Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Perjalanan Kembali Ke Ibukota Kekaisaran Tang Agung 2.


__ADS_3

"Aghh apa yang telah terjadi pada mereka yang berada di belakang kita ?", tanya rombongan dari Kaisar Tang Agung yang berada di depan rombongan kereta kuda yang mengawal kereta kuda Putri Yuan Chao Yue.


Mereka tidak sempat untuk melihat dan mengetahui apa yang telah terjadi pada kawan-kawan mereka di belakang mereka karena adanya serangan sejumlah anak panah api menyerang mereka dari berbagai penjuru arah dari rombongan mereka.


Wushhh !!


Werr!!!


Brussshhhhh !!


"Aghhhhhh !!", teriak para pasukan keamanan dan keselamatan Kekaisaran Tang Agung tewas hancur oleh serangan maut dari pihak musuh yang di pimpin oleh dua orang sakti sesat dari Sekte Sesat Naga Hitam yang berdiri di atas tebing -tebing tandus ber kerumunan pohon -pohon kaktus.


" Celaka! ! Para pasukan musuh sudah menyerang rombongan kita!!",teriak para anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah berkelebat cepat untuk menghadapi serangan maut dari berbagai macam senjata tajam dan senjata rahasia milik musuh yang beterbangan ke arah mereka.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Brussshhhhh !!


Duar !!


"Lindungi Kaisar Tang Agung dan Permaisuri Sin Yue Qing serta Putri Yuan Chao Yue !!", teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah menyerbu dengan ganas sekali untuk melindungi Kaisar Tang Agung di dalam kereta kuda pertama.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Cranggg !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Lu Sin Liong menggerakkan pecut kuda ke sekeliling kereta kuda Putri Yuan Chao Yue dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Thai San menangkis serta membalas serangan maut dari pihak musuh secara cepat dan hebat sekali sehingga para musuh tewas hancur oleh serangan balik dari Lu Sin Liong.


Wuttttt !!


Bressssss !!


" Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Lu Sin Liong.


Wu Zijia sudah mengeluarkan belati untuk menghadapi para musuh yang sudah datang untuk menghabisi mereka terutama Kaisar Tang Agung dan Permaisuri Sin Yue Qing serta Putri Yuan Chao Yue dengan ilmu mukjizat belati sakti nya.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Lao Gu berkelebat cepat menghantam hancur para musuh sakti sesat dengan ilmu mukjizat telapak sakti bumi menghantam hancur para musuh yang ingin dekat dengan kereta kuda Kaisar Tang Agung.


Wushhh !!


Bressssss !!


" Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari Lao Gu.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala pria ganas yang ingin bergerak cepat menuju ke atap kereta kuda Kaisar Tang Agung.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Xiao Tong dengan licik sekali menyerang Putri Yuan Chao Yue dengan pisau belati yang sudah ia siapkan begitu ia mendapatkan tanda dari pimpinannya untuk menyerang keluarga Kaisar Tang Agung secara diam-diam tanpa di ketahui oleh seorang pun di dalam kereta kuda.


Singggggg !!


Xiao Tong diam-diam mendekati Putri Yuan Chao Yue dengan duduk di samping putri itu dan ia menyelipkan pisau belati ke pinggang kecil Putri Yuan Chao Yue dan ia menusuk pisau belati hingga tembus ke daging pinggang Putri Yuan Chao Yue yang kaget sekali karena ia di tusuk pisau belati oleh Xiao Tong.


Jlebbbb !!


"Agh !!", teriak gadis itu berlumuran darah dari pinggangnya dan mengejutkan hati Mei Yan dan Ying yang duduk di sampingnya.


" Ahhh Tuan Putri apa yang telah terjadi pada anda ?!", teriak Ying pucat sekali.


Mei Yan melihat Xiao Tong menggerakkan pisau belati ke arah nya dan Ying,maka ia segera mendorong Ying hingga jatuh keluar dari kereta kuda dan ia tewas di bunuh oleh Xiao Tong yang sudah melompat keluar dari kereta kuda untuk bunuh Ying yang berguling di tanah dan segera bersembunyi di balik semak belukar di tepi jalan.


" Sial di mana gadis kecil laknat itu ?!", geram Xiao Tong dengan sepasang mata ganas sekali.


