
Lima hari kemudian rombongan dari Chen Si Lei telah tiba di kota ChangChun. Tiba di kota ini, Chen Si Lei mengajak rombongannya menjauhi kerumunan orang dari berbagai macam orang yang memiliki kulit yang berbeda dengan kulit mereka semua,meskipun bukan hal yang asing baginya. Dulu, dia sempat mengunjungi ke beberapa daerah bersama para sahabatnya. Berbagai cerita pernah ia lalui dalam masa itu saat ia menjadi seorang pangeran muda Si Lei.
Kepalanya menengadah. Selamat datang di kota ChangChun !Chen Si Lei terdiam sesaat begitu mengingat kedekatan kota ini dengan seorang teman masa lalunya .Setelah berpikir ChangChun adalah tempat terjauh yang sanggup di capai untuk melupakan kenangannya, tapi ternyata. ..
Chen Si Lei tertawa getir menyadari kesalahan fatalnya .
" Hati tak pernah bisa berdusta ", gumam Chen Si Lei dalam hatinya.
Hamparan rumput terlihat jelas di dalam kota ini, Chen Si Lei mau tidak mau harus melanjutkan perjalanan. Kuda putih kesayangannya dan Sin Yue Qing kekasihnya tercinta yang menemaninya ke penginapan sudah menunggu. Selisih waktu lima jam membuat kepalanya berputar dan pandangan berkunang -kunang .Begitu ia menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur, kini sepasang matanya terpejam dan ia pun tertidur pulas.
" Eh dia benar-benar suka tidur ,cepat sekali tidur ", kata Sin Yue Qing melihatnya tidur pulas di atas tempat tidur dalam penginapan setelah tiba.
" Sebaiknya kamu juga tidur sejenak sebelum berangkat ke rumah teman baru kalian ", kata Xiao Yan Li dari bumbung bambu nya.
" Ya ", jawab Sin Yue Qing menghirup udara segar di sekitarnya melalui jendela di kamar penginapan.
Tubuh gadis itu terbaring di atas tempat tidur dan dalam hitungan detik, dia jatuh terlelap di samping Chen Si Lei yang tersenyum ,lalu memeluknya dan tertidur bersamanya.
Kegelapan malam menyambut Chen Si Lei begitu matanya terbuka dan ia melihat Sin Yue Qing masih tertidur pulas di sampingnya, ia pun duduk waspada dengan pandangan tersapu ke seluruh ruangan. Malam baru turun di kota ChangChun, meskipun ia tahu bahwa jam sudah menunjukkan pukul sembilan lewat sepuluh menit.
Chen Si Lei menarik napas lega, lalu beringsut dari tempat tidur untuk ia segera menyalakan lilin untuk penerangan di dalam ruang kamar tidur penginapan ini, setelah mandi dengan nyaman dan kembali ke kamar. Ia melihat Sin Yue Qing sudah bangun dan duduk di tepi tempat tidur dengan rambut berantakan tetapi gadisnya terlihat sangat cantik jelita sekali dan manis sekali alami.
" Kau sudah bangun ?Apakah kau ingin mandi dahulu atau kau ingin makan malam ?", tanya Chen Si Lei menghampiri Sin Yue Qing.
" Makan", jawab gadis remaja itu melompat ke atas punggungnya dengan sikap manja sekali.
" Ya, ayo kita makan malam dahulu ", kata Chen Si Lei menggendongnya untuk di ajak ke ruang makan khusus untuk mereka berdua telah di sediakan oleh pihak rumah penginapan melalui Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Chen Si Lei menaruh Sin Yue Qing di kursi di depannya dan menyediakan menu makanan dan minuman terbaik untuk gadis itu bisa makan malam sesuai selera gadis itu sendiri.
"Silakan kau makan malam sesuai dengan pilihan makanan dan minuman yang kau suka",kata Chen Si Lei memberikan mangkuk dan sumpit untuk gadis itu bisa mengambil makanannya sendiri sesuai dengan selera gadis itu.
" Gege bukankah kau bilang keuangan mu mulai menipis ?Lalu kenapa kau masih boros dalam belanja seperti makanan ini?",gadis itu menegur Chen Si Lei dengan halus.
