Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Puncak Gunung Ling.


__ADS_3

Berbekal peta dari gadis berandalan Erl Hong,maka Chen Si Lei bisa segera dapat menemukan puncak gunung Ling yang mirip dengan gunung cakar burung pipit ,tetapi cukup menarik untuk dikunjungi oleh Chen Si Lei yang ingin tahu pusaka yang di maksud oleh Lima orang muda murid Sekte Pintu Naga Langit.


Di dunia ini tidak mudah untuk mendapatkan sesuatu yang berharga bila tidak melalui proses perjuangan yang sangat panjang,dan hal ini pun yang di lalui oleh Chen Si Lei yang sudah menggunakan burung rajawali emas sakti pun harus bisa melalui jalur yang tepat baru bisa sampai.


"Astaga jurang nya dalam sekali dan harus menggunakan tali untuk bisa ke goa itu ", kata Chen Si Lei berdiri di tepi jurang.


"Ya karena itu kami pun sudah masuk ke dalam goa yang di sebut goa panca indera ", kata Nona Xuan Xuan di sebelah Chen Si Lei.


"Tetapi aku harus bisa melewati tali itu",kata Chen Si Lei bertekad kuat.


"Kami ber empat akan menjaga di tepi jurang ini untuk kalian berdua bisa pergi ke seberang sana dengan aman",kata Ting Yin melintangkan pedang merah nya.


"Ya baiklah...Hati -hati lah untuk kalian ber empat di sini",kata Chen Si Lei sudah di ujung tali .


Chen Si Lei meraih jemari Xuan Xuan untuk berjalan di atas tali jembatan menuju ke arah goa yang sangat jauh itu, burung rajawali emas sakti mengawasi langkah Chen Si Lei dari bawah tali untuk jika Chen Si Lei jatuh,maka burung rajawali emas sakti bisa segera menyelamatkan jiwa Chen Si Lei dengan cepat.


"Burung rajawali emas sakti mu sangat pintar ", ucap Xuan Xuan seraya ikuti jejak Chen Si Lei.


"Ya terima kasih ", kata Chen Si Lei menggunakan pedang menangkis serangan senjata rahasia milik musuh.


Wushhh !!


Trangggggg! !


Trangggggg! !


"Kakak burung rajawali emas sakti pergilah dari sini. Cepat !!",perintah Chen Si Lei kepada burung nya.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Burung rajawali emas sakti sudah lenyap dari pandangan Chen Si Lei untuk bisa terselamatkan dari serangan maut dari musuh.


Trangggggg! !


Trangggggg! !


Trangggggg! !


"Ayo kita lari dan melompat dengan cepat ", kata Chen Si Lei menyambar tangan Xuan Xuan diajak berlari di atas tali dan melompat tepat sebelum tali jembatan putus.


Crashhh !!


"Ihhh !!",pekik Xuan Xuan ngeri bayangkan bila dia ikut terjatuh ke dalam jurang itu juga.


"Ayo kita masuk ke dalam goa ",kata Chen Si Lei menyambar gadis itu lagi.


"Aghhhhhh !!", teriak gadis itu ketakutan.


Brussshhhhh !!


Tanah mereka injak tadi longsor dan lenyap ke dasar jurang ,lalu menutup jalan mereka untuk kembali ke seberang tempat teman -temannya berada.


Trangggggg! !


Di seberang terdengar cukup jelas bahwa pasukan musuh sudah menyerang ke empat orang teman mereka.


Brukkk !!


"Aghhhhhh !!", teriak Xuan Xuan memeluk Chen Si Lei ngeri.


"Kita telah terkurung di dalam goa oleh mereka",kata Chen Si Lei yang berada di bawah tubuh gadis itu.


"Lalu kita harus bagaimana?",tanya gadis itu berdiri cepat dari atas tubuh Chen Si Lei.


"Ya kita lihat saja nanti",jawab Chen Si Lei tenang dan santai.


