
Putri Miya dan Xiao Li Ya melakukan perjalanan di malam hari ke gunung bunga Champa Merah Muda untuk mencari keberadaan Chen Si Lei yang mereka berdua cinta dengan sepenuh hati mereka, tetapi Chen Si Lei menghindari mereka berdua karena Chen Si Lei ingin setia terhadap Hua Erl dan Li Shao Ning yang menjadi dua orang wanita yang paling berharga bagi Chen Si Lei.
"Yang menjadi Kaisar Tang Agung itu siapa ?Aku atau kalian ?Berani sekali kalian mengganggu urusan wanita ku.Aku ingin Hua Erl tetap menjadi Permaisuri Hua Erl ku",kata Chen Si Lei mengancam akan menghukum mati siapa yang telah berani mengganggu Hua Erl setelah Nan Erl meninggal dunia karena sakit kanker rahim stadium akhir.
"Baik anakku sayang. Huang ErNiang tidak akan pernah menyakiti Hua Erl dan para wanita mu yang lain",tulis Ibu Suri Ling terkejut sekali melihat maklumat dari Chen Si Lei secara resmi dan tegas.
"Mengenai masalah Nyonya Selir ke tiga, Selir ke tujuh, selir ke dua puluh dan selir ke dua puluh tiga. Huang ErNiang bisa menunggu sampai saatnya tiba. Aku pasti akan penuhi permintaan Huang ErNiang",tulis Chen Si Lei tegas sekali kepada Ibu Suri Ling.
"Kirimkan dokumen yang terkait dengan masalah perkebunan kelapa sawit dan tebu kepada ku",tulis Chen Si Lei kepada menteri pertanian.
"Hukum mati Wakil dewan Agung bagian perkebunan kelapa sawit dan tebu",tulis Chen Si Lei kepada menteri hukum.
"Berikan daftar pejabat yang menjaga daerah kota Qing",perintah Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggunakan waktunya di dalam kamar tidur di salah satu rumah penduduk desa besar bunga Champa Merah Muda untuk melakukan tugasnya sebagai Kaisar Tang Agung dalam urusan pemerintahan.
Chen Si Lei mempunyai banyak menteri yang semuanya adalah Pendekar kaum bersih termasuk ada anggota Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti yang Chen Si Lei percaya untuk membantu dia di dalam pemerintahan dalam dan luar negeri Kekaisaran Tang Agung.
Maka Chen Si Lei menggunakan surat resmi yang di kirim melalui burung merpati yang kukunya di beri warna emas sebagai pengantar surat kerjanya kepada para menterinya yang berada di Ibukota Kekaisaran Tang Agung.
Chen Si Lei bisa menjalankan tugas sebagai Kaisar Tang Agung dan Pendekar Rajawali Emas Sakti secara seimbang untuk membahagiakan rakyat Tionggoan serta memberikan kebahagiaan untuk keluarga dan sahabat serta semua orang yang di kasihi nya.
"Meskipun aku berada di luar Istana Kekaisaran Tang Agung. Aku bisa jalankan tugas ku sebagai Kaisar Tang Agung untuk kalian semua bisa tenang dan tidak mengganggu urusan ku yang lain",tulis Chen Si Lei yang di umumkan secara langsung oleh Perdana Menteri Kekaisaran Tang Agung Lauw Yi Chen yang berjuluk Pendekar Burung Jangkung di dalam Balairung Utama.
"Aku harus selidiki kasus Huang Ama ku yang tidak bisa memiliki seorang putra satu pun baik di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung maupun di luar Istana Kekaisaran Tang Agung, padahal Huang Ama memiliki banyak istri di mana -mana, kenapa semuanya putri?",pikir Chen Si Lei di dalam kamarnya.
"Kasim Liu harus ku selidiki siapa dia sebenarnya ?", pikir Chen Si Lei lagi.
