
Episode sebelumnya.
Kediaman Adipati Bo Bei.
Di pagi hari yang cerah dan udara musim semi yang sejuk serta suara burung -burung di langit membuat semangat Chen Si Lei hadir kembali untuk Chen Si Lei bisa melanjutkan kembali perjalanan misinya untuk membahagiakan rakyat Tionggoan.
"Sayang ku rasa sebaiknya kamu sudah bisa pulang ke rumah kita dan tunggulah aku kembali ke rumah usai misi ku selesai",Chen Si Lei memeluk Li Shao Ning dari belakang saat wanita itu membuka daun jendela kamar tidur mereka di dalam rumah Adipati Bo Bei. Li Shao Ning sedang menatap langit musim semi dengan perasaan penuh kebahagiaan.
"Ya suamiku aku pasti akan mematuhi mu",ucap Li Shao Ning berbalikan tubuh ke hadapan Chen Si Lei seraya merangkul leher suaminya yang sangat hebat sekali dan gagah perkasa itu.
"Aku sangat mencintaimu Shao Ning",kata Chen Si Lei mencium bibir dan mulut wanita itu dengan mesra sekali.
"Koko Lei Lei aku sangat bahagia sekali karena aku mendapatkan cinta mu dan aku dapat hadiah istimewa dari mu yaitu calon dua bayi mu yang berada di dalam rahim ku",ucap Li Shao Ning membalas ciuman Chen Si Lei dengan sangat lembut sekali kepada Chen Si Lei.
"Ya sama-sama sayang. Baiklah kau harus menjaga kedua calon bayi kita baik-baik",kata Chen Si Lei meraih jemari istrinya dengan lembut sekali, lalu Chen Si Lei memanggil burung rajawali emas sakti untuk hinggap di halaman depan kamar tidur Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggendong Li Shao Ning untuk di antarkan ke burung rajawali emas sakti yang patuh kepada Chen Si Lei.
"Kakak rajawali emas sakti kau harus menjaga istri dan kedua orang calon bayi kami dengan baik ya ",pesan Chen Si Lei halus kepada burung rajawali emas sakti seraya membelai lembut bulu emas burung rajawali emas.
Li Shao Ning sudah duduk manis di atas punggung burung rajawali emas sakti yang akhirnya terbang ke angkasa untuk mengantarkan Li Shao Ning kembali ke Istana Kekaisaran Tang Agung atau lebih tepatnya ke Istana selir ke empat.
Tapi baru saja Li Shao Ning terbang bersama burung rajawali emas sakti ke arah keluar dari kota Ning Bo.Awan langit yang awalnya terang benderang serta cerah berubah menjadi berkabut gelap ke arah luar kota Ning Bo sehingga Chen Si Lei yang masih fokus menatap langit untuk mengantarkan istrinya pulang ke rumah dengan tatapan mata kasih sayang.
Kini Chen Si Lei berubah cemas sekali karena aroma sesat mulai menyerang ke arah Li Shao Ning yang terbang bersama burung rajawali emas sakti keluar dari kota Ning Bo ke arah selatan.
"Celaka !!Aku harus menolong mereka ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat keluar dari kediaman Adipati Bo Bei dan berlari kencang keluar dari kota Ning Bo tanpa memperhatikan bahwa dirinya masih berpakaian tidur.
Chen Si Lei melihat sekelompok orang sedang bertarung sengit melawan seorang gadis berkerudung memakai pakaian serba ungu dan rambut sanggul yang rapi dan ada tanda tusuk konde burung Hong giok sebagai tanda selir nya. Chen Si Lei mengenali wanita itu adalah Melani yang sedang di serang oleh pasukan musuh sakti yang entah dari mana dan apa lambang sekte nya.
"Bedebah laknat !!Jangan pernah mengganggu wanita ku!!",hardik Chen Si Lei.
