
"Di sini ...",kata Putri Yu Lan memberi petunjuk dasar lembah api itu.
"Ayo kita turun ", kata Chen Si Lei melayang turun dari punggung rajawali emas.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Kau tunggu di sini ", pesan Chen Si Lei kepada Putri itu di atas punggung burung nya.
"Iya Koko kau harus hati - hati",kata Putri Yu Lan cemas di atas punggung burung rajawali emas melihat Chen Si Lei meluncur turun dengan berani ke dasar lembah api.
Mereka sudah tiba di tempat yang mereka tuju yaitu dasar lembah api yang bara api abadi sangat hebat dan bisa menghancurkan mereka tak tersisa oleh lidah api yang menjilat -jilat ganas, tetapi Chen Si Lei sungguh memberanikan diri untuk melakukan hal gila bagi manusia biasa itu.
Chen Si Lei melihat bahwa di tengah dasar lembah api itu ada sebutir yang bisa mengeluarkan cahaya merah menyala dan terlindungi oleh semburan lautan api yang sangat mengancam keselamatan nya, namun Chen Si Lei adalah seorang pria baru melihat dunia ,maka ia sama sekali tidak ada rasa takut terhadap apa pun di dunia ini.
Wuttttt! !
Bressssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat hebat untuk melawan semburan api ke arah dia .
Wuttttt !!
Bressssss !!
Semburan lautan api terlempar ke berbagai sisi dasar lembah itu sehingga pil api terbebas dari perlindungannya.
Wuttttt !!
Tap!!
Chen Si Lei menyambar cepat pil api itu menggunakan sarung tangan emas milik nya dan berkelebat cepat melayang ke atas tebing dasar lembah api .
"Koko tolong kami. ..!!",suara Putri Yu Lan memohon bantuan kepada nya dan dia melihat burung rajawali emas bertarung melawan seekor hewan raksasa .
"Benar-benar ada ",kata Chen Si Lei terkagum-kagum pada beruang merah besar itu.
"Kakak rajawali emas jangan membunuh dia ",cegah Chen Si Lei cepat karena dia melihat burung nya sangat ingin sekali bisa membunuh beruang merah besar itu.
"Lei Lei bantu kami juga. ..!!",teriak Wu Dan Ren memeluk Nian Ni dan gadis lain di sudut goa api bersama Kakek Tua Barat dan seorang pendeta Tibet muda yang terlihat baik hati dan penuh kasih sayang terhadap semua makhluk hidup.
"Di sana lihat. .!!",teriak gadis logat khas Tibet pedalaman menunjuk ke arah lain dan Chen Si Lei paham seketika itu juga.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Sejumlah orang berpakaian ala Kerajaan Tibet dan pendeta Tibet menghadang menatap wajah Chen Si Lei dengan garang yang membalas menatap sembilan orang itu dengan tatapan mata tajam sekali sehingga sembilan orang musuh itu bergidik ngeri dan tidak berani menatap Chen Si Lei terlalu lama.
"Kau sungguh memiliki tatapan mata tajam sekali laksana Sang Penguasa Langit di Nirvana",kata pendeta Tibet muda murid dari Dalai Lama Agung takjub kepada Chen Si Lei.
"Terimakasih Pendeta ",kata Chen Si Lei menjura hormat kepada Dalai Lama belia itu.
"Ayo hadapi aku ",kata Chen Si Lei berani terhadap sembilan orang di hadapan dia dengan sikap sadis dari sorotan mata mereka.
Wuttttt !!
Bressssss! !
Sembilan orang Tibet menyerang Chen Si Lei secara ganas tetapi Chen Si Lei bisa menyelamatkan diri dengan menggunakan ilmu sakti hawa mukjizat bunga persik milik nya.
Wushhh! !
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menyambar cepat memukul sembilan orang musuh sakti itu dengan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik dan berhasil melukai seorang musuh dari sembilan orang itu.
Werrrrrrr !!
Serangan burung rajawali emas yang membantu Chen Si Lei membuat sembilan orang musuh itu mundur dengan cepat.
"Kakak rajawali emas jangan ikut campur urusan ku",cegah Chen Si Lei cepat.
