
Sesampainya di pintu masuk desa tengkorak hitam, rombongan dari Chen Si Lei melakukan penjagaan dengan lebih ketat untuk keselamatan dan keamanan bagi Chen Si Lei dan para selir nya,maka para pengikutnya selalu berjalan di dekat dan setiap sisi dari Chen Si Lei dan para selir nya melangkah ber iringan.
Sehingga para penduduk desa itu memandang takjub pada Chen Si Lei dan para selir nya yang begitu menawan hati dan kagum bagi setiap orang yang melihat mereka berjalan bersama -sama,dan Chen Si Lei sendiri terlihat begitu amat luar biasa tampan dan gagah perkasa serta berwibawa sekali.
Sedangkan,untuk para sebelas selir nya terlihat begitu amat luar biasa cantik jelita dan manis sekali serta wangi semerbak bunga dan anggun saat melangkah di berbagai sisi Chen Si Lei sang pujaan hati para sebelas selir itu yang sudah jadi akrab dan hangat satu sama lainnya.
"Wu Sin Hao coba kau cari di sekitar sini. Adakah sebuah tempat untuk kita bisa beristirahat sejenak sebelum kita lanjutkan perjalanan kita ?", Kasim Ma memberi perintah kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sebagai seorang wakil dari Chen Si Lei.
"Baik Tuan Muda ", sahut Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao patuh kepada Chen Si Lei dan cepat laksanakan perintah dari Junjungan mereka.
"Apakah kalian semua merasa lapar dan haus? ",tanya Chen Si Lei lembut kepada para sebelas selir nya.
"Iya kami merasa lapar dan haus Koko ", jawab sebelas selir nya halus.
"Tuan Muda di sana ada rumah makan berlantai dua ada tempat istirahat ", lapor Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao setelah kembali usai berkeliling desa untuk Chen Si Lei.
"Baiklah kita ke sana ", kata Kasim Ma segera melakukan tugasnya sebagai wakil dari Pangeran Muda Si Lei mereka.
Mereka semua mengikuti langkah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sebagai petunjuk jalan menuju ke tempat beristirahat mereka untuk dua hari ini ,yaitu di sebuah rumah makan berlantai dua yang ada beberapa kamar tidur untuk mereka semua beristirahat terutama untuk Chen Si Lei dan para selir nya.
"Tuan Muda air mandi untuk Anda telah di siapkan",kata Kasim Ma melaporkan bahwa Chen Si Lei sudah bisa mandi di dalam kamar penginapan khususnya.
Chen Si Lei mengangguk lalu menikmati waktu mandi dengan nyaman di temani para selir nya yang sudah turun tangan untuk membantu Chen Si Lei mandi dan membersihkan rambut hitam dan halus Chen Si Lei yang sangat panjang dan tebal dengan aroma wangi bunga persik yang sangat di sukai oleh pemuda itu.
"Sekarang aku akan membantu kalian semua mandi dan membersihkan rambut kalian semua ", kata Chen Si Lei menyambar tangan semua selir nya.
"Akhh Koko!!",pekik para selir nya di masukkan ke dalam wadah besar mandi.
"Wahhhhhhh hahahaha", Chen Si Lei tertawa senang sekali menjahili para selir nya.
"Buka pakaian kalian semua", perintah Chen Si Lei kepada para selir nya.
"Siap koko", jawab para selir nya patuh.
Chen Si Lei membantu para selir nya untuk mandi dengan di bersihkan oleh Chen Si Lei sendiri yang membasuh seluruh tubuh para selir serta rambut para selir nya di beri aroma pewangi rambut sesuai dengan keinginan para selir nya,lalu Chen Si Lei membantu para selir mengeringkan tubuh, memakaikan pakaian dan tata rias ala Kekaisaran Tang yang sederhana untuk para selir nya.
"Mulai saat ini pakaian dan tata rias kalian semua sama dengan orang Han di daerah Kekaisaran Tang",kata Chen Si Lei selesai berpakaian rapi dan menata rambut panjangnya yang sudah di bantu oleh Kasim Ma.
