Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Pegunungan Ulat Sutera.


__ADS_3

Chen Si Lei dan Hu Yi Tian mulai melakukan perjalanan menuju ke sebuah tempat yang memiliki banyak sekali keajaiban dunia yang sangat besar dan luas seperti di pegunungan ulat sutera yang banyak sekali ulat -ulat sutera yang sangat besar dan bermanfaat bagi kehidupan manusia di wilayah Tionggoan.


Bermacam -macam ulat sutera yang bisa menghasilkan benang -benang yang beraneka macam bahan yang menghasilkan produk pakaian, selimut dan mantel dan sebagainya yang sangat halus dan lembut sekali yang sangat berguna untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Tionggoan.


"Hu Yi Tian lihat ulat sutera itu sedang membuat kepompong",kata Chen Si Lei.


"Bisa di makan untuk pita suara bagus",kata seorang gadis yang sedang memberi makan ulat-ulat sutera yang menghasilkan warna merah yang halus.


"Ohya ?",tanya Chen Si Lei takjub dengan keindahan ulat sutera yang berada di dalam kotak kayu milik gadis penenun yang berasal dari kota Zhou yang berada di bawah pegunungan ini.


"Nona apakah kau putri Marquis He yang memiliki sebelas selir dan kau putri dari beliau yang ke tujuh dan nama mu Nona Phi Lian?",tanya Hu Yi Tian yang sudah mendengar tentang Marquis He yang sangat terkenal di bidang menangani bajak laut dan bajak sungai kuning dan sebagainya.


"Iya benar sekali namaku Phi Lian",jawab Nona Phi Lian memberikan sebuah baju hangat yang sudah di hasilkan oleh peternakan ulat sutera nya kepada Chen Si Lei yang menerimanya dengan sopan dan bijak.


"Terimakasih atas pakaian hangat mu ini",kata Chen Si Lei ramah sekali kepada gadis cantik jelita yang anggun dan terhormat ini.


"Nona ke tujuh",panggil salah seorang dari anggota keluarga Marquis He kepada Nona itu.


"Iya Zi Zi ada apa ?", tanya gadis itu sopan sekali kepada pelayan wanitanya yang di perintahkan oleh ibunya untuk memintanya pulang ke rumah mewah keluarga Marquis He.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti silakan Anda ikut hamba ke rumah hamba karena ayahku sudah tahu kedatangan mu di wilayah kami",kata Nona Phi Lian menjura hormat kepada Chen Si Lei.


"Iya baiklah,terimakasih atas undangan kalian untuk ku",kata Chen Si Lei berjalan mengikuti gadis itu yang berjalan bersama pelayan nya dan Hu Yi Tian mengikuti Chen Si Lei di belakangnya.


Mereka berjalan menurun menuju ke arah kota Zhou yang tidak terlalu jauh dari pegunungan tersebut.


Tetapi sejumlah orang datang untuk menghadang mereka di sebuah jalan yang berliku -liku dan di apit sejumlah pohon yang bisa bermanfaat bagi kehidupan ulat sutera.


"Nona Phi Lian tolong hargai maksud hati dari Tuan Muda kami yang ingin sekali berkenalan dengan mu",kata salah seorang dari kelompok yang menghadang.


"Tuan Muda kalian yang mana?",tanya Phi Lian dengan nada angkuh sekali.


"Tuan Muda Fu Erl Kang yang sudah ingin sekali berkenalan dengan mu dan ingin sekali meminang mu sebagai seorang istri yang paling di sayangi olehnya",jawab salah seorang dari anggota keluarga Fu yang juga merupakan keluarga terhormat di kota Zhou.


"Maaf aku tidak mau berkenalan dengan tuan muda mu",kata Nona He Phi Lian.


Sikap dingin dari Nona itu membuat seorang pria muda yang ternyata tuan muda Fu Erl Kang telah hadir di tengah jalan itu dengan amarah yang sangat besar dan cukup menakutkan bagi siapa saja yang berani menolak niat hatinya yang sudah lama sekali menginginkan putri kesayangan Marquis He bisa menjadi miliknya.


