Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Sungai Dingin.


__ADS_3

Chen Si Lei sudah mencari cara untuk menyelamatkan para anggota keluarga Raja Nepal yang di kurung dalam jaring untuk di tenggelam kan ke dalam air sungai dingin dengan menggunakan ilmu ginkang istimewanya sehingga Chen Si Lei bisa bergerak cepat menyambar jaring itu dan mengeluarkan jaring dari air sungai dingin.


Wuttttt !!


Bruakkk !!


"Aghhhhhh !!", teriak lima puluh orang dalam jaring yang di lemparkan oleh Chen Si Lei ke tepi sungai dingin di dekat Raja Nepal.


Wuttttt !!


Byurrr! !


Chen Si Lei terjun ke sungai dingin untuk menghindari serangan maut dari orang sakti yang sudah menunggunya.


"Celaka! ! ",teriak Raja Nepal bersama para lima puluh orang nya yang sudah di selamatkan oleh Chen Si Lei dan sudah bebas dari jaring.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti Apakah kau baik -baik saja ?!!", teriak Raja Nepal khawatir akan keselamatan Pendekar Rajawali Emas Sakti yang hebat itu.


Bressss !!


Chen Si Lei menggunakan air sungai dingin untuk melawan seorang sakti yang menggunakan ilmu mukjizat hebat untuk membunuhnya.


Wushhh !!


Bressssss !!


Ledakan air sungai dingin menyemburkan hawa racun merah dari ilmu mukjizat Chen Si Lei yang menghantam orang sakti yang cepat membalas nya dengan ilmu pukulan uap putih.


Byurrr !!


Chen Si Lei masuk lagi ke dalam air sungai dingin untuk menolong gadis yang di taruh di dalam peti mati kaca untuk di tenggelam kan ke dasar sungai dingin.


Wuttttt !!


Blaarrrr !!


Sinar ilmu mukjizat orang sakti telah terhalang oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei sehingga air sungai dingin menerjang orang sakti itu yang menjerit kesakitan.


"Aghhhhhh !!", teriak orang sakti itu karena wajahnya rusak oleh racun merah Chen Si Lei.


Chen Si Lei sudah berenang ke dasar sungai dingin untuk membuka peti mati kaca agar gadis yang tertawan dalam peti mati bisa di selamatkan oleh Chen Si Lei yang dengan gerakan cepat meluncur lebih dulu dari peti mati kaca dan di dorong keras dengan kekuatan penuh dan hebat agar keluar dari air sungai dingin .


"Hyatttttttttttttt !!", pekik Chen Si Lei mengerahkan tenaga sakti untuk membuat peti mati kaca terlempar ke atas permukaan air sungai dingin.


Wuttttt! !


Bressssss !!


Bruakkk !!


Peti mati kaca sudah berada di tepi sungai dingin dekat Raja Nepal serta lima puluh orang nya yang sudah cepat untuk mengeluarkan Sang Putri Nepal dari peti mati kaca itu.


Chen Si Lei masih belum keluar dari air sungai dingin karena serangan maut dari orang sakti itu masih sangat hebat dan ganas, maka Chen Si Lei lebih fokus untuk mengambil sebuah lencana perak yang bergambar singa putih yang ingin sekali di ketahui oleh Chen Si Lei fungsi dari lencana tersebut.


Namun,ketika Chen Si Lei ingin berenang kembali ke atas permukaan air sungai dingin di antara seberang kanan dan kiri ada dua orang sakti yang sedang adu kepandaian yang membuat Chen Si Lei harus kembali ke dasar air sungai dingin untuk menghindari terjadinya kecelakaan kepada dirinya sendiri yang berada di tengah -tengah antara dua orang sakti yang sedang bertarung itu.


"Kakek Guru kau harus secepatnya menolong pemuda yang sudah menolong aku dari dasar sungai dingin saat aku masih di dalam peti mati kaca oleh orang jahat di seberang sana ", kata gadis cantik jelita yang sudah keluar dari peti mati kaca kepada seorang kakek tua berpakaian pendeta Tao berada di dekat gadis itu.


"Lian Lian kau diamlah dan jangan berisik agar Kakek Guru bisa fokus hadapi pria tua di ujung sana",tegur Raja Nepal kepada putrinya yang nomor sebelas itu.


"Ayah. ..",


"Sstt diamlah ", kata Chen Si Lei menggunakan ilmu khikang halus untuk Putri itu diam dan jangan ganggu pertarungan antara Kakek Guru nya melawan Kakek tua yang tidak di ketahui namanya itu.


"Iya ", jawab Putri Lian Lian patuh kepada Chen Si Lei.


Wushhh!!!


Bressssss !!

__ADS_1


Sinkang yang di gunakan oleh Kakek Guru dari Putri Lian Lian sangat hebat sekali sampai Kakek di seberang mengeluarkan peluh uap putih dari atas kepalanya.


Syuutttttttt !!


Plakkkk !!


Dessssssss !!


Kakek tua sebelah kiri Chen Si Lei menggunakan hawa pukulan yang hebat yang di pukul kembali oleh Kakek Guru dari Putri Lian Lian.