"Apakah kau tidak takut terkurung dalam goa ini selamanya?",tanya Xuan Xuan.


"Untuk apa takut ?Bukankah sangat menyenangkan bisa terkurung dalam goa yang seindah ini?",tanya Chen Si Lei kembali kepada gadis itu sambil melihat goa dengan takjub.


Goa ini sangat indah dengan banyaknya jumlah tumbuhan dan buah yang sangat lebat serta ada lukisan Delapan Dewa Langit dan seorang wanita bertubuh ular yang sangat cantik jelita sekali, dan mereka terlihat hidup dalam pandangan Chen Si Lei.


"Guci ajaib itu di sana",kata Xuan Xuan melompat untuk ambil guci itu.


Tapi. ...


Cringgg !!


"Aghhhhhh !!", teriak Xuan Xuan terjengkang ke belakang oleh sinar emas yang sangat menyilaukan.


"Kau harus sabar",kata Chen Si Lei menahan jatuhnya tubuh gadis itu.


"Ahh sabar katamu?",tanya gadis itu berbalik cepat berhadapan dengan Chen Si Lei yang memeluknya.


"Iya aku sudah lihat di sini banyak ilmu mukjizat sakti yang bisa ku miliki dengan hasil yang sempurna",jawab Chen Si Lei menunduk dan mencium bibir gadis itu.


"Aih lepaskan aku",kata gadis itu berusaha untuk menghindari ciuman Chen Si Lei yang lapar.


"Aku tidak mau melepaskan mu",kata Chen Si Lei mempererat pelukan nya pada gadis itu.


"Aghhhhh!!",teriak gadis itu terjatuh ke lantai goa dan menangis sedih .


Beberapa jam kemudian atau tiga hari kemudian, Chen Si Lei bangun untuk lihat goa dengan cermat dan mempelajari ilmu Delapan Iblis dan Ilmu Ular Ling dengan mengikuti petunjuk dari lukisan tersebut dengan sangat senang sekali dan tanpa ada rasa cemas dan takut sedikit pun.


Xuan Xuan merintih kesakitan setelah tiga hari tiga malam di ambil kesuciannya oleh Chen Si Lei yang tidak menyadari bahwa ada hawa sesat yang memasuki tubuhnya oleh hawa mukjizat dari dalam goa Ratu Ular dan Delapan Iblis yang terserap secara ajaib oleh hawa murni dari Chen Si Lei sendiri.


Wuttttt !!


Blaarrrr !!


Sinar ilmu mukjizat Delapan Iblis dan Ilmu Ratu Ular yang sedang di pelajari oleh Chen Si Lei mengeluarkan cahaya yang terang dan sejumlah pohon di goa hancur oleh ilmu sakti itu.


Wuttttt !!


plakkkkkk !!


Chen Si Lei menggerakkan kedua telapak tangan nya secara vertikal dan sebuah tenaga dahsyat keluar dari kedua telapak tangannya.


Wushhh !!


"Hyatttttttttttttt !!", teriak Chen Si Lei menggerakkan tangan memutarkan pedang secara horizontal

__ADS_1


Dan. ....


Crashhh !!


Debu beterbangan dari segala penjuru goa itu dan Xuan Xuan berkelebat cepat meraih guci yang sudah tidak bercahaya lagi.


"Koko Lei Lei hati - hati jangan sampai kau terpengaruh hawa Iblis",kata gadis itu memperingati Chen Si Lei.


"Jangan khawatir aku baik - baik saja",kata Chen Si Lei yakin bisa mengatur ilmu baru nya itu.


"Aduh ",


"Xuan Xuan kau kenapa ?", tanya Chen Si Lei sigap memeluk gadis itu.


"Aku lapar dan haus ", jawab Xuan Xuan tersenyum manja.


"Ah kau ini bikin aku cemas saja",kata Chen Si Lei mencium gadis itu lagi.


"Koko Lei Lei ",kata Xuan Xuan memeluk Chen Si Lei.


