
Setelah Chen Si Lei dan Hua Erl bersama para sahabat mereka berdua pergi dari desa kesunyian yang berada di bagian timur jurang barat.Mereka mengikuti arah Adipati Luo Yan Zen yang berjalan di depan sebagai pemandu mereka agar dapat sampai di kota Cheng dengan arah yang benar.
"Aku bisa membebaskan diri dari gunung menangis karena adik mu yang sudah tidak waras itu bertarung dengan sengit melawan seorang gadis asing yang ada di dalam goa gunung menangis karena mencari air mata duyung dalam danau di goa itu,tapi aku tidak memperhatikan karena aku sibuk untuk mengeluarkan diri ku sendiri dari goa gunung menangis secepatnya agar aku bisa menolong semua orang di desa daun sirih merah yang akan di bunuh oleh Bai Xiao man",kata Chen Si Lei menceritakan tentang bagaimana cara dia keluar dari gunung menangis di jalan menuju ke arah kota Cheng kepada Hua Erl yang mencemaskan dirinya.
"Air mata duyung?",tanya Hua Erl menggandeng tangan Chen Si Lei .
"Ya aku hanya mendengar sekilas saja tentang air mata duyung yang di maksud oleh gadis asing yang bertarung dengan Nona Luo Yan Ze di goa itu",jawab Chen Si Lei.
"Apakah kau tahu fungsi dari air mata ikan duyung ",tanya Chen Si Lei kepada Adipati Luo Yan Zen yang berjalan di sampingnya.
"Ya hamba tahu fungsi air mata duyung untuk membantu pemulihan indera mata yang tidak bisa menangis menjadi bisa menangis",jawab Adipati Luo Yan Zen.
"Lihat di sungai itu sepertinya ada seseorang yang sedang berusaha untuk ambil sesuatu di dalam sungai itu",kata Le Din Yin yang berjalan bersama Su Mu Yun.
Mereka melihat sungai yang di tunjuk Le Din Yin dan mereka segera tertarik pada gadis asing yang menggunakan ilmu mukjizat untuk mengambil sesuatu tetapi ia tetap tidak bisa juga mendapatkan yang gadis itu inginkan,dan gadis itu muram durja dengan menghela napas berkali-kali.
"Percuma aku tidak akan pernah bisa menangis menangis ,aku tidak bisa temukan duyung danau air mata Dewi Menangis",kata gadis menundukkan wajahnya sedih.
Chen Si Lei berjalan perlahan -lahan menuju ke gadis itu dengan tatapan mata iba terhadap penderitaan gadis asing yang tidak sengaja telah menolong dia dari goa gunung menangis yang kini sudah hancur oleh Chen Si Lei dan gadis itu ikut lari ke luar goa itu dengan meninggalkan musuhnya yang tewas tertimbun batu goa itu.
"Aku bisa membantu mu untuk menangis",kata Chen Si Lei halus pada gadis itu.
Gadis itu mengangkat wajah dan menatap Chen Si Lei dengan tatapan mata tidak yakin bahwa Chen Si Lei bisa membantunya untuk memulihkan enam indra gadis itu bisa berfungsi kembali dan gadis itu akan normal seperti manusia lainnya.
"Aku sudah mencoba berbagai cara untuk memulihkan ke enam indera ku tetapi aku tidak bisa memulihkan ke enam indera ku",kata gadis itu cemberut.
"Aku bisa membantu mu..percayalah kepada aku ",kata Chen Si Lei halus pada gadis itu.
"Bagaimana cara kamu membantu ku?",tanya gadis ragu untuk percaya Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat ke arah danau air mata Dewi menangis di hadapan mereka berdua serta di saksikan oleh Hua Erl dan yang lainnya.
Wuttttt !!
Seekor ikan duyung keluar dari danau itu dan mendekati Chen Si Lei, lalu duyung itu menangis untuk mengeluarkan air mata yang di kumpulkan oleh Chen Si Lei.
"Terimakasih atas kebaikan mu Dewi menangis ",kata Chen Si Lei tulus hati.
Ikan duyung mengangguk patuh pada Chen Si Lei, lalu menghilang kembali ke air danau tersebut.
"Ini ambillah air mata Dewi Menangis untuk kamu ",kata Chen Si Lei memberikan air mata itu kepada gadis cantik jelita yang memandangnya takjub.
"Terimakasih kau baik sekali",kata gadis itu yang menerima air mata duyung .
"Aku bantu untuk menaruh air mata ke dalam sepasang bola mata mu",kata Chen Si Lei halus dan meneteskan air mata di pelupuk mata gadis itu dengan ketulusan hati.
Gadis itu mengerjapkan mata sesudah Chen Si Lei menaruh air mata ke bola mata gadis itu.
"Aku bisa menangis",kata gadis itu berurai air mata dengan sendirinya.
"Apakah kau bisa memulihkan lima indera ku yang lainnya?",tanya gadis itu .
"Akan ku coba",jawab Chen Si Lei meraih jemari gadis itu untuk duduk di batu tepi danau.
Chen Si Lei menggunakan jarum bening untuk menusuk lidah gadis itu dan darah hitam keluar dari mulut gadis itu.
Puhhh !!
"Bagaimana kau bisa tahu bahwa aku keracunan pada lidah ku?",tanya gadis itu.
"Kau pasti makan sesuatu yang salah maka kamu keracunan",jawab Chen Si Lei.
"Iya aku makan buah lengkeng ini",kata gadis itu memperlihatkan buah kecil itu.
Chen Si Lei menusuk buah lengkeng di telapak tangan gadis itu dan keluarlah dua ekor cacing hitam dari buah itu.
"Ihhh!!",jerit Hua Erl ngeri melihat cacing keluar dari buah kecil itu.
Hoek !!
Su Mu Yun dan Zijie muntah melihat cacing menjijikkan itu.
"Coba kau minum pil embun Himalaya ku ini",kata Chen Si Lei memberikan pil ini.
