
Pulau Keabadian.
Chen Lung Erl membawa Yang Yang ke sebuah kuil yang memiliki hawa mukjizat sesat yang sangat besar dan hebat sekali untuk membuyarkan seluruh kesaktian yang di miliki oleh gadis remaja itu untuk membalaskan dendam atas kematian tiga orang anak laki-laki terkecil nya sejak di lahirkan oleh istrinya kepada Chen Si Lei yang sudah membawa musibah terhadap keluarganya.
"Aku akan mengurung mu di pagoda seribu tahun di pulau keabadian yang hanya aku sendiri yang bisa menemukan dan mengeluarkan mu dari pagoda ini",kata Chen Lung Erl membaringkan gadis remaja itu di lantai tertinggi di pagoda seribu tahun.
Lalu Chen Lung Erl menggunakan ilmu mukjizat tertinggi yang di miliki nya untuk mengunci rapat pintu pagoda tersebut untuk Yang Yang tidak bisa keluar untuk selamanya.
Wushhh !!
Clang!!
"Jika kau ingin membenci seseorang, maka kau harus membenci Tang Si Lei pria yang sangat kau cintai itu ", kata Chen Lung Erl berkelebat cepat pergi dari pulau itu dan meninggalkan Yang Yang di pagoda seribu tahun.
Dasar Laut Selatan.
Sementara itu Chen Si Lei yang sudah mengetahui bahwa adiknya yang sangat ia cintai setulus hatinya telah di lemparkan ke tengah lautan oleh Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl yang membenci dirinya tetapi melampiaskan kepada Yang Yang.
Chen Si Lei terjun langsung ke dasar laut selatan untuk mencari dan menemukan Yang Yang kembali ke sisinya.
"Kembalikan adikku atau aku akan mengeringkan lautan selatan beserta isinya ", ancam Chen Si Lei kepada lautan selatan yang bergelombang untuk membantu Chen Si Lei menemukan adiknya.
Tapi Chen Si Lei tidak bisa menemukan Yang Yang kembali meskipun ia sudah tiba di dasar laut selatan yang membuktikan bahwa mereka tidak menangkap adiknya, maka Chen Si Lei segera melompat keluar dari dasar laut selatan.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Lei Lei kau tak apa-apa ?", tanya Tang Mi Lan memeluknya erat sekali saat ia tiba di kapal milik keluarga pulau emas selatan.
"Aku akan melenyapkan pulau emas selatan kalian, jika aku tidak bisa bertemu dengan adikku lagi ", kata Chen Si Lei terdengar sedih sekali karena kehilangan sesuatu yang amat sangat berharga bagi kehidupannya kembali.
"Iya jangan khawatir aku sendiri yang akan membunuh Chen Lung Erl jika ia tega membuat mu menderita lagi ", jawab Tang Mi Lan membelai lembut punggungnya dengan kasih sayang untuk menenangkan hatinya.
Karena hatinya sedang sedih sekali, langit kembali mencurahkan bulir air mata yang sangat deras sekali yang mengakibatkan terjadinya bencana alam yang bernama badai tsunami yang melenyapkan seluruh bagian dari Kerajaan yang berada di Selatan Tionggoan.
Brussshhhhh !!
"Aghhhhhh !!", teriak para penghuni Istana Kerajaan Selatan terbawa arus badai Tsunami yang melenyapkan semua yang berada di sana.
Begitu juga melemparkan kapal milik keluarga besar pulau emas selatan menuju ke daratan yang sangat jauh sekali dari arah selatan bahkan terlempar ke arah luar Tionggoan.
Kerajaan Aborigin.
Chen Si Lei bersama Tang Mi Lan melakukan perjalanan bersama sejak mereka berdua terdampar di sebuah daratan yang tidak mereka ketahui, tetapi Chen Si Lei menganggapnya sebagai pengalaman yang baru baginya dan untuk Tang Mi Lan adalah sebuah kesempatan untuk bersama putranya lagi.