"Nona kau sombong sekali kepada ku yang sudah lama sekali tulus mencintaimu dan sudah ingin sekali meminang mu untuk menjadi seorang istri ku",kata Tuan Muda Fu Erl Kang nada keras kepada gadis cantik jelita yang tetap tidak berubah pikiran tentang diri pria itu.


"Lalu kau mau apa jika aku menolak cinta mu?",tanya gadis itu menatap sangat tajam kepada pria muda yang sangat manja itu.


"Tentu saja aku akan memaksa mu untuk bisa menerima cinta ku",jawab pria itu.


"Hei apakah kamu tidak ada rasa malu sebagai seorang pria?!",teriak tegur Chen Si Lei yang sudah memerintahkan Hu Yi Tian untuk menangkap mereka semua.


Hu Yi Tian berkelebat cepat menotok mereka semua yang kemudian di ikat rantai besi di atas pohon yang banyak ulat bulu.


"Hei tolong lepaskan kami?!",teriak mereka semua yang ketakutan di serang ulat bulu.


"Aku tidak akan melepaskan kalian sampai kalian tobat dan sopan kepada Nona Phi Lian",kata Chen Si Lei yang sudah mengajak Nona itu melanjutkan perjalanan mereka ke kota Zhou.


"Hei apakah kamu mau mati karena telah berani mengikat ku di sini?!",teriak pria muda itu.


"Kau yang akan mati jika tahu siapa tuan muda ku",balas Hu Yi Tian kasar sekali sehingga pria muda manja itu terkejut sendiri dan tidak berani bersuara keras lagi kepada Chen Si Lei yang tetap ingin menghukum tuan muda sombong yang suka mengandalkan kekuasaan untuk mendapatkan sesuatu yang tidak bisa di capai nya secara sopan dan hormat.


Nona He Phi Lian sangat berterimakasih kepada Chen Si Lei atas pertolongannya kepada gadis cantik jelita yang sudah jatuh cinta kepada Chen Si Lei sejak awal mereka berdua berjumpa di kaki gunung bagian belakang pegunungan ulat sutera melalui pertolongan Chen Si Lei yang telah menolongnya dari beberapa pria kasar yang ingin menculik nya untuk mendapatkan uang dari Marquis He yang menjadi ayah gadis itu.


"Terimakasih banyak atas pertolongan mu Tuan Muda",kata Nona Phi Lian pada hari itu.


"Sama-sama Nona",kata Chen Si Lei ramah sekali kepada gadis itu.


"Tuan Muda apakah anda ingin naik ke puncak pegunungan ini,kan?",tanya Nona He Phi Lian sambil berjalan di jembatan air terjun yang akan menuju ke pegunungan itu.


"Iya kau benar sekali",jawab Chen Si Lei meraih jemari gadis itu agar tidak jatuh ke air terjun di bawah jembatan berbatu licin itu.


"Terimakasih tuan muda",kata Nona He Phi Lian yang memerah malu wajahnya di saat itu karena jantungnya berdebar kencang ketika bersentuhan dengan pria ini.


Maka Chen Si Lei dan Hu Yi Tian bisa berada di puncak pegunungan ulat sutera atas petunjuk gadis itu yang memiliki peternakan ulat sutera yang berada di atas puncak pegunungan ulat sutera dan selama berada di sana rasa cinta gadis itu semakin besar dan dalam terhadap Chen Si Lei yang tentu saja mengetahui isi dari hati gadis itu terhadapnya.


"Maaf ya.Aku hanya bisa mencintai Hua Erl seorang",kata Chen Si Lei dalam hati.


"Paduka harus tetap cari dan temukan beberapa gadis untuk mengisi posisi yang kosong di dalam Istana belakang karena Ibu Suri dan kasim Liu beserta dewan urusan pribadi anda sudah banyak sekali menanyakan kepada hamba untuk bisa merayu anda untuk mendapatkan Selir Agung pertama,Nyonya Selir nomor tiga, empat dan lima,juga selir nomor empat, enam,tujuh,dua puluh dan nomor dua puluh tiga yang harus secepatnya di isi kembali oleh Paduka",kata Hu Yi Tian.


