
Chen Si Lei menunggangi kudanya ke gunung Kun Lun sesuai petunjuk dari Ketua Sekte Kun Lun Pai untuk menolong Sekte Kun Lun Pai yang sedang di serang oleh para pasukan dari Sekte Lima Lipan Darah yang di pimpin oleh ketua nomor tiga dari Sekte sesat itu.
Setibanya Chen Si Lei di gunung kun lun pun sudah banyak sekali para murid dari Sekte Kun Lun Pai sedang bertarung secara hebat melawan pasukan Sekte Lima Lipan Darah dan banyak pula yang sudah gugur dari perlawanan hebat dari para murid Sekte sesat Lima Lipan Darah.
"Serang mereka semua dan habisi mereka semua!!",perintah Chen Si Lei .
"Siap Paduka!!",sahut para Laskar Harimau Rajawali Emas sakti.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Para pasukan musuh sesat terkejut sekali dengan kedatangan para pasukan lain yang di pimpin oleh pria bertopi yang sangat hebat sekali.
Wuttttt !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Pasukan Lin Mo Bai menerjang hebat ke arah pertempuran antara para Sekte Kun Lun Pai melawan Sekte Sesat Lima Lipan Darah di kaki gunung kun lun.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat Le Din Yin.
Le Din Yin memimpin para pasukan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti di barat gunung kun lun lain.
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Xiao Kai Zhong menerjang hebat dengan ilmu pedang Gunung Yang secara hebat di bagian selatan gunung kun lun .
Brrrrrrrrrrrrr !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengamuk ganas menghadapi musuh yang berjumlah sekitar tiga puluh orang sakti sesat Sekte Lima Lipan Darah di bagian timur gunung kun lun.
"Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti maju",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Sejumlah Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti menerjang hebat para musuh di seluruh wilayah gunung kun lun.
Chen Si Lei dan Ketua Sekte Kun Lun Pai berkelebat cepat masuk ke kun lun pai dan mereka berdua bekerjasama untuk melawan pasukan inti dari Ketua nomor tiga Sekte Sesat Lima Lipan Darah yang sedang bertarung melawan para ketua dari Sekte Kun Lun Pai di aula utama Sekte kun lun pai.
Wuttttt !!!
Dessssssss !!
Ketua nomor tiga Sekte Sesat Lima Lipan Darah terkejut sekali adanya pukulan di arahkan ke arah dia secara cepat dan hebat oleh pria bertopeng rajawali emas sakti yang tiba-tiba muncul di hadapan nya.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti!!",teriak Ketua Sekte Sesat Lima Lipan Darah.
"Tuan Muda",suara Wu Min dan Ah Tao terdengar di bagian lain sedang bertarung melawan para musuh lain.
"Paduka",ketua Sekte Kun Lun Pai tingkat dua sudah di kenal oleh Chen Si Lei.
"Locianpwe dan kawan-kawan ayo semangat dan habisi mereka semua!!",Chen Si Lei memberi semangat juang tinggi bagi para Sekte Kun Lun Pai itu.
"Iya semangat!!",teriak semua para anggota Sekte Kun Lun Pai semangat kembali karena adanya bantuan dari Pendekar Rajawali Emas Sakti dan Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti, dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Wuttttt !!!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat kun lun pai untuk menghadapi lawan dari Sekte Lima Lipan Darah secara cepat dan hebat sehingga pria sakti itu terkejut.
Gerakan cepat yang di lakukan oleh Chen Si Lei membuat wajah pria sakti yang di lawannya itu tak bisa memberikan perlawanan terhadapnya dan Chen Si Lei tidak segan untuk bunuh ketua Sekte Lima Lipan Darah secara cepat dan kejam sekali, yaitu Chen Si Lei gunakan ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei di sertai ilmu pedang kun Lun Pai.
Wuttttt !!
Bressssss !!!
Jlebbbb !!
Crakkkkkk !!
Ketua Sekte Sesat Lima Lipan Darah tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei lalu di penggal kepalanya secara cepat.
"Matilah kalian semua oleh ku!!",hardik Chen Si Lei menerjang hebat membabat ke seluruh musuh sesat yang berada di dalam aula utama Sekte kun lun pai.
Wuttttt !!!
Crakkkkkk !!
"Pendekar Rajawali Emas Sakti tolong aku",kata Wu Min lemah sekali.
"Nona Wu kau mau minta tolong apa kepada ku?",tanya Chen Si Lei halus kepada gadis yang sudah sekarat itu.