"Pangeran Si Lei pakailah pita warna cerah untuk Anda", kata Kasim Ma dandani Chen Si Lei walau sederhana tetapi selalu terlihat tampan dan menarik.
"Hmm kau aturlah sendiri yang kau suka untuk aku",kata Chen Si Lei yang sudah menyerahkan tugas berhias dirinya kepada Kasim Ma.
"Untuk para Nyonya Selir pakai tusuk konde burung Hong giok dan di sanggul di rambut Anda semua",kata Kasim Ma membantu Chen Si Lei merias para selir.
"Pangeran Si Lei dan para Nyonya Selir silakan untuk makan malam",kata Kasim Ma usai melihat meja bundar di ruang kamar sudah penuh dengan aneka macam makanan dan minuman untuk makan malam Chen Si Lei dan para selir nya.
"Kasim Ma minta mereka semua yang berada di luar kamar ku untuk mandi dan makan malam dengan baik ", perintah Chen Si Lei kepada Kasim Ma.
"Siap Paduka ", sahut Kasim Ma patuh pada Chen Si Lei lalu keluar dari kamar.
"Mari sekarang kita mulai makan malam",kata Chen Si Lei lembut menyuruh para selir nya untuk duduk bersama dan makan malam bersama nya.
"Baik Koko",jawab para sebelas selir hormat dan lembut.
Tetapi pada saat mereka semua sedang makan malam bersama di dalam kamar penginapan khusus Chen Si Lei dan para selir nya,tiba-tiba terdengar suara kaki di atas genteng kamar tersebut,Chen Si Lei menjentikkan sebutir nasi ke atas langit -langit kamarnya.
Crashhh !!
Brukkk !!
Suara tubuh manusia terjatuh ke arah lain dan Chen Si Lei sudah mendengar baik sebuah suara dari para pengikutnya yang sedang bertarung ramai di dalam dan di luar rumah makan dan penginapan.
"Berkumpullah kalian semua di dekatku", kata Chen Si Lei halus pada para selir .
Werrrrrrr,werrr, wushhh, wushhh !!
Sejumlah sinar senjata menembus masuk ke dalam kamar itu dengan suara yang sangat halus di sertai angin dingin menusuk tulang.
Trangggggg,trang,tranggg !!
Tiga gadis Xiao sudah menangkis serangan senjata rahasia musuh dengan cepat menggunakan payung mereka bertiga.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para pengintai tewas oleh Chen Si Lei menggunakan ilmu racun pasir neraka dengan ganas.
Wushh!!
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Suara semua orang sedang bertarung di berbagai tempat di seluruh penginapan mereka sedang beristirahat.
Brrrrrrrrrrrrr! !
Chen Si Lei dan para selir nya sudah berkemas serta berkelebat cepat untuk bisa keluar dari penginapan yang sudah roboh oleh terjangan para musuh yang sudah mengintai mereka sejak mereka masuk ke desa tengkorak hitam.
__ADS_1
"Siapa kalian semua telah berani mengganggu istirahat ku dan para selir ku serta para pengikut ku??!!",hardik Chen Si Lei marah.
"Kami lima Iblis tengkorak hitam dan para pengikut setia sekte hutan dua bambu yang beberapa hari yang lalu telah kalian hancurkan dengan seenaknya saja dan sekarang kami akan balas semua perbuatan kalian terhadap para sahabat kami !!!!", hardik Lima Iblis Tengkorak Hitam yang sudah mengurung Chen Si Lei dan para selir nya di sebuah tanah lapang yang sempit.
Chen Si Lei dan para selir nya telah terkurung oleh pasukan dari Lima Iblis tua itu dengan sangat baik untuk para musuh tetapi sangat tidak baik untuk Chen Si Lei dan para selir nya, karena mereka semua berada di sebuah tanah yang di arah belakang mereka semua adalah sebuah jurang tak berdasar.
"Koko kami semua tidak takut mati,jadi kau tenang saja tanpa perlu khawatir kepada kami",kata para sebelas selir nya halus dan tegas seraya mengeluarkan senjata mereka semua.
"Terimakasih atas keberanian kalian semua untuk ku .Aku bangga kepada kalian semua para dewi ku tersayang",kata Chen Si Lei tersenyum lembut kepada para sebelas selir nya.
