Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kabut Dalam Kehidupan.


__ADS_3

"Dari mana saja kalian berdua?",tanya Chen Si Lei begitu Li Shao Ning dan Sin Yue Qing tiba di pintu masuk ke dalam ruang makan.


"Kami berdua dari jalan - jalan di sekitar vila kita",jawab Li Shao Ning dan Sin Yue Qing bersamaan.


"Oh begitukah ???", tanya Chen Si Lei melihat ke belakang kedua orang istrinya dan melihat ada gadis lain yang berdiri di belakang Li Shao Ning dan Sin Yue Qing dengan kepala di tertunduk sopan dan elegan.


"Ya..ah Gege ayo kami kenalkan kau dengan sahabat baru kita ",kata Sin Yue Qing meraih jemari Chen Si Lei dan menghadapi Zhang Xiao Yan yang segera bersujud hormat kepada Chen Si Lei, Li Shao Ning dan Sin Yue Qing.


"Hormat hamba kepada Paduka Kaisar Tang Agung",sapa Zhang Xiao Yan.


"Sahabat baru kita atau orang yang sama tapi dalam bentuk yang berbeda",kata Chen Si Lei menunduk menatap Zhang Xiao Yan yang masih bersujud hormat kepadanya.


"Iya, jika kau sudah tahu ,kau tak perlu bertanya lagi ,sudah kau terima saja dia dengan nama yang baru ", kata Sin Yue Qing menarik ujung lengan bajunya dan Li Shao Ning mengangguk untuk mendukung Sin Yue Qing.


Chen Si Lei menghela napas dan menghembuskan perlahan -lahan sebelum ia menjawab untuk setuju dengan pendapat kedua orang istrinya mengenai Xiao Yan Li yang berubah menjadi Zhang Xiao Yan.


Namun sebelum Chen Si Lei menjawab datanglah Ibu Suri Ling dan para adiknya serta anak - anaknya serta Melani, Xue Erl dan Aurora di depan pintu masuk ke ruang makan dan Ibu Suri Ling terkesiap melihat Zhang Xiao Yan yang sujud di bawah sepasang sepatu indahnya Chen Si Lei dan kedua orang Permaisuri nya.


" Ahh Nona siapakah kau dan kenapa kau mirip dengan putri ku Yang Yang ?", Ibu Suri Ling menyapa Zhang Xiao Yan.


"Zhang Xiao Yan kenapa kau diam saja ?Ayo cepat kau beri salam kepada Ibu Suri Ling ", perintah Chen Si Lei .


Zhang Xiao Yan segera mematuhi perintahnya dengan memberi salam kepada Ibu Suri Ling.


" Hormat hamba Zhang Xiao Yan kepada Ibu Suri Ling ", sapa Zhang Xiao Yan.


Ibu Suri Ling tersenyum keibuan dan menarik Zhang Xiao Yan untuk berdiri dan ia bisa melihat dengan jelas bahwa gadis di hadapannya itu benar-benar sangat mirip dengan Yang Yang.


"Kau sungguh persis seperti Yang Yang ku .Ah ayo masuk dan makan siang di dekat aku",kata Ibu Suri Ling meraih jemari Zhang Xiao Yan untuk di ajak masuk ke dalam ruang makan, dan duduk di kursi sebelah kanannya,


Lalu para anggota keluarga Tang Si Lei pun berjalan memasuki ke ruang makan dan duduk di kursi mereka masing - masing dan Chen Si Lei melirik Li Shao Ning dan Sin Yue Qing untuk berjalan bersamanya menuju ke ruang makan dan duduk di kursi sebelah kanan dan kirinya.


Mereka semua menikmati makan siang bersama dengan diam dan disiplin sesuai dengan peraturan dalam Istana Kekaisaran Tang Agung, yaitu makan dengan sopan dan elegan.


Sesudah mereka makan siang di ruang makan, Ibu Suri Ling meminta Zhang Xiao Yan untuk menemaninya berjalan -jalan di sekitar vila Kaisar Tang Agung untuk menjalin hubungan yang baik dengan gadis yang mirip dengan putrinya yang sudah meninggal dunia.


