
Chen Si Lei melakukan perjalanan menuju ke gunung Baodingsan sesuai petunjuk dari Ketua Sekte gunung Baodingsan yang menjadi teman perjalanannya serta ada Kwan Cu Pendekar Lembah Belenggu Pintu Naga, Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang dan Chou Min Min istri kedua Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Chen Si Lei di dalam perjalanan kali ini terlihat sangat memikirkan keselamatan dan keamanan keluarganya yang berada di Istana Kekaisaran Tang Agung, tapi Chen Si Lei harus fokus untuk menjalankan misi untuk membahagiakan rakyat Tionggoan.
"Aku sungguh memikirkan keselamatan dan keamanan mereka yang berada di Istana Kekaisaran Tang Agung",kata Chen Si Lei dalam hatinya.
"Pemandangan alam yang sangat indah sekali bagai lukisan surgawi hidup",puji Chou Min Min menikmati keindahan alam di sekitar perjalanan mereka menuju ke gunung Baodingsan.
"Ya karena daerah ini adalah perkebunan teh dan tebu yang sangat besar untuk masyarakat kita",kata Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang di sisi kanan Chou Min Min.
"Berapa lama kita akan bisa sampai di gunung Baodingsan?",tanya Chen Si Lei.
"Satu atau dua bulan perjalanan kita baru bisa sampai di gunung Baodingsan karena kita harus melewati enam desa kecil, lima kota kecil dan dua kota besar di sepanjang jalan menuju ke gunung Baodingsan",jawab Kakek tua sekte gunung Baodingsan yang berjalan bersama Chen Si Lei dan Kwan Cu.
"Lama juga ya ?", tanya Chen Si Lei seraya makan makanan ringan yang sudah di beli di desa besar awan naga beberapa hari yang lalu untuk bekal perjalanan ke gunung Baodingsan.
"Iya lama tapi sabar saja karena perjalanan ke gunung Baodingsan sangat bagus sekali ", jawab Kakek Ketua Sekte gunung Baodingsan.
"Kalian mau makan buah persik ?",tanya Chen Si Lei menawarkan makanannya kepada para pengikut nya terutama kepada Nona Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang.
"Ya boleh terimakasih Paduka",jawab Ching Yan tersenyum ramah kepada Chen Si Lei.
"Terimakasih Paduka",jawab Chou Min Min suka sekali makan makanan ringan.
"Boleh terima kasih Paduka",jawab Kakek Ketua Sekte gunung Baodingsan.
"Ya Paduka terimakasih",jawab Kwan Cu ingin sekali dekat dengan Ching Yan.
"Coba lihat di sana ada beberapa orang sedang di keroyok oleh kaum sesat tiga setan gunung Baodingsan",kata Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang berkelebat cepat untuk menolong sekelompok sekte bunga Cempaka sakti.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
"Sekte Bunga Cempaka Sakti sedang bertarung melawan Sekte Sesat tiga setan gunung Baodingsan",kata Kwan Cu berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan ilmu pedang lembah belenggu pintu naga.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata tajam para musuh dari berbagai penjuru arah hutan tebu.
Wuttttt !!
Cranggg!!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Kakek Ketua Sekte gunung Baodingsan menggerakkan pedang secara cepat dan hebat sekali untuk membunuh pria ganas yang menjadi murid kedua sekte sesat tiga setan gunung Baodingsan.
Wuttttt !!
Jlebbbb !!
Chou Min Min berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat di sekitar Chen Si Lei dengan ilmu pedang sekte kelinci sakti.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis pedang milik seorang gadis cantik jelita yang sangat sadis sekali sampai Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis kepala gadis sesat itu.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan kipas memotong sejumlah orang di sekitar Chou Min Min dan Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang berkelebat cepat untuk membunuh pria ganas yang sangat kejam itu dengan ilmu pedang gadis suci gunung Chong Yang.
Wuttttt !!
Jlebbbb !!
Kwan Cu menggerakkan pedang membabat habis kepala musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal habis dua puluh lima orang musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis sejumlah besar musuh sakti di sekitar Kwan Cu dan Kakek ketua Sekte gunung Baodingsan.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Kwan Cu menggerakkan pedang membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang lembah belenggu pintu naga.
Wuttttt!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Sekte Bunga Cempaka Sakti berkelebat cepat menghantam hancur para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali.
