
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terperanjat kaget sekali karena Chen Si Lei dan Yang Yang terjatuh ke dalam lubang besar rahasia di balik dinding rak buku di Istana Selir ke tiga puluh dua.
"Aku harus mencari yang lain untuk membantu Paduka dan Tuan Putri keluar dari sana ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat menuju ke Istana para menteri atau Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti dengan cepat sekali untuk menolong Chen Si Lei dan Yang Yang.
Chen Si Lei meluncur cepat di dalam lorong yang menukik tajam untuk menolong Yang Yang terjatuh lebih dahulu daripada dia.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Aghhhhhh !!", jerit Putri Yang Yang meluncur bebas ke dalam lubang yang aroma amis yang pekat.
Bruak !!
Kepala ular raksasa hitam tewas hancur oleh Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat Gunung Ling tepat untuk menolong Yang Yang nyaris di makan ular raksasa.
Chen Si Lei menggunakan ilmu ginkang rajawali emas sakti untuk menangkap Yang Yang terjatuh ke lorong lain yang lebih dalam lagi ,Chen Si Lei harus cepat adaptasi dengan gelapnya lorong yang sangat panjang sekali itu mirip urat nadi milik ular raksasa hitam itu.
Luncuran yang sangat lama sekali dan panjang sehingga Chen Si Lei menyadari bahwa ia dan Yang Yang meluncur selama lima -enam jam baru tiba di tanah yang merupakan dasar lubang besar dan panjang itu,Chen Si Lei tidak sempat untuk memperhatikan semua yang berada di tempat ia dan Yang Yang terjatuh, karena Chen Si Lei fokus untuk melihat adiknya yang tergeletak pingsan di dasar lubang tersebut.
"Yang Yang ", panggil Chen Si Lei berlutut di lantai batu yang sangat dingin dan keras untuk memeriksa keadaan Yang Yang.
Chen Si Lei memeriksa nadi Yang Yang terdengar sangat lemah sekali sehingga Chen Si Lei harus cepat menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari sakti yang sangat hebat sekali untuk menolong nyawa adiknya yang sedang krisis karena racun ular raksasa hitam itu.
"Yang Yang jangan takut ada Gege yang akan menolong mu dan menyembuhkan mu",kata Chen Si Lei lembut dan halus kepada gadis remaja berusia enam belas tahun ini.
Lalu Chen Si Lei menggunakan jarum bening untuk mengeluarkan racun ular hitam dari dalam tubuh adiknya setelah ia memberikan pil embun Himalaya sakti untuk bersihkan hawa racun ular raksasa hitam dengan cepat agar adiknya bisa segera sembuh kembali.
"Syukurlah aku berhasil menolong mu, sekarang kau istirahatlah adikku sayang",
kata Chen Si Lei menggunakan jubahnya untuk alas tidur adiknya dan di selimuti dengan pakaian atas Chen Si Lei.
Setelah Chen Si Lei memastikan bahwa adiknya sudah aman ,ia fokus untuk lihat sekitar lokasi mereka berada saat ini dan ia melihat ada sebuah kotak terlindungi hawa mukjizat yang sangat hebat sekali sehingga Chen Si Lei berpikir bahwa ada benda hebat di dalam kotak itu.
"Aku harus membuka kotak cahaya keunguan itu untuk aku bisa mengetahui isi dari kotak itu ", kata Chen Si Lei mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti untuk membuyarkan cahaya keunguan tersebut tetapi ia tidak bisa menghilangkan cahaya di kotak itu.
Chen Si Lei memikirkan cara lain untuk menghadapi cahaya keunguan yang amat hebat sekali dalam melindungi kotak hebat itu, Chen Si Lei mengelilingi kotak itu selama dua jam sambil terus berpikir untuk menggunakan ilmu mukjizat apa yang ia miliki untuk menghadapi tantangan dari cahaya keunguan tersebut.
"Aww ", tak sengaja jari kelingking kiri Chen Si Lei tergores ukiran batu dinding di lubang itu dan darah terpercik ke arah kotak tersebut dan cahaya keunguan itu masuk ke dalam tubuh Chen Si Lei dengan hebat sekali.