Selama sepekan sudah mereka berdua terkurung dalam goa dan berlatih ilmu silat ajaib sesuai petunjuk dari lukisan tersebut dan mereka berdua juga saling berbagi cinta satu sama lain sehingga mereka nyaris lupa kepada kawan-kawan mereka di seberang goa itu.


"Xuan Xuan ayo kita keluar dari goa",kata Chen Si Lei pada suatu hari merapikan pakaian gadis yang berada di dalam pelukan nya.


"Iya Koko Lei Lei ", kata Xuan Xuan manja.


"Pinjam pedang mu",kata Chen Si Lei mengayunkan pedang biru ke arah lukisan tersebut.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Blaarrrr !!


Sinar biru membuka pintu untuk Chen Si Lei dan Xuan Xuan melewati sebuah goa yang panjang bagai masuk ke dalam perut ular besar.


"Kita harus melewati jalan ular ini ", kata Chen Si Lei menggandeng tangan Xuan Xuan seraya melangkah ke lebih jauh lagi.


Wushhh !!


Bressssss !!


Bruakkk !!


Chen Si Lei menggunakan pedang biru membasmi sejumlah Kelelawar ber racun ganas di sepanjang goa itu.


Ssssshhhhh !!


"Ah ular -ular hitam ", kata Xuan Xuan merapatkan diri di pelukan Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Bressssss !!


BRUSSSHHHHH! !


Chen Si Lei menghancurkan sekelompok ular hitam ber racun ganas yang sudah di ketahui sebagai alat senjata para musuh.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak sejumlah orang terbakar racun Kelelawar dan ular hitam.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Bruakkk !!


Sebuah pintu terbuka kembali dan memperlihatkan sebuah tempat tidur yang ada seorang wanita tertidur pulas bersama seekor kambing berkepala dua.


"Bibi Long ", kata Xuan Xuan memperkenalkan wanita itu kepada Chen Si Lei.


"Ibu kandung Nona Ling Long ?", tanya Chen Si Lei menyinari seluruh wajah dan tubuh wanita itu.


Cringgg !!


Wanita itu terbelalak sepasang matanya dan bangkit dengan kaget melihat dua orang berada di dekat nya.


"Aghhhhhh !!", teriak wanita itu membuang mayat kambing kepala dua.


"Bibi apakah kau baik - baik saja ?", tanya Xuan Xuan ramah.


"Xuan Xuan dimana aku?",tanya wanita itu kepada Xuan Xuan.


"Di goa gunung Ling ", jawab Xuan Xuan ramah.


"Goa Gunung Ling ?Lalu di mana Ling Long berada ?",tanya wanita itu turun dari tempat tidur.


"Di seberang goa Ling ", jawab Xuan Xuan ramah dan sopan.


"Aku harus bunuh kakek tua itu dulu ", kata wanita itu menuding ke arah belakang Chen Si Lei dan Xuan Xuan.


Terlihatlah seorang kakek memiliki ke empat alis berwarna emas dan memegang sebuah tongkat panjang perak sedang menatap marah kepada mereka bertiga terutama Chen Si Lei yang sudah di terawang tajam oleh sepasang mata Kakek itu.


"Mundurlah kalian berdua. Biar aku hadapi dia ", kata wanita itu berkelebat cepat menghantam sang Kakek.


Wuttttt !!


Plakkkk !!


Dessssssss !!


Wanita itu bergetar hebat terpukul kembali oleh Kakek alis empat dengan cepat dan hebat.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Chen Si Lei sudah menggunakan telapak tangannya untuk memukul ilmu sakti dari kakek itu dan meledak di udara.

__ADS_1


Wuttttt !!


Bressssss !!


Chen Si Lei mengulangi kembali untuk melawan ilmu sakti hawa mukjizat dari dua jari Kakek itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei tidak mempedulikan darah muncrat dari dua jari Sang Kakek yang putus oleh ilmu sakti Chen Si Lei.


