
Pada hari berikutnya rombongan Chen Si Lei memasuki wilayah pedesaan yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi oleh siapa pun yang mau berkunjung ke daerah pedesaan tersebut, tetapi kali ini suasana pedesaan di dera rasa takut yang mencekam para penduduk setempat.
"Sepertinya di desa ini ada sesuatu hal yang meresahkan masyarakat sekitar di pedesaan yang berada dekat dengan pintu Kota Raja Kerajaan Nepal",kata Chen Si Lei mengamati keadaan wilayah pedesaan tersebut.
"Iya di sini ada dua belas Sekte Sesat yang memiliki kemampuan sangat hebat dan berpengaruh terhadap sekitar wilayah ini",kata Adu yang berjalan di sisi kiri Chen Si Lei.
"Dua Belas Sekte itu bernama Sekte Dua Belas Raja Sungai Lembah Barat dan yang paling sakti adalah Raja Iblis Lipan Ber racun",kata Putri Yan Yan di sisi lain Chen Si Lei.
"Tetapi semuanya adalah perampok kejam terhadap rakyat pedesaan di wilayah ini",kata Putri Lian Lian mengikuti Chen Si Lei di antara selir lainnya.
"Oh aku baru tahu tentang di luar wilayah ku banyak sekali orang jahat dan kejam bahkan mengganggu rakyat ku yang berada di seberang sungai kecil dan hutan bakau dingin",geram Raja Nepal mengepalkan tangannya dengan marah.
"Kita akan menghabisi mereka semua begitu kita bertemu dengan mereka yang tentunya sudah mengintai kita sejak kita datang",kata Chen Si Lei menatap tajam sekitar wilayah itu.
"Kita harus cari tempat dulu sebelum kita berperang kembali",kata Chen Ming San mengedarkan pandangan mata ke seluruh wilayah yang sudah berubah gelap.
"Paduka di sana ada kuil kosong",lapor Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao usai melihat situasi wilayah desa itu.
"Kita ke sana",kata Chen Si Lei memimpin mereka semua berjalan paling depan.
Di Kuil kosong.
Setibanya mereka di kuil kosong satu -satunya di daerah desa tersebut, dan Raja Nepal sudah membuka peta untuk strategi perang melawan musuh yang sudah di ketahui di dekat mereka dari jarak yang tidak jauh dari tempat mereka semua berkumpul di kuil kosong.
"Chen Lun ,Chen Song dan Chen Li serta Nian Chi dan Nian Yu untuk kalian semua hadapi musuh di bagian belakang kuil kosong",perintah Chen Si Lei kepada empat orang muda dari Selatan itu.
"Siap Paduka",sahut mereka ber empat bersamaan.
"Wu Sin Hao jaga para selir ku bersama Kasim Ma dan pengawal Bu di dalam kuil kosong ini",perintah Chen Si Lei kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Siap Paduka",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao patuh.
"Kelima paman jaga rombongan Raja Nepal bersama Si Tangan Sakti",Chen Si Lei memerintahkan kepada enam orang pengikutnya.
"Siap Paduka",sahut ke enam orang itu patuh.
"Kedua kakek. ..",
"Kami berdua akan berada di atas genteng kuil kosong",jawab kedua orang kakek itu sudah lenyap dan hinggap di genteng kuil kosong.
"Lauw Yi Chen kau dan Yu Erl di samping kanan kuil ", perintah Chen Si Lei kepada dua orang pengikutnya.
"Siap Paduka",jawab kedua orang pengikutnya patuh.
"Paman Chen Ming San. ..",
"Aku bersama mu di depan kuil kosong",jawab Chen Ming San tersenyum.
"Terimakasih Paman",kata Chen Si Lei halus pada Chen Ming San.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Seorang wanita sakti sudah datang kepada mereka semua dan bersujud kepada Chen Si Lei sebelum menjura hormat kepada Chen Ming San.
