
Chen Si Lei memandang kedua ekor patung kuda yang di kanan kiri dinding pintu goa nomor dua. Bukan sembarang patung, ini adalah patung Roh siluman kuda laut dari samudera pasifik. Chen Si Lei terkejut sekali melihat kuda -kuda itu hidup dan bergerak dengan serentak.
" Mundurlah kalian semua! ! Mereka berdua bergerak. ..! ! ", teriak Chen Si Lei pada para sahabatnya yang sudah berkelebat cepat bukannya mundur tetapi mereka semua berani menghadapi serangan maut dari kuda -kuda sesat yang sangat ganas sekali itu.
Wuttttt! !
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!!
Trangggggg !!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menerjang hebat menangkis serangan maut tersebut dengan ilmu pedang Harimau Rajawali Emas Sakti.
Wuttttt! !
Bressssss !!
Laskar Walet Rajawali Emas Sakti menghantam hancur para pasukan roh kuda -kuda sesat dengan kepandaian mereka masing - masing.
Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan mereka semua yang menggunakan ilmu sesat menggerakkan patung -patung kuda yang sangat ganas sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
" Pendekar Rajawali Emas Sakti lihat serangan kami untuk mu...!!",hardik para musuh sakti sesat berkelebat cepat untuk menyerangnya secara serentak, tapi Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata tajam para musuh dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Wushhh !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
"Lian Hua kami sama sekali tidak pernah gentar dan takut menghadapi mereka yang menjadi musuh -musuh kita !!",teriak para Laskar Walet Rajawali Emas Sakti dengan berani menghadapi tantangan dan rintangan mereka.
Werrrrrrr !!
Serangan maut dari pihak musuh mulai bekerja dengan sangat cepat sekali dan berbagai macam jenis senjata rahasia meluncur cepat untuk membunuh mereka semua.
Tetapi,para Laskar Walet Rajawali Emas Sakti gunakan ilmu mukjizat telapak sakti bumi menghantam hancur sejumlah senjata rahasia milik musuh sesat itu.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis para musuh sakti sesat yang berada di dekat pintu masuk ke dalam goa nomor dua .
Wushhh !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat menghantam hancur para musuh sakti sesat dengan ilmu mukjizat telapak sakti Harimau Rajawali Emas Sakti.
Wuttttt !!
__ADS_1
Bressssss !!
" Aghhhhhh! ! ",teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Laskar Walet Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat menghantam hancur para musuh sakti sesat dengan ilmu mukjizat telapak sakti bumi menghantam hancur para musuh dengan kehebatan mereka masing - masing.
Wushhh !!
Bressssss !!
" Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari Laskar Walet Rajawali Emas Sakti.
Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata tajam para musuh sakti sesat yang mengurung dirinya dengan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah orang musuh sakti sesat tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Cranggg !!
Bressssss !!
" Aghhhhhh! ! ",teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari Chen Si Lei.
Chen Si Lei melompat cepat mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti menghantam hancur pintu masuk goa nomor dua sekaligus menghantam hancur sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Bruakkk !!
" Kita sudah bisa masuk ke dalam goa nomor dua ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat lebih dahulu daripada para sahabatnya.
" Lian Hua hati -hati ", kata para sahabatnya berkelebat cepat mengikutinya dari belakangnya untuk melindunginya secara cermat dan teliti sekali.
Dan Chen Si Lei terpaku sesaat setelah ia melihat sejumlah senjata rahasia dari berbagai penjuru arah mendatangi dirinya, maka ia segera berkelebat cepat dan berusaha untuk menghindari serangan maut tersebut dengan ilmu metode awan naga menggulung angin musim semi menghantam hancur sejumlah besar senjata rahasia milik musuh sakti sesat.
Wuttttt !!
Bressssss !!
