Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kerajaan Yao.


__ADS_3

Setelah beberapa hari kemudian, Chen Si Lei dan rombongan nya telah tiba di lokasi berikutnya yaitu Kerajaan kecil yang bernama Kerajaan Yao, dan setibanya mereka semua di pintu masuk ke dalam Kerajaan Yao, mereka semua sudah tahu untuk ber siaga setiap saat.


"Kita harus temukan dua pusaka Kun Lun Pai dari Pangeran ke tujuh Yao begitu kita bisa masuk ke dalam Kerajaan Yao",kata Chen Si Lei saat tiba di lokasi itu.


"Paduka sebaiknya kita selidiki dahulu isi dalam Kota Raja Kerajaan Yao lalu kita pergi ke Istana Kerajaan Yao",kata Kakek Raja Iblis Barat .


"Kau benar sekali karena aku juga pernah dengar bahwa salah seorang selir dari Raja Kerajaan Yao adalah adik perempuan nomor dua puluh lima dari Huang Ama ku, maka aku wajib untuk mengunjungi Nenek Bibi ku itu",kata Chen Si Lei berpikir cepat.


Maka dari itu, mereka semua melihat -lihat Kota Raja Kerajaan Yao dan seketika itu juga dapat mengetahui adanya beberapa orang Sekte Sesat Kadal Hitam dan Sekte sesat Tujuh Burung Kenari Hijau, bahkan ada kaum bersih yaitu Perguruan Kadal Emas Sakti yang merupakan salah satu cabang dari Sekte Perguruan Lu San Pai.


Mereka mengetahui hal ini pada saat mereka semua beristirahat di sebuah rumah makan terdekat dengan Kota Raja Kerajaan Yao, dan pendengaran mereka yang tajam mendengar suara gaduh dari lantai atas dari rumah makan dan suara itu di sebabkan oleh seorang gadis cantik jelita yang marah karena pedang pusaka nya hilang di curi oleh beberapa orang yang tidak sengaja bertabrakan dengan gadis itu .


"Nona apakah kamu tidak salah tuduh kepada para pelayan di rumah makan ku ini?",tanya pemilik rumah makan itu.


"Aku tidak salah menuduh kepada para pelayan mu karena tadi saat aku naik tangga ke lantai atas ini .Pedang ku miliki masih ada tapi saat aku ingin makan, pedang ku tak ada ", jawab gadis itu marah.


"Kami tidak tahu Nona ", jawab para pelayan di rumah makan itu.


Brakkkk !!


Gadis itu memukul meja dengan marah sehingga pemilik rumah makan dan para pelayan ketakutan.


"Jangan bohong kalian semua atau aku akan bunuh kalian semua! !",hardik gadis itu mengancam.


Tepat saat itu datanglah sekelompok orang dari arah pintu masuk menuju ke atas tempat makan gadis itu berada.


"Nona ,Tuan Muda kami ingin mengundang Nona untuk hadir di perayaan ulang tahun Tuan Muda Kami dan sekarang kami di minta oleh Tuan Muda untuk bisa mengantarkan Nona ke rumah Tuan Muda kami",kata salah seorang dari anggota kelompok orang itu .


"Tuan Muda mu yang mana ?", tanya Nona itu angkuh.


"Tuan Muda nomor tujuh kami",jawab salah seorang dari anggota kelompok yang mengaku sebagai pegawai Tuan Muda nomor tujuh.


"Aku tidak mau hadir di perayaan ulang tahun Tuan Muda nomor tujuh mu",gadis itu menolak dengan tegas.


"Wah kau memang sangat angkuh Nona Chiu",ucap seorang pria bangsawan di bangku meja makan sebelah kanan meja Nona Chiu itu.


"Tuan Muda pertama rupanya Anda berada di sini",kata salah seorang dari Tuan Muda nomor tujuh segera memberi hormat kepada Tuan Muda pertama itu.


"Kakak pertama ", kata Nona Chiu senang sekali bisa jumpa dengan Tuan Muda pertama.


"Hmm pengawal Ji ,tolong sampaikan kepada Tuan Muda nomor tujuh bahwa aku akan datang ke rumah nya tepat pada hari ulang tahun nya bersama Nona Chiu ini",kata Tuan Muda pertama itu penuh wibawa.


"Siap Tuan Muda pertama ", sahut pengawal Ji patuh.


