Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Desa Telaga Merah.


__ADS_3

Semua yang berada di desa ini serba merah bila musim panas tiba menurut cerita dari para penduduk setempat, dan Chen Si Lei semakin penasaran ingin tahu ada apa di dalam desa tersebut ?.


"Ada sejumlah besar bunga merah yang jatuh ke telaga itu",kata Hua Erl .


"Aku mencium aroma anyir di air telaga ini",kata Chen Si Lei menghirup udara di sekitar telaga yang mereka datangi.


"Darah orang yang sudah terpendam dalam dasar telaga ",kata Le Din Yin.


"Memang ada banyak sekali orang yang tewas dan di buang ke telaga",kata Gao Yu Fei menunjuk ke arah gubuk dekat telaga,


Mereka melihat bahwa ada seorang laki-laki bertubuh besar membuang darah ke air sungai dengan seenaknya saja.


"Hei kau !!", teriak Su Mu Yun marah ke laki-laki itu.


"Aku hanya di perintah oleh Ketua Sekte Rusa Darah untuk membuang darah ke telaga",jawab pria itu yang sepertinya orang barbar.


"Ahh Sekte Rusa Darah?",tanya Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan terkejut.


"Ya orang tinggi besar dengan rambut merah",pria itu menjawab dengan nada bangga.


"Salah satu Sekte Sesat yang di usir dari Kerajaan Persia rupanya",kata Wen Wen cerdas juga wanita ini dalam dunia persilatan.


"Ya Pangeran buangan Kerajaan Persia karena membunuh Ratu Kerajaan Persia untuk tujuan mendapatkan kekuasaan dari Raja Kerajaan Persia tetapi di gagalkan oleh Putri Makhota Kerajaan Persia yang sakti itu",kata Hua Erl memberitahu Chen Si Lei.


"Oh Melani kah putri Makhota Kerajaan Persia yang di maksud olehnya?",Chen Si Lei bertanya seraya memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah desa telaga merah.


"Bukan Selir Melani tapi Putri Melana saudari nya",jawab Hua Erl.


"Aku tidak tahu siapa yang kalian bicarakan",kata laki-laki itu bingung.


Tapi Le Din Yin sudah berkelebat cepat untuk menangkap laki-laki itu dan di bawa ke hadapan Chen Si Lei.


"Beritahu aku di mana tempat tinggal Sekte Rusa Darah?!",perintah Chen Si Lei .


Ces!!


laki-laki itu tewas karena gigit racun yang berada di dalam mulut untuk tidak bisa beritahu rahasia lain dari Sekte Rusa Darah.


"Kita harus cari dan temukan sendiri markas besar Sekte Rusa Darah",kata Le Din Yin meraih tangan kedua orang istrinya untuk melangkah mengikutinya .


Chen Si Lei dan Hua Erl serta Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan dan Wen Wen mengikuti langkah mereka bertiga dari belakang.


Mereka memasuki sebuah tempat yang sangat bau anyir sekali serta sepi sekali karena sama sekali tidak pernah melihat satu orang pun dari para penduduk desa itu berlalu lalang yang selalu terlihat di desa lainnya, dan Chen Si Lei menyambar cepat seseorang yang sedang sembunyi di dalam toko obat yang berada di desa ini.


"Katakan kepada ku ,kenapa tidak ada satu orang pun yang berlalu lalang di jalan di desa ini ?",


"Karena kami takut di culik dan di bunuh oleh para perampok",jawab warga desa.


"Dimana perampok itu berada?",tanya Chen Si Lei mengedarkan pandangan mata setajam mungkin.


Wuttttt !!


Bruakkk !!


Chen Si Lei menyambar cepat melemparkan seseorang di bawah sepatu nya dan ia melihat tanda di kepala orang yang di tangkap olehnya.


"Beritahu aku di mana tempat tinggal mu berada",kata Chen Si Lei nada dingin.


"Di sana.Agh",jawab orang itu dan tewas seketika itu juga karena gigit racun.


