Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kembali Ke Hutan Dua Puluh Tiga Bambu Runcing.


__ADS_3

Baiklah sekarang kita kembali ke Chen Si Lei sang tokoh utama di dalam cerita ini.


Chen Si Lei dan para sahabatnya berdiri di depan pintu masuk ke dalam hutan dua puluh tiga bambu runcing untuk menuju ke gunung Shimen yang terkenal sebagai pegunungan surgawi yang kekal abadi sebagai tempat untuk sampai ke tempat selanjutnya dari misi Chen Si Lei.


"Di sana kita terkalahkan oleh pihak musuh secara curang dalam menghadapi kita. Sekarang kita harus berhati - hati dalam menghadapi para musuh yang tentu sudah mulai mengintai kita kembali di dalam hutan itu ", kata Chen Si Lei di pintu masuk ke dalam hutan tersebut.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah bersiap untuk berangkat bersama Chen Si Lei dan kawan-kawan nya dengan persiapan yang matang dan mereka berkelebat cepat mengikuti langkah Chen Si Lei yang menggerakkan kipas sakti ke seluruh arah hutan dua puluh tiga bambu runcing untuk melindungi dirinya dan kawan-kawan nya.


Chen Si Lei berjalan perlahan -lahan dengan fokus terhadap semua arah untuk ia bisa memastikan keberadaan para musuh yang sudah terlihat olehnya dan ia pun menggerakkan kipas membuat bambu - bambu runcing meluncur ke arah musuh yang bersembunyi di sekitar mereka.


Werrrrrrr !!


Wuttttt !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Chen Si Lei melihat ada seorang musuh meluncur ke arah dia dengan samurai panjang yang berkelebatan cepat, tetapi Chen Si Lei menggunakan kipas dan ia menghancurkan samurai milik musuh tepat waktu.


Wushhh !!


Cranggg !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok melemparkan potongan dari samurai panjang itu kepada para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berhasil membabat habis sejumlah besar musuh.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat menghantam hancur perut musuh sakti sesat yang datang untuk menghabisi mereka.


Wuttttt !!


Crashhh !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Chen Si Lei melompat cepat mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti menghantam hancur para musuh sakti sesat dengan bambu -bambu runcing yang meluncur cepat ke arah musuh.


Wushhh !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok secara berkelebat cepat ke arah dalam hutan dua puluh tiga bambu runcing dengan membabat habis para musuh sakti sesat dengan hebat sekali sehingga para musuh terkejut sekali melihat kelihaian ilmu mukjizat golok sakti Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti juga berkelebatan di sekitar Chen Si Lei dan membabat habis sejumlah besar musuh sakti dengan kehebatan mereka masing - masing.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Kini mereka tiba di dalam hutan dua puluh tiga bambu runcing untuk berjalan ke arah keluar dari hutan tersebut, dan mereka memperhatikan gerakan yang datang kepada mereka dengan sigap sekali sehingga mereka berhasil menghalangi para musuh untuk mendekati mereka.


Werrrrrrr !!


Wuttttt !!


Cranggg !!


Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata tajam para musuh sakti sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali sehingga para musuh sakti sesat tewas oleh Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat memenggal sejumlah besar musuh.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk ! !


Crakkkkkk !!


"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau hadapilah aku Sekte Sesat burung hitam cabang tujuh dan cabang enam !!", hardik para kaum sekte sesat burung hitam menyerang Chen Si Lei di sebuah rawa yang terkenal sebagai rawa kematian.


"Baiklah aku terima tantangan kalian semua !!Majulah !!", hardik Chen Si Lei yang lebih dahulu menerjang maju untuk menghadapi para musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Brussshhhhh !!


Serangan maut dari Chen Si Lei memberikan peringatan keras kepada pihak musuh yang terlempar jatuh ke dalam rawa kematian yang mengerikan ,dan Chen Si Lei berkelebat cepat melompati rawa kematian dengan mudah bersama para sahabatnya.


"Paduka di sana ada beberapa orang yang masih berani untuk menghalangi jalan kita ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menunjuk ke arah sekelompok orang dari sebuah jalan menuju ke seberang sungai besar yang menjadi pembatas jalan ke arah kota kecil dua puluh tiga bunga seruni.


"Ya kita habisi saja mereka dengan berani karena kita adalah Pendekar kaum bersih tingkat tinggi ", jawab Chen Si Lei menggerakkan kipas membabat habis para musuh sakti sesat yang menghalangi jalan nya.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengikuti gerakan Chen Si Lei dengan berkelebatan cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat dengan ilmu golok sakti.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!

