
Chen Si Lei dan Sin Yue Qing beserta para sahabatnya tiba di kota Louyang pada hari kelima belas awal musim semi karena Chen Si Lei dan para sahabatnya tidak ingin membuang waktu yang lebih lama lagi untuk mengumpulkan para tokoh dunia persilatan yang tertinggi di dunia.
Karena itu hanya menempuh perjalanan selama satu pekan atau sekitar sepuluh hari saja mereka tiba di kota Louyang, dan Chen Si Lei menyukai kehidupan yang sangat ramai di dalam kota besar itu, apalagi Sin Yue Qing yang gembira sekali bisa melihat banyak sekali keramaian kota besar Louyang.
"Wahhh aku suka sekali dengan tempat ini ",seru gadis remaja itu bersorak riang gembira di sepanjang jalan.
"Aku dengar minuman arak di kota besar Louyang sangat enak sekali ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mencium aroma arak di hidungnya dan pergi ke rumah minuman arak yang terkenal di kota besar Louyang.
" Aku ingin mencoba berbagai macam makanan dan minuman khas kota besar Louyang ", kata salah seorang dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah menghampiri berbagai macam jenis penjual makanan dan minuman di pinggir jalan kota besar Louyang.
Chen Si Lei lebih tertarik pada sebuah rumah yang berwarna merah menyala dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya untuk menyelidiki isi dalam rumah aneh itu.
Karena rasa penasaran yang muncul di dalam hatinya ,Chen Si Lei berjalan ke arah rumah merah tua di depan sepasang matanya dan di ikuti oleh Sin Yue Qing yang berjalan di sampingnya dengan sorotan sepasang mata menyelidiki wajah nya.
Lalu ada seorang seorang wanita cantik jelita datang ke depan Chen Si Lei dan Sin Yue Qing, lalu menyapa mereka berdua dengan sangat ramah sekali.
"Selamat datang kepada tuan besar, silakan anda masuk ke dalam rumah bunga merah kami dan anda bisa mendapatkan penginapan layanan yang sangat nyaman untuk anda, tetapi tidak bisa di masuki oleh Nona mu ini",kata wanita pemilik rumah bunga merah.
Sin Yue Qing menariknya untuk tidak masuk ke dalam rumah bunga merah itu.
" Tidak boleh !!",
"Ya baiklah aku juga tidak tertarik lagi ", jawab Chen Si Lei menenangkan kekasih nya.
Lalu mereka berdua berjalan bersama menuju ke tempat lain di sekitar kota besar Louyang, dan mereka berdua memilih untuk masuk ke dalam rumah makan yang banyak sekali taman hiburan dan pertunjukan opera .
"Tuan besar dan Nyonya Besar silakan anda pilih menu makanan dan minuman yang terbaik di rumah makan kami dengan layanan pertunjukan opera dan seni musik dan tarian yang di persembahan oleh beberapa staf rumah makan kami ", kata salah seorang dari pelayan rumah makan kepada Chen Si Lei dan Sin Yue Qing.
"Ya aku pilih daftar nama makanan dan minuman yang terbaik dan termahal di rumah makan mu ",kata Chen Si Lei menyerahkan daftar pilihan makanan dan minuman dalam restoran itu kepada salah seorang pelayan rumah makan itu.
Sin Yue Qing menikmati suasana di dalam rumah makan mewah itu dengan kagum sekali dengan pertunjukan tari, nyanyian, musik dan opera mini yang di tunjukkan oleh beberapa pemuda dan pemudi dari berbagai daerah di seluruh wilayah Tionggoan berada di dalam rumah makan itu.
"Yue Qing, ayo makan makanan mu sudah siap ", kata Chen Si Lei meminta gadis itu untuk makan.
"Ya aku akan makan ", jawab Sin Yue Qing mengalihkan perhatian kepada Chen Si Lei dan mengambil makanan dan memakannya.
Chen Si Lei tidak tertarik untuk melihat berbagai pertunjukan itu karena ia jauh lebih tertarik untuk memperhatikan kekasihnya yang sedang makan siang di depan sepasang matanya.