"Ah cerewet sekali mereka dan juga kau",kata Chen Si Lei bosan dengan cerewet nya Hu Yi Tian dan Ibu Suri yang sudah melayangkan surat perintah tersebut.


"Mereka hanya memikirkan masa depan anda dan dinasti kita karena anda baru memiliki dua orang putra dan satu putri, sungguh memalukan karena semua Raja dan Kaisar lain di sebelum anda sudah memiliki sedikitnya tujuh putra dan lima putri",kata Hu Yi Tian sangat cerewet sekali.


"Aku kan berbeda dengan mereka",kata Chen Si Lei kesal sekali kepada peraturan yang memusingkan itu.


"Berbeda atau tidak berbeda.Anda tetap memiliki kewajiban untuk memberikan penerus hebat yang banyak untuk rejeki dinasti kita semakin jaya",kata Hu Yi Tian yang sudah memberikan surat perintah Ibu Suri kepada Chen Si Lei.


"Bukankah hadiah yang di kirimkan oleh Lin Mo Bai sudah datang ke rumah ku, ya tunggu saja sampai aku kembali ke rumah.Aku akan jalankan tugas ku sesuai yang mereka inginkan dari ku", kata Chen Si Lei jengkel dengan dewan urusan itu.


Karena Chen Si Lei pikir bahwa ia baru berusia dua puluh satu tahun dan hadiah dari Lin Mo Bai adalah beberapa permata,emas,mutiara,ginseng dan lainnya dari para kerajaan sahabat di luar Tionggoan.


"Hamba dengar bahwa putri dari Gorgyeo dan Baekje,kerajaan matahari, kerajaan Birma,Laos, Vietnam, Filipina,melayu atau kerajaan Malaka dan Sriwijaya sudah tiba di rumah anda untuk mendapatkan gelar yang kosong itu.Ohya Ratu Mesir juga kirim putri yang sangat cantik jelita sekali,putri Yunani juga sudah datang ,putri dari kerajaan benua Eropa, Amerika ,Australia dan Afrika juga sudah hadir dan di tempatkan di bagian Istana khusus para harem anda",kata Hu Yi Tian.


"Enam belas putri",kata Chen Si Lei pusing seketika itu juga.


"Ya Paduka",jawab Hu Yi Tian tersenyum bahagia untuk Chen Si Lei yang sama sekali tidak bisa bahagia saat ini.


"Sudah jangan kau bahas lagi di tempat ini",kata Chen Si Lei pada hari berikutnya di peternak ulat sutera milik Nona He Phi Lian.


Hari sebelum ada undangan dari Marquis He pada pagi hari ini,dan sekarang ini Chen Si Lei berjalan terus menerus mengikuti gadis putri dari Marquis He menuju ke arah rumah keluarga Marquis He yang berada di dalam kota Zhou.


"Tuan Muda sepertinya ada masalah yang akan datang kepada kita",kata Hu Yi Tian ketika melihat sekelompok orang membawa parang mendatangi mereka di jalan lain untuk menuju ke arah kota Zhou.


"Perampok gunung ulat sutera",kata Nona He Phi Lian yang memberitahu Chen Si Lei tentang kelompok orang itu.


"Ketua mereka adalah orang Sekte Sesat Lintah Racun cabang empat",kata gadis pelayan dari Nona itu.


"Oh terimakasih atas informasi mu",kata Chen Si Lei seraya menerjang maju ke arah musuh sakti itu.


Wuttttt !!!


Syuutttttttt !!


Plakkkk !!!


Dessssssss!!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat membunuh beberapa orang musuh sakti itu.


Hu Yi Tian berkelebat cepat membabat habis beberapa orang musuh sakti yang di hadapi oleh Nona He Phi Lian yang sudah menerjang hebat dengan pedangnya di bantu oleh pelayan nya.


