Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Gelombang Kehidupan.


__ADS_3

Jurang Lembah Bunga kehampaan.


Butuh tiga menit bagi Sin Yue Qing membuka matanya. Keadaan fisik maupun di sekitar lokasi tersebut jauh lebih membuatnya sedih tidak terkira. Dia bahkan tak pernah menyadari bahwa Chen Si Lei berada di sekitarnya. Sin Yue Qing, yang tidak sanggup berdiri terlalu lama, kembali di gendong oleh Chen Si Lei .


" Sayang, hei...",Tangannya menggapai lemas.


" Kamu tidak perlu khawatir ada aku yang akan selalu menjaga mu ", kata Chen Si Lei membawanya ke sebuah goa yang berada di lembah itu.


" Kamu harusnya tidak perlu turun ke lembah bunga kehampaan untuk menolong ku!",Chen Si Lei mengabaikan permintaan Sin Yue Qing dan ia mulai sibuk untuk membersihkan goa itu.


" Sudah aku katakan kepada mu ,kamu itu isteri ku ,maka aku wajib untuk aku selalu ada untuk menjaga mu ", kata Chen Si Lei menaruh Sin Yue Qing di atas jubah luarnya yang ia letakkan di lantai batu di dalam goa itu.


Setelah menaruh barang bawaan dari perayaan musim panas di dekat dirinya, ia melihat Sin Yue Qing menarik lengannya yang besar dan memaksanya untuk bisa berbaring bersamanya.


" Ayolah sayang, kamu sungguh membuat aku tidak pernah bisa jauh dari mu ! Jangan sampai aku tergiur dengan keindahan tubuh mu !"kataChen Si Lei yang sudah memeluk Sin Yue Qing sambil berbaring di lantai batu di dalam goa itu.


" Paduka ?",panggil Sin Yue Qing manja sekali kepada Chen Si Lei.


" Jangan panggil aku Paduka !Kamu bukan bawahan ku !",


Chen Si Lei membelai lembut pipi kanan Sin Yue Qing dan ia menciumnya mesra sekali sampai Sin Yue Qing merasakan sentuhannya yang sangat hebat sekali, tapi Chen Si Lei menyentuh kening Sin Yue Qing dan merasakan suhu tubuh Sin Yue Qing hampir menyamai sinar matahari melunakkan gerakan yang di lakukan oleh Chen Si Lei pada istrinya itu.


" Sayang, kau sudah makan ?", tanya Sin Yue Qing lembut sekali kepada Chen Si Lei yang telentang dengan dada bidangnya terbuka.


Chen Si Lei menggeram seraya menggeleng lemah.


" Aku buatkan sup ayam teratai, ya ?", tanya Sin Yue Qing berdiri dan berpakaian rapi kembali.


Setelah itu,Sin Yue Qing berkelebat cepat untuk mencari dan menemukan serta menangkap ayam hutan dan memetik beberapa buah teratai di sekitar lokasi ini, Chen Si Lei memperhatikannya dengan senyuman yang sangat lembut sekali. Ia sangat paham dari cara Sin Yue Qing memperlakukannya tadi. Persis seperti ia akan pergi jauh dari sisi gadisnya.


" Aku sendiri akan menjadi gila dan bingung sendiri, jika aku terpisah darinya", kata Chen Si Lei dalam hatinya.


Tidak sampai setengah jam, Sin Yue Qing kembali dengan membawa semangkuk sup ayam teratai. Asapnya yang mengepul dan aroma nya yang menggoda bisa menarik kelopak mata Chen Si Lei untuk terbuka. Kegesitan Sin Yue Qing saat menaruh mangkuk di atas meja batu dan membantunya untuk duduk patut di acungi jempol.


" Yue Qing yang sedang sakit demam itu kau, harusnya aku yang membuatkan makanan sehat untuk mu tetapi malah kau yang membuatkan makanan untuk ku ", kata Chen Si Lei berdiri dan membantu Sin Yue Qing duduk di kursi batu.


" Kau juga demam dan kau juga harus banyak minum air putih yang banyak ", Sin Yue Qing menyerahkan secangkir kayu isi air putih kepada Chen Si Lei.