"Pangeran Muda Hao serta Pangeran Muda Phing Ming yang pernah aku kenal dan dekat, mereka juga harus ku selidiki untuk aku bisa melindungi para adikku, ahh Pangeran Muda Wei sudah tewas.Aku harus selidiki Pangeran tua Wei dan keluarganya. Aku sudah tolak lamaran mereka terhadap adikku Putri Yang Yang. Aku harus cari pengganti calon suami yang tepat untuk Yang Yang dan yang lain. Putri Tang Hian Cheng baru delapan tahun hahahaha ,mereka tidak bisa lamar adik kecil ku untuk kegilaan mereka terhadap kekuasaan",kata Chen Si Lei marah sekali kepada pihak para pangeran kerabat Kaisar Tang terdahulu yang menekan dirinya.
"Aku akan menjodohkan kesembilan adik ku pada usia mereka sudah cukup dewasa, yaitu pada usia delapan belas tahun.Jika masih ada yang berniat untuk melakukan pelanggaran terhadap masalah pernikahan untuk adik -adik ku.Aku akan hukum sesuai peraturan yang berlaku di Kekaisaran Tang Agung",tulis Chen Si Lei secara tegas dan resmi yang di umumkan secara langsung oleh dewan Agung bagian Keputrian khusus untuk adiknya.
"Untuk urusan pernikahan rakyat pun harus sesuai hukum yang berlaku juga harus memiliki prosedur resmi seusai usia dan kelayakan dalam rumah tangga, untuk urusan perdagangan internasional aku harus selidiki kelayakan berdagang untuk di jual atau di terima di dalam Kekaisaran Tang Agung",tulis Chen Si Lei.
Para menteri di dalam Kekaisaran Tang Agung menerima surat dari Chen Si Lei sebagai bukti bahwa mereka menjalankan tugas sesuai perintah Kaisar Tang Agung yang harus di jalankan secara baik sesuai hukum yang berlaku bagi semua orang yang terlibat di dalam pemerintahan Kekaisaran Tang Agung.
"Bila kalian lalai atau sengaja tidak sesuai perintah Paduka Kaisar Tang Agung. Kami akan melakukan standardisasi serta hukum sesuai dengan hukum yang berlaku di lingkungan Kekaisaran Tang Agung, yaitu hukuman mati bagi para pelanggaran terhadap tata tertib dan hukum yang sudah di tetapkan oleh Kaisar Tang Agung yang tidak membedakan status dan sebagainya",kata Perdana menteri Lauw Yi Chen yang mewakili Kaisar Tang Agung di dalam rapat paripurna di dalam Balairung utama Kekaisaran Tang Agung.
"Ibu Suri Ling anda juga di larang ikut campur urusan pemerintahan oleh Paduka Kaisar Tang Agung",kata Perdana Menteri Lauw Yi Chen menemui Ibu Suri Ling di Istana Ibu Suri Ling.
"Baik aku patuhi perintah Kaisar Tang Agung",jawab Ibu Suri Ling tegas dan keras kepada dirinya sendiri.
"Terimakasih atas kebijakan anda",kata Perdana Menteri Lauw Yi Chen mundur dari Istana Ibu Suri Ling.
Ibu Suri Ling tersenyum bahagia dan bangga atas keteguhan dan ketegasan hati Kaisar Tang Agung yang menjadi kebanggaan bagi Ibu Suri Ling sebagai ibunda Chen Si Lei.
"Kau memang putra sejati ku dan mantan Kaisar Tang dahulu",puji Ibu Suri Ling untuk putra semata wayang nya.
"Chen Lung Erl aku ingin kau menjaga rahasia kami untuk masa depan dinasti Tang Agung semakin Jaya",kata Ibu Suri Ling yang bicara ke Pendekar Naga Emas Sakti Selatan yang mengunjungi kuil Langit saat hari lahir nya Putra tunggal Kaisar Tang terdahulu.
"Apa anda ingin memberikan putra anda kepada hamba untuk hamba rawat sebagai putra hamba dan Tang Mi Lan yang juga melahirkan tiga orang putra kembar kami?",tanya Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl kepada Ibu Suri Ling.
