Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kontak Batin Chen Si Lei.


__ADS_3

Gunung Shimen.


Chen Si Lei tersentak kaget sekali karena ia merasakan getaran yang aneh terjadi pada dirinya saat ia sedang berlatih ilmu pedang air terjun gunung Shimen dan ia langsung mengetahui bahwa telah terjadi sesuatu kepada keluarganya di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.


"Huang ErNiang, Shao Ning, Yang Yang, Miya dan yang lain",kata Chen Si Lei nada cemas sekali merasakan kontak batin dengan mereka semua.


Chen Si Lei keluar dari air terjun gunung Shimen dan mendengar suara langkah sepasang sepatu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang tergesa - gesa untuk menemui dirinya.


"Paduka ada surat kabar dari Istana Kekaisaran Tang Agung",lapor Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terdengar tergesa - gesa dalam suaranya.


Chen Si Lei berkelebat cepat untuk mendekati Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang segera memberikan surat kabar dari pihak Istana Kekaisaran Tang Agung untuk nya .


"Dari Melani. Koko Lei Lei telah terjadi sesuatu di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung .Tolong kau cepat datang ke Istana",pesan singkat dari Melani.


"Kita harus kembali ke Istana Kekaisaran Tang Agung untuk kita bisa secepatnya menyelamatkan mereka",kata Chen Si Lei memanggil burung rajawali putih sakti untuk ia bisa segera ke Istana Kekaisaran Tang Agung bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Kalian semua tunggu saja kami berdua di sini sampai kami bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung ", perintah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti mewakili Chen Si Lei yang sudah naik ke atas punggung burung rajawali putih sakti di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao duduk di belakangnya.


Istana Kekaisaran Tang Agung.


Setibanya Chen Si Lei di Istana Kekaisaran Tang Agung. Ia segera turun tangan untuk menghadapi tantangan sejumlah orang yang mengeroyok Xue Erl di dekat tangga di menuju ke arah Istana Ibu Suri Ling.


"Laknat kalian semua berani melakukan tindakan kekerasan di dalam Istana ku!! "hardik Chen Si Lei menggunakan kedua tangannya memenggal sejumlah orang musuh dengan ilmu pedang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali .


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


"Koko Lei Lei kami sudah banyak kehilangan saudari kami",lapor Xue Erl sedih .


Chen Si Lei menggangguk kepala untuk menjawabnya karena Chen Si Lei sedang bertarung melawan seorang pria sakti kaum sesat yang menyerang Xuan Xuan yang sudah terluka parah di perutnya tertusuk panah milik musuh.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis pria ganas itu dengan telunjuk kanannya dengan gerakan ekor naga menggulung angin musim semi.


"Xuan Xuan bertahanlah ", kata Xue Erl memeluk Xuan Xuan yang memuntahkan darah dari mulutnya dan wanita itu meninggal dunia karena luka yang sangat parah sekali.


"Xue Erl awas!!",teriak You You berkelebat cepat untuk menolong Xue Erl dari pria ganas yang menggunakan busur panah berracun ganas untuk membunuh Xue Erl yang sedang menangis untuk kepergian Xuan Xuan.


Jlebbbb !!


"Agh !!", jerit You You terpanah oleh salah seorang dari anggota musuh mereka.


"You You !!", teriak Xue Erl memeluk You You.


Pria ganas itu menyerang Xue Erl kembali dengan panahnya yang sangat ganas sekali tetapi Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan panah itu dan membalik ke pria ganas itu yang tewas tertusuk panahnya sendiri.


Jlebbbb !!


"Xue Erl, tinggalkan mereka di sini.Kita harus mencari yang lain ", kata Chen Si Lei menarik gadis itu untuk melakukan pencarian di seluruh Istana Kekaisaran Tang Agung.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bertemu dengan anak -anak Chen Si Lei yang di jaga ketat oleh Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti di sekitar Istana khusus anak -anak Kaisar Tang Agung.


"Jaga mereka dengan baik ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah pergi lagi untuk mencari keberadaan anggota keluarga Kaisar Tang Agung yang lain.


Ia menemukan banyak sekali jasad para anggota Harem Kaisar Tang Agung yang di baringkan rapi di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung bagian harem Kaisar Tang Agung.


"Anda siapa ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat ada seorang gadis usia delapan belas tahun melindungi jasad para anggota Harem Kaisar Tang Agung.


"Aku juga Selir Kaisar Tang Agung dan nama ku Aurora atau Phing Phing",jawab gadis itu dengan suara khasnya.