Sebuah pecut memotong leher gadis kecil itu dengan gerakan menarik kencang hingga lepas dari lehernya dari samping atas kereta kuda Putri Yuan Chao Yue.


Crakkkkkk !!


Xiao Tong tewas terpotong oleh pecut milik Nona Yan Xiao Yence yang sudah tiba di tempat itu untuk menolong Ying.


" Ying jangan takut ada cici Xiao Yence yang akan menjaga mu ",kata Nona Yan Xiao Yence meraih jemari Ying dan mengajaknya ke kereta kuda Kaisar Tang Agung.


" Putri Yuan Chao Yue bangunlah dan jangan berpura - pura meninggal dunia karena tusukan pisau belati itu menembus kantong darah rusa kemarin malam kau simpan untuk melindungi diri mu ",kata Chen Si Lei yang menepuk pipi kiri sepupunya yang pura -pura tertusuk pisau belati seorang mata -mata musuh yang bersembunyi di antara temannya dalam kereta kudanya.


" Ah tapi aku sudah menyebabkan Ying kehilangan ibu kandungnya yang sudah mengorbankan nyawanya untuk menolong ku ",kata Putri Yuan Chao Yue dengan nada bersalah dan sedih saat ia menatap Ying yang sudah hadir dalam kereta kuda milik kakak sepupunya itu.


" Tuan Putri tak perlu merasa bersalah karena ibuku sangat hebat sekali sebagai seorang prajurit sejati yang melindungi anda sebagai majikannya dan mulai saat ini hamba yang akan menggantikannya sebagai pelayan pribadi anda ", jawab Ying tersenyum tegar.


" Ah Ying, aku tidak pernah menganggap mu sebagai pelayan ku tetapi adikku sendiri ", kata Putri Yuan Chao Yue memeluk gadis kecil itu dengan kasih sayang persaudaraan.


" Sui Lien kau turunlah dan hadapilah serta habisi pimpinan kelompok orang yang sudah berani mengganggu perjalanan ku ",perintah Chen Si Lei kepada Sui Lien yang segera mematuhi perintahnya.


" Siap Paduka hamba laksanakan ", jawab Sui Lien berkelebat cepat turun dari kereta kuda milik Kaisar Tang Agung.


Brrrrrrrrrrrrr !!

__ADS_1


Sui Lien sudah menggerakkan telapak tangannya untuk menghadapi ilmu tapak racun milik Raja Penyamun Utara dengan sangat hebat sekali sehingga pria gemuk dan ganas itu terjengkang karena serangan maut dari Sui Lien yang sudah menolong Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah berkelebat cepat ke arah kelompok lainnya.


Wuttttt !!


Plakkkk !!


Dessssssss !!


"Aduhhh !!", teriak Raja Penyamun Utara terkejut sekali karena telapak tangannya berlubang.


" Rasakan ini hukuman mati dari ku ",kata Sui Lien menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti awan putih Zhangjiajie yang ia kerahkan melalui telapak tangannya ke arah kepala musuhnya yang sudah berusaha keras untuk menghindari telapak tangannya.


Wushhh !!


Plakkkk !!


Dessssssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak Raja Penyamun Utara tewas dalam kepalanya hancur oleh ilmu mukjizat telapak sakti awan putih Zhangjiajie milik Sui Lien.


" Wah kau hebat sekali, Nona Sui Lien ", kata Lu Sin Liong tersenyum ramah dan hangat kepada gadis jelita itu.


" Kau juga hebat sekali, tuan Lu ",ucap Sui Lien dengan nada halus dan senyum manis sekali kepada Lu Sin Liong yang segera memperlihatkan kepandaiannya dengan menyerang Rahib Tua Sesat yang sudah turun dari tebing -tebing tandus dan berniat untuk menyerang kereta kuda Kaisar Tang Agung dengan ilmu sakti hawa sesat.


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


Rahib Tua Sesat terkejut sekali karena ia di tangkis oleh seorang pria muda yang tahu -tahu berada di hadapannya dengan senyuman dingin sekali.


" Bocah laknat siapa kau mengganggu urusan ku !!Apakah kau tidak takut mati oleh ku Rahib Sakti Utara !!",hardik Rahib Tua Sesat yang sudah menggunakan tangannya yang terbuat dari besi tajam dan berracun ganas sekali untuk hadapi pria muda itu.


