
Setibanya rombongan Chen Si Lei yang baru di depan pintu masuk menuju ke dalam Istana Kerajaan Bhutan, mereka semua sudah di sambut dengan meriah oleh para pasukan kerajaan Bhutan beserta para selir Chen Si Lei dan ke empat orang pengikut lama Chen Si Lei yang sudah bersujud hormat kepada junjungan mereka cintai dan kagumi serta di hormati dan di segani .
"Selamat datang kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti di Istana Kerajaan kami di Bhutan ", sambut Raja dan Ratu Bhutan beserta rombongan anggota keluarga nya.
"Salam Sejahtera kepada Pangeran Muda ",sambut para selir Chen Si Lei yang terdiri dari Liu Ci Xian, Xue Erl, Xiao Lin, Xiao Zhao, Shia Chu Chu dan Putri Sin Mi serta Zhao Shao Ran.
"Salam hormat kami kepada Tuan Muda ", sambut Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Si Burung Jangkung Lauw Yi Chen, Si Mata Satu Yu Erl dan Si Tangan Sakti.
"Bangunlah semua ", kata Chen Si Lei menggunakan lambaian tangan untuk memberikan isyarat bahwa mereka semua sudah boleh berdiri kembali.
"Yang Mulia Raja dan Ratu Bhutan salam sejahtera juga untuk kalian berdua dari ku",jawab Chen Si Lei menjura hormat kepada Raja dan Ratu Bhutan.
"Mari masuk ke dalam Istana kami untuk beristirahat serta merayakan hari yang bersejarah bagi kita semua yaitu dengan kedatangan Pangeran Muda Tang Si Lei atau Pendekar Rajawali Emas Sakti di istana kami yang juga pahlawan kami yang telah menyelamatkan nyawa kami sekeluarga dari musuh -musuh kami ",ucap Raja Kerajaan Bhutan menyambut kedatangan Chen Si Lei dengan hormat.
Setelah Chen Si Lei beristirahat di dalam kamar Istana Kerajaan Bhutan selama satu hari penuh ,Chen Si Lei menghadiri acara pesta yang di gelar oleh Raja dan Ratu Bhutan beserta anggota keluarga besar kerajaan Bhutan untuk menyambut kehadiran Chen Si Lei dan kawan-kawan nya sebagai tamu istimewa mereka.
Raja dan Ratu Bhutan meminta kepada Chen Si Lei dan kawan-kawan nya untuk bersulang minum arak bersama mereka yang di sambut baik oleh Chen Si Lei dan kawan-kawan nya dengan hormat dan sopan santun yang mengagumkan hati Raja dan Ratu Bhutan terhadap Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.
Lalu di tengah acara pesta tersebut, putri Gangga Dewi mempersembahkan tarian khas Kerajaan Bhutan untuk Chen Si Lei dengan tujuan untuk memikat hati Sang pujaan hati dari Putri Kerajaan Bhutan itu, tarian yang di persembahkan oleh Putri Gangga Dewi sungguh sangat indah sekali.
"Cantik sekali tarian Sang Putri Bhutan ", puji para pengikut setia Chen Si Lei.
"Wahhhhhhh indahnya tarian tuan putri ", puji para selir Chen Si Lei ramah.
"Terimakasih banyak atas pujian kalian semua untuk tarian dari Putri Gangga Dewi kami",kata Ratu Kerajaan Bhutan merendah.
"Bagaimana menurut penilaian Anda tentang seni tari yang di persembahkan oleh Putri kami di hadapan Anda,Pangeran Si Lei ?", tanya Raja Kerajaan Bhutan nada hormat dan ingin sekali Pangeran Kekaisaran Tang ini menerima Putri nya untuk di persembahkan kepada Chen Si Lei.
"Sangat indah dan cantik jelita ", puji Chen Si Lei jujur dan hormat.
"Apakah Anda menyukai Putri Gangga Dewi kami ?", tanya Raja Kerajaan Bhutan terus terang sehingga Putri Gangga Dewi menundukkan kepala nya karena malu dan berdebar kencang takut di tolak oleh Pangeran Kekaisaran Tang pujian hati nya.
"Iya aku menyukai Putri Gangga Dewi ", jawab Chen Si Lei tahu maksud hati dari Raja dan Ratu Bhutan .
__ADS_1
"Bagus sekali. Jika Anda merasa senang terhadap putri kami. Kami akan berikan Putri Gangga Dewi kepada Anda ", kata Ratu Kerajaan Bhutan menghampiri putri nya untuk di serahkan kepada Chen Si Lei.
"Salam Sejahtera kepada Pangeran Si Lei ", kata Putri Gangga Dewi bersujud pada Chen Si Lei.
"Terimakasih..Terima kasih ", kata Chen Si Lei menjura hormat kepada Raja dan Ratu Bhutan seraya mengangkat tangan untuk Putri Bhutan itu.