"Hormat hamba kepada Paduka Selir Aurora ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bersujud hormat kepada Aurora.


"Kau tidak perlu khawatir tentang aku di sini.Kau pergilah ke arah timur untuk kau bisa menyelamatkan adik -adik iparku yang di tawan oleh pihak musuh ", perintah Aurora kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Iya terimakasih Paduka ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao segera berkelebat cepat ke arah timur Istana Kekaisaran Tang Agung sesuai petunjuk dari Aurora untuk menolong para putri adik Kaisar Tang Agung.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tiba di Istana belakang dari Istana Ibu Suri Ling dan ia melihat ada Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti bertarung melawan sejumlah besar musuh yang menawan para adik Kaisar Tang Agung yang di lindungi oleh Tse Tu dan Yang Lan yang bertarung melawan para musuh dengan sangat hebat sekali .


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Tse Tu menggunakan ilmu pedang merah menyerang serangan maut dari pihak musuh dengan sangat cepat sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu mukjizat Tse Tu.


Yang Lan menggunakan ilmu pedang bidadari sakti membabat habis para musuh yang berani mendekati para adiknya.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei tiba di lokasi itu, dan Chen Si Lei segera membabat habis sejumlah besar musuh dengan ilmu mukjizat Gunung Ling.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Melani meluncur cepat menggerakkan pedang melawan serangan pedang milik putra kedua Pangeran Phing Zi dengan sangat hebat sekali di koridor taman milik Ibu Suri Ling.


Gerakan pedang Melani sungguh hebat sekali sehingga putra kedua Pangeran Phing Zi tewas tertusuk pedang Melani.


Jlebbbb!!


"Gege !!", panggil para adiknya usai para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.


"Adik -adik ku ",kata Chen Si Lei memeluk para adiknya untuk menenangkan hati para adiknya.


"Paduka hamba sudah mendapatkan informasi bahwa Ibu Suri Ling, Permaisuri Li Shao Ning dan Selir Agung pertama Putri Miya di tawan oleh Pangeran Phing Zi dan Pangeran Tua Dao ",lapor Tse Tu.


"Di manakah Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti dan Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti ?", tanya Chen Si Lei melihat bahwa banyaknya korban dari pihaknya yang berserakan di mana - mana serta banyak istana khusus para wanita telah hancur oleh serangan pihak musuh.


"Mereka semua mengejar Putri Yang Yang menuju ke Istana Pangeran Phing Zi untuk menyelamatkan Ibu Suri Ling, Permaisuri Li Shao Ning dan Selir Agung pertama Putri Miya",jawab Tse Tu sujud kepada Chen Si Lei.


"Kalian semua rapikan kembali Istana Kekaisaran Tang Agung. Aku dan Wu Sin Hao akan segera pergi ke Istana Pangeran Phing Zi ", perintah Chen Si Lei kepada para staf Kekaisaran Tang Agung.


"Gege hati -hati ", kata Tang Hian Cheng menatap Chen Si Lei dengan air mata di kedua bola mata indahnya.


"Iya adikku sayang. Jangan menangis karena kau adalah gadis kecil yang hebat dan kuat",jawab Chen Si Lei bersujud untuk memeluk adik kecilnya.


"Koko Lei Lei kami akan membantu mu",kata Melani dan Xue Erl.


"Kalian jaga saja adik -adik ku dan bantu aku untuk merapikan mereka yang telah gugur lebih dahulu daripada kita ", kata Chen Si Lei memandang ke mereka berdua.


"Biar aku yang membantu Anda untuk menghadapi pihak musuh anda",kata gadis cantik jelita sekali beraroma bunga tulip .


"Kau ?", tanya Chen Si Lei tidak mengenal gadis itu.


"Aku Selir anda yang bernama Aurora atau Phing Phing ", jawab gadis Yunani itu.


"Oh maaf. Aku baru hari ini bisa melihat mu ",kata Chen Si Lei ramah sekali.


"Emm ya tak apa ,aku mengerti ",jawab gadis itu meraih jemari Chen Si Lei untuk pergi ke Istana Pangeran Phing Zi.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat untuk mengikuti mereka berdua ke arah Istana Pangeran Phing Zi.


Istana Pangeran Phing Zi.


Sementara itu Ibu Suri Ling, Li Shao Ning dan Miya di kurung dalam penjara yang sama di kediaman istana Pangeran Phing Zi yang sudah memerintahkan para pasukannya untuk membawa mereka bertiga keluar dari Istana Kekaisaran Tang Agung karena pihak Kekaisaran Tang Agung sudah mengetahui bahwa dia telah melakukan berbagai macam kejahatan terhadap keluarga Kaisar Tang Agung.