"Kau sungguh cantik jelita sekali dan manis sekali. Aku juga suka sekali melihat mu makan dengan lahap itu tandanya kau menghargai segala pemberian ku untuk mu ",kata Chen Si Lei menggunakan sumpit untuk mengambilkan banyak makanan untuk Sin Yue Qing makan dengan nyaman.
" Ya aku ini tipe orang yang tahu rasa terimakasih ",jawab Sin Yue Qing dengan nada manis sekali.
" Bagus sekali, jika kau selalu manis seperti ini kepada ku ,maka kau membuat ku sangat bahagia sekali bisa merawat dan menjaga mu dengan baik",kata Chen Si Lei membelai lembut rambut kepang gadis remaja di hadapannya itu.
"Ya aku akan selalu manis untuk mu ",jawab gadis remaja itu tersenyum semanis buah persik.
"Ah kau membuat ku ingin sekali makan bibir mu lagi ", kata Chen Si Lei membelai lembut bibir manis gadis kesayangannya itu.
" Jangan di tempat ini .Aku bukan seorang gadis penghibur di luaran sana,aku ini gadis bangsawan kelas atas karena aku putri tunggal Kaisar Kekaisaran Han dan Permaisuri Kekaisaran Manchuria ,karena itu kau harus menjaga kesopanan mu saat ingin menyentuh ku ",kata Sin Yue Qing berjalan cepat dan meninggalkan rumah makan itu bersama Chen Si Lei.
" Ya aku tahu, aku juga seorang Kaisar Tang Agung yang memiliki moral dan etika serta norma dalam menyikapi wanita ku ",jawab Chen Si Lei tetap menggenggam tangan Sin Yue Qing untuk berjalan bersamanya.
" Aku ucapkan terima kasih kepada mu karena kau sudah mengizinkan ku tak perlu memakai kerudung yang sangat panas sekali untuk aku pakai di jalan dan kau ganti dengan memakaikan ku tudung dan cadar sutra yang sangat lembut dan halus membuat ku nyaman sekali ", kata Sin Yue Qing meremas genggaman tangannya pada Chen Si Lei.
" Ya sama-sama aku akan selalu membuat mu nyaman bersama ku ",kata Chen Si Lei mencium tangan mungil Sin Yue Qing dengan tatapan mata kasih sayang.
"Kau ini mulai merayu ku lagi ", kata Sin Yue Qing menarik tangannya dari Chen Si Lei yang mencium tangannya sendiri.
" Aroma bunga persik dari mu tetap tercium oleh ku dan membuat perasaan cinta di hatiku semakin besar dan dalam untuk mu",kata Chen Si Lei membantu Sin Yue Qing naik ke atas punggung kuda putih kesayangannya.
Lalu Chen Si Lei melompat duduk di belakang gadis kesayangannya itu ,dan Chen Si Lei memeluk gadis itu seraya menggenggam tali kekang kudanya dan memacu kudanya menuju ke arah lain dari kota besar Louyang.
Kuda putih terhenti di depan pintu sebuah rumah mewah yang bernama rumah kediaman Adipati Peng .
" Hormat kami kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti ", sapa sejumlah orang dari kediaman Adipati Peng.
" Berikan kabar kedatanganku kepada Adipati Peng dan keluarganya ", kata Chen Si Lei dari atas punggung kudanya.
" Siap Paduka kami laksanakan ! ! ",sahut para pengawal kediaman Adipati Peng.
Tak lama kemudian seluruh anggota keluarga Adipati Peng bersujud hormat di bawah kudanya dengan sujud di pimpin oleh Adipati Peng sang pemilik rumah itu.
"Hormat hamba Adipati Peng kepada Paduka Kaisar Tang Agung",sapa Adipati Peng .
"Buka pintu rumah mu untuk aku bisa masuk ke dalam rumah mu ",perintah Chen Si Lei yang sudah menggerakkan kudanya menuju halaman depan rumah Adipati Peng yang sudah terbuka untuknya dan para sahabatnya yang sudah berkumpul bersamanya dengan patuh.