" Siapa bilang keuangan ku mulai menipis ?Aku masih banyak uang dan aku tidak pernah boros jika untuk menyenangkan diri mu ",kata Chen Si Lei yang menilai dirinya tidak keberatan untuk mengeluarkan sedikit uang untuk menyenangkan hati Sin Yue Qing kekasihnya tercinta ini.
"Hmm kalau begitu aku akan mencari uang untuk membantu mu setelah aku makan malam ", kata Sin Yue Qing dalam hatinya sendiri.
"Kau tidak perlu membayar biaya makanan dan penginapan yang sudah aku siapkan untuk mu ", kata Chen Si Lei membaca pikiran Sin Yue Qing melalui raut wajah gadis itu sendiri yang sangat mudah di baca oleh Chen Si Lei.
" Gege ", kata Sin Yue Qing cemberut karena ketahuan isi hatinya oleh Chen Si Lei yang tersenyum geli dengan sikap kekasihnya itu.
" Apa? ? ",tanya Chen Si Lei menyuapi makan gadis itu yang langsung terdiam saat itu juga.
" Kau membuat ku menjadi sangat manja sekali kepada mu",kata Sin Yue Qing .
"Aku memang menyukai sifat manja mu yang berarti bahwa kau tak pernah bisa menjauh dari ku ",sahut Chen Si Lei menyuapinya lagi.
"Baiklah, jika memang itu mau mu ",kata Sin Yue Qing membuka mulutnya untuk menerima suapan makanan dari Chen Si Lei berikan kepadanya.
" Aku akan membuat mu nyaman bersama ku sehingga kau akan selalu hadir di sisi ku ",kata Chen Si Lei memberi minum air putih yang sejuk.
" Baiklah terimakasih atas kebaikan mu kepada ku dan sekarang aku mau mandi ",kata Sin Yue Qing berjalan menuju ke kamar mandi dan meninggalkan Chen Si Lei makan malam seorang diri.
"Paduka hamba sudah mendapatkan informasi bahwa sepasang suami istri Pendekar bangau emas sakti telah di temukan dalam keadaan tidak bernyawa lagi di tepi sungai Yu ",lapor Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengejutkan hati Chen Si Lei.
" Apa? ? Kita harus selidiki kasus kematian mereka berdua sekarang juga ", kata Chen Si Lei tanpa menghabiskan makan malam, dia sudah berkelebat cepat ke arah sungai Yu.
Di tepi sungai Yu,Chen Si Lei menemukan kedua jasad pasangan suami istri itu ada tanda titik hitam di leher mereka.
" Gigitan kelelawar racun emas ", kata Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin sudah memeriksa kondisi kedua jasad itu.
"Gigitan kelelawar racun emas ?Milik siapa atau siapa tokoh sesat yang sudah membunuh mereka berdua ?", tanya Chen Si Lei mengepalkan tangannya dengan geram.
" Setan Kelelawar Racun Emas Hitam adalah salah satu dari anggota Sekte Sesat burung hitam cabang satu yang sangat ganas sekali sehingga banyak sekali para kaum persilatan bersih yang menjadi korban keganasan orang sadis itu ", jawab Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin mengedarkan pandangan sepasang matanya ke seluruh arah kota ChangChun dan terhenti ke arah penginapan.
" Celaka kita meninggalkan Sin Yue Qing seorang diri di penginapan itu",kata Chen Si Lei segera berkelebat cepat kembali ke penginapan untuk memastikan bahwa kekasihnya aman .
Brrrrrrrrrrrrr !!
" Yue Qing. ..!!",teriak Chen Si Lei panik dan cemas sekali saat ia kembali ke dalam kamar penginapan nya. Ia tidak menemukan kekasihnya di dalam kamar dan sekitarnya.
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti segera berpencar untuk mencari Sin Yue Qing di seluruh kota ChangChun.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin mengitari penginapan tersebut,sedangkan Chen Si Lei berkelebat cepat ke seluruh ruangan di penginapan tersebut dan menemukan banyak sekali korban gigitan kelelawar racun emas termasuk pemilik penginapan tersebut.