Tetapi Lu Sin Liong sama sekali tidak pernah gentar dan takut menghadapi Rahib Tua Sesat yang menggunakan tangan besi tajam dan berracun ganas sekali, ia menggerakkan punggung tangannya menampar tengkuk Rahib Tua Sesat yang cepat menangkis serangan tangannya dengan bergerak tangan besi untuk ambil dan menarik tangan musuhnya.


Wuttttt !!


Lu Sin Liong menggunakan telapak tangan yang lainnya menyerang pelipis Rahib Tua Sesat dengan ilmu mukjizat telapak sakti bunga seroja Gunung Thai San.


Plakkkk !!


Dessssssss !!


Rahib Tua Sesat tewas hancur oleh serangan maut dari Lu Sin Liong.


Sementara itu Lao Gu sudah menghabisi para musuh mereka bersama Wu Zijia dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya yang bergerak cepat dan ganas sekali sehingga para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari para pengawal pribadi dari Kaisar Tang Agung.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Dessssssss !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


" Bagus sekali, sekarang rapikan kembali jalanan ini ",perintah Chen Si Lei kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya.


" Siap Paduka kami laksanakan !!", sahut para pasukannya serentak.


" Baiklah selagi menunggu sampai mereka menyelesaikan tugas mereka, kita bisa turun dari melihat -lihat daerah utara ini ", kata Chen Si Lei menoleh kepada Sin Yue Qing yang sedang memeluk Ying untuk memberikan hiburan kepada gadis kecil yang baru saja kehilangan ibunya itu.


" Ya baiklah aku temani kau jalan -jalan",jawab Sin Yue Qing menggelung rambut nya lagi dan menutupi wajahnya dengan cadar sutra warna merah sesuai baju yang di pakainya.


" Yang Mulia Permaisuri biar hamba yang menjaga Ying ", kata Yan Xiao Yence di sisi kiri Sin Yue Qing.


" Ya terimakasih, Xiao Yence ", jawab Sin Yue Qing ramah sekali kepada gadis itu yang segera merebahkan Ying di pangkuannya.


" Ayo ,sayang ku.Kita lihat -lihat dan menikmati keindahan alam di malam hari di atas tebing tertinggi di daerah tandus utara ", kata Chen Si Lei yang sudah turun dari kereta kuda dan membantu Sin Yue Qing turun dari kereta kuda dengan di gendong oleh Chen Si Lei.


" Ah kau ini ", kata Sin Yue Qing menyembunyikan wajahnya di dada bidang Chen Si Lei yang berkelebat cepat bagai burung rajawali emas sakti terbang ke atas tebing tertinggi di daerah tandus utara.


Chen Si Lei mengajak Sin Yue Qing mengelilingi rembulan pada malam hari itu dengan berkelebatan cepat sekali dan turun di sebuah tempat yang penuh aneka macam kunang -kunang yang menghiasi tempat itu dan ada danau yang memiliki air jernih sekali.


" Wahhhhhhh sungguh indah sekali kunang -kunang ",seru Sin Yue Qing senang sekali.


" Ada yang lebih indah lagi ", kata Chen Si Lei meniup kunang -kunang dan ada sebuah tulisan melalui cahaya kembang api.


Duar !!


" Wahh terima kasih, Gege ",ucap Sin Yue Qing merangkulnya.


" Selamat ulang tahun ke delapan belas tahun untuk mu ,sayang ku ", kata Chen Si Lei menyelipkan tusuk konde burung Hong warna hijau giok persik di atas sanggul rambut indah Sin Yue Qing.


" Wah hadiah yang sangat indah sekali ,terimakasih Gege ", jawab Sin Yue Qing menangis terharu dengan kebaikan hati suaminya.


Chen Si Lei menghapus air mata Sin Yue Qing dengan kecupan lembut di mulai dari pelupuk mata Sin Yue Qing sampai ke rahang gadis itu berulang kali tanpa bosan.


" Yue Qing sayang, aku sungguh mencintaimu sepenuh jiwa dan raga ku ", kata Chen Si Lei melepaskan pakaian Sin Yue Qing dan di baringkan di atas batu besar di pulau kecil tengah danau daerah utara.