Di dalam rumah Adipati Peng.
Chen Si Lei mendapatkan fasilitas pelayanan yang terbaik sekali untuk dia bisa istirahat sejenak untuk melepas lelah dan mengantuk selama perjalanan yang menyita waktu sepuluh hari lamanya.
"Cepat sekali dia tidur usai rapi -rapi ", kata Sin Yue Qing melihatnya tidur pulas di atas tempat tidur dalam rumah Adipati Peng.
Sin Yue Qing menggunakan waktunya untuk berjalan -jalan di dalam pekarangan rumah Adipati Peng selama Chen Si Lei sedang tidur di dalam kamar khususnya di rumah saudara sepupu lain dari Kaisar Tang Agung itu.
__ADS_1
Rasa ingin tahu yang sangat besar inilah yang membuat Sin Yue Qing mencoba untuk masuk ke dalam lubang di balik air terjun dalam taman buatan rumah besar itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Sin Yue Qing menemukan sebuah gua yang sangat panjang sekali seperti masuk ke dalam pipa air, dan gadis remaja nakal itu terjeblos ke sebuah tempat gelap dan mengandung hawa sesat berbahaya bagi keselamatan dirinya sendiri dan ia tergeletak pingsan di dasar lubang yang ternyata adalah gua keabadian.
Chen Si Lei terbangun dalam tidurnya dengan kaget sekali karena ia merasakan ada sesuatu yang menimpa kekasihnya, maka ia segera berkelebat cepat untuk mencari dan menemukan Sin Yue Qing melalui indera penciuman nya yang amat sangat tajam sekali.
"Yue Qing masuk ke dalam lubang di balik air terjun buatan milik Adipati Peng dan ia terjebak di dalam sana ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat masuk ke lubang gua yang akhirnya dapat mempertemukannya dengan Sin Yue Qing.
Aroma hawa sesat yang sangat hebat sekali membuat Chen Si Lei harus gunakan ilmu mukjizat matahari sakti untuk membuyarkan hawa sesat tingkat tinggi sekali untuk melindungi dirinya dan kekasihnya yang sudah pingsan di lantai.
Wuttttt !!
Blashh !!
" Yue Qing sadarlah ", kata Chen Si Lei cepat menolong kekasihnya dengan ilmu mukjizat telapak matahari sakti dan pil air mata burung phoenix sekaligus.
Tapi Sin Yue Qing meremas jemari nya dan ia sadar bahwa gadis itu pura -pura pingsan dan memberikan isyarat bahwa mereka telah masuk ke dalam markas musuh curang.
Maka Chen Si Lei menggunakan siasat dengan pura -pura menangis untuk gadis yang sedang pingsan itu.
" Yue Qing jangan tinggalkan aku ",kata Chen Si Lei memeluk gadis itu yang lalu tersadar kembali dari pingsan nya.
" Gege Lei Lei kau kenapa kau bisa berada di dalam sini?",tanya Sin Yue Qing saat ia sudah sadar dari pingsan nya.
"Aku justru ingin bertanya kepada mu ,kenapa kau pergi -pergi sendiri di sekitar tempat asing yang belum pernah kita datangi dan kau nyaris membuat ku gila karena mencemaskan keselamatan mu ",kata Chen Si Lei memarahi gadis itu.
"Ya aku minta maaf karena sudah membuat cemas",kata Sin Yue Qing merengkuh wajah Chen Si Lei dengan nada minta maaf.
" Ahh kau ini ", kata Chen Si Lei memeluknya erat.
"Gege ", panggil Sin Yue Qing membelai lembut rambut panjang Chen Si Lei dan punggung tegap dan gagah perkasa pria hebat dan sakti yang memeluknya ini.
Chen Si Lei memejamkan matanya untuk menenangkan hatinya karena perasaan cemas yang sangat besar terhadap keselamatan kekasihnya, lalu Chen Si Lei bisa membuka sepasang matanya dengan tenang saat Chen Si Lei merasakan belaian lembut dari Sin Yue Qing.