" Celaka! ! Mereka sudah menghabisi semua orang di penginapan ini ",kata Chen Si Lei semakin geram sekali terhadap musuh yang sangat licik itu.
Tapi Chen Si Lei tidak menunggu waktu lebih lama lagi untuk mencari keberadaan Sin Yue Qing karena Chen Si Lei bisa mengetahui kehadiran kekasihnya di atas genteng penginapan tersebut ,dan Chen Si Lei bisa melihat Sin Yue Qing sedang bertarung melawan seorang musuh yang sangat kejam sekali dengan senjata yang mirip tombak dengan tiga mata tajam dan runcing serta ganas sekali.
Wuttttt !!
Cranggg !!
Cranggg !!
Sin Yue Qing menggunakan ilmu pedang mukjizat naga Siluman menyerang pria ganas itu yang menghadapi serangan pedang gadis itu dengan tombak nya yang sangat tajam dan mengerikan itu.
Wuttttt !!
Cranggg !!
Cranggg !!
Cranggg !!
Pria itu adalah wakil Setan Kelelawar Racun Emas Sakti yang sudah bertugas untuk menghabisi semua orang yang akan di kunjungi oleh Chen Si Lei dan para sahabatnya, maka ia menunggu kesempatan tiba untuk menghabisi semua orang yang berada di penginapan Chen Si Lei menginap ,tetapi ia ketahuan Sin Yue Qing yang segera menyerangnya dengan hebat sekali sehingga pria itu harus waspada terhadap gadis kekasih Pendekar Rajawali Emas Sakti.
Wuttttt !!
Cranggg !!
Cranggg !!
Cranggg !!
Cranggg !!
Cranggg !!
Serangan demi serangan yang di lakukan oleh Sin Yue Qing berhasil mendesak pria ganas itu harus menggunakan ilmu simpanan nya yang di keluarkan dari telapak tangan kirinya yang mengandung hawa mukjizat sesat yang berracun ganas sekali sehingga Sin Yue Qing menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik menghantam hancur ilmu mukjizat sesat pria ganas itu.
Wuttttt !!
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak pria ganas itu terjungkal dari genteng penginapan dan di babat habis oleh Chen Si Lei menggunakan kipas melalui ilmu mukjizat piramida sakti.
__ADS_1
Crakkkkkk !!!
"Gege ", panggil Sin Yue Qing melayang turun dari genteng penginapan dan tiba di pelukan Chen Si Lei yang menangkap gadis itu dengan cepat.
"Qing Qing kau sungguh membuat ku cemas ", kata Chen Si Lei mendekapnya.
" Gege, kau tenang saja karena aku adalah Bandit Kecil dari Timur Laut yang amat cerdas ", kata Sin Yue Qing halus menenangkan hati Chen Si Lei.
" Ahmm ya aku tenang sekarang ", kata Chen Si Lei membawanya kembali ke arah kamar tidur mereka di penginapan tersebut yang sudah di rapikan oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti dengan cekatan sekali.
" Kita harus segera bersiap untuk menyelidiki para musuh curang itu yang berada di dalam kota ChangChun ini",kata Chen Si Lei sudah mengelar rapat koordinasi untuk menghadapi para musuh yang bersembunyi di sekitar kota ChangChun.
"Ya Paduka kami akan bersiaga setiap saat dan kami akan segera mencari tahu keberadaan musuh -musuh kita ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah kirim ke teman -teman seperjuangan nya dari Sekte ChangChun yang terkenal sebagai perguruan yang menjaga keamanan dan keselamatan kota ChangChun.
"Aku baru saja dapat surat kabar dari kaum pedagang kaki lima di pusat kota ini tentang markas besar musuh kita berada di daerah s ",kata Sin Yue Qing berikan surat tersebut kepada Chen Si Lei yang segera membuka dan membacanya.
" Baiklah kita bisa bekerja sama dengan para pedagang kaki lima di pusat kota ChangChun untuk membantu kita mengamankan rakyat dan sebagainya pada saat ini juga, lalu kita segera habisi musuh kita secepatnya ", perintah Chen Si Lei kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya yang segera jalankan perintahnya.