" Ya terimakasih atas hadiah mu ",kata Sin Yue Qing memejamkan matanya untuk merasakan sentuhan yang di berikan oleh Chen Si Lei kepadanya.


"Aku akan selalu setia kepada mu selamanya ", kata Chen Si Lei membelai lembut seluruh tubuh Sin Yue Qing dengan jemari dan ciumannya ,lalu ia memasukinya.


" Ya, ahhh!!",pekik Sin Yue Qing merangkulnya erat karena sentuhan Chen Si Lei.


Di udara malam yang sangat mulai sejuk karena angin sudah mulai datang dan suasana hati keduanya sedang bersatu dan cahaya rembulan tak terasa sudah tergantikan oleh cahaya matahari pagi yang menyinari mereka berdua yang telah lelah bercinta.


" Koko Lei Lei sudah pagi, kita harus segera berkumpul dengan yang lainnya di kereta kuda kita dan meneruskan perjalanan kembali ke Istana Kekaisaran Tang Agung ", kata Sin Yue Qing bangun dan merapikan kembali dirinya.


"Hmmm ya,nanti kita bisa melanjutkan kembali kegiatan kita di rumah ", jawab Chen Si Lei duduk di dekat Sin Yue Qing dengan malas untuk berdiri.


" Ahh kau benar-benar mulai manja lagi ", kata Sin Yue Qing membantunya berdiri tetapi Chen Si Lei malah menariknya kembali dan memulai kegiatannya lagi.


" Satu kali lagi ", pinta Chen Si Lei menatapnya mesra dan Sin Yue Qing tidak bisa menolaknya.


" Tapi janji ya satu kali saja, lalu kita harus segera pulang ke rumah kita ", jawab Sin Yue Qing yang berada di bawah tubuh Chen Si Lei yang tersenyum senang sekali bisa di penuhi permintaannya.

__ADS_1


Hari sudah sangat siang sekali membuat suasana hati Lao Gu gelisah karena memikirkan Sin Yue Qing belum kembali dari jalan -jalan bersama Chen Si Lei dari malam hari hingga siang hari ini belum juga kembali ke kereta kuda yang sudah menunggu mereka.


" Pasti orang itu membuat Sin Yue Qing terlambat untuk kembali ke kereta kuda ", kata Lao Gu kesal sendiri dalam hatinya dan ia semakin kesal saat melihat Sin Yue Qing berjalan bersama Chen Si Lei yang merangkul pinggang kecil gadis itu dengan mesra sekali.


" Selamat siang semua, maaf ya kami berdua telah membuat kalian menunggu lama untuk kami ",kata Sin Yue Qing meraih jemari Chen Si Lei yang bergerak ke arah lain.


" Ah tidak apa ,Permaisuri Sin Yue Qing.Kami semua mengerti sekali ", jawab para pasukan keamanan dan keselamatan Kekaisaran Tang Agung yang di wakili oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang memahami Kaisar mereka yang sangat suka sekali bersenang - senang bersama istrinya.


" Ah ya terimakasih atas pengertian kalian semua ", kata Sin Yue Qing merona merah dan masuk ke dalam kereta kuda bersama Chen Si Lei yang tersenyum ceria kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya yang tertawa senang.


" Wah aku jadi ingin sekali menikah dan memiliki istri. Hmm bagaimana rasanya, ya?",Lu Sin Liong melirik ke arah Sui Lien yang sudah duduk di samping Nona Yan Xiao Yence dan Ying di bangku panjang bagian kiri kereta kuda.


" Rasanya sangat tidak baik di ungkapkan dengan kata -kata, pokoknya kita bisa bahagia selalu ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah duduk di kursi kusir di samping Cheng Yu.


" Hmm aku harus menunggu jodoh ku datang kepada ku ",kata Wu Zijia sedih.


" Kau tidak sendiri, kawan.Aku juga belum bertemu dengan jodoh ku ",kata salah seorang dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menepuk bahunya.


