
Pada tengah malam hari menjelang hari ke empat Chen Si Lei pulang ke Istana Kekaisaran Tang Agung untuk hadir di hari peringatan satu tahun mangkatnya Kaisar Tang Yu Feng, di sebuah Istana Kekaisaran Tang Agung bagian belakang telah terjadi pertempuran yang sedang berlangsung sejak menjelang malam hari yang di lakukan oleh para pasukan Kekaisaran Tang Agung melawan para musuh sakti sesat dari Sekte Sesat burung hitam cabang delapan yang bersembunyi di Istana bagian belakang sekali dari lingkungan Istana Kekaisaran Tang Agung.
Tepat tengah malam setelah menemani Li Shao Ning yang baru saja kembali ke sisinya, maka Chen Si Lei segera menyusul para pasukannya untuk menghabisi para Sekte Sesat burung hitam cabang delapan sesuai petunjuk dari Li Shao Ning berikan kepadanya.
Di tengah perjalanan menuju ke istana belakang, Chen Si Lei melihat ada seorang gadis remaja berusia lima belas tahun bertarung melawan seorang pria sakti dan sadis sekali dengan ilmu pedang mukjizat sesat untuk menghadapi gadis sakti itu dan di dekat gadis itu ada burung rajawali emas sakti sedang bertarung sengit melawan para musuh sakti sesat dengan hebat sekali.
Wuttttt
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk menolong burung rajawali emas sakti nya.
"Aku sudah tahu bahwa kau sudah melakukan hal yang tepat untuk menolong Li Shao Ning dan membantu Miya . Sekarang kau harus menjaga dirimu dan kawan-kawan mu di rumah khusus mu",kata Chen Si Lei kepada burung rajawali emas sakti yang segera mematuhi nya.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Miya hati - hati ", kata Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis pedang milik seorang pria ganas yang menyerang Putri Miya dengan ilmu pedang mukjizat sesat.
Wuttttt !!
Cranggg !!
"Koko Lei Lei tangan ku",kata Putri Miya mengeluh tangan kanannya terluka oleh pedang mukjizat sesat milik musuhnya.
"Miya kau terluka ", kata Chen Si Lei segera melindungi Miya dari serangan maut pedang mukjizat sesat dari pria ganas itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Cranggg !!
"Aghhhhhh !!", teriak pria ganas itu terkejut sekali karena pedangnya hancur oleh Chen Si Lei.
"Lancang sekali kau berani menyerang dan melukai Selir ke tujuh ku!!",hardik Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala pria ganas itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
"Miya sinilah perlihatkan telapak tangan kanan mu",kata Chen Si Lei menarik Miya ke dekatnya untuk Chen Si Lei bisa melihat luka dan mengobati luka pada tangan gadis itu.
"Sakit sekali tangan ku koko",kata Miya menggigit bibirnya untuk menahan sakit pada telapak tangan kanannya.
"Jangan khawatir aku bisa menyembuhkan luka mu, jika kau sakit jangan di tahan ..Kau menangis saja ", kata Chen Si Lei halus untuk menghilangkan rasa sakit yang membuat Miya menahan tangis nya.
Miya menangis sesuai perkataan Chen Si Lei yang memberikan obat pil air mata burung phoenix untuk menyembuhkan luka pada telapak tangan kanan Miya.
"Sudah tidak sakit lagi, kan?",tanya Chen Si Lei membalut luka telapak tangan kanan Miya dengan saputangan miliknya sendiri.
Miya menggangguk kepala sambil menangis sampai Chen Si Lei memeluknya agar gadis itu tenang kembali.
"Sekarang kamu bisa pulang ke Istana mu ",kata Chen Si Lei memerintahkan para Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti untuk mengantarkan Miya untuk pulang ke Istananya.
"Aku tidak bisa pulang karena aku belum menunaikan perintah mu untuk mencari dan menemukan kakek itu. Aku harus pergi lagi ", kata Miya yang sudah ingin pergi lagi.
Tapi Chen Si Lei menahannya dan menariknya untuk di ajak pulang ke Istananya yang berada di dalam Istana bagian harem Kaisar Tang Agung khusus untuk para Selir Kaisar Tang Agung.