Gadis itu mematuhi Chen Si Lei untuk meminum pil embun Himalaya sakti dan dia merasakan kesakitan luar biasa pada tubuhnya dan mengeluarkan banyak sekali cacing hitam dari mulut gadis itu sendiri.
"Ilmu guna -guna untuk membunuh gadis secara perlahan -lahan",kata Chen Si Lei memahami penyakit gadis itu.
"Apakah aku sudah sembuh dari penyakit yang ku alami ini ?",tanya gadis itu bahagia.
"Cobalah makan roti ini dan madu ini",kata Chen Si Lei memberikan roti dan madu pada gadis itu.
Gadis itu mematuhi Chen Si Lei untuk makan roti dan madu,lalu gadis itu cerah di wajahnya.
"Aku bisa rasakan roti ini lembut dan enak juga madu ini manis sekali",kata gadis itu bahagia.
"Baru dua indera yang sudah pulih kembali",kata Le Din Yin penasaran cara Chen Si Lei mengobati penyakit gadis asing itu.
"Kau bisa mendengar suara ku ??",tanya Chen Si Lei halus pada gadis itu.
"Tidak",jawab gadis itu sedih.
Chen Si Lei menusuk jarum bening pada belakang daun telinga kanan dan kiri dari gadis itu dan keluarlah cairan kental dari kedua telinga gadis itu bersama hewan kecil seperti kalimaya .
"Aihh",Hua Erl menahan diri untuk tidak muntah karena jijik.
"Aku sudah bisa mendengar suara mu dan semua orang di sini juga suara burung di atas langit ini ",kata gadis itu bahagia sekali.
"Dua indera lagi",kata Xiao Kai Zhong memberikan semangat kepada Chen Si Lei.
"Apakah kau bisa merasakan hawa panas dan dingin atau sakit saat terluka?",
Gadis itu menggeleng kepala untuk menjawab pertanyaan Chen Si Lei sehingga ia sedih lagi.
"Aku akan coba membuat mu tahu rasa takut, sakit,panas dan dingin",kata Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari yang hebat untuk dapat membersihkan isi dalam tubuh gadis itu yang menderita penyakit langka,dan pria ini berhasil mengetahui penyebab utama penyakit gadis itu adalah pola makan dan hidup tidak sehat dan bersih.
"Aduh panas. .Aduh sakit..aduh dingin!!",jerit gadis itu terbelalak kaget karena dia bisa merasakan sakit, panas dan dingin oleh ilmu mukjizat Chen Si Lei salurkan.
"Sekarang kamu sudah sembuh,jadi mulai saat ini hiduplah dengan pola hidup yang sehat dan bersih agar tidak ada masalah dalam tubuh mu",kata Chen Si Lei.
"Ya terima kasih atas bantuan mu yang sudah menyembuhkan penyakit ku",kata gadis memerah pada wajahnya.
"Satu indera lagi Chen Si Lei untuk gadis itu bisa benar-benar sembuh",kata Le Din Yin.
"Indera apa lagi yang bisa ku sembuhkan untuk gadis ini?",tanya Chen Si Lei.
"Cinta",jawab Qu Tan Erl menundukkan wajahnya karena malu.
Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada Qu Tan Erl dan menatap gadis asing itu yang sedang tersenyum manis sekali kepadanya.
"Masalah Cinta tergantung pada dirinya sendiri bukan aku yang bisa membantu Nona ini",kata Chen Si Lei melingkarkan lengannya pada pinggang Hua Erl dan ia sudah berjalan di depan dari yang lainnya.
"Aku sudah tahu bahwa cinta bisa menyembuhkan penyakit ku",kata gadis itu lari ke arah Chen Si Lei dan Hua Erl.
"Nama mu siapa dan di mana tempat tinggal mu ", tanya Chen Si Lei.
"Wen Qing putri Raja Kerajaan Wen",jawab gadis itu merangkul Chen Si Lei di kiri.
"Bukankah Raja Kerajaan Wen tidak pernah suka pada Kekaisaran Tang Agung ku?",tanya Chen Si Lei melepaskan diri dari gadis itu dengan cepat dan berjalan di depan.
"Mulai hari ini Raja Kerajaan Wen suka terhadap Kekaisaran Tang Agung mu ah tidak mulai saat ini Ratu Kerajaan Wen mencintai kamu Paduka",kata gadis itu sujud kepada Chen Si Lei menyerahkan lambang kerajaan Wen kepada Chen Si Lei.
"Baiklah aku terima",kata Chen Si Lei mengambil lambang kerajaan Wen dari Ratu suku Wen itu.
"Lalu bagaimana dengan cinta ku?",tanya Ratu Wen Qing masih bersujud hormat kepada Chen Si Lei di tengah jalan.
"Masih aku pikirkan",jawab Chen Si Lei nada tidak mempedulikan gadis,lalu jalan ke arah lain untuk melewati gadis itu bersama Hua Erl.
"Aku akan berusaha untuk mendapatkan cinta mu ",kata Wen Qing berlari cepat ke arah Chen Si Lei dan Hua Erl lagi.
Chen Si Lei tetap berjalan bersama Hua Erl di ikuti oleh Le Din Yin dan Su Mu Yun, Xiao Kai Zhong dan Zijie serta Qu Tan Erl dan Adipati Luo Yan Zen di belakang.
"Di sana pintu masuk ke dalam suku ku",kata Wen Qing berjalan di dekat Chen Si Lei dan Hua Erl.
Mereka tiba lebih dulu daripada yang lain di satu daerah suku Wen,dan sejumlah orang penting dan sebagainya bersujud hormat kepada Wen Qing yang berjalan arogan di depan mereka semua, tetapi gadis itu tetap meraih tangan Chen Si Lei raih Hua Erl lembut bersama mereka berdua.
"Hormat pada Ratu Wen Qing!!",sapa pengikut dari Wen Qing.
"Mulai saat ini aku bukan Ratu Kerajaan Wen bagi kalian,aku adalah selir Kaisar Tang Agung.Cepat kalian memberi hormat kepada Paduka Kaisar Tang Agung kita !!", kata Wen Qing berwibawa.