" Terkadang ada seorang yang bisa memiliki lebih banyak jodohnya ,terkadang ada juga yang belum datang jodohnya, semua itu tergantung takdir yang Tuhan berikan kepada setiap insan manusia di dunia ini ", kata Lao Gu naik ke atas kuda coklat dan memacu kudanya menuju ke Ibukota Kekaisaran Tang Agung di ikuti oleh rombongan Kaisar Tang Agung yang lainnya.


" Yuan Chao Yue kau jangan memandangi Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terus menerus karena dia sudah mempunyai dua orang isteri dan dua orang anak ", kata Chen Si Lei pelan kepada sepupunya.


" Kau sendiri memiliki banyak istri dan anak, tak masalah",kata Putri Yuan Chao Yue membalas ucapan sepupunya.


" Aku berbeda dengan mereka. Aku Kaisar Tang Agung. Aku penguasa tertinggi di seluruh dunia ini ", kata Chen Si Lei memukul kepala sepupunya dengan kipas lipatnya.


" Aduh sakit! Kau kasar sekali sih jadi kakak sepupu ", kata Putri Yuan Chao Yue mengelus -elus kepalanya yang di pukul kipas lipat oleh Chen Si Lei.


" Kau seorang putri bangsawan kelas atas, maka kau harus menjaga sikap mu untuk menjaga nama baik keluarga kita dinasti Tang Agung. Aku sudah dengar kalau Ibu Suri Ling sudah menjodohkan mu dengan Pangeran Muda Yung sepupu luar kita ", kata Chen Si Lei memberikan surat perintah Ibu Suri Ling kepada Putri Yuan Chao Yue dengan wajah gadis itu di tutup dengan kertas perintah itu.


" Aish dasar kau ", kata Putri Yuan Chao Yue merapikan poninya yang berantakan oleh Chen Si Lei iseng di perjalanan menuju ke arah Istana Kekaisaran Tang Agung.


Putri Yuan Chao Yue membuka dan membaca surat perintah Ibu Suri Ling dengan cermat di dalam hatinya dan ia menengok ke arah Chen Si Lei dengan senyuman menang karena Chen Si Lei tidak menemukan tulisan yang berinisial tentangnya dari surat perintah Ibu Suri Ling.


" Apa? Kenapa kau melihat ku dengan senyuman menang ?",tanya Chen Si Lei nada tidak suka sekali dengan senyuman itu.


" Baca yang jelas, lihat itu surat perintah dari Ibu Suri Ling yaitu ibumu itu dengan jelas bahwa beliau ingin sekali kau menikah dengan ku dan menjadikanku selir mu karena Permaisuri Mei Hua Xing melahirkan anak kembar perempuan untuk mu dan kau sudah kekurangan banyak sekali isteri yang tidak mencapai syarat untuk menjadi Kaisar Tang Agung seorang penguasa tertinggi harus memiliki banyak istri minimal lima puluh istri dan anak harus lebih banyak laki-laki daripada anak perempuan ", jawab Putri Yuan Chao Yue memberikan informasi tentang surat perintah Ibu Suri Ling.


" Aku tidak mau menikah lagi !!!!", teriak Chen Si Lei marah sekali kepada Ibu Suri Ling dan meremas surat perintah Ibu Suri Ling hingga hancur.


" Hei kau menghancurkan surat perintah Ibumu sendiri. Apakah itu berarti kamu ingin menjadi seorang anak durhaka kepada ibumu ?",tanya Putri Yuan Chao Yue dengan kaget sekali karena Chen Si Lei menghancurkan surat perintah Ibu Suri Ling.


" Aku tidak pernah merasa aku adalah seorang anak durhaka kepada kedua orang tua ku ,karena aku sudah memenuhi persyaratan sebagai Kaisar Tang Agung, aku pernah memiliki banyak istri beberapa tahun yang lalu,walaupun kini aku hanya memiliki lima orang isteri tetapi aku mempunyai banyak anak laki-laki dan perempuan yang sehat dan selamat serta cerdas dan berbakat serta berbakti kepada ku dan leluhur ku ",jawab Chen Si Lei tegas sekali dalam nada suaranya itu.


" Tetap saja kau harus mengikuti peraturan yang berlaku sejak berdirinya dinasti Tang bahkan dari berbagai dinasti sebelumnya. Kau tahu meskipun kau Kaisar Tang Agung tetapi kau harus mengikuti peraturan dan melaksanakan perintah sebagai seorang pemimpin yang baik yang menyayangi rakyat demi kepentingan Kekaisaran Tang Agung mu ",kata Putri Yuan Chao Yue meletakkan tangannya di bahu Chen Si Lei yang menyingkirkan tangannya dengan kasar sekali.