Lalu Pengawal Ji dan para anggotanya segera pergi dari rumah makan tersebut dengan cepat.


"Kakak pertama,aku tidak mau datang ke perayaan ulang tahun dia. .Ahh dia itu amat sangat menyebalkan sekali",kata Nona Chiu merajuk.


"Ah Chiu,apakah kau tak mau pedang pusaka mu kembali kepada mu?",tanya pria yang di panggil Tuan Muda pertama.


"Tentu saja aku mau pedang pusaka ku kembali",jawab gadis itu cemberut.


"Karena itu kau harus hadir di perayaan ulang tahun adik ku yang nomor tujuh di kediaman pribadi nya dan kau tenang saja aku akan menemani mu ke sana, jadi kau bisa tenang dan nyaman berada di sana",kata Tuan Muda pertama tenang.


"Hmm baiklah jika kau sudah bilang begitu. Aku bisa apa ?!",ucap gadis itu patuh.


"Terimakasih Ah Chiu",jawab Tuan Muda pertama itu tersenyum ramah pada Ah Chiu.


Tanpa mereka sadari bahwa percakapan mereka di lantai atas di dalam rumah makan itu telah di dengar dengan jelas oleh Chen Si Lei dan rombongan nya dan Chen Si Lei mengangkat cawan air teh dengan senang sekali karena Erl Hong dan Fei Yang sudah memiliki pemikiran bahwa Pendekar Rajawali Emas Sakti ini ingin hadir di perayaan ulang tahun Tuan Muda nomor tujuh.


"Kita harus siapkan hadiah untuk Tuan Muda nomor tujuh",kata Erl Hong tertawa halus.


"Kita harus temukan rumah Tuan Muda nomor tujuh berada di mana",kata Ling Long duduk di kursi dekat Chen Si Lei.


"Pintar sekali kalian dapat tahu pikiran ku",puji Chen Si Lei tersenyum senang.


"Emm tentu saja sebagai Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti, kami harus cepat tanggap terhadap pemikiran Paduka ", sahut Ling Long mencibirkan mulut nya.


"Ah Ling Long kau memang pintar",kata Chen Si Lei membelai lembut pipi kanan gadis itu yang seketika memerah malu.


"Paduka sebaiknya kita cari tempat penginapan dahulu, lalu kita lakukan rencana Paduka terhadap Tuan Muda nomor tujuh ", kata Tse Tu cepat tanggap juga.


Chen Si Lei menggangguk setuju lalu mereka pun keluar dari rumah makan itu dan melanjutkan perjalanan ke dalam Kota Raja Kerajaan Yao yang lebih dalam lagi, lalu menemukan sebuah penginapan yang sama dengan Nona Chiu dan Tuan Muda pertama.


Dan kamar bagian mereka hanya berbatasan dengan sebuah taman kecil saja, hal ini sungguh sangat membanggakan bagi Chen Si Lei yang sudah ingin cepat mengetahui siapa mereka semua dan ada peristiwa apakah di dalam perayaan hari ulang tahun Tuan Muda nomor tujuh itu?.


Chen Si Lei berbaring di tempat tidur dengan nyaman usai mandi dan rapi kembali di layani oleh Kasim Chang Sin dan Putri Yi Yi dan Putri Tian Erl yang bertugas di dalam kamar mandi untuk membersihkan rambut, wajah dan seluruh tubuh Chen Si Lei, lalu memakaikan pakaian bersih dan rapi serta merias hingga Chen Si Lei wangi semerbak bunga persik.


"Yi Yi kemarilah ", kata Chen Si Lei meraih jemari gadis itu dan di ajak duduk di tepi tempat tidur nya.


"Paduka. .",


"Hmm",


Chen Si Lei membelai lembut gadis yang berada di pelukan nya dan aroma wangi Chen Si Lei memabukkan gadis itu yang bersedia untuk melayani Chen Si Lei di malam hari ini, dan pada tengah malam gadis itu tertidur pulas di tempat tidur Chen Si Lei dengan keadaan tubuh terbuka polos.


Chen Si Lei sudah merapikan pakaian gadis yang memberikan kesuciannya dan kehormatannya setulus hatinya kepada Chen Si Lei yang hanya mengikuti hati dari gadis itu sendiri, dan Chen Si Lei tersenyum sendiri memikirkan betapa para wanita mudah sekali jatuh cinta kepadanya.