Selama satu jam cahaya keunguan terserap oleh hawa mukjizat Chen Si Lei yang akhirnya dapat mendekati dan memeriksa kotak itu untuk menemukan cara untuk membukanya.
"Gege ", suara halus dari Putri Yang Yang memanggilnya.
"Yang Yang kau sudah bangun. Apakah kau sudah merasa nyaman ?",Chen Si Lei segera menghampiri adiknya dan memeriksa kembali kondisi adiknya.
"Iya aku sudah merasa nyaman. Di manakah kita berdua berada saat ini,Gege ?", Yang Yang melihat ke sekelilingnya gelap gulita dan hanya melihat gigi bersih dan sehat dari kakaknya.
"Di dalam lubang nadi ular raksasa hitam ", jawab Chen Si Lei menyentuh lengan adiknya untuk membantu adiknya tahu bahwa ia berada di dekat adiknya.
"Ahh aku takut sekali ", kata Yang Yang menangkap tangan Chen Si Lei untuk bisa memastikan keberadaan kakaknya di dekatnya.
"Aku berada di dekat mu .Aku akan mencoba membuat cahaya untuk kita bisa melihat diri kita masing - masing",ucap Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari sakti untuk menerangi tempat itu.
Blashh!!
"Wah kau hebat sekali ", puji Yang Yang senang melihat kakaknya tersenyum di hadapannya.
"Apakah kau lapar dan haus ?",tanya Chen Si Lei membelai lembut rambut indah adiknya yang sangat wangi bunga persik di awal musim semi di pulau persik.
"Ya aku sangat lapar dan haus ", jawab gadis itu dengan tatapan mata jujur dan polos sekali.
"Aku punya permen kapas rasa buah persik untuk mu ",kata Chen Si Lei memberi adiknya sebuah permen kapas yang ia dapatkan dari Chen Li pada siang tadi.
"Ya aku suka sekali makan permen kapas ini",jawab gadis itu bersorak gembira.
"Makanlah untuk membantu mu tidak lapar dan haus lagi ", kata Chen Si Lei halus kepada adiknya.
"Gege kau tak pakai baju mu .Ini pakailah. Ah kotor olehku ", kata Yang Yang baru sadar kalau kakaknya tidak memakai pakaian atas sejak tadi.
"Ya tak apa. Aku bisa melindungi mu dari tempat kotor dan lembab ini",kata Chen Si Lei penuh kasih sayang terhadap adiknya yang menangis terharu karena Chen Si Lei begitu baik sekali.
"Gege kau sungguh baik sekali kepada ku ", kata Yang Yang menubruk Chen Si Lei yang memeluknya hangat.
"Kau adikku yang paling aku sayangi di dunia ini. Aku harus baik kepada mu adik ku ",jawab Chen Si Lei halus membelai lembut rambut panjang dan indah Yang Yang.
Yang Yang terbelalak kaget melihat ada orang lain di belakang Chen Si Lei yang menggerakkan samurai panjang untuk membunuh Chen Si Lei dari belakang.
"Gege awas",kata Yang Yang mendorong Gege nya ke samping dan samurai tepat mengenai Yang Yang hanya satu detik sebelum Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik untuk hancurkan samurai tersebut.
Wuttttt !!
Plang!!
Chen Si Lei cepat berada di depan adiknya dengan menggunakan metode awan naga menggulung angin musim semi membabat habis kepala pria ganas itu.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berbalik cepat dan melihat adiknya di serang hawa sesat oleh pria yang keluar dari kotak yang lain di dekat kotak tertutup hawa hebat lainnya
"Gege tolong aku!!",jerit Yang Yang tersedot kotak hawa sesat oleh seorang pria lain yang berada di tempat itu.
"Laknat kau berani menyerang adikku !!",hardik Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah musuh itu dengan ilmu mukjizat Gunung Ling sehingga pria itu tewas dalam keadaan mengerikan oleh Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari sakti untuk menarik adiknya dari hawa sesat dari kotak yang mengeluarkan hawa mukjizat sesat untuk mengurung dan membunuh adiknya.
