
Chen Si Lei dan kawan-kawan nya berjalan di belakang Nona Fan Xiao Hui yang sudah berada jauh dari mereka bertiga sehingga Chen Si Lei memerintahkan para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti untuk melindungi Nona keras kepala itu, dan Chen Si Lei berhasil menemukan gadis itu berhenti di sungai kecil yang melintasi jalan ke gunung Bei.
Salju mulai berdatangan dari langit dan menutupi jalan di daerah pegunungan Bei ,dan Chen Si Lei melihat Fan Xiao Hui sedang berhenti di sungai kecil yang harus mereka seberangi untuk bisa melanjutkan perjalanan mereka menuju ke gunung Bei, atau lebih tepatnya ke perguruan Bei San Pai.
"Bagaimana cara mu untuk menyeberangi sungai kecil ini?",tanya Chen Si Lei tiba di belakang gadis itu.
"Aku bisa berjalan di atas air sungai untuk tiba di seberang sana",jawab gadis itu.
"Silakan kau buktikan kepada kami",kata Chen Si Lei ingin tahu bagaimana cara gadis itu untuk tiba di seberang sana.
Fan Xiao Hui berkelebat cepat untuk berjalan di atas air sungai kecil yang masih aliran sungai kuning untuk tiba di jalan berikutnya menuju ke gunung Bei.
Gadis itu berjalan dengan ginkang yang mengagumkan hati Chen Si Lei dan para sahabatnya yang menyaksikan sendiri cara gadis lihai ini menyeberangi sungai kecil.
Dengan satu kali pijak di atas air sungai kecil tapi Nona itu sudah bisa berada di seberang dan tersenyum sangat manis kepada Chen Si Lei dan kawan-kawan nya yang mengangguk memuji kelihaian ilmu ginkang gadis remaja berusia lima belas tahun itu.
"Kau sungguh hebat sekali Nona Fan Xiao Hui",puji Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah gadis itu yang terpesona dengan kecepatan gerak Chen Si Lei yang sudah tiba di dekatnya dengan tersenyum di hadapan gadis jelita itu.
Begitu juga dengan Lin Mo Bai dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat dan tiba di depan gadis itu dengan tatapan mata membanggakan diri mereka tapi tidak sombong sehingga Nona itu menilai mereka berdua sebagai seorang yang hebat dengan sifat yang rendah hati dan mengagumkan.
"Baiklah aku tunjukkan kembali kehebatan ku kepada kalian bertiga",kata Fan Xiao Hui sudah melewati Chen Si Lei yang meraih gadis itu untuk melindunginya.
"Cukup .Aku sudah melihat kelihaian mu",kata Chen Si Lei menggunakan kipas ke segala penjuru tempat itu.
Dan. ..
Brussshhhhh !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
"Wah ada musuh rupanya",kata Nona Fan Xiao Hui menyadari kenapa Chen Si Lei menggenggam tangannya.
"Iya aku sudah tahu bahwa ada beberapa orang sakti yang mengintai kita",kata Chen Si Lei yang kini mengajak gadis itu berjalan bersamanya.
"Kau gagah perkasa sekali",kata Nona Fan Xiao Hui tersenyum senang sekali.
"Terimakasih atas pujian mu",kata Chen Si Lei berjalan sambil melindungi Fan Xiao Hui.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lin Mo Bai saling berpandangan bahwa mereka berdua senang sekali bisa menyatukan Chen Si Lei dengan calon Nyonya Selir ke lima.
"Kita hanya perlu membantu Paduka Kaisar Tang Agung mendapatkan lima orang selir lagi sesuai perintah Ibu Suri Ling",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tersenyum senang dan bahagia.
"Para Marquis, Adipati, Pangeran dan sebagainya hanya mendapatkan izin untuk memiliki selir di bawah lima puluh orang",kata Lin Mo Bai masih ingat peraturan tersebut.
"Tetapi Paduka berbeda dengan mereka. Paduka adalah penguasa tertinggi yang wajib memiliki banyak sekali harem yang akan membuktikan kemampuan diri dan kehebatan serta kebesarannya di atas segalanya di dunia ini.Kaisar adalah orang pilihan dari langit",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sangat memuja Sang Kaisar Tang Agung nya.
