
Chen Si Lei berkelebat cepat mendaki gunung bentuk lengkuas ini untuk bisa beri bantuan kepada Le Din Yin, Xiao Kai Zhong, Qu Tan Erl dan Bai Xiao man segera di desa daun sirih hijau yang terletak di kanan gunung bentuk lengkuas ini,Chen Si Lei sudah tiba di lokasi dengan benar.
Di tempat ini pertempuran sudah terjadi sejak beberapa jam yang lalu,dan Chen Si Lei berkelebat cepat menerjang maju untuk menghadapi orang sakti ganas wajah orang yang sangat jelas adalah orang dari kerajaan Mesir yang bersenjata ganas dengan kepala pada tongkat adalah kepala kalajengking yang menyeramkan dan sedang di hadapi oleh Le Din Yin secara hebat dan lihai.
Tetapi Le Din Yin sepertinya kewalahan menghadapi serangan maut dari seorang pria sakti ber senjata tongkat kepala kalajengking raksasa sehingga Chen Si Lei harus turun tangan sendiri untuk menghadapi orang sakti itu yang masih dapat di serang secara langsung oleh Chen Si Lei.
Wuttttt !!!!
Plakkkk !!!
Dessssssss !!!
"Aghh!!",teriak orang sakti itu terkejut sekali tangannya yang di buat untuk cepat menangkis serangan maut dari pria bertopeng yang sudah menerjang hebat ke arah nya itu merasa bergetar hebat dan kesemutan sehingga nyaris tongkat nya terlepas dari genggaman tangan nya.
"Le Din Yin mundurlah dan hadapi saja wanita yang sedang di hadapi oleh Xiao Kai Zhong, dan minta Xiao Kai Zhong hadapi musuh lain",perintah Chen Si Lei.
"Iyaaa !!", teriak Le Din Yin berkelebat cepat untuk menghadapi lawan dari Xiao Kai Zhong.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Bressssss !!!
"Aghhhhhh !!", teriak wanita sakti lawan Xiao Kai Zhong terkejut bertemu Le Din Yin yang sangat sakti ini.
"Xiao Kai Zhong hadapi musuh yang lain perintah dari Pendekar Rajawali Emas Sakti untuk mu",kata Le Din Yin yang segera di patuhi oleh Xiao Kai Zhong.
"Iya aku tahu !!!", teriak Xiao Kai Zhong berkelebat cepat ke musuh lain.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Xiao Kai Zhong sudah berhadapan dengan tiga orang putri dari Pangeran Muda Gu Chuan itu yang semuanya cantik jelita sekali tapi ganas bukan main.
"Hai tampan ayo bermain bersama kami",kata para gadis cantik jelita itu.
Xiao Kai Zhong terpesona dengan kecantikan ketiga gadis yang menjadi lawan ia saat ini, dan kecerobohan dia inilah di manfaatkan oleh para gadis untuk bunuh ia dengan cepat dan mudah.
Wuttttt !!
"Xiao Kai Zhong Awas. .!!",teriak Qu Tan Erl segera menolong pria it dari serangan tiga orang musuh sakti itu.
Plakkkkkk !!!
Dessssssss !!
Dessssssss !!
Dessssssss !!!
Qu Tan Erl berhasil menolong Xiao Kai Zhong dari kematian dan Xiao Kai Zhong segera sadar kembali dari ilmu sesat dari tiga orang musuh sakti itu.
"Kurang ajar berani sekali mempermainkan ku!!Aku bunuh kalian!!",hardik Xiao Kai Zhong marah kepada ketiga orang musuh sakti itu.
Wushhh !!!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak gadis sakti yang ketiga tewas oleh ilmu mukjizat milik Xiao Kai Zhong.
Wuttttt !!!
Crakkkkkk !!!
Xiao Kai Zhong membabat habis kepala gadis sakti kedua dengan cepat sekali.
Wuttttt !!!
Crakkkkkk !!!
Xiao Kai Zhong menerjang hebat dengan ilmu mukjizat Gunung Yang dan gadis putri Pangeran Muda Gu Chuan berhasil di penggal oleh Xiao Kai Zhong.
"Kurang ajar berani bunuh tiga orang putri ku!!!Aku bunuh kau!!",hardik wanita lain yang merupakan salah satu dari istri Pangeran Muda Gu Chuan itu.
Wuttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Xiao Kai Zhong terlempar jatuh ke rumput dan muntah darah segar di serang oleh istri ke tiga dari Pangeran Muda Gu Chuan.
"Xiao Kai Zhong !!", teriak Qu Tan Erl berkelebat cepat menolong Xiao Kai Zhong di saat yang tepat karena Xiao Kai Zhong akan di bunuh oleh istri ke tiga Pangeran Muda Gu Chuan.
Wuttttt !!!
Plakkkk!!!
Dessssssss !!
"Aghhhhh !!", teriak gadis itu terjatuh di sebelah Xiao Kai Zhong dan muntah darah segar juga oleh wanita sakti itu.
"Ku bunuh kalian berdua !!", hardik wanita itu mengerahkan ilmu hitam untuk Xiao Kai Zhong dan Qu Tan Erl tewas dalam keadaan mengerikan oleh pukulan hawa sakti dari wanita itu.
Wuttttt !!!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!!", teriak wanita sakti itu tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei kirimkan secara cepat dan hebat untuk menolong Xiao Kai Zhong dan Qu Tan Erl.
"Kau sungguh hebat sekali, kau melawan ku tapi kau masih bisa menolong teman -teman mu",kata Pangeran Muda Gu Chuan dengan suara cadel.
"Terimakasih atas pujian mu tapi aku harus tetap bunuh mu",kata Chen Si Lei.
"Kau tahu siapa aku??",tanya Pangeran Muda Gu Chuan memandang Chen Si Lei.
"Kau buronan Ratu Mesir yang menjadi sahabat ku..Aku harus hukum mati kamu di Tionggoan ini!!",hardik Chen Si Lei ganas sekali.
Pangeran Muda Gu Chuan terkejut sekali mendengar suara berwibawa sekali dari Chen Si Lei keluarkan sampai Pangeran Muda Gu Chuan merasa jantungnya akan putus oleh suara yang mengandung hawa mukjizat sangat hebat dan ganas yang jauh lebih hebat dari suara Ratu Kerajaan Mesir sendiri.
Wuttttt !!!
Crakkkkkk !!
"Aghhhhhh !!!", teriak Pangeran Muda Gu Chuan tenggorokan nya di penggal oleh Chen Si Lei sekali tebas saja.
"Kirim kepalanya ke Ratu Cleopatra",kata Chen Si Lei membungkus kepala pria itu dan di serahkan kepada wakil Ratu Cleopatra yang menyamar sebagai seorang anggota dari tim Adipati Luo.
"Terimakasih atas kebaikan Paduka pada Ratu kami di Kerajaan Mesir",kata pria itu menjura hormat kepada Chen Si Lei.
"Sama-sama aku dan Ratu mu adalah sahabat yang baik",kata Chen Si Lei ramah pada wakil Ratu Kerajaan Mesir ini.
"Paduka ada salam dari Ratu untuk Anda",kata wakil lain dari Ratu Mesir
"Salam apa ?", tanya Chen Si Lei tersenyum ramah pada wakil Ratu Mesir.
"Anda di minta untuk berkunjung ke Istana Kerajaan Mesir sebagai seorang tamu Beliau",jawab wakil Ratu Mesir satu ini yang sudah di kenal oleh Chen Si Lei saat ia berjumpa dengan Ratu Kerajaan Mesir di daerah Gurun pasir hitam sekitar dua atau tiga tahun lalu.
"Ah ya terimakasih atas undangan Ratu kepada ku,Beliau juga boleh berkunjung ke rumah ku .Kapan pun ia mau menemui ku",kata Chen Si Lei biasa saja.
"Baik hamba catat pesan Anda untuk Ratu kami",kata wakil Ratu Kerajaan Mesir itu tersenyum ramah pada Chen Si Lei.
Chen Si Lei melambaikan tangan untuk kedua orang wakil dari Kerajaan Mesir itu yang sudah pergi dari tempat itu, dan Chen Si Lei berkelebat cepat menghantam hancur perut musuh yang merupakan istri pertama Pangeran Muda Gu Chuan ini yang sedang di hadapi oleh Le Din Yin secara cepat dan hebat.
Wuttttt !!!
__ADS_1
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!!", teriak wanita itu tewas oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
"Chen Si Lei kau sungguh hebat sekali bisa berteman baik dengan Ratu Mesir",Le Din Yin terkejut dengan berita hangat ini.