"Putra ku sayang, ibu sudah menyiapkan sarapan pagi untuk mu",kata Tang Mi Lan pada suatu hari di sebuah rumah sederhana yang bisa mereka temukan agar bisa mempunyai tempat berteduh dari terik matahari yang sangat panas sekali.
"Ibu aku tidak lapar, kau saja yang makan ", jawab Chen Si Lei yang merasa iba terhadap Tang Mi Lan, maka ia tetap memanggil wanita itu dengan sebutan ibu untuk menghibur hati wanita yang juga kakak tirinya itu.
"Hei kau harus makan untuk menjaga kesehatan mu",kata Tang Mi Lan membujuk nya untuk makan.
"Ya Ibu aku makan ", jawab Chen Si Lei menerima suapan makanan yang di buat oleh Tang Mi Lan untuknya.
"Kita belum tahu dimana kita berada saat ini ", kata Tang Mi Lan melihat sekitar tempat itu adalah hutan rimba yang banyak sekali hewan - hewan yang aneh bentuknya.
"Hewan apa itu yang memiliki kantung di dadanya yang bisa di gunakan untuk menggendong bayinya dan ia melompat -lompat kencang sekali ?",tanya Chen Si Lei kepada seorang pria berusia lima puluh tahun berjanggut tebal dan rambut nya merah,tubuhnya tinggi besar.
"Kanguru ", jawab pria paruh baya ini ramah sekali dalam bahasa Inggris kuno .
"Kanguru, lucu sekali ", puji Chen Si Lei menerima satu ekor kanguru kecil di atas pangkuan nya dari seorang gadis muda yang juga ber rambut merah.
"Iya namanya adalah Bella ",kata gadis itu tersenyum ramah pada Chen Si Lei.
"Kalau hewan kecil itu apa namanya ?", tanya Chen Si Lei menunjuk ke hewan di atas pohon buah cemara .
"Koala ",jawab gadis itu yang bernama Sandra.
"Ya di sini adalah Kerajaan Aborigin dan di arah timur adalah Istana Kerajaan kami .Kami adalah Raja dan putri kerajaan Aborigin ", kata pria paruh baya ini dan ia bernama Raja Paul Zane.
"Kalau kalian berdua siapa dan kenapa bisa terdampar di pulau kami?",tanya pria muda yang datang ke rumah hutan milik Raja Paul Zane.
"Kami berdua berasal dari Kekaisaran Tang Agung di Tionggoan dan Aku adalah seorang Kaisar Tang Si Lei dan wanita ini adalah kakakku yang bernama Tang Mi Lan ",jawab Chen Si Lei yang sangat senang sekali bisa bertemu dengan teman -teman baru di luar Tionggoan.
"Kaisar Tang Agung yang sangat terkenal di dunia itu ", kata Raja Paul Zane dan keluarganya yang memberi hormat kepada Chen Si Lei dengan menjabat tangan Chen Si Lei.
"Selamat datang di Kerajaan Aborigin kami",kata Putri Sandra Zane dan Pangeran Sean Zane.
" Ya terimakasih atas kebaikan dan penyambutan hangat dari kalian kepada ku", jawab Chen Si Lei menjura hormat kepada para teman barunya dari Kerajaan Aborigin di ikuti oleh Tang Mi Lan yang untungnya tidak protes saat Chen Si Lei sebut dia sebagai kakakku bukan ibuku di hadapan Raja Kerajaan Aborigin dan keluarganya.
"Baiklah, silakan Paduka ikuti kami ke Istana Kerajaan Aborigin kami ", kata Raja Paul Zane ramah sekali kepada Chen Si Lei dan Tang Mi Lan yang mengikutinya ke arah Istana Kerajaan Aborigin.
__ADS_1
Kota Besar Guangzhao.
Kapal milik Chen Song dan istrinya tiba di kota besar Guangzhao dengan selamat, dan mereka bertiga bersama anak mereka yang berusia tiga tahun bernama Chen Xiao.