Brrrrrrrrrrrrr !!
" Qing Qing kau ikut aku daerah n ",kata Chen Si Lei sudah bergerak cepat untuk menghadapi musuh sesuai strategi nya.
Sin Yue Qing mematuhi nya dengan mengikuti cara kerjanya dalam menghadapi musuh di markas musuh itu sendiri.
Mereka berdua tiba di daerah n yang berada di bagian timur markas besar Sekte sesat Setan Kelelawar Racun Emas Sakti yang berada di dalam hutan belantara warna oranye.
" Semua tempat ini penuh racun ganas sekali ",kata Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari untuk membersihkan hawa racun oranye tersebut di sekitar lokasi tersebut.
" Di sana ada beberapa kelelawar berracun ganas peliharaan kakek setan tua", kata Sin Yue Qing menunjuk ke hewan -hewan yang beterbangan di sekitar hutan tersebut dan memperlihatkan gigi panjang berracun.
" Kita harus bisa membunuh semua hewan berracun peliharaan kakek setan tua lebih dahulu sebelum kita menerjang masuk ke dalam markas mereka ", kata Chen Si Lei yang segera menggunakan kipas sakti menghantam hancur hewan -hewan kelelawar berracun ganas itu dengan ilmu mukjizat Gunung Ling.
Wushhh !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Sin Yue Qing melemparkan pedangnya membabat habis sejumlah besar hewan -hewan berracun di sekitar lokasi tersebut.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Chen Si Lei sudah bergerak cepat menghantam hancur markas besar Sekte sesat Kelelawar Racun Emas Sakti dengan ilmu mukjizat Gunung Guo.
Wushhh !!
Blaarrrr !!
Bruakkk !!
Sedangkan Sin Yue Qing menggunakan pedang mukjizat naga Siluman melayang ke arah dalam markas besar Sekte sesat kelelawar racun emas sakti,dan tiba di hadapan seorang wanita cantik jelita sekali memakai pakaian serba hitam dan menyerang gadis itu dengan ilmu mukjizat racun ganas.
Wuttttt !!
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
" Kau hebat juga, gadis kecil laknat !!", hardik wanita sadis itu menggunakan ilmu mukjizat telapak racun oranye menyerang ubun-ubun Sin Yue Qing yang sudah cepat menangkis serangan maut tersebut dengan ilmu mukjizat telapak sakti angsa putih.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak wanita sadis itu tewas seketika itu juga oleh Sin Yue Qing.
Chen Si Lei sudah lenyap dari depan markas besar Sekte sesat kelelawar racun emas sakti dan berhadapan langsung dengan kakek tua sadis yang memimpin para pasukan Sekte Sesat kelelawar racun emas sakti untuk membunuh Chen Si Lei dan kekasihnya.
"Laknat kau bocah sombong berani menyerang dan menghancurkan markas ku !!",hardik Setan Kelelawar Racun Emas Sakti memekik marah kepada Chen Si Lei yang menggerakkan kipas sakti menghantam hancur pukulan hawa racun sesat kakek itu.
Wuttttt !!
Kakek Ketua Sekte Sesat Kelelawar Racun Emas Sakti menerjang hebat mengadu tenaga dalam dengan Chen Si Lei yang berani sekali menyambut pukulan maut nya.
Wuttttt!!
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
Kakek itu muntah darah segar dari hidung dan mulutnya, tetapi ia masih melawan Chen Si Lei dengan senjata tajam berupa moncong hewan kelelawar racun yang di awetkan menjadi tongkat berbahaya bagi para musuhnya.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata tajam berracun itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Lalu terdengar suara para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah datang untuk menghabisi sejumlah besar anggota Sekte Sesat itu dengan menerjang maju dan menghancurkan markas besar Sekte sesat kelelawar racun emas sakti dari daerah s di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya dari Sekte ChangChun.
Wushhh !!
Blaarrrr !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti menghantam hancur pria ganas yang menjadi lawannya.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala Setan Kelelawar Racun Emas Sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
__ADS_1
Crakkkkkk !!!