"Hei kau jangan membuat isu tidak jelas ya",kata Chen Si Lei memperingati Le Din Yin jangan membuat gosip tentang hubungannya dengan Ratu Kerajaan Mesir.
"Ya aku tahu, aku akan tutup mulut ku rapat -rapat",kata Le Din Yin seringai pada wajahnya terlihat bahwa dia senang sekali bisa menyaksikan peristiwa hebat ini.
"Kami berdua hanya sebagai sahabat saja",kata Chen Si Lei menjitak kepala Le Din Yin untuk tidak berpikir negatif tentang hubungannya dengan Ratu Kerajaan Mesir.
"Tapi tidak ada salahnya bila kau ada hubungan istimewa dengan Ratu Mesir dan kalian berdua pasti sangat hebat dalam menyatukan kedua kerajaan melalui kau dan Ratu memiliki satu keturunan yang hebat",kata Le Din Yin seraya menyerang salah satu dari tujuh putra dari Pangeran Muda Gu Chuan yang sedang di hadapi oleh Xiao Kai Zhong dan Qu Tan Erl serta Bai Xiao man bersamaan.
"Hushh jangan bicara sembarangan",kata Chen Si Lei menegur sahabatnya.
Singggggg !!
Cranggg !!!
Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat sehingga pedang pria yang menjadi putra kedua dari Pangeran Muda Gu Chuan patah.
Wuttttt !!!
Crakkkkkk !!!
Chen Si Lei memenggal kepala musuh sakti itu secara cepat dan hebat sehingga enam orang musuh sakti lagi ter pucat -pucat wajahnya akan kesaktian Chen Si Lei perlihatkan kepada mereka ini.
Wushhh !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei sudah bergerak cepat menggerakkan pedang dan membabat habis ke lima orang musuh sakti itu sekaligus.
"Berhenti !!Mau kabur kemana kau??!!",hardik Chen Si Lei melemparkan pedang ke arah kepala orang yang ingin kabur darinya.
Wuttttt !!
Jlebbbb !!
Bruakkk !!
Orang sakti itu tertusuk pedang Chen Si Lei dan tewas seketika itu juga.
Chen Si Lei sudah lenyap dari tempat itu untuk membebaskan tawanan Pangeran Muda Gu Chuan di tempat lain.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Chen Si Lei melihat dua orang wanita bangsawan cantik di dalam penjara sedang di ikat rantai pada kedua lengan dan kedua kakinya dalam keadaan wajah pucat sekali.
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan pedang membuka pintu penjara dan Chen Si Lei segera masuk ke dalam penjara.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei sudah membebaskan kedua orang wanita tawanan itu dan mengajak mereka keluar dari rumah milik Pangeran Muda Gu Chuan dengan bebas.
"Tunggu",kata istri Bai Xiao man menahan Chen Si Lei untuk mengajak dia keluar dari penjara secepatnya.
"Bebaskan putri ku dulu dari ruangan khusus penjara anak kecil",jawab wanita itu.
"Xiao Xi ...!!",terdengar suara Bai Xiao man memanggil wanita itu dari pintu masuk ke dalam rumah ini.
"Xiao Man. .!!",wanita itu senang sekali bisa bertemu dengan suaminya lagi.
"Ibu..",kata Bai Xiao man memeluk ibunya dan istrinya.
"Di manakah Lu Wa berada?",tanya Bai Xiao man mencari putrinya di antara ibu dan istrinya.
"Dia di kurung di wilayah gunung menangis oleh Putri Xing Fei",jawab istrinya.
"Ayo kita harus segera menolong Lu Wa di gunung menangis",kata Bai Xiao man.
Mereka segera pergi ke gunung menangis yang jaraknya lumayan jauh dari desa daun sirih hijau, tapi mereka bisa sampai di gunung menangis dalam waktu tujuh hari, dan Chen Si Lei harus kirim pesan kepada Le Din Yin, Xiao Kai Zhong dan Qu Tan Erl untuk segera kembali ke desa daun sirih merah untuk lindungi Hua Erl dan kedua orang isteri mereka dan menunggunya di sana.
"Kami hanya menerima saputangan isi surat ini dari Chen Si Lei",kata Le Din Yin.
Hua Erl menerima saputangan isi surat dari Chen Si Lei kirim untuknya melalui Le Din Yin sampaikan.
"Terimakasih Le Din Yin",kata Hua Erl ramah kepada Le Din Yin.