"Aku ingin mencari sesuatu di luar penginapan ini",kata Chen Si Lei berkelebat.


Tibalah Chen Si Lei di depan rumah orang dengan cara mengikuti jejak gadis di kamar seberang dari kamar tidurnya yang sudah menyelinap keluar dari kamar dan menuju ke arah rumah besar yang sangat tinggi dindingnya, tetapi gadis itu masih bertekad untuk masuk secara diam-diam.


Wuttttt !!


Kretakkk !!


"Aduhhh ", kata gadis itu terjatuh kembali dari dinding.


Gadis itu menggunakan alat cakar ayam untuk memanjat dinding rumah besar itu tetapi tidak bisa juga.


Wuttttt !!


Crikkk!!


Bruakkk !!


"Aduhhh ", kata gadis itu untuk sekian kali terjatuh dari dinding yang belum juga bisa di panjat oleh gadis itu.


Chen Si Lei mengamati ulah gadis itu dengan tersenyum sendiri dari atas pohon terdekat dengan dinding batu rumah itu.


Krekkk !!


Pintu gerbang masuk ke dalam rumah besar itu terbuka dan sejumlah pengawal berdatangan ke arah gadis itu berada.


"Astaga aku akan ketahuan oleh mereka ", kata gadis itu kebingungan untuk cari tempat untuk bersembunyi.

__ADS_1


Wuttttt !!


"Raihlah tangan ku",kata Chen Si Lei ber jungkir balik di atas pohon besar itu.


"Ahh siapa kau ?", tanya gadis itu kaget bagai melihat hantu pohon jungkir balik dengan rambut panjang dan wajah hantu pohon yang sangat tampan sekali.


"Ayo cepat sembunyi di atas pohon ini",jawab Chen Si Lei lagi.


"Iya...",kata gadis itu dengan cepat mematuhi perintah Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Brrrrrrrrrrrrr !!


"......",


"Jangan takut aku bukan hantu pohon ", kata Chen Si Lei merapatkan tubuhnya di dekat tubuh gadis itu.


"Kau wangi sekali ", kata gadis itu terpesona dengan ketampanan Chen Si Lei dari jarak yang sangat dekat sekali.


"Ssssstt jangan berisik atau mereka akan mengetahui kita berada di pohon ini ",


Sejumlah pengawal rumah besar Tuan Muda nomor tujuh sedang sibuk mencari tahu tentang suara yang berasal dari luar dinding rumah Tuan Muda mereka dan mereka menemukan alat cakar ayam berantakan, namun tidak ada orang lain di tempat yang mereka cari.


"Kemana perginya orang itu ?", tanya salah seorang dari anggota pengawal dari rumah Tuan Muda nomor tujuh.


"Ahmm milik siapa barang -barang rongsokan seperti ini di luar dinding rumah ini ",ucap seorang pelayan wanita yang ikut keluar dari rumah ini.


"Ah tidak penting ,kita kembali saja tidur ", kata para pengawal rumah besar Tuan Muda nomor tujuh dan mereka pun pergi dari bawah pohon tempat Chen Si Lei dan gadis itu bersembunyi.


"Barang rongsokan ??Enaknya saja mereka bicara !!Asal tahu saja barang ku itu ada namanya yaitu cakar garuda sakti ciptaan ku sendiri",omel gadis itu.


"Emmm tapi mereka benar kok ,buktinya kau tak bisa memanjat dinding",


"Agh kau bilang apa??Kau membela mereka ya ??Kau meremehkan barang karya ku ya??",tanya gadis itu galak.


Tuk !!


Brussshhhhh !!


Bruakkk !!


"Aghhhhhh !!", jerit gadis itu terjatuh ke bawah dari pohon oleh Chen Si Lei .


"Kau keterlaluan menusuk dahi ku hingga aku jatuh dari pohon. ..Huawaahh",


Gadis itu menjerit dan menangis seraya mengusap -usap bagian belakang nya.


"Masa bodoh...Bukan urusan ku..Weh",kata Chen Si Lei acuh tak acuh berkelebat cepat melayang ke atas dinding.


"Ei kau bisa mencapai dinding itu dengan mudah",kata gadis itu terisak bengong melihat pemuda hantu pohon melayang dengan mudahnya ke atas dinding.