"Yang Mulia selain kami memberikan Putri Gangga Dewi kepada Anda. Kami juga ingin mempersatukan Kerajaan Bhutan dengan Kekaisaran Tang dengan sebuah pernikahan yang akan kami berikan kepada Anda serta tanda kuasa bahwa Anda telah mempererat hubungan dengan kami di Kerajaan Bhutan ", kata Raja Bhutan .
"Pangeran Si Lei ",Kasim Ma memberi hormat kepada Chen Si Lei.
"Paduka Raja jika masalah pernikahan ku,aku hanya bisa menyerahkan segala keputusan untuk ku kepada Ayahanda Kaisar Tang di Istana Kekaisaran Tang, aku tidak berhak atas diri ku sendiri ", jawab Chen Si Lei sopan.
"Baiklah, kami mengerti. Kami akan segera mengirimkan permintaan dari kami kepada Kaisar Tang yang akan memutuskan untuk menerima atau tidak maksud baik kami ", kata Raja Kerajaan Bhutan segera kirim orang ke Kekaisaran Tang.
"Terimakasih atas pengertian dari Paduka Raja terhadap aku",jawab Chen Si Lei nada hormat.
Chen Si Lei dan kawan-kawan nya di minta untuk tinggal beberapa hari di dalam Istana Kerajaan Bhutan untuk menunggu jawaban dari permintaan Raja dan Ratu Bhutan kepada Kaisar Tang, dan Chen Si Lei menunggu dengan sabar seraya dia menikmati keindahan alam Kerajaan Bhutan bersama para pengikutnya.
Taman Istana Kerajaan Bhutan.
"Bagus sekali ", puji Chen Si Lei tersenyum ramah pada para dayang istana .
"Terimakasih Paduka Pangeran ", sahut para dayang istana bersujud hormat .
"Koko silakan di minum arak khas istana Bhutan ", kata Putri Gangga Dewi sujud seraya memberikan secangkir arak untuk Chen Si Lei.
"Terimakasih Gangga Dewi ", kata Chen Si Lei lembut kepada selir baru nya itu.
Bressss !!
"Aghhhhhh !!", pekik seseorang dari sisi semak belukar dalam taman Istana tewas oleh siraman arak Chen Si Lei.
"Ada apa ini ?",tanya para selir Chen Si Lei berkumpul di dekat Chen Si Lei.
__ADS_1
Brrrrrrrrrrrrr! !
Salah seorang pengikut setia Chen Si Lei berkelebat cepat dan kembali membawa seorang pria tewas di hadapan Chen Si Lei.
"Hormat pada Pangeran Si Lei ",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melemparkan jasad pria itu untuk di periksa oleh Si Tangan Sakti.
"Apakah ada pengkhianat di dalam Istana ini?",tanya Chen Si Lei tajam kepada para pengawal kerajaan Bhutan.
"Ada yaitu Pangeran kesepuluh yang masih saudara Putri Gangga Dewi yang ada masalah dengan Raja ",jawab salah seorang dari anggota pengawal kerajaan itu.
"Habiskan para pengkhianat itu untuk kepentingan kita bersama ", perintah Chen Si Lei kepada para pengawal Raja Bhutan dan kepada Si Tangan Sakti serta Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Siap Paduka hamba laksanakan ", sahut mereka semua lalu pergi untuk jalankan perintah Chen Si Lei.
"Gangga Dewi ", panggil Chen Si Lei menarik pinggang selir nya untuk duduk di pangkuan nya.
Gangga Dewi mematuhi perintah Chen Si Lei yaitu duduk di pangkuan pemuda itu yang membelai lembut wajahnya sambil menerima minuman segar dari Xiao Lin dan makanan dari para selir lain nya, Chen Si Lei mengucapkan terima kasih pada para selir dengan ciuman hangat yang di persembahkan oleh Chen Si Lei secara adil untuk para selir nya.
"Lima Paman bunuh Ratu Kerajaan Bhutan untuk ku ",perintah Chen Si Lei kepada lima orang aneh dari lembah penjahat barat.
"Siap Paduka ", sahut lima orang aneh itu serentak.
"Kakek Dewa Langit Barat habiskan dua puluh lima Sekte Penguasa Barat yang sudah kau ketahui markas besar mereka berada di bagian timur Istana Kerajaan Bhutan ini",perintah Chen Si Lei kepada kakek Dewa Langit Barat.
"Kami bertiga siap membantu kakek ",sahut ketiga gadis kembar marga Xiao itu.
"Kalian bertiga temani aku ",perintah Chen Si Lei kepada tiga gadis Xiao.
"Lauw Yi Chen dan Yu Erl kalian berdua bantu kakek Dewa Langit Barat habiskan sekte penguasa barat sampai tuntas ", perintah Chen Si Lei kepada Si Mata Satu Yu Erl dan Si Burung Jangkung Lauw Yi Chen.
"Siap Paduka ", sahut keduanya patuh kepada Chen Si Lei lalu berkelebat lenyap.
"Kalian semua temani aku ke istana paling belakang di Istana Kerajaan Bhutan ini ", perintah Chen Si Lei kepada para selir nya.
__ADS_1
"Siap koko ", sahut para selir Chen Si Lei lembut.