Lalu Hua Erl menyimpan saputangan milik Chen Si Lei di dadanya untuk Hua Erl bisa merasakan kebersamaan dengan Chen Si Lei yang saat ini sedang menolong orang yang sedang dalam kesulitan.Hua Erl menyentuh saputangan ini dan Hua Erl bisa bersatu dengan Chen Si Lei.
"Ahh aku mual sekali",kata Hua Erl berlari ke arah kamar mandi dan muntah untuk dua hari terakhir ini.
"Paduka Selir Hua Erl apakah Anda baik -baik saja ?", tanya Zijie datang ke rumah dusun tempat menginap Hua Erl dan Chen Si Lei.
"Ya aku baik -baik saja",jawab Hua Erl membasuh bibirnya dengan saputangan.
"Apakah Paduka telah mengandung?",tanya Zijie memeriksa nadi Hua Erl secara cermat.
"Iya Zijie. Aku sudah hamil sekarang ini",jawab Hua Erl bahagia.
"Selamat Paduka Selir Hua Erl atas kehamilan pertama mu",kata Zijie ikut bahagia juga.
"Ya terima kasih Zijie kau juga harus menjaga kandungan mu yang sudah terlihat besar",kata Hua Erl menyentuh perut buncit Zijie.
"Ya kandungan ku sekarang sudah masuk tujuh belas minggu ",kata Zijie tertawa halus.
"Aku masih jauh karena baru masuk lima minggu",kata Hua Erl tersenyum lembut sekali kepada Zijie.
Sementara itu,Chen Si Lei mengikuti petunjuk Bai Xiao man menuju ke arah timur yaitu ke gunung menangis untuk menolong Putri Bai Xiao man yang di tawan oleh Putri Xing Fei yang juga merupakan tokoh sesat dari Sekte Bunga Champa Darah di wilayah lain yang belum di ketahui berada di mana markas nya.
"Di sini gunung nya??", tanya Chen Si Lei melihat gunung kecil yang terlihat indah juga bila di lihat dari dekat.
"Ya aku harus masuk ke dalam goa di gunung itu",kata Bai Xiao man sudah tidak bisa bersabar lagi untuk menyelamatkan putrinya.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei berkelebat cepat mengikuti Bai Xiao man masuk ke dalam goa itu, dan tiba-tiba goa tertutup rapat.
Bruak !!
"Hei jangan mengurung ku!!",teriak Chen Si Lei terkejut sekali karena dia terkurung dalam goa gunung menangis.
Di luar gunung menangis,Bai Xiao man tertawa terbahak berhasil menjebak Chen Si Lei dan mengurungnya di dalam gunung menangis untuk selamanya.
"Kita berhasil membunuh Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Bai Xiao man.
"Sekarang kita habisi istrinya dan kawan-kawan nya di desa daun sirih merah",
Seorang gadis cantik jelita merangkul Bai Xiao man dengan mesra bersama istri nya yang lain.
__ADS_1
"Xing Fei kau cantik sekali",kata Bai Xiao man mencium gadis samping kiri.
"Xiao Xi kau juga cantik sekali",kata Bai Xiao man mencium istrinya di kanan.
Ibunya tersenyum melihat kecerdasan putranya sambil memeluk cucu nya yang baru berusia lima tahun itu.
"Lu Wa ayo kau panggil dia ibu Xing Fei",kata Nyonya Besar Adipati Luo.
"Ibu Xing Fei",sapa gadis kecil itu kepada gadis cantik jelita yang memeluknya.
"Putri tiri ku yang cantik",kata Putri Xing Fei mencium dahi putri tirinya.
Mereka bersama -sama kembali ke desa daun sirih merah untuk melenyapkan Le Din Yin, Su Mu Yun, Xiao Kai Zhong, Zijie dan Hua Erl terutama Hua Erl selir Chen Si Lei yang lihai itu.
Le Din Yin dan Su Mu Yun sudah mengetahui niat jahat Bai Xiao man terhadap diri Chen Si Lei, maka mereka berdua diam -diam menyusul Chen Si Lei yang ikuti Bai Xiao man dan ibunya serta istrinya ke gunung menangis.Kini mereka berdua lihat Chen Si Lei terkurung dalam goa gunung menangis oleh siasat licik Bai Xiao man dan istrinya lakukan untuk membunuh mereka semua.