"Ya hamba setuju dengan anda Tuan Besar Wu", kata Lin Mo Bai memikirkan cara untuk putrinya yang menjadi Selir ke dua puluh sembilan Lin Ya Ru bisa memberi keturunan langsung dari Kaisar Tang Agung, maka ia akan sangat bahagia sekali untuk jasanya terhadap Kekaisaran Tang Agung.
"Aku sudah melihat sejumlah Kaisar di dunia bahwa jumlah kekuasaan di nilai dari banyaknya orang yang setia ,jumlah wanita, serta keturunan pangeran dan putri yang harus di miliki oleh setiap Kaisar di seluruh dunia manapun yang akan membuktikan kemampuan diri serta kehebatan dari Sang Penguasa Tunggal",Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah memikirkan berbagai macam cara untuk Chen Si Lei bisa menjadi penguasa ter hebat di dunia.
"Kaisar sebelum mantan Kaisar Tang dahulu di usia beliau yang sudah berusia dua puluh satu tahun lebih ,mereka semua sudah memiliki banyak pangeran dan putri. Tapi Paduka kita satu ini baru memiliki dua pangeran dan satu putri. Apa kata dunia ?!", ucap Lin Mo Bai menghela napas.
"Tahun depan Paduka akan memiliki satu putra dan putri lagi dari Permaisuri Hua Erl dan Selir ke lima belas Xuan Xuan, jadi kau tenang saja. Kekaisaran Tang Agung kita pasti bisa memiliki banyak pangeran dan putri hebat dari Paduka kita yang sangat hebat",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao merasa yakin bahwa Chen Si Lei bisa memberikan yang terbaik untuk Kekaisaran Tang Agung.
"Ya hamba akan tenang untuk membantu Paduka di masa depan",kata Lin Mo Bai sudah pernah memberikan vitamin untuk membantu selir ke dua puluh sembilan Lin Ya Ru bisa segera hamil untuk membanggakan diri sendiri dan Lin Mo Bai serta bisa mendapatkan perhatian istimewa dari Ibu Suri Ling sebagai ibu mertua para istri Kaisar Tang Agung.
"Ayah terima kasih atas bantuan mu kepada ku tetapi bagaimana cara aku bisa cepat hamil bila Kaisar Tang Agung sibuk di luar Istana",ucap selir ke dua puluh sembilan Lin Ya Ru dalam suratnya kepada Lin Mo Bai.
"Hanya doa dan keberuntungan saja para wanita di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung bisa mendapatkan keuntungan dari Kaisar Tang Agung berikan",kata Lin Mo Bai berkali-kali menghela napas memikirkan hal ini.
Sementara itu, Selir Agung pertama He Thing Thing berkali-kali berniat untuk bisa melakukan aborsi secara diam-diam untuk menutupi kehamilannya dengan pria lain bukan dengan Kaisar Tang Agung.
"Aku harus secepatnya menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh ku sebelum semua orang mengetahui kehamilan ku yang tidak sesuai dengan jadwal awal aku menikah dengan Kaisar Tang Agung",kata Selir Agung pertama He Thing Thing menangis sedih sekali memeluk dirinya sendiri.
Tetapi He Thing Thing teringat dengan janjinya kepada Hu Yi Tian untuk menjaga keturunan Hu Yi Tian dengan sangat baik agar Hu Yi Tian bisa bangga dengan keturunannya yang hebat.
"Aku harus tepati janji ku kepada Hu Yi Tian tetapi aku telah jatuh cinta kepada Paduka Kaisar Tang Agung dan sekarang aku sangat merindukan beliau untuk bisa memberiku perhatian seperti yang beliau lakukan terhadap Permaisuri Hua Erl dan para wanita lainnya yang beliau miliki",kata Selir Agung pertama He Thing Thing berdiri di atas balkon dalam kamar di Istana Selir Agung pertama.
Selain Selir Agung pertama He Thing Thing yang sudah merindukan Kaisar Tang Agung, juga ada Permaisuri Hua Erl yang sedang membaca buku di dalam kamar tidur di Istana Permaisuri.