"Ahh koko ", kata Miya di panggul oleh Chen Si Lei berkelebat cepat dan menaruh Miya di dalam Istana Selir Ke Tujuh.
"Diam di sini sampai aku datang kembali untuk menemui mu",perintah Chen Si Lei memerintahkan para staf khusus Selir ke tujuh untuk merapikan Miya.
"Siap Paduka hamba laksanakan ", jawab para staf khusus Selir ke tujuh serentak patuh kepada Chen Si Lei.
"Mandi dan berpakaian tidur dengan rapi lalu tidur dengan patuh kepada ku",kata Chen Si Lei menatap tegas kepada Miya yang menundukkan kepala untuk patuh kepadanya.
Lalu Chen Si Lei berkelebat cepat untuk kembali menuju Istana belakang dan tiba tepat waktu untuk menghadapi seorang pria yang menjadi pemimpin Sekte Sesat burung hitam cabang delapan yang di hadapi oleh Raja Iblis Barat dengan hebat sekali.
"Locianpwe mundurlah dan habisi saja yang lainnya. Aku yang akan menghadapi dan menghukumnya ", kata Chen Si Lei menggunakan kipas untuk membuyarkan hawa sesat berbahaya bagi keselamatan Raja Iblis Barat yang segera mematuhi nya.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau sudah datang rupanya ", kata pria itu.
"Panggil Aku Kaisar Tang Agung di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung",kata Chen Si Lei menatap ganas sekali sehingga pria itu bergidik ngeri melihat tatapan mata ganas sekali dari Kaisar Tang Agung.
"Kau tidak pantas untuk menjadi Kaisar Tang Agung untuk Tionggoan karena kau adalah seorang anak pembawa sial bagi Dinasti Tang Agung ", kata pria ganas itu menyerang Chen Si Lei dengan ilmu mukjizat sesat yang sangat berbahaya bagi keselamatan Chen Si Lei.
"Ohya ??Rasakan ini hukuman mati mu dari ku",kata Chen Si Lei dingin sekali dan menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga pria ganas itu tewas seketika itu juga.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Chen Si Lei tidak mempedulikan jasad pria ganas itu melainkan berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat yang berada di dalam Istana suram itu.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
"Paduka hawa mukjizat sesat di sekitar tempat ini sangat kuat sekali",lapor Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sedang membabat habis sejumlah besar musuh yang mengeroyok dirinya dengan ilmu golok sakti.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan kipas untuk membuyarkan hawa sesat berbahaya bagi mereka semua yang berada di seluruh wilayah istana itu.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Setelah Chen Si Lei membuyarkan hawa sesat itu,para pasukannya bisa segera menghabisi semua musuh yang berkumpul di tempat itu dengan kepandaian ilmu mukjizat mereka masing - masing.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
"Penggal mereka semua ", perintah Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat dan menghancurkan semua senjata pihak musuh sakti sesat dengan ilmu mukjizat Gunung Ling.
"Siap Paduka hamba laksanakan !!", sahut para pasukannya.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Chen Si Lei berkelebat cepat masuk ke dalam Istana ini untuk mengetahui isi di dalam Istana belakang itu di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti sesudah menghabisi para musuh mereka dengan kehebatan mereka masing - masing.
"Paduka coba lihat di patung cantik ini",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat patung Dewi sesat yang mengandung hawa sesat kuno sekali.
"Mundur ", perintah Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang Gunung Ling untuk ia bisa melihat wanita cantik jelita yang menyamar sebagai patung Dewi yang ingin membunuh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao begitu berada di dekat patung itu.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao segera mundur sesuai perintah Chen Si Lei tepat waktu ,pada saat bersamaan dengan wanita ganas sekali itu menyerangnya dan Chen Si Lei menggunakan kipas dengan ilmu mukjizat Gunung Ling yang sangat hebat sekali sehingga wanita itu tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Paduka terimakasih atas pertolongan Anda kepada hamba ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kaget sekali karena serangan maut berbahaya bagi nya tadi yang untungnya di selamatkan oleh Chen Si Lei dengan cepat.
"Maka itu kau harus hati - hati setiap langkah mu ",kata Lauw Yi Chen menariknya untuk berjalan bersama -sama dengan yang lainnya di sekitar Chen Si Lei.