Chen Si Lei mengamati keadaan dalam rumah besar itu dengan duduk santai di atas dinding rumah besar Tuan Muda nomor tujuh dengan cepat dan mudah di ingat oleh nya.


"Hei kau ada urusan dengan Tuan Muda nomor tujuh?",tanya gadis di bawah.


"Iya ",


"Kau bisa pergi bersama ku beberapa hari lagi untuk hadir dalam perayaan hari ulang tahun nya",kata gadis itu tertarik pada Chen Si Lei.


"Ehhh ..kau hantu ya ?", tanya gadis itu merinding.


"Bukan,cobalah kau lihat sepasang sepatu ku ",jawab Chen Si Lei .


"Sepasang sepatu mu menginjak tanah ,berarti kau manusia tapi kau manusia yang sakti ", kata gadis itu memandang Chen Si Lei yang sudah langsung tahu .


"Ah satu lagi korban pesona ku",kata Chen Si Lei dalam hatinya.


"Jawab pertanyaan ku tadi tentang apa kau ingin aku pergi bersama mu untuk hadir dalam acara ulang tahun Tuan Muda nomor tujuan yang berada di dalam rumah besar ini?",ulang Chen Si Lei.


"Iya, aku akan memberitahu mu bahwa orang itu adalah putra Raja Kerajaan Yao nomor tujuh yang sangat aneh tetapi dia jatuh cinta kepada ku .Aku putri angkat Raja Yao dan selir Yung, tapi aku tidak pernah ada perasaan kepada putra nomor tujuh dari ayahanda Raja ku .Aku punya pedang pusaka milik mendiang kakek ku yaitu Raja Yao terdahulu dan pedang ku hilang di curi oleh Pangeran nomor tujuh, aku meski dapat bantuan dari Pangeran Makhota Raja Yao tetap saja masih sulit dapatkan pusaka ku karena Pangeran nomor tujuh itu orang sakti",cerita gadis itu jujur.


"Nama mu siapa ?", tanya Chen Si Lei mengikuti langkah gadis itu kembali ke arah penginapan mereka.


"Aku Putri Ah Chiu",jawab gadis itu berjalan sambil menoleh ke arah Chen Si Lei.


"Sekarang sudah hampir subuh ,aku mengantuk sekali ", kata Chen Si Lei.


"Kau tidurlah. ..berapa jam lagi kita jalan -jalan lagi yuk?",gadis itu menuju ke arah kamarnya di seberang kamar tidur Chen Si Lei.


"Ah kita lihat saja nanti ", jawab Chen Si Lei membuka pintu kamarnya.


"Aku tunggu kau di ruang makan ya???",gadis itu masih ingin berdekatan dengan Chen Si Lei yang sudah membuat gadis jatuh cinta.


"Iya ", jawab Chen Si Lei menutup pintu kamarnya.


Melihat Putri Yi Yi terbangun dari tidurnya dan duduk di tempat tidur, lalu melihat Chen Si Lei berjalan menghampiri dan berbaring di tempat tidur.


"Paduka tidurlah ", kata Putri Yi Yi menyelimuti Chen Si Lei dengan selimut tebal.


"Kau juga tidur",kata Chen Si Lei memeluk wanita itu dan berbaring bersama.


Beberapa jam kemudian Chen Si Lei membuka sepasang mata nya dan Kasim Chang Sin sudah menyiapkan bak mandi dengan lengkap, sedangkan Putri Yi Yi menyiapkan pakaian baru untuk Chen Si Lei dengan terampil dan Putri Tian Erl telah menyiapkan sepatu baru.


"Selamat pagi Paduka ", sapa Ling Long dan beberapa orang gadis dari Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti ketika Chen Si Lei selesai ritual paginya.


"Selamat pagi semua ", sapa Chen Si Lei ramah pada semua gadis itu.


"Selamat pagi Paduka ", sapa Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti sudah rapi dan siap untuk sarapan pagi bersamanya di ruang makan di rumah penginapan itu.


"Selamat pagi semua ", sapa Chen Si Lei kepada semua para pria itu.


"Haiiii ...",sapa Putri Ah Chiu berlari ke arah Chen Si Lei.


"Hai juga ", sapa Chen Si Lei ramah pada gadis itu.


"Apakah kau ingin sarapan pagi bersama ku?",tanya gadis itu tidak sungkan.


"Hmm tapi aku ingin sarapan pagi bersama mereka",jawab Chen Si Lei menunjuk ke semua gadis dan pria yang mengelilinginya.