Mereka segera ke tempat yang sudah di tunjukkan oleh orang tadi, dan Chen Si Lei melihat bahwa banyaknya beberapa orang yang di ikat bagai daging yang di jual di pasar -pasar.


"Gila !!",hardik Chen Si Lei marah sekali.


Wuttttt !!!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!!", teriak sejumlah orang yang sedang menyiapkan alat pemotongan hewan untuk manusia -manusia yang di ikat itu.


"Siapa kau ??", tanya sejumlah orang itu gemetar ketakutan dan kesakitan.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!.


Hua Erl bergerak cepat untuk menyelamatkan para penduduk desa telaga merah dengan bantuan Gao Yu Fei dan Su Mu Yun serta Zijie dan Wen Wen.


Sedangkan Chen Si Lei, Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong juga Sheng Wan bersiap di tempat mereka untuk menyiapkan diri mereka yang akan menghadapi tantangan dari pihak musuh yang sudah datang untuk menghabisi mereka semua secara ganas.


"Siapa kalian semua telah berani mengganggu urusan ku?!!",hardik pemimpin dari Sekte Rusa Darah.


"Aku Pendekar Rajawali Emas Sakti yang telah berani menghancurkan urusan mu ,manusia setan!!",hardik Chen Si Lei dengan nada tajam dan ganas.


Singggggg !!!


Chen Si Lei sudah mengeluarkan pedang untuk menghadapi tantangan dari Sekte Rusa Darah .


Singggggg !!


Ketua Sekte Rusa Darah juga sudah memperlihatkan senjata tajam nya juga dan bersiap untuk menghadapi tantangan dari Pendekar Rajawali Emas Sakti.


Wuttttt !!!


Singggg !!


Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat menangkis senjata di tangan Ketua Sekte Rusa Darah yang ganas .


Cranggg!!!


Ketua Sekte Rusa Darah terkejut dengan ilmu pedang yang di miliki oleh Chen Si Lei pemuda yang berjuluk Pendekar Rajawali Emas Sakti yang berani menangkis serangan senjata tajam miliknya.


Wuttttt !!!


Singggg !!!


Chen Si Lei berkelebat cepat membuat Ketua Sekte Rusa Darah kewalahan untuk menghadapi dirinya.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!!


"Aghhhhhh !!!",teriak Ketua Sekte Rusa Darah kesakitan karena tangannya hilang oleh Chen Si Lei potong secara cepat dan hebat.


Wuttttt !!!


Crakkkkkk !!!


"Aghhhhhh !!!", teriak Ketua Sekte Rusa Darah karena sepasang kaki telah putus oleh pedang Chen Si Lei.


Wushhh !!!


Breettt !!!


"Aghhhhhh !!!", jerit Ketua Sekte Rusa Darah kulit tubuhnya di robek oleh pedang Chen Si Lei.


"Matilah kau manusia hina!!",hardik Chen Si Lei menggunakan pedang membabat habis kepala Sekte Rusa Darah.


Crakkkkkk !!


Bressssss !!!


"Aghhhhhh !!!", teriak para anggota murid Sekte Rusa Darah tewas oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak sejumlah murid Sekte Rusa Darah tewas karena ilmu sakti Le Din Yin gunakan secara hebat.


Wuttttt !!!


Crakkkkkk !!!


Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan mengeluarkan seruling hitam dengan cepat dan ganas sehingga para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat seruling hitam nya.


Wuttttt !!!


Crakkkkkk !!


Xiao Kai Zhong menerjang hebat dengan ilmu mukjizat pedang Gunung Yang dan membunuh musuh dengan cepat dan ganas juga.


Wuttttt !!!


Hua Erl bergerak cepat menggerakkan pedang melawan seorang sakti ganas dan membuat wanita itu harus waspada terhadap orang tua itu.

__ADS_1


Singggggg !!


Cranggg !!!


Chen Si Lei sudah menggantikan Hua Erl untuk menghadapi orang sakti ganas itu dengan ilmu pedang mukjizat racun merah sehingga senjata tajam milik musuh terlempar keras dari genggaman tangan orang sakti itu.