" Menyayangi rakyat dan menjaga keutuhan Kekaisaran Tang Agung bukan dengan cara menikah politik tetapi juga dengan cara bijaksana dan praktik kerja secara terbuka dan jujur terhadap rakyat",kata Chen Si Lei yang ingin mengubah cara kerja para pimpinan tertinggi di Tionggoan.


" Jika kau tak bersedia untuk menikah dengan ku ,aku akan mati di hukum mati oleh Ibu Suri Ling atau di hukum sebagai biksuni di kuil belakang Istana Dingin ",kata Putri Yuan Chao Yue menangis sedih sekali.


" Ya paling menderita adalah aku dan Shao Ning, jika kau menolak perintah Ibu Suri Ling. Aku sudah cukup menderita karena aku di jauhkan dari mu dan aku belum pernah ber interaksi dengan anak -anak kembar ku yang sejak awal aku lahirkan dari rahimku sendiri ", kata Sin Yue Qing menangis untuk memintanya untuk memenuhi perintah Ibu Suri Ling.


" Yue Qing ", kata Chen Si Lei memeluk Sin Yue Qing untuk memberikan hiburan.


" Aku tidak mau hamil dan melahirkan lagi untuk mu ,jika kau tidak ingin patuh kepada ibu mu ",kata Sin Yue Qing menangis keras sekali.


" Ahhh !!Apakah itu berarti kau tak mau berhubungan suami dan istri dengan ku lagi ?",tanya Chen Si Lei menggunakan bahasa telepati untuk komunikasi kepada Sin Yue Qing dan Li Shao Ning ikut mendengar percakapan tersebut dari dalam Istana Permaisuri.


" Ya ", jawab Li Shao Ning dan Sin Yue Qing bersamaan.


" Ah tidak bisa begitu caranya untuk menghadapi ku ",kata Chen Si Lei cemberut.


" Yeh kau lupa ,ya ?Kita bisa pakai cara lain untuk meramaikan rumah mu untuk ibumu ", kata Li Shao Ning mengingatkannya akan botol keramik kecil isi pil air mata ibu dan anak.


"Aku tahu aku ingat. Menikah dengan siapa pun tetap saja tidak bisa aku berikan benih asli ku kepada mereka yang tidak bisa aku cintai ", jawab Chen Si Lei nada tegas menjawab pertanyaan dan ucapan Li Shao Ning.


" Ya aku tahu, Koko Lei Lei. Kau jangan resah dan gelisah karena memikirkan Ibu Suri Ling. Kau cukup menikah sesuai peraturan Kekaisaran Tang Agung mu dan untuk masalah keturunan mu .Hmm serahkan saja kepada kami berdua yang akan menanganinya untuk mu",kata Li Shao Ning cerdas sekali.


Tetapi Chen Si Lei saling pandang dengan Sin Yue Qing yang menjadi pasangan abadi nya dan ia sangat mencintai Sin Yue Qing apa pun bentuk Sin Yue Qing dan ia sudah memberikan hati dan tubuh aslinya kepada Sin Yue Qing yang juga telah memberikan hati dan tubuh gadis itu yang aslinya.


" Aku juga tidak bisa memberikan hati dan tubuhku kepada mu,Hong Ning karena aku milik Sin Yue Qing seorang dan Sin Yue Qing adalah milik ku seorang juga ", kata Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat suara hati yang hanya dia seorang yang tahu .


Tapi Sin Yue Qing bisa mendengarnya dan gadis itu menoleh kepadanya dengan tatapan mata tersentuh oleh ketulusan hatinya.


" Jadi benih asli mu kau berikan kepada ku ?",tanya Sin Yue Qing menaruh jemari nya di bawah perutnya sendiri.


Chen Si Lei mengangguk menjawabnya dengan tatapan mata kasih sayang yang sangat dalam sekali dan menyentuh hati Sin Yue Qing yang tidak lagi cemburu dengan para wanita lainnya dan juga tidak cemburu kepada Li Shao Ning yang memiliki hubungan dengan Chen Si Lei di dalam Kekaisaran Tang Agung atau di bumi saja.