"Umm baiklah aku juga bersedia sarapan pagi bersama semua teman mu,tak apa kan?",ujar gadis itu tersenyum ramah pada semua orang.


"Emm jika kamu tidak keberatan, ya tak masalah",sahut Chen Si Lei sopan.


"Sama sekali tidak keberatan",jawab gadis itu sudah merangkul lengan Chen Si Lei.

__ADS_1


Semua Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti dan Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti ,mereka semua memberi jalan untuk Chen Si Lei dan Putri Ah Chiu berjalan lebih dahulu daripada mereka semua termasuk Nenek Xu dan Kakek Raja Iblis Barat.


Chen Si Lei dan Putri Ah Chiu serta semua Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti dan Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti serta Putri Yi Yi dan Putri Tian Erl makan pagi bersama di ruang makan di rumah penginapan dengan penuh keakraban dan keramahan satu sama lain.


"Aku sangat menyukai acara makan bersama seperti ini ",kata Chen Si Lei jujur.


"Tapi bila di dalam lingkungan Istana Kerajaan Yao kita tidak bisa makan enak bersama dengan teman -teman kita",kata Putri Ah Chiu menyuapi Chen Si Lei lauk hangat.


"Peraturan di rumah ku juga sama",kata Chen Si Lei menerima suap daging dari gadis itu lagi.


"Rumah mu dimana ?", tanya gadis itu memberikan lauk lain kepada Chen Si Lei.


"Kekaisaran Tang ", jawab Chen Si Lei jujur.


"Ah berarti kamu. .??",tanya gadis itu terkejut.


"Paduka Pangeran Si Lei dari Kekaisaran Tang ",jawab Kasim Chang Sin.


"Juga Pendekar Rajawali Emas Sakti ", jawab Si Tangan Sakti.


"Kami Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti ", jawab Kakek Raja Iblis Barat.


"Kami Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti ", jawab Nenek Xu.


"Lalu mereka ??", tanya gadis itu menunjuk kepada para gadis.


"Kami Selir sekaligus pengawal pribadi Pangeran",jawab Ling Long ingin gadis itu tahu status mereka yang tidak sama dengan status gadis itu.


"Ah aku juga mau menjadi Selir Pangeran Si Lei",jawab gadis itu bersujud hormat kepada Chen Si Lei dengan cepat.


"Ei Ah Chiu bangunlah ", kata Chen Si Lei meraih jemari Putri Ah Chiu.


"Duduk ", kata Chen Si Lei meminta gadis itu untuk duduk bersama kembali.


"Terimakasih Paduka ", jawab gadis itu memerah malu atas ketidaksopanan yang dia lakukan semalam pada Chen Si Lei.


Lalu mereka melanjutkan makan pagi dengan tenang dan nyaman, dan setelah itu Chen Si Lei memenuhi permintaan dari Putri Ah Chiu untuk jalan -jalan keliling Kota Raja Kerajaan Yao,tentu saja dengan di ikuti oleh Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti dan Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti di belakang mereka berdua.


Di sepanjang jalan Chen Si Lei memperhatikan beberapa orang memasuki Kota Raja Kerajaan Yao dengan berbagai atribut sesuai lambang pada baju ,topi, dan senjata mereka semua yang bermacam -macam, sehingga Chen Si Lei menduga bahwa akan ada pesta pora di dalam Kerajaan Yao.


"Ah Chiu kemarilah",kata Chen Si Lei mengajak Putri Ah Chiu ke tempat penjualan aneka macam makanan dan minuman khas Kerajaan Yao.


"Eh kau lapar lagi ?", tanya Putri Ah Chiu halus di ajak ke tempat makan di pinggir jalan oleh Chen Si Lei.


"Tidak, aku hanya haus ", jawab Chen Si Lei membeli minuman di penjual minum di pinggir jalan.


"Paduka tolong jangan minum air di pinggir jalan sembarangan nanti kamu bisa sakit perut ", cegah Kasim Chang Sin.


"Emm Aku haus, apakah aku harus menunda minum?",ucap Chen Si Lei kesal di larang ini di larang itu oleh Kasim Chang Sin.


"Hamba akan membelikan Anda air minum yang bersih segera untuk Anda",kata Nenek Xu cepat pergi ke rumah makan terdekat.