"Kakak beruang merah kau jangan ikut campur urusan manusia",cegah Chen Si Lei pada beruang merah raksasa itu juga yang menjadi jinak secara ajaib pada Chen Si Lei dan melindungi Wu Dan Ren, Nian Ni, Kakek Tua Barat,Yu Lan dan gadis kepala suku bersama si burung rajawali emas .
Brrrrrrrrrrrrr !!
Wushhh!!!
Bressssss !!
Wuttttt! !
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat memukul kedua orang musuh terdekat dan dengan cepat menggunakan pedang memotong leher dua orang musuh itu.
Wushhh! !
Bressssss! !
Singggg !!
__ADS_1
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat untuk melindungi diri dari senjata tajam dari tujuh orang musuh sakti lain sambil mengerahkan tenaga sakti saling bergantian.
Wushhh !!
Plakkkk! !
Dessssssss !!
Pendeta Tibet di pihak musuh terkejut dengan ilmu pukulan hawa sakti dari Chen Si Lei yang membuat tubuhnya bergetar hebat.
Wuttttt! !
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei melompat cepat lalu menukik tajam langsung memotong leher dari satu orang musuh yang terjengkang ke belakang dan habislah oleh pedang Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Chen Si Lei berguling cepat untuk menghindari serangan maut dari pendeta Tibet dari pihak musuh yang terlempar ke lembah api dan tewas hancur di makan api.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh!!",teriak seorang dari enam orang musuh sakti yang juga menjadi abu oleh lidah api di dasar lembah api.
Wuttttt! !
Crakkkkkk! !
Chen Si Lei berkelebat cepat memotong badan musuh selanjutnya dari lima orang musuh yang tersisa.
Wuttttt! !
Trangggggg !!
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak seorang musuh yang terjatuh ke dekat beruang merah besar yang langsung melemparkan tubuhnya ke dasar lembah api.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak seorang musuh yang berguling ke arah sekitar delapan puluh orang Sekte bersih Barat yang sudah membunuh nya dengan cepat.
"Lei Lei serahkan kepada ku yang seorang musuh itu",kata Wu Dan Ren cepat.
Chen Si Lei menggangguk setuju lalu melompat ke tempat yang lainnya sedang menunggu untuk di obati lukanya oleh Chen Si Lei di sambut baik oleh beruang merah besar yang meminta tolong pada lengannya ada luka juga,Chen Si Lei pun mengobati luka beruang merah tersebut.
"Baik duduklah sabar ya Kakak beruang merah",kata Chen Si Lei lembut kepada beruang merah besar itu.
Chen Si Lei memberikan bubuk obat untuk beruang merah pada lengannya hewan raksasa itu ,lalu dia balut memakai satu helai pakaian mewah milik Chen Si Lei yang tidak segan untuk memberikan apa pun yang dia punya kepada siapa pun yang membutuhkan bantuan nya termasuk beruang merah raksasa itu.
"Terimakasih Paduka atas pertolongan Anda berikan kepada kami",ucap semua orang yang berada di tempat itu.
"Nian Ni jie jie cepat kau minum pil obat ku ini luka dalam mu cepat sembuh",kata Chen Si Lei memberikan sebutir pil obat milik Xi Xi kepada Nian Ni.
"Iya terimakasih banyak Lei Lei",jawab Nian Ni senang sekali menerima pil obat ini dari adik kekasihnya itu.
"Kakek Tua Barat bagaimana luka mu?",tanya Chen Si Lei memeriksa kakek itu.
"Aku tidak apa-apa, aku hanya harus kembali ke tempat asalku saja",jawab Kakek itu memejamkan matanya untuk terakhir kalinya.
"Jangan sedih karena sudah waktunya kakek itu mencapai keabadian",kata Dalai Lama muda itu tersenyum damai kepada Chen Si Lei.
"Nona bagaimana dengan mu?",tanya Chen Si Lei kepada gadis ketua suku yang menggunakan bahasa pedalaman.
"Ah aku tidak paham",jawab Chen Si Lei halus.
"Dia bilang dia hanya mengalami luka ringan di tulang punggung nya",jawab Putri Yu Lan tersenyum tulus kepada Chen Si Lei.