"Selamatkan dua orang anak ku dari Ketua Sekte Kun Lun Pai nomor lima dan aku ingin kau mengangkat mereka berdua sebagai anak -anak mu, agh",jawab gadis itu sebelum meninggal dunia.
"Baik aku akan penuhi permintaan terakhir mu Nona Wu",kata Chen Si Lei.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei menerjang hebat ke arah dalam kamar rahasia milik pengkhianat dari Sekte Kun Lun Pai yang sudah menodai murid perempuan nya sendiri hingga Wu Min melahirkan sepasang bayi kembar laki-laki dan perempuan secara diam-diam di dalam goa gunung Kehampaan di bantu oleh Nona Xu Yun yang kini menjadi wakil dari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Di kamar rahasia itu, Ah Tao sedang bertarung melawan seorang pria tua sakti itu dan di tempat tidur ada sepasang bayi kembar tertidur pulas, lalu di lantai tempat tidur ada istri Ah Tao yang sedang di perlakukan secara tidak manusiawi oleh pria ganas lain.
"Bedebah setan kalian berdua. .Ku hancurkan kalian!!",hardik Chen Si Lei marah.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
"Pendekar Rajawali Emas Sakti lindungi suami ku dan carikan dia istri baru yang lebih baik dari ku,agh",pesan terakhir dari istri Ah Tao.
"Nyonya ", kata Chen Si Lei melihat bahwa Nyonya itu gigit lidahnya sendiri.
__ADS_1
"Yi Ping !!", jerit Ah Tao sedih istrinya telah tewas mengenaskan.
"Ah Tao mundur dari orang itu, biar aku hadapi dia",kata Chen Si Lei .
"Ya",jawab Ah Tao memeluk jasad istrinya dan pria ini melihat bayi yang baru saja di lahirkan oleh istrinya juga sudah tewas oleh musuh.
Wuttttt !!!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
"Ah Tao jangan bunuh diri, kau harus kuat",kata Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga pengkhianat Sekte Kun Lun Pai terdesak hebat dengan ilmu mukjizat Gunung Ling serta terakhir oleh ilmu pedang kun Lun Pai asli daripada milik pria jahat itu.
Wuttttt !!!
Dessssssss !!!
Singggg !!!
Cranggg !!!
Pedang Chen Si Lei menyambar cepat ke arah pria sakti yang harus waspada dari ilmu pedang rajawali emas sakti yang di gabungkan dengan ilmu pedang kun Lun Pai yang sangat hebat sekali.
Singggggg !!
Cranggg !!
Cranggg !!!
Cranggg !!!
Chen Si Lei memainkan ilmu pedang kun Lun Pai secara cepat dan hebat gerakan yang tidak bisa di lihat oleh musuh yang terkejut dengan ilmu sakti tersebut dan Chen Si Lei menendang perut pria itu hingga jatuh ke lantai dan ...
Breettt !!
"Aghhhhhh !!", teriak pengkhianat kun lun pai perutnya di sobek pedang Chen Si Lei.
"Ah Tao bunuh dia",perintah Chen Si Lei melemparkan pedang kun Lun Pai kepada Ah Tao.
"Matilah kau !!", teriak Ah Tao menggunakan pedang membabat habis kepala pria pengkhianat kun lun pai.
Crakkkkkk !!
"Ayo kita habisi yang lainnya",kata Chen Si Lei memberi semangat juang pada Ah Tao.
"Ya",jawab Ah Tao berkelebat cepat keluar dari kamar rahasia.
Chen Si Lei menggendong sepasang bayi kembar ini dan membawa kedua bayi ke luar ruangan.
"Tuan Muda",panggil dayang Ni
"Sini asuh kedua bayi ini dengan baik",kata Chen Si Lei menyerahkan kedua bayi ke dayang Ni.
"Mereka bayi siapa?",tanya dayang Muk bingung.
"Apakah mereka bayi Tuan Muda ?", tanya Le Din Yin selesai tugasnya.
"Bukan mereka bayi murid Sekte Kun Lun Pai yang minta tolong aku untuk rawat kedua anaknya sebagai anak -anak ku sendiri",jawab Chen Si Lei jujur karena Le Din Yin meragukannya.
"Mereka adalah dua orang anak adopsi mu ya?",tanya Xiao Kai Zhong juga sudah selesaikan tugasnya dan gemas melihat dua bayi lucu di pelukan dayang Ni .
"Ya aku beri nama Kun Lun San dan Kun Lun Feng",jawab Chen Si Lei.
"Aku menjadi tidak sabar menunggu Zijie melahirkan seorang bayi untuk ku",kata Xiao Kai Zhong memeluk bayi laki-laki yang bernama Kun Lun San.
