Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Taktik Cinta Li Shao Ning Dan Sin Yue Qing.


__ADS_3

Di malam yang sama di saat Chen Si Lei tertidur pulas di atas tempat tidur dalam kapal miliknya sendiri dan saat itu Roh Chen Si Lei pergi ke Istana Kekaisaran Langit untuk memberikan keteguhan hati dan ketegasan dalam dirinya dalam hal memilih jalan hidupnya sendiri kepada Kaisar Langit pusat dan Ibu Suri Langit.


Li Shao Ning dan Sin Yue Qing diam -diam menggunakan ilmu mukjizat mereka berdua untuk mengeluarkan Roh mereka berdua pergi menuju ke alam langit lain dengan petunjuk dari Buddha Kebahagiaan yang menunjukkan tentang dunia isi para wanita yang tertulis di dalam buku pelajaran pergi ke barat.


" Kolam air mata Ibu dan anak yang berada di dalam Istana Kekaisaran Kaum wanita bisa di gunakan untuk wanita bisa hamil tanpa perlu berhubungan intim dengan pria, menurut yang aku dengar dari Buddha Kebahagiaan atau dari buku pelajaran yang tertulis di dalam buku pelajaran pergi ke barat Biksu Tong Sam Chong dan keempat muridnya pada zaman dahulu kala dan sekarang kita akan menggunakan air mata ibu dan anak untuk membantu Koko Lei Lei tidak perlu bersusah hati untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani para wanitanya yang lain ",kata Li Shao Ning menunjukkan kolam air mata ibu dan anak kepada Sin Yue Qing.


" Ya kita harus masukkan air mata ibu dan anak di dalam botol keramik warna krem ini ", kata Sin Yue Qing yang memenuhi botol keramik kecil ciptaannya untuk di isi air mata ibu dan anak langsung dari air mancur surgawi khusus para wanita surgawi.


" Jadi hanya kita berdua yang bisa memberikan anak untuk Koko Lei Lei melalui proses alami hubungan pribadi antara pria dan wanita yang saling mencintai satu sama lain karena jiwa dan raga koko adalah milik kita berdua dan kita berdua juga milik koko seorang yang tidak bisa tergantikan oleh siapa pun atau bentuk apa pun ", kata Li Shao Ning membelai lembut perut Sin Yue Qing yang sedang hamil muda usia sembilan minggu.


" Ya kau benar sekali Cici Shao Ning ", jawab Sin Yue Qing memeluknya dan ia bisa merasakan denyut di bawah perutnya sendiri dan Li Shao Ning yang belum menyadari bahwa ia juga sedang hamil muda untuk kehamilan keduanya.


"Ya sudah sekarang kita pulang ke raga kita masing - masing karena kita tidak bisa terlalu lama di alam sini terutama dirimu yang sedang lemah karena kau sedang hamil ", kata Li Shao Ning meraih jemari Sin Yue Qing untuk berkelebat cepat bersamanya.


Mereka berdua telah tiba di depan raga mereka masing - masing yang terbaring bersama Chen Si Lei yang memeluk mereka berdua dalam tidurnya sambil terus menerus tersenyum bahagia dan damai di raut wajah tampan sekali dari suami abadi mereka berdua.


" Kita harus beri pil air mata ibu dan anak kepada Mei Hua Xing di dalam air minum wanita itu besok pagi saat ia ingin minum air putih sesuai jadwal paginya saat ia terbangun ", kata Sin Yue Qing saat ia kembali ke tubuhnya sendiri dan di beri senyuman setuju dari Li Shao Ning yang juga telah kembali ke tubuh wanita itu sendiri.


Saat pagi akan menjelang hari, Li Shao Ning lebih dahulu bangun tidur dari Sin Yue Qing karena ia segera terbangun karena mual dan ingin muntah, maka ia pun segera pergi ke kamar mandi untuk muntah.


" Cici Shao Ning apa kau baik -baik saja ?", tanya Sin Yue Qing yang berada di sisi lain Li Shao Ning untuk membersihkan mulut dan gigi nya tapi Sin Yue Qing juga ingin muntah.


" Yue Qing kau harus minum vitamin pereda mual dan muntah karena berbahaya bagi keselamatan dan keamanan serta kesehatan janin mu ",kata Li Shao Ning sudah membawakan pil penguat janin dan kesehatan Sin Yue Qing kepada Sin Yue Qing yang menerimanya dan meminumnya.