Chen Si Lei menunggu Nenek Xu kembali dari membeli minuman untuk Chen Si Lei di rumah makan terdekat.


"Tuan Muda kau mabuk ya ?",terdengar suara dari arah rumah 'Taman Bunga '.


"Ahhh pergi kau menjauh dari ku. .",jawab pria yang baru keluar dari rumah itu.


Dukkk !!


"Akh",suara salah seorang dari sepuluh orang gadis Bidadari yang terdorong dan jatuh ke tanah aspal oleh pria mabuk itu.


"Hei siapa kau berani sekali menyentuh tubuh ku?",tanya pria itu menatap wajah gadis terjatuh dengan tatapan mata merah.


"Kau yang kurang ajar !!", hardik Tse Tu marah.


"Kau seorang budak yang kurang ajar berani sekali menghardik ku!!",teriak pria itu marah mengayunkan pedang untuk memotong leher Tse Tu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk!!


Tse Tu menghindari serangan pria itu dengan mudah dan cepat sehingga dalam satu serang, Tse Tu berhasil memenggal kepala pria itu.


"Ahhh kau sungguh lancang sudah berani membunuh putra perdana menteri Yao !!",hardik wanita dari 'Rumah Taman Bunga '.


"Kalau Perdana Menteri Yao marah berarti dia sama tidak sopan nya terhadap seorang gadis seperti kelakuan putranya yang pantas untuk mati",kata Ah Chiu .


"Putri Ah Chiu...",kata wanita itu terkejut sekali.


"Betul aku Putri Ah Chiu",jawab Ah Chiu penuh wibawa.


Sehingga semua orang di jalan raya itu beri hormat kepada Putri Ah Chiu dengan sopan.


"Ah Chiu..aku mencari mu kemana -mana dan ternyata kau berada di sini",Tuan Muda pertama mendatangi mereka.


"Pangeran Makhota Yao",seru para penduduk Kota Raja Kerajaan Yao.


"Kakak pertama, ada apa kau mencari ku?",tanya Putri Ah Chiu.


"Ya mencari mu ",jawab Pangeran Makhota Kerajaan Yao meraih tangan Putri Ah Chiu dengan cepat.


Tapi Putri Ah Chiu menarik tangan dengan cepat dan mundur dari Pangeran yang menjadi bingung dengan sikap Putri itu.


"Maaf aku tidak ada waktu untuk menemani mu kakak pertama",kata Ah Chiu .


"Ada apa ??Kenapa kau dingin kepada ku??",tanya Pangeran Makhota Kerajaan Yao heran.


"Karena aku sudah milik Pangeran Si Lei ", jawab gadis itu meraih tangan Chen Si Lei dengan cepat.


"Ahhhh kau. ..Ehh Anda ??",tanya Pangeran Makhota Kerajaan Yao bingung.


"Paduka Pangeran Makhota Yao ,aku sangat bahagia bisa bertemu dengan mu di tengah jalan ini",jawab Chen Si Lei halus.


"Ahh Maafkan kami yang tidak sopan terhadap Pangeran Si Lei",kata Pangeran Makhota Kerajaan Yao memberi hormat kepada Chen Si Lei.


Dan peristiwa mereka bertemu secara tidak sengaja di tengah jalan dalam Kota Raja Kerajaan Yao membuat gempar berbagai pihak baik pihak dari Kerajaan Yao maupun pihak musuh dari Kerajaan Yao ,dan juga musuh dari Chen Si Lei sendiri bahkan orang -orang Pangeran nomor tujuh seketika kaget sekali dengan adanya Pendekar Rajawali Emas Sakti di Kota Raja mereka.


"Bagaimana bila Paduka mampir ke Istana Kerajaan Yao kami?",ucap Pangeran Makhota Kerajaan Yao dengan nada yang sangat ramah.


"Hmm baiklah",jawab Chen Si Lei juga ramah.


"Silakan Paduka naik kereta kuda kami",kata Pangeran Makhota Kerajaan Yao.


Sebuah kereta kuda terbaik dari Kerajaan Yao sudah di siapkan untuk Chen Si Lei secara cepat dan sigap oleh pihak Kerajaan Yao sehingga Chen Si Lei pun tidak sungkan lagi untuk menikmati perjalanan ke dalam Istana Kerajaan Yao memakai pelayanan kereta kuda istimewa tersebut.

__ADS_1


__ADS_2