"Hormat kami kepada Paduka Kaisar Tang Agung ",teriak para pasukan itu sujud pada Chen Si Lei.
"Bagus sekali",kata Wen Qing senang sekali.
"Ayo kita masuk ke perkampungan suku Wen",kata gadis itu menarik Chen Si Lei.
Mereka masuk ke dalam perkampungan itu, yang dimana semua orang bersorak untuk beri selamat datang kepada Chen Si Lei, serta ucapan selamat kepada Wen Qing yang menjadi Selir baru Chen Si Lei sesuai keinginan gadis itu sendiri bukan dari Chen Si Lei inginkan gadis itu.
"Paduka kita harus merayakan hari istimewa ini dengan berpesta",kata salah satu dari anggota parlemen suku Wen kepada Chen Si Lei.
"Pesta sederhana saja karena Kekaisaran Tang Agung masih berkabung",
"Hamba mengerti",jawab anggota parlemen suku Wen ini sigap.
Wen Qing mengajak Chen Si Lei dan Hua Erl serta yang lainnya keliling daerahnya dengan gembira sekali seraya menunggu pesta di siapkan oleh pihak mereka dan Wen Qing menarik Chen Si Lei ke dalam tenda nya untuk memberitahukan bahwa dirinya milik Chen Si Lei seutuh nya.
"Aku akan memberikan nyawa ku untuk mu",kata Wen Qing menyerahkan sebuah belati pusaka leluhurnya kepada Chen Si Lei.
"Terimakasih",kata Chen Si Lei menerima belati pusaka itu.
"Aku bersiap diri dulu ya",kata gadis berlari keluar dari tenda.
"Sungguh aneh",kata Chen Si Lei membantu Hua Erl untuk duduk di kursi di tenda itu.
"Dia tidak aneh karena dia telah jatuh cinta pada mu Paduka",kata Hua Erl halus.
"Ahh semua wanita bagi ku aneh",kata Chen Si Lei membuka jubahnya.
"Huam aku mau tidur sejenak",kata Chen Si Lei berbaring di tempat tidur di tenda.
Hua Erl membelai lembut rambut di dahi Chen Si Lei dan membelai wajah pemuda perkasa itu dengan kasih sayang.
"Emm aku harus makan sesuatu untuk aku bisa menghilangkan rasa mual ku",kata Hua Erl yang berjalan ke luar tenda dan berjumpa dengan yang lain.
"Paduka Selir Hua Erl makanlah buah manisan ini agar mual mu reda",kata Zijie.
"Terimakasih Zijie",kata Hua Erl menerima buah manisan dan memakannya.
Qu Tan Erl melihat Hua Erl keluar dari tenda dan bergabung dengan yang lain,Qu Tan Erl segera menggunakan kesempatan ini untuk masuk ke dalam tenda, dan gadis itu bisa memuaskan diri untuk memandang Chen Si Lei dengan bebas dan nyaman di tenda itu.
"Kau sungguh menawan hati ku sejak pertama kali aku melihat mu",kata Qu Tan Erl menyentuh relung wajah Chen Si Lei.
Chen Si Lei menangkap tangan gadis itu dan pria ini membuka sepasang matanya,lalu ia menatap tajam gadis itu.
"Paduka tolong jangan marah..hamba tidak akan melukai Paduka",kata gadis itu.
"Keluar..aku tidak mau di ganggu saat ini",kata Chen Si Lei melemparkan gadis itu keluar dari tenda.
Brukkk !!
"Ahhh",gadis itu ketakutan sekali karena Chen Si Lei melempar dia keluar .
"Kau centil sekali mengganggu Yang Mulia sedang tidur",tegur Zijie seraya mendelik pada Qu Tan Erl.
"Aku tidak centil, aku tidak mengganggu Paduka ",kata Qu Tan Erl pergi ke luar perkampungan nada dengan kesal.
"Kenapa aku di tolak olehnya??", tanya Qu Tan Erl pada dirinya sendiri.
"Kau bisa mendapatkannya tanpa di tolak kembali olehnya",jawab seseorang di belakang gadis itu.
Gadis itu menoleh kaget, tapi tiba-tiba dia di totok oleh orang itu dan di bawa lari dari tempat itu sejauh mungkin.
Sementara itu Chen Si Lei sudah segar kembali dan rapi untuk merayakan pesta di dalam sebuah perkampungan itu dengan gembira sekali, apalagi Ratu Wen Qing dan Hua Erl begitu cantik jelita sekali pada malam itu menambah kegembiraan dalam hatinya.
"Paduka silakan di minum arak istimewa kami ",kata Wen Qing duduk di pangkuan Chen Si Lei dan memberinya minum arak itu.
"Wah terima kasih Wen Qing",kata Chen Si Lei membelai gadis itu .
__ADS_1
Hua Erl tidak menerima minuman arak dari Chen Si Lei maupun dari Wen Qing, dia diam anggun di sisi lain Chen Si Lei.Sedangkan Le Din Yin dan Su Mu Yun sedang asyik sendiri di seberang,Xiao Kai Zhong dan Zijie sedang di dalam tenda lain.
Adipati Luo Yan Zen mengawasi gerakan semua orang untuk menjaga keamanan dan keselamatan Chen Si Lei dan Hua Erl dari segala penjuru dari perkampungan ini, ia sudah bingung mencari Qu Tan Erl yang hilang tanpa jejak di sekitar tempat itu, dan Adipati Luo sudah melaporkan hal ini kepada Chen Si Lei sebelum pesta.
"Hahahaha hahahaha kau cantik sekali Wen Qing ",kata Chen Si Lei sepertinya dia sudah mabuk arak dan kecantikan wajah dan tubuh Wen Qing.
"Paduka ayo kita nikmati malam ini di dalam tenda ku",kata Wen Qing.
Mereka berdua berjalan bersama menuju ke tenda dan Wen Qing membaringkan Chen Si Lei di atas tempat tidur dan gadis itu membuka pakaian Chen Si Lei untuk bisa menikmati Chen Si Lei dengan bebas, tetapi Chen Si Lei menotok gadis itu hingga jatuh pingsan di atas tubuhnya.
