Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kota Bunga Camelia Putih.


__ADS_3

Chen Si Lei mengejar Miya yang sudah lebih dahulu berjalan menuju ke arah lain dari lokasi mereka berada saat ini. Chen Si Lei sudah mulai mencurigai adanya janin yang sedang berkembang di rahim Miya saat ini namun tidak di sadari oleh gadis itu.


"Miya",panggil Chen Si Lei terhenti di tengah jalan karena Miya nyaris terluka oleh pedang mukjizat sesat yang meluncur cepat ke arah gadis itu dengan kecepatan tinggi sehingga Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat dan ganas sekali menangkis pedang mukjizat sesat itu.


Wuttttt !!


Cranggg !!


"Miya sini ", kata Chen Si Lei meraih jemari gadis itu untuk mendekat kepadanya.


Sinar pedang mukjizat sesat itu sangat hebat sekali meluncur kembali ke arah Chen Si Lei dan Miya .


Wuttttt!!


Cranggg !!


Chen Si Lei segera menarik Miya untuk melompat bersamanya untuk menghindari serangan pedang berbahaya itu seraya menangkis pedang dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Wushhh !!


Cranggg !!


Miya turun cepat dan menangkis serangan senjata tajam seorang pria keji yang sudah muncul di sekitarnya.


Chen Si Lei menghadapi para musuh sakti sesat yang sudah mengurung mereka berdua di sekitar bundaran pusat kota bunga Camelia Putih dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


"Pendekar Rajawali Emas Sakti rasakan pembalasan dendam kami kepada mu !!", hardik pria tua sadis yang memimpin para pasukan musuh sesat burung hitam cabang tujuh yang menghadapinya.


"Silakan saja jika kalian ingin cepat masuk surga eh neraka",kata Chen Si Lei yang berkelebat cepat membabat habis kepala musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali sehingga pria tua sadis itu terkejut sekali melihat kelihaian ilmu mukjizat Pendekar Rajawali Emas Sakti.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Miya menggunakan ilmu pedang bunga Lily menangkis pedang milik seorang pria ganas yang memandangi dirinya dengan tatapan mata menerawang tubuhnya.


Cranggg !!


"Ihh jangan melihat ku seperti itu !!",hardik Miya bergidik ngeri melihat tatapan mata ganas sekali itu.


"Kenapa kau tergoda oleh ku ,Nona cantik jelita ?", tanya pria ganas itu tersenyum dengan maksud untuk menggoda Miya tetapi justru membuat gadis itu marah.


"Laknat kau berani menggoda ku!!",hardik Miya menggunakan ilmu pedang bunga Lily yang sangat hebat sekali sehingga pria ganas itu kaget sekali karena gadis itu ternyata lihai sekali.


Wuttttt !!


Cranggg !!


"Aghhhhhh !!", teriak pria ganas itu terkejut sekali karena pedangnya hancur oleh Miya yang sudah berkelebat cepat memenggal kepala pria ganas itu dengan ilmu pedang burung putih sakti.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


"Hebat sekali kau Miya ", puji Chen Si Lei seraya membabat habis kepala pria tua sadis yang memimpin para pasukan musuh sesat di sekitar mereka berdua.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


"Wahhhhhhh kau juga sangat hebat sekali ", puji Miya tersenyum manis .


"Ya terimakasih",kata Chen Si Lei mendekati Miya untuk mengamati gadis itu dari atas rambut hingga ujung kaki kecil yang bersepatu indah berwarna putih.


"Kenapa kau juga melihat ku seperti itu ?!", teriak gadis itu menginjak sepatu Chen Si Lei, lalu berbalik untuk melanjutkan langkahnya menuju ke tempat lain.


"Eh ternyata benar seorang wanita jika sedang hamil muda suka emosi jiwa.Aku yakin bahwa kau sudah hamil calon janin ku",kata Chen Si Lei dalam hatinya dan mengikuti Miya dengan cepat.


"Miya jangan jalan cepat -cepat berbahaya untuk mu",kata Chen Si Lei memeluk gadis itu dengan cepat untuk berjalan bersamanya.


"Eh aku sudah terbiasa untuk jalan cepat agar aku bisa secepatnya menemukan target ku",kata Miya melepaskan diri dari Chen Si Lei yang bertahan untuk gadis itu tidak bisa lepas darinya.