"Oh ini pil api untuk mu",kata Chen Si Lei kepada Putri Yu Lan.
"Harus memakai ramuan lain agar tidak membakar isi dalam tubuh Putri Yu Lan ini",kata Dalai Lama muda memberitahu Chen Si Lei cara mengobati luka putri itu.
__ADS_1
"Ramuan apa itu ?", tanya Chen Si Lei hormat kepada Dalai Lama muda.
"Tujuh daun salju di lembah es",jawab Dalai Lama muda halus .
"Emm di lembah es berada?",tanya Wu Dan Ren sudah bergabung dengan Chen Si Lei dan yang lainnya.
"Di Gunung Himalaya bagian lainnya",jawab Putri Yu Lan menunduk malu .
"Ah pengobatan selanjutnya adalah dari mu sendiri Paduka",kata salah seorang dari anggota desa api tersenyum penuh arti melihat putri ini menatap Chen Si Lei dengan jelas.
"Pernikahan lagi. ..",ucap Chen Si Lei mengerti dengan cepat.
"Ya selain itu tak ada yang bisa menyembuhkan penyakit guna - guna Putri Yu Lan yang sudah lama sekali ter kontaminasi pengaruh guna -guna sesat karena darah Paduka bersih dan sehat",jawab salah seorang dari anggota kepala suku .
"Baik aku paham",kata Chen Si Lei memberi hormat kepada Dalai Lama muda.
"Yang lain berkumpul di rumah Tuan Mi ikuti Wu Dan Ren kakakku ini",kata Chen Si Lei dengan nada memerintahkan kepada semua orang itu.
"Baik Paduka ", jawab semua orang itu bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
Lalu mereka semua termasuk Dalai Lama muda mengikuti langkah Wu Dan Ren dan Nian Ni ke arah rumah Tuan Mi,sedangkan Chen Si Lei mengajak Putri Yu Lan menunggang burung rajawali emas ke puncak gunung Himalaya di bagian utara untuk mengobati penyakit guna - guna Putri Yu Lan itu.
Lembah Es Himalaya Utara.
Chen Si Lei membantu Putri Yu Lan turun dari atas burung rajawali emas, lalu dia membantu putri itu mencari dan menemukan daun -daun es yang ternyata ada banyak sekali tumbuh di dataran tinggi itu, dan Chen Si Lei menggunakan ilmu sinkang mukjizat nya untuk membantu putri dapat menerima pil api pada tubuh Putri Yu Lan.
"Putri sekarang kau terimalah daun -daun es ke dalam tubuh mu",kata Chen Si Lei memberikan daun -daun es ke dalam mulut Putri Yu Lan pingsan karena hawa api panas sekali dalam tubuhnya.
Lalu, Chen Si Lei menggunakan kedua telapak tangannya untuk menyalurkan hawa mukjizat dari tubuhnya untuk membantu putri itu membersihkan dirinya dari hawa sesat yang berasal dari penyakit guna -guna yang di kirimkan oleh selir jahat Ayahanda nya untuk membunuh putri itu.
"Keluar...!!",bentak Chen Si Lei menggunakan khikang bersih.
Blarrrrrrrrr !!!
Uap hitam dari ubun -ubun kepala putri keluar di paksa oleh ilmu mukjizat bersih Chen Si Lei yang tanpa sadar memusnahkan pengaruh sesat pada Raja Tibet di Istana Kerajaan Tibet.
"Ahhh dimana aku??",tanya Raja Kerajaan Tibet terbangun alam bawah sadar di dalam kamarnya sendiri.
"Ah siapa kau yang telah berani masuk ke dalam kamar ku??!!",hardik Raja Tibet marah kepada wanita asing di tempat tidur nya.
"Paduka Raja aku adalah selir mu ",jawab wanita itu terheran - heran melihat Raja marah kepadanya.
"Aku tidak pernah memiliki seorang selir seperti mu di dalam Istana ku",kata Raja Kerajaan Tibet jujur.
"Apakah Paduka tidak mengingat ku dengan baik ?", tanya wanita itu masih ingin Raja terpengaruh oleh nya.