"Xiao Yan kau berasal dari daerah mana dan siapa orang tua mu dan berapa saudara mu ?",tanya Ibu Suri Ling yang ingin mengetahui identitas diri gadis muda cantik jelita itu.


"Lapor Ibu Suri Ling, hamba berasal dari kota Changsha,orang tua hamba adalah pimpinan ketiga dari Sekte Bu Tong Pai yang bernama Zhang Hu dengan murid Sekte Bunga Cempaka Biru yang bernama Cheng Yuan Yi dan saudara hamba adalah Zhang Bu Sin murid utama Sekte Bu Tong Pai ", jawab gadis itu dengan sujud hormat kepada Ibu Suri Ling.


"Lalu apakah kau sudah memiliki seorang kekasih atau tunangan ?", tanya Ibu Suri Ling yang memiliki suatu keinginan untuk berdekatan dengan gadis ini untuk selalu dekat dengan Yang Yang.


"Lapor Ibu Suri Ling, hamba belum memiliki kekasih atau tunangan",jawab Zhang Xiao Yan sejujurnya.


"Bagus sekali ,karena aku sudah menemukan seorang pria yang tepat untuk jadi jodoh mu ,yaitu putraku sendiri yang bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mu ",kata Ibu Suri Ling tersenyum keibuan terhadap Zhang Xiao Yan.


Lalu Ibu Suri Ling memanggil Chen Si Lei yang sedang membaca buku di paviliun taman bunga di dalam vila dengan di temani oleh Li Shao Ning yang memainkan kecapi dan Sin Yue Qing bersandar di bahunya sambil bernyanyi lagu kesukaan Chen Si Lei.


"Lapor Paduka, Ibu Suri Ling memanggil anda untuk datang menemui beliau di taman buah naga ", lapor salah satu dari Kasim Ibu Suri Ling datang kepada Chen Si Lei.


"Ah ya baiklah, terimakasih ",jawab Chen Si Lei menutup bukunya dan Sin Yue Qing berhenti bernyanyi untuknya dan Li Shao Ning berhenti memainkan kecapi untuk mengalunkan melodi yang ia sukai sepanjang masa.


"Kalian berdua tunggu saja di sini sampai aku kembali ke sini untuk menemani kalian berdua ", kata Chen Si Lei berdiri dan mencium keduanya sebelum pergi ke tempat Ibu Suri Ling.


Setelah Chen Si Lei pergi ke tempat Ibu Suri Ling. Kedua orang istrinya mulai ada perasaan cemas dan takut.


" Apakah kita telah melakukan kesalahan dengan membantu Putri Naga Langit Timur menjadi seorang manusia biasa lagi ?", tanya Li Shao Ning memetik senar kecapi dengan cemas.


"Semoga saja tidak ",jawab Sin Yue Qing cemberut.


Melani datang membawakan minuman rasa buah anggur hijau kepada mereka berdua di paviliun itu.


" Shao Ning, Yue Qing ini aku bawakan minuman rasa buah anggur hijau karya baru Phing Phing untuk jam istirahat kita ", kata Melani menaruh nampan isi dua cangkir keramik isi minuman tersebut di atas meja batu.


"Wah terima kasih ", jawab Li Shao Ning dan Sin Yue Qing mengambil cangkir mereka masing - masing.


"Tunggu dulu ,kalian berdua juga harus menikmati minuman sari anggur hijau dengan kue lembut rasa alpukat yang aku buat ini",kata Aurora membawakan beberapa makanan ringan dan meletakkannya di atas meja bundar batu di ikuti oleh Xue Erl.


"Wah sepertinya enak sekali ", puji Sin Yue Qing mengambil kue dan memakannya dengan nikmat sekali.


"Ya enak dan lembut sekali ", puji Li Shao Ning mengambil kue dan memakannya dengan perasaan bahagia.


"Manis nya pas dan tidak berlebihan, maka kue ini sangat enak sekali ", kata Xue Erl ikut mencicipi kue rasa alpukat itu


"Aku suka sekali dengan makan kue rasa buah nikmat seperti ini ", kata Melani.


