanita itu terjengkang ke belakang oleh terjangan pukulan bunga persik Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk menolong selir nya.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Chen Si Lei berkelebat cepat kembali menerjang hebat ke arah pria banci itu yang tewas dalam serangan maut ilmu piramida sakti nya.
Wuttttt !!
Crakkkkkk!!
Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat sehingga membabat habis tubuh wanita sakti yang sudah menyerang Hua Erl dengan ganas.
Wushh !!!
Singggg! !
Le Din Yin berkelebat cepat untuk membunuh seorang musuh sakti lain yang pura -pura sebagai tawanan dari Iblis banci itu padahal semua itu adalah jebakan .
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Le Din Yin dan kedua orang istrinya menerjang maju membabat habis tiga puluh orang sakti sesat.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Chen Si Lei dan Hua Erl bekerjasama menghancurkan sebagian besar dari para musuh mereka dengan ilmu mukjizat mereka masing -masing.
Cranggg !!
Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan mengadu senjata melawan seorang sakti di sudut lain yang gunakan senjata tajam berupa tombak panjang.
Wuttttt !!!
Cringgg!!
Sinar seruling milik Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan mengeluarkan sinar dan menghantam tombak panjang milik musuh yang terlepas dari genggaman tangan musuh itu.
Wuttttt !!!
Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan sudah menggerakkan seruling secara tepat dan kepala musuh pecah oleh seruling hitam nya.
Prakkk !!
Istri Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan yaitu Wen Wen menghadapi serangan dari orang sakti berkepala botak yang sadis sekali.
Wuttttt !!!
Singggg !!
Cranggg !!
Chen Si Lei dan Hua Erl berkelebat cepat membantu Wen Wen menghadapi orang sakti botak itu yang menjadi kewalahan menghadapi mereka bertiga secara cepat dan hebat.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan pedang secara cepat dan hebat sehingga orang sakti itu terpotong oleh pedang Chen Si Lei.
Mereka sudah menghabisi semua musuh mereka dan mereka segera keluar dari rumah milik Adipati Yi.
Brrrrrrrrrrrrr! !
Mereka tiba di pintu gerbang menuju keluar dari Kota Kecil Satu Tangkai dan kini mereka menemui seorang pejabat senior yang di perintah oleh Chen Si Lei untuk membantu para penduduk kota kecil satu tangkai agar mendapatkan kehidupan yang merata dan adil dengan kota lainnya di Tionggoan.
"Jika kau melanggar perintah ku.Aku hukum mati tujuh turunan mu",kata Chen Si Lei tegas kepada pejabat senior ini.
"Iya hamba laksanakan",jawab pejabat itu ketakutan sekali akan hukuman mati tujuh turunan dari Chen Si Lei berikan kepadanya.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Paduka ", kata pejabat itu menangis ketakutan begitu di beritahu bahwa pemuda yang datang kepadanya adalah Kaisar Tang Agung sendiri.
Sementara itu Chen Si Lei dan Hua Erl sudah berkumpul bersama Le Din Yin dan dua orang istrinya dan Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan dan istrinya di luar rumah pejabat itu, dan kini mereka akan memasuki ke daerah yang bernama desa telaga merah.
__ADS_1