"Maaf aku tidak mau menyentuh mu",kata Chen Si Lei seraya memindahkan gadis itu ke tempat tidur sedangkan dia sudah berpakaian rapi.
Chen Si Lei sudah mencabut belati yang segera ia lemparkan ke arah atas tenda dan pria lain jatuh ke tanah dalam keadaan mati.
Jlebbbb !!
Chen Si Lei mencabut belati dari jasad pria yang ternyata anggota parlemen suku Wen.
"Bunuh semua anggota parlemen suku Wen ini ",perintah Chen Si Lei kepada Le Din Yin dan Su Mu Yun, Xiao Kai Zhong dan Zijie serta Adipati Luo Yan Zen.
"Siap Paduka! !",jawab mereka semua berkelebat cepat menjalankan perintahnya.
Chen Si Lei sudah berada di dekat Hua Erl di dalam tenda milik Wen Qing untuk ia bisa waspada terhadap musuh yang ingin membunuhnya.
Wuttttt !!!
Singggg !!!
Cranggg !!!
Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat menangkis serangan maut dari musuh sakti yang sudah datang.
Syuutttttttt !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei membabat habis kepala musuh secara cepat yang ingin bunuh Wen Qing masih pingsan.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis dua orang musuh sekaligus.
Dukkk !!!
Trangggggg !!
Hua Erl menendang kepala gadis wakil Ratu suku Wen dan merampas pedangnya dan memenggal kepala gadis itu.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggerakkan telapak tangannya untuk mengerahkan ilmu mukjizat piramida sakti untuk membunuh seorang sakti meluncur cepat ke arah dia.
Dessssssss !!
Orang sakti itu pecah kepalanya oleh Chen Si Lei.
Di tempat lain Qu Tan Erl terbangun dalam sebuah tenda lain dan dirinya telah di ikat rantai oleh pria bangsawan gagah perkasa suku Wen menatap dirinya dengan senyuman puas sekali sehingga Qu Tan Erl sadar bahwa ia telah di nodai oleh pria itu.
"Jahanam kau!!",hardik Qu Tan Erl marah sekali kepada pria ganas itu.
"Kau sudah milik ku jangan galak lagi",kata pria itu mencium dia kasar.
Puhhh !!
"Jangan sentuh aku! ! ",teriak gadis itu jijik pada pria yang sudah menodai nya itu.
"Aku sudah memiliki mu kenapa aku tidak boleh menyentuh mu lagi",kata pria itu.
"Bedebah kau !!",jerit gadis itu.
"Kau marah karena bukan Pendekar Rajawali Emas Sakti yang memiliki mu tetapi aku Wen Ma Ke Pangeran Makhota suku Wen",kata pria itu membelai Qu Tan Erl kembali.
Tapi.....
Dessssssss
Seseorang telah mendorong Wen Ma Ke dari atas tubuh Qu Tan Erl sehingga pria itu terpental jatuh keluar tenda dan di luar tenda sudah ada Chen Si Lei gunakan pedang membabat habis kepalanya.
Crakkkkkk !!!
"Qu Tan Erl...!!",teriak Hua Erl terkejut sekali karena gadis itu bunuh diri.
"Hua Erl. ..!!",panggil Chen Si Lei memeluk Hua Erl untuk menghibur wanita itu.
"Dia sudah tenang sekarang",kata Le Din Yin dan Su Mu Yun sudah tiba di tenda.
"Aku pun aku bunuh diri bila ada pria lain yang menyentuh ku selain Paduka",kata Wen Qing pun datang juga bersama yang lainnya.
"Tentu saja kau pun akan ku bunuh bila kamu juga bersentuhan dengan pria lain",kata Chen Si Lei tegas kepada gadis yang merangkul nya dengan sikap manja
"Ya aku milik Paduka",kata Wen Qing menarik jemari Chen Si Lei untuk di cium.
"Pakai kerudung mu mulai sekarang selama kita di perjalanan seperti Hua Erl",kata Chen Si Lei yang di patuhi oleh Wen Qing segera.
"Paduka semua sudah aman",lapor Adipati Luo Yan Zen membawa semua kepala anggota dari parlemen suku Wen kepada Chen Si Lei sebagai bukti bahwa tugasnya telah selesai dengan baik dan benar.
Wen Qing sadar bahwa ia harus patuh pada Chen Si Lei karena semua orangnya telah di musnahkan oleh Chen Si Lei dan kawan-kawan nya,kini hanya ada rakyat kecil saja yang tidak tahu apa -apa, dan mereka menerima bahwa pimpinan baru mereka adalah Chen Si Lei seorang.
"Ahh mengganggu waktu istirahat ku saja",kata Chen Si Lei berjalan terus ke arah pintu keluar dari perkampungan suku Wen.
"Ya Anda bisa beristirahat di kediaman Hamba di kota Cheng",kata Adipati Luo.
"Berapa lama untuk tiba di kota Cheng?",tanya Chen Si Lei meraih jemari Hua Erl.
"Dua atau tiga hari lagi",jawab Adipati Luo Yan Zen berjalan bersama Le Din Yin dan Su Mu Yun.
"Coba lihat di tengah jalan paling depan itu",kata Xiao Kai Zhong dan Zijie.
"Orang jualan obat herbal khusus untuk virus gigi katanya",kata Wen Qing.
Mereka tiba di sebuah toko kecil yang menjual produk herbal khusus gigi dan gusi berdarah menurut bahasa yang di kuasai oleh Wen Qing secara fasih,dan Chen Si Lei memeriksa seluruh produk itu dan melihat bahwa tidak ada izin pasarkan obat itu dari pihak perdagangan herbal dari pusat maupun daerah lain di Kekaisaran Tang Agung.
"Tangkap dan segel barangnya untuk di selidiki lebih dulu",perintah Chen Si Lei.