"Raja Iblis Barat tobatlah sebelum kamu mati di tangan ku ", kata Kakek Guru dari Putri Lian Lian dengan nada halus tetapi mengancam tegas.


"Raja tua Barat kau lah yang harus mati oleh ku agar kamu tidak bisa ikut campur masalah ku ",kata Kakek Raja Iblis Barat dengan sikap sombong dan angkuh.


Chen Si Lei mengamati kedua orang kakek tua yang masih bertarung di atas air sungai dingin sehingga Chen Si Lei belum bisa keluar dari dasar sungai dingin,dan Chen Si Lei terpaksa berdiam diri melihat kedua orang tua itu dengan duduk di batu karang dasar sungai dingin.


"Hei kau bisa keluar dari dasar air sungai dingin dengan mengikuti aku berenang ke arah lain",seorang pemuda sebaya dia berenang di dekatnya.


"Eh baiklah terima kasih atas petunjuk mu ", kata Chen Si Lei mengikuti petunjuk dari pemuda yang memandu arah Chen Si Lei berenang cepat ke arah lain dan Chen Si Lei berhasil keluar dari dasar sungai dingin.


"Raihlah tangan ku",Putri Lian Lian mengulurkan tangannya untuk bantu Chen Si Lei berdiri dari tepi sungai dingin.


"Terimakasih ", kata Chen Si Lei menerima uluran tangan Putri Lian Lian.


Lalu,Chen Si Lei mengikuti Putri Lian Lian dan temannya ke tempat pertempuran kedua orang tua sakti yang masih bertarung secara hebat satu sama lain dan masih belum ada yang menjadi pemenangnya sehingga Chen Si Lei memilih jadi orang ketiga dalam pertarungan tersebut.


"Kedua kakek bila kalian berdua kalah atau seimbang dengan ku.Kalian berdua jadi pengikut setia ku,bagaimana ?!!",


"Hei boleh juga",kata Kakek Raja tua Barat yang menyukai pemuda sakti itu.


"Siapa kau bocah cilik yang ingin aku menjadi seorang pengikut setia mu?",tanya Kakek Raja Iblis Barat dengan keras terhadap Chen Si Lei.


"Aku Pendekar Rajawali Emas Sakti dari timur",jawab Chen Si Lei agung .


"Pendekar Rajawali Emas Sakti ", kata Raja Nepal menoleh takjub kepada Chen Si Lei.


"Calon guru muda ku juga",kata pemuda penolong nya ini.


"Ning Yi ...",kata Putri Lian Lian menegur halus saudaranya itu.


"Kenapa memang nya Lian Lian?",tanya Ning Yi mengerutkan kening.


"Bagus sekali kalau kalian menjadi calon istri dari Pendekar Rajawali Emas Sakti serta murid nya",kata Raja Nepal setuju sekali dengan keinginan putri kesebelas dan putra ke dua puluh lima nya itu.


"Ayahanda setuju dengan keinginan kami berdua?",tanya kedua orang anaknya.


"Iya Ayahanda Raja setuju sekali",jawab Raja Nepal senang sekali.


"Bagaimana menurut Anda sendiri Pendekar Rajawali Emas Sakti?",tanya Raja .


"Aku terima keinginan kalian dengan senang hati",jawab Chen Si Lei sopan sekali menerima kebaikan dari Raja Nepal untuk nya.


"Hal itu akan di buktikan dengan baik jika aku bisa mengalahkan kedua orang tua itu",kata Chen Si Lei penuh keberanian dan keyakinan pada kemampuan nya.


Wuttttt !!


Plakkkk !!


Plakkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memukul kedua orang Kakek tua sakti yang juga jadi melawannya dengan ilmu pukulan sakti mereka masing - masing.


Wushhh !!


Plakkkk! !


Dessssssss! !


Kedua orang Kakek tua menyerang Chen Si Lei gunakan ilmu mukjizat mereka berdua masing - masing yang berhasil di tepis oleh Chen Si Lei dengan hebat.

__ADS_1


Wushhh !!


Bressssss !!


Chen Si Lei menyambar cepat memukul kedua orang tua itu yang terbelalak kaget karena Chen Si Lei menggunakan ilmu pukulan mereka masing - masing yang di miliki oleh pemuda sakti itu secara ajaib hanya mengamati saja ,Chen Si Lei bisa menguasai ilmu silat dan ilmu pukulan hawa sakti uap putih yang berarti hawa dingin dari Gunung Himalaya dan hawa panas dari ilmu dasar tubuh Chen Si Lei yang mengandung hawa mukjizat panas dari dalam tubuh manusia Chen Si Lei.


"Kau dari mana kau bisa menguasai ilmu silat kami ?"tanya kedua orang tua itu.


"Dari Belajar melalui kalian berdua",jawab Chen Si Lei sopan kepada Kedua kakek .


"Lalu darimana ilmu mukjizat kami kau kuasai?",tanya kedua orang tua itu takjub.


"Berendam di dalam air sungai dingin dan hawa panas dalam tubuh manusia ku sendiri",jawab Chen Si Lei jujur.