"Aku merindukan mu Paduka",kata Permaisuri Hua Erl memeluk bola kristal pil air mata burung phoenix.
"Semua wanita tentu menginginkan kakakku yang sangat hebat sekali",kata Putri Yang Yang sedang bermain di istana Hua Erl pada siang hari ini.
"Karena kakak anda adalah pria paling hebat di dunia ini",kata Selir ke sembilan belas Tian Erl juga sedang bermain di istana Hua Erl.
"Kenapa kalian tidak mengunjungi istana Selir Agung pertama He Thing Thing dan menjalin keakraban dengan beliau?",tanya Permaisuri Hua Erl halus sekali.
"Aku sudah mengunjungi nya di istananya tetapi sepertinya Selir Agung pertama He Thing Thing sedang sakti .Karena itu kami tidak bisa masuk ke istana beliau atas pesan yang kami terima dari dayang istananya", jawab Selir ke sembilan belas Tian Erl menghela napas memikirkan Selir Agung pertama He Thing Thing yang sangat aneh itu.
"Ah aku harus mengunjungi Selir Agung pertama He Thing Thing",kata Permaisuri Hua Erl sudah berdiri untuk berjalan menuju ke keluar dari Istana Permaisuri dan menuju ke arah istana Selir Agung pertama He Thing Thing di ikuti para dayang dan kasim istana Permaisuri.
"Aku ingin mengunjungi Nyonya Selir ke tiga Nan Erl di istananya",kata Putri Yang Yang melangkah keluar dari Istana Permaisuri di ikuti para kasim dan dayang nya juga di sepanjang jalan menuju ke Istana Nyonya Selir ke tiga Nan Erl.
"Aku ingin mengunjungi selir ke tiga putri Parvati karena aku sudah cukup lama tidak mengunjungi nya",kata Selir ke sembilan belas Tian Erl berjalan ke arah lain dari Istana Permaisuri untuk menuju ke istana selir ke tiga Putri Parvati.
Permaisuri Hua Erl tiba di Istana Selir Agung pertama He Thing Thing yang sudah mendengar tentang kedatangan Permaisuri Hua Erl ke Istananya melalui laporan dari Kasim yang bertugas di istananya.
"Hormat hamba kepada Permaisuri Hua Erl",sapa Selir Agung pertama He Thing Thing bersujud hormat kepada Permaisuri Hua Erl.
"Berdirilah",jawab Permaisuri Hua Erl memasuki kediaman Selir Agung pertama He Thing Thing yang segera menjamu Hua Erl dengan berbagai macam hidangan di siapkan oleh para dayang istana Selir Agung pertama He Thing Thing.
"Selir Agung pertama He Thing Thing. Aku dengar bahwa kau sedang tidak sehat karena itu aku datang untuk melihat keadaan mu.Jika kau merasa tidak sehat, aku bisa memanggil tabib untuk memeriksa kesehatan mu",kata Permaisuri Hua Erl sudah duduk di ruang utama istana Selir Agung pertama He Thing Thing.
"Permaisuri Hua Erl anda tidak perlu khawatir terhadap kesehatan saya karena saya sangat sehat",jawab Selir Agung pertama He Thing Thing yang cepat sekali menjawabnya.
"Ah baiklah aku hanya mencemaskan kesehatan mu sebagai seorang kakak mu di Istana Kekaisaran Tang Agung",kata Permaisuri Hua Erl yang sangat tulus hati untuk membantu Selir Agung pertama He Thing Thing.
"Terimakasih atas kebaikan Paduka kepada saya",kata Selir Agung pertama He Thing Thing berusaha keras untuk tidak mual dan menunjukkan keadaannya yang sekarang kepada Permaisuri Hua Erl.
"Baiklah aku tidak akan mengganggu istirahat mu lagi..jaga dirimu baik - baik di cuaca musim dingin memang rentan terhadap kesehatan kita sebagai seorang wanita",kata Permaisuri Hua Erl sudah berjalan keluar dari ruang utama dalam Istana Selir Agung pertama He Thing Thing.
"Ya saya mengucapkan terima kasih atas perhatian Paduka kepada saya",jawab Selir Agung pertama He Thing Thing di depan pintu masuk ke istananya untuk ia mengantar Permaisuri Hua Erl yang segera menuju ke istana harem Kaisar Tang Agung lainnya.