"Hamba Luo Luo memberi hormat kepada Paduka Pangeran Si Lei",
"Bibi Luo Luo kau datang dari Istana untuk memberikan bantuan kepada ku",ucap Chen Si Lei kepada wanita pengasuh Putri Yang Yang.
"Benar sekali Hamba di perintahkan oleh Tuan Putri untuk membantu Paduka",
"Umm baiklah kau berada di depan pintu kuil kosong bersama Paman Chen Ming San",perintah Chen Si Lei untuk wanita sakti itu.
Maka,Chen Si Lei pun berjaga di dalam kuil kosong bersama para selir nya dan rombongan Raja Nepal di temani oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Si Tangan Sakti dan Kasim Ma serta Pengawal Bu.Mereka di bagi dua kelompok untuk bisa terjaga dengan baik dan aman.
"Mutiara Dewi apakah kau bisa makan malam menu roti kering ini?",tanya Chen Si Lei memberikan roti kering kepada Selir nya yang sedang mengandung ini.
"Bisa",jawab Putri Mutiara Dewi halus.
"Ku rasa makan buah kesemek kering lebih enak",kata Xiao Chen menggigit buah kesemek kering dengan nyaman.
"Kau kan berbeda dengan Mutiara Dewi. Apa saja kau makan sampai habis?",
"Koko Lei Lei kau mengejek ku terus",kata Xiao Chen merajuk manja.
"Sstt diamlah ada yang mendekati kita",kata Chen Si Lei memukul lantai kuil.
Bressss !!
Kretakkk !!
Brrrrrrrrrrrrr !!!
"Aghhhhhh !!", teriak para selir Chen Si Lei kaget melihat ribuan ekor lipan racun mematikan mendatangi mereka semua dari lantai kuil kosong.
"Mundur..!!",teriak Chen Si Lei kepada para selir nya untuk menghindari serbuan serangga menjijikkan itu.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh yang sembunyi di dalam kuil kosong yang tewas oleh serangan lipan ber racun yang di lemparkan oleh Chen Si Lei dengan sinkang .
Wushhh !!
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Si Tangan Sakti sudah membabat habis lipan -lipan itu.
Singggggg !!
Cranggg !!
Suara pertempuran mulai berdatangan dari semua penjuru kuil kosong itu dari pihak musuh yang mulai berdatangan ke mereka semua.
"Hyatttttttttttttt !!"pekik Chen Si Lei menggunakan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik untuk membuyarkan racun lipan.
Wushhh !!
Bressssss !!
Bruakkk !!
Seluruh lapisan lantai kuil kosong terbuka lebar dan sejumlah serangga keluar dari tanah liat .
"Aghhhhhh! ! Menjijikkan sekali!!",teriak para selir melompat -lompat untuk hindari serangan serangga aneka macam hewan tanah.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Hyatttttttttttttt !!", teriak Chen Si Lei membunuh ribuan serangga tanah.
__ADS_1
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan pedang membabat orang yang licik menggunakan ilmu memanggil serangga tanah yang semuanya ber racun ganas.
"Para Nyonya Selir ikuti hamba keluar dari kuil",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memandu jalan para selir Chen Si Lei keluar dari kuil kosong ke tempat aman lain sesuai perintah Chen Si Lei yang sudah melihat peta dengan cermat.
Syuutttttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menyambar cepat memotong habis musuh yang sudah dekat ke arah Raja Nepal dan rombongan nya.
"Paduka Raja ikuti hamba",kata Si Tangan Sakti mengarahkan Raja Nepal ke arah lain tempat aman untuk Raja Nepal dan rombongan nya.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei sudah berada di luar kuil kosong dan membantu para anak muda dari Selatan yang berada di belakang kuil kosong yang sedang mengamuk ganas dan menghadapi ratusan hewan racun dan lima orang pendeta Nepal Sesat.
"Agh! ! Apakah kau Pendekar Rajawali Emas Sakti ?",tanya salah satu dari lima orang pendeta Nepal Sesat itu.
"Benar",jawab Chen Si Lei singkat dan tetap bergerak ganas untuk melawan lima orang musuh sakti itu.