Sin Yue Qing menggunakan pedang mukjizat menyerang seorang gadis remaja yang menggunakan senjata seruling berbentuk moncong kelelawar di dalam markas tersebut.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Gerakan pedang gadis remaja sekte sesat kelelawar racun emas saya sangat keji sekali sehingga Sin Yue Qing menggunakan ilmu pedang ular hijau menghantam hancur senjata gadis sesat itu.
Wuttttt !!
Cranggg !!
Kress !!
"Aghhhhhh !!", teriak gadis sesat itu tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei yang sudah menggerakkan kipas memotong leher gadis itu saat gadis sesat itu terjatuh karena senjata nya hancur oleh Sin Yue Qing.
"Gege kita berhasil mengalahkan mereka semua ", kata Sin Yue Qing usai mereka semua telah menghabisi para musuh mereka.
" Ya kita berhasil ",kata Chen Si Lei meraih jemari gadis itu untuk berkelebat cepat pergi dari tempat yang sudah hancur itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei menemani gadis itu berjalan -jalan di sekitar pasar malam pusat kota ChangChun. Mereka berdua menikmati berbagai macam permainan yang berada di dalam pasar malam .
"Wah kita harus mencoba bermain panah dan mendapatkan hadiah boneka lucu itu ", kata Sin Yue Qing menariknya untuk bermain anak panah undian berhadiah menarik.
Chen Si Lei tentu saja dengan mudah mendapatkan banyak sekali hadiah dari permainan tersebut dan gadis itu gembira sekali mendapatkan banyak hadiah lucu yang di sukai oleh para gadis remaja.
" Kita harus coba masuk ke dalam rumah hantu di ujung sana ", kata Sin Yue Qing menariknya untuk masuk ke rumah permainan hantu .
Rumah hantu yang sebenarnya tipuan belaka menurut Chen Si Lei tetapi untuk menyenangkan hati kekasihnya, dia ikuti saja agar Sin Yue Qing bahagia.
" Wah terima kasih Gege aku malam ini sangat bahagia sekali ", kata Sin Yue Qing saat mereka berdua berada di sebuah puncak gunung bunga seruni kuning di dalam kota ChangChun.
"Ya sama-sama, ayo kita taruh doa kita di dalam guci kecil itu lalu kita kunci di dalam gembok di tempat ini yang menurut kepercayaan orang kota ChangChun bahwa jika doa dan harapan kita di kunci di dalam gembok ini maka doa dan harapan kita akan terwujud nyata",kata Chen Si Lei memberikan kertas dan pena bulu cantik serta tinta hitam untuk menulis doa dan harapan akan cinta mereka berdua selalu abadi sepanjang masa.
"Ya baiklah, aku mau ",jawab Sin Yue Qing ikut menulis doa dan harapannya di kertas dan di kunci di dalam guci yang di gembok di tempat khusus untuk berdoa sesuai keinginan mereka.
"Sekarang bolehkah aku mencium mu ?", tanya Chen Si Lei lembut kepada Sin Yue Qing yang menggangguk kepala untuk menjawabnya.
" Ya silakan ", jawab gadis itu malu .
Chen Si Lei merengkuh wajah Sin Yue Qing, lalu Chen Si Lei mendekatkan wajah nya dan ia mencium bibir gadis itu.
Gadis itu melingkari lehernya dan membalas ciuman bibir Chen Si Lei yang lalu mencium lebih mesra lagi dari gadis itu.
" Gege ", panggil Sin Yue Qing halus.
Chen Si Lei menghentikan ciuman nya tetapi ia memeluk lebih erat lagi.
" Ya ada apa, sayang ku ?",
"Ah tidak ,aku hanya merasa kau sungguh hebat sekali dalam mencium wanita ", jawab gadis itu.
"Aku sudah terlatih sangat baik dalam pelajaran memberikan kasih sayang pada wanita ku ", kata Chen Si Lei kembali menciumnya mesra sekali.
Sin Yue Qing memejamkan matanya untuk merasakan sentuhan lembut yang di berikan oleh Chen Si Lei melalui ciuman di bibir dan mulutnya.