"Ya karena semua putra suamiku telah di bunuh oleh orang yang ingin sekali bisa mendapatkan dinasti Tang kita,mereka para anak laki-laki suamiku baik dalam kandungan maupun setelah lahir semuanya meninggal dunia tanpa sebab yang jelas.Maka aku ingin kau menjaga putra ku yang satu -satunya milik Kaisar Tang Yu Feng .Aku percaya kamu karena kau suami dari Tang Mi Lan yang juga putri suamiku dari Selir Mi yang berasal dari kerajaan Yunani",pinta Ibu Suri Ling pada saat itu tepat hari raya musim semi melahirkan seorang bayi laki-laki di dalam Kuil Langit di Kota Bei An.
"Baiklah aku bersedia untuk membantu anda",kata Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl menerima bayi laki-laki Sang Naga Timur yang berasal dari rahim Ibu Suri Ling yang saat itu berusia delapan belas tahun dan sudah tiga kali melahirkan anak laki-laki tapi semuanya meninggal dunia secara tidak wajar.
Chen Lung Erl membawa bayi laki-laki itu tepat pada saat pulau emas selatan di serbu oleh para pasukan Sekte Sesat burung Merah yang berasal dari kerajaan sesat Raja Iblis Surga Ke Enam, dan Pendekar Naga Emas Sakti Selatan harus bertarung melawan mereka semua sambil menggendong bayi laki-laki milik ayah mertuanya yaitu Kaisar Tang Yu Feng dengan Permaisuri Ling Huan Cu.
"Celaka !!Mi Lan dalam bahaya!!", ucap Pendekar itu terkejut sekali karena ada tiga orang sakti masuk ke istananya dan menculik ketiga orang anaknya yang baru saja di lahirkan oleh istrinya yang sedang menyusui bayi orang lain yang tidak sengaja di selamatkan oleh istrinya pada sore hari sebelum hari musim semi tiba.
Tetapi Pendekar Naga Emas Sakti Selatan gagal melindungi anak -anaknya dari tiga orang penculik yang berbeda orang.
"Li Sa kau jangan ambil anak itu",kata Chen Lung Erl yang menaruh bayi Kaisar Tang Yu Feng di atas perahunya saat Pendekar itu sibuk bertarung melawan pria ganas yang berjuluk Dewa Petir yang menculik putranya hingga jatuh ke jurang di dekat pantai utara Tionggoan.
"Dia anakmu ",kata Wen Li Sa mengambil bayi laki-laki itu dan menaruh bayi Chen Lung Erl yang baru saja di culik oleh wanita sinting dan sakti itu dari Istana Chen Lung Erl di pulau emas selatan.
"Ei Li Sa...!!",teriak Pendekar Naga Emas Sakti Selatan terkejut sekali karena Wen Li Sa membawa kabur bayi Kaisar Tang Yu Feng.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak Dewa Petir tewas dalam serangan maut dari Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl yang balas dendam atas kematian putra ke tiga nya yang terjatuh ke jurang.
Pendekar itu segera berkelebat cepat untuk menolong putra keempat nya tapi ia gagal karena putra keempat nya jatuh ke laut samudera lepas oleh musuh sakti sesat yang berjuluk setan laut kuning.
"Laknat !!", hardik Pendekar Naga Emas Sakti Selatan membabat habis kepala pria tua sadis yang membunuh putra ke empat nya.
Crakkkkkk!!
"Anak ku kau harus aman",kata Pendekar Naga Emas Sakti Selatan berkelebat ke arah putra ke lima nya yang berada di tepi pantai pulau emas selatan karena di selamatkan oleh istrinya yang sudah sadar dari pingsan akibat serangan maut dari pihak musuh tetapi untungnya tidak terluka parah.
"Sayang kau tak apa-apa ?", tanya Pendekar itu memeluk istrinya yang depresi akibat musibah meninggalnya para putra mereka yang baru saja di lahirkan ke dunia.
"Bagaimana aku bisa baik-baik saja ??Aku kehilangan tiga putra ku !!",teriak Tang Mi Lan histeris.
"Tidak! ! Kau masih memiliki putra bungsu kita. Itu yang kamu pegang di tepi pantai ", kata Chen Lung Erl menunjuk ke bayi laki-laki mereka yang tersisa yang di sentuh oleh jemari istrinya.
"Bukan !!",teriak Tang Mi Lan mengambil bayinya dan melemparkan bayi ke laut.