Meski sulit, Chen Si Lei memaksakan diri untuk meneguk nya sampai habis. Sin Yue Qing lalu memberikan mangkuk sup pada Chen Si Lei.


" Tidak di suapi, nih, sama kamu?",canda Chen Si Lei.


"Biasanya kau yang menyuapi aku kalau aku sedang sakit ", jawab Sin Yue Qing.


" Ih,sayang ku kau sungguh manis sekali",kata Chen Si Lei tersenyum, Sin Yue Qing mengambil sendok, tetapi Chen Si Lei menahannya.


" Kenapa ?Apakah kau tidak mau aku suapi?", tanya Sin Yue Qing menatapnya lembut.


" Aku laki-laki",Chen Si Lei mengambil sendok dan melahap supnya seperti orang yang menderita kurang gizi. Di sampingnya, Sin Yue Qing mengamati Chen Si Lei dengan tatapan mata kasih sayang terhadap suaminya itu. Di perhatikan seperti itu, Chen Si Lei lantas menyeruput sisa kuah hingga mangkuknya menutupi wajah nya.


Chen Si Lei makin terkejut ketika menemukan Sin Yue Qing yang masih bergeming saat supnya habis. Dia melambaikan tangan di depan wajah gadisnya itu.


" Hei sayang, Yue Qing ?",


Tersadar dari lamunan, Sin Yue Qing mengerjapkan mata dan cepat menyambar mangkuk sup Chen Si Lei.


" Lagi ?Masih ada, kok ,di panci ", kata Sin Yue Qing.


" Untuk mu saja. Aku mau minum lagi ", kata Chen Si Lei.


Sin Yue Qing melangkah ke dapur dadakan untuk mengisi cangkir. Dia baru sadar jika malam sudah turun saat menoleh ke luar pintu goa itu. Sekembalinya dari dapur, Sin Yue Qing malah menemukan Chen Si Lei sedang bersila di atas batu besar dalam goa lembah bunga kehampaan.


" Suamiku, ini minumnya !Kamu sudah cepat -cepat saja untuk berlatih ilmu baru !".


" Ya sayang ", jawab Chen Si Lei segera minum air putih dari Sin Yue Qing berikan kepadanya.


" Aku belum sempat mandi, apalagi ganti pakaian dari kemarin ", kata Sin Yue Qing yang berjalan keluar dari goa.


"Aku akan mencarikan mu pakaian baru, tunggu sebentar ", kata Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat ke arah pemukiman penduduk terdekat dan membeli dua pasang pakaian sederhana untuk mereka berdua pakai selama di dalam goa itu.


Tanpa sungkan, Chen Si Lei melepas pakaiannya dan mengajak Sin Yue Qing ke arah sungai kecil yang ada air terjun untuk mandi bersama. Pipi Sin Yue Qing serta -merta memanas. Chen Si Lei seolah tidak perduli dan dengan santai, ia pun membantu Sin Yue Qing mandi.


" Lain kali kalau mau mengajak aku mandi bersama harus minta izin dahulu, ya suamiku?", gerutu Sin Yue Qing.


Chen Si Lei nyaris tersedak air terjun.


" Apa kau bilang ?Apakah kau belum pernah melihat aku terbuka ?",


"Jangan di bahas !Kita harus cepat mandi nya!",teriak Sin Yue Qing memerah.


Bukannya cepat, Chen Si Lei malah menariknya untuk bermesraan di bawah air terjun.


" Ahh!!",jerit Sin Yue Qing.


Chen Si Lei tersenyum bahagia mendapatkan keuntungan dari Sin Yue Qing.


" Baiklah aku sudah nyaman dan bahagia ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke dalam goa bersama Sin Yue Qing.


" Ah aku mau tidur di sini ", kata Sin Yue Qing sudah berbaring di atas jerami.


Gadis itu lalu tertidur pulas di atas jerami. Chen Si Lei cemas sekali saat ia bisa menyadari suasana hati Sin Yue Qing yang kacau balau. Chen Si Lei kembali menyelimuti Sin Yue Qing dengan memeluknya erat dan membungkus diri mereka berdua dalam kain selimut dari wol.