"Akhirnya aku bisa tenang sejenak",kata Selir Agung pertama He Thing Thing.
Selir Agung pertama He Thing Thing menatap langit biru yang turun salju di luar kamarnya.
"Aku tidak tahan lagi di dalam Istana ku..Aku sangat menginginkan agar waktu bisa di putar kembali di saat aku tidak berjumpa dengan Hu Yi Tian dan terjadi hal itu, mungkin hidupku tidak akan menderita seperti sekarang ini.Aku benci kamu Hu Yi Tian ",kata Selir Agung pertama He Thing Thing menangis untuk nasibnya.
Sementara itu, Putri Yang Yang melompat senang sekali bisa bermain salju di halaman istananya sendiri.
"Wahhhhhhh indahnya!!",teriak gadis manis ini.
"Tuan Putri tolong jangan main salju sepanjang hari nanti anda jatuh sakit!!",teriak para Kasim dan dayang istana khususnya.
"Huh cerewet sekali kalian...!!",teriak gadis itu melemparkan salju ke arah Kasim dan dayang istana yang berlari -lari menghindari kenakalan Putri itu.
"Hahahaha ",
Gadis itu tertawa-tawa melihat semua orang menghindari diri serangan bom salju yang di lemparkan oleh gadis nakal itu.
Sejenak pandangan mata Putri Yang Yang terfokus terhadap langit untuk melihat kakaknya yang berada jauh sekali dari rumah.
"Aku juga merindukan mu Lei Lei Gege",gumam gadis itu pada langit bersalju itu.
Pegunungan Bei pun bersalju awal musim dingin.
Chen Si Lei melangkahkan sepasang sepatu indahnya menuju ke gunung Bei di ikuti oleh Nona Fan Xiao Hui, Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lin Mo Bai serta Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Silau cahaya matahari menimpa salju sungguh indah luar biasa",kata Chen Si Lei menghirup udara segar dan sejuk pada siang hari itu.
"Aduh kaki ku lemas",kata Nona Fan Xiao Hui duduk di batu karang setelah tiba di lokasi berikutnya.
"Coba aku periksa kaki mu",kata Chen Si Lei sudah berjongkok di hadapan gadis itu untuk memeriksa kondisi sepasang kaki gadis itu.
"Paduka jangan. .",kata Nona Fan Xiao Hui merasa tidak enak hati karena Chen Si Lei sujud di bawah sepasang sepatu mungil yang menutupi sepasang kakinya.
"Tak apa lah",kata Chen Si Lei membuka sepasang sepatu gadis itu untuk melihat sepasang kaki gadis yang tertegun menatap Chen Si Lei yang sungguh hati untuk menolongnya.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya menghilang untuk sementara waktu karena terlarang bagi para pria bukan keluarga pribadi dari gadis itu untuk melihat sepasang kaki seorang gadis atau wanita lain.
"Haram hukumnya bagi kita bukan keluarganya bisa melihat hal pribadi dari diri gadis manapun", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tahu sekali peraturan tersebut.
Lin Mo Bai adalah Kasim pribadi Chen Si Lei, maka ia boleh melihat gadis itu yang sepasang sepatu nya di buka oleh Chen Si Lei.
"Kaki mu sejak kapan terluka kayu kecil?",tanya Chen Si Lei melihat telapak kaki di kiri gadis itu ada tergores kayu kecil.
"Aku tidak tahu kapan tetapi kaki ku sakit sekali", jawab gadis itu menangis.
"Jangan menangis, aku akan menyembuhkan kaki mu",kata Chen Si Lei membelai lembut wajah gadis itu untuk menenangkan hati gadis itu.
Chen Si Lei menggunakan belati pusaka untuk mengeluarkan kayu kecil di kaki kiri gadis itu,dan Chen Si Lei memberikan obat untuk luka pada kaki kiri Nona Fan Xiao Hui bisa di balut dengan saputangan Chen Si Lei untuk proses kesembuhan selama satu minggu.