Pasukan Adipati Luo Yan Zen menangkap orang yang jual obat itu dan barang itu di serahkan kepada wakil Adipati Luo Yan Zen untuk di teliti keseluruhan lebih dulu sebelum di gunakan untuk masyarakat umum dan sekitarnya.
"Paduka silakan menggunakan kuda hamba",kata wakil Adipati Luo Yan Zen tiba di lokasi itu sesuai perintah Chen Si Lei.
"Hua Erl,Wen Qing naiklah ke atas kuda milik tuan Ma Tao",kata Chen Si Lei kepada Hua Erl dan Wen Qing.
Kedua orang selir nya mematuhi perintah untuk menggunakan kuda untuk segera tiba ke rumah kediaman Adipati Luo Yan Zen lebih dulu bersama Zijie dan Su Mu Yun.
Sedangkan,Chen Si Lei, Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong ingin mengetahui tentang obat herbal tersebut di lokasi yang lainnya dengan petunjuk dari Adipati Luo Yan Zen dan wakilnya.Mereka ke desa yang bernama' Desa Rumput Berduri'.
Setibanya,Chen Si Lei dan kedua orang sahabat di desa ini ada banyak orang yang membuat ramuan herbal dari bahan -bahan alami diolah secara baik cepat dan tepat sehingga menjadi obat yang bisa digunakan untuk gigi dan gusi berdarah dan lain.
"Aroma daun mint yang di campur bahan manis kayu manis dan teh hijau",Chen Si Lei memeriksa bahan -bahan itu.
"Ada pabrik untuk mengolah bahan menjadi obat juga",kata Le Din Yin melihat isi rumah di ujung kanan.
"Semuanya baik kualitas nya",kata Xiao Kai Zhong mencoba obat herbal gigi .
"Hei jangan sembarangan pakai tanpa ikuti cara prosedur nya",kata Chen Si Lei.
"Aduh gigi ku copot",kata Xiao Kai Zhong yang memperlihatkan gigi atasnya hilang dua butir.
"Kau salah obat itu untuk gigi kuda nil di danau sebelah desa",kata Adipati Luo.
"Aduh kenapa tidak bilang dari tadi sekarang gigi berkurang dua", kata Xiao Kai Zhong menangis untuk gigi nya yang hilang dua .
"Kata ku juga apa, jangan sembarangan pakai,lihat saja lebih aman",kata Chen Si Lei memberikan air putih segar untuk Xiao Kai Zhong bersihkan darah dari mulut sahabatnya itu.
"Aduh bagaimana ini gigi ku sudah tidak lengkap sekarang?Aku tak tampan lagi",Xiao Kai Zhong terlihat sedih saat mengikuti Chen Si Lei dan Le Din Yin ke arah lain di lokasi desa tersebut.
"Aku akan carikan tabib terbaik untuk pasang gigi palsu untuk mu dari emas asli sehingga kau akan terlihat menarik sekali",kata Le Din Yin serius.
"Jadi lah kau sebagai Pendekar gigi emas sakti ",kata Chen Si Lei menahan tawa.
Semua tertawa geli menggoda Xiao Kai Zhong yang cemberut tetapi pria itu pikir bahwa ide Chen Si Lei bagus juga untuk gigi nya lengkap lagi.
"Baiklah tak masalah yang penting aku bisa jadi tampan lagi",kata Xiao Kai Zhong.
"Adipati Luo Yan Zen bisakah tugas untuk bantu Xiao Kai Zhong bisa ada gigi lagi aku berikan pada mu?",tanya Chen Si Lei nada memerintah secara halus.
"Tentu saja hamba bisa laksanakan perintah dari Paduka dengan baik",jawab Adipati Luo Yan Zen patuh pada Chen Si Lei.
Lalu Chen Si Lei dan kedua orang sahabatnya melihat -lihat taman nasional yang menampung banyak sekali hewan langka di sekitar lokasi ini,seperti kuda nil,dan sebagainya serta banyak sekali tumbuhan langka yang sangat alami berada di tempat itu.
"Tapi ...hei apa yang telah kamu lakukan kepada hewan singa kecil?",tegur Chen Si Lei nada marah kepada seorang pria yang sedang melakukan satu penelitian terhadap satu ekor singa kecil.
"Hamba sedang merawat singa kecil yang sedang sakit keras",jawab pria itu.
"Aku lihat dia masih sehat sekitar tiga menit yang lalu",kata Chen Si Lei rebut bayi singa dari tangan pria itu.
Chen Si Lei memeriksa seluruh tubuh singa kecil yang terlihat lemah dan menatap Chen Si Lei dengan sedih.
"Ku bunuh kau jika terjadi sesuatu kepada bayi singa ini",kata Chen Si Lei kesal.
Pria bersujud hormat kepada Chen Si Lei dengan tubuh gemetar ketakutan dan tetap menundukkan wajahnya.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti Buddha bersih untuk obati racun pada tubuh singa kecil yang perlahan mulai sehat kembali dan menatap Chen Si Lei dengan tatapan mata yang bahagia karena singa kecil itu bisa sehat dan selamat dari kematian di usia muda.
"Aku beri kau nama Xi Ye",kata Chen Si Lei seraya memeluk anak singa itu.
Aummmmm !!!
Suara singa besar datang ke arah Chen Si Lei yang segera memberikan anaknya dengan berani dan penuh kasih sayang sehingga singa besar yang memeluk Chen Si Lei dengan kasih sayang juga.
"Gawat ...Ehh!!",teriak Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong terkejut panik dan cemas.
Mereka semua cemas melihat singa besar yang mendatangi Chen Si Lei dan mereka panik saat si singa besar memeluk Chen Si Lei sangat berani sekali pada hewan buas itu,tapi mereka senang sekali melihat Chen Si Lei bermain dengan singa besar dan singa kecil di taman itu.
"Baiklah aku pergi dulu ,lain kali aku akan datang untuk mengunjungi kalian berdua di sini",kata Chen Si Lei membelai lembut bulu halus kedua ekor singa itu.