" Lian Hua awas. ..!!",teriak Pai Su Su berkelebat cepat untuk menolongnya secara cepat dan hebat sekali menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti ular putih yang menghantam hancur sumber senjata rahasia milik musuh, yakni di sebuah lubang kecil -kecil tersembunyi di sela - sela dinding goa nomor dua.
Wuttttt !!
Bressssss !!
" Su Su terimakasih atas pertolongan mu kepada ku ", kata Chen Si Lei lembut.
" Aku adalah salah seorang dari anggota Harem mu ,maka sudah sepantasnya kalau aku menolongmu dengan nyawa ku taruhan nya ", jawab Pai Su Su halus.
" Kami juga bersedia untuk menyelamatkan mu dengan nyawa kami ",kata Hong Erl, Na Na, Mei Niang, Qing Xiao Lan dan Ning Sa Ni serempak.
" Ya terimakasih atas kebaikan kalian semua kepada ku ", jawab Chen Si Lei yang sudah melangkah maju untuk mengamati dinding -dinding goa nomor dua di ikuti oleh para pasukannya yang mengikutinya dari belakangnya untuk melindunginya bersama para selir barunya.
" Ada secarik surat dengan pesan singkat di salah satu permukaan dinding basah ini ",kata Erlang matanya menatap dinding basah.
" Formasi dua belas shio bisa membuka pintu gerbang tiga alam dunia dan juga cahaya rembulan dan sinar bunga salju langit dan kekuatan naga timur laut dan pedang arwah tingkat enam bisa menambahkan kekuatan perisai perlindungan untuk menghadapi tantangan dan rintangan kehidupan di dunia Iblis ",baca Chen Si Lei dengan cermat sekali.
" Sin Yue Qing dan Li Shao Ning, Mei Hua Xing serta satu orang lagi yang bisa di gunakan untuk membantu mu bersama kita ", kata Lao Gu sudah mencerna arti tulisan ini.
" Siapakah satu orang dari para gadis ku yang bisa membantu ku?",tanya Chen Si Lei sambil menyantap kue bunga krisan rasa kacang hijau dari Na Na yang sibuk mengamati peta gunung Wu milik Hong Erl yang terbentang pada dinding goa itu.
" Apakah kami ?",tanya para gadis itu ramai.
" Bukan ", jawab Chen Si Lei.
Kunyahannya melambat saat mengamati tanda pada catatan yang menunjukkan tempat yang mereka kunjungi.
" Keterangan yang di catat oleh ku ,dengan tulisan tangan ku yang mungil dan rapi, apakah menarik kembali ingatan masa lalu mu ?",tanya Na Na.
" Tunggu sebentar, biarkan aku ingat -ingat lagi ", jawab Chen Si Lei diam sejenak dan matanya mengerling ke arah jendela goa nomor dua. Semburat jingga dan ungu masih menyelimuti langit, sementara waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam hari. Dia sudah hapal dengan ritme langkah kaki Na Na.
" Dulu aku pernah berada di dalam kehidupan mu di reinkarnasi lima ratus kali mu dan tempat ini meninggalkan kesan yang mendalam bagi kita berdua, kecuali jika kau melupakannya ", kata Na Na lembut sekali menceritakan tentang hal yang terjadi di dalam kehidupannya bersama Na Na di masa lampau nya.
Chen Si Lei belum menjawab karena ia masih fokus untuk mengingat kenangan masa lalu mereka berdua dan ia sudah yakin bahwa semua yang telah terjadi di dalam kehidupan kali ini adalah hasil perbuatannya sendiri dan ia harus bayar karma nya.
" Jika semua ini adalah karma ku ,maka aku pantas menerimanya dan aku harus menanggung semua akibat perbuatan ku di masa lampau ku ",kata Chen Si Lei.
Keningnya berkedut. Ia sangat sedih sekali karena kehidupannya kali ini adalah hukuman yang harus ia jalani karena perbuatannya sendiri di berbagai kehidupan masa lampau nya, ia bersimpuh dan memejamkan matanya untuk meminta maaf kepada seluruh alam semesta.