"Aghhhhhh !!Tidak !!!", teriak Pendekar Naga Emas Sakti Selatan berkelebat cepat ke laut selatan untuk menolong bayinya yang di lempar oleh istrinya yang sudah gila.
Byurrr !!
"Tolong jangan ambil anak ku!!",teriak Pendekar itu berenang ke laut selatan yang menelan bayi laki-laki asli mereka.
"Bayi mu berada di tangan ku",kata seorang gadis lain yang berada di perahu.
"Ah siapakah kau?",tanya Chen Lung Erl melompat keluar dari air laut selatan dan tiba di perahu gadis aneh itu.
"Aku murid Sekte Naga Sungai Li ",jawab gadis itu menggendong bayi laki-laki nya.
"Ya aku sudah lihat saudari seperguruan mu yang menculik putra ku ke empat ku yang terjatuh ke jurang.Sekarang berikan putra bungsu ku",kata Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl menjulurkan tangannya untuk meminta bayi laki-laki nya di kembalikan kepadanya.
"Istri mu sudah hilang ingatan. Apakah dia sanggup merawat bayi kalian yang terkecil ini?",tanya gadis murid Sekte Naga Sungai Li.
"Iya kau benar tapi aku bisa merawat bayi ku sendiri..Aku bisa merawat ketiga anak terbesar ku",kata Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl.
"Baiklah aku serahkan bayi mu",kata gadis murid Sekte Naga Sungai Li.
Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl mengambil bayinya dari gadis Sekte Naga Sungai Li, tapi ada seorang pria ganas sekali menyerang mereka dari jarak jauh melalui kapal besar bajak laut selatan yang di kenal sebagai Iblis Laut Selatan.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Chen Lung Erl menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti naga emas sakti yang sangat hebat sekali menangkis serangan maut dari Iblis Laut Selatan yang sudah menyerang dengan ilmu mukjizat hawa sesat berbahaya bagi keselamatannya dan bayi laki-laki bungsunya.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Lung Erl bergerak cepat keluar dari perahu milik gadis Sekte Naga Sungai Li dan tiba di tepi pantai pulau emas selatan dengan selamat.
"Mi Lan kau mau kemana ?",itanya Pendekar itu terkejut sekali melihat istrinya lari keluar dari pulau emas selatan dalam keadaan tidak normal, maka Chen Lung Erl segera berkelebat cepat menotok istrinya hingga pingsan.
"Ah syukurlah aku bisa menolong mu",kata Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl membawa istri dan bayi bungsunya kembali ke Istana mereka yang berada di tengah pulau emas selatan.
Setelah hari itu, Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl sibuk merawat istri dan anak -anaknya dengan bantuan para pelayan istana nya, karena Chen Lung Erl adalah Raja Selatan yang sangat terkenal di Tionggoan sebagai seorang Pendekar kaum bersih tingkat tinggi.
"Aku akan memberi mu nama Chen Bu",kata Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl.
Tapi Chen Bu tidak bisa hidup lebih lama karena Tang Mi Lan kembali kumat gila nya, pada suatu malam Tang Mi Lan mengambil bayi Chen Bu dari dalam kamar tidur suaminya, lalu Tang Mi Lan mengambil bayinya dan membunuh bayinya yang di kira adalah ular berbisa berbahaya bagi keselamatan suaminya.
__ADS_1
"Oh tidak !!Mi Lan apa yang telah kau lakukan terhadap anak kita ?", tanya Chen Lung Erl menjerit kaget sekali karena Chen Bu tewas oleh ibunya sendiri.
"Dia siapa ??", tanya Tang Mi Lan bingung.
"Ahh aku bisa ikut gila karena mu",jawab Chen Lung Erl merasa sedih sekali.
"Semua karena kau sudah membawa bayi pembawa sial itu ke kehidupan mu ,maka keluarga mu tidak akan pernah bisa bahagia",kata seorang pria muda yang berjuluk Pendekar Bintang Selatan yang bernama Chen Ti yang juga saudara tua Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl.
"Bayi pembawa sial siapa yang kau maksud Chen Ti?",tanya Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl.