__ADS_1


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah lebih dahulu tiba di sungai besar yang menjadi pembatas jalan ke kota kecil dua puluh tiga bunga seruni dengan membuat tali jembatan untuk Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dapat menyeberangi sungai besar itu.


Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah datang untuk menyeberangi sungai besar dengan menggunakan jembatan tali yang sudah di siapkan oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti untuk mereka berdua.


"Kita bisa taklukkan sungai besar warna kuning itu ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat bagaikan seekor burung rajawali emas sakti saja melompati sungai besar tanpa rasa takut sama sekali, di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan para sahabatnya.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Mereka tiba di lokasi yang ber tuliskan kota kecil dua puluh tiga bunga seruni yang sudah terlihat jelas oleh mereka semua.


"Ada yang datang ke arah kita ", kata Chen Si Lei mendengar ada suara orang lain yang berkelebat cepat dari semak belukar di dekat mereka.


Wushhh !!


"Serbuuuuu! ! ",teriak para musuh sakti keluar dari semak belukar menerjang maju untuk menghadapi mereka .


"Laknat kau bocah sombong !!", hardik pria sadis menerjang maju menggunakan golok besar untuk menghadapi Chen Si Lei yang segera menangkis serangan maut dengan kipas sakti nya untuk bergerak cepat sekali.


Cranggg !!


Chen Si Lei memiringkan tubuhnya untuk menangkis serangan golok besar milik musuh yang menyerangnya dengan ganas sekali.


Wuttttt !!


Cranggg !!


Pria ganas menggerakkan golok besar dengan cepat dan ganas sekali sehingga Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis dengan ilmu pedang rajawali emas sakti untuk menghantam hancur golok besar milik musuh.


Wushhh !!


Cranggg !!


Chen Si Lei bagai seekor naga yang sangat dahsyat menggerakkan kipas sakti nya di sekitar musuhnya yang terkejut sekali melihat kelihaian ilmu mukjizat Chen Si Lei yang segera menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga pria ganas itu tewas hancur oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!",teriak pria ganas itu tewas oleh Chen Si Lei.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis para musuh sakti sesat dengan ilmu golok sakti yang sangat hebat sekali .


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat dengan senjata mereka masing - masing.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggerakkan sepasang kakinya yang bersepatu indah membuat satu gerakan yang sangat hebat sekali sehingga para musuh sakti tewas hancur oleh serangan maut dari Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Bugh !!


Krekkk !!


Chen Si Lei berdiri di atas tubuh musuhnya yang di putar olehnya hingga kepala musuh putus olehnya.


"Baiklah aku terima tantangan dari mu",jawab Chen Si Lei menggunakan kipas nya dengan ilmu pedang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali sehingga ilmu pedang mukjizat sesat dari pria berjanggut tebal itu terhalau dengan baik dan tepat oleh Chen Si Lei yang segera melihat kelemahan dari ilmu pedang pria ganas itu, yaitu pada gerakan lengan yang kurang pas dengan pedangnya,maka Chen Si Lei menggerakkan kipas tepat ke bawah lengan pria itu.


Wuttttt !!


Cranggg !!


Chen Si Lei menggerakkan satu jari nya tepat mengenai kening musuh dengan ilmu jari maut.


Tuk !!


Musuh tewas hancur isi kepalanya oleh Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat pedang Gunung Ling.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis para musuh sakti sesat yang pemimpinnya sudah tewas oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Paduka kita sudah menghabisi mereka di tepi sungai besar, kita akan berjalan ke jalan yang menunjukkan pintu masuk ke dalam kota kecil dua puluh tiga bunga seruni ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao usai menghabisi para musuhnya yang segera di rapikan oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Iya kita harus segera tiba di lokasi yang kita tuju sebelum malam hari agar kita bisa melihat keadaan sekitar kota kecil itu dengan jelas ", jawab Chen Si Lei yang sudah berjalan bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao di ikuti oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang selalu setia menemaninya.


Langit sore hari itu terlihat lebih redup dari hari kemarin dan angin juga bertiup sepoi -sepoi,suara burung -burung kecil beterbangan untuk mencari makanan untuk makan malam mereka menambah semangat untuk Chen Si Lei terus maju untuk menyelesaikan misinya.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengagumi suasana alam di hari itu apalagi kota kecil dua puluh tiga bunga seruni sudah terlihat olehnya, maka ia semakin senang sekali menemani Chen Si Lei berpertualang .


"Ah aku ingin minum arak untuk merayakan suasana hati yang riang gembira karena dunia begitu luas dan indah ", puji Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat ada tebing dan bukit di sekitar lokasi tersebut dengan kekaguman yang luar biasa di dalam pandangan mata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Ya langit lembayung senja menambah keindahan alam di tempat ini ,cocok untuk wisata alam bebas ", kata Chen Si Lei terpesona dengan keindahan alam di kota kecil dua puluh tiga bunga seruni.