Blash !!
Hawa sesat berbahaya menghilang dengan cepat ,namun adiknya terkurung di dalam kotak yang ada gambar dua angsa hitam.
__ADS_1
"Bedebah laknat kotak sialan!!Cepat keluarkan adikku dari sana !!", teriak Chen Si Lei menggerakkan telapak tangannya untuk membuka kotak tersebut.
Namun kotak itu tetap tidak bisa di buka oleh Chen Si Lei yang sangat cemas akan keselamatan adiknya.
"Aku harus bisa menyelamatkan Yang Yang adikku tersayang ", kata Chen Si Lei yang bertekad kuat untuk menolong adiknya, maka ia menggunakan ilmu gunung Baodingsan untuk membuka kotak tersebut.
Wushhh !!
Bruakkk !!
Kotak terbuka, dan Chen Si Lei melompat cepat untuk menolong Yang Yang tetapi ia juga terjebak dalam kotak yang menutup kembali dengan rapat.
Klek !!
Chen Si Lei melihat adiknya sedang menatapnya dengan tatapan mata tajam dan aneh sekali karena gadis itu merangkul nya dan menciumnya mesra sekali.
"Ah jangan ", kata Chen Si Lei merasakan ciuman hangat dari Yang Yang telah membuatnya kaget tetapi ia tidak bisa menolak untuk menerima ciuman bibir gadis itu lagi yang mulai mencium lehernya dan menggigit dada bidang Chen Si Lei yang merasakan sesuatu yang menyerangnya untuk melakukan hal sama .
"Gege ",panggil gadis itu menyentuh bawah tubuh Chen Si Lei yang kaget sekali.
"Jangan, Yang Yang ", kata Chen Si Lei menepis tangan gadis itu yang menjadi liar sekali.
"Gege aku ingin melakukan sesuatu dengan mu ", kata Yang Yang membelai Chen Si Lei dengan sentuhan jemari hangat gadis itu yang membuka pakaiannya dan memasukkan tangan Chen Si Lei ke dalam tubuhnya yang halus dan lembut.
Chen Si Lei merasa bahwa hal ini salah, maka ia menggunakan ilmu mukjizat murni untuk menghadapi serangan hebat ini.
"Hyaaaaaa!!",pekik Chen Si Lei menggunakan kekuatan batin untuk membantu Yang Yang untuk tidak mengikuti hawa nafsu sesat terhadap dirinya.
Bruak !!
Kotak terbuka dan Chen Si Lei berkelebat cepat menjauh dari Yang Yang gadis itu terjatuh ke lantai karena kotak tersebut hancur oleh Chen Si Lei.
Chen Si Lei cepat mengambil pakaiannya yang kotor debu tetapi aman dari gadis yang sedang terpengaruh hawa nafsu sesat untuk melakukan hubungan intim dengannya.
"Gege aku sudah tidak kuat menahan diri untuk aku bisa merasakan kehangatan dari mu",kata gadis itu berdiri mendekati Chen Si Lei yang segera menggunakan ilmu totokan untuk membuat gadis itu pingsan.
Cus!!
Yang Yang jatuh pingsan di totok oleh Chen Si Lei yang menjadi pucat sekali ingat kejadian tadi di dalam kotak sesat itu.
"Gila hampir saja kami melakukan hal terlarang ", kata Chen Si Lei bergidik ngeri juga membayangkan musibah apa yang akan menimpa mereka dan keluarga besar Kekaisaran Tang Agung.
Kini Chen Si Lei kembali untuk membuka kotak pertama kali yang di lihat olehnya saat pertama kali tiba di tempat itu. Chen Si Lei menggunakan ilmu sakti hawa mukjizat telapak bunga persik yang dahsyat sehingga ia berhasil membuka kotak itu.
Bruakkk !!
Chen Si Lei melihat ada sebuah segel yang berwarna emas terang yang memiliki kekuatan luar biasa yang masuk ke dalam dirinya dan segel ini membuatnya merasa segala hawa mukjizat nya bersatu, lalu Chen Si Lei merasakan kesakitan yang luar biasa dan ia pingsan juga.