"Tapi aku tidak akan membiarkan kalian semua sampai mati bersama ku karena aku juga tidak mau mati ",kata Chen Si Lei menyambar cepat ke arah para musuh.
Wushhh!!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", pekik kematian sekitar dua puluh orang dari murid Sekte Hutan Dua Bambu oleh hawa mukjizat pedang Chen Si Lei.
Wushhh !!
Trangggggg, trang, tranggg,trang, tranggg !!
Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan pedang melawan lima orang Iblis Tengkorak Hitam yang sudah bergerak untuk menghabisi dia.
Wushhh !!
Bressssss !!
Dewa Langit Barat sudah datang dan menghancurkan separuh musuh yang telah mengurung Junjungan nya.
Wuttttt !!
Crakkkkkk! !
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya ternyata sudah berdatangan ke tempat Chen Si Lei dan para selir nya terkurung oleh para musuh.
Trangggggg!!
Si Tangan Sakti cepat menyambut senjata musuh dengan pukulan maut yang hebat sehingga senjata musuh ter hempaskan oleh ilmu tangan sakti.
Wuttttt, cringggg !!
Si Mata Satu Yu Erl dan Si Burung Jangkung Lauw Yi Chen serta lima orang aneh sudah bergerak cepat untuk melindungi para selir junjungan mereka di bantu oleh Kasim Ma dan pengawal Bu dengan sigap.
Wushhh !!
Bressssss !!
Chen Si Lei menyambar merobohkan banyak musuh yang ingin menuju ke tempat Xiao Ling sedang bertarung dengan sengit melawan musuh terkuat.
Wuttttt, trang, tranggg, trang, tranggg,trang !!!
Chen Si Lei mengerahkan segala ilmu pedang rajawali emas sakti di sertai ilmu mukjizat piramida sakti untuk menghalau lima buah senjata musuh yang hebat itu.
Singggggg!!
Cranggg !!
Crakkkkkk !!
Gerakan cepat pedang Chen Si Lei memberikan perlawanan sengit terhadap lima orang Iblis Tengkorak Hitam dan berhasil membunuh seorang Iblis itu.
Werrrrrrr, werrr!!
Cep !!
"Aghhhhh !!", teriak salah satu dari Nona Xiao terluka senjata musuh.
Wuttttt, trang !!
Pedang Chen Si Lei berkelebat menerjang maju dengan tujuan untuk menolong Xiao Chen Si gadis payung biru yang sudah terluka pada dadanya oleh senjata rahasia milik musuh.
"Xiao Chen ber tahanlah",kata Chen Si Lei sigap memeluk gadis terluka dengan satu lengan kuatnya.
"Koko awas ", kata Xiao Chen menggunakan ilmu pukulan maut untuk menolong Chen Si Lei dari musuh yang menyerang dari belakang tubuh pria itu.
Plakkkkkk!!
Dessssssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak musuh tewas dalam serangan maut ilmu Xiao Chen.
"Akhh",gadis itu mengerang pelan dan jatuh pingsan.
"Xiao Chen",kata Chen Si Lei menolong gadis itu dengan cepat.
Chen Si Lei mengambil payung biru dari genggaman tangan selir nya lalu sambil memeluk selir nya telah terluka parah dan pingsan,Chen Si Lei menggunakan ilmu payung biru untuk membunuh para musuh yang sudah mendekati mereka berdua di tebing jurang.
Wuttttt, wutt, wutt !!
Crakkkkkk, crakkkkkk, crakk, crakkkkkk, crakk, crakkkkkk!!
Gerakan payung biru jadi lebih ganas di tangan Chen Si Lei daripada di tangan selir nya sehingga sejumlah orang musuh terbunuh cepat dalam gerakan payung biru.
__ADS_1
Wushhh !!
Brussshhhhh !!
"Aghhhhhh !!", teriak Chen Si Lei terjungkal ke dalam jurang bersama selir nya,
"Celaka !!", teriak para pengikut nya.
"Koko !!", teriak para selir lainnya.
Wuttttt !!
Serrr !!