Semakin lama semakin jauh dan semakin dalam menuju ruangan dalam Istana tersebut, mereka menemukan banyak sekali barang -barang sesat berbahaya bagi keselamatan seluruh Istana Kekaisaran Tang Agung.
"Gila mereka sudah sejauh ini merencanakan pembunuhan massal terhadap semua orang di Istana Kekaisaran Tang Agung ", kata Chen Si Lei marah sekali kepada pihak musuh yang licik.
__ADS_1
"Paduka sebaiknya kita hancurkan saja seluruh bangunan istana ini untuk kita buat suatu hal baru untuk menghadapi mereka ", kata Chen Ming San yang ikut juga dalam misi ini.
"Ya kau benar sekali. Ayo kita keluar dari tempat ini",kata Chen Si Lei.
Sesudah mereka berada di luar bangunan tersebut, maka Chen Si Lei gunakan ilmu mukjizat awan naga menggulung angin musim semi menghantam hancur bangunan istana itu .
Wuttttt !!
Blaarrrr !!
Bruakkk !!
Chen Si Lei melihat ada seorang kakek tua renta tersenyum lembut sekali kepada Chen Si Lei yang segera menyadari bahwa kakek itu adalah roh Kaisar Tang dahulu, yaitu kakeknya sendiri yang terbebas dari penderitaan duniawi sebelum masuk ke alam sesudah meninggal dunia.
"Yeye selamat jalan dan cepatlah reinkarnasi kembali menjadi manusia yang lebih baik lagi ", kata Chen Si Lei bersujud hormat kepada roh kakeknya yang ternyata menunjukkan jalan untuk membasmi para musuh yang berbahaya bagi dirinya dan keluarganya.
Semua para pasukannya segera ikut sujud karena melihatnya bersujud hormat kepada sesuatu yang tidak bisa mereka lihat tetapi dirinya bisa melihat arwah kakeknya sendiri.
"Cucu ku jaga dirimu, keluarga mu dan Dinasti mu .Yeye menyayangimu ",kata roh Kaisar Tang generasi kedua menyentuh Chen Si Lei yang merasa dingin tetap dia merasa bahagia.
"Yeye tenanglah urusan duniawi biar cucu yang menanganinya untuk para Yeye ,Nainai ,khung khung ,Waipo bahagia di alam Surga",kata Chen Si Lei menerima genggaman tangan roh leluhurnya yang tiba-tiba muncul semuanya, termasuk Huang Ama nya.
"Lei Lei bocah nakal kesayangan Huang Ama jaga dirimu baik - baik dan ingat semua pesan Huang Ama untuk mu",kata arwah Kaisar Tang Yu Feng.
"Ya Ama ", jawab Chen Si Lei membiarkan arwah Kaisar Tang Yu Feng memeluk dirinya.
"Kau harus taklukkan ErNiang mu bila kau ingin Li Shao Ning menjadi Permaisuri mu ", kata arwah Kaisar Tang Yu Feng duduk berhadapan dengan Chen Si Lei.
"Paduka anda bicara dengan siapa saja ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao di dekatnya.
"Leluhur ku",jawab Chen Si Lei jujur sekali sampai semua orangnya mengucapkan salam untuk semua leluhur Kaisar Tang Agung.
"Hormat kami kepada Seluruh Leluhur Kekaisaran Tang Agung!!",sapa hormat para pengikutnya serentak.
Semua arwah leluhur Kekaisaran Tang Agung tersenyum bahagia dan damai juga bangga memiliki cucu generasi penerus mereka seperti Tang Si Lei yang berbakat banyak sekali untuk memajukan dinasti mereka untuk membahagiakan selalu rakyat di Tionggoan.
"Huang Ama adakah cara untuk menaklukkan Huang ErNiang?",tanya Chen Si Lei berbisik kepada arwah Huang Ama nya yang duduk bersamanya setelah seluruh arwah leluhurnya sudah kembali ke Nirvana dengan doa Chen Si Lei untuk semua leluhur bahagia.
"Ikuti Ama ke suatu tempat",kata arwah Kaisar Tang Yu Feng mengajak Chen Si Lei ke arah Istana Ibu Suri Ling.
"Paduka ", panggil semua orangnya melihatnya pergi tergesa -gesa.