"Andai saja kita bisa bersenang - senang bersama keluarga kita yang jauh dari kita saat ini ". kata seseorang yang bicara di jalanan kota kecil dua puluh tiga bunga seruni.


"Ah sungguh malang sekali nasib kita baru saja kita lulus ujian masuk kerja di tempat usaha paman mu ,eh kita usaha paman mu tutup karena bangkrut oleh anaknya suka bermain judi di rumah judi milik pak tua Tu",kata seorang pria muda mengeluh akan nasibnya.


"Xiang Gege ", panggil seorang gadis remaja berusia lima belas tahun berlari ke arah kedua orang pemuda yang sedang berkeluh kesah di jalanan.


"Xi Wei ...Wah kau sudah remaja ya?",seru salah satu dari kedua pemuda itu yang menyambut gadis cantik itu.


"Ya aku sudah remaja dan kau pun sudah dewasa",jawab gadis cantik itu manja sekali kepada pemuda itu.


"Ahh dewasa juga percuma kalau aku tidak punya uang untuk membeli rumah di masa depan ku",kata pemuda yang bernama Xiang.


"Rumah masa depan ?Em tak perlu khawatir karena aku sudah mengumpulkan dana untuk kita berdua bisa menikah dan memiliki keluarga sendiri ", jawab gadis bernama Xi Wei merangkul pemuda itu.


"Ayah mu pasti akan menentang hubungan kita karena aku miskin",kata pemuda itu melepaskan diri dari rangkulan gadis kekasihnya itu.


"Aku akan merayu ayah ku untuk merestui hubungan kita dengan cara ku sendiri ", jawab Xi Wei lincah sekali.


Chen Si Lei tidak ingin mendengar kembali percakapan mereka karena mereka berdua bicara tentang cara pintas untuk dapat restu dari orang tua mereka,dan Chen Si Lei sama sekali tidak setuju dengan pendapat anak -anak muda zaman sekarang.


"Aku sangat tidak setuju dengan pergaulan bebas dari anak muda yang tidak bisa memikirkan masa depan yang masih jauh sekali daripada percintaan instan",kata Chen Si Lei duduk di kursi kedai kecil pinggir jalan.


"Tuan Muda anda benar sekali berpikir jernih dan jauh ke depan untuk kehidupan yang akan datang bersama keluarga yang harmonis satu sama lain ",kata salah seorang dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti membawakan menu makan malam untuk Chen Si Lei dari pelayan kedai kecil pinggir jalan raya kota kecil dua puluh tiga bunga seruni.


"Aku sudah menjadi orang tua dan aku harus membimbing anak -anak ku ke arah yang benar untuk masa depan mereka yang lebih baik dari kehidupan ku",jawab Chen Si Lei memesan makanan dan minuman khas kota kecil dua puluh tiga bunga seruni.


"Tuan Muda hamba sudah mendapatkan informasi tentang bisnis judi milik pak tua Tu yang sangat terkenal di kota ini adalah bisnis pelelangan barang antik dan langka yang berasal dari kerajaan Yunani",lapor Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dari penyelidikan seluruh isi dari kota kecil dua puluh tiga bunga seruni bersama para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Kapan mereka akan mengadakan kegiatan pelelangan tersebut ?",tanya Chen Si Lei ingin tahu tentang pelelangan yang sering dia dengar dari Chen Ming San.

__ADS_1


"Malam ini yang hamba dengar dari pihak penyelenggara pelelangan barang antik dan langka itu ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao duduk di kursi sebelah kiri Chen Si Lei.


"Ya kita lihat saja dahulu sebelum kita bertindak sebagai seorang penegak hukum ",kata Chen Si Lei tersenyum tenang sekali.


Maka usai Chen Si Lei dan para sahabatnya selesai makan malam di kedai kecil pinggir jalan ,mereka pergi ke rumah judi yang mengadakan acara pelelangan yang ingin di ketahui oleh Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.


Di dalam rumah judi tersebut benar-benar di adakan acara pelelangan barang antik dan langka dari Kerajaan Yunani dengan di hadiri oleh banyak kalangan yang ingin sekali mendapatkan barang antik dan langka tersebut ,maka Chen Si Lei memperhatikan semua orang dan ingin tahu barang yang di tutup kain hitam dan misterius sekali.


"Tuan -tuan ,Nyonya -Nyonya silakan anda lihat barang antik dan langka kerajaan Yunani yang ingin saya perlihatkan kepada anda sekalian",kata pemilik rumah judi itu.