Di bandingkan dengan keadaan tadi sore, Chen Si Lei kini merasa lebih baik meski suhu tubuhnya belum sepenuhnya turun ke batas normal. Dia duduk di samping Sin Yue Qing dan memperhatikan wajahnya yang cantik jelita sekali.


" Terimakasih, sayang ku ", ujar Chen Si Lei menunduk menatap Sin Yue Qing dan menciumnya lembut.


" Suamiku ", panggil Sin Yue Qing tiba-tiba dengan suara bergetar.


" Ya apa, sayang ?", tanya Chen Si Lei segera memeluknya erat.


" Apakah kau pernah merasa takut akan kehilangan diri ku ?", tanya Sin Yue Qing di pelukannya.


Mata Chen Si Lei lalu terpusat pada wajah amat cantik jelita sekali di hadapannya itu.


" Ya",jawab Chen Si Lei jujur dari sanubari nya yang ter dalam sekali.


" Lalu apakah kau selalu mencari tahu keberadaan ku ?",tanya Sin Yue Qing yang menangis tersedu -sedu.


" Ya tentu saja ", jawab Chen Si Lei.


" Aku sangat bahagia sekali bisa mendengarkan ucapan yang berasal dari hati dan mulut mu sendiri ", kata Sin Yue Qing masuk ke dalam pelukannya dengan lebih lembut lagi.


Menyerap penjelasan Sin Yue Qing, Chen Si Lei mengerti untuk dia harus bisa dan selalu bisa untuk selalu berada di sisi Sin Yue Qing setiap saat.


" Apakah kau juga selalu merindukan ku?",tanya Chen Si Lei lembut sekali kepada Sin Yue Qing.


Tangan Sin Yue Qing merengkuh wajahnya ke dalam pelukan istrinya tercinta ini.


" Ya, aku selalu merindukan mu. Sekali nya punya keberanian untuk ungkapkan rasa rindu ku dengan mu ",jawab Sin Yue Qing menciumnya lebih lembut lagi.


Chen Si Lei mempererat pelukannya untuk Sin Yue Qing nyaman bersamanya dan ia mulai memulai kembali kegiatannya untuk menyenangkan hati Sin Yue Qing.


" Harusnya kita setiap hari untuk saling berbagi dan membicarakan tentang kita berdua ", bisik Chen Si Lei di telinga Sin Yue Qing.


Sin Yue Qing tersenyum manis sekali untuknya dan Chen Si Lei membalasnya dengan belaian kasih sayang yang sangat dalam sekali hanya untuk seorang Sin Yue Qing,lalu beberapa jam setelah itu mereka berdua tertidur pulas di jerami dan mereka berdua saling berpelukan mesra satu sama lainnya.


Kehangatan sinar matahari membelai kelopak mata Sin Yue Qing hingga terbuka, sosok Chen Si Lei adalah yang pertama dia lihat. Suaminya itu bersila di atas batu depannya dan terlihat fokus untuk menghimpun tenaga dalam dengan ilmu mukjizat menyerap energi matahari, langit dan bumi serta seluruh alam semesta yang berada di sekitar lembah bunga kehampaan.


Sadar di perhatikan, Chen Si Lei menghentikan kegiatan paginya dan menoleh kepada Sin Yue Qing dan tersenyum lembut sekali kepada istrinya itu.


" Sayang,tidurmu pulas sekali. Apakah perasaan mu sudah lebih baik ?",

__ADS_1


"Aku pikir aku bisa lebih baik hari ini ", jawab Sin Yue Qing tersenyum manis sekali kepada Chen Si Lei.


Setelah kesadarannya terkumpul, Sin Yue Qing melirik ke luar goa untuk melihat dan mengetahui sudah berapa lama dia tidur.


" Wah sudah siang hari ", kata Sin Yue Qing cepat berdiri dan belum sempat ia melontarkan satu kata, dorongan dari kantung kemih serta -merta menyeretnya masuk ke kamar mandi.


Tak lama berselang, Sin Yue Qing kembali dengan langkah agak terhuyung dan ia cepat di peluk oleh Chen Si Lei.