Setelah itu Chen Si Lei tidak mengetahui apa -apa lagi karena Chen Si Lei telah berada di atas tempat tidurnya dalam Istana khususnya di temani oleh Li Shao Ning yang merawatnya dengan kesabaran dan keuletan untuk dirinya cepat sehat kembali.
"Koko Lei Lei ayo sudah saatnya untuk mu untuk sarapan pagi ", kata Li Shao Ning membawakan sarapan pagi untuknya.
Chen Si Lei membuka sepasang matanya dan tersenyum melihat Li Shao Ning di tepi tempat tidurnya.
"Ya selamat pagi juga Koko Lei Lei ", jawab Li Shao Ning meraih jemari nya untuk bangun dan duduk di kursi meja dekat tempat tidur untuk sarapan pagi sebelum bekerja.
"Aku ingin sarapan pagi menu lain ", kata Chen Si Lei menggendong Li Shao Ning dan di taruh di atas tempat tidurnya, lalu tirai tempat tidur tertutup kembali.
Li Shao Ning bangun merapikan pakaiannya usai melayani suaminya yang sudah bersiap untuk berangkat kerja di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung.
"Terimakasih atas sarapan pagi ku dari mu.Aku berangkat kerja dahulu ", kata Chen Si Lei menciumnya kembali seraya mencium perut buncit Li Shao Ning.
"Ya selamat bekerja dan sukses selalu untuk mu ", jawab Li Shao Ning berjalan keluar dari Istana Kaisar Tang Agung untuk mengantarkan Chen Si Lei ke dalam tandu nya yang di siapkan oleh para pasukan khusus untuk Kaisar Tang Agung.
Setelah itu Li Shao Ning masuk ke dalam tandu untuk mengunjungi Ibu Suri Ling untuk salam paginya sebagai seorang menantu pertama di keluarga besar dari Kekaisaran Tang Agung.
Istana Putri Yang Yang.
Yang Yang pun tak ingat kembali dengan peristiwa di dalam lubang rahasia di Istana Selir ke tiga puluh dua yang sudah di hancurkan oleh Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti untuk menolong mereka berdua dari dalam sana, setelah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melaporkan bahwa mereka berdua terjatuh ke dalam lubang di dalam Istana Selir Ke tiga puluh dua kepada para Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti yang segera sigap untuk menolong mereka berdua.
Kini Yang Yang sibuk dengan kegiatan sekolahnya di sekolah Putri Kekaisaran Tang Agung bersama para putri lainnya.
"Aku dapat puisi cinta yang baru ", kata Putri Yang Lan memperlihatkan surat isi puisi cinta dari Tse Tu yang menjadi idolanya yang baru.
"Ah Baguslah berarti dia ada perasaan juga untuk mu ",jawab Yang Yang dukung saudari tirinya menjalin hubungan pertemanan dengan Tse Tu.
"Bagaimana dengan mu apakah kamu sudah punya seseorang yang membuat mu jatuh cinta pandangan pertama ?", tanya Putri Yang Lan duduk di kursi taman pendidikan di sekolah putri.
"Hmm aku belum punya, aku masih belum tahu apa itu cinta pandangan pertama ",jawab Putri Yang Yang tersenyum sendiri.
"Hmm kau lambat sekali menjadi seorang gadis remaja yang sudah harus ada cinta monyet",kata Putri Yang Lan mengambil makanan dari kotak makan nya.
"Aku sudah ada tunangan untuk aku harus menikah pada usia delapan belas tahun ", kata Putri Yang Ying Ying ikut bergabung dengan mereka berdua.
"Adipati Luo Yan Zen tunangan mu yang sudah kami dengar dari Gege dan Ibu Suri Ling ?",tanya Putri Yang Yang memainkan sepatu nya.
"Ya aku sudah mendengar bahwa Luo Yan Zen seorang pria gagah perkasa yang sangat hebat sekali maka Gege menjodohkan aku dengannya",jawab Putri Yang Ying Ying berusia lima belas tahun.
"Aku turut bahagia mengetahui kau memiliki tunangan sehebat Luo Yan Zen",kata Putri Yang Lan membaca kembali surat cinta dari Tse Tu.