"Bayi laki-laki yang kau terima dari Permaisuri Ling Huan Cu yang menjadi istri kesayangan Kaisar Tang Yu Feng sang pengacau dunia dengan kelaliman nya dan kau menikah dengan putri dari Kaisar sialan itu!!Kau penyebab utama pulau emas selatan di serbu oleh para pasukan Sekte Sesat burung merah dari kerajaan sesat Raja Iblis Surga Ke Enam !!", teriak Pendekar Bintang Selatan Chen Ti.
"Diam kau Chen Ti !!Kau pikir aku tidak pernah tahu bahwa kau pengkhianat yang berada di rumah ku!!Kau lah yang memberitahukan kerajaan sesat tentang aku berjumpa dengan Permaisuri Ling Huan Cu yang bertepatan dengan hari lahirnya ke tiga orang anak laki-laki terkecil ku..Kau juga yang membuat ku kehilangan ketiga orang anak ku dan istri ku menjadi depresi!!Ku bunuh kau !!",hardik Chen Lung Erl menggunakan ilmu pedang naga emas sakti membabat habis kepala pria tua yang menjadi Pendekar Bintang Selatan Chen Ti.
Crakkkkkk !!
Chen Lung Erl menutup rahasia tersebut dari keluarganya, maka ia hanya cerita tentang Chen Ching yang jatuh ke lautan oleh pihak musuh kepada ketiga orang anaknya yang terbesar ketika Chen Song, Chen Lun dan Chen Li pulang ke pulau emas selatan, dan menceritakan pengalaman mereka bertiga yang berjumpa Chen Si Lei sang Pendekar Rajawali Emas Sakti.
"Ayah Chen Si Lei itu adik kami yang hilang yang memiliki tanda lahir titik merah di kaki kanannya ,dan anak itu di besarkan oleh bibi Wen Li Sa yang tinggal di pulau persik, lalu sekarang adik kami menjadi seorang Kaisar Tang Agung ,karena Chen Si Lei tidak sengaja menyelamatkan Permaisuri Ling Huan Cu yang telah mengangkatnya sebagai putra mereka",kata Chen Lun menceritakan tentang Chen Si Lei kepada ayahnya Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl.
"Kami juga berjumpa dengan Wu Dan Ren saudara kembar Chen Si Lei.Adik kami itu di besarkan oleh kepala suku Rilian dan belajar ilmu silat di Shaolinpai tetapi Wu Dan Ren tidak panjang umur dan ia tewas dalam serangan maut dari pihak musuh di desa kupu -kupu hitam",kata Chen Song menambahkan pengalaman.
"Saudara kembar Chen Si Lei yang lain adalah Chen Ching, dia meninggal dunia terjatuh ke laut oleh musuh sakti yang berjuluk Dewa Petir yang sudah aku bunuh di tebing pulau emas selatan ,dan Chen Si Lei adalah takdir dia sebagai Kaisar Tang Agung sudah aku lihat sejak dia dalam kandungan ibunya dan dia tidak bisa menjadi putra ayah dan ibu serta keluarga pulau emas selatan karena dia adalah Kaisar Tang Agung sedangkan kita rakyatnya yang harus menjaganya untuk keamanan dan keselamatan rakyat Tionggoan",kata Chen Lung Erl kepada ketiga orang anaknya yang terbesar.
"Suamiku berarti Chen Si Lei adalah putra kita yang terkecil, aku akan berikan pusaka ku kepada nya sebagai dukungan ku kepada putra kita",kata Tang Mi Lan yang sudah normal kembali kewarasan nya.
"Ya kita harus membantu Chen Si Lei wujudkan kedamaian dan kebahagiaan di dunia ini ",kata Chen Lung Erl yang merasa dirugikan karena Chen Si Lei ketiga putranya meninggal dunia, tetapi demi keluarganya.
Chen Lung Erl harus menjaga rahasia bahwa Chen Si Lei adalah putra kandung asli dari Kaisar Tang Yu Feng dengan Permaisuri Ling Huan Cu atau Ibu Suri Ling yang di culik oleh Wen Li Sa Si Rambut Emas Sakti dari Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl yang mendapat perintah dari Ibu Suri Ling untuk Chen Lung Erl menjaga putra Kaisar sebagai putra Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl dengan Tang Mi Lan Si Dewi Maut.