" Terimakasih, suamiku. Sepertinya kamu sangat cocok untuk menjadi tabib ku. Kalau tidak terlalu besar jasa mu untuk ku. Aku tidak mungkin bisa sebahagia ini ",kata Sin Yue Qing lembut sekali kepada Chen Si Lei.


" Ya sayang ku ,kau istirahatlah lagi",jawab Chen Si Lei membaringkan Sin Yue Qing di jerami dan menyelimuti gadis itu lagi.


Kemudian Chen Si Lei melakukan kegiatan masak untuk makan siang bersama Sin Yue Qing.


" Aku tadi membeli daging kecap untuk mu dan semoga kamu suka masakanku yang sederhana ini",kata Chen Si Lei duduk di jerami dan menyuapi makan siang Sin Yue Qing.


" Enak sekali daging kecap dan bubur ubi ciptaan mu ", puji Sin Yue Qing terharu dengan rasa cinta dan kasih sayang yang sangat dalam sekali yang Chen Si Lei berikan kepadanya.


" Ah jika kau suka dengan masakanku. Aku akan setiap hari memasak makanan untuk mu agar kamu selalu sehat dan bahagia serta bisa secepatnya memberiku hadiah mu ",jawab Chen Si Lei melirik ke arah bawah perut Sin Yue Qing.


Sin Yue Qing memutar bola matanya.


" Ahh begitukah mau mu dengan merawat ku ?", tanya Sin Yue Qing mencubit pipi Chen Si Lei gemas.


" Ya tak masalah ,jika kita menambahkan keluarga baru lagi untuk meramaikan rumah kita ", jawab Chen Si Lei menciumnya mesra sekali.


" Kenapa tidak kita melihat beberapa tempat di sekitar lokasi ini ?",tanya Sin Yue Qing usai makan siang bersama suaminya yang sangat baik hati dan hebat itu.


" Ya boleh asal aku minta satu lagi dari mu",jawab Chen Si Lei tersenyum nakal.


" Apa kau ingin kita mandi bersama lagi ?", goda Sin Yue Qing.


"Jika kamu menginginkan kita berdua bisa mandi mandi bersama lagi, ya aku sangat senang sekali ", jawab Chen Si Lei dengan nada lebih menggoda lagi pada Sin Yue Qing.


Tubuh Sin Yue Qing berputar kembali ke arah nya.


" Heh ,jangan curi -curi kesempatan lagi, ya!Aku tidak mau air terjun masuk ke dalam tubuh ku !Apalagi ikan kecil sampai masuk juga ?",


Chen Si Lei memakai pakaiannya yang sederhana tapi tetap rapi dan bersih serta berkelas.


" Ah ya deh,kau mandi sendiri saja .Aku lanjutkan latihan ku dulu untuk ular naga ku bisa tersesat dalam goa indah mu ",


Sin Yue Qing mengerang sambil mengepalkan tangannya ke Chen Si Lei sebelum keluar dari goa. Pria itu terkikik puas ,sampai matanya menangkap pedang yang berada di tengah goa itu.


Alis hitamnya bertaut dan memainkan pedang mukjizat langit naga siluman milik Sin Yue Qing dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Guo yang di padukan dengan ilmu pedang rajawali emas sakti dengan gerakan ekor naga menggulung angin musim semi.


Wuttttt !!


Singggg !!!


Cringgg !!


Crashhh !!


" Wahhhhhhh ", Kini,Chen Si Lei mempelajari ilmu mukjizat pedang naga Siluman Angsa Putih dan ular hijau serta ilmu pedang bunga kehampaan dengan sangat cepat sekali sehingga batu -batu dalam goa itu hancur oleh serangan ilmu baru Chen Si Lei.


Sampai di jurus ke dua puluh sembilan, Chen Si Lei masih asyik sendirian di goa, mengolah ilmu -ilmu mukjizat sakti milik Sin Yue Qing sambil sesekali di padukan dengan ilmu -ilmu mukjizat nya sendiri.


Ketika kedua ilmu mukjizat berhasil di satukan, seseorang mencengkeram lengan nya hingga dia menoleh ke belakang.


" Hei sayang !",


"Apa yang 'hei!? Ini pedang aku !!"Sin Yue Qing merenggut pedangnya dari kedua tangan Chen Si Lei.