"Jangan pernah berharap bisa lepas dari genggaman ku ,bocah ", kata Chen Si Lei menjewer telinga Miya.


"Aduh sakit telingaku ,tuan besar ", kata Miya menarik tangan Chen Si Lei yang menjewer telinganya sampai Miya menubruk tubuh Chen Si Lei yang sudah cepat memeluknya.


Miya mengangkat wajah untuk menatap Chen Si Lei yang menundukkan kepala dan membalas menatapnya.


"Ahhh apa sih pagi -pagi sudah memeluk orang di tengah jalan ?", Miya berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan Chen Si Lei yang ternyata melindunginya dari Sekte Sesat burung hitam cabang tujuh yang lainnya dan sudah berkelebat di sekitar mereka berdua.


"Aku melindungi mu dan yang lain di tubuh mu",kata Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


"Aghhh ada musuh !!", teriak gadis itu berbalik melihat Chen Si Lei membabat para musuh sakti sesat seraya memeluknya.


"Paduka hamba datang untuk membantu anda ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah tiba di lokasi tersebut dan membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat yang mengurung Chen Si Lei dan Miya dengan ilmu golok sakti nya.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Wu Sin Hao kau tahu saja bahwa aku sudah keluar dari rumah untuk tugas lagi di luar rumah ", kata Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan mereka bertiga.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


"Ya hamba ini sangat memahami isi hati anda dan hamba di ingatkan oleh diri hamba sendiri untuk selalu ada di setiap waktu anda memerlukan hamba tanpa ada beritahu hamba ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao seraya membabat para musuh sakti sesat dengan ilmu golok sakti.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


"Terimakasih Wu Sin Hao kau memang sahabat terbaik ku",kata Chen Si Lei yang sedang bertarung sengit melawan para musuh sakti sesat seraya melindungi Miya yang sudah mulai bergerak cepat untuk menghadapi serangan maut dari pihak musuh.


Syutttttttttt !!


Cranggg !!


"Kenapa Nyonya Muda bisa berada di sini ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao segera melompat untuk melindungi Miya dari serangan maut pedang mukjizat sesat yang berracun ganas sekali dari pria ganas lain.

__ADS_1


Wushhh !!


Cranggg !!


"Aku dapat tugas penting dari tuan besar kita ", jawab gadis remaja berusia lima belas tahun yang amat cantik jelita sekali yang menggunakan ilmu pedang bunga Lily menangkis pedang milik seorang pria ganas yang berjuluk setan kota bunga Camelia Putih.


Cranggg !!


"Tugas penting apa yang harus anda turun tangan sendiri sampai anda keluar dari rumah anda ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok di sekitar Miya untuk melindungi Selir Agung Ketiga Kaisar Tang Agung.


"Tugas rahasia yang tidak bisa aku beritahukan kepada mu",jawab gadis itu.


"Tidak perlu lagi untuk membantu ku ,kau sudah boleh pulang ke rumah kita dan biar aku dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang melakukannya untuk mu dan aku sendiri ", kata Chen Si Lei melompat dengan ginkang rajawali emas sakti seraya menggerakkan kipas sakti menghantam hancur para musuh sakti sesat dengan ilmu mukjizat Gunung Guo.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.


"Aku juga tidak bisa melanggar janji yang sudah ucapkan dari mulut ku sendiri, aku seorang pendekar wanita kaum bersih tingkat tinggi timur harus tepati janji ku pada mu. Camkan itu baik -baik ", kata Miya tegas dan keras kepada Chen Si Lei .


"Aku sudah batalkan janji mu untuk ku .Aku bebaskan kau dari janji mu kepada ku untuk kau bisa pulang ke rumah agar aku tidak repot untuk melindungi mu selalu selama perjalanan ku ",kata Chen Si Lei menatap tajam Miya dengan tegas sekali.


"Aku tidak perlu kau lindungi. Aku bisa melindungi diri ku sendiri, maka kau tak perlu repot untuk melindungi ku",kata Miya mundur dari tatapan mata tajam Chen Si Lei.