"Pulang ke rumah kalian masing - masing dan tunggu aku jam tujuh pagi di ruang Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung ", jawab Chen Si Lei lenyap dari tempat itu.
Istana Ibu Suri Ling.
Kedatangan Chen Si Lei di Istana milik Ibu Suri Ling membuat semua staf Istana Ibu Suri Ling segera menyambutnya dengan sujud hormat kepadanya tetapi Chen Si Lei meminta mereka untuk tidak bersuara agar tidak membangunkan Ibu Suri Ling yang sudah tidur.
Chen Si Lei masuk ke dalam kamar tidur Ibu Suri Ling dengan diam -diam dan ia memeluk ibunya dengan ucapan.
"Lei Lei sayang ErNiang ", kata Chen Si Lei mencium kening Ibu Suri Ling.
Arwah Kaisar Tang Yu Feng memberinya ibu jari sebagai tanda setuju dengan caranya untuk mendapatkan restu dari Ibu Suri Ling.
"Putra ku sinilah ", kata Arwah Kaisar Tang Yu Feng memintanya untuk ambil buku harian Ibu Suri Ling yang hanya bisa bisa di buka oleh Chen Si Lei dan ayah nya saja.
Chen Si Lei melihat dan membaca buku harian Ibu Suri Ling yang menceritakan awal jumpa dengan Kaisar Tang Yu Feng sampai kelahiran keturunan mereka.
"Ama kenapa kau tak pernah memiliki seorang putra satu pun dari ErNiang dan para ibu ku yang lainnya ?", tanya Chen Si Lei.
"Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa berbeda dengan leluhur ku",jawab Arwah Kaisar Tang Yu Feng sedih.
"Apakah ada orang yang menyebabkan kau tak bisa memiliki keturunan laki-laki kandung mu ?",tanya Chen Si Lei membelai lembut rambut panjang arwah Kaisar Tang Yu Feng.
"Mungkin ada tetapi aku tidak bisa menemukan orang itu",jawab arwah Kaisar Tang Yu Feng melihat Chen Si Lei dengan kasih sayang.
"Aku akan membantu mu menemukan orang jahat itu untuk mu bisa tenang dan damai di alam mu ",kata Chen Si Lei tersenyum kasih sayang terhadap arwah Kaisar Tang Yu Feng.
"Terimakasih putra ku",jawab arwah Kaisar Tang Yu Feng .
"Wah sudah akan pagi ", kata Chen Si Lei melihat ada cahaya matahari pagi yang akan muncul di ufuk timur.
Chen Si Lei tertidur pulas merasakan kebahagiaan karena ayahnya sangat baik sekali.
Ibu Suri Ling yang terkejut begitu bangun tidur, ia melihat Chen Si Lei tidur di atas lantai bawah tempat tidurnya dan membuat semua orangnya pucat ketakutan karena membiarkan Kaisar Tang Agung tidur di bawah tempat tidur Ibu Suri Ling tanpa memberitahu Ibu Suri Ling atas kehadirannya.
"Putra ku ayo pindah ke atas tempat tidur Huang ErNiang",kata Ibu Suri Ling yang sudah membungkuk untuk membangunkannya.
Chen Si Lei bangun dan memeluk sepasang kaki ibunya dengan menatap ibunya dengan sorotan mata minta maaf.
"Huang ErNiang tolong maafkan ,Lei Lei ",kata Chen Si Lei suaranya sangat manis menyentuh hati Ibu Suri Ling yang memeluknya.
"Ya sayang, Huang ErNiang juga salah karena terlalu keras kepada mu",kata Ibu Suri Ling meneteskan air mata kasih sayang seorang ibu kandung terhadap putranya.
"Kenapa para wanita suka sekali menangis ?", tanya Chen Si Lei menggelengkan kepalanya.
Arwah Kaisar Tang Yu Feng melihat mereka berdua mirip sekali tetapi ia tidak tahu kenapa mereka berdua bisa mirip sekali ?.
"Bukankah Lei Lei adalah putra angkat kami tetapi kenapa aku ingin sekali bisa melindunginya dan kenapa dia mirip dengan Ling Huan Cu ?Dia juga bisa lihat dan mengantarkan para leluhur Kekaisaran Tang Agung ke Nirvana untuk mereka bisa reinkarnasi kembali menjadi manusia yang lebih baik lagi",pikir arwah Kaisar Tang Yu Feng.