Wuttttt !!!


Crakkkkkk :!!

__ADS_1


Crakkkkkk !!


Nona He Phi Lian menggerakkan pedang secara cepat dan hebat membabat dua orang musuh sesat sakti lainnya.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Nona pelayan itu berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan cepat dan hebat juga sehingga Chen Si Lei dan Hu Yi Tian kagum juga dengan kedua orang gadis itu.


Crakkkkkk!!


Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat menangkis serangan maut dari seorang pria ganas sekali yang menggunakan senjata parang yang sangat ganas sekali.


Cringgg !!


Cranggg!!


Cranggg !!!


Cranggg !!!


Cranggg !!!


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis sejumlah besar musuh sakti yang membantu pria ganas itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah senjata rahasia milik musuh hancur oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Bressssss !!!


Chen Si Lei menggerakkan pedang melawan serangan maut dari seorang wanita cantik jelita yang sangat sadis sekali yang menggunakan ilmu mukjizat telapak sesat.


Plakkkk !!


Dessssssss !!!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala seorang wanita cantik jelita yang sudah membunuh gadis pelayan itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


"Nona awas!!",teriak Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan maut dari seorang pria gagah perkasa yang ingin membunuh Nona He Phi Lian yang jatuh ke dalam jurang di bawah pegunungan ulat sutera.


"Aghhhhhh !!", teriak gadis itu terjatuh ke dalam jurang yang sangat besar dan ganas sekali.


"Hu Yi Tian kau cepat kirim pesan kepada pihak Marquis He tentang para musuh sakti sesat Lintah Racun!!",teriak Chen Si Lei sebelum melompat ke dasar jurang untuk menolong Nona He Phi Lian.


"Paduka!!",teriak Hu Yi Tian segera menerjang musuh sakti secara cepat dan ganas sekali sehingga pihak musuh sakti terkejut sekali melihat kelihaian Hu Yi Tian.


Crakkkkkk !!:


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Crakkkkkk !!


Wuttttt !!


Trangggggg!!


Trangggggg !!!


Hu Yi Tian menggunakan ilmu pedang serigala salju sakti menangkis serangan maut dari seorang wanita cantik jelita dan seorang pria yang hebat namun ganas sekali sehingga Hu Yi Tian harus gunakan ilmu silat simpanan nya yang sangat hebat sekali.


Wuttttt !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Cranggg !!!


Cranggg !!!


Cranggg!!!


Plakkkkkk !!!


Dessssssss !!!


Hu Yi Tian berkelebat cepat membabat habis kepala wanita ganas dengan sekali tebasan saja.


Hu Yi Tian melompat membabat habis kepala pria ganas yang sangat besar dan ganas sekali itu.


Wuttttt!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk!!


Hu Yi Tian berkelebat cepat membabat habis sejumlah besar musuh sakti yang sangat hebat dan ganas sekali juga sangat banyak jumlahnya sehingga Hu Yi Tian harus gunakan ginkang untuk menangkis serangan maut hawa sesat dari kaum sesat Lintah Racun.


Wuttttt!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Tuan Muda kita harus membunuh Kasim itu sebelum dia melaporkan kita kepada Marquis He",kata salah seorang dari anggota Sekte Sesat Lintah Racun.

__ADS_1


"Ya aku ingin menguliti Kasim Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sombong dan kejam itu",kata pria ganas sekali yang bersikap ala wanita genit.


Hu Yi Tian menghantam hancur para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sehingga banyak orang musuh sakti yang harus mengeroyok nya bersama agar lebih mudah untuk menghadapi Hu Yi Tian.


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!!


Sebuah pedang mukjizat sakti meluncur cepat memenggal sejumlah orang yang sedang mengeroyok Hu Yi Tian yang sudah nyaris kewalahan menghadapi para musuh sakti sesat Lintah Racun yang semakin banyak saja jumlahnya dan tidak pernah berkurang sama sekali.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Cranggg !!