"Istri mu sudah berapa bulan kandungan nya?",tanya Le Din Yin ingin juga punya bayi selucu ini.
"Lima bulan",jawab Xiao Kai Zhong menimang bayi Kun Lun San.
"Ah istri ku belum mengandung ,jadi aku harus sabar menunggu untuk punya bayi laki-laki",kata Le Din Yin meraih bayi Kun Lun San dari Xiao Kai Zhong.
"Aku sudah punya dua balita laki-laki usia satu tahun dan satu bayi perempuan usia enam bulan di rumah, tetapi aku belum pernah melihat mereka satu kali pun ,karena aku terlalu sibuk dengan tugas ku",kata Chen Si Lei merasa dirinya kurang perhatian terhadap anak -anaknya.
"Sabarlah Tuan Muda, usai misi mu Tuan Muda bisa lihat dan rawat anak -anak mu dengan baik",kata Le Din Yin merasa iba terhadap Chen Si Lei.
"Tuan Muda akan memiliki dua orang bayi lagi awal tahun depan yaitu dari Selir Xuan Xuan dan Selir Hua Erl",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah selesaikan tugasnya juga.
"Ah Hua Erl apakah dia sedang hamil juga pertengahan tahun ini?",tanya Chen Si Lei terkejut mendengar berita bahwa Hua Erl juga sedang hamil calon anaknya.
"Ya Selir Hua Erl sedang hamil untung saja Tuan Muda perintahkan Selir pulang ke rumah untuk keamanan dan keselamatan calon bayi mu dan juga Selir Hua Erl sendiri",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao seraya memerintahkan para pasukan membersihkan semua sisa pertempuran agar kun lun pai bersih kembali.
"Ahhh aku sungguh payah",kata Chen Si Lei merasa dirinya juga kurang baik pada para istrinya di rumah.
"Kau Tuan Besar ayah dari seluruh rakyat Tionggoan, tugas mu adalah menjaga dan melindungi rakyat mu ,tugas urusan wanita adalah urusan Permaisuri Ling Long dan para selir memiliki tugas untuk membuatmu merasa bahagia dengan memberikan mu keturunan merawat, mengasuh anak dan sebagainya urusan wanita bukan tugas mu Tuan Besar",kata Kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai menegaskan bahwa tugas dari Chen Si Lei adalah menjaga keamanan dan keselamatan rakyat.
"Sebagai Kaisar Tang Agung aku harus melayani masyarakat sebagai ayah dan ibu mereka, sebagai seorang putra aku harus melayani kedua orang tua ku,aku sebagai seorang kakak laki-laki harus menjaga adik -adik ku, aku sebagai adik laki-laki harus menghormati kakak ku,aku sebagai seorang suami juga harus bisa mengayomi para istri ku ,sebagai pria sejati aku harus menghormati, menghargai dan menyayangi para wanita ku,aku sebagai seorang ayah aku harus menjaga dan mendidik anak - anak ku juga aku pendekar kaum bersih aku juga harus melindungi kaum lemah, aku sebagai seorang cucu laki-laki aku juga harus bisa menjaga nama baik keluarga, agama dan Kekaisaran Tang Agung ",kata Chen Si Lei dia sangat tahu tugas -tugasnya dengan baik.
"Waktu mu di dunia persilatan harus kau manfaatkan sebaiknya mungkin, karena setelah itu kau harus berada di Istana Kekaisaran Tang Agung untuk menjaga Kekaisaran dengan baik dan benar agar tidak ada masalah yang menghancurkan hukum dan membuat rakyat mu menderita.Tionggoan berada di tangan mu",kata Kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai menatap wajah Chen Si Lei dengan nada yang sangat tegas dan keras.
"Iya aku tahu jangan khawatir aku pasti akan melakukan semua itu dengan baik sesuai nasihat mu Locianpwe sebagai perwakilan dari rakyat ku",kata Chen Si Lei tersenyum tegas sehingga kakek itu takluk juga.
"Kau tidak boleh mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh ayahanda mu dulu di masa pemerintahan nya banyak sekali rakyat menderita karena kelalaian nya di mana -mana banyak pemberontakan di sebabkan oleh ayahanda mu terlalu baik kepada para pengikut nya terutama terlalu lemah terhadap wanita cantik,jadi aku minta kamu jangan sampai tergoda oleh kecantikan dan keindahan wanita yang secantik apa pun, karena bisa menghancurkan mu",kata Kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai yang lain.
"Ya aku akan ingat pesan mu Locianpwe",jawab Chen Si Lei tegas.