"Setidaknya kita sudah menghabisi separuh dari anggota keluarga Kaisar Tang Agung dan sekarang kita menangkap ketiga orang yang sangat penting bagi Sang Kaisar Tang Agung kita",kata Pangeran Tua Dao memandangi Ibu Suri Ling, Li Shao Ning dan Miya di dalam penjara yang berada di hadapannya.


"Betul sekali, aku sudah tidak bisa tahan lama lagi untuk menghabisi bocah laknat pembawa sial itu",jawab Pangeran Phing Zi geram sekali karena Chen Si Lei sudah menghabisi banyak sekali orangnya termasuk keluarganya.


"Phing Zi jika kamu berani hadapilah putra ku dengan jantan dan jangan gunakan cara licik seperti banci kaleng",kata Ibu Suri Ling memaki Phing Zi .


"Dia mana berani kami berdua secara jantan apalagi menghadapi Koko Lei Lei kami.Uh bisa -bisa ia ngompol di celana ", kata Miya ikut memaki Phing Zi.


"Phing Zi kau sudah tua bukannya tobat malah semakin berulah. Apakah kau tidak takut pada hukuman Tuhan kepada mu ?!", ucap Li Shao Ning halus namun menyakitkan .


"Wanita -wanita kurang ajar. Awas kalian semua akan ku siksa kalian sampai kalian minta mati oleh ku",kata Phing Zi marah sekali kepada mereka bertiga.


Tapi dari luar Istananya telah terdengar suara pedang berkelebatan cepat dan para pengikutnya di babat habis oleh pedang mukjizat milik Putri Yang Yang telah datang untuk menolong Ibu Suri Ling, Li Shao Ning dan Miya yang sudah di duga dengan baik oleh gadis remaja cerdik itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Phing Zi keluar kau?!!Hadapi aku dan bebaskan ErNiang dan kedua soso ku!!", hardik Yang Yang menggerakkan pedang membabat habis sejumlah pengawal pribadi dari Pangeran Phing Zi.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Tuan Putri kami sudah datang untuk menghabisi mereka dan menyelamatkan Ibu Suri Ling, Permaisuri Li Shao Ning dan Selir Agung pertama Putri Miya yang di tawan oleh mereka ", kata Raja Iblis Barat dan kawan-kawan nya sudah datang untuk membantu Yang Yang.


Sejumlah besar pasukan Pangeran Phing Zi dan Pangeran Tua Dao datang untuk menghadapi Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti dan Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti yang sudah datang ke Istana pribadi Pangeran Phing Zi.


"Serbuuuuu !!", teriak para pasukan musuh menerjang maju untuk menghadapi Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti yang sudah berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam para musuh dengan kehebatan mereka masing - masing.

__ADS_1


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Melihat Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti sudah bertarung melawan para pasukan musuh . Maka Yang Yang berkelebat cepat masuk ke dalam Istana dari Pangeran Phing Zi untuk mencari keberadaan Ibu Suri Ling, Li Shao Ning dan Miya yang di kurung oleh pihak musuh.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Putri Yang Yang berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh yang sudah datang untuk menghabisi dirinya sesuai perintah Pangeran Phing Zi.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Pangeran Phing Zi terkejut sekali mendengar laporan dari pengurus dalam Istana nya mengenai kedatangan Putri Yang Yang dan para pasukan Kekaisaran Tang Agung ke istananya.


"Bocah perempuan tidak tahu diri itu berani mengganggu urusan ku",kata Phing Zi geram sekali kepada Yang Yang.


"Uh kau berani menghadapi gadis kecil tetapi tidak berani menghadapi kami",kata Li Shao Ning tersenyum sinis dan ia mengeluarkan ilmu mukjizat untuk bebaskan diri dari totokan pengunci ilmu sakti dari pihak musuh, lalu ia menggunakan rantai yang mengikatnya untuk menghancurkan pintu penjara dengan ilmu payung biru nya.


Wushhh !!


Plang !!


Miya juga sudah membebaskan diri dan membebaskan Ibu Suri Ling dari rantai dan totokan, kini mereka berdua mengikuti Li Shao Ning untuk keluar dari penjara secepat mungkin.


"Ambil pedang ini untuk melindungi diri dan Ibu Suri Ling ", kata Li Shao Ning yang sudah berkelebat cepat untuk membunuh salah seorang dari pengawal pribadi Pangeran Tua Dao dan merampas pedang musuh untuk diberikan kepada Miya .