" Kalau Hong Ning dan kau bisa menggunakan pil air mata ibu dan anak kepada para wanita ku di bumi, maka aku juga bisa menggunakan mata air ku untuk satu wanita ku saja, yaitu kau sayangku ",jawab Chen Si Lei menggunakan tatapan matanya menjawab pertanyaan Sin Yue Qing.


" Kalau Hong Ning ingin menyentuh mu ,bagaimana cara mu untuk menghadapi istri pertama mu itu ?", tanya Sin Yue Qing begitu mereka tiba di pintu gerbang Istana Kekaisaran Tang Agung.


" Aku punya perisai bumi dan langit tingkat sepuluh yang melindungi tubuhku dan aku sendiri yang bisa menggunakannya untuk memberikan kepada orang yang aku sayangi sebagai jiwaku seperti yang aku lakukan terhadap Putri Yuan Chao Yue yang hanya menyentuh bayangan ku saja sedangkan tubuhku bersama mu ",jawab Chen Si Lei menggunakan ilmu suara hati yang menyatu atau suara cinta abadi nya.


" Akh!!Ya ,Yang Mulia kau selalu nomor satu dalam segala hal dari siapa pun di dunia ini ", ucap Sin Yue Qing melompat turun dari kereta kuda dan di sambut hangat dari Li Shao Ning dan Aurora serta adik - adik Kaisar Tang Agung.


" Yue Qing. ...!!",sambut Li Shao Ning dan Aurora memeluknya erat.


" Hormat kami kepada Paduka Kaisar Tang Agung ", sapa para pasukan yang berada di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.


" Hormat saya kepada Huang ErNiang ", sapa Chen Si Lei menjura hormat kepada Ibu Suri Ling.


" Salam Sejahtera kepada Paduka Kaisar Tang Agung ", sapa Ibu Suri Ling hangat dengan pelukan kasih sayang seorang ibu kepada putranya.


" Hormat kami kepada Ayahanda ", sapa Para putra dan putrinya sujud hormat kepadanya dibimbing oleh para pengasuh mereka masing - masing.


" Hormat kami kepada Huang Gege ", sapa para adiknya sujud hormat kepadanya dengan senyuman kasih.


" Ya terimakasih untuk semuanya",jawab Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada seluruh anggota keluarganya.


" Ayo kita masuk ke dalam ruangan utama keluarga kita ", kata Li Shao Ning dan Sin Yue Qing berjalan di kedua sisinya di ikuti oleh anggota keluarga lainnya.


Chen Si Lei berhenti sejenak untuk meraih kedua orang anaknya yang terkecil dari gendongan para pengasuh bayi.


" Yue Qing ini mereka berdua adalah anak -anak mu yang aku berikan nama Tang Si Ming dan Tang Xin Giok ", kata Chen Si Lei memberikan kedua orang bayi kembar usia tiga bulan lebih kepada Sin Yue Qing yang memeluk kedua orang bayinya dengan menangis rindu sekali.


"Putra ku,mereka berdua bukan miliknya melainkan milikmu .Milik Kekaisaran Tang Agung ", kata Ibu Suri Ling mengambil kedua orang bayi kembar dari tangan Sin Yue Qing dan menyerahkannya kepada para pengasuh bayi.


"Huang ErNiang, Yue Qing yang sudah mengandung mereka selama sembilan bulan dan melahirkan mereka berdua dari rahimnya sendiri. Maka kedua orang bayi kembar itu juga adalah anak -anaknya selain milik ku sebagai ayah kandung mereka berdua dan suami dari Yue Qing ", kata Chen Si Lei tegas sekali kepada Ibu Suri Ling.

__ADS_1


" Ah kau ini ", kata Ibu Suri Ling cepat berjalan menuju ke aula utama keluarga besar Kekaisaran Tang Agung dengan sikap arogan sekali.


Chen Si Lei menggelengkan kepala dengan sabar menghadapi sikap keras dan tinggi hati ibunya itu, dan Chen Si Lei mengikuti langkah ibunya dengan cepat di ikuti anggota keluarga Kaisar Tang Agung yang lainnya.


__ADS_2