Wuttttt !!
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para kaum sekte sesat tiga setan gunung Baodingsan.
Wuttttt!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan kipas untuk membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Pendekar Rajawali Emas Sakti terimakasih atas pertolongan Anda kepada kami semua",kata Sekte Bunga Cempaka Sakti bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Sama-sama saudara - saudari ku",kata Chen Si Lei ramah sekali kepada semua murid Sekte Bunga Cempaka Sakti.
"Apakah yang sudah terjadi dengan kalian ?",tanya Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang kepada murid Sekte Bunga Cempaka Sakti.
"Sekte kami di hancurkan oleh para pasukan Sekte Sesat burung hitam cabang sembilan dan kini ketua kami hilang di hutan tebu bagian timur",jawab para murid Sekte Bunga Cempaka Sakti.
"Wu Jin Chi di hilang di dalam hutan tebu?",tanya Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang terkejut sekali mendengar sahabatnya hilang di dalam hutan tebu.
"Iya ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang",jawab para murid Sekte Bunga Cempaka Sakti.
"Kita bisa menemukan ketua kalian dengan berpencar di sekitar hutan tebu",kata Chen Si Lei memberi semangat juang tinggi bagi murid Sekte Bunga Cempaka Sakti.
"Iya Pendekar Rajawali Emas Sakti terimakasih atas perhatian Paduka kepada kami",kata para murid Sekte Bunga Cempaka Sakti.
"Ayo kita cari dan temukan ketua kalian",kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah selatan hutan tebu untuk mencari dan menemukan ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti bersama Chou Min Min dan sebagian murid Sekte Bunga Cempaka Sakti.
Chen Si Lei menyelusuri hutan tebu untuk mencari dan menemukan ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti sesuai petunjuk dari Chou Min Min yang pernah bertemu dengan seorang pria dari Sekte Bunga Cempaka Sakti yang sangat terkenal di dunia kangouw kota Qing.
"Di sana ada orang ", kata salah seorang dari Sekte Bunga Cempaka Sakti yang di berada di belakang Chen Si Lei dan Chou Min Min.
Chen Si Lei melihat ada seorang gadis remaja berusia lima belas tahun terluka di lengannya tergores pedang mukjizat sesat dari pria ganas sekte sesat burung hitam cabang sembilan di sebuah hutan tebu bagian selatan.
Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan pedang mukjizat sesat dari pria ganas itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti untuk menolong gadis yang terluka itu.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
"Nona Bi kau tak apa-apa ?", tanya Chou Min Min mengenal Nona yang terluka di lengannya itu.
__ADS_1
"Nona Chou Min Min senang sekali aku bisa bertemu dengan mu",jawab gadis itu yang bernama Nona Bi.
"Kau sedang apa di sini dan kenapa bisa bertemu dengan pria ganas itu?",tanya Chou Min Min mengobati luka lengan kiri Nona Bi dengan obat bubuk dan di balut saputangan milik Chou Min Min.
"Aku sedang dalam perjalanan menuju ke gunung Baodingsan untuk menolong kakak ku tetapi aku bertemu dengan pria ganas itu yang menyerang ku hingga aku terluka tergores pedangnya",jawab Nona Bi melihat ke arah Chen Si Lei yang sedang bertarung sengit melawan pria ganas sekte sesat burung hitam cabang sembilan.
"Nona Bi kau suka ya dengan Pendekar Rajawali Emas Sakti?",tanya Chou Min Min kepada temannya itu.
"Oh pria gagah perkasa itu adalah Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Nona Bi.
"Iyaaa beliau Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab Chou Min Min tersenyum.
Mereka semua melihat pertarungan antara Chen Si Lei dengan pria ganas sekte sesat burung hitam cabang sembilan di tengah hutan tebu bagian selatan .
Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan pedang mukjizat sesat dari pria ganas sekte sesat burung hitam cabang sembilan secara cepat dan ganas sekali sehingga pria ganas itu terdesak hebat oleh ilmu pedang Gunung Ling dan ilmu pedang rajawali emas sakti sehingga Chen Si Lei berhasil membunuh pria itu dengan cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei melihat Nona Bi menghampiri dirinya dan bersujud hormat kepadanya dengan penuh hormat sekali.