Kakek Dewa Langit Barat berkelebat cepat melayang turun untuk menolong Chen Si Lei dan selir Xiao Chen yang terjatuh ke dalam jurang.
Byurrr! !
Chen Si Lei dan Xiao Chen terjatuh ke dalam air sungai di dasar jurang tempat mereka berdua terjatuh bersama, Chen Si Lei berenang cepat dalam air sungai untuk menolong Xiao Chen yang sudah terjatuh ke tempat yang paling dalam di dasar sungai.
"Xiao Chen aku datang untuk menolong mu", kata Chen Si Lei dalam hatinya saat dia menyambar pinggang gadis yang terluka parah di dada gadis itu.
Chen Si Lei membawa gadis tersebut ke permukaan sungai dan mereka berdua berada di sebuah tempat yang asing dan sunyi ,namun Chen Si Lei sama sekali tidak mempedulikan tempat apa?Karena paling utama adalah Chen Si Lei bisa menyelamatkan nyawa seorang selir nya.
"Xiao Chen",kata Chen Si Lei membaringkan tubuh gadis terluka di atas sebuah batu panjang di sebuah hutan tak bertuan .
Chen Si Lei membuka pakaian gadis itu lalu menggunakan pisau kecil untuk dia bisa mengeluarkan jarum halus dari dada gadis itu sambil di sertai ilmu mukjizat nya.
Wuttttt !!
Trak!!
Jarum halus berhasil di keluarkan oleh Chen Si Lei dari dalam dada gadis itu, lalu dia bersihkan darah gadis itu dengan saputangan miliknya sendiri, kemudian dia menggunakan rumput hijau sekitar tempat itu untuk mengobati luka pada dada gadis yang masih belum sadar dari pingsan .
"Siapa di sana ?",tegur Chen Si keras pada saat dia sedang merapikan pakaian Xiao Chen setelah di obati luka pada dada gadis itu.
"Hamba Yang Mulia ", jawab Kakek Dewa Langit Barat keluar dari air sungai.
"Kakek ternyata kau juga menyusul kami ke dalam jurang",kata Chen Si Lei nada halus sekali dan hormat kepada orang tua itu.
"Iya Paduka hamba mengikuti Anda berdua untuk hamba bisa membantu Anda untuk menyelamatkan Nyonya Selir Xiao Chen ", jawab Kakek Dewa Langit Barat bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Iya bagus. Ayo cepat kau bantu aku untuk menyelamatkan Xiao Chen",kata Chen Si Lei mendesak kakek itu cepat memberikan pertolongan kepada selir nya.
"Baik hamba segera membantu ", jawab Kakek sakti itu mendekat dan mengamati Xiao Chen yang sedang terbaring di atas batu panjang.
Lalu Dewa Langit Barat mengerahkan tenaga sakti untuk mengobati luka dari selir Junjungan nya dengan cermat sampai selama dua hari satu malam barulah selir Chen Si Lei tersadar kembali dari pingsan nya dan kakek itu tergeletak jatuh dan meninggal dunia.
"Kakek kau kenapa ?", tanya Chen Si Lei kaget melihat kakek Dewa Langit Barat tergeletak jatuh dan meninggal dunia setelah mengobati luka pada selir nya.
"Koko ",panggil Xiao Chen lemah.
"Beliau sudah tiada demi menyelamatkan nyawa mu untuk membantu ku",ucap Chen Si Lei memejamkan sepasang matanya untuk berdoa untuk Kakek Dewa Langit Barat yang sudah ber jasa bagi Chen Si Lei dan selir nya.
Chen Si Lei memakamkan jasad Kakek Dewa Langit Barat di sekitar tempat itu, lalu dia menemui Xiao Chen yang sudah bisa bangun dan melihat sekitar tempat mereka berada dan pandangan mata gadis itu terjatuh kepada sebuah tulisan di dinding batu di lembah dasar sungai itu.
"Koko Si Lei coba kau lihat di dinding batu itu ", kata Xiao Chen meminta Chen Si Lei untuk melihat dinding batu.
"Sepertinya sebuah jalan untuk kita keluar dari lembah ini",kata Chen Si Lei maju ke dinding berbatu.