" Cici Shao Ning kau juga minum vitamin karena kau juga sedang hamil muda untuk kehamilan kedua mu yang baru berusia tiga minggu ", kata Sin Yue Qing memberikan pil penguat janin dan kesehatan untuk Li Shao Ning.


" Ya terimakasih adik sayang ku ",kata Li Shao Ning meminum pil tersebut.


" Sekarang kita mulai lakukan rencana kita ", kata Sin Yue Qing berkelebat cepat untuk ke kamar tidur Mei Hua Xing dan ia menuangkan pil air mata ibu dan anak ke dalam cawan keramik khusus untuk Mei Hua Xing.


" Berapa banyak kau berikan tetesan air mata ibu dan anak ke dalam minuman Mei Hua Xing ?", tanya Li Shao Ning melihat Sin Yue Qing menuang pil tersebut dengan cermat.


" Dua tetes cukuplah untuk dua janin kembar di rahim Mei Hua Xing dan sisanya untuk Melani, Xue Erl dan Aurora serta beberapa tahun berikutnya, jika Ibu Suri Ling menginginkan cucu yang banyak dari para menantunya ", jawab Sin Yue Qing tersenyum ceria dan cerdik.


" Ya kita harus kembali ke Koko Lei Lei karena sebentar lagi ia akan bangun tidur dan mencari kita berdua lagi ", kata Li Shao Ning berkelebat cepat di ikuti Sin Yue Qing kembali ke Chen Si Lei.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Ketika Chen Si Lei terbangun pada pagi hari ini, ia bisa melihat Li Shao Ning dan Sin Yue Qing di sekitarnya.


" Selamat pagi Koko Lei Lei ", sapa Li Shao Ning dan Sin Yue Qing ceria dan halus.


" Selamat pagi sayang -sayang ku ", jawab Chen Si Lei memeluk dan mencium keduanya sebelum duduk di tempat tidur dan bersandar pada tiang tempat tidur.


" Koko Lei Lei kita sudah sampai di daratan besar ", kata Sin Yue Qing ceria.


Li Shao Ning membuka pintu jendela kamar tidur dalam kapal miliknya sendiri dan terlihat bentuk daratan besar yang berada di luar kapal mereka menepi di atas pantai utara Tionggoan.


" Aku mencintai kalian berdua sepenuh jiwa dan raga ku yang sangat berharga bagi ku dan tidak bisa tergantikan oleh siapa pun atau jenis apa pun yang ada di alam semesta ini ", kata Chen Si Lei memeluk keduanya dengan bahagia sekali.


" Ya ayo kita bersiap untuk keluar dari kapal kita ", kata Li Shao Ning dan Sin Yue Qing bersamaan.


Chen Si Lei menggendong keduanya untuk berkelebat cepat ke arah kamar mandi dan melakukan ritual kebersihan bersama -sama dan di lanjutkan dengan ritual merapikan diri mereka bertiga dengan bersama -sama juga.


" Dan sekarang kita bisa mencari makan untuk sarapan pagi kita bersama lima orang keluarga baru ku ",kata Chen Si Lei menggandeng tangan kedua orang istrinya di kanan dan kirinya.


"Lima orang keluarga baru mu siapa saja ?", tanya Li Shao Ning berjalan bersama Chen Si Lei dan Sin Yue Qing turun dari kapal laut mereka.


" Aku, kau ,Yue Qing dan kedua calon anak ku yang baru di dalam rahim kalian berdua ", jawab Chen Si Lei memakaikan kerudung kepada kedua orang istrinya.


" Wah kau sudah tahu bahwa Cici Shao Ning juga sedang hamil muda untuk kehamilan kedua nya saat ini ",Sin Yue Qing tersenyum ceria mendengar Chen Si Lei tahu semua yang telah mereka lakukan pada malam hari itu.


" Ya aku sudah di beritahu oleh Buddha Kebahagiaan sendiri kepada ku sebelum aku kembali ke tubuhku sendiri ", jawab Chen Si Lei membantu kedua orang istrinya untuk naik ke kereta kuda yang sudah di siapkan oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti untuk mereka.


" Eh kau tak mau membantu Mei Hua Xing untuk turun dari kapal kita ?", tanya Li Shao Ning sudah duduk manis di dalam kereta kuda bersama Sin Yue Qing.