Yang Yang mendengarkan kedua saudarinya bicara tentang kekasih mereka yang sangat hebat sekali, namun Yang Yang melihat langit pagi hari ini dengan rasa bingung.
"Aku juga belajar musik untuk ujian praktik pada pagi ini",seru Putri Yang Mi yang berusia empat belas tahun datang bersama Putri Yang Zi yang berusia tiga belas tahun.
"Aku hari ini belajar untuk ujian ekonomi dari Guru Chi ",kata Putri Yang Zi yang sudah menyapa ketiga kakaknya.
"Aku masih ingin bermain gasing ", kata Putri Tang Yan menolak untuk sarapan pagi yang di bawakan oleh pengasuhnya.
"Tuan Putri harus sarapan pagi agar di sekolah anda bisa menerima pelajaran dengan baik ", kata pengasuhnya sabar melayani gadis kecil usia dua belas tahun ini.
"Aku ingin membaca buku punya mu ,Hian Cheng ", kata Putri Tang Li Lan yang berusia sebelas tahun datang ke sekolah bersama Putri Tang Hian Cheng yang membawa buku cerita nya.
__ADS_1
"Ya aku pinjamkan buku cerita ku",jawab Tang Hian Cheng memberikan bukunya kepada kakaknya.
Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung.
Chen Si Lei membuka dokumen mengenai rencana pembangunan jangka panjang di Kekaisaran Tang Agung terutama peningkatan mutu pendidikan di sekolah di daerah yang terpencil agar semua rakyat bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas baik.
"Kirimkan bantuan dana pendidikan untuk membantu rakyat desa bisa bahagia di masa depan ", perintah Chen Si Lei kepada Menteri Pendidikan dan para staff khusus kementerian pendidikan.
"Siap Paduka kami laksanakan !!", sahut Kementerian pendidikan dan staff nya.
"Kirimkan juga guru -guru hebat ke desa untuk mencerdaskan bangsa kita di masa depan bisa lebih baik lagi ", perintah Chen Si Lei.
"Paduka kita harus segera mengumumkan para sarjana yang sudah lulus sekolah daerah untuk masuk ke lembaga pendidikan tinggi Kekaisaran Tang Agung ", kata Dewan Agung bagian pendidikan.
"Ya pilih yang terbaik di antara tiga orang muda di daftar pengumuman sarjana terbaik yang bisa masuk ke lembaga pendidikan tinggi Kekaisaran Tang Agung dan sudah lulus sekolah bisa bergabung dengan kita ", kata Chen Si Lei.
"Baik Paduka hamba laksanakan ", jawab Dewan Agung bagian pendidikan.
"Baik kita istirahat sejenak.Jam satu siang aku lanjutkan kembali dan laporan dari bagian bisnis kirimkan segera kepada ku",perintah Chen Si Lei kepada para Dewan Agung pemerintahannya.
"Siap Paduka kami laksanakan !!",sahut para Dewan Agung pemerintahannya.
Chen Si Lei berjalan keluar menuju ke Istana Selir Agung pertama Shia Chu Chu untuk makan siang bersama Selir Agung pertama nya yang baru,namun di tengah jalan Chen Si Lei bertemu dengan Miya yang sedang berusaha untuk mengambil sesuatu di danau buatan di dekat pintu masuk ke dalam Istana khusus para Selir Agung nya.
"Hormat kami kepada Selir Agung ketiga Putri Miya ", sapa para pasukan Kaisar Tang Agung bersujud hormat kepada Miya.
"Koko Lei Lei ",panggil Miya bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Kau sedang apa di sini dan tidak memakai sepatu mu?",tanya Chen Si Lei meraih jemari Miya untuk berdiri.
"Sepatu ku terjatuh ke danau itu ", jawab gadis itu menunjuk ke sepatu di atas air danau buatan.
"Sepatu bisa di buat lagi yang baru tetapi jika kau sakit bisa membahayakan kesehatan janin mu yang merupakan anak ku",kata Chen Si Lei mengangkatnya untuk di bawa ke Istana Selir ke tiga.