"Apakah kau sudah minum Pil emas dan darah ular ajaib secara tidak sengaja? ",tanya Kakek Raja tua Barat halus pada Chen Si Lei.


"Iya benar Kakek",jawab Chen Si Lei jujur.


"Pil Emas Sakti bisa menambah kesaktian mu secara ajaib sedangkan darah ular ajaib bisa menetralisir segala racun yang akan masuk ke dalam tubuh mu",jawab Kakek Raja tua barat mengangguk -angguk tidak heran lagi.


"Kau sudah menjadi orang sakti pada usia belum masuk dua puluh tahun",Kakek Raja Iblis Barat mengagumi Chen Si Lei dalam sekejap.


"Usia mu tentu sebaya dengan ku yaitu delapan belas tahun",kata Pangeran Ning Yi .


"Iya kau benar usia ku memang sudah delapan belas tahun",sahut Chen Si Lei.


"Kami semua bersedia untuk menjadi saudara dan sahabat mu Pendekar Besar Rajawali Emas Sakti ", kata Raja Nepal menatap Chen Si Lei kagum.


"Terimakasih banyak Paduka Raja",kata Chen Si Lei menjura hormat kepada Raja Nepal.


"Kami berdua juga bersedia untuk menjadi pengikut setia mu",kata kedua orang tua sakti itu memberi hormat kepada Chen Si Lei.


"Aku jadi murid mu ya ?",pinta Pangeran Ning Yi memohon kepada Chen Si Lei.


"Aku mau menjadi seorang selir mu Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Putri Lian Lian bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


"Baiklah bangunlah kalian berdua",kata Chen Si Lei sopan dan halus kepada dua orang muda dan mudi yang bersujud hormat kepada nya.


"Terimakasih Suhu ",jawab Pangeran Ning Yi hormat kepada Chen Si Lei.


"Terimakasih Tuan Muda", jawab Putri Lian Lian beri hormat kepada Chen Si Lei.


"Koko Lei Lei untuk mu Lian Lian ",kata Chen Si Lei nada halus meluruskan bahwa panggilan untuk dia dari para selir nya itu adalah Koko Lei Lei.


"Baik Koko Lei Lei",jawab Putri Lian Lian sambil tersenyum manis untuk Chen Si Lei.


"Sekarang kita harus cari dan temukan lima puluh orang lagi yang masih belum kita temukan keberadaan mereka",kata Raja Nepal masih ingat lima puluh orang nya yang belum di temukan.


"Mereka semua berada di lorong jalur dua",kata Raja Iblis Barat beritahu Raja .


Lalu mereka semua keluar dari hutan berkabut menuju ke rumah kecil di tengah hutan awal dan menuju ke arah lorong empat bagian yang berada di bawah tanah tenda musuh mereka semua yang telah tewas semua oleh pasukan khusus dari Kerajaan India Kuno yang di pimpin oleh Pangeran Makhota Numba beserta para pengikut setia Chen Si Lei.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei mengetahui gerakan datangnya para pengikut setia nya yang sudah berada di dekat nya bersama Pangeran Makhota Numba ternyata setia kawan pada Chen Si Lei sehingga Pangeran Makhota Numba ikut mencari Chen Si Lei yang hilang dari rombongan mereka dan ternyata berada di dalam tanah rahasia milik para musuh mereka.


"Kalian semua ini siapa ?", tanya Pangeran Makhota Numba heran melihat begitu banyak orang yang ada di dalam tanah bersama Chen Si Lei.


"Mereka adalah Raja Kerajaan Nepal dan anggota keluarganya yang di tawan oleh pihak musuh dan sekarang kami ingin mencari dan menemukan lima puluh orang dari rombongan Raja Nepal yang hilang ", jawab Chen Si Lei menjelaskan.


"Salam hormat kami kepada Raja Kerajaan Nepal. Aku adalah Pangeran Makhota Numba dari Kerajaan India Kuno ", kata Pangeran Makhota Numba memberikan hormat kepada Raja Kerajaan Nepal.


"Salam Sejahtera kepada Pangeran Makhota Kerajaan India Kuno dari ku juga ", kata Raja Kerajaan Nepal agung dan menyukai sikap gagah berani dari Pangeran Makhota Numba dan ada keinginannya untuk menjodohkan salah seorang putri nya yang lain kepada Pangeran Makhota Kerajaan India Kuno ini.


Demikianlah mereka berkumpul bersama untuk melakukan pencarian terhadap lima puluh orang dari anggota Kerajaan Nepal dengan mengikuti langkah Kakek Raja Iblis Barat yang menjadi pemandu jalan mereka untuk melewati lorong yang menjadi lorong nomor dua bagi mereka semua.


"Wu Sin Hao beri tanda centang pada setiap jalan kita lalui agar kita tidak aman dari salah arah atau tersesat",perintah Chen Si Lei sebelum mereka semua masuk ke lorong nomor dua.


"Siap Paduka",sahut Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao patuh kepada Chen Si Lei.

__ADS_1


__ADS_2