"Dalam satu minggu kaki mu tidak boleh kena air untuk hindari infeksi ,kaki mu harus selalu di bersihkan,di beri obat cair khusus kaki ,di balut sampai sembuh",
"Lalu bagaimana aku bisa berjalan?",tanya Nona Fan Xiao Hui dengan sedih.
"Aku akan menggendong mu selama satu minggu dalam proses kesembuhan kaki mu",jawab Chen Si Lei memakaikan kembali kaos kaki dan sepatu di kedua kaki gadis itu.
"Hmm aku menyusahkan anda",kata Nona Fan Xiao Hui ketika Chen Si Lei sudah mengangkatnya untuk di gendong selama perjalanan mereka.
"Aku mulai menyukai mu sebagai calon Nyonya Selir ke lima ku",jawab Chen Si Lei mempererat gendongannya.
"Benarkah?",tanya gadis yang sedang di gendong oleh Chen Si Lei.
"Ya benar",jawab Chen Si Lei melihat sekilas mereka ada beberapa orang yang berpakaian serba hitam membawa senjata tajam berupa tombak panjang berukir ular hitam.
"Ada beberapa musuh yang sudah datang untuk menghadang kita",kata Fan Xiao Hui.
"Jangan khawatir aku akan melindungi mu",kata Chen Si Lei memaksa gadis itu untuk tidak turun dari gendongannya.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lin Mo Bai serta Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah datang untuk membantu Chen Si Lei yang sedang sibuk melindungi diri dan calon Nyonya Selir ke lima.
__ADS_1
"Siapa kalian semua telah berani menghadang jalan kami?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah memperlihatkan golok nya.
"Mereka Sekte Sesat Ular Hitam dari kota Chang yang berada dekat dari tempat kita ini",jawab Fan Xiao Hui berusaha keras untuk turun dari gendongan Chen Si Lei yang menggigit telinganya.
"Ahh!!Sakit Paduka!!",teriak gadis itu.
"Siapa suruh kau nakal sekali?!",jawab Chen Si Lei mengancam akan gigit gadis itu lagi jika gadis itu masih nakal.
"Aku kan cuma tidak ingin anda kesulitan untuk menghadapi mereka",kata Fan Xiao Hui membela diri.
"Aku bilang bahwa aku bisa menghadapi masalah seraya aku melindungi diri mu sebagai seorang kekasih mu",kata Chen Si Lei menggerakkan sepasang sepatu indahnya membalas serangan maut dari pihak musuh yang sudah datang untuk menghabisi dirinya dan kawan-kawan nya.
Dukkk !!
Syuutttttttt !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti yang sudah dekat dengan Chen Si Lei dan Fan Xiao Hui.
Crakkkkkk!!
Lin Mo Bai berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat dari belakang Chen Si Lei dan Fan Xiao Hui yang menjerit kaget sekali.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan gerakan kilat menyambar dengan rambutnya yang di gunakan sebagai senjata tajam untuk menyerang pihak musuh.
Werrrrrrr !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat angin topan oleh Chen Si Lei gerakan rambutnya saja.
Wuttttt !!
Krekkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu menyerap tenaga dalam untuk menarik musuh sakti sesat dengan rambutnya yang kemudian mencekik hingga putuslah kepala musuh sakti sesat itu.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membunuh sejumlah orang musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Lin Mo Bai berkelebat cepat memenggal kepala seorang wanita cantik jelita yang berkelebat cepat untuk membunuh Chen Si Lei dan Fan Xiao Hui dari arah atas Chen Si Lei dan Fan Xiao Hui.
Crakkkkkk !!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat memenggal habis para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menghantam hancur para musuh sakti sesat dengan menggunakan tangan Fan Xiao Hui.
Dessssssss !!
"Wahhhhhhh hebatnya Paduka",kata Fan Xiao Hui tersenyum kagum .
"Ayo gunakan lagi",kata Chen Si Lei menggunakan tangan Fan Xiao Hui kembali untuk menghadapi para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei mengajak Fan Xiao Hui berkelebat cepat bersama untuk menghantam hancur para musuh sakti sesat dengan ilmu mukjizat Gunung Ling.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat dengan ilmu golok sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Brrrrrrrrrrrrr !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat memenggal habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang mukjizat Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Crakkkkkk !!