"Kalau mereka yang tergoda oleh mu ,tak apa Chen Si Lei",kata Le Din Yin pelan di telinga Chen Si Lei.
"Le Din Yin jangan mengacaukan ku sedang mendengarkan nasihat para tetua ini di sini",desis Chen Si Lei pelan sekali.
"Berikan kedua orang bayi itu kepada kami biar kami yang akan merawat mereka di kun lun pai",kata salah seorang dari tetua Sekte Kun Lun Pai.
"Aku tidak bisa berikan karena aku sudah janji untuk merawat kedua bayi Wu Min di rumah ku",kata Chen Si Lei melihat bahwa mereka pasti akan membunuh dua bayi Wu Min karena kedua bayi itu hasil gelap yang di lakukan oleh pengkhianat Sekte Kun Lun Pai kepada Wu Min .
"Tapi mereka milik Kun Lun Pai",kata Salah seorang dari tetua kun lun pai keras.
" Aku tidak bisa melanggar janji ku kepada Wu Min",jawab Chen Si Lei lebih keras lagi.
__ADS_1
"Kau menentang kami?",tanya para ketua Sekte Kun Lun Pai marah kepada Chen Si Lei.
"Iya",jawab Chen Si Lei sudah mengeluarkan pedang pusaka kun Lun Pai.
"Bunuh saja mereka semua karena mereka terlalu mengganggap diri mereka suci dan bersih sedangkan kami ini kaum kotor tapi kami punya hati dan perasaan di saat yang kami harus menggunakan perasaan kami seperti sekarang ini",dayang Ni dan dayang Muk berniat melindungi dua orang bayi kembar ini.
"Aku setuju dengan pendapat mereka",kata Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong.
"Sama aku juga",kata Ah Tao marah kepada kaum tetua Kun Lun Pai.
"Mereka terlalu sombong",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao marah sekali kepada para kaum Sekte Kun Lun Pai yang di nilainya sangat arogan dan fanatik.
"Paduka tolong tegakkan keadilan untuk kami", Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti serta Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Aku juga tidak pernah meragukan kesetiaan dan kehebatan ayahanda ku yang aku tahu bahwa beliau adalah seorang kaisar, ayah,kakak, adik,cucu, keponakan, pria, dan Pendekar yang hebat dan baik terhadap semua orang yang beliau cintai dan sayangi.Aku tahu Huang Ama ku adalah orang yang baik!!",teriak Chen Si Lei kesal sekali ayahanda di nilai negatif oleh kaum Kun Lun Pai.
"Ku bunuh kalian semua !!", teriak Chen Si Lei marah sekali kepada seluruh tetua di kun lun pai ini.
Wuttttt !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei mengayunkan pedang mukjizat piramida sakti membabat habis lima orang Ketua Sekte Kun Lun Pai sekaligus dalam keadaan marah besar.
"Ah Tao aku serahkan Kun Lun Pai kepada mu sebagai ketua nya tunggal dan aku serahkan Nona Ni kepada mu untuk menjadi seorang istri dan ibu dari dua orang bayi Wu Min",kata Chen Si Lei memberikan pusaka kun Lun Pai baru yaitu kalung permata dari Tuan Muda Han.
"Terimakasih banyak Paduka hamba laksanakan dengan baik",kata Ah Tao sujud kepada Chen Si Lei menerima pusaka kun Lun Pai baru.
"Ini ambillah pedang kun Lun Pai untuk mu",kata Chen Si Lei serahkan pedang .
"Terimakasih atas kepercayaan Paduka terhadap hamba",kata Ah Tao kembali.
"Baiklah aku harus tetap melanjutkan perjalanan ku",kata Chen Si Lei naik ke kuda dan memacu kudanya menuju keluar gunung kun lun.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Para Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah pergi juga dari gunung kun lun di ikuti oleh Harimau putih yang gagah perkasa.
"Bawa pulang simba ke rumah ku",kata Chen Si Lei kepada Wakil Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Baik Paduka",kata Gadis yang bernama Zhuo An.
Mereka berpisah dengan Nona Zhou An yang di kawal langsung oleh para Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti ke arah utara lembah besar untuk ke rumah Chen Si Lei, sedangkan rombongan Chen Si Lei ke arah selatan lembah besar dengan mengikuti kuda Chen Si Lei yang berlari cepat jauh dari gunung kun lun.
"Desa Panda Salju",kata Le Din Yin duduk di bawah pohon rindang di siang hari itu pada hari berikutnya.
"Ada arak aku tidak masalah pergi ke mana pun",kata Wu Sin Hao duduk santai di rumput hijau.