" Selamat hari kasih sayang untuk mu ,Qing Qing ku ", kata Chen Si Lei usai puas mencium Sin Yue Qing.
" Besok bukan malam ini ", kata Sin Yue Qing mengingatkannya.
" Tak apa lebih awal aku mengucapkan selamat hari kasih sayang untuk mu dan besok aku bisa mengucapkan dan berikan hadiah untuk Li Shao Ning dan yang lainnya untuk aku bisa adil ", kata Chen Si Lei memeluknya dari belakang .
Mereka berdua menikmati pemandangan alam dari puncak gunung bunga seruni kuning dan melihat keindahan malam hari kota ChangChun dengan kemesraan yang menyiratkan perasaan mereka berdua.
" Aku sangat mencintaimu ", kata Chen Si Lei menunduk dan mencium aroma bunga persik dari rambut dan tubuh Sin Yue Qing yang berada di pelukan nya.
" Aku belum bisa memberikan diriku kepada mu sebelum kamu menikahi ku",kata Sin Yue Qing menolak halus saat Chen Si Lei ingin membuka pakaiannya.
"Ah ya terimakasih telah mengingatkan ku kembali ", kata Chen Si Lei yang harus bersabar lagi.
Sin Yue Qing tersenyum lembut sekali memahami Chen Si Lei dengan sangat baik, maka ia meletakkan tangan di kepala dan rambut pria itu untuk membelai lembut rambut panjang Chen Si Lei.
Chen Si Lei mengambil tangan Sin Yue Qing dan menciumnya mesra.
" Aku tahu maksud hati mu ",kata Chen Si Lei menjilat jemari Sin Yue Qing.
" Emm sudah, jangan seperti kucing kelaparan ", kata Sin Yue Qing .
"Aku memang sedang lapar ", jawab Chen Si Lei menjilat bibir dan mulut gadis itu dengan rakus.
" Agh!!Jangan ", kata Sin Yue Qing mendesah lembut saat Chen Si Lei mulai lebih banyak meminta untuk di penuhi permintaannya.
" Ah aku tidak sabar menunggu sampai tahun depan kita bisa menikah dan aku harus puasa setahun lebih.Oh tidak ", kata Chen Si Lei memohon kepada Sin Yue Qing untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani pria nya.
" Ah aku sungguh takut kepada mu",kata Sin Yue Qing memejamkan matanya dan Chen Si Lei tersenyum karena Chen Si Lei berhasil mengerjai gadis itu.
" Hahahaha hahahaha aku hanya bercanda dengan mu .Aku tidak mungkin bisa melanggar janji dan sumpah ku untuk melakukan hal itu usai kita menikah pada tahun depan, meskipun di dunia langit kita sudah pernah menikah dan melakukan hubungan suami istri secara sah tetapi karena di bumi kita berdua belum pernah menikah, ya kita tidak bisa melakukannya tanpa restu dari bumi ", kata Chen Si Lei lembut .
Sin Yue Qing tersenyum berterimakasih atas kesabaran Chen Si Lei terhadap diri nya.
Lalu ,ia meraih jemari gadis itu untuk berkelebat cepat kembali ke penginapan untuk bertemu dengan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya yang sudah bersiap untuk memulai perjalanan kembali ke kota Zhenzhou .
" Paduka barang anda sudah kami siapkan, dan sekarang kita bisa berangkat ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memperlihatkan semua barang mereka berdua sudah rapi oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao secara sigap sekali.
" Ya terimakasih,Wu Sin Hao. Ayo kita berangkat sekarang ", kata Chen Si Lei.
Sin Yue Qing sudah duduk di atas punggung kuda putih Chen Si Lei dengan patuh ,dan Chen Si Lei memuji kecerdasan gadis itu dalam mengatasi dirinya.
" Kau memang bandit kecil yang sangat cerdas ", kata Chen Si Lei melompat dan duduk di belakang gadis kesayangannya itu.
"Terimakasih atas pujian mu ", jawab Sin Yue Qing.
Mereka melanjutkan perjalanan dengan berkuda dengan cepat sekali sehingga mereka sudah lenyap dari kota ChangChun hanya dalam waktu singkat saja.
__ADS_1