" Oh ya aku lupa ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke kembali ke dalam kapal laut miliknya sendiri.


Setibanya di dalam kapal laut miliknya, ia melihat Mei Hua Xing masih tidur di atas tempat tidurnya.


" Dasar anak manja. Hei kau bangun ",kata Chen Si Lei menepuk punggung Mei Hua Xing untuk bangun tidur.


Namun Mei Hua Xing hanya membuka sepasang matanya saja dan menariknya untuk tidur bersamanya.


" Hei mau apa kau ?", tanya Chen Si Lei menotok gadis itu cepat dan terbebas dari masalah hubungan suami dan istri.


" Paduka hamba tidak bisa bangun ",jawab Mei Hua Xing terlihat lelah.


" Kenapa kau tidak bisa bangun ?", tanya Chen Si Lei memeriksa nadi gadis itu.


" Paduka ada masalah apakah pada diriku ?", tanya Mei Hua Xing duduk di tepi tempat tidur dan menatapnya bingung.


" Kau sedang hamil muda dan ada dua janin dalam rahim mu ",jawab Chen Si Lei yang sudah tahu ulah kedua orang istrinya.


" Ah hamba sedang hamil anak kembar ?",tanya Mei Hua Xing.


"Iya aku tidak sengaja telah melakukan hal itu kepada mu satu bulan lalu saat aku mabuk arak di acara ulang tahun Li Shao Ning ke delapan belas tahun dan sekarang kita telah tiba di daratan besar pada bulan ke dua belas internasional yang berarti akan tiba musim dingin lagi ", jawab Chen Si Lei terdengar senang.


" Ah ternyata begitu masalahnya. Ya aku terima kehadiran kedua janin di rahim ku dari mu karena kau adalah suamiku juga ", kata Mei Hua Xing percaya kepada Chen Si Lei.


" Ya sama-sama dan sekarang kau harus menjaga dirimu dan kedua janin mu yang juga merupakan anak -anak ku ",kata Chen Si Lei memakaikan kerudung untuk Mei Hua Xing juga dan ia menggandeng tangan Mei Hua Xing untuk turun dari kapal laut dan berjalan bersama menuju kereta kuda yang sudah menanti di tepi pantai.


Sesudah itu, kereta kuda pun berjalan menuju ke suatu daerah yang penuh salju di sepanjang jalan kereta kuda yang di kusir oleh salah satu dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang menjaga kendali kuda -kuda pilihan yang hebat itu.

__ADS_1


Di sekitar kereta kuda mewah itu juga di kawal oleh para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang berkuda mengelilingi kereta kuda yang di dalamnya ada Chen Si Lei yang duduk bersama Li Shao Ning yang berpakaian serba biru langit dan Sin Yue Qing yang berpakaian serba hijau muda serta Mei Hua Xing yang berpakaian serba merah muda, dan Chen Si Lei sendiri berpakaian rapi serba putih dan riasan kepalanya berwarna emas putih yang ada berlian mewah.


Di suatu hari kereta kuda tiba di pintu gerbang Istana Kekaisaran Tang Agung di bagian utara.


" Hormat Kepada Paduka Kaisar Tang Agung !!", teriak para pasukan keamanan dan keselamatan Kekaisaran Tang Agung bersujud hormat ketika kereta kuda berjalan masuk ke dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.


" Putra ku sayang ", sapa Ibu Suri Ling memeluk Chen Si Lei saat tiba di halaman depan Istana Kekaisaran Tang Agung.


" Salam Sejahtera kepada Huang ErNiang ", sapa Li Shao Ning, Sin Yue Qing dan Mei Hua Xing bersamaan.


"Ya selamat datang kembali ke rumah untuk kalian bertiga menantu -menantu ku ",kata Ibu Suri Ling memeluk ketiga menantunya.


" Hormat kami kepada Koko Lei Lei ", sapa Melani ,Xue Erl dan Aurora serentak.


" Hormat kami kepada Huang Ama dan Huang ErNiang Li Shao Ning,Huang ErNiang Sin Yue Qing dan Huang ErNiang Mei Hua Xing ", sapa anak -anak Chen Si Lei di bimbing oleh para pengasuh mereka masing - masing.


" Hormat kami kepada Huang Gege dan ketiga Huang Soso ", sapa adik -adik Chen Si Lei.