"Kita harus menolong Paduka dari goa itu",kata Le Din Yin segera mengajak Su Mu Yun berkelebat cepat untuk menolong Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Chen Si Lei keluar dari gunung menangis oleh dirinya sendiri yang gunakan ilmu mukjizat piramida sakti.
"Paduka Anda selamat",kata Le Din Yin dan Su Mu Yun gembira sekali melihat dia bisa mengeluarkan dirinya sendiri dari goa itu.
"Kita basmi Bai Xiao man sekeluarga sekarang juga",kata Chen Si Lei berkelebat cepat dan lenyap dari tempat itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Bai Xiao man dan keluarganya terkejut dengan kemunculan Chen Si Lei yang tiba di depan desa daun sirih merah dengan sikap garang sekali.
Wuttttt !!!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak Bai Xiao man sekeluarga tewas dalam serangan maut Chen Si Lei.
"Koko Lei Lei tolong kami!!!",teriak Hua Erl, Zijie,Qu Tan Er dan Xiao Kai Zhong bersamaan.
Bai Xiao man membakar desa daun sirih merah secara kejam sehingga sejumlah orang di desa ini terbakar hidup -hidup di dalam desa mereka.
"Kurang ajar! ! Jahanam mereka!!!",hardik Chen Si Lei marah sekali.
"Hua Erl. ..!!",
"Zijie. ..!!",
"Xiao Kai Zhong !!",
"Qu Tan Erl. ..!!",
"Kami berada di sini!!",balasan dari empat nya yang segera di cari oleh Chen Si Lei dan Le Din Yin dan Su Mu Yun.
Mereka kebingungan mencari tahu dimana Hua Erl, Zijie, Xiao Kai Zhong, dan Qu Tan Erl di kurung oleh Bai Xiao man untuk di bunuh hidup -hidup.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Paduka ikuti hamba",kata seorang pria lain tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
"Siapa kau ???", tanya Chen Si Lei waspada terhadap semua orang mulai saat ini.
"Hamba Luo Chang Sin putra ketujuh dari Adipati Luo", jawab pria itu sujud pada Chen Si Lei.
"Tidak ada waktu untuk ku bicara dengan mu!!Aku harus menyelamatkan Hua Erl, Zijie, Xiao Kai Zhong dan Qu Tan Erl !!", teriak Chen Si Lei emosi sekali.
Wuttttt !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei memenggal kepala Luo Chang Sin dengan emosi tinggi karena cemas pada keselamatan Hua Erl.
Syuutttttttt! !
Bressssss !!
Bruakkk!!!
Tanpa sadar telah membuka ruang bawah tanah yang penuh minyak bumi dan gas bumi sehingga ledakan besar terjadi di tempat itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
"Paduka ayo cepat kita pergi dari sini !!!",teriak Le Din Yin dan Su Mu Yun.
"Tidakkkkkkkkk !!", teriak Chen Si Lei terkejut sekali melihat semua hancur dalam waktu singkat.
Werrrrrrr !!
Bressssss !!!
Burung Rajawali Emas Sakti segera menolong Chen Si Lei dari tempat itu dengan sangat cepat sekali.
"Kakak rajawali emas sakti aku harus menolong Hua Erl",kata Chen Si Lei sedih.
Tapi semua sudah berakhir, Hua Erl telah tewas, Xiao Kai Zhong dan Zijie juga Qu Tan Erl juga semua warga desa di bawah ini hancur semuanya.
"Aghhhhhh !!", teriak Chen Si Lei sedih sekali.
Burung Rajawali Emas Sakti menurunkan Chen Si Lei di suatu tempat yang indah dan nyaman.
"Eh tempat apa ini?",tanya Chen Si Lei bingung melihat tempat indah.
"Koko Lei Lei !!", panggil Hua Erl memeluknya cepat.
"Paduka ", kata Xiao Kai Zhong dan Zijie
"Yang Mulia. ..!!",Qu Tan Erl.
Dan semua warga desa itu aman di tempat ini ,siapakah yang sudah menolong mereka semua ini dan memindahkan mereka semua di tempat aman ini???.
"Hormat pada Pendekar Rajawali Emas Sakti !!", seorang pria bangsawan gagah perkasa bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Siapa kau dan siapa kalian semua ???", tanya Chen Si Lei terkejut sekali melihat banyaknya orang bersujud hormat kepadanya.
"Hamba adalah Adipati Luo Yan Zen yang menguasai wilayah dua jurang ini dan mereka semua adalah sekte Walet Emas Sakti yang di pimpin oleh hamba",Luo Yan Zen menjelaskan dengan detail mengenai dirinya dan semua orang yang ada di belakang pria itu.