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali sehingga para musuh yang sedang mengurung Melani terkejut dan terdesak oleh Chen Si Lei yang sudah marah sekali kepada pihak musuh yang licik itu.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
"Paduka mereka menyerang hamba dan Locianpwe Raja Iblis Barat di tengah jalan saat kami akan pulang ke rumah dan sekarang hamba terpisah dengan Raja Iblis Barat yang di serang oleh pihak musuh di sekitar sungai merah kecil yang berada di selatan pintu keluar dari kota Ning Bo ini",lapor Selir ke dua puluh empat Putri Melani sembari bertarung melawan para musuh sakti dengan ilmu pedang mukjizat pasir putih laut Persia yang sangat hebat sekali.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat Putri Melani.
__ADS_1
"Iya Melani, kau jangan khawatir aku pasti akan menghukum mati siapa saja yang berani menyerang mu",kata Chen Si Lei yang sudah melompat ke sisi Melani untuk melindungi istrinya dengan bertarung dengan sengit sekali menghadapi para musuh nya.
Syuutttttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti yang berada di sekitar Melani yang terdesak ke arah sungai merah kecil oleh pihak musuh yang semakin lama semakin banyak jumlahnya.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
"Aghhhhhh !!", jerit Melani terjatuh ke dalam sungai merah kecil ketika ada orang sakti meluncur cepat ke arah gadis itu dengan kekuatan yang sangat hebat sekali sehingga Melani tidak bisa mempertahankan diri ketika di desak oleh musuh ke belakang sungai merah kecil, dan akhirnya gadis itu terjatuh ke dalam sungai merah kecil.
"Melani. ..!!",teriak Chen Si Lei terkejut sekali mendengar teriakan Melani terjatuh ke dalam sungai merah kecil oleh desakan dari pihak musuh mereka.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti rasakan serangan dari ku dan Sekte sesat tiga setan sungai merah kecil!",hardik seorang gadis cantik jelita yang menyerang Chen Si Lei menggunakan pedang mukjizat sesat yang berracun ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis pedang mukjizat sesat dari gadis sesat itu dengan hebat sekali.
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!
Sementara itu Raja Iblis Barat yang di serang oleh pihak musuh secara kejam dan ganas sekali terkejut sekali melihat Selir ke empat Li Shao Ning bersama burung rajawali emas sakti di serang oleh pasukan musuh lain yang berbeda dengan pasukan musuh sakti sesat yang mengurung dirinya di pesisir sungai merah kecil dengan ganas sekali.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Li Shao Ning terkejut sekali melihat orang yang menyerangnya dari samping kiri sayap burung rajawali emas sakti adalah Lin Mo Bai kasim sekaligus teman baik dari suaminya sendiri .
"Lin Mo Bai lancang sekali kau menyerang ku!!",hardik Li Shao Ning mengeluarkan payung biru untuk menghadapi serangan pedang mukjizat milik Lin Mo Bai yang sangat hebat sekali sehingga Li Shao Ning harus hati - hati terhadap Lin Mo Bai.
"Aku harus membunuh mu untuk putri ku bahagia bersama Paduka Kaisar Tang Agung..Gadis pengacau !!Wanita penghancur kebahagiaan putri ku !!",hardik Lin Mo Bai menggerakkan pedang untuk memotong lengan Li Shao Ning tetapi sayap kuat burung rajawali emas sakti menangkis pedang pusaka Lin Mo Bai hingga pria itu terlempar jauh sekali dari pemiliknya.
Trangggggg !!
"Agh!!",teriak Lin Mo Bai terlempar juga oleh burung rajawali emas sakti.
"Burung sialan !!", teriak Lin Mo Bai marah sekali kepada burung rajawali emas sakti yang melindungi Li Shao Ning dari serangannya maupun dari serangan maut para teman -temannya yang semuanya adalah dayang istana dan kasim istana selir ke dua puluh sembilan Lin Ya Ru.