" Ya terimakasih untuk semuanya ", jawab Chen Si Lei dan ketiga orang istrinya.


Tak terasa waktu sudah cepat berlalu dan hanya dalam sekejap mata saja, hari demi hari, bulan demi bulan dan akhirnya tahun berikutnya pun tiba di dalam kehidupan Tang Si Lei yang kini telah berusia dua puluh lima tahun dan hadir di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung untuk bekerja kembali sebagai seorang Kaisar Tang Agung.


" Lapor Paduka kami sudah menyalurkan dana bantuan untuk kesehatan di wilayah barat daya Tionggoan ", lapor Dewan Agung bagian urusan kesehatan masyarakat.


" Baiklah terimakasih atas laporan kalian semua kepada ku",kata Chen Si Lei buka buku kerjanya kembali.


"Paduka persiapan untuk pernikahan Putri Yang Ying Ying dan Adipati Luo Yan Zen sudah kami persiapkan sebaik mungkin sebelum hari pernikahan tiba sesuai jadwal yang ditentukan oleh Paduka Kaisar Tang Agung beberapa waktu lalu di kediaman Adipati Luo Yan Zen ", lapor Dewan Agung bagian urusan pernikahan adik Kaisar Tang Agung.


"Baiklah terimakasih dan kalian laksanakan dengan sebaik -baiknya ", kata Chen Si Lei tegas.


Istana Putri Yang Ying Ying.


Yang Ying Ying sudah menerima laporan bahwa waktu hari pernikahannya akan segera tiba dan kini ia menjadi panik dan bingung mengenai percintaannya dengan Hua Guo Ji belum ada kepastian.


"Aku harus bagaimana untuk aku bisa bilang kepada Gege soal aku tidak mau menikah dengan Adipati Luo Yan Zen karena aku sudah mencintai Hua Guo Ji ", kata Yang Ying Ying cemas.


Sementara itu segala sesuatu untuk membantu pernikahannya bisa berjalan dengan lancar dan sukses telah membuat Yang Ying Ying semakin gelisah karena Hua Guo Ji sudah mendesaknya untuk bicara kepada Chen Si Lei tentang hubungan mereka berdua secara terus terang.


" Aku tidak bisa memberitahukan masalah kita kepada Gege ", kata Yang Ying Ying menemui kekasihnya di dalam rumah kekasihnya sendiri.


" Kau harus bilang kepada Kaisar Tang Agung. Jika tidak bilang. Ya sudah kita putus saja ", jawab Hua Guo Ji tegas.


" Ah tidak bisa !!", teriak Yang Ying Ying marah kepada Hua Guo Ji.


" Kenapa tidak bisa ?!", teriak Hua Guo Ji mendorongnya hingga jatuh ke lantai.


" Agh!!Sakit Hua Guo Ji. ..!!",teriak gadis itu karena kekasihnya menjadi kasar dan liar.


" Jawab dulu kenapa kau tak bisa putus dari ku tetapi tidak mau bilang ke kakak mu tentang masalah kita berdua!!Apakah kau ingin aku menjadi kekasih gelap mu atau suami simpanan mu ?!",teriak Hua Guo Ji merobek pakaian Yang Ying Ying.


" Benarkah kau akan memberitahu kakak mu tentang kita berdua ?", tanya Hua Guo Ji mencium Yang Ying Ying dengan paksa.


" Tidak akan pernah aku beritahu kepada Gege ku karena aku sangat bodoh bisa jatuh cinta kepada pria kasar seperti mu", jawab gadis itu menggunakan pisau dapur membunuh Hua Guo Ji yang berniat untuk menodai dirinya.


Jlebbbb !!


"Kau sungguh wanita jahanam !!", teriak Hua Guo Ji memuntahkan darah dari mulutnya ke tubuh Yang Ying Ying yang sudah cepat menjauh dari korbannya atau pria yang ingin menodai dirinya.


" Kau yang lebih jahanam karena kau adalah pria yang kasar dan mau menang sendiri ", kata Yang Ying Ying melemparkan pisau dan gunting dapur tepat di tenggorokan dan perut Hua Guo Ji yang tewas oleh kekasihnya sendiri.