"Terimakasih atas pujian kalian semua kepada ku ", ucap Aurora bahagia dan ia semakin lama semakin menyayangi mereka semua yang menjadi saudari madu nya.


Mereka ber lima membahas tentang belajar membuat makanan,minuman dan pakaian dan sebagainya untuk membantu ekonomi masyarakat di sekitar gunung Bu Tong.

__ADS_1


" Boleh juga ide mu ",kata Li Shao Ning setuju.


"Ya sudah, kita turun ke lapangan untuk membantu rakyat sekitar pegunungan Bu Tong dengan mengajarkan mereka cara membuat pakaian dan sebagainya ", kata Sin Yue Qing yang lalu di berikan tanda ibu jari setuju dari Melani, Xue Erl dan Aurora.


"Hmm kita minta izin dahulu kepada Koko Lei Lei sebelum kita turun ke desa di sekitar vila kita ", kata Li Shao Ning meletakkan cangkir keramik nya, lalu ia pergi ke tempat Ibu Suri Ling.


Namun ketika Li Shao Ning tiba di pintu masuk ke taman buah naga. Ia terkejut sekali mendengar suara Chen Si Lei yang menolak keras untuk menikah dengan Zhang Xiao Yan dari perintah Ibu Suri Ling kepada pria hebat sekali itu.


" ErNiang aku sudah tidak ingin menikah lagi dengan wanita mana pun lagi, jadi kau jangan pernah meminta ku untuk menikah dengan dia atau wanita lain lagi ", kata Chen Si Lei menuding telunjuk kanannya dengan kasar kepada Zhang Xiao Yan yang menelan ludahnya karena takut.


"Kau seperti ini pasti karena rayuan wanita liar dan licik itu kan ?", Ibu Suri Ling marah.


"ErNiang tolong jangan pernah menyebut istri ku sebagai wanita liar dan licik .Aku akan sakit hati mendengar ucapan mu terhadap istri ku ",kata Chen Si Lei tegas sekali kepada Ibu Suri Ling yang terperanjat kaget sekali mendengar Chen Si Lei bersikap keras dan tegas.


"Iya baik.Aku tidak akan pernah menyebut Sin Yue Qing maupun Li Shao Ning dengan sebutan wanita liar yang licik tetapi wanita -wanita berhati sesat dan pikiran picik serta mulut mereka adalah mulut ular berbisa",kata Ibu Suri Ling nada tinggi.


"ErNiang aku sungguh kecewa dengan ucapan yang kau keluarkan untuk kedua orang istri ki ku yang juga kedua orang menantu mu,terutama untuk Li Shao Ning dia ibu kandung dari kedua orang cucu laki-laki mu.Kenapa kau tega sekali bisa mengatakan mereka berdua seperti ucapan mu itu ", kata Chen Si Lei marah dan kecewa dengan Ibu Suri Ling, lalu ia segera pergi dari tempat Ibu Suri Ling dengan sikap marah sekali.


Li Shao Ning terkejut sekali saat Chen Si Lei melihat ke arah nya dan menariknya untuk pergi dari tempat itu.


"Koko Lei Lei ",panggil Li Shao Ning lembut sekali mengikutinya menuju ke arah paviliun taman bunga dan melihat Sin Yue Qing yang melihat mereka berdua dengan bingung.


"Yue Qing, ayo kita pergi dari sini ", kata Chen Si Lei meraih jemari Sin Yue Qing dan berkelebat ,lalu lenyap dari vila.


Melani, Xue Erl dan Aurora terkejut sekali melihat Chen Si Lei terlihat begitu marah sekali usai bertemu dan bicara dengan Ibu Suri Ling sampai Chen Si Lei segera pergi dari vila dengan mengajak Li Shao Ning dan Sin Yue Qing bersamanya tanpa perlu pamit lagi dengan yang lainnya di sekitar Vila itu.


"Kita harus bagaimana sekarang ini ?", tanya Melani tercengang .


" Ya kita harus beritahu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya untuk pergi mencari Koko Lei Lei yang membawa pergi Li Shao Ning dan Sin Yue Qing dari vila atau lebih tepatnya dari Ibu Suri Ling yang berulah lagi ", jawab Aurora.