Hong Erl kembali membaca tulisan tersebut untuk mengetahui kebenarannya ,ia sangat mencemaskan Chen Si Lei yang sedih sekali. Seulas senyum di wajahnya mengembang singkat.
__ADS_1
" Lian Hua Gege, kau jangan putus asa aku akan coba mencari tahu kebenaran dari tulisan ini ", kata Hong Erl yang sudah memeriksa setiap dinding basah di sekitar lokasi ini.
Namun, lagi -lagi, bayangan itu hanya bertahan sementara. Gadis mungil dalam benaknya perlahan berubah menjadi sosok lain. Tang Mung Fan.
Chen Si Lei mengerang dia harus mengalihkan pikirannya dengan melakukan sesuatu. Dia mengambil batu untuk menghancurkan dinding itu dan ia bisa jadi tenang lagi. Jemarinya meremas batu hingga hancur dengan kemarahan yang sangat besar seperti memancarkan cahaya kemerahan seperti darah .
Seperti Tang Mung Fan.
Matanya terpejam sesaat. Di tangannya kini ada sebuah tangan kecil lain yang menghiburnya. Chen Si Lei menatapnya lekat -lekat,seolah -olah gadis itu akan bicara dan memberinya sebuah petunjuk.
" Tunggu ", punggungnya menegak.
" Petunjuk apa ,Paduka ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya bingung dengan percakapan yang ia dengar dengan percakapan antara Chen Si Lei dengan para selir barunya.
" De ja vu yang sering aku alami saat aku melihat Tang Mung Fan kembali muncul .Hal ini terasa semakin kuat saat aku mengamati tulisan itu. Jauh di dalam daya pikiran ku ,aku bisa merasakan bahwa diriku berlari untuk mencari satu potong memori yang hampir terkubur oleh ku ",jawab Chen Si Lei melantur.
" Ei kau bicara apa sih ?", tanya para sahabatnya terkejut sekali karena ia amat gelisah.
Beberapa detik kemudian, Hong Erl segera menemukannya. Tepat langkah kaki gadis itu yang tergesa - gesa terdengar di telinga mereka semua.
" Aku sudah menemukan kebenarannya adalah sama sekali bukan perbuatan mu melainkan perbuatan penasehat hukum di Kekaisaran Langit yang sudah berani mengganggu sistem hukum langit yang mengganggu kehidupan mu dan setiap orang yang berada di sekitar mu dan kita harus tetap menemukan penasehat hukum palsu itu untuk semua masalah bisa di selesaikan dengan baik ", kata Hong Erl menariknya untuk melihat dinding basah yang lainnya dan ada tanda kecil.
" Bintang kegelapan ", jawab Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.
" Kutukan kah?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tercengang melihat tanda itu.
" Ya ada orang yang ingin aku mati tak tersisa lagi ", jawab Chen Si Lei yakin.
" Siapakah orang yang berani melakukan hal itu kepada anda ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
" Entahlah, justru kita harus mencarinya ",jawab Chen Si Lei memukul dinding goa nomor dua hingga jebol.
Bruakkk !!
" Di manakah kita harus mencari orang itu ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya ikut marah kepada musuh gelap mereka.
" Entahlah, pokoknya aku harus menemukannya dan aku akan menghukum mati dia sampai habis ", jawab Chen Si Lei geram sekali karena orang itu sudah berani mengganggu dirinya dan semua orangnya.
" Ya sudah sekarang kita cari lokasi lain saja untuk suasana hati mu bisa lebih baik lagi ", kata Pai Su Su menekan ego nya. Apalagi setelah ia mengetahui arti tulisan di dinding itu. Dia memang kesal dengan sifat keras kepala Chen Si Lei.