Lin Mo Bai mendidik anak buahnya untuk keamanan dan keselamatan putri nya yang menjadi Selir ke dua puluh sembilan Kaisar Tang Agung, karena Lin Mo Bai ingin menyingkirkan batu penghalang kebahagiaan putrinya yang di abaikan oleh Kaisar Tang Agung yang lebih memilih untuk memberikan cinta dan perhatian kepada Permaisuri Hua Erl yang akhirnya bisa di lenyapkan juga oleh orang dari Pangeran Tua Wei yang menyusup masuk ke dalam Istana Kekaisaran Tang Agung bagian harem Kaisar Tang Agung yang akhirnya juga di musnahkan oleh Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti.
Dan kini musuh saingan cinta Lin Ya Ru adalah Li Shao Ning yang berhasil dapat cinta dan perhatian istimewa dari Kaisar Tang Agung bahkan Li Shao Ning telah hamil keturunan langsung dari Kaisar Tang Agung, maka Lin Mo Bai mencari cara untuk membunuh wanita saingan putrinya itu dan kesempatan emas ini datang untuk Lin Mo Bai bisa menghabisi Li Shao Ning ,yaitu pada saat wanita itu dapat izin dari Ibu Suri Ling untuk menemui Kaisar Tang Agung di kota Ning Bo.
__ADS_1
Lin Mo Bai sudah menyusun rencana matang untuk misinya dengan menunggu Li Shao Ning keluar dari kota Ning Bo dan saat itu tiba bersamaan dengan pasukan lain menyerang Selir ke dua puluh empat Putri Melani dan Raja Iblis Barat yang lebih awal keluar dari kota Ning Bo tetapi kedua orang itu di serang oleh pihak lain yang berasal dari Sekte Sesat tiga setan sungai merah kecil yang di pimpin oleh seorang wanita cantik jelita yang menjadi Selir terakhir dari Pangeran Tua Wei.
Lin Mo Bai terkejut sekali melihat Chen Si Lei sudah datang untuk membantu selir ke dua puluh empat Putri Melani yang di serang oleh pihak musuh di pintu keluar dari kota Ning Bo yang membuat Lin Mo Bai harus waspada terhadap Chen Si Lei yang tentunya akan membunuhnya dengan lebih sadis lagi jika Chen Si Lei tahu bahwa ia telah menyerang wanita kesayangan Kaisar Tang Agung.
Lin Mo Bai jauh lebih takut jika putrinya akan di bunuh oleh Chen Si Lei dengan keji untuk balas dendam atas perbuatan Lin Mo Bai terhadap Li Shao Ning dan burung rajawali emas sakti ,tetapi ketakutan Lin Mo Bai berakhir saat Lin Mo Bai melihat Chen Si Lei melompat ke sungai merah kecil untuk menolong Selir ke dua puluh empat Putri Melani yang terjatuh ke dalam sungai merah kecil.
Lin Mo Bai menggunakan kesempatan ini untuk membunuh Li Shao Ning dengan cepat sebelum dirinya terlihat oleh Chen Si Lei maupun Raja Iblis Barat yang sedang bertarung sengit melawan para musuh sakti sesat lainnya di pesisir sungai merah kecil tapi Lin Mo Bai gagal karena burung rajawali emas sakti telah berani mengganggu urusannya dengan melindungi Li Shao Ning.
"Ku bunuh kau burung sialan !!", hardik Lin Mo Bai menggerakkan cepat dan ganas sekali mengerahkan ilmu serigala salju menerjang sukma secara cepat dan ganas sekali untuk membunuh burung rajawali emas sakti yang menjadi penghalang nya untuk membasmi saingan terberat putri nya.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Cringgg !!
"Aghhhhhh !!Aduhhh !!", teriak Lin Mo Bai terkejut sekali melihat sebuah cahaya yang terang benderang melindungi Li Shao Ning dan burung rajawali emas sakti dari serangannya.