"Baiklah, ayo kita pergi ke tempat para pengikat Koko Lei Lei ", kata Xue Erl.


Mereka bertiga menemui Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan para sahabatnya yang berada di ruangan khusus untuk para pasukan keamanan dan keselamatan Kaisar Tang Agung.


" Hormat kami kepada Permaisuri Melani, Permaisuri Xue Erl dan Permaisuri Phing Phing ", sapa Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sujud kepada ketiga wanita itu.


"Kaisar dan kedua Permaisuri telah pergi dari vila tanpa memberitahu semua orang yang berada di vila, karena itu kami memberitahu kalian semua untuk segera pergi untuk mencari dan menemukan serta membantu mereka bertiga dan kami akan menunggu dan membantu mereka bertiga untuk menjaga keluarga kami ", kata Melani.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti kaget sekali mendengar berita tersebut, maka mereka segera melakukan perintah Melani untuk pergi dari vila untuk membantu Kaisar Tang Agung dan kedua orang Permaisuri nya.


"Siap Paduka Permaisuri Melani hamba laksanakan !!", sahut Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat untuk mencari dan menemukan Chen Si Lei dan kedua istrinya yang sudah pergi dari vila lebih dahulu tanpa memberitahu mereka semua sebagai pengikut setia Kaisar Tang Agung.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Sedangkan Zhang Xiao Yan merasa bersalah dan malu dengan Chen Si Lei dan kedua orang istrinya yang sudah baik hati untuk menerimanya sebagai sahabat mereka bertiga, tetapi karena masalah Ibu Suri Ling yang ingin menjodohkan dia dengan Chen Si Lei yang menolak tegas dan keras kepada Ibu Suri Ling karena Chen Si Lei memang tidak ada rasa cinta terhadap Zhang Xiao Yan dalam bentuk apa pun juga.


"Aku harus minta maaf kepada Kaisar Lotus Langit Selatan dan kedua Dewi yang sudah baik hati kepada ku ",kata Zhang Xiao Yan yang di abaikan oleh para istri Kaisar Tang Agung yang lainnya serta para adik Kaisar Tang Agung dan para anak -anak Kaisar Tang Agung yang di sepanjang jalan kembali ke Kekaisaran Tang Agung.


Zhang Xiao Yan di acuhkan,di sindir dan di caci maki oleh adik -adik Kaisar Tang Agung sebagai seorang gadis yang tidak tahu malu.


"Dasar kau wanita tidak tahu berterimakasih, sudah di tolong oleh kedua soso kami yang baik hati, eh kau malah kurang ajar ",kata Putri Yang Ying Ying nada kasar.


"Gara-gara kau ,Huang ErNiang dan Gege bertengkar, lalu Gege pergi bersama kedua soso ", kata Tang Hian Cheng menjewer telinga Zhang Xiao Yan kencang.


"Awas jika sampai mereka kembali ke Istana Kekaisaran Tang Agung, kau masih berulah .Hmmm aku akan membunuh mu ",ancam Putri Tang Yan.


"Ya hamba patuh kepada para putri ", jawab Zhang Xiao Yan merasa sangat malu dan tidak pantas untuk menjadi manusia seutuh nya bila ia membuat kehidupan ketiga orang yang sudah sangat berjasa besar terhadapnya terganggu olehnya.


Karena itu Zhang Xiao Yan diam -diam memutuskan untuk keluar dari kereta kuda milik keluarga Kaisar Tang Agung begitu mereka telah sampai di pintu masuk ke dalam Istana Kekaisaran Tang Agung. Zhang Xiao Yan kabur dari Ibu Suri Ling yang mencarinya di sekitar kereta -kereta kuda milik keluarga Kaisar Tang Agung.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Di manakah Zhang Xiao Yan berada ?", tanya Ibu Suri Ling mencari -cari Zhang Xiao Yan di sekitar semua orangnya.


"Huang ErNiang, dia sudah pergi jauh dari kita, maka kau tak perlu mencari dia lagi ", jawab Tang Hian Cheng meraih jemari Ibu Suri Ling untuk masuk ke dalam Istana Ibu Suri Ling.