"Dia bukan putra kita tetapi pembunuh ketiga putra kita tetapi dia adalah adik mu sendiri Tang Mi Lan",kata Chen Lung Erl dalam hatinya teriris pisau perih sekali.
Sementara itu Wen Li Sa yang merasa senang sekali bisa mendapatkan bayi laki-laki yang wanita itu kira adalah putra dari pria yang di cintainya tetapi juga dia benci karena menolak cintanya, maka ia kadang sayang kepada Chen Si Lei juga kadang benci kepada Chen Si Lei.
Di tambah Wen Li Sa memiliki watak yang aneh karena obat perampas ingatan yang di konsumsi wanita itu tanpa sadar dari Chen Ti Pendekar Bintang Selatan yang ingin menggunakan ilmu mukjizat Wen Li Sa untuk membunuh Chen Lung Erl dan Chen Ti bisa menguasai kerajaan Selatan, tetapi Chen Ti gagal karena Wen Li Sa memiliki hawa murni yang membantu wanita itu berpikir jernih untuk menolong kekasihnya.
"Maaf aku tidak bisa membantu mu..Aku cinta Chen Lung Erl. Aku hanya ingin dia menderita kehilangan anaknya yaitu Chen Si Lei yang aku culik, ku rawat juga ku siksa bagai neraka dunia ", kata Wen Li Sa membuat jengkel Chen Ti.
Wen Li Sa heran sendiri melihat Chen Si Lei tumbuh dari hari ke hari dari seorang bayi merah menjadi pemuda remaja tanggung yang sangat tampan sekali tetapi kemiripan anak itu dengan Chen Lung Erl hanya wajah tetapi juga tidak mirip .
"Kau anak siapa sebenarnya ?Chen Si Lei ??!!", teriak Wen Li Sa menarik anak itu.
"Bibi Wen Li Sa tanya kepada ku ?Aku tidak tahu seharusnya aku yang tanya ke bibi siapa kedua orang tua ku?",tanya Chen Si Lei pada usia delapan tahun.
"Hmm ya kau cari sendiri saja jika kau sudah usia tujuh belas tahun dan setelah kau ku izinkan keluar dari pulau persik",jawab Wen Li Sa setiap kali di tanyakan oleh Chen Si Lei tentang orangtua bocah itu.
"Bibi Wen Li Sa kau ingin pergi ke mana ?", tanya Chen Si Lei pada usia empat belas tahun saat Wen Li Sa bersiap untuk pergi meninggalkan pulau persik dan Chen Si Lei untuk mengasingkan diri ke tempat asalnya dahulu.
"Kau tidak perlu tahu urusan ku. Aku hanya pesan kau harus temukan lima buah pusaka dunia persilatan yang harus kau miliki agar dunia menjadi milik mu dan aku bisa bangga karena aku yang sudah merawat dan mendidik mu",jawab Wen Li Sa sebelum meninggalkan Chen Si Lei dan pulau persik untuk selamanya.
Chen Si Lei termenung seorang diri di tinggal pergi oleh Wen Li Sa untuk selama nya, Chen Si Lei di temani oleh burung rajawali emas sakti yang menjadi kakak dan sahabat terbaik untuk Chen Si Lei.
"Hei kenapa aku bermimpi tentang Bibi Wen Li Sa ?", tanya Chen Si Lei terbangun dalam tidurnya di dalam kamar tidur di salah satu rumah penduduk desa besar bunga Champa Merah Muda.
Chen Si Lei tidak bisa terlalu lama terkejut dari mimpinya di pulau persik karena Chen Si Lei mendengar suara pertarungan di gunung bunga Champa Merah Muda yang harus Chen Si Lei lihat.
"Aku harus pergi ke gunung bunga Champa Merah Muda agar aku tahu ada apa di sana",kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke gunung bunga Champa Merah Muda ,dan setibanya Chen Si Lei di gunung bunga Champa Merah Muda.