"Ya silakan di perlihatkan kepada kami barang antik dan langka apa yang ingin kau perlihatkan kepada kami dan ingin kamu lelang yang kau promosikan yang berasal dari kerajaan Yunani ", kata semua orang yang hadir di acara pelelangan tersebut.


"Baiklah akan saya buka penutup barang yang akan saya lelang ini",kata pak tua Tu menarik penutup barang tersebut dan terbukalah sebuah lambang Shio Tikus yang mengandung hawa sesat berbahaya bagi keselamatan rakyat kota kecil dua puluh tiga bunga seruni sampai membuat semua orang yang berada di rumah judi itu tewas seketika itu juga.


"Tutup indra kalian semua ", perintah Chen Si Lei kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang segera mematuhi perintah nya.


Sebuah tongkat warna emas meluncur ke arah Chen Si Lei dan kawan-kawan nya berada dengan kecepatan tinggi sehingga Chen Si Lei dan kawan-kawan nya sigap melompat menghindari serangan maut dari tongkat emas milik Ratu Yunani yang sudah di ketahui oleh Chen Si Lei dari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Wushhh !!


Tongkat emas itu meluncur kembali ke arah Chen Si Lei yang segera melompat dan menendang tongkat emas itu dengan sigap sekali.


Dungg!!


Chen Si Lei melihat ada seorang pria muda menyerang Chen Si Lei dengan ilmu pukulan hawa sesat yang sangat ganas sekali sehingga para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat untuk menolong Chen Si Lei dengan cepat dan tepat waktu.


Wushhh !!


Plakkkk !!


Dessssssss !!


Salah satu dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti terluka akibat pukulan hawa sesat dari pemuda itu yang ternyata adalah orang muda yang Chen Si Lei dan kawan-kawan nya lihat di jalanan pada sore tadi.


"Kau kejam sekali !!", hardik Chen Si Lei marah sekali kepada pria muda ganas itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis kepala pria muda itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bertarung melawan seorang pak tua Tu dengan ilmu golok sakti nya melawan sejumlah kartu judi pria itu dengan cepat sekali.


Wuttttt !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat menangkis serangan maut dari seorang pria muda lain yang menyerang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti dengan dadu .


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!!!!


Chen Si Lei melompat cepat mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti menghantam hancur sejumlah besar senjata rahasia milik musuh yang berupa alat judi.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.


Chen Si Lei berhasil menolong Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti dengan sigap sekali.


Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala pria pemilik rumah judi dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala pria muda yang menggunakan ilmu mukjizat sesat untuk membunuh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala pria tua pemilik kedai di pinggir jalan raya kota kecil dua puluh tiga bunga seruni.


Crakkkkkk !!


"Gadis Laknat jangan coba mengambil lambang shio tikus itu!!",hardik Chen Si Lei cepat memenggal kepala gadis remaja yang berusaha untuk mengambil lambang shio tikus untuk menghimpun hawa sesat yang dapat digunakan untuk berbuat kejahatan yang membahayakan kesehatan, keselamatan dan keamanan rakyat Kota kecil dua puluh tiga bunga seruni.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat matahari sakti untuk membuyarkan hawa sesat berbahaya dari lambang shio tikus .


Wushhh !!


Plashh !!!


Chen Si Lei mengambil dan menyimpan lambang shio tikus di sakunya, lalu Chen Si Lei melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya sudah sibuk merapikan kembali kota kecil dua puluh tiga bunga seruni.


"Ini minumlah pil embun Himalaya sakti untuk bersihkan hawa sesat berbahaya bagi kesehatan mu",kata Chen Si Lei memberikan pil embun Himalaya sakti kepada salah satu dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang terluka parah itu.


"Paduka kita harus segera mencari tempat untuk menginap pada malam hari ini ",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat langit sudah sangat malam sekali dan perkiraan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao adalah saat ini sudah tengah malam dan ia segera memberitahu Chen Si Lei untuk istirahat.


"Ya baiklah kita bisa menginap di dalam rumah judi ini yang sudah aku bersihkan dari hawa sesat ",jawab Chen Si Lei yang menggembirakan bagi Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya untuk bermain judi untuk bersenang - senang sejenak.


Chen Si Lei menggelengkan kepalanya melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya senang sekali bermain judi berupa kartu dan koin kasino yang menarik perhatian Chen Si Lei untuk ikut juga bermain mahyong bersama salah satu dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Minuman arak datang!!",teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao membawakan lima botol besar arak beras yang enak dan segar.