Wushhh !!!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei tidak memberikan kesempatan kepada musuh itu untuk hidup karena dia telah marah sekali dan musuh pun tewas terpotong oleh pedang sakti nya.


Chen Si Lei melihat bahwa kawan-kawan nya pun sudah menghabisi musuh dan dia segera meraih tangan Hua Erl untuk menyelamatkan sejumlah orang yang di dalam markas besar Sekte Rusa Darah.


Wuttttt !!


Bruakkk !!


Chen Si Lei menghancurkan pintu masuk ke dalam ruangan yang sangat besar dan luas ,tetapi merupakan sebuah tempat untuk mengumpulkan daging mentah dan organ tubuh manusia yang akan di pasarkan oleh sejumlah orang sesat yang sudah di bunuh oleh nya tadi.


"Akhh aku tidak bisa melihat hal itu",kata Hua Erl jijik dan mual.


Chen Si Lei merangkul Hua Erl untuk tidak melihat sesuatu yang mengerikan pada tempat yang mereka datangi ini.


Hoek!!


Gao Yu Fei dan Su Mu Yun berlari ke luar ruangan dan muntah karena geli melihat semua hal itu.


"Aku juga mau keluar",kata Zijie dan Wen Wen berlari ke luar mengikuti yang lain.


"Kita harus kumpulkan data perdagangan bebas yang mengumpulkan barang ini dan kita harus hancurkan tempat ini!!",


"Semua keluar dari tempat ini !!", teriak Chen Si Lei sudah membawa Hua Erl pergi dari tempat itu.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei menggerakkan telapak tangannya untuk mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti untuk menghancurkan tempat mengerikan itu.


Wuttttt !!


Blaarrrr !!!


Chen Si Lei sudah berada di rumah kepala desa telaga merah untuk mencari tahu tentang semua hal yang mengerikan itu.


"Paduka tolong jangan hukum mati hamba !!", teriak kepala desa menangis takut di penggal oleh Chen Si Lei.


"Berikan daftar nama pejabat berada di dalam peristiwa gila ini!!",perintah Chen Si Lei.


"Ya ini daftarnya Paduka",jawab kepala desa itu.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei tetap memenggal kepala desa telaga merah karena lalai melindungi rakyat di desa telaga merah.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei dan Hua Erl berada di dalam rumah kosong untuk Chen Si Lei kiriman perintah kepada Permaisuri Ling Long yang bertugas untuk membantu dalam hal yang berkaitan di dalam urusan istana Kekaisaran Tang Agung.


"Permaisuri Ling Long aku perintahkan kepada mu untuk berikan hukuman mati bagi para pejabat yang berada di dalam daftar ini ",tulis perintah Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggunakan burung rajawali emas sakti untuk mengirimkan pesan perintahnya kepada Permaisuri Ling Long di Istana Kekaisaran Tang Agung.


Permaisuri Ling Long menerima surat perintah Chen Si Lei dengan cepat langsung menjalankan perintah tersebut dengan benar dan mengirimkan surat balasan ke Chen Si Lei yang berada di desa Telaga merah melalui burung rajawali emas sakti juga.


"Urusan di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung aman terkendali",tulis Ling Long untuknya.


Chen Si Lei dan Hua Erl sudah berkumpul bersama Le Din Yin dan kawan-kawan nya yang sedang mencari tahu untuk membersihkan air telaga merah agar bisa di pakai kembali untuk kehidupan sehari -hari masyarakat sekitar telaga merah itu.


"Akan ku coba untuk menggunakan ilmu mukjizat matahari untuk menjernihkan dan menghilangkan pencemaran air telaga ini",kata Chen Si Lei dalam hatinya.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari yang hebat untuk dapat membersihkan air telaga merah dari cemaran darah korban -korban Sekte Rusa Darah.


Wuttttt !!!


Cahaya keemasan keluar dari kedua telapak tangan Chen Si Lei dan sedikit demi sedikit air telaga merah berubah jernih kembali dan tidak bau anyir kembali, dan Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat bunga persik untuk mengharumkan air telaga merah.


Werrrrrrr! !!


Bressssss !!