"Hamba Bi Yun mengucapkan terima kasih kepada Paduka",kata Nona Bi Yun.
"Kau sekte apa ?", tanya Chen Si Lei menerima pusaka dari gadis itu.
"Hamba berasal dari Sekte Rusa Putih",jawab gadis itu dengan hormat.
"Oh terima kasih",kata Chen Si Lei memberi isyarat untuk gadis itu berdiri kembali di hadapannya.
"Terimakasih Paduka",kata Nona Bi Yun berdiri dengan kepala menunduk.
"Ayo kita cari ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti kembali",kata Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk menyelusuri hutan tebu bagian selatan lagi.
Suara serigala terdengar di depan mereka sehingga semua temannya kaget dan bersembunyi di belakang Chen Si Lei yang tersenyum ramah sekali kepada hewan buas yang datang kepadanya.
"Serigala kau datang untuk membantu ku",kata Chen Si Lei membelai serigala itu.
Serigala mengangguk paham, lalu bersujud hormat kepada Chen Si Lei yang naik ke atas punggung Serigala yang mengantarkannya ke arah ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti berada dengan mudah.
Chou Min Min dan yang lainnya berkelebat cepat mengikutinya dengan mengikuti lari serigala ke arah timur hutan tebu dan berhasil menemukan pria ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti yang sedang bertarung sengit melawan sejumlah orang sakti sesat secara hebat sekali .
"Ketua Wu",panggil para murid Sekte Bunga Cempaka Sakti.
Chen Si Lei segera turun tangan untuk membantu pria gagah perkasa dari Sekte Bunga Cempaka Sakti dengan berkelebat cepat menangkis serangan pedang dari gadis sesat yang sangat hebat sekali sehingga pria ini terdesak hebat oleh ilmu mukjizat sesat gadis ganas itu.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chou Min Min menggerakkan pedang menghadapi pedang sakti mukjizat sesat milik gadis cantik jelita yang ganas sekali dengan ilmu pedang sekte kelinci sakti yang sangat hebat sekali sehingga gadis ganas itu terkejut sekali .
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Nona Bi Yun menggerakkan pedang melawan serangan maut dari pihak musuh yang mengeroyok ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti dengan ilmu pedang sekte rusa putih.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Sejumlah murid Sekte Bunga Cempaka Sakti berkelebat cepat membantu ketua mereka secara cepat dan hebat sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh mereka semua yang di bantu oleh Chen Si Lei dan kedua orang gadis sakti itu.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah senjata rahasia milik musuh hancur oleh Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis sejumlah besar musuh sakti di sekitar ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga gadis sesat itu juga tewas di penggal oleh Chen Si Lei.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Kau sungguh hebat sekali ", puji Ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti sebelum pria itu jatuh pingsan karena keracunan hawa sesat berbahaya dari pedang sesat di tangan gadis ganas yang sudah tewas oleh Chen Si Lei.
"Ketua Wu ", panggil para murid Sekte Bunga Cempaka Sakti merasa cemas pada ketua mereka yang pingsan karena keracunan hawa sesat pedang sesat milik musuh mereka.
"Tenanglah aku pasti bisa menolong Ketua Wu kalian",kata Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggunakan kedua telapak tangannya untuk mengerahkan ilmu mukjizat telapak matahari untuk membersihkan hawa sesat dari tubuh pria ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti di tengah hutan tebu bagian timur.
Sedangkan para murid Sekte Bunga Cempaka Sakti merapikan hutan tebu bagian timur dengan memakamkan semua jasad para musuh yang berserakan di dalam hutan tebu bagian timur.
Nona Chou Min Min menyiapkan makanan dan minuman untuk makan malam mereka semua yang berada di dalam hutan tebu bagian timur ,dan Nona Bi Yun menyiapkan api unggun untuk menghangatkan tubuh mereka dari hawa dingin di malam hari.
Serigala menemani Chen Si Lei dengan patuh duduk di samping Chen Si Lei yang sedang mengobati luka racun sesat di dalam tubuh ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti dengan ilmu mukjizat telapak matahari sakti yang sangat hebat sekali.
"Paduka silakan anda makan malam dahulu ", kata Chou Min Min memberikan makanan dan minuman untuk Chen Si Lei sesudah Chen Si Lei mengobati Ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti.