"Makanan ringan juga datang !!",teriak salah seorang warga kota kecil dua puluh tiga bunga seruni datang ke rumah judi seraya membawakan makanan ringan khas kota kecil ini.


"Wah ayo kita bersenang - senang bersama -sama ",kata Chen Si Lei memanggil para penduduk kota kecil dua puluh tiga bunga seruni untuk berpesta kecil yang menyenangkan bersamanya .


Chen Si Lei menghabiskan waktu bersama para sahabat dan para penduduk kota kecil dua puluh tiga bunga seruni sampai pagi hari, ia baru bisa tidur nyenyak di dalam kamar tidur di rumah judi tersebut.


Istana Kekaisaran Tang Agung.


Pagi hari yang cerah dan hangat matahari pagi membuat suasana hati setiap orang akan menjadi cerah dan bersemangat untuk melakukan aktivitas hari -hari yang menyenangkan sekali, tetapi tidak bagi Permaisuri Chien Ning yang sudah cukup lama tinggal di Istana Permaisuri Kedua Kaisar Tang Agung.


Ia sama sekali tidak punya kesempatan untuk dekat dengan Kaisar Tang Agung bahkan ia juga tidak bisa akrab dengan para istri Kaisar Tang Agung .


"Aku sudah berusaha untuk mencari perhatian Paduka dengan melempar boneka ku ke air sungai pribadi milik Paduka dengan alasan boneka ku di mainkan oleh kedua orang adik Kaisar Tang Agung di istana Selir ke tiga unsur aku bisa cepat singkirkan Putri Miya dengan masukan nanas ke makanan yang di kirim Shia Chu Chu melalui dayang istana Shia Chu Chu yang bisa aku suap dengan hadiah emas permata.Aku gagal membunuh Putri Miya tetapi aku berhasil membunuh Shia Chu Chu melalui Ibu Suri Ling yang salah menuduh orang yang ingin bunuh cucunya ", kata Putri Cien Ning bicara kepada para staf khususnya terutama ibu asuh nya.


"Putri kita bisa singkirkan Selir Agung kedua Putri Xiao Yin lebih dahulu dengan beri ia minuman segar rasa racun tikus ", kata ibu asuh Putri Cien Ning.


"Sesuai perintah paman ku. Kita harus bisa membunuh semua istri Kaisar Tang Agung untuk dia tidak bisa memiliki keturunan laki-laki seperti ayahnya, yaitu Kaisar Tang Yu Feng ", kata Putri Cien Ning yang ternyata pura - pura baik hati .


"Iya kita mulai dari Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin yang kita singkirkan",kata Ibu asuh Putri Cien Ning yang merupakan ahli racun berbahaya yang menyusup ke dalam Istana Kekaisaran Tang Agung untuk membasmi para istri Kaisar Tang Agung.


"Ya sana, lakukanlah sebaik mungkin ", jawab gadis licik dan kejam itu.


Istana Selir Agung Kedua.


Pada saat itu Xiao Yin baru selesai mandi dan rapi untuk melakukan aktivitasnya di taman bunga anggrek putih, tetapi ia merasa haus dan ia pun minum air teh hangat yang sudah di siapkan oleh para dayang istananya, dan usai ia minum air teh itu.


Prangg !!


Bruakkk !!


"Paduka Selir Agung kedua Putri Xiao Yin ada kenapa ?!",pekik para dayang Xiao Yin panik .


"Cepat kalian semua pergi ke balai pengobatan dalam Istana Kekaisaran Tang Agung untuk memanggil tabib untuk memeriksa Selir Agung kedua Putri Xiao Yin ", kata salah seorang dari pengawal pribadi Selir Agung kedua Putri Xiao Yin.


Ibu Suri Ling terkejut sekali mendengar berita meninggalnya Selir Agung kedua Putri Xiao Yin pada pagi hari itu.


"Dia sakit apa ?kenapa dia bisa meninggal dunia secara mendadak?",tanya Ibu Suri Ling yang cepat datang ke Istana Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin untuk Ibu Suri Ling bisa melihat menantunya yang di kabarkan meninggal dunia karena sakit jantung mendadak.

__ADS_1


Li Shao Ning kaget sekali karena mendengar berita duka cita dari Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin yang meninggal dunia karena sakit jantung mendadak pada pagi hari yang cerah ini.


"Kita harus kirim pesan kepada Kaisar Tang Agung untuk kabar duka ini agar kita bisa mengumumkan ke seluruh negeri atas meninggalnya Selir Agung kedua Putri Xiao Yin karena sakit jantung ", kata Kasim Chao mengumumkan berita tersebut di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung untuk semua pejabat pemerintahan Kekaisaran Tang Agung mengetahui berita ini.


__ADS_2