"Yeay kita berhasil menghabisi mereka!!",sorak sorai Fan Xiao Hui riang gembira di telinga Chen Si Lei mengingatkannya kepada Hua Erl.
"Ya kita berhasil",jawab Chen Si Lei menunduk menatap wajah cantik jelita sekali di dekatnya .
"Kenapa kau menatap ku seperti itu?",tanya gadis itu heran di tatap serius sekali oleh Chen Si Lei.
"Apakah aku tidak boleh menatap mu?!Aku ini Kaisar Tang Agung mu.Aku berhak untuk menatap mu sesuka hati ku dan kapan pun aku mau!!",jawab Chen Si Lei.
Fan Xiao Hui terkejut sekali dengan jawaban nada keras dan tegas diberikan oleh Chen Si Lei kepadanya sampai gadis itu melompat turun dari gendongan Chen Si Lei ,dan ..
Bruk!!
"Aduhhh! ! ",jerit gadis terjatuh ke tanah .
"Nona Fan Xiao Hui. .",panggil Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lin Mo Bai yang segera sigap untuk menolong gadis itu.
Chen Si Lei menghela napas panjang sebelum mengangkat gadis itu kembali dari tanah di bawah sepasang sepatu indahnya.
"Maaf aku tidak sengaja menjawab mu dengan kasar",kata Chen Si Lei meminta maaf kepada gadis yang menutupi wajah dengan kedua tangan.
"Jangan galak -galak kepada ku..turunkan aku!!", jerit gadis itu .
Chen Si Lei tidak mempedulikan jeritan gadis itu di sepanjang perjalanan menuju ke arah Bei San Pai yang tidak jauh lagi.
"Jika anda tidak memiliki perasaan apa pun kepada ku ?!!Jangan bersikap kasar kepada ku!!Anda dengar ?!!", teriak gadis itu berani sekali memarahi Chen Si Lei di sepanjang jalan.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lin Mo Bai sudah gemetar ketakutan dan cemas kepada Chen Si Lei yang bisa marah dan ganas sekali sehingga Nona itu bisa di penggal oleh Chen Si Lei.
"Teruskan amarah mu kepada ku",kata Chen Si Lei yang membuat mereka merasa heran sekali tetapi Chen Si Lei merasa ia dekat dengan Hua Erl tipe lain.
"Turunkan aku!!Ku bisa jalan sendiri !!",teriak gadis itu pada hari berikutnya.
Chen Si Lei menurunkan gadis itu dengan patuh kepada keinginan gadis itu yang segera heran sekali dengan sikap Chen Si Lei.
Chen Si Lei tidak mempedulikan gadis itu dengan berjalan lebih cepat dari yang lainnya yang segera mengikutinya .
Gadis itu terbelalak kaget melihat Chen Si Lei bersikap acuh tak acuh dan dingin sekali kepadanya bahkan jauh lebih dingin daripada salju di luar gubuk kosong di tengah jalan ini.
Mereka sedang beristirahat di sebuah gubuk kosong untuk menghilangkan rasa lelah dan menyelamatkan diri dari hujan salju yang semakin deras saja,dan Chen Si Lei duduk di dekat api unggun untuk menghangatkan tubuhnya .
"Nona Fan Xiao Hui silakan anda minum air teh hangat dari hamba siapkan untuk anda",kata Lin Mo Bai memberikan air teh hangat untuk Fan Xiao Hui yang berada di seberang tempat Chen Si Lei duduk di gubuk itu.
"Terimakasih Tuan Lin Mo Bai",kata Fan Xiao Hui ramah sekali kepada Lin Mo Bai.
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berjaga di pintu masuk ke gubuk kosong itu, dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menikmati minuman arak di dekat Lin Mo Bai.
Chen Si Lei melirik ke arah gadis angkuh dan liar yang duduk di depannya dan dia terkejut sekali karena gadis itu berdiri dan pindah ke tempat lain agar jauh darinya sehingga Chen Si Lei heran sendiri dengan sikap gadis yang benar-benar berbeda dengan para wanitanya.