Istana Selir Agung ketiga.
Miya cemberut karena Chen Si Lei memaksanya untuk berbaring di tempat tidur sepanjang hari itu.
"Aku bosan sepanjang hari di kamar tidur terus ", kata Miya menarik Chen Si Lei.
"Apakah kau sudah makan siang ?", tanya Chen Si Lei sabar menghadapi Miya.
"Belum. Aku tidak bisa makan sejak pagi hari ini karena mual dan muntah yang selalu mengganggu ku",jawab gadis itu memeluknya.
"Siapkan makan siang untuk Selir Agung ketiga Putri Miya",perintah Chen Si Lei kepada para staf khusus Selir Agung ketiga Putri Miya.
"Siap Paduka kami laksanakan !!",jawab para staf khusus Selir Agung ketiga Putri Miya mematuhi perintah Chen Si Lei.
"Kau harus tetap makan meskipun rasa mual dan muntah mengganggu mu untuk anak kita. Apakah kau tidak menyayangi anak mu sendiri di rahim mu?",ucap Chen Si Lei mengambil mangkuk isi makan siang untuk Miya.
"Iya aku tahu tapi aku belum terbiasa dengan keadaan ku saat ini ", jawab gadis itu menerima suapan makan siang dari Chen Si Lei berikan kepadanya dengan sabar.
"Ya aku mengerti, ayo makan lagi makanan mu ",kata Chen Si Lei menyuapi Miya makan siang.
"Kau sungguh baik sekali kepada ku. Aku ingin malam ini kau mengunjungi ku di Istana ku",kata Miya mendekati Chen Si Lei dan bersandar pada bahu pria hebat itu.
"Aku harus melihat jadwal kegiatan ku dahulu sebelum aku pastikan untuk aku bisa mengunjungi mu di istana mu ini ", jawab Chen Si Lei halus membelai lembut puncak kepala Miya.
"Hmm baiklah aku akan mengerti kesibukan mu sebagai kepala keluarga di Istana Kekaisaran Tang Agung ",kata Miya mencium pipi kanan Chen Si Lei usai minum air hangat dari Chen Si Lei berikan kepadanya.
"Kau istirahatlah dengan baik", kata Chen Si Lei membelai lembut Miya untuk gadis itu tidur siang.
Chen Si Lei melihat jadwal untuk kembali bekerja di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung.
"Aku harus kembali bekerja sekarang juga.Beritahu kepada Selir Agung pertama Shia Chu Chu bahwa aku untuk siang hari ini tidak bisa makan siang bersamanya tapi aku bisa ganti ke malam hari ini ", perintah Chen Si Lei kepada para staf khusus Selir Agung pertama Shia Chu Chu di pintu masuk ke Istana Selir Agung pertama.
"Siap Paduka kami laksanakan !!",sahut para staf khusus Selir Agung pertama Shia Chu Chu.
Usai Chen Si Lei pergi kembali ke Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung, Miya bersorak gembira karena ia berhasil menghalangi Shia Chu Chu bertemu dengan Chen Si Lei untuk makan siang bersama Shia Chu Chu sesuai jadwal untuk hari ini bagi Chen Si Lei.
"Malam ini aku harus cari akal untuk Koko Lei Lei bisa menemani ku lagi ", kata Miya cerdik sekali.
Namun Chen Si Lei pada sore hari usai bekerja di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung, ia mengunjungi Ibu Suri Ling untuk memenuhi panggilan dari Ibu Suri Ling untuknya.
Taman Nasional Istana Ibu Suri Ling.
Sore hari yang masih terang belum menunjukkan tanda - tanda malam akan tiba, Chen Si Lei mendengarkan cerita Ibu Suri Ling tentang banyak hal yang ingin ia ketahui.
"Huang ErNiang aku ingin tahu tentang perjalanan mu dengan kapal waktu itu untuk kepentingan apa ?", tanya Chen Si Lei seraya berbaring di pangkuan Ibu Suri Ling.
"Huang Ama mu ingin mencari pusaka pulau surga Es di utara tetapi karena badai dan serangan pihak musuh membuat kami terpisah dan aku diserang oleh musuh dan bertemu dengan mu ", jawab Ibu Suri Ling membelai lembut wajah Chen Si Lei dengan jemari nya yang halus .