"Yue Qing aku meminta mu dengan sangat untuk kau selalu bersama ku agar aku tidak menjadi gila karena cemas dan takut yang ku rasakan saat aku nyaris akan kehilangan dirimu lagi ", kata Chen Si Lei menatap kekasihnya dengan tatapan mata meminta kesediaan Sin Yue Qing untuk selalu bersamanya.
" Ya aku akan menuruti keinginan mu ", jawab gadis remaja itu menangis karena ia merasa Chen Si Lei benar-benar tulus hati untuk mencintainya dan ia bisa lihat Chen Si Lei tidak bisa hidup tanpa dirinya di sisi Chen Si Lei.
" Terimakasih kau memahami diriku ", kata Chen Si Lei mencium Sin Yue Qing.
Chen Si Lei menghisap air mata Sin Yue Qing yang jatuh dari pelupuk sepasang bola mata gadis itu dengan ciuman hangatnya.
" Air mata mu adalah kelemahan ku karena itu aku harus mendapatkan kembali kekuatan ku dengan meminumnya ", kata Chen Si Lei tersenyum lembut sekali.
" Kau jangan berlebihan dalam sandiwara untuk mengelabui mereka di belakang kita ", kata Sin Yue Qing memberi kode tentang para musuh sudah menghampiri mereka berdua dan mereka bisa melihat bahwa Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya tergeletak pingsan di lantai batu.
" Ah Gege di mana kita ?", tanya Sin Yue Qing kaget sekali karena mereka berdua terkurung oleh pasukan musuh sakti sesat yang sudah muncul di hadapan Chen Si Lei dan Sin Yue Qing.
" Hahahaha hahahaha Pendekar Rajawali Emas Sakti dan Bandit Kecil senang sekali kami bisa bertemu dengan kalian di markas besar Sekte Sesat Lembah Arak Hitam",jawab seorang nenek tua berpakaian serba hitam dengan rambut panjang sekali.
" Wah bukankah kau nenek centil yang berjuluk Dewi Arak Pencabut Nyawa?", tanya Sin Yue Qing mengenali nenek tua itu.
"Betul sekali ,bocah perempuan cantik jelita sekali yang sangat pantas untuk jadi murid ku ",jawab nenek tua sakti dan sadis itu memandang takjub dan kagum Sin Yue Qing yang berdiri dengan anggun .
"Umm tapi aku tak bersedia untuk menjadi murid mu ",kata Sin Yue Qing dengan nada mengejek dan sombong.
" Kalau begitu aku akan merusak wajah dan tubuh mu supaya kamu tidak pernah bisa sombong lagi ", kata Nenek sadis itu sudah menggunakan arak nya untuk menyerang Sin Yue Qing dengan semburan arak racun ganas nya.
Sin Yue Qing sudah melompat cepat dan menghindari serangan maut nenek tua sadis itu yang terkejut sekali karena Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat sakti membalikkan serangan maut tersebut kepada Nenek itu lagi yang cepat untuk menghindar dari serangan maut dari Chen Si Lei.
"Aghhhhhh !!Laknat sekali kau !!",hardik nenek tua sadis itu terkejut sekali karena Chen Si Lei menyerangnya secara tiba-tiba .
" Nenek gila berani sekali kau mengancam dan menyerang kekasihku !!", hardik Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menghantam hancur serangan maut Nenek sadis itu.
Wuttttt !!
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
Sementara itu Sin Yue Qing berkelebat cepat menggunakan pedang mukjizat naga Siluman menyerang para pasukan Sekte Sesat Arak Pencabut Nyawa dengan ilmu pedang sakti tujuh awan rembulan.
Wuttttt !!
Cranggg !!
Cranggg !!
Cranggg !!!
Lima puluh orang Sekte Sesat Arak Pencabut Nyawa menggunakan ilmu pedang arak hitam menangkis pedang mukjizat milik Putri Sin Yue Qing itu dengan cepat sekali.
__ADS_1
Tetapi Sin Yue Qing bergerak bagai seekor angsa putih menghantam hancur lima puluh senjata tajam para musuh dari kecepatan yang luar biasa indah sekali.
Wuttttt !!
Cranggg !!