" Aku harus menyelesaikan ilmu -ilmu mukjizat mu di satukan dengan ilmu -ilmu mukjizat ku",jawab Chen Si Lei.


" Begitukah? Ataukah ingin sekali menyelidiki pedang ku ini sudah di miliki oleh siapa saja ?", Sin Yue Qing menyerahkan pedangnya.


Sin Yue Qing harus mengakui jika Chen Si Lei ahli mengolah pedang mukjizat dan juga makanan dan minuman.Warna pedang miliknya menjadi lebih cerah dan aroma dimsum kuah nya menerbitkan air liur.


" Di air terjun tadi, aku berpikir untuk menyerahkan semua kegiatan hari ini ke tangan mu ",


"Air terjun apa ?Ada ular naga nya, tidak ?",


"Hei dasar kau....",Sin Yue Qing tergoda untuk melempar mangkuknya ke arah Chen Si Lei.


" Ya galak sekali sih kamu ",kata Chen Si Lei tersenyum jahil kepada Sin Yue Qing.


Mendapat kebebasan setelah menguasai ilmu mukjizat serta kemampuan diri yang terbaru, membuat Chen Si Lei girang. Kalau mau iseng,dia bisa saja minta Sin Yue Qing menjadi sumber inspirasi nya selama satu hari. Secara tidak sadar dan tidak langsung, istrinya itu juga yang menyebabkannya sebuah hasil yang maksimal kemarin. Namun ketelitian Sin Yue Qing saat merawatnya dengan baik dapat mengurungkan niat iseng tersebut.


" Kemarilah ",Sin Yue Qing menghampiri Chen Si Lei yang langsung memeluknya.


Chen Si Lei nyengir begitu dia berhasil meluluhkan hati Sin Yue Qing dan ia sudah cepat menciumnya mesra sekali.


" Tidak buruk", kata Sin Yue Qing sambil sarapan pagi, dan Chen Si Lei mengamati dirinya dengan tatapan mata kasih sayang terhadapnya.


" Ayolah sayang kita bisa berangkat keluar dari tempat ini ", kata Chen Si Lei.


" Salah satu dari tujuan utama dari kita keluar adalah misi mencari dan menolong Melani ", Chen Si Lei memaparkan.


" Mau ke gunung Thai San ?Tinggal panggil burung rajawali putih sakti mu saja sekitar dua atau tiga kali panggilan saja ", kata Sin Yue Qing yang bersandar pada dada bidangnya.


"Ya baiklah, kita panggil burung rajawali putih sakti .Sekalian kita bisa mencari dan menemukan Lao Gu dan You Sa Sa yang aku dengar mereka berdua terjatuh ke dalam jurang gurun Gobi bagian lainnya ", jawab Chen Si Lei menggendongnya dan menaruhnya di atas punggung burung rajawali putih sakti.


" Wah cepat sekali dia datang untuk membantu kita berdua !", sorak sorai Sin Yue Qing gembira sekali.


Ibukota Kekaisaran Tang Agung.


Sekolah Lembaga Tinggi Kekaisaran Tang Agung.


Matahari tiba di puncak langit ketika Li Kuan Yew dan Xuan Ji sampai di taman pendidikan. Mereka beruntung karena sempat menyaksikan pergantian penjaga di depan gedung sekolah. Seragam penjaga yang berupa keserasian yang sangat menarik sekali sampai Tang Yang Zi melihat mereka berdua dengan menahan tawanya demi kesopanan.


" Aku kira cuma warga lokal yang sudah tiba di gedung baru ", kata Tang Yang Zi sambil melahap buah lengkeng untuk sekian kalinya.


" Lumayan untuk hiburan ", kata Li Kuan Yew memuji keterampilan para penjaga di depan pintu gerbang sekolah.


" Jadi, kamu suka dengan para gadis yang suka sekali makan ?", tanya Xuan Ji .


" Heh!",Li Kuan Yew bingung dengan kekasihnya tiba-tiba merajuk dan masuk ke dalam sekolah tanpa pamit kepadanya.


Selanjutnya Tang Yang Zi meledeknya dan masuk ke sekolah dengan sikap khas nya sebagai seorang putri terhormat.