"Aku suka makanan baru yang ingin ku cicipi",kata Xiao Kai Zhong duduk di batu.
"Saya mau lihat panda salju di desa ini",kata Lin Mo Bai duduk di samping Wu Sin Hao.
"Kalian ber empat bersihkan pakaian kami dengan bersih",kata Chen Si Lei sibuk di tepi sungai mengawasi ke empat dayang mencuci pakaian dan sebagainya.
"Iyaa ",jawab ke empat orang dayang nya patuh kepada Chen Si Lei.
"Aduh bukan begitu cara mencuci jubah ku",kata Chen Si Lei merampas jubahnya di tangan dayang Fan.
"Tuan Muda sini duduk, jangan ikut campur tugas wanita",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menarik tangan Chen Si Lei untuk duduk tenang.
"Aku harus mengawasi mereka melakukan pekerjaan mereka",kata Chen Si Lei.
"Apakah kau tidak terbiasa setelah tidak ada Selir Hua Erl di sisi mu?",tanya Le Din Yin mengamati Chen Si Lei yang sepertinya sudah terbiasa di layani oleh Hua Erl dalam segala hal keperluannya.
"Tidak juga, aku cuma ingin apa yang aku pakai selalu bersih, itu saja",kata Chen Si Lei mencoba untuk tidak terkesan bahwa dia telah menjadi manja sekali karena perhatian Hua Erl terhadapnya selama perjalanan nya.
"Kirim saja semua barang kotor mu ke rumah dan antarkan kembali sudah bisa di pakai oleh mu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menyuruh para dayang kemasi barang Chen Si Lei.
"Lalu bagaimana dengan makan dan minum ku?",tanya Chen Si Lei.
"Bisa beli",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Hemat kita harus hemat",kata Chen Si Lei teringat pada Hua Erl.
"Kau rindu pada Hua Erl ,bilang saja",ucap Le Din Yin menggoda Chen Si Lei.
"Oh aku tidak rindu pada Hua Erl",jawab Chen Si Lei menatap Le Din Yin serius.
Tapi Le Din Yin tertawa-tawa melihat Chen Si Lei begitu manis akhir -akhir ini dan Le Din Yin tahu bahwa seorang pria seperti Chen Si Lei sedingin dan se kuasa apa pun tetap saja perlu ada orang yang bisa menghangatkan jiwa dan raga juga bisa menjadi kelemahannya.
"Supaya kamu bisa tetap menjadi manusia normal ada perasaan bukan boneka di tangan siapa pun yang akan membimbing mu menjadi seorang manusia sejati di era Kekaisaran Tang Agung, kau harus tetap ada hati walaupun dunia memaksa mu arogan dan dingin serta kejam namun hati dan pikiran kamu adalah manusia biasa,adik kecil ku yang tampan",kata Le Din Yin serius dan bijaksana mengelus - elus kepala Chen Si Lei.
Chen Si Lei tertegun di elus kepalanya dan di nasihati oleh Le Din Yin yang sesaat membuatnya merasa bahwa Le Din Yin seperti melihat dirinya sendiri tetapi pria ini sama sekali tidak mirip dengan wajahnya, tetapi jiwanya seperti Chen Si Lei dan Le Din Yin juga bingung kenapa dia begitu Sayang sekali kepada Chen Si Lei serta ingin sekali melindunginya.
"Kau jangan sentuh aku sembarangan",tegur Chen Si Lei menepis perasaan asing terhadap Le Din Yin.
"Kau juga jangan menatapku seaneh itu",tukas Le Din Yin meremang bulu kuduk nya saat di tatap oleh Chen Si Lei.
"Kita berangkat. ..!!",teriak Xiao Kai Zhong sudah kelaparan mau makan enak.
"Iyaaa ayo berangkat. .!!",teriak Lin Mo Bai ikutan ulah Xiao Kai Zhong.
"Bagaimana dengan mereka ber empat ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Pulang saja ke rumah",jawab Chen Si Lei seraya naik ke kudanya.
"Antar mereka ke rumah bagian belakang",perintah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao ke arah timur yaitu para pasukan khusus Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Siap Tuan Muda",sahut para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Chen Si Lei merenung di dalam perjalanan saat menunggangi kudanya dan tidak ingin mengingat kembali pada Hua Erl yang sudah berada di istana nya.
__ADS_1
"Aku mencintai Ling Long bukan Hua Erl atau yang lainnya",kata Chen Si Lei pada dirinya sendiri.
"Mung Fan ingatan masa lalu ku,masa sekarang ku adalah rakyat ku",kata Chen Si Lei kepada kuda putih.