Namun, setelah melewatkan jam -jam tanpa percakapan di antara mereka semua, Chen Si Lei di sergap kesepian yang mencekam. Hasil penyelidikan terhadap goa kuno tidak bisa memberikan informasi yang ia inginkan.
Ketika para sahabatnya berdiri di ambang pintu, dia mendapati Qing Xiao Lan bersandar pada dinding. Dia tidak bisa melihat wajahnya karena gadis itu berdiri memunggungi .Matanya memicing, sampai tersadar jika pundak Qing Xiao Lan berguncang.
Chen Si Lei menyelipkan cincin alam semesta ciptaannya di saku jubahnya. Dia terjepit dalam dua pilihan. Jika ia masuk kembali ke goa, Chen Si Lei yakin akan terus di hantui rasa penasaran. Mendekati Qing Xiao Lan dalam kondisi yang di nilainya kurang tepat juga bukan ide yang bagus.
Diam -diam Chen Si Lei memaki dirinya sendiri.
Setelah menimbang -nimbang pilihan dengan segala risiko, Chen Si Lei akhirnya melangkah perlahan -lahan ke arah Qing Xiao Lan. Semakin dekat, dia bisa tahu bahwa ia bisa mendengar isakan.
Qing Xiao Lan tampaknya tidak menyadari kehadiran Chen Si Lei, karena tangan gadis itu sudah siap memutar gerendel dinding lain. Melihat peluangnya yang semakin menipis, Chen Si Lei refleks menahan pundak Qing Xiao Lan. Gadis itu terlonjak sesaat, sebelum berbalik sambil menyeka air matanya.
" Jangan pura - pura kuat di depan ku ",
Meski matanya bengkak,Qing Xiao Lan masih sanggup memberinya tatapan sinis
"Untuk apa kamu ada di sini ?",
"Kurang ajar ", maki Chen Si Lei dalam hatinya, tetapi ia menarik napas dan ia menjawab.
" Aku menunggu mu.Aku mau tanya soal dua pusaka Kekaisaran Iblis besok . Tapi sepertinya kondisi kamu kurang bagus saat ini ",
"Tunggu. .",ulang Qing Xiao Lan dengan senyuman miris.Bukannya menjawab, ia malah menutup dinding dengan sorotan mata kosong.
" Buang -buang waktu ", kata Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga dinding ini jebol dan para sahabatnya berkelebat cepat untuk menolongnya.
" Iya, aku ta...",
Chen Si Lei tercengang begitu melihat air mata Qing Xiao Lan kembali meleleh .Ia menyesal tidak memutuskan untuk pergi bersama para sahabatnya. Kepalanya menatap ke atas ,memeriksa kepala -kepala di sekitar awan -awan hitam. Tangis para gadis memang bukan jenis jeritan yang memekakkan telinga, tapi Chen Si Lei tetap khawatir ada orang lain yang menyadarinya. Dalam situasi seperti ini, ia bisa di sangka sebagai Iblis sesungguhnya.
" Kenapa kau harus ikut terjun. .? !",isak Qing Xiao Lan.
" Kenapa ?!", ulang Qing Xiao Lan.
Chen Si Lei yakin bahwa semua Iblis akan mengira dirinya bisa di kuasai oleh mereka tapi bukan itu pertanyaannya adalah ia ingin sekali tahu kebenaran dari semua pokok masalah kehidupannya.
" Maaf. .Aku ...aku tidak tahu apa -apa. .Aku harus tahu bahwa aku harus bisa menghentikan semua ini ",jawab Chen Si Lei.
Pulau Persik.
Jemari Sin Yue Qing sekonyong -konyong mencengkeram tangannya dan dada nya. .Ia menjerit dalam tidurnya. ..
__ADS_1
" Koko Lei Lei jangan. ..!!!",jerit tangis Sin Yue Qing bisa merasakan sakit hati Chen Si Lei yang sangat dalam sekali terhadap orang -orang yang mempermainkan kehidupannya selama milyaran kali reinkarnasi nya