"Ah sudahlah, ayo kau berdiri dan rapi - rapi dahulu sebelum tugas mu",kata Ibu Suri Ling tersenyum untuk Chen Si Lei yang melompat ceria.
"ErNiang aku ingin sarapan pagi bersama mu", kata Chen Si Lei memijat buku jari ibunya dengan manja.
"Hmm baiklah ", jawab Ibu Suri Ling menoleh ke semua staf nya.
Tak lama kemudian sejumlah dayang Istana Kaisar Tang Agung sudah datang ke Istana Ibu Suri Ling untuk merapikan Chen Si Lei sesuai protokol Kekaisaran Tang Agung sesudah Chen Si Lei sarapan pagi bersama Ibu Suri Ling untuk hari ke empat Chen Si Lei pulang ke Istana Kekaisaran Tang Agung.
"Huang ErNiang ,sekarang aku pergi tugas ", kata Chen Si Lei pamit kepada Ibu Suri Ling.
"Iya hati -hati, semangat dan sukses selalu untuk mu,sayang ku ", kata Ibu Suri Ling lembut mengantarkannya masuk ke tandu kebesarannya yang akan mengantarkan Chen Si Lei ke Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung.
Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung.
Sejumlah besar Dewan Agung bagian pemerintahan Kekaisaran Tang Agung tiba di hadapan Chen Si Lei yang segera mendapatkan laporan dari seluruh jajaran pemerintahannya.
"Sistem Informasi kita harus tetap menjaga kestabilan pemerintahan yang bersih dan sehat untuk masyarakat percaya akan kerja keras kita melalui pembuktian nyata kita terhadap masyarakat, jangan hanya teori dan ucapan belaka tetapi juga harus di sertai tindakan nyata sehari -hari",perintah Chen Si Lei tegas sekali kepada semua jajaran pemerintah Kekaisaran Tang Agung.
"Siap Paduka kami laksanakan !!", sahut semua pejabat pemerintahan Kekaisaran Tang Agung serentak.
"Bagaimana prosedur kesehatan yang aku perintahkan kepada kalian untuk membantu masyarakat kita semua bisa selalu sehat dan bahagia ?", tanya Chen Si Lei.
"Paduka hamba sudah menyiapkan laporan yang anda perintahkan kepada hamba tentang program kesehatan, pendidikan dan kebudayaan dan pariwisata serta program pengembangan sistem operasi militer untuk seluruh wilayah di berbagai daerah di Tionggoan", jawab para Dewan Agung bagian pemerintahan Kekaisaran Tang Agung segera memberikan laporan mereka kepada Chen Si Lei.
"Kirimkan bantuan kesehatan di seluruh daerah terpencil di Tionggoan secara berkesinambungan dan juga memberikan bantuan biaya pendidikan yang merata dan adil sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh ku",perintah Chen Si Lei.
"Siap Paduka hamba laksanakan !!", jawab para Dewan Agung bagian pendidikan dan kesehatan.
"Baiklah terimakasih untuk laporan kerja kalian semua untuk pagi ini kepada ku. Jam satu siang kumpulkan semua laporan produksi minyak mentah dan gas bumi kepada ku",perintah Chen Si Lei.
"Siap Paduka hamba laksanakan !!", jawab para Dewan Agung bagian bahan baku pertambangan dan energi.
Chen Si Lei segera meninggalkan Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung untuk menemui Li Shao Ning di Istana Selir ke empat.
"Kalian semua akan mendapatkan hadiah berupa perlengkapan sarana dan fasilitas terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga kalian ", kata Chen Si Lei kepada para pasukannya yang membantu misi menyelamatkan Li Shao Ning dan menghancurkan Sekte Sesat burung hitam cabang delapan.
"Terimakasih atas kebaikan Paduka kepada kami !!", sahut para pasukannya.
Istana Selir Kekaisaran Tang Agung.
Istana Selir Ke Empat.
Chen Si Lei masuk ke dalam ruang santai Li Shao Ning yang sedang membaca buku tentang masakan untuk Chen Si Lei makan bersamanya nanti malam ini usai Chen Si Lei selesai bekerja.