Ibu Suri Ling menghela napas dan mengikuti Tang Hian Cheng menuju ke arah Istananya. Sedangkan yang lain kembali ke Istana milik mereka masing - masing ,kecuali Putri Yang Ying Ying memutuskan untuk menyelinap kabur dari Istana ke arah timur untuk bertemu dengan Guru lukis nya yang bernama Hua Guo Ji yang tinggal di sebuah rumah kecil di sebuah gang kecil di tengah Ibukota Kekaisaran Tang Agung.


Ketukan pintu membuat Hua Guo Ji terlonjak dan terjatuh dari kursi. Tulang ekor nya dengan sukses mendarat lebih dulu ke lantai keramik. Hua Guo Ji meringis tanpa suara, lalu dengan langkah tertatih mendekati pintu.


"Hai!!",Yang Ying Ying menurunkan kantong coklat yang menutupi wajahnya.


"Eh ,tadi sepertinya ada yang jatuh. ..",ucap gadis remaja itu tersenyum kepada Hua Guo Ji.


"Iya...itu aku.Ayo ,masuk ".


Yang Ying Ying mengamati Hua Guo Ji yang sibuk mengelus bagian belakangnya


"Kamu sedang apa tadi ?", tanya Yang Ying Ying.

__ADS_1


"Memikirkan mu ",jawab Hua Guo Ji dalam hatinya, tapi ia menjawab berbeda.


"Bersih -bersih, lalu terjatuh ",jawab Hua Guo Ji memerah malu.


"Yakin tanpa tambahan melamun ?", Bola mata Yang Ying Ying berputar cerdik dan pintar.


"Eh bawa apa ?Banyak sekali ?Stok yang kemarin masih banyak yang belum aku makan ", Hua Guo Ji mengambil barang bawaan Yang Ying Ying dan melangkah ke dapur dan meletakkannya di atas meja.


Yang Ying Ying mengikutinya dan mengeluarkan satu persatu bahan makanan yang di beli dari pasar terdekat.


Hua Guo Ji mengawasinya dari belakang, menunggu gadis itu menjelaskan arti dan maksud kedatangannya sore ini.


"Aku tidak menganggu mu,kan?",tanya Yang Ying Ying, hati -hati.


"Tidak. Tapi, lain kali kalau mau datang ke rumah ke dua ku ,minimal kau kirim surat atau pesan dulu ",tukas Hua Guo Ji.


"Bagaimana bisa ?Aku bahkan harus mencari cara untuk keluar dari rumah ku", Gadis itu menunjukkan bahwa dirinya telah jatuh cinta kepada Hua Guo Ji.


Tanpa banyak kata lagi, Yang Ying Ying merangkul Hua Guo Ji dan menciumnya mesra sekali.


Hua Guo Ji kaget sekali karena Yang Ying Ying telah memeluk dan menciumnya di bibir dan mulutnya.


"Ying Ying jangan seperti ini ", pinta Hua Guo Ji menarik lembut gadis itu untuk menjauh darinya.


"Kenapa ?", tanya Yang Ying Ying menatapnya.


"Karena kau dan aku berbeda kasta. Kau seorang putri adik Kaisar Tang Agung, aku hanya seorang guru lukis miskin. Kita tidak bisa bersama ", jawab Hua Guo Ji berbalik arah.


"Aku tidak pernah mempedulikan kasta. Aku tidak peduli kau siapa dan aku siapa .Aku hanya tahu bahwa aku telah jatuh cinta kepada mu dan aku hanya ingin kamu ", kata Yang Ying Ying menangis menggenggam tangan Hua Guo Ji.


"Kau sudah bertunangan dengan pria pilihan kakak mu ,kau harus pikirkan kakak mu ,ibu mu dan saudari -saudari mu .Kau jangan egois dan mementingkan diri mu sendiri",kata Hua Guo Ji melepaskan tangan Yang Ying Ying dari tangannya.