"Paduka jika Anda suka mereka berdua, hamba akan senang hati memberikan ke dua ekor singa ini kepada Paduka",kata pemilik taman wisata itu kepada Chen Si Lei.
"Baiklah aku terima hadiah mu",kata Chen Si Lei memainkan gigi runcing singa di jari nya.
"Xi Ma ,Xi Ye yuk ikut aku keluar dari rumah kalian ini",kata Chen Si Lei berjalan bersama dua ekor singa itu di ikuti oleh Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong serta yang lainnya.
Setelah,Chen Si Lei keluar dari desa rumput berduri,mereka melangkahkan kaki ke arah kota Cheng yang hanya satu hari lagi akan sampai, tapi sejumlah orang ada di hadapan mereka dengan sikap garang sekali,Chen Si Lei mengenali salah seorang dari anggota musuh yang menghadang mereka.
"Bunuh mereka semua jangan sampai ada yang hidup,terutama orang itu yang ku tahu telah berani meracuni Xi Ye dengan obat herbal yang di racik olehnya di rumah tiga belas di desa rumput ber duri",perintah Chen Si Lei tegas kepada kedua sahabat dan Adipati Luo Yan Zen.
"Siap Paduka!!",sahut kedua sahabat berkelebat cepat ke arah musuh.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Singggg !!!
Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong mengeluarkan pedang mereka di hadapan para musuh mereka.
Syuutttttttt !!!
Cranggg !!!
Adipati Luo Yan Zen mengeluarkan pedang dan menangkis serangan kapak dari pihak musuh dengan cepat dan tepat sehingga mereka berdua terkejut dengan ilmu sakti mereka masing - masing.
Wuttttt !!!
Trangggggg !!!
Gerakan cepat Xiao Kai Zhong mengejutkan hati lawannya yang sakti dan kejam sehingga senjata mereka saling berbenturan mengeluarkan sebuah percikan api.
Wuttttt !!!
Cranggg !!
__ADS_1
Le Din Yin berkelebat cepat untuk menangkis satu serangan senjata palu milik seorang musuh sakti yang sangat hebat itu.
Wuttttt !!!
Tar !!!
Sebuah tali sutra menghantam Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat hindari serangan maut dari seorang wanita hebat yang terus menerus mengancam jiwa Chen Si Lei secara ganas sekali.
Wushhh !!
Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah samping musuh dan menangkap tali sutra di tangan kirinya, lalu dia tarik kencang sehingga wanita itu melayang ke arah nya.
Wuttttt !!
Plakkkk! !
Prakkk !!!!
Wanita itu terkejut sekali Chen Si Lei memukul wajahnya dengan ilmu sakti yang membuatnya wajah wanita itu remuk dan tewas seketika itu juga.
Trangggggg !!!
Chen Si Lei menggerakkan pedang sakti mukjizat untuk melawan gadis sakti menggunakan senjata tajam mirip golok daging di pasar yang segera hancur oleh pedang Chen Si Lei.
Wuttttt !!!
Chen Si Lei melemparkan sisa golok ke gadis itu yang terbelalak kaget sisa golok melayang tepat ke lehernya.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei sudah memotong leher gadis itu sehingga mengejutkan musuh lain di hadapan nya.
"Kau membunuh Permaisuri Adipati kami dari Sekte Bunga Champa Darah",kata salah satu pria yang menjadi musuhnya
"Ya, aku juga tidak segan untuk bunuh seluruh Kerajaan kalian",desis Chen Si Lei ganas sekali.
Wuttttt !!
Chen Si Lei menerjang hebat membabat habis sekitar delapan puluh orang yang mengurung nya dengan kecepatan kilat.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
"Kau jangan bunuh aku..Aku adik Ibu Suri Kerajaan Bunga Champa Darah!!",salah seorang dari musuh sakti yang di lawan oleh Adipati Luo Yan Zen ketakutan pada Chen Si Lei yang mengayunkan pedang ke arah kepalanya.
"Huh !!", dengus Chen Si Lei sadis sekali.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei sudah menghabisi musuh itu sehingga Adipati Luo Yan Zen terkagum-kagum terhadap kepandaian Chen Si Lei juga takut terhadap Kaisar Tang Agung ini.
"Paduka kami sudah menyelesaikan tugas kami
",lapor Le Din Yin tersenyum.
Xiao Kai Zhong sudah memasukkan kembali pedang ke dalam sarungnya dan dia juga sudah memperlihatkan kepandaian nya di hadapan Adipati Luo Yan Zen dan wakilnya serta para pasukan mereka.
Mereka masuk ke dalam kota Cheng di kawal langsung oleh pihak keamanan dan keselamatan Kekaisaran Tang Agung khusus untuk Chen Si Lei yang masuk ke dalam kota itu,dan seluruh anggota keluarga Adipati Luo Yan Zen dan para warga kota besar itu bersujud hormat kepada Chen Si Lei dengan serentak berkata.
"Hormat pada Pendekar Rajawali Emas Sakti !!!", teriak mereka semua.
Tapi saat Chen Si Lei masuk ke dalam rumah besar mereka bersujud hormat pada Chen Si Lei dengan berkata.
"Hormat kami kepada Paduka Kaisar Tang!!",teriak para anggota keluarga besar Adipati Luo Yan Zen.
"Salam Sejahtera kepada Paduka Kaisar Tang Agung",sapa Hua Erl dan Wen Qing bersamaan
Chen Si Lei melangkah masuk ke dalam ruangan aula utama keluarga Adipati Luo Yan Zen,lalu Chen Si Lei duduk di bangku sudah di siapkan untuk nya di ikuti oleh semua orang mengambil tempat duduk mereka masing - masing dengan rapi dan sopan sekali.
"Silakan Paduka minum air teh hijau keluarga kami ",kata Nyonya Besar Adipati Luo Yan Zen, yaitu ibu kandung Adipati Luo Yan Zen.
Chen Si Lei menerima cawan keramik air teh hijau yang di berikan oleh dayang di rumah itu yang, lalu di bawakan oleh Hua Erl kepadanya barulah Chen Si Lei bisa minum air teh hijau itu.