Yang Ying Ying segera kabur dari rumah Hua Guo Ji dengan berlari sekencang -kencangnya tanpa tujuan dan tahu-tahu ia hampir terjeblos sebuah lubang yang ternyata adalah sungai yang sangat dalam sekali,tapi seorang pria berusia tiga puluh enam tahun menolongnya dengan tepat waktu.


" Nona kau tak apa-apa ?", tanya Adipati Luo Yan Zen yang berkunjung ke Istana Kekaisaran Tang Agung untuk menjemputnya sebagai seorang suami sah nya.


" Ya aku tak apa-apa, terimakasih ", jawab Yang Ying Ying kagum dengan sopan santun pria gagah perkasa itu.


" Koko Yan Zen. .Kita sudah hampir sampai di Istana Kekaisaran Tang Agung ", kata seorang gadis muda amat cantik jelita sekali yang menghampiri mereka.


"Ya Jin Xi tunggu sebentar ", jawab Adipati Luo Yan Zen kepada adiknya.


" Ya terimakasih untuk pertolongan mu kepada ku ", kata Yang Ying Ying suka sekali dengan calon suaminya yang ternyata adalah seorang pria tampan dan gagah perkasa serta berwibawa persis Gege nya ceritakan kepadanya mengenai jodoh nya itu.


" Ya sama-sama, Nona ", jawab Adipati Luo Yan Zen kembali ke kudanya menuju ke Istana Kekaisaran Tang Agung.


Yang Ying Ying segera kembali ke jalan pintas menuju Ke Istananya sendiri dan bersiap untuk menikah sesuai keinginan dirinya sendiri bukan karena pilihan Gege nya.


Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung.


Adipati Luo Yan Zen menghadap Kaisar Tang Agung dengan rombongan dari pihak keluarganya sebagai rombongan calon adik ipar laki-laki yang melamar adik Kaisar Tang Agung untuk menjadi istri sah .


" Hormat kami keluarga Adipati Luo Yan Zen kepada Kaisar Tang Agung ", sapa Adipati Luo Yan Zen dan keluarganya sujud hormat kepada Chen Si Lei.


" Bangunlah ", jawab Chen Si Lei menerima penghormatan dan berbagai hadiah untuk pernikahan adiknya dari keluarga besar Adipati Luo Yan Zen yang di wakili oleh ibu asuh Adipati Luo Yan Zen sendiri karena keluarganya aslinya sudah tidak ada lagi di dunia.


" Paduka hamba datang untuk menjemput Putri Yang Ying Ying sebagai istri sah hamba melalui upacara pernikahan yang akan di adakan di Istana Kekaisaran Tang Agung dan di Kediaman hamba di kota Cheng ",kata Adipati Luo Yan Zen.


" Baiklah aku akan persiapkan segalanya untuk menyambut mu ", kata Chen Si Lei memanggil Dewan Agung bagian urusan pernikahan Kekaisaran Tang Agung dan Dewan Agung bagian urusan adik Kaisar Tang Agung untuk hadir di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung.


" Hormat kami kepada Paduka Kaisar Tang Agung ", sapa para Dewan Agung itu.


" Apakah kalian semua sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk adikku ?", tanya Chen Si Lei tegas.


" Ya Paduka kami sudah melaksanakan tugas sebaik -baiknya sesuai perintah Paduka Kaisar Tang Agung ", jawab para Dewan Agung itu.

__ADS_1


Istana Keputrian khusus untuk adik Kaisar Tang Agung.


Ibu Suri Ling merias Yang Ying Ying dengan sangat baik di bantu oleh Li Shao Ning dan Sin Yue Qing serta Mei Hua Xing, Melani, Xue Erl dan Aurora yang sibuk untuk membantu proses pernikahan Yang Ying Ying di mulai dari mengunjungi makam Kaisar Tang Yu Feng, mengunjungi altar leluhur Kekaisaran Tang Agung ,dan menemui Chen Si Lei selaku kepala keluarga Kekaisaran Tang Agung dan juga kakak laki-laki tunggal dari Putri Yang Ying Ying.


" Ying Ying mulai dari hari ini kau sudah dewasa dan ikuti semua perintah dan perkataan Adipati Luo Yan Zen sebagai suami mu dan pria mu.Aku minta kau jaga nama baik keluarga kita dengan sikap mu ,perilaku mu dan kebajikan mu sebagai seorang wanita adik ku yang juga putri dari Huang Ama Kaisar Tang Yu Feng. Ingatlah baik -baik semua nasihat dan amanat keluarga kita tapi kamu jangan khawatir bahwa aku selamanya adalah kakak laki-laki mu yang akan selalu ada dan siap untuk melindungi mu kapan pun kau memerlukan bantuan ku ",kata Chen Si Lei memberikan wejangan untuk Yang Ying Ying usai adiknya sujud untuk terakhir kalinya di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.