"Terimakasih ", jawab Chen Si Lei menerima daging musang panggang dari Chou Min Min siapkan untuk Chen Si Lei makan malam.
"Silakan kalian juga makan malam bersama ku",kata Chou Min Min ramah sekali kepada semua murid Sekte Bunga Cempaka Sakti termasuk kepada Nona Bi Yun.
"Terimakasih Nyonya Muda Wu",kata para murid Sekte Bunga Cempaka Sakti.
"Chou Min Min kau sudah menikah rupanya ?", tanya Nona Bi Yun tersenyum.
"Ya aku sudah menikah",jawab Chou Min Min tersenyum bahagia.
"Kau menikah dengan siapa?",tanya Nona Bi Yun.
"Pendekar Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao aku istri keduanya",jawab Chou Min Min.
"Lalu siapakah istri pertama dari Tuan besar Wu ?", tanya Nona Bi Yun.
"Nyonya Besar Xue Lian",jawab Chou Min Min.
"Wah kalau begitu selamat untuk mu dan semoga kalian bahagia selamanya",
"Terimakasih Bi Yun",jawab Chou Min Min ramah sekali kepada Bi Yun.
"Paduka ", panggil Kakek Ketua Sekte gunung Baodingsan dan yang lainnya tiba di tempat itu dengan senyuman senang sekali bisa berkumpul bersama Chen Si Lei.
"Siapa pria itu ?", tanya Nona Bi Yun melihat ke arah Kwan Cu dengan kagum.
"Kwan Cu Pendekar Lembah Belenggu Pintu Naga",jawab Chou Min Min bangga.
"Apakah dia sudah menikah ?", tanya Nona Bi Yun menyukai Kwan Cu yang telah duduk di dekat Chen Si Lei yang sedang merawat Ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti dengan cermat.
"Belum",jawab Chou Min Min yang punya pemikiran untuk menjodohkan Kwan Cu dengan Bi Yun.
"Lalu siapakah gadis yang duduk bersamanya itu ?", tanya Bi Yun.
"Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang bernama Ching Yan",jawab Chou Min Min.
"Apakah ada hubungan antara mereka berdua?",tanya Bi Yun merasa Kwan Cu dan Ching Yan memiliki hubungan spesial.
"Mereka hanya sebatas teman ",jawab Chou Min Min memberi semangat untuk Bi Yun bisa menjadi pilihan utama untuk jodoh Kwan Cu.
Bi Yun tertarik pada Kwan Cu yang sangat tampan juga tetapi Kwan Cu bisa suka kepadanya.
"Ah pupus sudah harapan ku untuk mendapatkan pria itu",kata Bi Yun sedih
"Aku akan memberikan bantuan kepada mu untuk mendapatkan Kwan Cu karena dia adalah saudara tiri ku",kata Chou Min Min tersenyum ramah sekali kepada Bi Yun.
"Apakah kau sungguh saudari dengan Kwan Cu ?", tanya Bi Yun senang sekali.
"Iya aku adik tiri Kwan Cu karena ayah ku dulu pernah memiliki dua orang isteri sebelum ayah menikah dengan ibuku dan terlahirlah aku saudari tirinya", jawab Chou Min Min yang ternyata ibunya adalah istri ketiga Tuan Besar Yu sedangkan Kwan Cu adalah putra dari istri pertama Tuan Besar Yu yang sudah lama sekali meninggal dunia.
Chen Si Lei mendengarkan percakapan mereka berdua dengan tersenyum penuh pengertian tentang kehidupan orang lain yang berada di sekitarnya.
"Paduka kenapa Anda tersenyum seperti itu?",tanya Kwan Cu heran dengan Chen Si Lei.
"Aku bahagia sekali mendengar kau orang yang hebat Kwan Cu",kata Chen Si Lei.
"Terimakasih atas pujian Paduka kepada hamba", kata Kwan Cu
"Sama-sama Kwan Cu",kata Chen Si Lei bersahabat dengan Kwan Cu.
"Paduka anda seorang baik hati",kata Kwan Cu menyukai Kaisar Tang Agung.
"Iya sekarang kau istirahatlah karena esok kita sudah harus berangkat lagi",kata Chen Si Lei tersenyum ramah sekali kepada Kwan Cu.
"Iya terimakasih Paduka",kata Kwan Cu .