Mereka mulai mencari tahu keberadaan Ibu mereka dan Chen Si Lei yang sudah lebih dahulu pergi dari pulau emas selatan untuk mencari dan menemukan adik Chen Si Lei yang bernama Yang Yang.
Mereka mengira bahwa Tang Mi Lan dan Chen Si Lei sudah tiba di kota besar yang sama dengan mereka, yakni kota besar Guangzhao, tapi nyatanya mereka tidak bisa menemukan keduanya di tempat mereka tiba di dekat pasar malam di daerah yang bernama jalan cahaya dua.
"Di mana ya kita bisa menemukan ibu dan adik Lei ?",tanya Chen Song kepada Nian Yu istrinya.
"Entahlah aku juga tidak tahu tetapi kita bisa coba untuk mencari besok hari saat kita sudah melepas lelah akibat perjalanan laut kita ", jawab Nian Yu yang ikut melihat sekeliling lokasi yang mereka datangi.
"Ya baiklah kita cari tempat untuk istirahat dahulu untuk Xiao Xiao bisa istirahat ", kata Chen Song menggendong anak laki-laki nya dan menggandeng tangan istri nya menuju ke tempat penginapan terdekat untuk mereka bertiga bisa istirahat.
Cuaca malam hari itu masih hujan deras sekali akibat badai tsunami di tengah lautan selatan dan badai topan di daratan selatan Tionggoan yang menyebabkan terjadinya longsor dan banjir bandang di berbagai daerah pedesaan terpencil di selatan.
Curah hujan yang tinggi berbeda dengan curah hujan salju yang membeku di atas wilayah utara Tionggoan dan sekitarnya, seperti Ibukota Kekaisaran Tang Agung yang beku tertutup es .
Sesosok pria dan wanita muda yang menggendong balita laki-laki berjalan di atas salju tebal untuk masuk ke dalam Ibukota Kekaisaran Tang Agung yang sangat ketat sekali penjagaan nya, maka mereka harus mengeluarkan surat izin masuk ke dalam Ibukota Kekaisaran Tang Agung kepada pihak keamanan .
"Terimakasih",kata Chen Lun pria muda itu begitu ia dan keluarga kecilnya dapat masuk ke dalam Ibukota Kekaisaran Tang Agung dari pihak keamanan.
Chen Lun dan Nian Chi serta anaknya berjalan bersama menuju ke kediaman adik perempuannya yang bernama Chen Li istri dari Menteri kesehatan Ning Yi.
"Di sana rumah menteri kesehatan Ning Yi ", jawab salah seorang dari warga yang berada di dalam Ibukota Kekaisaran Tang Agung yang menjawab Chen Lun .
"Terimakasih, Tuan ", kata Chen Lun ramah sekali kepada pria tua yang di tanya olehnya.
Kediaman Kementerian Kesehatan.
Di dalam rumah itu, Chen Li sedang menunggu suaminya pulang kerja dari Istana Kekaisaran Tang Agung, ia menunggu bersama putranya yang berusia dua tahun dan bernama Ning Xia Xia .
"Nyonya Besar ada tiga orang tamu yang datang ke rumah anda ", lapor petugas keamanan dan keselamatan rumah menteri kesehatan kepada Chen Li.
"Tiga orang tamu ?Siapa mereka ?",tanya Chen Li mengerutkan kening heran di cuaca ekstrem di tengah malam hari itu, ia kedatangan tamu ke rumahnya.
"Mereka bilang mereka adalah keluarga Chen dari pulau emas selatan ", jawab pria yang menjadi petugas keamanan dan keselamatan rumah menteri kesehatan Kekaisaran Tang Agung.
"Keluarga Chen ?Jangan -jangan ayah atau ibu atau kedua koko ku",kata Chen Li segera keluar dari ruangan utama keluarga nya untuk melihat ketiga orang tamu nya.