Lalu Sin Yue Qing memutar pedang secara cepat dan ganas sekali sehingga para pasukan Sekte Sesat Arak Pencabut Nyawa terbabat habis oleh gadis sakti itu.
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Yue Qing berikan mereka pil embun Himalaya sakti ku ",kata Chen Si Lei seraya menangkis serangan maut dari nenek sadis itu dengan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik.
Dessssssss !!
"Yaa ", jawab Sin Yue Qing menerima botol keramik kecil isi pil embun Himalaya sakti dari Chen Si Lei yang sedang bertarung sengit melawan nenek sakti dan sadis sekali itu.
Sin Yue Qing menghampiri Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan para sahabatnya di sudut gua itu, lalu gadis itu memberikan pil embun Himalaya sakti satu persatu kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya yang tidak lama kemudian telah tersadar kembali dari pingsan mereka.
" Terimakasih Tuan Putri atas pertolongan Anda kepada kami ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti serta Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin dan Adipati Peng beserta keluarganya.
" Iya Sama-sama ", jawab gadis remaja lincah dan jenaka itu.
Mereka kini fokus untuk memperhatikan pertarungan antara Chen Si Lei dengan nenek sadis sekali yang berjuluk Dewi Arak Pencabut Nyawa yang amat sangat terkenal atas kekejaman nya itu.
Chen Si Lei bergerak cepat menggerakkan kedua telapak tangannya dan gerakan ginkang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali meluncur cepat ke arah belakang kepala nenek itu yang memekik kaget sekali karena Chen Si Lei sudah mencabut kepalanya dari lehernya.
Krekkk !!
Chen Si Lei melemparkan kepala nenek sadis itu ke sebuah kolam berisi ikan -ikan piranha yang langsung menghabisi kepala nenek itu hingga tak tersisa lagi.
Sin Yue Qing menendang tubuh nenek sadis itu ke kolam ikan piranha juga yang akhirnya menghabisi tubuh nenek musuh mereka itu.
"Paduka terimakasih atas pertolongan Anda kepada keluarga hamba",Adipati Peng dan keluarganya bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Ya sama-sama, sekarang kita keluar dahulu dari gua ini ",kata Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat keluar dari gua di balik air terjun dalam taman buatan rumah besar Adipati Peng.
Sin Yue Qing dan yang lainnya mengikutinya dan tiba di ruangan utama keluarga Adipati Peng.
" Adipati Peng apakah kamu bisa memberikan informasi dan alamat rumah milik Pendekar Peng Yun ?",tanya Chen Si Lei usai mereka makan malam bersama keluarga Adipati Peng.
"Anda tidak perlu mencari Pendekar itu lagi karena Pendekar Peng Yun adalah adik hamba yang tinggal di rumah bunga merah dan ia sangat suka sekali gadis -gadis cantik",jawab Adipati Peng merasa tidak enak hati kepada Chen Si Lei.
" Ahh Pendekar Sakti Peng Yun seorang pria genit ya?",tanya Chen Si Lei pusing juga jika harus berteman dengan seseorang Pendekar genit seperti itu.
Di saat itu juga ada suara laki-laki yang datang dari arah pintu utama ruang tamu Adipati Peng, dan laki-laki itu datang bersama wanita mucikari dan dua gadis lain yang merangkul pemuda tampan dan genit itu.
"Paduka hamba memang genit tetapi hamba adalah seorang pendekar kaum bersih yang setia terhadap Kekaisaran Tang Agung karena itu hamba dan tiga orang wanita hamba akan mengikuti anda selamanya ", kata Peng Yun dan tiga orang kekasihnya bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Ya baiklah aku terima kau dan mereka bertiga sebagai pengikut ku yang baru ", jawab Chen Si Lei sudah melihat bahwa pemuda usia tiga puluh tahun ini adalah seorang pendekar kaum bersih tingkat tinggi yang patut menjadi kolega nya.
" Terimakasih atas kebaikan Paduka kepada hamba ber empat ", jawab Peng Yun dan ketiga kekasihnya.