Brrrrrrrrrrrrr !!


Plakkkkkk !!


"Terimakasih ", jawab Miya menerima pedang itu dengan cepat dan ia meminta Ibu Suri Ling untuk mengikuti langkahnya yang mengikuti Li Shao Ning yang di depan mereka berdua.


Li Shao Ning membabat habis sejumlah besar musuh yang berada di depan pintu keluar dari penjara milik Pangeran Tua Dao dengan pedang rampasan.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Dan ketika ia tiba di luar daerah penjara itu ,ada beberapa orang menghadang Li Shao Ning dan Miya serta Ibu Suri Ling dengan berbagai macam senjata tajam yang mengandung hawa sesat berbahaya bagi keselamatan mereka bertiga.


"Mau kabur dari kami?Hmm jangan harap !!", hardik pria sadis yang memimpin para pasukan yang menghadang mereka bertiga.


Wuttttt! !


Crakkkkkk !!


Miya menggunakan pedang rampasan membabat habis kepala musuh yang ingin membunuh Ibu Suri Ling yang berada di belakangnya.


"Jangan pernah berharap bisa menyentuh ibu mertua kami",kata Miya sadis.


Li Shao Ning bertarung melawan para musuh yang berada di depan mereka dan Miya menghadapi musuh di belakang mereka bertiga dengan berani sekali.


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


Li Shao Ning menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga es menghantam hancur para musuh mereka melalui tangan kirinya dan membabat habis musuh dengan pedang di tangan kanan.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Miya menggunakan pedang membabat habis kepala musuh dengan ilmu pedang bunga Lily sakti.


"Ayo kita pergi dari sini! ! ",Li Shao Ning memimpin mereka berdua keluar dari arah ruangan penjara menuju ke arah taman belakang Istana Pangeran Phing Zi, dan mereka berjumpa dengan Yang Yang sedang bertarung melawan seorang pria sakti kaum sesat dengan hebat sekali.


"Huang ErNiang, Soso Li Shao Ning, Soso Miya ", panggil gadis remaja tersebut seraya menggerakkan pedangnya menangkis pedang milik seorang pria ganas itu dengan hebat sekali.


Cranggg !!


Cranggg !!


"Pergilah kalian bertiga dari sini. Aku bisa menghadapi mereka ", jawab gadis itu menggunakan gerakan burung rajawali emas sakti membabat habis kepala pria itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


"Kau sungguh hebat sekali, Yang Yang ", puji Li Shao Ning dan Miya terkagum-kagum pada kepandaian ilmu silat sakti milik Yang Yang mirip dengan Chen Si Lei yang sedang bertarung melawan para musuhnya.


"Ya terimakasih Soso. Sana pergilah. .Cepat !!", teriak gadis remaja cantik jelita sekali itu menangkis serangan senjata tajam para musuh yang mengeroyok nya.


Cranggg !!


Cranggg !!


"Miya kau bawa pulang Ibu Suri Ling ke rumah biar aku bantu Yang Yang hadapi mereka ", kata Li Shao Ning yang sudah ingin sekali memberikan bantuan kepada Yang Yang.


Namun Chen Si Lei menggunakan kipas menghantam hancur para musuh yang mengeroyok adiknya dengan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari Chen Si Lei.


"Yang Yang mundurlah dan lindungi mereka bertiga ",kata Chen Si Lei halus pada gadis remaja tersebut.


"Iya Gege ", jawab gadis remaja itu berkelebat cepat untuk melindungi Ibu Suri Ling, Li Shao Ning dan Miya yang tersenyum senang sekali melihat Chen Si Lei sudah datang untuk menolong mereka.


"Lei Lei putra ku",panggil Ibu Suri Ling terharu bangga dengan putranya .


"Koko Lei Lei ", panggil Li Shao Ning dan Miya bersamaan.


"Iya aku datang untuk menolong kalian semua",jawab Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat yang berada di taman belakang Istana Pangeran Phing Zi.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan telapak tangannya untuk membabat habis para musuh sakti sesat dengan ilmu golok sakti yang berada di ruang tamu Pangeran Phing Zi.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Putri Aurora sudah datang untuk membantu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya dengan membabat habis para musuh dengan ilmu pedang mukjizat Kerajaan Yunani.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti sudah menyerbu masuk ke dalam Istana Pangeran Phing Zi dan mereka membabat habis sejumlah anggota Pangeran Tua itu dengan sangat hebat sekali sehingga Pangeran Phing Zi dan Pangeran Tua Dao terdesak hebat oleh pihak Kekaisaran Tang Agung.