Gadis sakti yang menggunakan pedang mukjizat yang sudah berhasil menolong nyawa Hu Yi Tian itu.


Kini berhadapan dengan sejumlah orang musuh sakti lain di tepi jurang yang sangat dalam sekali sehingga Hu Yi Tian berkelebat cepat untuk menolong gadis itu sebagai bentuk balas budi.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Brussshhhhh !!


"Aghhhhhh !!", teriak gadis itu terjatuh ke dalam jurang bersama Hu Yi Tian yang sudah cepat menolong gadis itu dengan kecepatan tinggi sehingga mereka bisa turun dengan baik dan tidak mengalami luka sedikit pun.


"Terimakasih atas pertolongan mu kepada ku tuan muda",kata gadis itu terkesan malu -malu dengan Hu Yi Tian yang sudah mencari cara untuk keluar dari jurang itu.


"Percuma kau berusaha untuk mencari jalan untuk keluar dari jurang yang sangat terkenal sangat buas di wilayah ini",kata gadis itu duduk di atas batu karang.


"Aku harus tetap keluar dari jurang untuk aku menolong tuan muda ku",kata Hu Yi Tian segera melompat ke atas tebing gunung untuk mendaki ke atas kembali tetapi ada cairan hitam yang mengandung hawa racun yang menghalangi jalan Hu Yi Tian.


"Racun serbuk bunga cinta",kata gadis itu yang tiba-tiba memeluk Hu Yi Tian dan menciumnya mesra sehingga Hu Yi Tian terkejut sekali dan berusaha untuk tidak menurut kemauan gadis itu dan hawa racun sesat itu.


Tetapi Hu Yi Tian tidak bisa melawan hawa nafsu yang sudah menghampirinya di saat ini,Hu Yi Tian memeluk gadis itu dan menciumnya mesra serta *****gadis itu yang tidak menolak keinginan nya.


Hu Yi Tian menggigit leher gadis itu yang telah membalas gigitan Hu Yi Tian sudah membuka seluruh pakaian gadis yang segera berada di bawah tubuh Hu Yi Tian yang menyentuh setiap kulit tubuh di bawahnya.


Hu Yi Tian memainkan tubuh gadis itu dengan mesra sekali sampai Hu Yi Tian tidak bisa lagi menahan diri untuk melakukan hal lebih.


Hu Yi Tian mulai memasuki tubuh gadis yang tersentak kaget dengan ulah Hu Yi Tian yang sudah mengambil kesuciannya tanpa sadar dan gadis itu pun tidak bisa melawan keganasan Hu Yi Tian terhadap dirinya hingga mereka berdua tidur pulas karena kelelahan bercinta.


Hu Yi Tian dia belum sepenuhnya Kasim maka dia bisa melakukan hal itu dengan seorang gadis mana saja yang dia sukai tetapi karena dia takut kepada Chen Si Lei,maka dia tidak berani melanggar sumpahnya untuk menjadi Kasim atau wakil Kasim Lin Mo Bai.


Hu Yi Tian jatuh cinta kepada salah seorang dari adiknya Chen Si Lei tetapi Hu Yi Tian tidak berani untuk melakukan hal yang terlarang terhadap adiknya Chen Si Lei yang tentu saja,bila Chen Si Lei mengetahui rahasia hati Hu Yi Tian terhadap Putri Tang Yan adik nomor lima Chen Si Lei.


"Paduka tentu akan menghukum mati aku dengan kejam",kata Hu Yi Tian yang sudah mengetahui kekejaman Chen Si Lei terhadap seorang pengkhianat.


"Aku sudah tahu bahwa kau belum di kebiri Hu Yi Tian",kata Putri Tang Yan pada suatu hari di taman bermain dalam Istananya.


"Iya tapi hamba tidak berani untuk mencintai Paduka Putri",kata Hu Yi Tian panik sekali saat Putri Tang Yan memeluknya cepat dan membuatnya ingin sekali bisa memeluk dan mencium bibir putri itu pada saat itu.