Setibanya Chen Li di halaman depan rumahnya, ia segera membukukan pintu untuk Chen Lun dan Nian Yu yang datang ke rumahnya bersama putra pertama mereka berdua yang bernama Chen Bao .
" Lun Gege ayo masuk ke dalam rumah ku",kata Chen Li menyambut kakaknya dan keluarga kakaknya.
"Lalu bagaimana dengan ibu dan Lei Lei ?", tanya Chen Li cemas kepada ibunya dan adiknya.
"Ya kami pun tidak tahu di mana mereka berdua berada ", jawab Chen Lun sedih.
"Sebenarnya Lei Lei bukan adik kita melainkan paman luar tiri kita karena Ibu Suri Ling sudah menceritakan riwayat asli Lei Lei yang sebenarnya ke seluruh negeri ini dan dunia sudah mengenal Tang Si Lei adalah putra tunggal Kaisar Tang Yu Feng dan Ibu Suri Ling",kata Chen Li menceritakan segala kejadian yang pernah terjadi di dalam Ibukota Kekaisaran Tang Agung saat Chen Si Lei akan di penggal oleh Kaisar Tang Yu Min kepada Chen Lun dan istrinya.
"Berarti ayah kita benar adanya kalau Chen Si Lei adalah penyebab kematian tiga orang adik kita ",kata Chen Lun mulai membenci Chen Si Lei.
"Bukan Chen Si Lei yang membunuh adik -adik kita tetapi Sekte Sesat Laut Kuning ,bibi Wen Li Sa, orang -orang Sekte Naga Sungai Li dan Dewa Halilintar",kata Chen Li meluruskan keterangan yang jelas untuk Chen Lun tidak menyalahkan Chen Si Lei.
"Tapi karena dia lah yang awalnya musibah yang menimpa keluarga kita",Chen Lun tetap menyalahkan Chen Si Lei sebagai penyebab kehancuran keluarganya.
"Koko tolong jangan salah paham terhadap Chen Si Lei karena kehancuran yang menimpa keluarga kita di sebabkan oleh kesombongan ayah kita sebagai Raja Kerajaan Selatan yang memiliki kemampuan yang sangat hebat sekali di dunia persilatan ", kata Chen Li berpikir rasional.
" Kau membela Chen Si Lei karena kau menjadi istri menteri Kesehatan nya. Aku tidak bisa terima semua yang telah terjadi pada keluarga kita. Aku tetap akan balas dendam kepadanya ", kata Chen Lun mengajak istri dan anaknya pergi dari rumah adiknya.
" Gege ",panggil Chen Li berlari ke gerbang pintu masuk ke rumahnya untuk bisa mengejar kakak dan kakak iparnya yang sudah lenyap dari depan rumahnya.
" Ah Li ada apa dan kenapa kau berada di luar rumah di cuaca ekstrem seperti ini ?", tanya Ning Yi suaminya yang baru saja pulang dari Istana Kekaisaran Tang Agung.
"Aku baru saja mendapatkan kunjungan tamu dari keluarga ku di pulau emas ", jawab Chen Li sedih .
"Ah ya, aku mengerti perasaan mu saat ini ", kata Ning Yi menggandeng tangan istrinya untuk kembali masuk ke dalam rumah mereka.
Kota Besar Shenyang.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti melakukan perjalanan untuk mencari tahu keberadaan Chen Si Lei dan Yang Yang hilang dari perlindungan mereka di kota bawah gunung Shimen. Kini tanpa di sadari oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya, mereka sudah masuk ke timur laut Tionggoan, yakni kota Shenyang.
" Kita sudah tiba di kota timur laut ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat ada banyak sekali orang -orang suku Liao ,Qing dan sebagainya berlalu lalang di sekitar jalanan lokasi yang mereka datangi ini.
"Istana Kekaisaran Man Chu berada di pusat kota Shenyang ", kata salah seorang dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menunjuk ke bangunan megah yang mirip tenda orang barbar di utara .