"Kita harus kabur dari mereka secepatnya ", kata Pangeran Tua Dao ketakutan di bunuh oleh Chen Si Lei dan para pasukannya.


"Iya, mari ikut aku pergi melalui arah ini",jawab Pangeran Phing Zi menekan angka pada dinding berukiran mata elang biru untuk menyelinap kabur dari kepungan Kaisar Tang Agung.


Tetapi sebuah pedang mukjizat membabat habis kepala mereka berdua dengan kecepatan tinggi sehingga mereka menjadi mayat buntung.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei mengambil pedangnya dari lantai di dekat leher Pangeran Phing Zi .


"Paduka ",panggil para pasukannya yang sudah menghabisi para musuh mereka dengan kehebatan mereka masing - masing.


"Ya terimakasih atas pertolongan kalian semua untuk keluarga ku",kata Chen Si Lei tersenyum ramah sekali kepada semua pasukannya.


"Koko Lei Lei ", panggil Li Shao Ning dan Miya yang sudah datang bersama Ibu Suri Ling dan Yang Yang di tempat itu.

__ADS_1


"Pintu rahasia yang ada di dalam ruangan itu ", kata Chen Si Lei membuka pintu ruang rahasia milik Pangeran Phing Zi.


"Kami ikut anda untuk melihat isi dari ruangan rahasia milik jahanam Phing Zi ", kata para pasukannya.


"Iya kami juga ", kata Ibu Suri Ling dan ketiga orang wanita yang sangat penting baginya di ikuti oleh Aurora yang menatapnya tajam untuk ikut bersamanya.


"Mmm baiklah kalian ikut aku melihat isi ruangan rahasia itu ", jawab Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada Ibu Suri Ling, Li Shao Ning, Miya dan Yang Yang serta Aurora.


Mereka semua berjalan bersama menuju ruangan rahasia yang telah terlihat usai pintu terbuka, mereka menyelusuri ruang itu yang semuanya adalah guci keramik kuno dan salah satunya adalah lubang untuk menuju keluar dari Istana pangeran Phing Zi yang terhubung dengan sebuah tempat yang isinya adalah Terakota.


"Pintar sekali mereka menghubungkan jalan rahasia yang sangat hebat sekali ", kata Chen Si Lei menggunakan kipas membuyarkan hawa sesat berbahaya bagi keselamatan mereka di dalam terakota.


"Buku apa ini ? ",tanya Yang Yang berjalan di antara patung tentara Kekaisaran Qin kuno untuk mengambil sebuah buku yang terselip di sana.


"Hati - hati ", kata Chen Si Lei menggunakan tangan untuk menghalangi sebuah patung yang ingin jatuh ke arah Yang Yang.


Patung itu menangkap tangan Chen Si Lei dan berusaha untuk melemparkan Chen Si Lei ke arah lain tetapi Chen Si Lei menggunakan tangan yang lain di ikuti oleh Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti yang menarik patung itu sampai ada suara jeritan kesakitan dari patung itu.


Miya menusuk kedua mata patung dengan pedangnya dan darah segar keluar dari kedua mata patung itu yang ternyata adalah manusia yang berlatih menjadi batu dan karena orang itu ganas sekali maka ia di bunuh oleh Miya.


"Buku ini jangan di pelajari oleh kita karena buku ini sesat sekali ", kata Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga ia berhasil menghancurkan buku sesat yang akan di ambil oleh Yang Yang.


Blarrrrrrrrr !!


"Gege ", kata gadis remaja itu mengerutkan kening protes karena Chen Si Lei telah menghancurkan buku yang ingin di lihat olehnya.


"Buku ini mengandung ajaran sesat yang berbahaya untuk mu ",jawab Chen Si Lei tegas sekali kepada Yang Yang.


"Iya ", kata gadis remaja itu berbalik dan berjalan bersama Ibu Suri Ling dan Li Shao Ning dan Miya.


"Kita sudah harus segera kembali ke Istana Kekaisaran Tang Agung setelah kita menghancurkan pihak musuh kita ", kata Aurora yang sudah berkumpul bersama mereka, usai gadis itu berkeliling ke seluruh terakota untuk melihat hasil karya orang kuno sekali.


"Iya. Mari kita pulang ke rumah kita ", jawab Chen Si Lei berjalan kembali keluar dari ruangan rahasia milik Pangeran Phing Zi di ikuti oleh yang lainnya.