"Aku mencintaimu Hu Yi Tian",kata Putri Tang Yan dengan sikap manjanya.


Hu Yi Tian segera melepaskan diri dari pelukan Putri Tang Yan dan segera pergi dari Istana Putri itu dengan berbagai alasan untuk menghindari terjadinya hal yang membahayakan nyawa mereka berdua.


"Hu Yi Tian. ..!!",teriak gadis itu setiap kali Hu Yi Tian menghindari gadis itu saat ia harus mengantarkan pesanan dari pihak kasim utama Ibu Suri, dan selir lainnya untuk Tuan Putri itu.


Hu Yi Tian bisa terbebas dari Putri itu ketika dapat tugas untuk menemani Chen Si Lei berpetualang yang Hu Yi Tian dapatkan dari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Hu Yi Tian pun segera menerima tugas itu secepat mungkin agar bebas dari luka hati yang terlarang oleh peraturan dan sumpahnya.


Tetapi kini Hu Yi Tian akan mendapat masalah dari Chen Si Lei karena Hu Yi Tian sudah berhubungan intim dengan seorang gadis cantik jelita yang ternyata adik dari Nona He Phi Lian,yaitu putri ke delapan dari Marquis He yang bernama He Thing Thing yang berjuluk Pendekar Pedang Ulat Sutera.


Pagi hari Hu Yi Tian tersadar kembali dari tidurnya dan terkejut sekali melihat ada seorang gadis sedang menangis sedih di dekatnya dalam keadaan tubuh penuh darah di bagian bawahnya dan Hu Yi Tian sangat panik saat melihat tubuhnya juga terbuka seluruhnya.


Hu Yi Tian dengan cepat memakai pakaiannya dan mengetuk kepalanya dengan keras dan memaki dirinya sendiri sampai gadis yang sedang menangis itu kaget melihat sikapnya yang sangat menakutkan bagi gadis itu yang segera memakai pakaiannya juga.


"Aku sungguh tidak tahu bahwa kau sama sekali bukan seorang kasim sejati,aku tidak akan pernah membocorkan rahasia kita berdua tapi kau jangan hukum diri mu sendiri seperti itu",kata He Thing Thing merasa iba terhadap Hu Yi Tian.


"Aku harus menghukum diri ku sendiri karena aku sudah melanggar sumpah ku kepada Kaisar Tang Agung.Aku sudah menodai mu Nona",kata Hu Yi Tian marah kepada dirinya sendiri.


"Kau jangan khawatir aku pasti akan menolong mu dengan menjaga rahasia mu dan jika terjadi sesuatu kepada ku atas perbuatan mu kepada ku.Aku akan jaga dan merawat keturunan mu dengan sangat baik agar tidak memalukan mu",kata He Thing Thing yang sudah iklas dan menerima kenyataan hidupnya setelah hari ini.


"Kalau begitu kau bantu aku untuk memotong alat kelamin ku agar aku tidak bisa melanggar sumpah ku lagi",kata Hu Yi Tian menyerahkan pedang untuk gadis itu hukum dia.


"Baik aku lakukan",kata He Thing Thing yang memotong alat kelamin Hu Yi Tian yang sekarang ini benar-benar sudah menjadi seorang Kasim sejati untuk Chen Si Lei selamanya.


"Terimakasih. .terima kasih",kata Hu Yi Tian tergeletak pingsan sesudah di kebiri oleh gadis yang sudah ternodai olehnya.


Sementara itu Chen Si Lei yang berkelebat cepat untuk menolong Nona He Phi Lian yang terjatuh ke dalam jurang gunung ulat sutera,Chen Si Lei jauh lebih dulu menangkap tubuh gadis itu sebelum gadis itu terjatuh dan tertusuk batu karang yang sangat runcing di sekitar lokasi mereka berdua berada saat ini.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei membaringkan gadis yang sedang pingsan di dalam goa yang berada di dalam gunung ulat sutera yang berbeda dengan tempat Hu Yi Tian dan Nona He Thing Thing terjatuh.