" Ya Gege. Aku akan ingat nasihat mu ",jawab gadis itu menangis sedih karena ia akan meninggalkan keluarganya dan rumahnya serta kenangan lainnya yang pernah ia miliki sejak di lahir sampai batas usia dewasa nya yaitu delapan belas tahun bagi seorang gadis zaman itu adalah suatu dewasa dan pantas untuk menikah.


" Jangan menangis di hari pernikahan mu karena kau akan membuat hari -hari mu sesudah menikah akan ada tangisan terus menerus. Kau harus tersenyum dan bahagia karena hari -hari mu setelah menikah akan selalu ceria dan bahagia sepanjang tahun ", kata Chen Si Lei meraih jemari adiknya untuk berjalan menuju ke altar Buddha dan para leluhur Kekaisaran Tang Agung .


Chen Si Lei mengantarkan adik perempuannya menuju ke Adipati Luo Yan Zen di depan Altar Sang Buddha dan para leluhur Kekaisaran Tang Agung .


" Adipati Luo Yan Zen mulai dari hari ini aku serahkan adikku kepada mu ,tolong kau jaga dia dengan sangat baik. Aku mengantarkan adikku Yang Ying Ying pada mu hari ini dalam keadaan sehat dan selamat ,maka aku minta tolong untuk mu jaga dia selalu sehat dan bahagia baik jiwa dan raga nya serta pikirannya. Jika suatu saat nanti kau tak menyukai dan mencintainya lagi. Pulangkan dia kepada ku dalam keadaan sehat jasmani dan rohani nya seperti hari ini aku berikan dia kepada mu",kata Chen Si Lei tegas sekali kepada Adipati Luo Yan Zen yang sujud hormat bersama Yang Ying Ying kepadanya dan Ibu Suri Ling.


"Ya Paduka hamba akan taati amanat dari Paduka Kaisar Tang Agung kepada hamba agar hamba ingat sepanjang hidup hamba akan menjaga Putri Yang Ying Ying dengan nyawa hamba sesuai hati nurani hamba dan perintah Paduka ", jawab Adipati Luo Yan Zen dengan lantang dan tegas serta gagah perkasa.


" Terimakasih atas janji dan sumpah mu",Kata Chen Si Lei duduk di singasana di apit oleh Li Shao Ning dan Sin Yue Qing di kanan dan kirinya serta duduk di dekat Ibu Suri Ling yang di dampingi oleh Mei Hua Xing, Melani, Xue Erl dan Aurora serta adik -adik Chen Si Lei lainnya seperti Putri Tang Yang Mi usia tujuh belas tahun, Putri Tang Yang Zi usia enam belas tahun, Putri Tang Yan usia lima belas tahun, Putri Tang Li Lan usia tiga belas tahun dan Putri Tang Hian Cheng usia sepuluh tahun,selain itu juga ada anak -anak Chen Si Lei yang duduk di dampingi oleh para pengasuh mereka masing - masing ,mereka adalah Pangeran Pertama Tang Si Hao berusia lima tahun, Pangeran Kedua Tang Si Kong berusia empat tahun, Pangeran ketiga Tang Si Long dan Pangeran Keempat Tang Si Hong berusia sepuluh bulan, Putri Pertama Tang Xin Yuan berusia lima tahun, Putri Kedua Tang Xin Yu berusia empat tahun, dan Putri Ketiga Tang Xin Hua berusia dua tahun.


Adipati Luo Yan Zen dan Putri Yang Ying Ying melakukan ritual pernikahan sesuai petunjuk dari Ketua Dewan Agung bagian urusan pernikahan Kekaisaran Tang Agung untuk memberikan hormat kepada Langit Dan Bumi ,memberikan hormat kepada Ibu Suri Ling dan Chen Si Lei serta altar leluhur Kekaisaran Tang Agung ,dan mereka berdua melakukan penghormatan terakhir terhadap seluruh anggota keluarga Kaisar Tang Agung.