"Jika kau bukan istri ku dan jika kamu bukan wanita ku ,jika kamu bukan Selir Agung ketiga ku yang baru dan jika kamu tidak memiliki janin ku di rahim mu.Aku tidak akan pernah melindungi mu dengan susah payah ", kata Chen Si Lei lebih keras lagi.


"Apa kau bilang aku apa ?", tanya Miya terkejut sekali mendengar ucapan Chen Si Lei.


"Kau sedang mengandung janin ku yaitu calon bayi ku yang berarti keturunan dari Dinasti Tang Agung kita. Kau harus menjaganya untuk masa depan dinasti Tang Agung kita. Maka aku larang kau ber petualang sebagai Seorang pendekar kaum persilatan kaum bersih .Apakah kau sudah mengerti arti janin di dalam rahim mu saat ini ?", tanya Chen Si Lei tegas sekali kepada Miya.


Miya menyentuh bawah perutnya dengan tidak pernah bahwa dirinya saat ini telah mengandung keturunan Kaisar Tang Agung yang berarti penerus asli Sang Putra Langit.


"Kau sungguh galak sekali memberitahu ku ?Apakah kau tidak bisa lembut dan halus dalam memberitahu ku seperti yang kamu lakukan kepada Permaisuri Li Shao Ning mu?",tanya Miya menangis sedih sekali karena Chen Si Lei keras pada dirinya.


"Aku sudah bicara baik-baik kepada mu dari semalam di depan rumah, kau tetap tidak mau mendengarkan ku .Ya kini aku harus menggunakan cara keras kepada mu untuk mu bisa patuh kepada ku sebagai suami mu ,Kaisar Tang Agung ", kata Chen Si Lei menggenggam tangan Miya untuk memaksanya untuk pulang ke rumah.


Tetapi Miya menepis tangan Chen Si Lei dan berkelebat cepat dan lenyap dari Chen Si Lei yang kaget sekali karena gadis itu pergi ke arah yang berlawanan dengan Ibukota Kekaisaran Tang Agung.


"Miya. ..!!",teriak Chen Si Lei berkelebat cepat untuk menyusul gadis itu .


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terbelalak kaget melihat Chen Si Lei dan istrinya yang satu itu bertentangan dan kini istri Kaisar Tang Agung itu kabur dari Kaisar Tang Agung.


"Paduka. ..!!",teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat mengikuti Chen Si Lei dengan cepat sekali untuk menemukan Kaisar Tang Agung yang mengejar larinya Sang istri dari Kaisar Tang Agung.


Chen Si Lei berhenti di sebuah persimpangan jalan di kota bunga Camelia Putih dan ia tidak bisa menemukan Miya di sekitar tempat itu.


"Ah dari dahulu dia memang seorang gadis liar yang susah sekali di atur",Chen Si Lei bertolak pinggang melihat lokasi yang harus ia datangi untuk menemukan Miya.


"Paduka bagaimana kalau kita coba jalan ke arah sana mungkin kita bisa segera menemukan Selir Agung Ketiga Putri Miya secepatnya",usul Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao halus untuk Chen Si Lei tidak marah kepadanya.


"Ya baiklah ", jawab Chen Si Lei ramah sekali kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang merasa tenang hatinya.


Mereka berdua berjalan bersama menuju ke arah yang bergambar kelopak bunga Camelia Putih.


Sementara itu Miya berlari sambil menangis sedih sekali karena dia merasa tidak di hiraukan oleh Chen Si Lei.


"Aku sungguh membenci mu ,Chen Si Lei. Aku mencintaimu sejak aku kecil dan aku ingat janji mu dulu yang kau katakan adalah ucapan anak kecil belaka tapi aku terus mengharapkan mu dan aku merasa sakit hati pada mu karena kau telah mencintai wanita lain yang ku kita aku bisa menggantikan posisi Hua Erl di hati mu dan menjadi Permaisuri mu tapi nyatanya kau memilih Li Shao Ning untuk hati mu dan Permaisuri mu . Chen Si Lei seharusnya akulah pemilik hati mu dan gelar Permaisuri mu bukan Li Shao Ning !!", jerit gadis itu di tepi danau angsa di kota bunga Camelia Putih .


"Hai cantik jelita sedang apa kau di sini seorang diri saja ?", sapa seorang pria tampan yang sedang duduk di tepi danau angsa.