Sejumlah bunga yang berada di sekitar telaga merah berguguran sehingga telaga menjadi merah karena bunga bukan darah lagi.


"Kau pasti titisan Dewa Langit atau Kaisar Langit ",puji warga desa yang terletak di bantaran telaga merah takjub melihat hal ajaib dari pemuda yang bertopeng itu.


Le Din Yin dan kedua orang istrinya terbelalak kaget karena melihat ciptaan hebat dari Chen Si Lei lakukan untuk telaga merah. Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan dan istrinya menjadi takluk kepada Chen Si Lei. Begitu juga Xiao Kai Zhong dan Zijie terkagum-kagum pada kepandaian yang di miliki oleh Chen Si Lei.


Selama lima jam Chen Si Lei melakukan keajaiban dunia ini pada telaga merah di desa telaga merah, dan dia tersenyum melihat hasilnya yang sangat menakjubkan dan merasa bangga dengan kemampuan dirinya sendiri yang sudah bisa seimbang dengan ilmu mukjizat Wen Li Sa .


"Bibi Wen Li Sa coba kau lihat aku bisa melakukan hal yang pernah kau lakukan di pulau persik kepada ku sejak aku bayi hingga aku remaja lima belas tahun dari cerita mu kepada ku..Kau tak sia -sia merawat ku sejak bayi merah",kata Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada semua orang yang berada di sana.


"Wahhhhhhh indahnya sekarang telaga merah ini",puji semua orang senang hati melihat telaga merah mereka kembali indah.


"Terimakasih banyak Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata semua warga desa .


"Sama-sama dan kalian semua bisa gunakan telaga kalian kembali",kata Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada para warga desa telaga merah.


Lalu Chen Si Lei pamit kepada para penduduk desa telaga merah untuk pergi dari tempat itu untuk melakukan perjalanan kembali ke tempat lainnya.


Beberapa hari kemudian Chen Si Lei dan Hua Erl bersama para sahabat mereka di suatu tempat yang bernama 'Desa Pemuda Gembala Dan Gadis Penenun '.


"Kisah sepasang kekasih yang saling mencintai dan hanya bisa berjumpa pada tanggal lima belas setiap bulan",kata Hua Erl tersenyum bahagia.


"Pada perayaan kue bulan mereka bebaskan berjumpa dan bersenang - senang di langit di lapisan ke tiga menurut cerita rakyat desa kita kunjungi ini",kata Chen Si Lei memeluk selir nya.


"Ayo kita masuk ", kata Le Din Yin gembira sekali ingin bersenang - senang .


"Kau harus ingat bahwa kau sudah punya dua orang isteri",ucap kedua istrinya.


"Aku laki-laki bebas melakukan hal yang ku inginkan",kata Xiao Kai Zhong.


"Aku minta uang mu untuk aku bisa makan enak ",kata Zijie ceria.


"Aku ingin membeli peralatan rias ku di toko itu ",kata Wen Wen kepada suaminya yang segera mengeluarkan uang untuk dia bisa beli apa pun dia mau.


Chen Si Lei menoleh ke arah Hua Erl yang diam saja dan tidak minta apa pun dari Chen Si Lei, maka Chen Si Lei bingung sendiri kepada selir nya yang satu ini dan Hua Erl pun santai saja melihat -lihat toko -toko di desa yang sudah hampir sama dengan kota yang cukup makmur.


"Aku ini selir Paduka Kaisar.Jadi semuanya sudah lengkap,untuk apa belanja hal yang tidak penting ",kata Hua Erl membuka kerudung untuk menciumnya .


Chen Si Lei mengangguk dan tidak pernah lagi menanyakan apa pun lagi kepada Hua Erl yang tahu sekali cara untuk Chen Si Lei tidak terpengaruh sifat boros yang di miliki oleh kawan-kawan nya di sepanjang perjalanan.


"Kau benar sekali. Kita harus hemat untuk masa depan",kata Chen Si Lei pelan.


"Ada hal yang penting untuk ku yang bisa Paduka berikan?",ucap Hua Erl lembut.


"Apa? ",tanya Chen Si Lei ingin tahu .