"Aku Fan Xiao Hui bukan gadis sembarangan ya ?!Enak saja memarahi ku dengan kasar hanya karena aku bertanya kenapa dia menatap ku seperti beberapa hari yang lalu!",ucap gadis itu dalam hatinya seraya melemparkan tatapan mata galak sekali kepada Chen Si Lei.
"You You dulu tidak separah gadis itu. Emosional sekali wataknya dan sikapnya juga beringas sekali",kata Chen Si Lei dalam hatinya membalas tatapan mata Fan Xiao Hui dengan tatapan mata tajam dan jauh lebih galak sekali daripada Fan Xiao Hui.
Fan Xiao Hui merasa kesal sekali kepada Chen Si Lei, maka ia segera masuk ke dalam kamar tidur untuknya dan menutup pintu dengan cepat agar Chen Si Lei tidak terus menerus menatapnya dengan galak sekali.
"Dia sungguh menakutkan sekali",gumam gadis itu berbaring di tempat tidur dan berusaha untuk tidur pulas.
Tetapi sebuah tangan yang sangat kuat dan kokoh memeluknya erat sehingga ia terkejut sekali melihat Chen Si Lei membelai lembut dirinya di sampingnya sambil memasukkan jemari ke dalam pakaiannya.
"Ahhh!!",jerit gadis itu merasakan sentuhan Chen Si Lei terhadap tubuhnya yang di belai lembut dan halus juga ciuman mesra pada bibirnya, mulutnya, lehernya, di dadanya.
"Fan Xiao Hui ..Aku menginginkan mu",kata Chen Si Lei membalikkan tubuh gadis itu sehingga Chen Si Lei berada di atas tubuh gadis yang segera di buka pakaian nya.
"Lepaskan aku..Jangan sentuh aku..Aghhhhh !!", jerit Fan Xiao Hui ketika Chen Si Lei memasuki tubuhnya dan mengambil kesuciannya dengan kelembutan kasih sayang sampai Fan Xiao Hui tertidur pulas kelelahan bercinta dengan Chen Si Lei.
Chen Si Lei terkejut sekali di luar kamar tidur yang berada di seberang, Chen Si Lei sedang duduk menghadapi api unggun melamun tentang Hua Erl,tapi suara jeritan Fan Xiao Hui membuat Chen Si Lei tersentak kaget dan tersadar kembali dari lamunannya.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah sigap dan mendobrak pintu kamar tidur Fan Xiao Hui ,dan begitu pintu terbuka.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat ada pria lain berbaring bersama Fan Xiao Hui dalam keadaan terbuka..dengan luapan amarah yang sangat besar.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melompat cepat menyerang pria tersebut yang menggunakan belati kecil untuk menyerang balik Wu Sin Hao
__ADS_1
"Siapa kau berani masuk ke dalam kamar tidur Nona Fan Xiao Hui ?!",hardik Wu Sin Hao marah berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam seorang pria yang sudah memperkosa Fan Xiao Hui dengan menyamar sebagai Chen Si Lei.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei berkelebat cepat ke kamar Fan Xiao Hui dan melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bertarung melawan seorang pria yang menyamar sebagai dirinya untuk mengelabui Fan Xiao Hui yang akhirnya menjadi korban keganasan pria jahat itu.
Chen Si Lei pun dengan cepat menggunakan kipas menotok ubun-ubun pria itu hingga hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
Bressss !!
Chen Si Lei melompat cepat untuk menolong Fan Xiao Hui yang tergeletak di atas tempat tidur dalam keadaan sudah ternodai oleh pria lain sebelum dia.
"Fan Xiao Hui. ..",panggil Chen Si Lei merasa iba terhadap Fan Xiao Hui dan menggunakan ilmu mukjizat matahari untuk membangunkan gadis itu dari tidur seraya memakaikan gadis itu pakaian baru.
Sementara itu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat untuk membunuh beberapa orang yang berdatangan kepada mereka dan menerobos hancur gubuk itu.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Di luar gubuk terdengar Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti bertarung melawan para pasukan musuh sesat yang telah mengurung mereka di daerah hutan liar di pegunungan Bei.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Lin Mo Bai berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat yang menerobos masuk ke gubuk.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk!!
Crakkkkkk!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah senjata rahasia milik musuh hancur oleh Chen Si Lei .
Dessssssss !!