Wushhh !!
Bressssss !!
Chen Li melompat ke arah Chen Si Lei karena jijik terhadap ratusan hewan tanah ber racun yang keluar dari tanah berlubang.
"Lei Lei tolong aku...!!",jerit Chen Li sudah naik ke pundak Chen Si Lei.
"Li Jie jie diamlah di atas pundak ku",kata Chen Si Lei lembut kepada gadis itu.
"Iya ya ahh jijik sekali ...!!",jerit gadis itu menangis.
"Aku juga tidak bisa bertarung...!!",jerit Nian Chi dan Nian Yu bersamaan.
"Hei kenapa kalian semua naik ke atas pundak dan kepala Lei Lei..",kata Chen Lun dan Chen Song bingung lihat para gadis lebih mencari perlindungan kepada Chen Si Lei daripada mereka berdua.
"Bodoh yang penting kami aman ...!!!!",teriak para gadis dari Selatan .
"Lei Gege aku minta maaf naik ke atas kepala mu",kata Nian Yu meratap manja.
"Iya tak apa, silakan saja ",kata Chen Si Lei merasa bersalah juga karena dia juga mereka semua kesusahan sekarang.
"Lun Gege tolong kau keluarkan pedang mu",kata Chen Si Lei kepada Chen Lun .
Singggggg !!
Sinar pedang Chen Lun membantu Chen Si Lei menyambar cepat sekali untuk bisa menghabisi ratusan serangga tanah ber racun.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Brussshhhhh !!
Ratusan serangga milik lima orang musuh sakti terlempar hancur oleh Chen Si Lei yang gunakan ilmu mukjizat piramida sakti.
Brrrrrrrrrrrrr!!
Ketiga orang gadis sudah turun dari Chen Si Lei ketika sudah aman untuk jalan di tanah.
"Jahanam kalian ber lima harus mati di tangan ku!!",pekik Chen Song sudah maju untuk menghadapi lima orang musuh sakti.
Wuttttt! !
Trangggggg! !
Chen Song berkelebat cepat menyerang lima orang musuh sakti yang langsung sigap menangkis serangan pemuda putra kedua dari Pendekar Naga Emas Sakti Selatan itu.
Wushhh !!!
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Chen Lun sudah menghadapi musuh lain di samping lain kuil kosong untuk bantu Si Burung Jangkung Lauw Yi Chen serta Si Mata Satu Yu Erl dan lima orang aneh dari lembah penjahat barat yang berada di samping kanan kuil kosong.
Syutttttttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei sekali terjang sudah membabat habis kepala musuh dari atas kepala Nian Yu.
"Wah kau hebat sekali....!!",sorak Nian Yu bertepuk tangan.
Syutttttttttt !!
"Hei kau curang. ..",kata Nian Chi menangkis serangan senjata lawan yang ingin curang terhadap Chen Si Lei.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh yang sudah mendekati Chen Li tewas oleh Chen Si Lei dalam satu serangan.
"Lei Lei kau hebat sekali ", puji Chen Li merona menatap wajah tampan Chen Si Lei yang jauh lebih tampan dari pria maupun yang pernah di temui nya.
"Li jie jie kau terlalu memuji",kata Chen Si Lei merendah.
Wushhh!!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei melompat memukul seorang musuh yang gunakan ilmu pukulan hawa sakti kepada Chen Song .
"Aghhhhhh !!", teriak musuh tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.
Wushhh !!
Bressssss !!
Serangan lain dari depan kuil kosong yang di lakukan oleh Chen Ming San kepada enam orang sakti yang sedang di hadapi pria itu bersama wanita sakti .
__ADS_1
"Nona Luo Luo terima kasih atas bantuan mu",ucap Chen Ming San ramah kepada wanita sakti bernama Luo Luo itu.
"Sama-sama Tuan Besar",jawab Luo Luo merona di tatap oleh Chen Ming San.
Brrrrrrrrrrrrr! !
Wuttttt! !