Li Shao Ning melihat serangan maut dari Lin Mo Bai mengarah ke burung rajawali emas sakti,maka Li Shao Ning mengerahkan ilmu mukjizat perisai langit kecil ke arah Lin Mo Bai yang terjengkang karena kekuatan ilmu mukjizat dari Li Shao Ning berhasil menyelamatkan burung rajawali emas sakti bersama Li Shao Ning juga.
"Akh ",Li Shao Ning mengelus - elus bawah perutnya dengan lembut untuk Li Shao Ning bisa menenangkan kedua janin nya yang berdenyut kencang membuatnya nyeri dan kram .
Sementara itu Chen Si Lei tidak melihat serangan maut dari pihak musuh lain ke Li Shao Ning dan burung rajawali emas sakti karena Chen Si Lei sedang bertarung melawan para musuh sakti yang membuat Melani jatuh ke dalam sungai merah kecil.
Chen Si Lei fokus terhadap musuh -musuh yang sedang di hadapi nya dengan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sebelum Chen Si Lei terjun ke sungai merah kecil untuk menolong Selir ke dua puluh empat Putri Melani.
Crakkkkkk !!
"Melani aku datang untuk menolong mu",kata Chen Si Lei meloncat ke dalam sungai merah kecil yang terlihat oleh Lin Mo Bai dari arah terdekat dengan lokasi Li Shao Ning dan burung rajawali emas sakti berada, dan Lin Mo Bai yang licik itu menyerang Li Shao Ning pada saat yang sama.
Kedua Putri yang lain kebingungan mencari Chen Si Lei yang katanya akan pergi keluar dari kota Ning Bo bersama mereka tetapi kamar tidur pria itu kosong dan hanya barangnya saja yang sudah rapi .
"Kemana perginya Kaisar Tang Agung ?", tanya Putri Zhao Li Na bingung.
"Entahlah aku juga sudah mencarinya ke seluruh rumah ini",jawab Putri Ji Yi Tong menghela napas memikirkan ulah nakal Kaisar Tang Agung.
"Paduka keluar dari rumah Adipati Bo Bei dengan tergesa - gesa dengan pakaian tidurnya ke arah keluar dari kota Ning Bo",jawab salah seorang dari pengawal di pintu keluar dari rumah Adipati Bo Bei ketika di tanya kedua orang putri itu.
"Ada apa ya ?",tanya Putri Zhao Li Na terkejut juga mendengar Kaisar Tang Agung keluar dari rumah Adipati Bo Bei tergesa-gesa .
"Mungkin ada sesuatu yang terjadi di luar kota Ning Bo yang telah di lihat oleh beliau",jawab Putri Ji Yi Tong.
"Kita harus bawa pasukan dari keluarga Adipati Bo Bei untuk membantu Paduka di luar kota Ning Bo ", kata Putri Zhao Li Na.
Mereka berdua segera melakukan rencana untuk membantu Chen Si Lei yang mungkin ada masalah di luar kota Ning Bo, dan mereka melihat pasukan khusus untuk melindungi Kaisar Tang Agung telah datang ke pintu keluar dari kota Ning Bo dengan beberapa orang sakti hebat sekali sehingga kedua Putri ini kagum dengan pasukan keamanan dan keselamatan Kaisar Tang Agung yang sangat sigap sekali.
Lalu mereka bersama -sama pergi ke tempat pertempuran yang sedang terjadi di dekat sungai merah kecil. Mereka langsung masuk ke pertarungan untuk hadapi musuh -musuh sakti yang sedang di hadapi oleh Kaisar Tang Agung,maka kedua gadis itu membantu Raja Iblis Barat menghadapi para musuh .
__ADS_1
Nb.
(Sebenarnya episode ini sudah aku kirim lebih dulu tapi review nya lama banget dan tahu-tahu muncul setelah episode selanjutnya pada pagi tadi. Terpaksa aku tulis ulang lagi. ..Mohon maaf ada kesalahan. Mohon sabar untuk episode lainnya..terima kasih).