"Aku ingat dengan jelas kau adalah seorang peramal sesat yang sudah bunuh banyak orang di kerajaan ku juga kau telah membunuh banyak anak perempuan ku agar kau yang paling cantik di negeri ku!!Berani sekali kau masuk ke Istana ku !!",hardik Raja Tibet marah sekali.
"Pengawal !!!prajurit !!", teriak Raja Tibet tetapi tidak ada satu orang pun datang ke kamarnya.
"Oh kau sudah sembuh ternyata !!Tapi percuma karena semua orang di istana mu adalah milikku!!",hardik wanita itu mencekik leher Raja Tibet.
"Kau berani sekali menyerang ku!!",hardik Raja Tibet marah.
"Tentu saja aku juga berani bunuh mu!!",teriak wanita itu meremas leher Raja itu.
Bressss !!
"Aghhhhhh !!", teriak wanita itu terjengkang ke belakang karena serangan dari seorang pria muda yang tak lain adalah putra mahkota Raja Tibet.
"Ayah. ..!!",panggil putra mahkota Tibet dengan cepat menolong ayahnya.
"Yenda cepat kau pergi dari sini dan cari Pendekar Rajawali Emas Sakti untuk bisa membantu mu memusnahkan wanita jahanam itu dan berikan pesan terakhir ku untuk Yu Lan juga ambil pusaka kita secepatnya. .cepat pergiiii dan tolong para adik mu yang lain kakak mu juga para ibu mu semua nya ku serahkan pada mu...Aghh..!!",Raja Kerajaan Tibet menghembuskan napas terakhir di hadapan putra Makhota nya.
"Ayahhhhh !!!", teriak putra mahkota Tibet menangis lalu berkelebat cepat keluar dari Istana Kerajaan Tibet sebelum wanita itu sadar dan sebelum semua orang di dalam Istana mengurung nya dan menghancurkan kerajaan Tibet sampai tak tersisa.
"Aku harus selamatkan Kerajaan ku",kata putra mahkota keluar dari Istana dan sejumlah pejabat Kerajaan Tibet mengurung nya di pintu gerbang Istana.
Kembali ke Lembah Es.
Chen Si Lei membuka sepasang mata nya melihat Putri Yu Lan sudah lebih baik dari dua hari yang lalu,maka Chen Si Lei membaringkan putri di atas rumput es sampai putri itu benar-benar bisa sadar dan sehat kembali seperti semula dan dia bisa membantu putri ini menyelamatkan Kerajaan Tibet yang dalam bahaya.
"Kakak rajawali emas berikan surat ku ini kepada Wu Dan Ren untuk segera beri tahu yang lain untuk secepatnya selamatkan Kerajaan Tibet dari kuasa wanita penyihir sesat yang sudah aku lihat dari pikiran ku",kata Chen Si Lei untuk burung nya.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Burung rajawali emas patuh pada Chen Si Lei dan terbang ke arah desa api ,lalu memberikan surat perintah Chen Si Lei kepada Wu Dan Ren yang terkejut sekali ada burung itu di hadapan nya saat dia sedang melamun memikirkan hal indah dia bersama Nian Ni.
"Eh perintah dari Junjungan mu untuk ku",kata Wu Dan Ren mengambil surat di mulut burung rajawali emas.
"Ayo kita laksanakan perintah Paduka dengan cepat dan baik",kata Tuan Mi usai mendapat informasi dari Wu Dan Ren.
"Para wanita jaga desa api bersama Dalai Lama ini",kata Chen Lun sebelum pergi ke Kerajaan Tibet.
"Baik ", jawab Nian Chi, Nian Yu, dan Nian Ni .
"Li jie jie kau juga di desa api saja sampai Lei Lei datang ", kata Chen Song pada cici nya.
"Bibi Luo Luo juga Nona Zhi Wei ",kata Wu Dan Ren sudah berjalan keluar paling depan mewakili saudara kembar nya.
"Eh burung cepat kau jemput tuan mu ya",ucap Wu Dan Ren untuk rajawali emas yang sudah terbang kembali ke tempat Chen Si Lei berada.
__ADS_1
"Kakak beruang merah kau jaga para penduduk desa api",kata Chen Li halus pada hewan raksasa ini.