"Lalu apa yang telah terjadi di desa bawah sana dan bagaimana cara kamu dapat menolong mereka?",tanya Chen Si Lei menyelidiki dengan detail juga.
"Desa bawah memang ada aliran gas bumi di bawah tanah yang menyatu dengan tambang batu bara dan minyak bumi di ujung desa itu,maka sekali ada sinar akan meledak semua yang berada di bawah sana,ayah dan kakak hamba tidak akrab dengan hamba yang selalu menentang niat mereka yang ingin menguasai tanah di bawah sana tanpa perlu di ketahui oleh pemerintah pusat di Kekaisaran Tang Agung,maka mereka mempelajari ilmu sesat dengan aliran yang berbeda tetapi tetap sama dengan Iblis Surga Ke Enam yang belum di ketahui berada di mana dan siapa saja mereka itu,ayah dan kakak hamba mereka merasa ketakutan dengan kedatangan Anda secara tiba-tiba di desa bawah sana, maka mereka ingin membunuh Anda dan semua orang di desa ini untuk menutupi dosa mereka terhadap Kekaisaran Tang Agung.Hamba yang mengetahui hal ini segera melakukan tindakan untuk menyelamatkan para penduduk desa itu dan terutama untuk menyelamatkan diri Anda dan Paduka Selir Hua Erl yang berada tapi hamba hanya bisa menolong diri Paduka Selir Hua Erl dan para penduduk desa itu secepatnya untuk di tempatkan di desa kesunyian ini karena hamba tidak tahu bahwa Anda masih berada di desa itu, dan tahu-tahu Anda meledakkan semua yang berada di berada di bawah sana dan untungnya burung Paduka cerdas sekali dapat menyelamatkan Paduka dan kawan-kawan Paduka secara cepat dan hebat sekali",jawab Luo Yan Zen dengan sikap seorang kesatria yang sejati sehingga Chen Si Lei mempercayai pria ini.
"Ya aku sudah mengerti sekarang, tidak apa-apa terutama kamu dapat menolong mereka semua karena mereka jauh lebih penting daripada aku,karena aku dapat menyelamatkan diri ku sendiri..Aku ucapkan terima kasih atas bantuan yang kau berikan kepada mereka semua..Aku berikan maklumat untuk mu menjadi Adipati Luo yang baru untuk dapat menjamin keamanan masyarakat sekitar wilayah ini dengan baik dan benar",ucap Chen Si Lei dengan tenang dan tegas.
"Terimakasih Paduka!!",sahut Adipati Luo Yan Zen bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Satu lagi karena jasa mu terhadap rakyat dan Selir ku.Aku akan menjodohkan mu dengan salah seorang dari tujuh adik ku yaitu Putri Yang Ying Ying, tapi kalian berdua akan menikah setelah aku kembali ke Istana Kekaisaran Tang Agung usai aku selesaikan misi ku",kata Chen Si Lei menyerahkan surat pernyataan ini dan ia beri stempel resmi kepada Adipati Luo Yan Zen.
"Terimakasih banyak Paduka!!",jawab Adipati Luo Yan Zen tulus hati kepada Chen Si Lei.
Chen Si Lei mengedarkan pandangan mata ke seluruh rakyat yang bersujud pada dirinya dan melihat seluruh orang itu sehat dan selamat juga desa kesunyian kini telah ramai oleh para penduduk desa ini dan di dataran tinggi ini lahan pertanian, perkebunan, dan peternakan pun sangat menjanjikan untuk kesejahteraan rakyat di sekitar lokasi ini.
"Baiklah aku akan segera melanjutkan perjalanan ku",kata Chen Si Lei halus pada semua rakyat nya.
"Hidup Pendekar Rajawali Emas Sakti !!!Hidup Kekaisaran Tang Agung!!!!!",
__ADS_1
Sorak sorai para penduduk desa kesunyian berbahagia untuk mengucapkan rasa syukur atas perhatian dan kasih sayang Chen Si Lei terhadap mereka semua.
Chen Si Lei dan Hua Erl serta Le Din Yin dan Su Mu Yun serta Xiao Kai Zhong dan Zijie segera pergi dari tempat itu dengan di antar oleh Adipati Luo Yan Zen ke kota Cheng untuk mengunjungi tempat itu.