"Ku rasa kita tidak perlu menunggu waktu lebih lama lagi untuk bertemu dengan tokoh -tokoh dunia persilatan lainnya yang bertempat tinggal di berbagai daerah di seluruh Tionggoan ", kata Chen Si Lei sudah pamit kepada Adipati Peng dan keluarganya untuk segera melanjutkan perjalanannya lagi.
" Baiklah Paduka selamat jalan dan sukses untuk anda dan Kekaisaran Tang Agung ", kata Adipati Peng menjura hormat kepada Chen Si Lei dan Sin Yue Qing yang sudah berganti pakaian dan sudah rapi untuk mengikuti perjalanan Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.
Adipati Peng mengantarkan mereka semua keluar dari Kota besar Louyang, dan mereka melanjutkan perjalanan dengan berkuda dengan cepat sekali laksana bintang -bintang di langit malam yang sangat cepat sekali menghilang tetapi tetap bercahaya.
"Ku rasa kita harus pakai cara yang lebih efektif dan efisien untuk mengumpulkan para tokoh dunia persilatan yang bersembunyi dari kita ", kata Sin Yue Qing saat mereka sedang beristirahat di dalam hutan gunung bunga dan buah merah.
"Cara apa yang menurut mu lebih efektif dan efisien untuk mereka semua dapat keluar dari persembunyian mereka masing - masing ?", tanya Chen Si Lei duduk di sampingnya.
" Sebarkan informasi bahwa kau adalah Ketua Dunia Persilatan yang baru dan bilang kamu akan memperlihatkan pusaka -pusaka yang sudah kau miliki untuk bukti kuat kekuasaan dan kemampuan mu kepada mereka ,lalu kita buat suatu acara di tempat yang paling membuat orang ingin tahu tentang mu dan pusaka mu ",kata Sin Yue Qing cerdas sekali sudah memikirkan cara yang lebih pintar dan tidak menghabiskan banyak waktu mereka di perjalanan.
" Boleh juga ide mu, tetapi bukankah akan menimbulkan masalah yang sangat berbahaya bagi keselamatan kita bila ada musuh yang menyamar sebagai para pendekar kaum bersih yang akan datang ke acara kita ?",Chen Si Lei berpikir ulang kembali sebelum memutuskan.
"Bukankah lebih baik jika para musuh muncul sendiri di dalam waktu bersamaan dengan para pendekar persilatan berkumpul bersama ,lalu kau bisa membasmi musuh dan membuktikan kemampuan mu di hadapan para pendekar persilatan lainnya ", kata Sin Yue Qing yang mempunyai ide yang membahayakan mereka.
" Tidak, ide mu kacau karena akan membuat dunia semakin kacau balau oleh mu ",kata Chen Si Lei menggelengkan kepalanya karena pemikiran liar dari kekasih nya itu.
"Ah ya aku diam saja, aku tidak akan memberikan pendapat ku lagi ", kata Sin Yue Qing memilih untuk tidak ikut campur lagi urusan Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.
"Itu lebih baik lagi karena kau masih kecil dan kau wanita ,jadi jangan ikut campur urusan para pria dan urusan orang dewasa ", kata Chen Si Lei menyuruh gadis itu pergi tidur di dalam tenda bersama tiga orang kekasih Pendekar Peng Yun.
" Aku tidak mau tidur bersama mereka bertiga. Aku mau main dengan ular mu saja ", kata Sin Yue Qing yang berdiri, lalu berjalan membawa bumbung bambu isi Xiao Yan Li ular putih jelmaan Roh Putri Naga Langit Timur yang di ubah oleh Chen Si Lei menjadi ular putih kecil dan sekarang di jadikan mainan oleh Sin Yue Qing.
" Ya sudah sana kau bermain Xiao Yan Li tetapi kau jangan pergi bermain jauh dari tempat kami ", kata Chen Si Lei dari belakang gadis remaja itu yang sudah pindah duduk di bawah pohon rindang yang berjarak dua puluh meter dari Chen Si Lei dan kawan-kawan nya yang sedang rapat mengelilingi api unggun dekat tenda -tenda mereka semua.
__ADS_1