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menuju ke arah musuh yang sedang di hadapi oleh Chen Song yang berguling di tanah untuk hindari serangan musuh ingin penggal kepala pemuda itu dan Chen Si Lei berhasil menyelamatkan Chen Song dengan memenggal kepala musuh itu.
"Song Gege kau tak apa - apa ?", tanya Chen Si Lei cemas.
"Aku tidak apa-apa. Terima kasih Lei Lei",jawab Chen Song melompat bangun.
Wushhh !!
Bressssss!!
Chen Ming San berhasil menyelamatkan keponakannya dari serangan seorang musuh yang ingin membunuh keponakan nya bersama Chen Si Lei.
"Paman. ..",kata Chen Song berterimakasih kepada paman nya.
Wushhh !!
Bressssss !!
Chen Si Lei sudah bergerak menyerang seorang musuh sakti lagi yang terkejut di serang hebat dengan ilmu racun merah dari Chen Si Lei .
"Aghhhhh. ..!!"teriak musuh itu wajahnya hancur oleh ilmu mukjizat Chen Si Lei.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei menggerakkan telapak tangan bunga persik di gabungkan dengan ilmu pukulan hawa sakti piramida untuk melawan musuh yang di hadapi Si Mata Satu Yu Erl.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak musuh hancur dalam setengah badan oleh Chen Si Lei.
Crakkkkkk !!
"Aghhhhhh !!", teriak musuh di bacok tangan nya oleh Chen Si Lei.
Wushhh !!
"Matilah kau !!", teriak Chen Si Lei berkilat marah.
Wuttttt! !
Crakkkkkk !!
Kepala musuh terbelah dua oleh pedang Chen Si Lei sehingga para musuh lain menggigil ketakutan dan berusaha untuk kabur untuk memberikan laporan dan informasi kepada Ketua Sekte mereka di tempat lain.
"Mau kabur ??!!!Jangan harap bisa kabur dari ku??!!!!",hardik Chen Si Lei dan Chen Song.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Crakkkkkk !!!
Bressssss !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei dan Chen Song bekerjasama menghadapi para musuh yang ingin lari dari mereka dan mereka berdua bersama bisa membunuh musuh dalam waktu singkat.
"Yeay kita menang...!!",mereka berdua bersorak tertawa gembira.
Brrrrrrrrrrrrr! !
Semua sudah berkumpul kembali di tempat Chen Si Lei dan Chen Song berada di dekat dua jalan menuju ke tempat para selir Chen Si Lei di amankan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Kasim Ma serta Pengawal Bu yaitu bagian timur pintu kota Raja Nepal.
Tapi, setibanya di rumah kosong bekas seorang petani di pedesaan itu, mereka tidak berjumpa dengan para selir Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao serta Kasim Ma dan pengawal Bu karena tempat itu kosong dan hancur oleh para musuh yang di duga adalah orang sakti yang licik.
"Kurang ajar! ! Dimana mereka yang telah berani menculik para selir ku?!!Dimana pula Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Kasim Ma serta Pengawal Bu berada ???!!!!
Chen Si Lei sangat marah sekali atas perbuatan kotor dari pihak musuh terhadap orang -orang nya bahkan berani bertindak di luar batas terhadap pihak Chen Si Lei, terutama telah berani mengganggu para selir nya yang di tugaskan untuk di jaga ketat oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Kasim Ma serta Pengawal Bu.
"Lei Lei jangan khawatir mereka semua aman di dalam perlindungan Ketua Sekte Naga Langit Barat yang memimpin dua ratus lima ribu Sekte Bersih Barat",Chen Li mengambil sebuah lencana perak di sebuah lubang kecil di tengah tanah rumah .
"Lencana perak Naga Langit Barat",kata Chen Ming San melihat lencana perak itu.
"Di manakah markas besar Sekte Naga Langit Barat berada?",tanya Chen Si Lei.
"Di pintu barat Kota Raja Nepal",jawab Chen Ming San cepat.