"Kurang ajar !!", hardik Kakek tua itu marah melemparkan tongkat panjang perak ke arah Chen Si Lei.


Wushhh !!


Suara pedang berkelebat cepat menangkis serangan tongkat panjang perak milik Kakek itu yang terdesak oleh Chen Si Lei yang menggunakan ilmu pedang biru yang mengeluarkan cahaya biru yang melindungi Xuan Xuan dan wanita yang di lindungi oleh Chen Si Lei.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Sejumlah orang berpakaian barbar menyerbu untuk menyerang Chen Si Lei dan Xuan Xuan juga wanita itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Wanita itu berkelebat cepat merampas pedang salah seorang dari anggota Sekte Sesat itu dan membabat habis beberapa orang musuh dengan ilmu khas wanita itu sendiri.


Brakkkk !!


"Paduka. ..!!",teriak para pasukan Chen Si Lei yang di pimpin oleh Si Kakek Raja Iblis Barat.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Serangan maut dari Kakek Raja Iblis Barat menghancurkan sebagian besar dari para musuh yang merupakan salah seorang dari anggota Sekte Keong Racun .


Wuttttt !!!


Cranggg !!


Chen Si Lei menggunakan pedang milik nya di tangan kanan dan pedang sinar biru di tangan kiri membuat perisai perlindungan terhadap dirinya dan semua orang di dalam goa itu.


Bressss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para pasukan musuh tewas oleh ilmu mukjizat Xuan Xuan gadis baru milik Chen Si Lei.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para pengikut Chen Si Lei ada yang tewas dalam serangan maut dari Kakek Iblis Racun Beruang Hitam yang sudah bergabung dengan dua orang kakek iblis lain.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Paduka. ..!!",teriak Si Tangan Sakti sudah melemparkan sejumlah kepala orang anak buah dari Kakek Iblis Beruang Hitam.


"Bedebah kurang ajar !!",maki Kakek Iblis Beruang Hitam marah menyerang sadis Si Tangan Sakti.


Wuttttt! !


Bressssss !!


Bressssss !!


Kakek Iblis Beruang Hitam terjengkang ke belakang oleh terjangan pukulan racun pasir neraka milik Si Tangan Sakti.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Si Tangan Sakti sudah membabat habis kepala Si Kakek Iblis Beruang Hitam dan membuat para musuh gemetar ketakutan melihat sepak terjang Si Tangan Sakti.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak kesakitan dari sejumlah orang musuh terbunuh cepat dalam gerakan ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Kau...",keluh Kakek Alis Kuning roboh oleh terjangan pukulan bunga persik milik Chen Si Lei.


"Apa? !",hardik Chen Si Lei ganas.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei sudah memenggal kepala Kakek Alis Kuning dan melemparkan ke arah tengah musuh lain.


Wuttttt !!


Blaarrrr !!


Kepala kakek itu meledak hebat menghancurkan semua orang anggota Sekte Sesat di wilayah gunung Ling dan gunung batu Wu sekaligus.


"Ayo kita pergi sekarang ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat membawa Xuan Xuan naik ke atas punggung rajawali emas sakti.


Setelah itu mereka berkumpul kembali di markas besar Sekte Pintu Naga Langit dan Chen Si Lei mendapatkan semua yang dia inginkan dari para pengikut nya yang sudah di tugaskan secara baik dan benar, lalu Chen Si Lei memberikan para pengikutnya untuk membantu ke empat orang muda di gunung Ling utara yang di kepung oleh pasukan musuh lain.


"Celaka mereka di tawan oleh Raja Gunung Mi di bagian selatan wilayah Xinjiang ",lapor Lima Orang aneh dari lembah penjahat barat.


"Celaka Raja suku Uighur tentu dalam bahaya ",lapor para anak buah You You.


"Kita ke Xinjiang sekarang",kata Chen Si Lei mengajak semua orang nya segera ke daerah otonomi daerah barat lain.

__ADS_1


__ADS_2