Lalu, Chen Si Lei termenung seorang diri kembali di malam hari ini di dalam hutan tebu bagian timur. Chen Si Lei memetik buah yang berada di atas pohon buah di atas kepalanya.
"Buah kesemek yang manis",kata Chen Si Lei duduk di atas pohon buah kesemek.
"Paduka hamba juga mau minta buah kesemek itu",kata Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang ternyata gadis itu belum tidur.
"Iya boleh",kata Chen Si Lei melemparkan buah kesemek untuk gadis yang berada di bawah pohonnya.
"Terimakasih Paduka",kata Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang tersenyum manis sekali kepada Chen Si Lei.
Chen Si Lei memikirkan keselamatan dan keamanan Hua Erl dan para wanitanya yang lain yang berada di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung termasuk anak -anaknya serta Ibu Suri Ling dan kedelapan adik perempuannya serta para teman -temannya.
"Paduka hamba istirahat dahulu",kata Ching Yan pamit kepada Chen Si Lei untuk gadis itu ingin pergi tidur di bawah pohon kesemek yang di duduki oleh Chen Si Lei saat ini.
Chen Si Lei menggangguk kepala untuk menjawab gadis itu,lalu Chen Si Lei sibuk memandang rembulan di malam hari ini di atas pohon buah kesemek.
"Aku merindukan mereka",kata Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada bulan purnama yang di atas langit malam.
"Ahh di manakah aku sekarang ini ?", suara halus dari arah selatan hutan tebu di dengar oleh Chen Si Lei yang segera berkelebat cepat ke arah suara itu.
Chen Si Lei melihat seorang gadis remaja amat cantik jelita sekali terbangun dari pingsan di tengah hutan tebu bagian selatan.
"Nona kau berada di hutan tebu bagian selatan tengah jalan menuju desa kecil bunga Champa Merah muda",kata Chen Si Lei memberikan buah kesemek kepada gadis cantik jelita sekali yang segera duduk di hadapannya.
"Terimakasih tuan muda",kata gadis itu menerima buah kesemek dari Chen Si Lei.
"Kau siapakah nona dan kenapa kau bisa berada di hutan tebu ?", tanya Chen Si Lei.
"Saya bernama Wang Ce Ni putri dari Adipati Wang yang tinggal di kota Qing,dan saya diculik oleh Sekte Sesat burung hitam cabang delapan tapi hamba berhasil kabur dari tahanan mereka dan tersesat di dalam hutan tebu bagian selatan,tuan muda",jawab Nona Wang Ce Ni memberikan tanda penduduknya sebagai warga kota Qing serta statusnya sebagai putri nomor sembilan dari Adipati Wang yang masih kerabat dari Ibu Suri Ling.
__ADS_1
"Oh baiklah kau ikutlah aku untuk bergabung bersama teman -teman ku",Chen Si Lei mengajak gadis itu berjalan bersamanya menuju ke hutan tebu bagian timur dan mereka berdua melihat semua teman sudah bangun tidur karena hari sudah pagi.
"Paduka silakan anda mencuci wajah dan bersih-bersih sebelum sarapan pagi di siapkan oleh hamba",kata Chou Min Min sudah menyiapkan peralatan mandi dan perlengkapan lainnya untuk Chen Si Lei.
"Ya terimakasih Chou Min Min",kata Chen Si Lei berjalan ke arah sungai kecil yang berada di belakang hutan tebu bagian timur.
Chen Si Lei pun menikmati suasana alam di sekitar sungai kecil itu sambil mandi dengan nyaman,maka Chen Si Lei menggunakan waktunya selama dua jam agar Chen Si Lei bisa santai sejenak, yaitu tidur di tepi sungai kecil hutan tebu bagian timur setelah Chen Si Lei mandi dan berpakaian rapi seraya berjemur di bawah cahaya sinar matahari pagi.
Lalu, Chen Si Lei sarapan pagi bersama teman -temannya yang sudah menunggu Chen Si Lei usai beristirahat dan mereka bisa sarapan pagi bersamanya di hutan tebu bagian timur.Sedangkan Nona Wang Ce Ni di temani oleh Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang dan Chou Min Min serta Bi Yun untuk bisa mandi di sungai kecil itu.
"Ahhh ada ular...!!",jerit keempat orang gadis yang sedang mandi di sungai kecil di hutan tebu bagian timur.