Di tempat lain, Pangeran Muda Lin Xiao Xin dan Putri Wilana berteduh di bawah pohon rindang yang berada di sekitar gedung Kementerian. Ada air mancur yang berbentuk bundar yang menjadi pusat perhatian gedung kementerian. Beberapa orang juga sedang istirahat jam makan siang, sebagian lagi duduk dan sibuk hal lainnya.


Pangeran Muda Lin Xiao Xin menghela napas panjang.


"Apakah kau pernah merasa sangat bosan ?",


Putri Wilana yang masih asyik mengunyah makanannya hanya membalasnya dengan tatapan.


Tatapan mata Pangeran Muda Lin Xiao Xin tertuju ke depan.


"Manis ku,aku jarang pergi keluar dari tempat kerja ku seperti ini. Setiap musim panas, aku pasti mengisi sesi liburan musim panas. Tempat berlibur terdekat hanya ke rumah saudari ku .Sejak dua tahun terakhir, ibuku sering meminta ku untuk menikah dengan wanita -wanita pilihannya ",


"Terus, letak bosannya di mana?",tanya Putri Wilana istri sah nya yang pertama.


Pangeran Muda Lin Xiao Xin terkekeh samar.


" Aku merasa hidupku terlalu di atur oleh orang tua ku.Menikah,berkarier ,kadang -kadang juga masalah keturunan. Berulang -ulang. Sampai aku berada di titik jenuh dan memutuskan untuk mencari yang baru ",


Putri Wilana kembali teringat makan siangnya dengan Putri Kao Yan istri kedua Pangeran Muda Lin Xiao Xin tempo hari. Ada beberapa lubang yang dia rasakan saat Putri Kao Yan mengubah topik ke topik lain. Begitu pula dengan Pangeran Muda Lin Xiao Xin. Apa suaminya ini sedang membutuhkan seorang gadis lain untuk mengisi hatinya yang hampa,tapi bingung ingin di cari di mana ?.

__ADS_1


"Menarik ", kata Putri Wilana.


" Ya aku sudah menemukan seorang gadis yang bisa membuat ku bahagia dan damai ", jawab Pangeran Muda Lin Xiao Xin jujur sekali kepada istrinya.


" Siapa gadis yang kau inginkan itu ?", tanya Putri Wilana.


"Putri Tang Yang Zi tapi ia masih sekolah, dia masih remaja dan belum dewasa ", jawab Pangeran Muda Lin Xiao Xin terdiam tiba-tiba. Ada jeda yang lama sebelum dia kembali bicara.


" Aku tidak tahu harus bagaimana cara aku bicara kepada orang tua ku dan Ibu Suri Ling dan Kaisar Tang Agung ", kata Pangeran Muda Lin Xiao Xin lagi.


" Baiklah aku yang akan bicara kepada ayah dan ibu serta Ibu Suri Ling untuk kau bisa melamar dan menikah dengan Putri Tang Yang Zi ", kata Putri Wilana yang memahaminya dengan tulus.


"Aku pikir aku harus bercerita kepada mu tentang hubungan ku dengan Putri Tang Yang Zi ", gumam Pangeran Muda Lin Xiao Xin.


Putri Wilana hampir tersedak saat mendengarkan pengakuan tadi. Dia menatap Pangeran Muda Lin Xiao Xin dengan mata terbeliak.


"Kamu seperti seorang yang tidak punya teman untuk berbagi ", kata Putri Wilana tersenyum.


Pangeran Muda Lin Xiao Xin tersenyum simpul.


" Kamu pun juga jarang sekali berbagi curahan hati mu kepada ku ",


"Apa ?Oh",Putri Wilana mengguncang guci arak nya sambil berpikir.


" Pernah. Bosan karena menjadi seorang pangeran muda dari Kekaisaran Tang Agung. Kamu pasti pernah mengalaminya, kan ? Tamasya termudah yang aku lakukan biasanya pergi ke pedesaan dengan beberapa teman kerja ku . Kalau aku ingin pergi jauh dan semoga bisa membuang semua kejenuhan ku setelah lima atau enam tahun hidup ku tak bebas ", kata Pangeran Muda Lin Xiao Xin cerita diri nya sendiri .