Lalu mereka berdua meninggalkan Istana Kekaisaran Tang Agung di iringi dan di kawal langsung oleh para pasukan Kekaisaran Tang Agung untuk mengantarkan Yang Ying Ying ke rumah Adipati Luo Yan Zen di kota besar Cheng sesudah Yang Ying Ying melemparkan kipas lipat miliknya dari tandu pengantin dan di lempari bunga -bunga pengantin serta uang emas, perak dan perunggu di sepanjang jalan tandu nya keluar dari Ibukota Kekaisaran Tang Agung.


Ibu Suri Ling menyiram air bersih satu gayung untuk ritual selamat jalan untuk Yang Ying Ying selalu bersih di dalam kehidupan yang barunya. Tang Yang Mi menoleh ke arah seorang pria tampan yang juga sedang menatapnya juga dan ia segera menunduk dengan malu.


" Yang Mi tahun depan adalah giliran mu untuk aku menikahkan dengan Adipati Han ",kata Chen Si Lei tersenyum untuk adiknya yang lain kaget sekali mendengar ucapannya itu.


" Gege. ...!!",jerit gadis itu memukul lengannya.


" Hahahaha hahahaha ya wajib untuk mu ,kau sudah dewasa tahun depan ", kata Chen Si Lei tertawa melihat Tang Yang Mi merajuk.


" Aku tidak mau menikah dengan seorang pria yang rumahnya jauh dari rumah ku !!",jerit gadis itu berlari ke dalam Istana bagian Keputrian khusus.


" Aku juga tidak mau jauh dari rumah ", kata Tang Hian Cheng polos.


" Hei kau masih sepuluh tahun sudah berpikir sejauh itu. Sekolah terutama bagi mu",kata Chen Si Lei memberikan permen kepada Tang Hian Cheng supaya tidak menangis di tengah suasana pesta pernikahan Tang Yang Ying Ying dan Adipati Luo Yan Zen.


"Para pria hanya berpikir untuk cepat selesai urusannya berbeda dengan kita para wanita yang harus berpikir ulang untuk masa depannya ", kata Li Shao Ning dan Sin Yue Qing membahas mengenai masalah perbedaan antara pria dan wanita dalam kasus ini.


" Aku sudah memikirkan untuk masa depan kalian semua para istri ku adalah kalian semua harus tetap berada di sini ,di Istana Kekaisaran Tang Agung ku ",kata Chen Si Lei mengedarkan telunjuk kanannya ke arah para istrinya yang semuanya bergelar Permaisuri.


" Ya tentu saja kami di rumah mu",kata Mei Hua Xing mengelus lembut perutnya yang buncit usia kehamilan empat bulan.


" Yang aku pikirkan adalah ketika seorang gadis setelah dewasa harus menikah dan pergi jauh dari keluarganya yang sejak lahir hingga dewasa, sekolah dan sebagainya, aku turut prihatin atas nasib wanita", kata Sin Yue Qing melirik Ibu Suri Ling dan di beri makan buah pir hijau oleh Chen Si Lei.


" Hmm kau bisa melanjutkan sekolah mu setelah kau melahirkan dan keluarga mu tidak berada di bumi.Ingat itu ",kata Chen Si Lei mencubit hidung Sin Yue Qing yang membalasnya dengan capit mulutnya dengan sumpit daging .


"Aku punya keluarga di Kota Shenyang. Kau yang lupa dengan keluargaku",balas Sin Yue Qing mengingatkannya.


" Ah ya, yang penting untuk kalian semua menikah dengan orang satu negara yang sama meskipun berada di daerah yang berbeda -beda tetap saja satu negara ", kata Melani tersenyum yang mengingatkan Chen Si Lei tentang wanita itu sudah hampir tujuh tahun menikah dengannya.


" Ahmm yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menyikapi hidup kita di mana pun kita berada terutama kepada pilihan mu sendiri untuk menikah dengan ku yang berbeda negara dengan mu ",kata Chen Si Lei tersenyum menanggapi ucapan Melani yang mengingatkannya tentang Melani yang berasal dari kerajaan Persia bukan Tionggoan atau Kekaisaran Tang Agung.


" Aku ini hadiah persahabatan antara Kekaisaran Tang Agung dengan Kerajaan Yunani ",kata Aurora sembari mengikat rambut panjang milik Tang Yan.