Miya terkejut sekali karena ia tadi tidak mendengar atau melihat ada orang lain di tepi danau angsa ini.


"Siapa kau? ",tanya Miya mundur selangkah dari pria tampan itu.


"Teman ?", tanya Miya bingung.


"Iya teman yang sangat baik ",jawab pria tampan itu mengangkat tangan untuk menyentuh wajah jelita Miya yang tertutup kerudung yang sudah di singkap oleh pria itu.


"Jangan sentuh aku ", kata Miya berusaha untuk menepis tangan pria itu tetapi ada sesuatu yang membuatnya tak bisa melakukannya.


Pria itu melihat Chen Si Lei sudah hadir di seberang danau angsa, maka ia segera mencium bibir Miya di hadapan Chen Si Lei yang terperangah melihat Miya mau di cium oleh pria lain selain dirinya.


"Laknat kalian berdua !!", teriak Chen Si Lei mengejutkan Miya yang baru sadar dari pengaruh sihir hitam dari pria muda tampan itu.


"Apa yang sudah kau lakukan kepada ku?",tanya Miya mendorong pria itu jauh dari nya.


"Aku memberikan sentuhan manis di bibirmu karena kau sendiri yang minta aku untuk mencium mu",jawab pria itu santai sekali.


"Bedebah laknat berani sekali menyentuh istri tuan besar ku!!",hardik Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menerjang hebat ke arah pria itu dengan ilmu mukjizat golok.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Wuttttt !!


Plakkkk !!


Dessssssss !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terdorong beberapa langkah dari pria tersebut yang terjengkang ke belakang oleh sepak terjang Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sangat hebat sekali itu.


Chen Si Lei tiba di dekat Miya dengan tatapan mata marah sekali dan jijik kepada Miya.


"Koko Lei Lei kau jangan salah paham dengan ku.Aku tidak pernah tahu apa yang telah terjadi pada ku dengan dia",kata Miya pucat ketakutan karena Chen Si Lei diam menatapnya.


"Ah aku yang bodoh sekali karena sudah tertipu oleh kelicikan mu ,Miya. Kamu telah mempermainkan aku dengan mengira bahwa kau adalah wanita baik -baik ternyata kau mau saja di cium oleh pria lain. Aku kini tidak yakin bahwa janin yang di kandungan mu adalah anak ku karena kau mungkin bisa melakukan hal hina di belakang ku dan menghasilkan janin kotor mu dengan pria lain ", kata Chen Si Lei menuduh Miya berselingkuh dengan pria lain dan hamil calon bayi pria lain.


"Chen Si Lei kau keterlaluan !!Kau telah menuduh ku dan menyangkal janin ku adalah milik pria lain!!Mulai sekarang,aku bukan lagi istri mu dan Selir Agung ketiga mu.Aku musuh mu..Kau dengar !!", teriak Miya menampar Chen Si Lei.


Chen Si Lei menangkap tangan Miya yang ingin menampar wajahnya lagi dan ia melemparkan gadis itu jauh darinya.


"Pergi kau jauh -jauh dari ku jangan sampai aku lupa kebaikan mu kepada ku ,aku bisa menghabisi mu hingga tak tersisa lagi ", kata Chen Si Lei dingin sekali.


Miya menangis untuk sikap Chen Si Lei terhadapnya yang sudah menyakiti hati Miya sangat dalam. Miya tertawa sambil menangis ,lalu ia menatap Chen Si Lei dengan kebencian.


"Chen Si Lei kau tunggu saja suatu saat nanti aku akan membalas dendam kepada mu ",kata Miya tertawa penuh kesedihan hati.


Miya berkelebat cepat untuk pergi dari Chen Si Lei untuk selamanya dan gadis itu bertekad untuk menggunakan anak Chen Si Lei untuk membalaskan dendamnya kepada Chen Si Lei.


"Paduka kenapa Anda membiarkannya pergi begitu saja ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah membunuh pria muda itu dengan golok nya.


"Aku ingat jasanya dahulu kepada ku ,sudahlah kita lupakan saja wanita liar dan hina itu ", jawab Chen Si Lei sesaat dia bingung sendiri karena ia tidak tega untuk membunuh Miya meskipun ia tahu bahwa Miya mengkhianati dirinya.