"Hmm. Siapakah musuh sakti sesat yang menyerang kapal Huang Ama ?", tanya Chen Si Lei bangun dan berhadapan dengan Ibu Suri Ling yang mengupas kurma untuknya.
"Sekte Sesat Naga Hitam cabang lima ", jawab Ibu Suri Ling menyuapi Chen Si Lei makan buah kurma.
"Aku juga mendengar dari Pangeran Tua Yu kalau aku putra kalian. Apakah itu benar ?", tanya Chen Si Lei tampak muram.
"Iya itu benar sayang, kau adalah putra kandung kami yang kami berikan kepada Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl untuk menjaga mu sebagai putranya agar terhindar dari pihak musuh yang sudah banyak sekali membunuh saudara mu sebelum terlahir ke dunia",jawab Ibu Suri Ling menceritakan semua nya kepada Chen Si Lei.
"Huang ErNiang kau sungguh kasihan sekali ", kata Chen Si Lei menghapus air mata ibunya dengan jemari nya.
"Kau jangan khawatir tentang Mung Fan bukanlah saudari mu melainkan sepupu mu yang di asuh oleh Huang Ama atas permintaan terakhir dari Jenderal besar Ni sebelum wafat di medan perang di perbatasan",kata Ibu Suri Ling memberitahu Chen Si Lei tentang hubungan masa lalunya dengan Mung Fan bukan hubungan antara saudara tiri.
"Terimakasih atas informasi yang Huang ErNiang berikan kepada ku bisa buat aku tidak terlalu berdosa besar kepada Mung Fan ",kata Chen Si Lei merasa telah berdosa terhadap Mung Fan dan bayi yang di dalam kandungan Mung Fan yang ikut meninggal dunia di bunuh oleh Sekte Naga Langit Hitam.
"Adik -adik mu yang sebenarnya adalah Tang Yang Lan, Yang Ying Ying, Yang Mi ,Yang Zi, Tang Yan,Tang Li Lan,dan Tang Hian Cheng serta Yehonala ,dan adik kandung mu Yang Ying Ying dan Tang Hian Cheng ,sedangkan yang lainnya adalah adik -adik tiri mu dari para ibu mu yang lain yang bergelar Selir Agung dan sebagainya tetapi yang hidup hanya mereka saja ,sedangkan kakak -kakak mu serta adik -adik perempuan mu yang lainnya sudah meninggal dunia karena sakit keras kecuali Tang Mi Lan dan Tang Xiao Feng",kata Ibu Suri Ling terus terang cerita tentang keluarga besar Tang Si Lei yang sebenarnya.
"Lalu siapakah Yang Yang ?", tanya Chen Si Lei untuk menghitung jumlah saudara dan saudarinya yang meninggal dunia secara misterius juga menghitung yang masih hidup dan menjadi tugasnya untuk melindungi mereka.
"Yang Yang putri Ketua Kuil Langit kota Bei An yang menikah secara diam-diam dengan Ketua Sekte Pulau Surga Es .Ketika pulau kecil itu di serbu oleh pihak musuh di saat ketuanya sedang lemah ,kami menemukan Yang Yang di kapal ku yang terbakar dan tersesat ke arah timur .Kami membawanya pulang ke Istana Kekaisaran Tang Agung sebagai putri kami bertepatan dengan hari pertama kali kau tiba di Istana Kekaisaran Tang Agung. Yehonala di ambil oleh ketua Sekte Pulau Surga Es sebagai tukar menjaga keamanan keturunan mereka dan ayah mu ", jawab Ibu Suri Ling memberitahu semuanya kepada Chen Si Lei.
__ADS_1
"Keluarga Chen adalah kerabat luar ku ternyata. Aku berhutang budi terhadap keluarga Chen. Aku harus membalas budi mereka suatu saat nanti. Aku juga harus mempertemukan Yang Yang dengan kedua orang tuanya yang asli agar anak itu bahagia ", kata Chen Si Lei dalam hatinya.