"Baik aku akan temui Gege ku untuk menolak pertunangan dengan pria lain, aku akan bilang bahwa aku mencintaimu dan aku hanya ingin menjadi istri mu dan hidup bersama mu ", kata Yang Ying Ying maju dan berhadapan dengan Hua Guo Ji, lalu gadis itu mengangkat wajah guru lukis nya dan menciumnya lagi.


Hua Guo Ji tidak bisa menolak lagi dan ia merengkuh wajah Yang Ying Ying, lalu ia membalas ciuman gadis itu dengan lebih mesra lagi sampai gadis itu terus menerus memberikan ciuman pada dirinya.


"Ying Ying benarkah kau hanya ingin mencintai ku ?",tanya Hua Guo Ji memeluk gadis itu dengan erat.


"Ya ", jawab Yang Ying Ying membiarkan Hua Guo Ji membelai lembut rambutnya yang indah.


"Ying Ying benarkah kau hanya ingin menjadi istri ku dan hidup bersama ku?", Hua Guo Ji menjilat wajah Yang Ying Ying.


"Ya aku sungguh mencintaimu ", jawab gadis remaja itu memekik kaget ketika Hua Guo Ji menggigit bibirnya.


"Berikan dirimu kepada ku ,maka kau bisa hidup bersama ku ", kata Hua Guo Ji.


Yang Ying Ying menepis tangan Hua Guo Ji yang mulai menyentuh tubuhnya.


"Tidak bisa..Aku tidak mau memberikan diri ku sampai kita bisa mendapatkan restu dari Gege ku",kata Yang Ying Ying melepaskan diri dari pelukan Hua Guo Ji.


"Ya baiklah",jawab Hua Guo Ji memperhatikan Yang Ying Ying merapikan dirinya .


"Karena sudah akan jam makan malam. Aku harus pulang ke rumah ku",kata gadis itu pamit kepada Hua Guo Ji.


"Ya hati -hati di jalan", kata Hua Guo Ji tanpa perlu mengantarkan gadis remaja itu pulang ke Istana Kekaisaran Tang Agung .


Yang Ying Ying menyelinap masuk ke dalam Istana Kekaisaran Tang Agung dari lubang tikus di dalam ruang dapur khusus untuk para dayang istana ,dan ia bisa cepat menuju ke Istana pribadinya dengan cepat tanpa ada yang tahu bahwa ia sering keluar dari Istana Kekaisaran Tang Agung tanpa izin dari orang rumahnya.


Di sebuah tepi sungai di daerah kota kecil yang bernama 'Kota Kecil Buah Mengkudu'.


Chen Si Lei termenung di atas batu karang dan ia memandang air sungai dengan perasaan yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata di hadapan kedua orang istrinya yang diam membisu di kedua sisinya.


"Suamiku apakah kau masih marah dengan Huang Erniang kita?",Li Shao Ning bertanya dengan hati -hati.


"Emm",gumam Chen Si Lei menghirup udara air sungai dan aroma bunga es dan bunga persik di kedua sisinya.


"Sebenarnya adalah salah kami yang sudah berani lancang menghidupkan kembali Zhang Xiao Yan dengan tujuan untuk membantu Putri Naga Langit Timur bisa menjadi manusia lagi dan bisa bantu kita untuk menghadapi masalah di luar Kekaisaran Tang Agung,tapi malah seperti ini jadinya..Kami minta maaf sudah membuat mu susah hati dan bertentangan dengan Huang Erniang kita yang hanya manusia biasa yang merindukan putri nya yang sudah meninggal dunia dan berharap bisa selamanya bisa bersamanya itu saja",ucap Sin Yue Qing dengan suara sedih.


Chen Si Lei menoleh ke arah Li Shao Ning di sisi kanan dan menoleh ke arah Sin Yue Qing di sisi kiri ,lalu ia tersenyum lembut sekali kepada kedua orang istrinya.