"Paduka suatu hari nanti ia akan membuat masalah kepada anda dan keluarga anda, jika anda tidak membunuhnya dengan cepat tadi ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggeleng kepala karena Chen Si Lei mengampuni dosa Selir Agung ketiga Putri Miya yang jelas sudah berkhianat terhadap Chen Si Lei.


"Aku akan menghadapinya jika dia ingin membalas dendam kepada ku.Maka hari itu juga aku akan habisi dirinya ", kata Chen Si Lei berjalan ke arah timur kota itu.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengikutinya dengan cepat dan diam tidak bicara lagi.


Istana Kekaisaran Tang Agung.


Istana Kaisar Tang Agung.


Pagi hari yang cerah dan hangat matahari pagi jatuh ke wajah amat luar biasa cantik jelita sekali dari wanita yang sedang hamil besar itu dan wanita ini sedang membaca surat pesan dari Chen Si Lei untuknya yang di letakkan di meja dekat tempat tidur milik Kaisar Tang Agung.


"Koko Lei Lei kau tenang saja dan lakukanlah tugas mulia mu dengan baik, aku akan menjaga kesehatan ku dan kedua orang bayi kita dengan baik. Aku juga akan berusaha keras untuk akrab dengan Ibu Suri Ling dan semua orang yang kamu sayangi karena aku adalah Li Shao Ning mu",kata Li Shao Ning tersenyum lembut sekali kepada bayangan pria yang sangat di cintainya.


Li Shao Ning sudah rapi dan bersiap untuk memberi salam kepada Ibu Suri Ling sebagai ibu mertua nya, maka ia mempersiapkan segalanya untuk mengunjungi mertuanya.

__ADS_1


"Ku rasa biskuit gandum rasa pisang ini cocok untuk Ibu Suri Ling ", kata Li Shao Ning membawakan sarapan pagi untuk Ibu Suri Ling di Istana Ibu Suri Ling.


Istana Ibu Suri Ling.


Ibu Suri Ling menatap Li Shao Ning yang memberi salam pagi dan membawakan sarapan pagi untuknya dengan tatapan mata ragu untuk menerima kebaikan Li Shao Ning.


"Taruh saja di meja tamu nanti aku makan ", jawab Ibu Suri Ling sedikit ketus.


"Ya Ibu Suri Ling ", kata Li Shao Ning mematuhi Ibu Suri Ling .


"Lihat apa ?", tanya Ibu Suri Ling usai Li Shao Ning menaruh sarapan pagi di meja tamu sesuai perintahnya.


"Hmm tidak, saya tidak melihat apa -apa. Saya mohon diri ", jawab Li Shao Ning cepat pamit untuk pergi dari Istana Ibu Suri Ling.


Di koridor menuju keluar dari Istana Ibu Suri Ling


Li Shao Ning berpapasan dengan Putri Yehonala yang sedang menuju ke istana Ibu Suri Ling.


"Selamat pagi adik Yehonala ", sapa Li Shao Ning ramah sekali kepada Yehonala.


"Wanita licik apakah kamu mau cari perhatian pada Ibu Suri Ling",kata Yehonala sinis.


Li Shao Ning tertegun mendengar ucapan sinis Yehonala yang menatapnya dan meludahi kerudung penutup wajah Li Shao Ning.


Cuh!!


"Agh ",


"Apa mau membalas ku?",tanya Yehonala mengejek Li Shao Ning kaget sekali di ludahi oleh


adik iparnya sendiri.


"Ah tidak",jawab Li Shao Ning sabar sekali menghadapi sikap adik iparnya.


"Ya sudah, minggir sana.Aku mau lewat ", kata Yehonala mendorong Li Shao Ning ke samping dengan kasar sekali dan nyaris membuat Li Shao Ning terjatuh ke samping dan membentur dinding bukit buatan.


"Paduka Permaisuri ", Kasim Chang Sin sigap menolong Li Shao Ning.


Yehonala memberi ekspresi wajah menghina ke Li Shao Ning dan Kasim Chang Sin yang sudah ingin sekali untuk memberi pelajaran kepada Putri Yehonala.


"Dasar Putri jahat ", maki Kasim Chang Sin.


"Chang Sin jangan begitu ",tegur Li Shao Ning.