"Awas !!Kalian ber empat berpakaian rapi dahulu. Cepat!!",teriak Chen Si Lei yang segera menghantam hancur beberapa ekor ular hitam berracun berada di sekitar sungai kecil itu.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Ke empat gadis itu segera berpakaian rapi, lalu melompat ke atas pohon terdekat untuk berlindung dari serangan ular berbisa itu, jadi para pria bisa menghadapi serangan maut dari ular -ular hitam berracun dengan ilmu kepandaian mereka masing - masing.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan kipas membunuh sejumlah besar ekor ular hitam ber racun ganas sekali dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Kwan Cu menggerakkan pedang membabat habis sejumlah besar ekor ular hitam berracun dengan ilmu pedang lembah belenggu pintu naga.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Kakek Ketua Sekte gunung Baodingsan menggerakkan pedang secara cepat dan hebat sekali sehingga sejumlah ekor ular hitam berracun berhasil di musnahkan oleh kakek itu.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti dan para muridnya berkelebat cepat untuk ikut membasmi ular hitam berracun dengan ilmu mukjizat mereka.
Chen Si Lei melirik ke arah ujung sungai kecil untuk mengetahui orang yang telah menggunakan hewan berracun untuk menyerang mereka secara curang, maka ia segera menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para pria ganas yang menggunakan ilmu hitam .
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan kipas ke segala penjuru sungai kecil untuk membunuh pria ganas yang menggunakan ular hitam berracun untuk menyerang mereka.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak pria ganas itu tewas seketika itu juga oleh Chen Si Lei.
"Paduka anda sungguh luar biasa tangguh sekali",puji para teman -temannya.
"Ya sudah sekarang kita berangkat ke desa kecil tebu utara",kata Chen Si Lei.
"Paduka hamba ber empat belum selesai mandi",kata Ching Yan dari Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang.
"Ah baiklah kalian mandi dahulu baru kita berangkat kembali",jawab Chen Si Lei.
"Kalian jangan mandi lama -lama",kata Kwan Cu sudah kembali ke tempat awal di hutan tebu bagian timur untuk melanjutkan sarapan paginya dengan nyaman.
"Iya terimakasih ", jawab ke empat gadis itu serentak.
Satu jam kemudian ke empat gadis sudah selesai mandi dan berpakaian rapi, dan mereka menemui para pria untuk mereka bisa sarapan pagi sebelum mereka ikut para pria untuk melanjutkan perjalanan mereka bersama -sama dengan nyaman dan aman.
Setelah para gadis selesai sarapan pagi dan berkemas, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka bersama -sama menuju ke desa kecil tebu utara yang terletak tidak jauh dari hutan tebu bagian timur yang menjadi tempat mereka beristirahat pada kemarin hari.
Chen Si Lei berjalan bersama Ketua Sekte gunung Baodingsan dan ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti yang berjalan bersama tujuh orang muridnya serta lima orang istrinya dan tiga orang anaknya yang semuanya adalah tiga orang pemuda remaja tanggung.
"Di desa kecil tebu utara ada banyak sekali makanan dan minuman ringan yang sangat enak yang menjadi favorit kaum wisatawan mancanegara dan lokal",kata Kakek Ketua Sekte gunung Baodingsan yang menceritakan tentang kehidupan di desa tersebut.
"Makanan khas mereka apa ?", tanya Chen Si Lei.
"Kue rasa tebu manis dan air teh wangi tebu",jawab Ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti.
"Lalu pekerjaan para penduduk desa kecil tebu utara apa saja?",tanya Chen Si Lei.
"Petani tebu dan kelapa sawit",jawab Ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti.
"Juga ada tempat hiburan yang sangat menarik sekali di desa itu",kata Kwan Cu.
"Ohya? ",tanya Chen Si Lei.
"Ya tempat hiburan yang pastinya akan membuat anda senang sekali anda bisa mengunjungi desa itu",jawab Kwan Cu yang berjalan bersama Nona Bi Yun untuk mereka berdua bisa akrab satu sama lain.
"Paduka hamba sudah mendapatkan informasi bahwa suami hamba akan tiba di desa kecil tebu utara tepat waktu bersamaan dengan kita tiba di sana",lapor Chou Min Min yang berjalan bersama Nona Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang dan Nona Wang Ce Ni.