Chen Si Lei melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bertarung melawan para musuh sakti sesat seorang diri di puncak gunung Bunga Champa Merah Muda, dan Chen Si Lei juga melihat Putri Miya bertarung melawan para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali di tempat lain, sedangkan Xiao Li Ya terlihat pucat berdiri jauh dari pertempuran tersebut.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memang mengejar kedua orang gadis yang sedang mencari keberadaan Chen Si Lei ke gunung bunga Champa Merah Muda, tetapi sekelompok orang musuh sakti sesat menghadang kedua gadis itu yang segera di kurung oleh para pasukan Sekte Sesat burung hitam cabang delapan.
Maka Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao segera menolong kedua gadis yang sedang di keroyok oleh kaum sesat itu dengan ilmu golok sakti yang sangat hebat sekali.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Crashhh !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu pedang bunga Lily dari Putri Miya.
Salah satu dari anggota musuh mencoba untuk menyerang Xiao Li Ya yang sama sekali tidak bisa ilmu silat, maka Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
"Pendekar Rajawali Emas Sakti ",kata Xiao Li Ya berlari ke dalam pelukan Chen Si Lei karena ketakutan di serang oleh musuh yang berhasil di bunuh oleh Chen Si Lei.
"Xiao Li Ya jangan khawatir kau aman bersama ku",kata Chen Si Lei halus kepada gadis itu
"Lei Lei tolong aku",kata Putri Miya terdengar cemburu saat Xiao Li Ya memeluk Chen Si Lei.
"Kau sungguh hebat kenapa kau minta tolong kepada ku",kata Chen Si Lei jahil.
"Ih dasar kau pria hati batu ginjal ", kata Putri Miya memaki Chen Si Lei.
"Dasar wanita bengal ", maki Chen Si Lei kepada gadis liar itu.
Tapi Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis sejumlah besar pria ganas yang menjadi lawan tangguh Putri Miya dengan ilmu pedang rajawali emas sakti sehingga berhasil menyelamatkan nyawa gadis nakal itu.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam para musuh dari berbagai penjuru arah gunung bunga Champa Merah Muda yang menyerangnya bersama Miya dan Xiao Li Ya dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Guo.
Cranggg !!
Cranggg !!
Cranggg !!
"Miya gunakan ilmu mukjizat burung putih untuk menghabisi mereka",kata Chen Si Lei memberi petunjuk kepada Putri Miya dalam menghadapi musuh sakti sesat yang mengurung mereka bertiga.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
"Iyaaa ", jawab gadis itu menggunakan gerakan burung putih yang terbang sayap membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat dengan hebat sekali.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
__ADS_1
"Hebat sekali kau",puji Chen Si Lei kepada Putri Miya yang bertarung melawan para musuh sakti sesat di samping kirinya dengan ilmu pedang mukjizat bunga Lily.
Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh habis oleh Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
"Kita harus kembali ke desa besar bunga Champa Merah Muda untuk selamatkan yang lain ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat ke desa besar bunga Champa Merah Muda.
Chen Si Lei sudah lenyap dari gunung bunga Champa Merah Muda, dan Chen Si Lei menghancurkan beberapa orang yang berpakaian serba merah menyala yang akan masuk ke desa besar bunga Champa Merah Muda.
Wuttttt ! !
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat angin topan menghantam hancur para musuh sakti sesat yang gunakan bom untuk menghabisi desa besar bunga Champa Merah Muda.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Duar !!
Blaarrrr !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei yang gunakan ilmu mukjizat membalikkan keadaan yang sangat hebat sekali sehingga para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala pria ganas yang ingin masuk ke dalam desa besar bunga Champa Merah Muda.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Putri Miya menggunakan ilmu pedang bunga Lily menghantam hancur para pria ganas yang ingin membunuh dirinya dan Xiao Li Ya yang sudah berhasil masuk ke desa besar bunga Champa Merah Muda untuk mencari Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti untuk melindungi rakyat dari serangan maut dari pihak musuh itu.
Wuttttt !!
Crashhh !!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat dari dalam desa besar bunga Champa Merah Muda menghantam hancur para musuh sakti sesat yang mengurung semua pintu keluar dari desa besar bunga Champa Merah Muda.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sangat hebat sekali.