"Cinta",jawab Hua Erl meraih lengannya untuk di ajak ke sudut jalan atau gang kecil.


Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada Hua Erl yang menciumnya mesra dan membuat Chen Si Lei ingin sesuatu dari Hua Erl.


"Aku ingin lebih dari itu",kata Chen Si Lei seraya membawa Hua Erl ke rumah penginapan yang terdekat .


Sementara itu, Le Din Yin dan kawan-kawan nya sibuk mencari mereka berdua di seluruh kota kecil itu.


Tiba-tiba sebuah angin kencang menerjang hebat ke arah mereka semua dan Le Din Yin dan kawan-kawan nya jatuh pingsan di tengah jalan.


"Bawa yang wanita ke rumah Tuan Muda kita dan pria berikan kepada Saya",kata salah seorang dari kelompok yang menculik Le Din Yin dan kedua kawan nya.


Peristiwa ini di saksikan oleh seorang anak kecil yang menjadi pengemis di jalan tersebut dan anak kecil itu diam-diam pergi ke tempat lain untuk melaporkan hal ini kepada seseorang yang adalah orang sakti yang sedang bersantai di dalam kuil kosong itu.


"Ayo kita selamatkan mereka dari Tuan Muda Ji ",kata Seorang gadis pengemis itu .


"Ji He cepat keluar dari rumah mu",teriak suara seseorang dari kuil kosong .


Brrrrrrrrrrrrr !!


Gadis pengemis berhadapan dengan seorang gadis bangsawan yang terkejut di lihat oleh semua orang di kuil kosong.


"Nona Ma ada apa kau teriak -teriak di sini?",tanya gadis pengemis itu.


"Hong Xiao kau jangan ikut campur masalah ku dengan Ji He",kata Ma Yu Min


"Aku harus ikut campur tangan karena kakak mu yang gila itu sedang berbuat hal jahat terhadap sejumlah orang yang baru masuk ke kota kita", kata Hong Xiao.


"Apa kakak ku membuat masalah lagi ?", tanya Ma Yu Min segera pergi ke tempat yang di tuju oleh Hong Xiao.


Orang -orang itu menuju ke arah rumah besar keluarga Ji dan gadis bernama Ma Yu Min segera masuk ke dalam rumah itu,lalu melihat sebuah meja altar warna kelabu yang menyediakan empat orang wanita cantik di dalam keranjang bambu yang di siapkan untuk di bawa ke dalam sungai terdekat kota mereka.


"Kakak pertama tolong jangan melanggar hukum lagi!!",teriak Ma Yu Min .

__ADS_1


"Nona Ma tolong jangan ganggu Tuan Muda",kata seorang nenek di sebelah pria.


"Diam kau nenek Ji!!",teriak Hong Xiao menerjang hebat kepada Nenek Ji itu.


Wuttttt !!


Plakkkk !!


Dessssssss !!!


"Aghhhhhh !!", jerit Hong Xiao yang kalah kuat dari Nenek Ji.


"Hong Xiao tolong aku!!",teriak Ma Yu Min sedang di ikat oleh sejumlah pengawal di rumah itu.


Brrrrrrrrrrrrr !!!


Bressssss !!!


"Aghhhhhh !!", teriak para pengawal rumah besar Tuan Muda Ji tewas dalam satu serangan dahsyat Chen Si Lei.


Chen Si Lei dan Hua Erl mendapatkan informasi tentang penculikan para sahabat mereka melalui anak kecil yang berjumpa dengan mereka berdua di kuil kosong secara tidak sengaja .


"Anak kecil apakah kamu melihat beberapa orang yang berpakaian seperti kami berdua di sekitar sini?",tanya Chen Si Lei ramah pada anak kecil yang di jumpai di depan kuil kosong.


"Ya aku tahu mereka di culik oleh Tuan Muda Ji dan Nona Saya",jawab anak kecil itu.


"Di manakah rumah Tuan Muda Ji?",tanya Chen Si Lei memberikan roti isi kepada anak kecil itu.