"Aghhhhh! ! Apakah yang telah terjadi pada ku ?", tanya Fan Xiao Hui menangis di tempat tidur setelah terbangun dari tidur atau pingsan akibat keganasan pria kejam yang telah menodai gadis itu dengan menyamar sebagai Chen Si Lei sehingga Fan Xiao Hui terlena oleh godaan pria jahanam itu.
Fan Xiao Hui melihat Chen Si Lei bertarung sengit melawan para musuh sakti sesat di dalam kamar tidurnya dengan air mata penuh penyesalan atas kebodohan dirinya sehingga terjebak oleh pihak musuh.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan dirinya dan pasukannya.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Siapakah kalian semua yang telah berani menerobos masuk ke gubuk ku?!!Dan siapa pria laknat yang sudah berani memperkosa Fan Xiao Hui?!!",hardik Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat.
"Pangeran Muda Wei",jawab para musuh sebelum tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Fan Xiao Hui merasa kotor dan terhina maka ia pun berkelebat keluar gubuk untuk bunuh diri dengan niat untuk terjun bebas ke jurang .
Tetapi...
"Fan Xiao Hui jangan. ..!!",teriak Chen Si Lei segera berkelebat cepat keluar dari gubuk ke arah jurang di belakang gubuk untuk mencegah gadis depresi itu bunuh diri .
"Paduka lepaskan hamba yang sudah kotor, biarkan hamba mati!!", teriak gadis itu berusaha keras untuk melepaskan diri dari Chen Si Lei yang mencegahnya.
"Jangan bunuh diri. Kamu tidak bersalah",kata Chen Si Lei memeluk gadis itu erat agar tidak terjun ke jurang.
Di saat itulah sebuah senjata rahasia milik musuh meluncur cepat ke arah Chen Si Lei dan Fan Xiao Hui.
Trangggggg !!
Chen Si Lei sigap menggunakan kipas menangkis serangan senjata rahasia musuh.
Tetapi ,Chen Si Lei dan Fan Xiao Hui tetap saja terjungkal ke jurang pegunungan Bei.
"Aghhhhhh !!", teriak Chen Si Lei dan Fan Xiao Hui saat mereka berdua terjungkal ke bawah jurang pegunungan Bei.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terkejut sekali melihat Chen Si Lei dan Fan Xiao Hui terjungkal ke bawah jurang
"Paduka !!",teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melompat cepat mengerahkan ilmu ginkang untuk menolong Chen Si Lei yang segera berhasil di selamatkan oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan bantuan akar pohon yang merambat di sekitar tebing.
Tapi Fan Xiao Hui tewas tertusuk senjata rahasia milik musuh sakti sesat dan jatuh hancur ke dasar jurang.
"Fan Xiao Hui. ...!!",teriak Chen Si Lei terkejut sekali melihat gadis itu tewas dalam keadaan mengerikan sekali.
"Aku bunuh kalian semua !!", hardik Chen Si Lei berkelebat cepat kembali ke atas tebing gunung Bei.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao juga berkelebat cepat untuk kembali ke atas tebing gunung Bei,dan setibanya di sana.
Chen Si Lei sudah bergerak cepat menggerakkan kipas sakti menghantam hancur para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali untuk balas dendam atas kematian Fan Xiao Hui.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Lin Mo Bai berkelebat cepat keluar dari gubuk untuk membantu Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti dengan ilmu pedang mukjizat rase sakti membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengamuk ganas sekali membasmi sejumlah orang musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali dengan ilmu golok sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas membabat habis kepala gadis sakti yang sudah di ketahui oleh Chen Si Lei sebagai anggota keluarga dari nenek selir Bi.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah orang musuh sakti sesat tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.
Dessssssss !!
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat yang berada di sekitar Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti dan Lin Mo Bai.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Rapikan kembali gunung Bei bagian selatan ini",perintah Chen Si Lei kepada para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Siap Paduka hamba laksanakan!!",sahut Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Kita harus cepat tiba di Bei San Pai",kata Chen Si Lei berkelebat cepat menuju ke bagian barat gunung Bei.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lin Mo Bai pun berkelebat cepat untuk mengejarnya.
__ADS_1