"Sayang kau sedang apa ?",tanya Chen Si Lei memeluknya.
"Koko Lei Lei, aku sedang membaca buku masakan untuk belajar masakan yang enak untuk mu",jawab LiShao Ning merangkul kedua lengan Chen Si Lei yang memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Ah kau ingin belajar masak untuk membuat masakan yang enak untuk ku?", tanya Chen Si Lei duduk di samping Li Shao Ning.
"Iya",jawab Li Shao Ning.
"Emm bukankah banyak dayang istana yang bisa menyediakan makanan untuk ku?",tanya Chen Si Lei meletakkan jemari Li Shao Ning di pipinya.
"Ya banyak tetapi aku ingin memberimu makan dari hasil karya ku sendiri",jawab Li Shao Ning.
"Bagus ide mu. Hmm tidak bisa karena kau bisa lelah dan jatuh sakit lalu aku akan cemas dan sedih",kata Chen Si Lei memanggil Kasim Chang Sin yang sudah membawakan makanan dan minuman untuk makan siang mereka berdua.
"Lalu apa tugas ku sebagai istri mu?",tanya Li Shao Ning menerima suapan dari Chen Si Lei.
"Menemani ku adalah tugas mu",jawab Chen Si Lei ceria sekali.
"Mmm baiklah ", kata Li Shao Ning patuh kepada Chen Si Lei.
"Kau sungguh manis jika kamu menuruti setiap perkataan ku",kata Chen Si Lei.
"Baiklah Koko sayang ",jawab Li Shao Ning menghabiskan makan siangnya yang di temani oleh Chen Si Lei.
"Masih ada waktu tiga puluh menit sebelum aku kembali bekerja di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung. Aku ingin bersama mu ",kata Chen Si Lei yang meraih jemari Li Shao Ning untuk berjalan -jalan di taman dalam Istana Selir Ke empat.
"Aku ingin menanam bunga warna biru di taman bagian selatan ini",kata Li Shao Ning melihat kebun bunga di dalam Istananya dengan ber imajinasi yang sesuai dengan keinginannya.
"Kasim Ji buang semua bunga yang berada di seluruh taman bunga dalam Istana Selir Ke Empat Li Shao Ning dan di ganti sesuai dengan keinginannya",perintah Chen Si Lei kepada Kasim Ji staff khusus untuk para Selir nya.
"Siap Paduka hamba laksanakan",jawab Kasim Ji segera melaksanakan tugas sesuai perintah Kaisar Tang Agung.
"Koko Lei Lei kau benar-benar melakukan apa yang aku ucapkan tentang hal yang biasa saja ",ucap Li Shao Ning terdengar tidak nyaman karena Chen Si Lei mewujudkan impian nya.
"Sayang ku menurut mu adalah hal yang biasa tetapi bagiku adalah suatu yang harus aku lakukan untuk mu bahagia bersama ku",jawab Chen Si Lei menunduk menatap Li Shao Ning dan memeluknya .
"Koko Lei Lei sekarang sudah waktu mu untuk kembali tugas negara mu",kata Li Shao Ning halus di pelukan Chen Si Lei di paviliun musim panas taman bunga di dalam Istana Selir Ke Empat.
"Ya aku akan kerja,jaga dirimu dan kedua bayi kita di dalam kandungan mu baik -baik ", kata Chen Si Lei membawanya kembali ke kamar tidurnya.
"Istirahat siang sangat baik untuk kesehatan kalian bertiga",kata Chen Si Lei.
"Ya suamiku, ya Ama ", jawab Li Shao Ning manis sekali terdengar di telinga Chen Si Lei memanggil Kasim Chang Sin untuk menjaga Li Shao Ning kembali.
"Ya Paduka hamba laksanakan ", jawab Kasim Chang Sin tersenyum bahagia lihat Kaisar Tang Agung harmonis bersama Selir ke Empat Li Shao Ning.
"Pintar kau",kata Chen Si Lei memberi senyuman kepada Kasim Chang Sin yang terpesona dengan ketampanan Kaisar Tang Agung.
Chen Si Lei kembali bekerja di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung sesuai jadwal kerjanya hingga sore hari jam lima sore, ia membubarkan para pejabat di dalam Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung, tetapi Chen Si Lei masih fokus untuk menjalankan kegiatannya.