" Kalau dengan menikahi Putri Tang Yang Zi bisa membuat mu bahagia?",Putri Wilana menarik napas.


" Ya aku akan berterimakasih sekali kepada mu ",jawab Pangeran Muda Lin Xiao Xin berdiri dan meninggalkan istrinya seorang diri di tempat itu.


Putri Wilana mengerang.


" Ya aku lakukan untuk mu ",jawab Putri Wilana dengan tatapan mata sedih.


Istana Putri Tang Yang Zi.


Pada malam hari itu, Pangeran Muda Lin Xiao Xin mendatangi kamar tidur Putri Tang Yang Zi yang sedang membaca buku untuk ujian semester pertama tahun ini.


" Aahh!",Tang Yang Zi terkejut saat mendapati Pangeran Muda Lin Xiao Xin sudah di belakangnya dan memeluknya erat.


Seringai menghiasi wajah Pangeran Muda Lin Xiao Xin dan menciumnya lembut dan mesra.


" Kamu punya hobi untuk mengganggu waktu belajar ku ,ya, Xin Gege ?",


"Ya, maaf !", Pangeran Muda Lin Xiao Xin menyerangnya dengan ciuman yang sangat menarik sekali.


Tang Yang Zi tidak bisa menjawab dan malah membiarkan Pangeran Muda Lin Xiao Xin melakukan sesuatu yang menyenangkan hatinya.


Gadis itu mendesah lembut.


"Astaga, Xin Gege. Kita harus berhati - hati ",


Ketika Pangeran Muda Lin Xiao Xin memasukinya lagi, Putri Tang Yang Zi terlena dan tersentak.


Keesokan paginya, Pangeran Muda Lin Xiao Xin sudah pergi dari kamar tidur Putri Tang Yang Zi dan kembali ke rumahnya.


Putri Tang Yang Zi tersenyum manis sekali dari jendela kamar tidurnya dengan rambutnya terurai lepas.


" Aku sangat mencintainya dan aku iklas memberikan apa saja yang aku miliki untuknya", kata gadis itu menatap siluet punggung Pangeran Muda Lin Xiao Xin yang berjalan bersama Putri Wilana untuk bekerja di tempat kerja mereka masing - masing.


Istana Putri Tang Yang Mi.


Ao Hung bersyukur Tang Yang Mi berada di belakangnya di sepanjang perjalanan pulang tadi. Gadis itu akan mencabiknya habis -habisan jika tahu seringainya bisa bertahan sampai mereka menikah tidak lama lagi. Sekilas dia mendengar gerutuan Tang Yang Mi yang malah semakin menghiburnya.


" Ya, harus di akui kalau mencintai seseorang itu harus memiliki keberanian untuk ungkapkan perasaan cinta ", kata Ao Hung setibanya di depan Istana Putri Tang Yang Mi.


" Wah kau semakin lama semakin pintar juga bicara soal cinta ", kata Tang Yang Mi memeluknya.


Ao Hung membalas pelukannya dan menemaninya berjalan - jalan di sekitar taman nasional Istananya di bagian Keputrian khusus untuk adik Kaisar Tang Agung.


Kota Besar Cheng.


Setelah melewati satu tahun pertama dari pernikahannya dengan Adipati Luo Yan Zen. Putri Tang Yang Ying Ying mendapatkan kenyataan bahwa suaminya sangat baik sekali kepadanya dan ia pun merasakan kebahagiaan yang luar biasa dan ia berharap bisa segera memberikan keturunan untuk suaminya.


Tapi, ia tidak pernah tahu bahwa Adipati Luo Yan Zen juga mencintai Jin Xi adik sepupu suaminya sendiri.


Seperti saat ini,Adipati Luo Yan Zen bersedekap dengan tatapan yang terpusat pada Jin Xi di sebuah Istana kecil yang di bernama paviliun taman bunga seruni.


" Bagaimana rasanya jadi suami seorang putri ?", tanya Jin Xi .


Adipati Luo Yan Zen menghentikan kegiatan dan membalas tatapan Jin Xi.