"Di sana yang ada pita daun lengkuas",jawab anak kecil itu sambil makan roti isi dari Chen Si Lei berikan kepadanya.


"Terimakasih banyak atas informasinya",ucap Chen Si Lei lembut kepada anak itu .


Setibanya Chen Si Lei dan Hua Erl di rumah besar keluarga Ji ,mereka berdua tiba pada saat yang tepat yaitu pada saat Tuan Muda Ji sedang melakukan ritual di halaman rumahnya untuk mempersembahkan empat orang teman wanita mereka kepada Dewa sesat yang misterius.


"Lancang sekali kau berani membuat sebuah altar persembahan sesat yang melanggar hukum dari Kekaisaran Tang Agung !!", hardik Chen Si Lei menggunakan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik.


Wushhh !!!


Bressssss !!!


Bruakkk !!!!


Chen Si Lei menghancurkan persembahan milik Tuan Muda Ji secara hebat.


Nenek Ji dan Tuan Muda Ji marah besar karena persembahan mereka semua di halaman rumah itu telah di hancurkan oleh seorang pemuda memakai topeng rajawali emas sakti ,maka mereka berdua tanpa kompromi lagi langsung hadapi pemuda itu secara ganas .


Wushhh !!!


Plakkkk !!


Dessssssss !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik untuk hancurkan ilmu mukjizat sesat milik kedua orang musuhnya itu.


Hua Erl cepat menolong empat orang wanita sahabatnya dari kurungan bambu di dekat meja altar yang sudah hancur oleh Chen Si Lei.


"Paduka terima kasih atas pertolongan Anda",kata Gao Yu Fei dan Su Mu Yun.


"Terimakasih Selir Hua Erl ", kata Zijie dan Wen Wen bersujud hormat kepada Hua Erl.


Ma Yu Min segera menolong Hong Xiao yang sedang akan di bunuh oleh kakak nya yang lain.


"Kakak jangan bunuh Hong Xiao",kata Ma Yu Min bersujud kepada kakaknya.


"Kalau kau tak mau aku bunuh Hong Xiao. Ada syaratnya",kata kakaknya.


"Ya aku bersedia",jawab Ma Yu Min menangis sedih.


"Ma Yu Min jangan turuti permintaan gila kakak mu",kata Hong Xiao.


Dukkk !!


Hong Xiao di tendang oleh pria ganas sehingga gadis itu memar di dalam tubuh dan tewas.


"Hong Xiao. ...!!",teriak Ma Yu Min menangis sedih karena sahabatnya tewas.


Pria ganas itu menyeret Ma Yu Min ke dalam rumah besar itu dengan kasar dan di dalam rumah itu.


"Jangan. ...!!",jerit gadis itu ketakutan sekali.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Hua Erl tidak tega melihat gadis itu di seret oleh pria ganas, maka ia segera pergi ke rumah itu untuk menolong gadis manis itu.


Di dalam rumah itu, Ma Yu Min sedang akan di siksa oleh pria ganas yang juga di kenal sebagai kakak keduanya sendiri.


Hua Erl marah sekali kepada pria ganas itu,maka ia segera menerjang sambil dia mengeluarkan pedang untuk memotong leher pria ganas itu.


Syuutttttttt !!


Singggg !!!


Crakkkkkk !!


Pria itu telah terpotong oleh pedang sakti mukjizat milik Hua Erl.


"Kau tidak apa-apa ?", tanya Hua Erl kasihan kepada gadis di hadapan nya.


"Terimakasih atas pertolongan mu kepada ku",jawab Ma Yu Min berterima kasih kepada Hua Erl.


"Ayo kita keluar dari rumah ini",kata Hua Erl meraih tangan Ma Yu Min.


Di luar rumah besar keluarga Ji.


Mereka berdua melihat Chen Si Lei masih bertarung melawan dua orang sakti itu di halaman rumah besar itu.


Wuttttt !!!


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!!


Chen Si Lei berkelebat cepat menukik tajam ke arah kedua orang musuh sakti itu dan membabat habis mereka berdua tanpa ampun lagi.


"Koko Lei Lei",panggil Hua Erl tersenyum senang sekali.