"Bibi Luo apa kabar mu sekarang?",tanya Chen Si Lei menyerahkan cawan kosong kepada Hua Erl yang menyerahkan kembali ke dayang untuk di taruh di meja.
"kabar hamba sangat baik Paduka",jawab Nyonya Besar Adipati Luo segera.
"Paduka hamba sudah mendengar bahwa Paduka akan menjodohkan putra aku ini dengan Putri Yang Ying Ying. Apakah berita ini benar, Paduka ?", ucap Nyonya Besar Adipati Luo Yan Zen.
"Ya betul, tapi mereka akan menikah setelah aku kembali dari misi ku",jawab Chen Si Lei sopan kepada Nyonya Besar Adipati Luo Yan Zen.
"Terimakasih banyak atas kebaikan Paduka untuk putra hamba",kata Nyonya itu lagi.
"Ya sama-sama Bibi Luo",ucap Chen Si Lei sopan.
Lalu Bibi Luo memperkenalkan saudara dan saudari yang di miliki oleh Adipati Luo Yan Zen yang total lima belas orang saudara.Bibi Luo juga memperkenalkan lima orang selir milik Adipati Luo tua yang tersisa dari total dua puluh lima selir di kediaman tersebut.
"Aku selir ke lima belas suamiku dan Yan Zen putra ke tiga puluh",jawab Nyonya itu.
"Hamba memiliki dua orang kakak perempuan kandung yang sudah menikah dan satu orang adik laki-laki kandung yang juga sudah menikah, hanya hamba yang belum menikah dan tidak memiliki selir satu orang pun",kata Adipati Luo Yan Zen jujur memperkenalkan tiga saudara kandung nya, yaitu satu ayah dan satu ibu yang sama.
"Ya aku sudah dengar tentang mu yang anti selir tapi aku senang karena adik ku akan menjadi satu -satunya istri mu dengan keluarga yang normal ",kata Chen Si Lei tersenyum ramah pada Adipati Luo Yan Zen yang usianya sudah tiga puluh tahun itu.
"Iya ayah dan ibu serta nenek hamba yang telah mendesak hamba untuk memiliki satu selir untuk mendapatkan keturunan langsung dari keluarga Luo yang belum ada cucu laki-laki semuanya cucu perempuan sedangkan cucu luar keluarga Luo kami sudah ada",kata Adipati Luo Yan Zen yang menceritakan tentang keluarga nya.
"Paduka bila menunggu Anda kembali ke Istana Kekaisaran Tang Agung,apakah Yan Zen dan Putri Yang Ying Ying tidak terlalu lama untuk menikah sedangkan Yan Zen sudah usia tiga puluh tahun dan keluarga kami belum memiliki seorang cucu laki-laki sebagai penerus keluarga Luo,apakah pernikahan antara Yan Zen dan Putri Yang Ying Ying bisa di percepat waktunya?",kata Nyonya Besar Adipati Luo.
"Aku tetap menunda pernikahan mereka berdua,
jika tidak sabar menunggu, lebih baik di batalkan saja",kata Chen Si Lei tegas kepada Nyonya Besar Adipati Luo.
"Jangan di batalkan, baiklah kami akan menunggu sampai saatnya tiba",Nyonya Besar Adipati Luo ketakutan sekali bila putranya batal menikah dengan Putri Yang Ying Ying.
"Paduka kamar tidur Paduka sudah di siapkan, silakan Paduka beristirahat",kata Adipati Luo Yan Zen setelah menerima laporan dari pengurus dalam kamar tidur Khusus untuk Chen Si Lei menginap beberapa hari di kediaman mereka.
"Baik aku mau istirahat sekarang",kata Chen Si Lei berjalan keluar dari aula utama menuju ke arah kamar tidur untuknya.
Chen Si Lei menikmati waktunya untuk mandi dan bersantai di dalam kamarnya di bagian selatan rumah itu,dan Chen Si Lei benar-benar tidur pulas usai mandi di dalam kamar mandi,dan kini Chen Si Lei memakai pakaian tidur di bantu oleh Hua Erl yang melayaninya berpakaian dan membantunya berbaring di tempat tidur.
Wen Qing tidak melayani Chen Si Lei karena Chen Si Lei bilang dia hanya inginkan Hua Erl bukan Wen Qing sehingga gadis itu menangis sedih karena di tolak oleh Chen Si Lei yang sangat di cintai oleh gadis ini sepenuh hati dan Wen Qing ingin juga di cintai oleh Chen Si Lei seperti Chen Si Lei mencintai Hua Erl.
Le Din Yin menghampiri Wen Qing di taman di dalam rumah itu, dan pria ini duduk di gazebo menemani Wen Qing yang sedang menangis sedih itu sampai gadis ini sadar bahwa ia di temani oleh Le Din Yin sahabat dari Chen Si Lei, maka gadis itu segera berdiri dan berjalan cepat meninggalkan Le Din Yin di gazebo.
"Paduka Selir Wen Qing harus sabar menunggu untuk mendapatkan cinta Paduka Kaisar Tang Agung kita",kata Le Din Yin menghibur Wen Qing.
"Iya aku tahu, jadi tidak perlu kau nasihati aku ",kata Wen Qing berjalan cepat dari tempat itu.
Le Din Yin tersenyum sendiri dan menggeleng kepalanya,lalu dia melihat anak perempuan yang berusia delapan tahun bermain seru bersama anak laki-laki berusia sepuluh tahun, Le Din Yin mendekati ke dua orang anak kecil itu dan pria ini tertarik untuk bermain bersama mereka berdua.
"Paman mau bermain bersama kami",kata gadis kecil ini.
"Iya aku mau bermain bersama kalian berdua di sini",kata Le Din Yin senang sekali bisa bermain dengan kedua anak kecil itu.
Mereka bermain bersama hingga lupa waktu untuk mandi dan makan malam dan belajar untuk kedua orang anak ini.