"Wah terima kasih atas informasi mu",kata Chen Si Lei senang sekali Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bisa menyelesaikan tugasnya dengan cepat dan baik sesuai perintahnya, maka Chen Si Lei bisa bebas dari menjaga keselamatan Chou Min Min.
"Paduka coba anda lihat di sana ada banyak sekali keindahan alam yang sangat indah sekali",kata Ching Yan Ketua Sekte Gadis Suci gunung Chong Yang segera berjalan di dekat Chen Si Lei untuk gadis itu bisa mendekati Chen Si Lei.
Chen Si Lei menghindari gadis itu dengan sopan sekali karena Chen Si Lei usai dia berjumpa dengan Li Shao Ning baginya tidak ada wanita lain sehebat Li Shao Ning serta selembut Hua Erl yang sangat di cintai oleh Chen Si Lei sepenuh jiwa dan raga.
"Aku sudah puas dengan Li Shao Ning juga aku sudah sangat nyaman dengan gadis itu selain aku cinta kepada Hua Erl",kata Chen Si Lei dalam hatinya.
"Karena tugas ku sebagai seorang Kaisar Tang Agung selain memimpin negeri ini aku juga harus memiliki kemampuan untuk menjadikan dinasti Tang Agung bisa sukses selalu semakin Jaya dan besar di mata dunia. Ah Ibu Suri Ling sungguh membuat ku pusing dengan masalah para wanita dan gelar untuk kebesaran dan kejayaan dinasti Tang Agung ku",kata Chen Si Lei dalam hatinya kembali bicara dan berpikir sendiri di sepanjang jalan menuju ke desa kecil tebu utara.
"Paduka silakan anda istirahat di dalam rumah penginapan yang sudah hamba siapkan untuk Paduka",lapor Chou Min Min saat mereka tiba di penginapan untuk malam hari ini.
Chen Si Lei masuk ke dalam kamar tidur di penginapan ,dan Chen Si Lei berjalan ke arah jendela kamar untuk melihat langit malam untuk Chen Si Lei bisa melihat semua keluarganya yang berada di Istana Kekaisaran Tang Agung.
"Paduka silakan anda mandi karena hamba sudah mempersiapkan air hangat untuk anda",kata Chou Min Min dari dalam kamar mandi dalam kamar tidur untuk Chen Si Lei istirahat.
"Iya terimakasih",kata Chen Si Lei usai wanita itu keluar dari kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, saat Chen Si Lei ingin mandi pria ini mendengar suara dari arah barat penginapan dan mencium aroma sesat yang sangat berbahaya bagi keselamatan rakyat di pintu masuk ke desa kecil tebu utara, maka Chen Si Lei pun berkelebat cepat ke arah barat penginapan untuk Chen Si Lei bisa mengetahui hal yang telah terjadi di daerah itu.
Chen Si Lei melihat ada seorang gadis remaja berusia lima belas tahun bertarung melawan para pasukan Sekte Sesat burung hitam cabang sembilan dengan ilmu pedang sakti mukjizat hebat sehingga Chen Si Lei merasa kagum sekali dengan kelihaian ilmu pedang gadis itu.
Syuutttttttt !!
Tranggggg!!
Gadis itu adalah seorang putri dari Selir lain milik Kaisar Tang terdahulu yang tak pernah di ketahui identitas oleh Chen Si Lei dan semua orang di Kekaisaran Tang Agung, dan gadis ini berasal dari suku khitan yang tinggal di sebuah pulau kecil di utara Tionggoan.
Nama gadis ini adalah Putri Yehonala yang tinggal di pulau yang bernama pulau Es ,dan putri ini di kenal sebagai Mutiara Es yang sangat terkenal di Tionggoan terutama di dunia kangouw, Putri Yehonala baru saja keluar dari pulau Es untuk mencari pusakanya yang hilang oleh pihak musuh secara rahasia, kini Putri ini berjumpa dengan Chen Si Lei yang mengamatinya sedang bertarung melawan para musuh sakti sesat dengan hebat sekali.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
"Kau sungguh hebat sekali Mutiara Es",kata seorang pria dari Sekte Naga Api di selatan Tionggoan, dan pria ini bernama Li Kuan Yew.