"Tapi Permaisuri ,anak itu kurang ajar sekali kepada anda dan sekali -kali anda harus menghukumnya untuk dia bisa sopan kepada anda ", kata Kasim Chang Sin kesal karena Yehonala sungguh tidak takut di hukum lagi oleh Kaisar Tang Agung.


"Aku tidak ingin menggunakan kekerasan untuk aku bisa dekat dengan anggota keluarga Kaisar Tang Agung ",kata Li Shao Ning tegas kepada Kasim Chang Sin untuk menjaga keharmonisan antara Li Shao Ning dengan adik iparnya.


Li Shao Ning kembali ke Istana Permaisuri untuk menyiapkan beberapa macam hadiah kecil untuk para adik iparnya yang lain dan juga ingin bertemu dengan para adik madunya serta anak -anak Kaisar Tang Agung yang juga anak -anak nya sendiri.


Istana Selir Ke Tiga Puluh Satu.


Song Hui Lan merasa semakin membenci Li Shao Ning karena Song Hui Lan turun posisi dari Selir Agung ketiga Song Hui Lan menjadi Selir ke tiga puluh satu Song Hui Lan.


"Aku ingin membalas dendam kepada Li Shao Ning yang sudah menyebabkan aku di buang oleh Kaisar Tang Agung dari gelar Selir Agung ketiga Kaisar Tang Agung menjadi Selir ke tiga puluh satu yang artinya istri biasa saja karena iba bukan cinta",kata Song Hui Lan marah.


"Anda bisa naik posisi lagi jika anda bisa memberikan Kaisar Tang Agung seorang putra dan bisa jadi Anda akan menggantikan posisi Selir ke dua belas You You karena beliau melahirkan seorang pangeran cacat seperti Pangeran Kedua Tang Si Kong dan kini Ibu Suri Ling melarangnya untuk berhubungan intim dengan Kaisar Tang Agung untuk menghindari lahirnya keturunan rusak lagi dari wanita bodoh itu ",kata dayang istananya yang mendengar isu di antara para dayang istana para Selir Kaisar Tang Agung.


"Ya kau benar sekali. Aku akan perlahan -lahan menyingkirkan mereka semua yang berada di atas ku untuk aku bisa mendapatkan posisi Permaisuri Kaisar Tang Agung karena aku sudah lebih baik dari yang lainnya yang belum pernah tidur bersama Kaisar Tang Agung bahkan Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin haha ,dia di acuhkan oleh Kaisar Tang Agung sampai sekarang dan kita bisa singkirkan dia dengan pintar ", kata Song Hui Lan tersenyum sendiri memikirkan cara untuk bisa menjadi Permaisuri Kaisar Tang Agung.


Maka Song Hui Lan bersikap manis kepada Li Shao Ning ketika ia bertemu Li Shao Ning kembali pada saat Li Shao Ning ingin menjalin keakraban di antara para istri Kaisar Tang Agung tanpa membedakan status dan kedudukan mereka, karena mereka tetap istri Kaisar Tang Agung.


"Permaisuri Li Shao Ning aku minta maaf karena kejadian beberapa waktu lalu pada mu,itu karena aku melakukan tugas ku sebagai Selir ke tiga Kaisar Tang Agung bukan karena aku membenci mu",kata Song Hui Lan menyesali perbuatan nya kepada Li Shao Ning.


"Ah ya Cici Hui Lan. Aku mengerti. Hmm mari kita lupakan masa lalu untuk masa sekarang kita akrab dan masa depan kita bisa bahagia bersama Paduka Kaisar Tang Agung yang menjadi suami kita bersama ", kata Li Shao Ning tulus hati.


"Kau sungguh baik sekali, adik Shao Ning. Aku semakin menyesali perbuatan ku kepada mu ,sekali lagi aku minta maaf sekali kepada mu",kata Song Hui Lan yang menangis untuk minta maaf kepada Li Shao Ning yang memeluknya.


"Ya Cici Hui Lan ", jawab Li Shao Ning memeluk Song Hui Lan tulus dan hangat.


Song Hui Lan tersenyum lain di belakang punggung Li Shao Ning berhadapan para dayang istananya yang melindungi siasatnya yang baru.