"Aku sudah melihat takdir dan jalan hidup ku di kehidupan ku sebagai Kaisar Tang Agung .Aku terlibat ikatan jodoh dengan Putri Naga Langit Timur tetapi aku bersikeras untuk menolak garis tangan ku karena aku mencintai kalian berdua dan aku selama lima ratus kali reinkarnasi selalu cari kalian berdua di antara milyaran kali wanita di dalam kehidupan menjadi pasangan hidup ku yang berdasarkan balas budi dan terikat duniawi yang membuat ku berjumpa kembali dengan para wanita di masa -masa lampau ku yang kini telah kembali ke kehidupan mereka masing -masing setelah hutang di antara kami telah usai dan kini aku hanya harus melunasi hutang ku dengan tiga orang wanita yang di ketiga kehidupan sebelum aku reinkarnasi menjadi Kaisar Tang Agung.Dan mereka adalah Melani,Xue Erl dan Aurora. Aku dengan Putri Naga Langit Timur terikat karena kalung alam semesta di awal perjanjian ku untuk bisa menikah dengan kalian berdua pada Kaisar Langit Pusat yang ku kira sudah berakhir begitu tahu kalung itu telah aku kembalikan dari Ratu Iblis Elang Hitam kepada Putri Naga Langit Timur Laut melalui Kaisar Langit Pusat tapi nyata nya di kehidupan ke lima ratus milyar ini.Aku masih harus menyelesaikan hubungan balas budi antara aku dengan Putri Naga Langit Timur",kata Chen Si Lei membuka riwayat hubungan nya dengan Putri Naga Langit Timur kepada kedua orang istrinya.


Li Shao Ning dan Sin Yue Qing saling pandang satu sama lain dan mereka memahami kesulitan di dalam hati dan jiwa serta pikiran Chen Si Lei pada masalah yang membuat Chen Si Lei tertekan adalah hutang balas budi.


"Lunasi saja hutang mu ,lalu kau bisa bebas dari permasalahan hutang dan balas budi antara kau dengan Putri Naga Langit Timur dan juga tanda bakti mu sebagai seorang putra kepada Ibu kandung di dunia manusia mu karena kau adalah Kaisar Tang Agung saat ini bukan sebagai Kaisar Lotus Langit Selatan ",kata Li Shao Ning bijaksana dan lembut sekali dalam menasehatinya.


"Ya bukankah kau sekarang sudah bersama kami berdua yang menjadi istri-istri mu juga baik di dunia langit maupun di dunia manusia mu sebagai Kaisar Tang Agung yang bernama Tang Si Lei ? Aku juga dan Shao Ning juga harus bayar hutang kami terhadap Putri Naga Langit Timur karena tubuhnya pernah aku pakai untuk aku bisa menjadi manusia di kehidupan dunia Kekaisaran Tang Agung sebagai Putri Yang Yang dan aku juga harus bayar hutang kepada Huang ErNiang karena aku lah ibu kita kehilangan putrinya yang amat sangat ia sayangi .Dan untuk Shao Ning adalah Putri Naga Langit Timur pernah menolong nya dari serangan kejam dari salah satu dari Enam Raja Iblis Surga Ke Enam sampai Putri Naga Langit Timur harus terjatuh ke dalam neraka lapisan ke lima yaitu hukuman cabut raga berulang kali karena itu di kehidupan kali ini,Shao Ning harus bayar hutang nya kepada Putri Naga Langit Timur dengan cara ya?Merelakan dirimu bersama Putri Naga Langit Timur sebagai pasangan hidup mu di kehidupan Kekaisaran Tang Agung",kata Sin Yue Qing memberitahu Chen Si Lei tentang hutang kedua orang istrinya pada Putri Naga Langit Timur dengan nada apa adanya dan raut wajahnya pun ceria sekali tanpa ada rasa sedih dan sebagainya.


Chen Si Lei benar -benar tidak harus berbuat apa saat mengetahui hal tersebut dari kedua orang isterinya sendiri.

__ADS_1


"Ahh kalian berdua benar -benar seorang Dewi yang terlalu baik hati terhadap semua makhluk hidup yang belum tentu memiliki pemikiran,hati dan jiwa seperti kalian berdua",kata Chen Si Lei dalam hatinya..


Tapi ia hanya memandang kosong ke arah satu titik yakni sungai kecil sebagai tempat curahan hatinya yang sedang merasakan pahit dan getir dunia manusia yang sangat membuatnya nyaris menjadi seorang yang tidak memiliki perasaan .


__ADS_2