" Kenapa kau bicara seperti itu ?Apakah kau tidak pernah tahu tentang perasaan ku ?",


"Beda Koko. Kamu di takdirkan menjadi seorang Adipati sejak lahir dan suami dari Putri Yang Ying Ying adik Kaisar Tang Agung ", tukas Jin Xi cepat.


" Lalu kau sendiri apa ?Kau juga seorang putri dari Kerajaan Jin sebelum kamu menjadi sepupu terkecil dan tersisa di dalam lingkungan keluarga ku ",Adipati Luo Yan Zen menarik gadis itu untuk memeluknya.


Jin Xi meringis ,lalu ia tidak bisa bicara karena Adipati Luo Yan Zen menciumnya mesra sekali sampai ia tidak bisa menolak untuk mencintai sepupunya sendiri.


" Aku tahu kau juga mencintai ku ,kan?",Adipati Luo Yan Zen menatapnya.


Mata Jin Xi terkurung dalam sepasang bola mata tajam sepupunya dan ia hanya bisa menggangguk kepala untuk menjawabnya.


"Kalau begitu aku ingin menjadikan mu sebagai istri kedua ku ",kata Adipati Luo Yan Zen mengangkatnya untuk di bawa ke kamar tidurnya.


Kini ,Jin Xi membiarkan pria yang menjadi kakak sepupunya itu melakukan hal itu kepadanya dan ia tidak merasa bersalah kepada Putri Yang Ying Ying istri sah dan resmi dari sepupunya itu.


Lembah Gurun Gobi.


Sudah lewat dua hari lamanya. Lao Gu memberikan pertolongan kepada You Sa Sa gadis kecil usia tiga belas tahun yang jatuh bersamanya ke lembah gurun Gobi .Lao Gu sempat mengira gadis kecil ini akan meninggal dunia karena jatuh dari ketinggian.


Tapi ia tidak pernah putus asa untuk memberikan pertolongannya untuk You Sa Sa bisa hidup dan di tengah lamunan, tanpa di duga gadis kecil ini terbangun dari pingsan nya selama dua hari.


" Aku pikir kamu akan meninggal dunia ", kata Lao Gu memeluk gadis kecil itu.


Tengkuk You Sa Sa meremang saat ia di peluk oleh Lao Gu dan ia merasakan hati yang sangat bahagia.


" Maaf, paman .Saya telah membuat anda cemas ", kata You Sa Sa halus.


Akibat terlalu lama memeluk,Lao Gu sampai tidak sadar situasi mereka saat ini. Ia segera bersiaga penuh karena tiba-tiba muncul seorang gadis remaja cantik jelita dan berpakaian ala suku Hui sedang mengamati mereka berdua. Ekspresi wajah gadis itu sedang mencurigainya.


" Apa ?", tanya Lao Gu galak sekali kepada gadis remaja suku Hui.


" Berapa usia mu ?",tanya gadis suku Hui nada keras.


"Dua puluh lima tahun ", jawab Lao Gu polos.


Tanpa di duga, gadis itu menarik lengannya dan memaksanya untuk bertukar pakaian dengan pakaian pengantin Suku Hui.


"Kakak mau apa kepada paman Fang Lan ku ?",tanya You Sa Sa melihat gadis itu menarik Lao Gu untuk pergi bersama ke arah perkampungan untuk suku Hui .


" Apa yang kau lakukan kepada ku?",tanya Lao Gu terbelalak kaget karena dirinya di bawa ke depan altar Buddha dan para leluhur Kekaisaran Suku Hui dan berdiri berdampingan dengan gadis remaja itu.


" Kita akan menikah secara resmi untuk ayahku tidak menikahkan ku dengan Raja Sekte Sesat Naga Hitam ",jawab gadis itu.


" Tapi kau siapa ?", tanya Lao Gu bingung tetapi ia mengikuti ritual pernikahan dari suku Hui .


Sementara itu, You Sa Sa semakin panik saat mendengar derap kaki dan teriakan barbar dari gerombolan sayup -sayup terdengar mulai mendekat.


Tangan pertama yang terulur ke arah gadis kecil itu adalah tangan seorang pria tampan berusia lima belas tahun dan dia adalah murid utama Sekte Thai San Pai.

__ADS_1


" Ikuti aku ,atau kau akan mati ",


__ADS_2