Li Shao Ning tidak menyadari bahwa Song Hui Lan membenci dirinya bahkan ada rencana untuk menyingkirkannya secara diam-diam di saat yang tepat.


Kasim Chang Sin dan kawan-kawan nya mencurigai Song Hui Lan dengan cepat tanggap untuk mereka bisa melindungi Li Shao Ning sesuai perintah Kaisar Tang Agung kepada mereka.


"Paduka sudah saatnya bagi anda untuk mengajarkan Selir ke dua belas You You untuk membaca buku sastra untuk beliau bisa tunjukkan keahlian beliau kepada Kaisar Tang Agung setelah Kaisar Tang Agung kembali ke Istana Kekaisaran Tang Agung pada saat itu tiba ", kata Kasim Chang Sin pintar sekali untuk Li Shao Ning bisa pergi dari Istana Selir Ke Tiga Puluh Satu Song Hui Lan yang jengkel.


"Ya kau benar sekali, Chang Sin ", jawab Li Shao Ning berdiri dan pamit kepada Song Hui Lan dengan sopan.


Setelah Li Shao Ning pergi dari istananya, Song Hui Lan merasa kesal dan jengkel dengan Kasim Chang Sin yang licik sekali.


Istana Selir Ke Tiga Puluh Dua.


Putri Nila yang paling menyedihkan karena ia tinggal di istana yang paling ujung sekali di lingkungan Istana khusus untuk para Selir Kaisar Tang Agung, maka ia akan jarang sekali bahkan tidak akan pernah di kunjungi oleh Kaisar Tang Agung yang memiliki banyak sekali kesibukan dan sebagainya.


"Aku punya waktu untuk menghimpun ilmu baru yang aku dapatkan dari guru ku yang bernama Wu She yang berjuluk Setan Maut Dari Selatan",kata Putri Nila tidak sadar bahwa ia telah memiliki ilmu mukjizat sesat dari salah satu musuh sakti sesat dari Sekte Sesat burung hitam cabang tujuh yang di dapatkan nya dari Almarhumah Selir Agung pertama Putri Lin Lin dapatkan dari Ping Chu dan sekarang di pelajari dengan cermat oleh Putri Nila.


Kembali ke Chen Si Lei di dalam kota bunga Camelia Putih bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang tidak sengaja menemukan sebuah hutan yang mengarah ke daerah yang tersuram di kota bunga Camelia Putih.


"Kota kuno yang mengandung hawa sesat luar biasa ganas sekali",kata Chen Si Lei menggunakan kipas untuk membuyarkan hawa sesat berbahaya bagi mereka berdua.


Wushhh !!


Bressssss !!


Usai membuyarkan hawa sesat dari daerah itu, Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berhadapan dengan sejumlah besar kelelawar berbisa terbang ke arah mereka berdua.


"Aghh sekelompok kelelawar racun", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terkejut sekali .


"Apakah kita salah jalan lagi ?", tanya Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis sejumlah kelelawar ber beracun dengan ilmu pedang rajawali emas sakti. .


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Kita masuk ke kota pasar hewan kota bunga Camelia Putih ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis sejumlah kelelawar yang menyerang mereka berdua dengan ganas sekali sehingga mereka berdua harus gunakan ilmu ginkang untuk menghindari serangan maut berracun ganas dari kelelawar itu.


"Pasar hewan ini mengandung hawa sesat berbahaya sekali bagi masyarakat di kota bunga Camelia Putih dan sekitarnya ", kata Chen Si Lei menggunakan kipas membabat kelelawar yang terbang menukik ke arah dirinya dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


"Iyaaa kita harus cari dalang utama yang membuat pasar hewan ilegal ini",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat apa saja yang bisa di babat habis olehnya.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga semua kelelawar hancur oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Di sana ada pintu masuk ke dalam pasar gila ini",kata Chen Si Lei melihat ada orang yang menyebabkan terjadinya pasar hewan mengandung hawa sesat berbahaya bagi keselamatan rakyat kota bunga Camelia Putih.


"Ya kita harus ke sana ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melindungi Chen Si Lei dengan berjalan di depan Chen Si Lei.


"Aku bisa melindungi diri ku sendiri dan dirimu, Wu Sin Hao ", kata Chen Si Lei.

__ADS_1


__ADS_2