"Baik kita ke sana kebetulan arah rombongan Raja Nepal ke arah sana",kata Chen Si Lei mengambil keputusan dengan cepat.
Setibanya mereka di tempat rombongan Raja Nepal berada ,mereka bertemu dua orang pendekar kaum bersih Barat yang rupanya telah membantu Raja Nepal dan Si Tangan Sakti saat sedang di kepung beberapa orang musuh yang ingin bunuh Raja Nepal.
"Oh begitu terima kasih banyak atas bantuan kedua orang sahabat",kata Chen Si Lei menjura hormat kepada sepasang pendekar Sekte Harimau Putih Barat.
"Sama-sama Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata salah seorang dari Pendekar itu membalas menjura hormat kepada Chen Si Lei juga.
"Sekarang kita harus berkumpul di markas besar Sekte Naga Langit Barat untuk bisa mendapatkan bantuan untuk menghancurkan pasukan musuh di Kota Raja Nepal",kata salah seorang pendekar Sekte Harimau Putih Barat.
Demikianlah mereka berkumpul bersama dan melanjutkan perjalanan ke markas besar Sekte Naga Langit Barat, dimana mereka di tengah jalan berjumpa dengan keluarga besar Sekte Harimau Salju Himalaya yang mengalami luka parah oleh serbuan pihak musuh yang masuk melalui lorong ketiga di bawah tanah di tenda dekat perbatasan antara Kerajaan India Kuno dan Himalaya Timur.
"Putri dari Ketua kami telah di sandera oleh mereka dari Sekte Lebah Hitam dan markas besar kami telah hancur bahkan Ketua Sekte kami dan istrinya tewas di bunuh musuh kami,dan kami harus mencari tahu keberadaan putri ketua kami dan satu orang pemuda yang merupakan putra tersembunyi milik Ketua kami dan istri kedua nya yang di minta oleh mendiang ketua untuk menggantikan posisi Ketua kami yaitu menjadi Ketua baru kami",salah seorang dari anggota Sekte ini menceritakan tentang masalah Sekte Harimau Salju di serang para pihak musuh .
"Jumlah kalian berapa semuanya?",tanya Chen Si Lei yang ingin tahu seberapa besar jumlah musuh apakah sebanding dengan jumlah kaum bersih yang akan di hadapi oleh kaum Sesat yang berada di dalam Kota Raja Nepal.
"Lima ribu orang awalnya sekarang hanya lima ratus orang saja", jawab Hu Xi.
"Tapi bila di gabungkan dengan Nyonya kedua dari Sekte Walet Barat jumlah dari kami menjadi sepuluh ribu orang",jawab Hu Mu.
"Baik untuk mendapatkan jumlah yang sama dengan pihak musuh yang jumlah seratus ribu Sekte Sesat Barat. Kira -kira kita harus segera kumpulkan berapa orang pengikut?!!",ucap Chen Si Lei berpikir untuk mengalahkan musuh .
"Kita gerilya saja",sahut Ning Yi mencerahkan pemikiran Chen Si Lei yang sudah buntu sejenak.
"Terutama kita harus tahu Sekte terdekat dari tempat ini dan hancurkan mereka tanpa mereka ketahui kedatangan kita",kata Chen Si Lei mulai mengatur strategi.
"Sekte terdekat adalah Sekte Rimba Ungu Sesat jumlah anggota lima ribu orang dan Ketua mereka ada tiga orang",kata Hu Xi wakil ketua Sekte Harimau Salju.
"Mengenai keamanan dan keselamatan Raja Nepal",kata Chen Si Lei menoleh ke arah Chen Li dan kedua orang gadis Nian .
"Kami jaga Raja Nepal dengan nyawa kami",sahut Chen Li segera.
"Baik kita berangkat ke markas besar Sekte Rimba Ungu",kata Chen Si Lei kepada para pasukannya yang terdiri dari anggota Sekte Harimau Salju,pengikutnya dan pasukan keamanan dan keselamatan Kerajaan Nepal .
__ADS_1