" Setiap insan manusia tergantung pilihannya masing - masing dan juga sudah ada yang mengatur jalan hidupnya yaitu Tuhan. Kita sebagai manusia yang baik ya jalankan saja takdir yang kita dapatkan dengan iklas maka hidup akan damai dan bahagia ", kata Chen Si Lei memberikan cawan keramik isi arak nu er hong kepada Aurora yang menerimanya dan meminumnya dengan patuh.


" Aku tidak bisa minum arak ", kata Xue Erl saat ia di tawarkan minum arak oleh Chen Si Lei.


" Kita bersulang minum teh bunga krisan ", kata Chen Si Lei menyentuh cawan keramik milik Xue Erl dengan cawan keramik miliknya.


" Aku mau minum air sari buah apel merah ", kata Melani bersulang bersama Chen Si Lei, Xue Erl dan Aurora.


" Aku juga mau bersulang bersama kalian",kata Li Shao Ning dan Sin Yue Qing bersamaan di ikuti oleh Mei Hua Xing.


" Yue Qing kau salah mengambil cawan keramik yang isinya adalah arak ,kau sedang hamil. Ingat itu ", kata Chen Si Lei menyambar cepat cawan keramik milik Sin Yue Qing dan menukarnya dengan cawan keramik nya sendiri.


" Bodoh, isi cawan mu adalah air pencuci rahim yang akan membunuh bayi dan rahim mu sendiri ", kata Kasim Chao yang diam -diam menaruh ramuan khusus untuk aborsi dan merusak rahim pada cawan keramik milik Chen Si Lei yang di tukar kepada Sin Yue Qing.


Sin Yue Qing mengangkat cawan nya untuk bersulang bersama Chen Si Lei dan yang lainnya dan ia bersiap untuk minum teh bunga krisan yang ada ramuan aborsi tersebut, tapi Chen Si Lei tidak sengaja mengibaskan tangannya dan cawan tersebut jatuh ke lantai dan pecah.


Prangg !!


"Yue Qing kau tak apa-apa ?", tanya Chen Si Lei mengangkatnya dari pecahan cawan keramik.


" Aku tidak apa-apa jangan cemas .Aku hanya terkejut saja karena kau mengangkat ku secara tiba-tiba ", jawab Sin Yue Qing di gendongannya.


" Tetap saja aku harus memeriksa keadaan dirimu keseluruhan ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat meninggalkan tempat acara keluarga.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Shao Ning jangan sentuh cawan keramik isi teh krisan",kata Chen Si Lei melalui ilmu telepati.


"Jangan khawatir cawan keramik isi air teh krisan ku dan yang lain aman kecuali milik mu yang kau tukar dengan cawan milik Sin Yue Qing tetapi untungnya kau sigap untuk menolong Sin Yue Qing dari bahaya yang mengancam jiwa dan rahim serta anak mu ",jawab Li Shao Ning menggunakan ilmu telepati juga.


" Kita harus cari tahu siapa yang telah berani melakukan hal itu kepada Sin Yue Qing melalui diriku ",kata Chen Si Lei dari kamar tidur milik Sin Yue Qing yang di periksa oleh Chen Si Lei dengan cermat keseluruhan .


" Tentu saja musuh yang bersembunyi di antara kita ", kata Li Shao Ning dan Sin Yue Qing bersamaan.


" Ya akan ku selidiki setiap orang yang berada di ruangan pesta keluarga untuk merayakan pernikahan Yang Ying Ying dan Adipati Luo Yan Zen yang meskipun mereka berdua sudah pulang ke rumah mereka di kota besar Cheng ", kata Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat surgawi untuk memeriksa kondisi kesehatan Sin Yue Qing dan bayinya.


" Kami berdua aman kah?",tanya Sin Yue Qing melihatnya serius sekali saat ia memeriksa mereka berdua.


Chen Si Lei memeluknya erat dengan perasaan lega dan tenang di raut wajahnya dan ia tersenyum untuk Sin Yue Qing.

__ADS_1


" Ya kalian berdua aman",jawab Chen Si Lei penuh kasih sayang.


" Tentu saja kami selalu aman karena kau menjaga kami dengan sangat hebat sekali",kata Sin Yue Qing membelai lembut rambut panjang Chen Si Lei yang ada beberapa warna perak terlihat di antara rambut tebal dan lebat itu.


__ADS_2