Chen Si Lei membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh mereka juga untuk memanggang ikan yang di dapatkan dari sungai kecil di lokasi itu.


Chen Si Lei merenung seorang diri sambil menunggu ikan nya matang.


Chen Si Lei sedang mengenang masa indahnya bersama Hua Erl,yaitu pada saat di malam pertama pernikahan mereka berdua,saat di desa pemuda gembala dan gadis penenun,dan di lembah yang dekat dengan gunung bentuk lengkuas.


"Hua Erl sungguh sangat cantik jelita sekali memakai pakaian serba merah pada awal kita berjumpa kembali setelah kau semakin cantik jelita dan dewasa",puji Chen Si Lei seraya membelai lembut Hua Erl yang membalas sentuhan yang dia berikan kepada Hua Erl.


"Paduka terimakasih atas pujian mu kepada ku",kata Hua Erl meraih bibir Chen Si Lei yang sudah tidak sabar untuk memakan Hua Erl yang menjerit kaget dengan cara Chen Si Lei yang memainkan bibir dan mulutnya.


Hua Erl merasakan gelora asmara yang sangat besar dan ganas sekali dari Chen Si Lei terhadap dirinya sampai Hua Erl berkali-kali merasakan kenikmatan luar biasa dari sentuhan Chen Si Lei yang sangat gagah sekali dan tidak pernah lelah untuk terus menerus sampai Hua Erl tersenyum sendiri mengagumi kehebatan Chen Si Lei dalam hal itu.


Tapi Hua Erl sangat bahagia sekali karena Chen Si Lei sungguh mencintai dirinya meskipun Chen Si Lei selalu berkata bahwa Chen Si Lei tidak bisa mencintai gadis atau wanita manapun karena Chen Si Lei milik rakyatnya dan selalu bilang Ling Long di telinga Hua Erl,tetapi Chen Si Lei tidak bisa membohongi perasaannya kepada Hua Erl.


"Buah leci ibarat dirimu yang sangat manis",kata Chen Si Lei menggunakan bibir untuk memberikan buah leci kepada Hua Erl yang menerimanya dengan senang hati.


"Ya sangat manis",kata Hua Erl tersenyum bahagia saat itu dan Chen Si Lei sudah cepat menciumnya mesra sekali.


"Aku memakan mu lagi",kata Chen Si Lei yang menggendong Hua Erl masuk ke dalam kamar tidur di dalam rumah itu pada saat di lembah itu.


Chen Si Lei kembali ke masa sekarang ini di lembah gunung ulat sutera dan Hua Erl kembali ke masa sekarang ini di dalam Istana Permaisuri.


Mereka berhubung dengan cinta yang sangat besar dan luas maknanya juga sangat manis karena mereka berdua sama -sama mengenang hari -hari mereka saat mereka berdua bersama.


"Ah aku kenapa sangat rindu Hua Erl",ucap Chen Si Lei baru menyadari bahwa ikan yang di panggang olehnya saat ini hangus karena melamun tentang Hua Erl.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti jika Anda tidak bisa memanggang ikan,berikan kepada ku biar aku yang melakukannya untuk Anda",kata Nona He Phi Lian yang sudah terbangun dan segera menyadarkan Chen Si Lei di masa sekarang di lembah lain dari kenangannya bersama Hua Erl.


"Ya silakan",kata Chen Si Lei melemparkan ikan hangus ke sungai lagi yang lalu di santap oleh ikan -ikan lainnya.


Hua Erl juga tersentak kaget saat Kasim Chang Sin datang untuk membantu Hua Erl menyulam karena Hua Erl tidak bisa fokus saat ini.


Hua Erl sedang memikirkan Chen Si Lei yang entah berada di mana saat ini tetapi Hua Erl tetap yakin bahwa Chen Si Lei baik -baik saja.

__ADS_1


"Aku merindukan mu Koko Lei Lei",kata Hua Erl bicara di dalam hatinya di balkon kamarnya.


__ADS_2