"Laporan dari pengurus dalam peralatan medis sudah tepat sesuai perintah ku ,hmm aku harus mencari obat untuk menyembuhkan penyakit Si Kong segera agar anakku bisa ber interaksi dengan lingkungannya ", kata Chen Si Lei duduk di kursi Singasana nya.
"Paduka, ada laporan dari Selir ke dua belas You You tentang Pangeran Kedua Tang Si Kong untuk anda melalui hamba ", kata kepala kasim dari kediaman You You menemui Chen Si Lei di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung setelah ia dapat izin dari Kasim Chao untuk masuk ke dalam ruang penting itu.
"Ya, ada laporan apa dari Selir Ke Dua Belas You You untuk ku?",tanya Chen Si Lei memerintahkan staf kerjanya untuk mengirimkan data kerjanya ke istananya.
"Lapor Paduka ,Pangeran Kedua Tang Si Kong mengalami sakit demam tinggi secara tiba-tiba ", jawab Kasim dari Istana Selir ke dua belas You You.
"Apa? ? ",tanya Chen Si Lei berkelebat cepat menuju ke Istana Selir ke dua belas.
Istana Selir Ke Dua Belas.
Chen Si Lei memeriksa keadaan putranya yang sedang sakit pada lambungnya akibat makan buah manggis yang berlebihan dari seorang dayang istana putra keduanya berikan kepada balita usia dua tahun itu.
"Hukum cambuk seratus kali untuk dayang istana ceroboh itu ", perintah Chen Si Lei kepada para pengawal nya.
"Siap Paduka hamba laksanakan !!",sahut para pengawal nya.
"You You kenapa kau tak memerhatikan segala sesuatu yang di makan oleh Si Kong. Dia masih balita pola makan nya harus di sesuaikan dengan usianya",kata Chen Si Lei menegur You You.
"Ya maafkan aku. Aku sungguh seorang ibu yang payah dalam menjaga anakku sendiri",kata You You sedih .
"Apakah kau tidak pernah membaca buku panduan untuk merawat anak balita ???", tanya Chen Si Lei marah kepada You You.
"Aku tidak bisa membaca dan menulis. Aku juga tidak ada yang memberitahukan ku cara mengasuh anak ku sendiri. Aku tidak punya orang tua",jawab You You.
"Mulai besok sekolah khusus untuk mu mengasuh anak supaya kamu tidak harus mengandalkan para dayang istana maupun para pengasuh anak dan aku tidak mau ada alasan tidak punya orang tua atau punya ,tetapi naluri seorang ibu yang harus mengetahui mengenai apa saja yang harus kamu lakukan untuk anak bisa selalu sehat terjaga ", kata Chen Si Lei tegas sekali kepada You You.
"Ya aku akan mematuhi perintah mu",jawab You You gemetar ketakutan di marahi oleh Chen Si Lei.
"Sekarang kamu tunggu apalagi ??Cepat perintahkan para dayang istana mu untuk siapkan makan malam untuk Si Kong sesuai dengan petunjuk tabib khusus untuk anak usia dua tahun ", perintah Chen Si Lei.
"Ya aku segera laksanakan ", jawab You You berlari cepat keluar dari kamar tidur Pangeran Kedua Tang Si Kong untuk melaksanakan perintah Chen Si Lei.
Chen Si Lei mengangkat putra keduanya dari tempat tidur untuk memberikan rasa aman dan nyaman terjaga dengan baik olehnya.
"Sayang, putra Ama yang sangat hebat..Ada Ama yang merawat mu",kata Chen Si Lei melihat putra keduanya memandangnya dengan tatapan mata tajam yang mirip dengannya.
"Apakah kau lapar ?", tanya Chen Si Lei halus kepada balita yang mengangguk paham ucapannya.
"Koko Lei Lei, makan malam untuk Si Kong sudah siap",kata You You.
Chen Si Lei melihat bahwa makanan dan minuman untuk makan malam putra keduanya sudah di siapkan dengan baik sesuai perintahnya.
"Berikan mangkuk untuk makanan Si Kong kepada ku ", kata Chen Si Lei .