"Sekarang kita harus segera selamatkan Le Din Yin dan yang lain",kata Chen Si Lei meraih jemari Hua Erl.


Mereka berdua mendapat petunjuk tempat Le Din Yin, Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan dan Xiao Kai Zhong di tawan oleh pihak musuh dari Nona Ma Yu Min tunjukkan kepada mereka berdua.


"Di dalam rumah itu",kata Ma Yu Min menunjukkan tempat itu dengan malu.


"Rumah khusus untuk melayani pria kurang kasih sayang",kata Gao Yu Fei jijik .


"Kalian semua tunggu di sini. Biar aku yang akan masuk ke dalam rumah itu",kata Chen Si Lei yang sudah akan masuk ke dalam rumah itu di cegah oleh Hua Erl.


"Jangan masuk",kata Hua Erl menatapnya .


"Siapa yang akan menyelamatkan Le Din Yin dan kawan-kawan kita ?",


" Aku",jawab seorang pria kumis tebal dan tersenyum ramah pada Chen Si Lei.


"Deng Ying Chao",kata Ma Yu Min senang sekali bisa bertemu dengan pria baik itu.


"Ya silakan",kata Chen Si Lei membiarkan pria itu menggantikannya untuk masuk ke dalam rumah kotor kata Hua Erl.


Chen Si Lei menunggu pria bernama Deng Ying Chao keluar dari rumah ini dengan membawa Le Din Yin, Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan dan Xiao Kai Zhong di sudut jalan bersama Hua Erl dan para istri dari ketiga orang pria yang di tawan di dalam tempat itu oleh wanita bernama Saya.


Ma Yu Min memandang Chen Si Lei dengan tatapan mata ingin tahu lebih tentang pria bertopeng ini, tapi tatapan mata Hua Erl membuatnya tidak berani menatap lebih lama kepada Chen Si Lei yang fokus untuk melihat para sahabatnya semua baik -baik saja.


Tak lama kemudian Deng Ying Chao keluar dari rumah ini bersama Le Din Yin dan kawan-kawan nya, dan mereka di sambut hangat oleh para istri mereka, lalu Chen Si Lei menatap tajam Deng Ying Chao ingin menanyakan bagaimana cara pria itu menyelamatkan Le Din Yin dan kawan-kawan nya.


"Bayar pakai uang tebusan",jawab Deng Ying Chao jujur.


"Berapa uang untuk menebus mereka bertiga", tanya Chen Si Lei tersenyum geli bahwa Le Din Yin dan kawan-kawan nya di kenakan tarif juga oleh para wanita di dalam rumah kotor itu.


"Lima puluh tail perak cukuplah untuk membeli mereka ber tiga dari Saya",pria itu menjawab sejujur nya .


"Aku tidak pakai tarif. Aku bunuh mereka bila berani sentuh aku",kata Le Din Yin.


"Hahahaha sadis juga dirimu Le Din Yin",kata Gao Yu Fei menyindir suaminya.


"Ya aku pria baik -baik tak mungkin mau di sentuh oleh wanita gila itu",kata Le Din Yin jujur dari wajahnya dan sikapnya.


"Terimakasih Din Yin Gege",kata Su Mu Yun lebih memahami Le Din Yin.


Chen Si Lei melihat para sahabatnya dengan sikap lebih dewasa daripada mereka yang menjadi para sahabatnya dan sikap Chen Si Lei menunjukkan bahwa Chen Si Lei menganggap para sahabatnya sebagai anak -anak kecil yang dia sayangi ,inilah figur seorang pemimpin yang baik dan hangat.


Ma Yu Min dan Deng Ying Chao mengantarkan mereka ke pintu luar kota pemuda gembala dan gadis penenun.

__ADS_1


Chen Si Lei dan Hua Erl bersama para sahabat mereka melanjutkan perjalanan ke sebuah kota berikutnya, dan Chen Si Lei memperhatikan bahwa kota yang akan di kunjungi oleh Chen Si Lei dan Hua Erl bersama para sahabat mereka berdua ialah 'Kota Ze'.


__ADS_2