Sekembalinya mereka ke Istana Kekaisaran Tang Agung hari sudah berganti baru ,dan Chen Si Lei mengadakan prosesi pemakaman untuk para istrinya yang telah meninggal dunia karena di bunuh oleh pihak Pangeran Phing Zi.


"Aku mengasihi kalian semua yang telah berjasa besar dalam kehidupan ku .Aku ucapkan terima kasih atas kebaikan kalian semua kepada ku",ucap Chen Si Lei di dalam hatinya untuk para Almarhumah istrinya di lingkungan makam khusus para istrinya.


Usai melakukan upacara berkabung untuk menghormati Almarhumah para istri nya selama empat puluh sembilan hari.


Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung.


"Acara ulang tahun untuk Permaisuri Li Shao Ning akan aku adakan acara yang sederhana namun bermakna besar untuk Kekaisaran Tang Agung. Tolong kalian persiapkan sebaik mungkin untuk menyambut usia tujuh belas tahun Permaisuri Li Shao Ning ", perintah Chen Si Lei kepada Dewan Agung bagian urusan tata cara untuk memperingati ulang tahun para anggota keluarganya.


"Siap Paduka kami laksanakan !!", sahut Dewan Agung bagian urusan tata cara untuk memperingati hari ulang tahun para anggota Keluarga Kaisar Tang Agung.


Istana Ibu Suri Ling.


Ibu Suri Ling memanggil Chen Si Lei untuk membahas masalah Pangeran Muda Yi Bun yang ingin mengajukan permohonan untuk menjalin hubungan percintaan dengan Putri Yang Yang pada sore hari berikutnya.


"Belum waktunya untuk Yang Yang menjalin hubungan dengan seorang pria. Aku ingin menunggunya sampai usianya cukup matang ", jawab Chen Si Lei secara halus .


"Aku sangat menyukai Pangeran Muda Yi Bun sebagai seorang pemuda yang baik dan teladan untuk masa depan Yang Yang. Izinkanlah ia menjadi kekasih adikmu selama dua tahun dan pada saat Yang Yang berusia delapan belas tahun ia sudah bisa menikah dengan Pangeran Muda Yi Bun ", kata Ibu Suri Ling yang ingin persetujuan dari Chen Si Lei untuk membantu Yang Yang berhak untuk mendapatkan kekasih yang baik .


"Hmm akan aku pertimbangkan dahulu sebelum aku memutuskan untuk setuju atau tidak setuju untuk memberikan izin ku untuk Pangeran Muda Yi Bun menjadi calon tunangan Yang Yang ", jawab Chen Si Lei halus kepada Ibu Suri Ling yang menyetujui pendapat nya.


"Baik anakku sayang, ErNiang akan tunggu keputusan mu untuk adik mu",kata Ibu Suri Ling penuh kasih sayang terhadap Chen Si Lei.


Percakapan antara Chen Si Lei dan Ibu Suri Ling pada sore hari itu membuat Chen Si Lei harus memikirkan yang terbaik untuk masa depan adiknya tetapi ia merasa ada yang hilang dari separuh jiwanya bila ia memberikan Yang Yang kepada pria lain.


"Kau jangan memberikan keputusan yang belum tentu baik untuk ku",kata Yang Yang mendatangi dirinya di ruang kerjanya di dalam Istana khususnya.


"Aku belum memutuskan ,jadi kau jangan marah dahulu kepada ku ", kata Chen Si Lei menghela napas karena Yang Yang memarahi nya terus menerus sejak ia beri tahu bahwa Ibu Suri Ling memintanya untuk beri izin untuk Pangeran Muda Yi Bun menjadi kekasih dan calon tunangan Yang Yang.


"Pokoknya aku tidak akan pernah mau menjadi kekasih atau tunangan siapa pun ",kata gadis remaja itu mengerutkan kening protes kepadanya.


"Aku bilang aku belum memberikan izin ku untuk Pangeran Muda Yi Bun kepada Huang ErNiang ", kata Chen Si Lei berjalan menghampiri gadis remaja yang duduk di kursi depannya.


"Jangan kau beri izin ,ya?",pinta Yang Yang menangis karena takut Chen Si Lei jauh darinya.


Chen Si Lei memeluknya erat dan menggangguk kepala untuk menjawabnya.


"Aku akan pergi dari mu selamanya jika kamu memaksaku untuk menjadi milik pria lain yang tidak pernah bisa aku cintai", kata Yang Yang menangis keras.