"Ini sudah aku siapkan ", jawab You You segera memberikan mangkuk keramik kecil yang berisi makanan untuk Si Kong kepada Chen Si Lei yang mengambilnya dari You You.
"Perhatian baik -baik cara ku menyuapi Si Kong makan",kata Chen Si Lei.
Chen Si Lei meniup makanan ini dengan lembut sekali sebelum ia berikan kepada putranya yang menerima makanan darinya dengan patuh serta senyum senang sekali bisa di rawat oleh Chen Si Lei sebagai ayah balita itu.
"Sekarang lihat cara ku memberi Si Kong untuk minum air minumnya",kata Chen Si Lei usai putranya selesai makan malam.
Chen Si Lei menyuapi minum pada putranya dengan terampil sekali sampai Si Kong memeluknya untuk ucapkan terima kasih atas perhatiannya.
"Putra ku sayang ", kata Chen Si Lei mengajak bermain sesuai usia Si Kong .
"Paduka tolong biarkanlah hamba yang menemani Pangeran Kedua Tang Si Kong bermain ", kata para pengasuh putra keduanya.
"Untuk malam ini aku yang akan menemaninya bermain sampai ia tertidur pulas usai minum susu hangat khususnya ", kata Chen Si Lei benar-benar merawat Si Kong dengan terampil sekali sampai balita itu tidur usai di gantikan pakaiannya oleh Chen Si Lei sendiri.
Istana Kaisar Tang Agung.
Sekitar jam sembilan malam, Chen Si Lei kembali ke Istana Kaisar Tang Agung ,di sana usai mandi dan sebagainya.
Chen Si Lei menggelar dokumen kerjanya untuk di pelajari dengan cermat di atas meja kerjanya.
"Aku harus menyelesaikan garis besar untuk dikembangkan oleh Lauw Yi Chen esok pagi",kata Chen Si Lei tanpa sadar bahwa waktu cepat berlalu dan sudah jam satu malam.
Dan Chen Si Lei mulai menguap mengantuk dan tertidur pulas di meja kerjanya di perhatikan oleh para staf khususnya.
Prangg !!
Suara gelas keramik pecah membangunkan Chen Si Lei dari tidurnya, dan Chen Si Lei melihat ada yang merapikan pecahan gelas air minum keramik di lantai meja kerjanya.
"Ahh aduh",suara halus dari Putri Miya terdengar oleh Chen Si Lei .
"Paduka Selir Ke Tujuh Putri Miya apakah anda tidak apa-apa ?", tanya semua dayang istananya panik.
Chen Si Lei berdiri dan melihatnya, lalu Chen Si Lei menariknya untuk ke kamar tidur Chen Si Lei.
"Apakah yang sudah kau lakukan di dalam ruang kerja ku pada tengah malam hari ?", tanya Chen Si Lei memberikan obat luka pecahan keramik kepada Miya.
"Aku menunggu mu datang ke kediaman ku tapi kau belum juga datang, maka aku datang ke Istana mu untuk menemui mu dan aku lihat kau tertidur pulas di meja kerja mu.Aku ingin menyelimuti mu dengan selimut yang sudah aku siapkan untuk mu tetapi aku menjatuhkan gelas air minum keramik mu hingga pecah di lantai ruang kerja mu dan aku tergores pecahan keramik.Maaf ya aku sudah buat mu terbangun karena terkejut oleh ku",jawab Miya terlihat penuh luka di kedua tangannya.
"Aku yang harus minta maaf kepada mu karena aku sangat sibuk hari ini, maka aku tidak bisa menemui mu di istana mu",kata Chen Si Lei membiarkan tabib merawat Miya.
"Iya aku tahu bahwa kau sibuk sekali. Aku tidak apa-apa ,hmm aku akan kembali ke Istana ku dan aku tidak akan mengganggu mu",kata Miya turun dari tempat tidur dan berjalan keluar dari Istana Chen Si Lei.
Chen Si Lei melihat Miya sudah pergi dari istananya dengan cepat dan ada rasa bersalah pada dirinya.
__ADS_1
"Aku sungguh minta maaf kepada mu,Miya ", kata Chen Si Lei yang sudah ganti pakaian dengan pakaian tidur, lalu tertidur pulas di atas tempat tidurnya sendiri.