"Jin Yan...Jin Yi ayo kalian mandi,makan malam dan belajar",kata seorang gadis remaja berusia lima belas tahun memanggil kedua orang anak ini.
"Ya kakak Jin Mi",sahut kedua orang anak ini kepada gadis cantik jelita itu.
"Salam Sejahtera kepada Pendekar Le",sapa gadis itu sopan dan hormat kepada Le Din Yin.
Apakah kau saudari tiri Adipati Luo Yan Zen?",Le Din Yin tertarik pada gadis ini.
"Iya aku adik nomor tiga dari tiga puluh lima anak Adipati Luo tua dari Selir nomor ke empat belas yang sudah di ceraikan oleh ayah ku dan hidup sebagai biarawati di kuil selatan kota Cheng utara ",jawab gadis itu merona merah di tatap hangat oleh Le Din Yin.
"Baiklah silakan kau lanjutkan tugas mu,aku masih ada urusan lain",kata Le Din Yin meninggalkan gadis yang memandangnya dengan tatapan mata jatuh cinta pada pandangan pertama.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!!
Tiba-tiba seorang kakek tua memotong kepala gadis itu dan berkelebat cepat ke arah kamar tidur kedua orang anak kecil itu.
Wuttttt !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Kakek itu masuk ke dalam kamar tidur seorang gadis cantik jelita yang di tutup mulutnya oleh kakek itu,dan kakek itu melakukan tindakan asusila terhadap Nona itu.
"Paman ke enam kenapa kau menyakiti ku?",tanya gadis itu menangis sedih.
"Karena kau saudari Adipati Luo Yan Zen yang aku benci",jawab Kakek itu sadis.
"Paman sudah membunuh lebih dari delapan orang dari keluarga Luo ini dan juga telah menodai lebih dari sepuluh orang gadis di keluarga ini dan salah satu dari korban paman sudah gila, bahkan ada yang meninggal dunia dan melahirkan anak anak untuk mu ,yaitu Jin Tan Erl yang jatuh cinta kepada Adipati Luo Yan Zen. Apakah kau tega menyakiti hati putri mu ??",
"Aku ingin habisi seluruh keluarga Luo Yan Zen ",jawab Kakek itu mencekik gadis.
Krekkk !!
Gadis itu tewas di cekik oleh kakek yang masih bagian dari keluarga Luo Yan Zen, yaitu saudara dari Adipati Luo tua yang telah tersesat dan tidak waras lagi.
Kakek itu melihat Hua Erl keluar dari kamar tidur Chen Si Lei dan sorotan matanya berkilat ganas, lalu dia menerjang Hua Erl secara cepat dan hebat sehingga Hua Erl terkejut sekali.
"Aghhhhh!!",jerit Hua Erl ngeri di serang sadis oleh kakek menyeramkan sekali itu.
Wuttttt! !
Plakkkk !!
Dessssssss !!!
Kakek itu terlempar jauh dari Hua Erl oleh Chen Si Lei yang sudah cepat menolong Hua Erl dari serangan maut kakek itu.
"Lancang sekali kau berani menyerang selir ku!!Ku habisi kau!!",hardik Chen Si Lei.
Teriakan Hua Erl menggemparkan seluruh rumah besar Adipati Luo Yan Zen yang segera keluar dari tempat mereka masing -masing dan menemukan Chen Si Lei sedang bertarung melawan Kakek sakti yang juga keluarga mereka.
"Paman Jin kau jahanam sekali telah banyak berdosa kepada kami",kata Adipati Luo Yan Zen yang sudah keluarkan pedang untuk habisi kakek itu.
"Bunuh dia karena dia baru saja membunuh empat orang keluarga kita",kata adik perempuan dari Adipati Luo Yan Zen yang melihat kejahatan yang dilakukan oleh kakek itu pada hari ini.
Le Din Yin melayang cepat untuk melindungi Wen Qing dari serangan maut dari seorang wanita cantik yang melayang ke atas gadis itu.
Syuutttttttt !!!
Crakkkkkk !!
Wen Qing kaget sekali karena Le Din Yin cepat membunuh musuh untuk menolong dia dan kini Le Din Yin bertarung melawan seorang pria sakti lain yang juga anggota keluarga Luo tua.
Wuttttt !!!
Singggg !!!
Xiao Kai Zhong berkelebat cepat ke arah musuh lain untuk menolong Hua Erl dari belakang wanita itu.
Crakkkkkk !!!
Hua Erl terkejut sekali karena Xiao Kai Zhong menolong dia dari musuh sakti yang menerjang nya dari belakangnya.
Hua Erl menyambar tangan Wen Qing untuk melindungi diri mereka berdua dari pihak musuh yang sudah datang untuk menghabisi mereka semua di kediaman Adipati Luo Yan Zen.
"Lancang sekali kalian berani melakukan tindakan kekerasan di dalam kediaman ku!!!Aku bunuh kalian semua!!!",hardik Adipati Luo Yan Zen marah sekali.
"Serang mereka semua dan habisi mereka!",hardik Chen si Lei tegas.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Sejumlah Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat untuk lindungi Hua Erl dan Wen Qing, lalu sebagian dari mereka membantu Chen Si Lei habisi musuh sakti.
"Laskar Walet Emas Sakti bergabung dengan Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti!!",pekik Nyonya Besar Adipati Luo Yan Zen terkejut sekali dengan kedatangan para pasukan istimewa Chen Si Lei itu.
"Bukan bergabung tetapi mereka semua adalah Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti ku!!",ucap Chen Si Lei tersenyum kemenangan mengalahkan keluarga Luo.
__ADS_1
Adipati Luo Yan Zen sudah menyerahkan semua pasukannya kepada Chen Si Lei secara resmi di desa kesunyian begitu juga seluruh Sekte bersih yang sudah takluk pada Chen Si Lei dan mereka semua menjadi Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti milik Chen Si Lei seorang dengan pimpinan Raja Iblis Barat dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kirimkan untuk melindungi Chen Si Lei selama perjalanan nya di dunia persilatan ini.