Chen Si Lei berkelebat cepat ke seluruh wilayah bagian luar desa besar bunga Champa Merah Muda ,lalu Chen Si Lei menggerakkan kipas membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh Chen Si Lei.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan kipas untuk membabat habis para musuh sakti sesat dengan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Lei Lei kau sungguh hebat sekali ", puji Putri Miya melihat semua musuh sakti sesat tewas oleh Chen Si Lei.
"Terimakasih ", jawab Chen Si Lei sudah masuk ke desa besar bunga Champa Merah Muda untuk melihat rakyat.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti kami semua aman terlindungi oleh para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti serta dirimu yang sangat hebat sekali",kata para penduduk desa besar bunga Champa Merah Muda yang semuanya sehat dan selamat.
"Syukurlah Dewi Kuan Im melindungi kita semua dari musibah",kata Chen Si Lei.
"Rapikan kembali gunung dan pintu keluar desa besar bunga Champa Merah Muda ", perintah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Siap Paduka hamba laksanakan ", jawab Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Berkemaslah karena kita harus lanjutkan perjalanan kita",kata Chen Si Lei.
"Baik Paduka ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya.
"Aku juga ikut bersama mu",kata Putri Miya menggenggam tangan Chen Si Lei.
"Berkemaslah kau juga jika kau ingin ikut bersama ku",kata Chen Si Lei.
"Ya aku laksanakan",jawab gadis itu mencium pipi Chen Si Lei sebelum pergi ke rumah khusus untuk gadis itu tinggal selama di desa besar bunga Champa Merah Muda.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti bolehkah saya juga ikut bersama anda sebagai pelayan anda ?", tanya Xiao Li Ya memohon ikut kepada Chen Si Lei.
"Hmm baiklah aku izinkan kau ikut sebagai pelayan ku",kata Chen Si Lei ramah sekali kepada Xiao Li Ya.
"Terimakasih Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Xiao Li Ya segera berkemas.
Tak lama kemudian, mereka keluar dari desa besar bunga Champa Merah Muda untuk melakukan perjalanan ke arah kota kecil yang bernama kota kecil Kerbau Putih
"Kota kecil Kerbau Putih ",baca Xiao Li Ya di depan pintu masuk ke kota kecil Kerbau Putih.
"Wangi sekali masakan tercium oleh ku",kata Putri Miya sudah ingin sekali bisa mencoba makanan khas kota kecil itu.
"Dasar wanita hidung kerbau yang ada di otak mu adalah makanan saja",kata Chen Si Lei menjitak kepala Putri Miya yang tertawa-tawa riang gembira karena gadis itu sudah terbiasa dengan jitakan dari Chen Si Lei sejak kecil mereka.
"Makanan adalah sumber daya manusia yang paling penting",kata gadis cantik jelita yang nakal itu.
"Ada arak enak atau tidak ya ? ",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah ingin sekali minum arak yang menjadi favorit pria itu.
"Entahlah ", jawab Chen Si Lei juga ingin sekali minum arak untuk menghangatkan tubuhnya yang dingin karena udara awal musim semi.
"Ada arak putih yang segar",kata Putri Miya terdengar mengenal kota kecil itu.
"Bukankah kau baru saja tiba di daratan tengah ?", tanya Chen Si Lei heran sekali dengan gadis aneh dari pulau bunga Lily.
"Aku baru jumpa dengan mu lagi setelah lama tidak lihat kamu datang ke pulau bunga Lily ku bukan aku baru saja tiba di daratan tengah",jawab gadis itu seraya mendekatkan diri kepada Chen Si Lei yang segera menghindari gadis itu dengan berjalan cepat masuk ke kota kecil Kerbau Putih.
"Hei kau jangan dekat dengan ku",kata Chen Si Lei yang berjalan bersama Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Ah kau sombong sekali jadi pria ", kata Putri Miya mengejar Chen Si Lei.
"Ah pusing aku dengan mereka berdua",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Ya ", jawab Xiao Li Ya.
__ADS_1
Mereka berdua ikut masuk ke dalam kota kecil Kerbau Putih di belakang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang berjalan bersama Chen Si Lei yang di kejar oleh Putri Miya yang tertawa-tawa riang gembira menggoda Chen Si Lei.