"Ya mereka sama -sama makan daging domba, onta dan kambing ", jawab salah seorang dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti lainnya.
" Ya sudah kita coba saja untuk mencari pengalaman terbaru di wilayah asing ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berjalan di depan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang mengelilinginya.
__ADS_1
Seekor keledai lari ke arah mereka di kejar oleh seorang gadis suku Man Chu yang berada di belakang keledai itu.
"Erl Hai berhenti kau !!", teriak gadis remaja itu melompat cepat dan duduk di atas punggung keledai dengan cepat dan berhasil menjinakkannya.
" Maaf keledai ku tak sengaja nyaris menabrak kalian semua ", kata gadis Man Chu itu kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya.
" Iya tak apa, Nona ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sopan kepada gadis itu.
" Terimakasih kalau begitu ", kata gadis itu segera pergi bersama keledainya ke arah lain di wilayah kota ituใ
"Gadis manchu itu mirip seseorang yang kita kenal ?Siapa ya?",tanya salah satu dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti baru sadar usai gadis muda itu sudah pergi dari mereka.
"Salah satu dari anggota Harem Kaisar Tang Agung ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menyadarkan mereka yang segera ingat kepada Selir Agung pertama Putri Lin Lin yang sudah meninggal dunia karena di bunuh oleh pihak musuhnya sendiri.
"Ya benar sekali anda",kata salah seorang dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti mengikutinya menuju ke pemukiman warga kota laut timur untuk bisa mendapatkan tempat tinggal untuk sementara waktu sampai musim dingin bisa berlalu.
Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih.
Dua orang gadis muda yang cantik jelita sekali berjalan bersama menuju ke arah pintu masuk ke dalam sebuah bangunan lama yang tertutup alang -alang yang berada di sekitar aliran sungai kuning.
"Di sini adalah markas besar Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih milik kakek ku dahulu ", kata Xue Erl gadis cantik jelita yang menunjukkan batu prasasti yang di kelilingi bunga -bunga teratai warna putih.
"Siapa nama kakek mu ?",tanya Aurora gadis kedua yang ikut bersama Xue Erl.
"Lauw Te ",jawab Xue Erl mengetuk batu prasasti tiga kali, lalu seorang gadis lain muncul di depan mereka berdua.
" Yan Na apa kabar mu ?",sapa Xue Erl untuk gadis pengemis itu.
" Cici Xue Erl ternyata kau yang datang ke markas besar Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih kami",sahut Yan Na gadis pengemis itu.
" Ya aku Xue Erl yang sudah datang ke markas besar kita ", jawab Xue Erl masuk ke dalam markas besar Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih di ikuti oleh Aurora.
Yan Na cepat mengantarkan mereka berdua menemui ayahnya yang menjadi Ketua Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih di pusat rumah besar yang berada di balik tebing pembatas sungai kuning yang melintasi berbagai kota di wilayah itu, termasuk dekat kota terlarang Beijing dahulu.
" Xue Erl aku sangat merindukan mu, keponakan ku ",sapa Lauw Yan Bi begitu ia melihat kedatangan keponakannya yang sudah di ketahui olehnya menjadi salah satu dari anggota Harem Kaisar Tang Agung dengan gelar Nyonya Selir Xue Erl.
"Paman Bi apa kabar ?", sapa Xue Erl sopan.
"Sangat baik, tentu saja aku sangat baik ", jawab Lauw Yan Bi melihat ke Aurora di samping Xue Erl dengan kagum sekali.
"Oh maaf, paman. Aku belum memperkenalkan adik madu ku yang bernama Selir Phing Phing kepada paman Bi",kata Xue Erl sopan.
Aurora menjura hormat kepada Ketua Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih yang menjadi paman dari Xue Erl.
" Hormat hamba kepada Paduka Selir Phing Phing ", sapa Lauw Yan Bi hormat.