"Bukan hanya jalan untuk keluar saja tetapi juga sebuah ilmu tombak sakti yang terukir di dinding berbatu itu ", kata Xiao Chen melangkah anggun mendekati pria yang sedang membaca ukiran dinding batu.
"Bahasa yang tertulis di ukiran dinding berbatu adalah bahasa persia ",kata Chen Si Lei menyadari bahwa ukiran tersebut adalah tulisan bahasa Persia.
"Apakah kau bisa membaca tulisan itu ?", tanya Xiao Chen bersinar cerah saat dia menatap wajah tampan Chen Si Lei yang mengangguk untuk berkata ya.
"Kau pelajarilah ilmu yang kau dapatkan secara ajaib lalu kita bisa secepatnya keluar dari lembah ini",kata Xiao Chen lagi kepada Chen Si Lei.
"Iya aku pelajari ilmu mukjizat baru ku dapatkan ini secara tidak sengaja",Chen Si Lei tersenyum lembut kepada Xiao Chen.
Chen Si Lei mempelajari ilmu baru yang berdasarkan tulisan bahasa Persia dan ilmu tombak sakti yang sangat hebat menggunakan payung biru dan pedang nya dengan mengikuti ukiran -ukiran pada dinding batu yang sesungguhnya adalah dua buah ilmu pusaka milik Ratu Kerajaan Persia dan Ilmu tombak milik salah satu Jenderal Ternama di Zaman tiga kerajaan kuno Tionggoan.
Pada saat Chen Si Lei sibuk mempelajari ilmu -ilmu hebat temuan baru yang di miliki oleh pemuda itu, Xiao Chen sibuk mencari jalan keluar dari lembah seraya mencari makanan dan minuman untuk mereka berdua sampai tanpa sadar cinta telah tumbuh di antara mereka berdua.
"Xiao Chen kau sedang apa ?", tanya Chen Si Lei melompat mendekati gadis yang sedang sibuk melakukan sesuatu di dinding lain lembah.
"Aku sedang mencari jalan untuk kita berdua bisa keluar dari tempat ini tapi coba lihat dinding ini keras sekali ", jawab Xiao Chen membersihkan kukunya dari debu dinding.
"Eh kuku jari mu terluka nanti ", cegah Chen Si Lei meraih jemari gadis itu lalu di periksa dengan cermat.
"Koko apakah kamu mencemaskan diri ku?",tanya gadis itu menarik halus jemari nya dari genggaman tangan Chen Si Lei.
"Iya tentu saja aku mencemaskan dirimu",jawab Chen Si Lei lembut meraih gadis itu lebih dekat dengan nya dan menciumnya mesra.
"Koko",gadis itu mendesah halus saat Chen Si Lei menyentuh dirinya lebih dari satu kali ciuman pada bibir dan mulutnya.
Chen Si Lei terbangun dari batu panjang yang berselimutkan pakaian nya untuk tubuh Xiao Chen nyaman dalam pelukan nya pada hari berikutnya, Chen Si Lei kembali mempelajari ilmu -ilmu di dalam lembah tak bertuan sehingga tidak di sadari oleh Chen Si Lei bahwa ilmu silatnya semakin bertambah dan beraneka ragam.
Pada hari ke tiga puluh Chen Si Lei dan Xiao Chen telah berhasil menemukan jalan keluar dari lembah tak bertuan dengan ilmu yang sudah di kuasai oleh Chen Si Lei dengan menghancurkan dinding tersebut sampai tak tersisa dan mereka berdua tidak sengaja memasuki markas besar Sekte Tengkorak Hitam.
"Celaka mereka semua telah menawan teman -teman kita ", kata Chen Si Lei nada cemas melihat teman -teman nya sedang di kurung dalam sebuah penjara dalam goa .
"Kita berdua tidak sengaja masuk ke dalam tempat rahasia musuh kita",kata Xiao Chen di sampingnya.
__ADS_1
"Lalu siapakah wanita yang terikat pada sepasang kakinya di penjara satu lagi??? ",tanya Chen Si Lei begitu mengedarkan pandangan mata ke seluruh tempat yang tidak di sengaja telah di masuki oleh nya .