"Jangan menangis. Aku merasa tersiksa oleh tangisan mu",kata Chen Si Lei halus membelai lembut rambut panjang gadis itu.


Yang Yang melingkarkan kedua lengannya di pinggang Chen Si Lei yang memeluk kepalanya.


Lalu ada seorang pengawal mengetuk pintu ruang kerja Chen Si Lei yang segera melepaskan pelukan nya pada Yang Yang.


"Paduka hamba datang untuk memberikan laporan dari Permaisuri Li Shao Ning untuk anda ", kata pengawal itu di luar pintu ruang kerjanya.


"Ya sampaikan pesan ku kepada Permaisuri Li Shao Ning bahwa aku akan segera datang untuk menemui nya ", jawab Chen Si Lei untuk pengawal di depan pintu.


Yang Yang juga cepat berdiri dari kursi di ruang kerja Chen Si Lei, dan gadis itu pun berjalan ke arah pintu keluar dari ruangan kerja Chen Si Lei, lalu pergi ke arah Istananya sendiri.


Chen Si Lei menghapus sisa ciuman bibir Yang Yang pada bibirnya ,lalu ia keluar dari ruangan kerjanya untuk pergi ke Istana Permaisuri untuk menemui Li Shao Ning.


Istana Permaisuri.


Li Shao Ning menyambutnya dengan pelukan hangat dan mesra .


"Koko Lei Lei aku sangat merindukan mu juga kedua orang bayi kita yang tidak lama lagi akan lahir ke dunia ", kata Li Shao Ning manis sekali kepada Chen Si Lei yang menggendong istrinya untuk masuk ke dalam ruang makan untuk mereka berdua makan malam bersama.


"Aku sudah memiliki dua nama untuk dua bayi kita ", kata Chen Si Lei menyuapi Li Shao Ning makan malam bersamanya.


"Wah aku senang sekali mendengarnya. Eh perutku ",kata Li Shao Ning merasa mulas dan nyeri.


"Kenapa ?", tanya Chen Si Lei melihat air keluar dari bawah Li Shao Ning.


"Sepertinya aku akan segera melahirkan ", jawab Li Shao Ning meringis nyeri.


"Panggil tabib Istana Kekaisaran Tang Agung .Cepat !", perintah Chen Si Lei.


Li Shao Ning pada malam itu melahirkan dua orang bayi laki-laki kembar yang sehat dan selamat untuk Chen Si Lei yang sangat bahagia sekali mendapatkan hadiah istimewa itu.


"Selamat Paduka Kaisar Tang Agung !!Selamat untuk Kekaisaran Tang Agung !!",sorak sorai para penghuni Istana Kekaisaran Tang Agung untuk menyambut kelahiran kedua Pangeran kembar untuk Kekaisaran Tang Agung.


"Hidup Kekaisaran Tang Agung !!", sorak sorai para penduduk seluruh Tionggoan menyambut kelahiran pangeran -pangeran hebat dari Kaisar Tang Agung.


Ibu Suri Ling juga sangat bahagia sekali mendapatkan cucu -cucu laki-laki yang hebat yang di beri nama Pangeran Ke tiga Tang Si Long dan Pangeran Ke empat Tang Si Hong.


"Kita rayakan besar -besaran untuk kelahiran kedua putra ku dari Permaisuri Li Shao Ning !!", seru Chen Si Lei bergembira sekali.


Maka usai Li Shao Ning melahirkan kedua orang pangeran untuknya ,Chen Si Lei merayakan hari ulang tahun untuk Li Shao Ning sekaligus untuk kedua putranya yang baru.


"Terimakasih atas kebaikan mu kepada ku ", kata Li Shao Ning hadir dalam acara tersebut.


"Selamat ulang tahun ke tujuh belas tahun Permaisuri Li Shao Ning !!Selamat datang untuk kedua Pangeran ke tiga Tang Si Long dan Pangeran ke empat Tang Si Hong !!",sorak sorai para penghuni Istana Kekaisaran Tang Agung dan para penduduk seluruh Tionggoan.


"Senangnya hatiku saat ini. Aku sangat bahagia sekali ", kata Chen Si Lei yang menerima banyak sekali hadiah dan ucapan selamat kepadanya.


Di tengah acara yang meriah itu, sudut mata Chen Si Lei terarah kepada Yang Yang di datangi oleh Pangeran Muda Yi Bun yang ingin mengajak gadis itu bicara bersama.