"Ya salam kenal juga dari ku",kata Aurora sopan ikuti adat istiadat sapa Xue Erl kepada pria paruh baya ini.
"Mari kita bertemu dengan para anggota Sekte kita yang sudah menunggu mu selama ini ", kata Lauw Yan Bi memimpin Xue Erl dan Aurora menuju ke aula utama Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih.
Istana Kekaisaran Tang Agung.
Istana Permaisuri.
Li Shao Ning giat sekali dalam mempelajari ilmu -ilmu mukjizat yang pernah ia miliki di berbagai kehidupan masa lampau nya yang di satukan dengan ilmu silat sakti yang ia miliki di kehidupan sekarang ini untuk mempersiapkan diri untuk masa depan dinasti Tang Agung semakin Jaya dan untuk membantu Chen Si Lei dan Yang Yang di kehidupan mendatang.
"Aku harus memperkuat kemampuan diri ku untuk menolong Koko Lei Lei dan Yang Yang bisa bersama lagi dengan ku ",kata Li Shao Ning bersila di atas salju tebal yang menyelimuti dirinya.
Bagi semua orang tentu akan beku dan kesulitan dalam menghimpun tenaga sakti di musim dingin ekstrem tetapi bagi Li Shao Ning adalah suatu kenyamanan yang sangat ia butuhkan pada saat ini untuk mendapatkan kembali kekuatannya yang berasal dari bunga mawar merah es langit yang di terangi oleh cahaya dari rembulan kekuatan Yang Yang dan di selimuti oleh kekuatan Lotus Langit Selatan yang menjadi kekasih dan suami mereka berdua di Kekaisaran Langit.
"Aku harus kirim kekuatan ku kepada Yang Yang saat ini memerlukan bantuan ku ",kata Li Shao Ning menggunakan ilmu telepati untuk komunikasi dengan Yang Yang dan Chen Si Lei.
Kembali ke Pulau Keabadian.
Yang Yang tertidur pulas di lantai pagoda seribu tahun di pulau keabadian yang mengurungnya ,maka kekuatan telepati yang di kirim oleh Li Shao Ning kepada Yang Yang ter putus oleh kekuatan yang berasal dari Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl yang menguasai pulau keabadian itu.
Tetapi jiwa Yang Yang keluar dari tubuhnya dan berkeliaran di sekitar pantai laut selatan karena di sanalah gadis remaja itu minum pil pelupa yang mengandung dosis tinggi sekali sampai gadis itu meninggal dunia tanpa di sadari oleh Chen Lung Erl yang sama sekali tidak pernah ada maksud untuk membunuhnya karena Chen Lung Erl hanya ingin membuat Chen Si Lei sengsara batinnya saja.
Maka tubuh dan roh Yang Yang terpisah jauh sekali.
" Di manakah aku sekarang ?", tanya roh Yang Yang di dasar laut selatan atau di dalam Istana Kerajaan Selatan yang masuk ke dasar laut selatan karena badai tsunami yang dahsyat sehingga pulau emas selatan lenyap dari bumi.
Seekor ular raksasa warna hijau mendatangi roh Yang Yang serta menyerap roh gadis itu masuk ke dalam tubuh ular raksasa hijau itu.
" Mulai hari ini kau adalah seekor Siluman Ular Hijau peliharaan ku",kata seorang pria muda yang ternyata adalah Xi Bing Biksu muda yang berasal dari wilayah Tionggoan tengah.
"Ahh jangan kurung aku !!",jerit tangis roh Yang Yang terkurung dalam tubuh ular raksasa hijau itu.
Chen Lung Erl kembali ke selatan dengan ekspresi kosong di wajahnya melihat pulaunya tidak ada lagi.
__ADS_1
"Di manakah rumah ku?",tanyanya pada lautan luas yang tidak pernah bisa beri dia jawaban dari pertanyaannya.
Hanyalah angin laut yang mengombang -ambing perahunya menuju ke arah lain lagi.