"Naga Api lancang sekali kau !!",hardik gadis itu menyerang pria itu dengan cepat dan hebat sekali sehingga pria ini berkelebat cepat untuk menghindari serangan maut dari gadis lihai itu.
"Mutiara Es kau hadapilah mereka jangan hadapi ku",kata Li Kuan Yew Pendekar Naga Api yang menangkis serangan pedang hebat gadis itu.
Syuutttttttt !!
Cranggg !!
Cranggg !!
Cranggg !!
Chen Si Lei melompat turun dari atap rumah penduduk desa pintu masuk ke desa kecil tebu utara, dan Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan maut pedang mukjizat sesat dari Sekte Sesat burung hitam cabang sembilan untuk ia bisa menolong kedua orang pendekar kaum bersih utara yang sedang bertarung sengit secara adil.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
"Kalian berdua sibuk sendiri. Coba lihat banyak rakyat sedang menunggu di obati oleh kalian berdua ",kata Chen Si Lei menggunakan kipas memisahkan keduanya untuk keduanya tidak bertarung secara bodoh untuk kepentingan pribadi.
"Siapa kau berani memisahkan kami?",tanya keduanya .
"Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab Chen Si Lei seraya membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Ahh anda Pendekar Rajawali Emas Sakti?",tanya Li Kuan Yew Pendekar Sekte Naga Api beri hormat kepada Chen Si Lei.
"Iya aku Pendekar Rajawali Emas Sakti ", jawab Chen Si Lei menoleh ke Putri suku Khitan yang sombong itu.
"Hormat hamba Yehonala kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Putri itu.
"Rapikan kembali jalanan ini",perintah Chen Si Lei kepada keduanya.
"Baik Paduka hamba berdua laksanakan",jawab keduanya patuh kepada Chen Si Lei.
Chen Si Lei menghampiri sejumlah rakyat yang berada di tempat itu untuk Chen Si Lei bisa mengobati luka pada rakyat sekitar pintu masuk ke desa kecil tebu utara dengan cepat.
"Terimakasih atas pertolongan Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata para rakyat di pintu masuk desa kecil tebu utara usai di sembuhkan oleh Chen Si Lei.
"Paduka tolong jangan hukum kami",kata Putri Yehonala Si Mutiara Es dan Li Kuan Yew Pendekar Sekte Naga Api yang berjalan di belakang Chen Si Lei yang memarahi mereka berdua dengan tegas sekali.
"Kalian berdua adalah Pendekar kaum bersih harusnya menjaga keamanan dan keselamatan rakyat bukannya membahayakan rakyat",kata Chen Si Lei.
"Ya Paduka hamba patuh kepada Paduka",kata Putri Yehonala Mutiara Es yang di hukum membersihkan jalanan di sekitar pintu masuk ke desa kecil tebu utara.
"Ya Paduka hamba laksanakan ", jawab Li Kuan Yew Pendekar Sekte Naga Api di hukum merapikan kembali rumah penduduk sekitar.
Chen Si Lei kembali ke rumah penginapan untuk mandi dan sebagainya, lalu Chen Si Lei tidur pulas di kamarnya sampai pagi hari.
"Paduka hamba sudah siapkan peralatan dan perlengkapan mandi pagi untuk anda",kata Chou Min Min pagi hari sudah melakukan tugas sebagai pelayan nya.
"Iya terimakasih",kata Chen Si Lei menggeliat di atas tempat tidur sebelum pergi mandi.
"Paduka hamba sudah siapkan makanan dan minuman untuk sarapan pagi anda di dalam kamar Anda",kata Chou Min Min usai Chen Si Lei rapi kembali.
"Ya terimakasih ", jawab Chen Si Lei duduk di ruang makan dan sarapan pagi.
"Paduka hamba sudah siapkan segalanya untuk perjalanan kita masuk ke desa kecil tebu utara",kata Kakek Ketua Sekte gunung Baodingsan masuk ke kamar tidur Chen Si Lei di ikuti oleh Ketua Sekte Bunga Cempaka Sakti,Kwan Cu dan Li Kuan Yew yang sudah melakukan hukumannya dengan baik sesuai perintahnya.
__ADS_1
"Baiklah kita berangkat",kata Chen Si Lei usai sarapan pagi berjalan keluar dari penginapan di ikuti oleh para sahabat barunya.