"Hmm baiklah aku tunggu kau di sini ", jawab gadis remaja itu menerima sesuatu dari Pangeran Muda Yi Bun yang tersenyum senang sekali.


Chen Si Lei merasa panas melihat pangeran muda itu begitu dekat dengan Yang Yang.


"Koko Lei Lei aku ingin minta tolong kepada mu untuk membantu ku ambilkan buah manggis yang sudah di kupas itu ", kata Miya yang duduk di kursi samping kirinya.


"Iya ini ambillah ", jawab Chen Si Lei mengambilkan buah manggis pesanan Miya kepada Miya.


"Koko Lei Lei aku minta buah manggis bukan buah mangga ", kata Miya geleng kepala karena Chen Si Lei salah mengambil buah untuk Selir Agung pertama nya itu.


"Ahh maaf. Ya jangan merajuk",kata Chen Si Lei cepat menyuapi Miya makan buah manggis.


Li Shao Ning tersenyum melihat mereka berdua sangat menarik sekali, Li Shao Ning fokus pada Selir Agung kedua Xue Erl yang duduk di belakang kursi nya.


"Kau ingin aku apa tadi? ",tanya Chen Si Lei di tengah para istrinya.


"Kue kering rasa kacang hijau ", jawab Selir Agung ketiga Putri Aurora ingin sekali mencoba makanan khas Kekaisaran Tang Agung.


"Ini ambillah untuk mu mencicipi makanan khas keluarga besar kita ", kata Chen Si Lei memberikan satu mangkuk isi kue kering rasa kacang hijau itu kepada Selir Agung ketiga Putri Aurora.


"Lihat opera mini sudah mulai ", kata Selir Agung Kedua Putri Melani menyukai opera sebagai acara favoritnya.


Anak -anaknya di pangku oleh ibu asuh mereka masing- masing dan duduk di dekat keluarganya yang mengapit Chen Si Lei dan Ibu Suri Ling yang duduk di berdampingan dengan Yang Yang dan para putri lain.


"Aku lelah sekali dan aku mengantuk sekali. Aku mau tidur saja ", kata Putri Yang Lan pamit kepada Chen Si Lei dan Ibu Suri Ling untuk pulang ke Istananya.


"Yang Lan kau kenapa tidak bersemangat ?Apakah kau sakit ?", tanya Chen Si Lei melihat adiknya dengan cermat.


"Ah aku cuma lelah karena aku seharian banyak sekali kegiatan di sekolah dan di rumah ", jawab gadis itu tenang sekali padahal ia gugup dan takut kepada kakak nya.


"Hmm sekolah ?Bukankah hari ini di sekolah pelajaran kita sedikit ?", tanya Yang Yang menengok ke Yang Lan.


"Kau berbeda jurusan dengan ku .Aku miliki tugas sekolah yang padat sekali ", jawab Yang Lan cepat pergi dari tempat acara ini.


Yang Yang merasa bingung dengan sikap saudari tirinya itu, maka ia segera ikut pergi dari acara tersebut untuk menemui Yang Lan.


Chen Si Lei memperhatikan gerakan Yang Yang telah pergi ke Istana bagian Putri mengikuti Putri Yang Lan.


"Anak -anak itu memang memusingkan saja ", kata Ibu Suri Ling sedang nonton acara kesenian tradisional yang di persembahan dari grup seni tari Kekaisaran Tang Agung.


"Adegan yang seru sekali. Ayo Ying Dai kau harus dapatkan Wu Fei",seru para menterinya yang duduk di barisan khusus para menteri dan pejabat negara dari Kekaisaran Tang Agung.


"Semuanya menarik sekali menurut ku",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao duduk bersama kedua orang istrinya .


Istana Putri Yang Lan.


Yang Lan berlari untuk masuk ke dalam kamarnya sendiri untuk menyendiri untuk memikirkan persoalan hidupnya dan Tse Tu.


"Aku harus bicara dengan Tse Tu untuk ia secepatnya untuk bicara tentang kami kepada Gege Lei Lei, jika tidak maka akan ada masalah besar untuk ku",Yang Lan mencemaskan keadaan dirinya.


"Yang Lan aku ingin bicara dengan mu",kata Yang Yang dari pintu kamar tidur Yang Lan.


"Kau mau bicara apa dengan ku?",tanya Yang Lan membuka pintu kamarnya agar Yang Yang masuk ke kamarnya.

__ADS_1


"Rahasia para gadis remaja hanya kita berdua saja yang tahu ", jawab Yang Yang ceria sekali melihat saudari nya dengan kasih sayang.


__ADS_2