
Malam yang sangat panjang dan lama bagi Chen Si Lei dan para selir nya yang sedang menunggu kedatangan para pengikutnya yang sedang melakukan misi untuk membasmi para Iblis Sungai Gangga Utara dan sesuai dengan perasaan dan pemikiran yang sudah di duga secara cermat oleh Chen Si Lei.
Gerakan orang -orang sakti telah terdengar sangat jelas oleh pendengaran yang sangat tajam dan peka yang di miliki oleh Chen Si Lei,dan benar saja bahwa ada sekitar dua puluh lima dari Ketua Sekte Dua Puluh Lima Penguasa Barat yang telah bergabung dengan Tujuh Iblis Sungai Gangga Utara telah datang kepada nya yaitu di Kuil kosong dekat Kuil Dewa Khrisna.
"Para sayang ku mendekatlah kepada ku sekarang",kata Chen Si Lei lembut pada dua belas orang selir nya.
"Siap koko ", jawab dua belas orang selir nya patuh.
"Bibi Sharma dan Adik Rahula mendekatlah juga kepada ku",tambah Chen Si Lei kepada ibu dan anak kecil itu.
"Iya nak ",kata Bibi Sharma yang cepat tanggap mengajak anaknya untuk dekat dengan pemuda remaja asing yang sakti dan berwibawa sekali itu.
Chen Si Lei menggerakkan dua pasang jari tangan yang di taruh di atas kening nya yang kemudian di gerakkan ke arah luar pintu kuil kosong dan akibatnya dua orang yang mulai menghampiri kuil kosong tempat Chen Si Lei berada terlempar jatuh dan tewas seketika.
Syuutttttttt !!
Crakkkkkk, crakkkkkk !!
Chen Si Lei melemparkan pedang ke arah atas langit -langit kuil kosong dengan cepat dan tepat mengenai satu orang musuh yang ingin masuk ke dalam kuil ini
Crakkkkkk !!
Wushhh! !
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!",pekik kematian sekitar sepuluh orang musuh dari arah jendela kiri kuil kosong oleh ilmu mukjizat piramida sakti milik Chen Si Lei.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhh !!", pekik kematian sekitar dua puluh orang musuh dari arah jendela lain bagian kanan oleh Chen Si Lei yang gunakan ilmu mukjizat piramida sakti lagi.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh dari arah belakang kuil kosong yang roboh dan tewas dalam serangan maut ilmu baru Chen Si Lei.
Wushhh !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menghalau gerakan senjata tajam dari satu orang musuh yang sudah menerjang masuk ke dalam kuil kosong.
Syutttttttttt !!
Trangggggg! !
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menyambar cepat dan ganas menghadapi senjata tajam milik musuh lain yang datang dari arah kiri dan berhasil memotong sebuah lengan kiri satu orang musuh itu.
Werrrrrrr, werrr, trang, tranggg !!
Chen Si Lei menangkis serangan senjata yang jumlahnya sangat banyak yang di gunakan sekitar sepuluh orang musuh yang ingin masuk ke dalam kuil kosong.
Syutttttttttt, tranggg, jlebbb !!
Pedang Chen Si Lei berkelebat sangat cepat sekali bagai kilat menyambar sangat hebat sehingga satu orang musuh terbunuh cepat oleh pedang Chen Si Lei.
Wushhh, plakkkkkk !!
Liu Ci Xian sudah bergerak cepat untuk membantu Chen Si Lei dan gadis itu telah berhasil memukul satu orang musuh yang sudah mendekati mereka semua.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Satu musuh tewas terpotong oleh Xiao Chen yang di bantu oleh Kasim Ma dan pengawal Bu bersamaan dengan datangnya para pengikut setia Chen Si Lei.
Wushhh, plakkkkkk, dess!!
Xiao Qing menerjang maju dengan kekuatan hebat memercikkan cahaya dalam serangan telapak tangan kanan gadis kembaran Xiao Chen dan Xiao Ling itu telah menewaskan seorang musuh yang ingin mendekati anak kecil yang mereka lindungi.
Syutttttttttt !!
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melemparkan golok nya yang sangat tepat sekali memotong leher musuh dari luar kuil kosong saat pria kurus itu masuk ke kuil kosong untuk membantu Junjungan mereka.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh yang datang dari atas langit -langit kuil kosong yang tergeletak tak bernyawa lagi dari terjangan ilmu sakti Chen Si Lei.
"Kasim Ma dan pengawal Bu lindungi para Nyonya Selir kalian berdua serta Bibi dan adik kecil",perintah Chen Si Lei tajam kepada Kasim Ma dan pengawal Bu.
__ADS_1
"Siap Paduka ", sahut Kasim Ma dan pengawal Bu patuh.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei sudah berada di atas genteng Kuil kosong untuk menghadapi tujuh orang musuh sakti yang sudah tak sabar untuk menghadapi nya.
"Lawan kalian ber tujuh adalah aku bukan mereka. Jadi aku tantangan kalian semua untuk maju bersama menghadapi ku!!",tantang Chen Si Lei dengan berani dan agung.
"Bukan main kamu benar-benar seorang Pendekar yang sangat pemberani dan sangat ber karisma yang sangat mengagumkan ", puji salah seorang dari Tujuh Iblis Sungai Gangga Utara yang terkagum-kagum pada Chen Si Lei.
"Terimakasih atas pujian mu kepada ku tapi aku tidak akan memaafkan mu atas perbuatan kotor dan kejam mu kepada kaum lemah di sekitar pesisir utara sungai yang sangat indah",kata Chen Si Lei dengan sepasang mata bersinar kilat tajam.
Wushhh !!
Syuutttttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei berkelebat cepat sambil mengerahkan tenaga sakti mukjizat untuk melawan pukulan maut dari salah seorang Iblis itu yang terkejut karena pukulan maut dari Chen Si Lei membantu Iblis nomor dua terlempar dari genteng kuil kosong.
Wushhh !!
Crakkkkkk !!
Iblis nomor dua terpotong alat penenun sakti milik Putri Melani yang sudah turun tangan untuk membantu Chen Si Lei suaminya yang tercinta.
"Melani ternyata kau sudah ikut campur tangan juga",kata Chen Si Lei dari atas genteng kuil kosong kepada seorang selir nya .
"Maaf aku tidak bisa berdiam diri saja melihat mu bertarung sendirian hadapi para musuh sakti",kata Putri Melani nada halus serta berani kepada Chen Si Lei .
"Baiklah sesukamu lah ",kata Chen Si Lei sambil menerjang maju menghadapi enam orang Iblis lagi.
Wushhh !!
Bressssss !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei yang memukul musuh dari atas genteng kuil kosong hingga jatuh dan saat jatuh di penggal oleh Putri Melani dengan cepat.
Wushhh !!
Bressssss "
"Aghhhhhh !!", teriak Iblis nomor empat tergelincir dari atas genteng kuil kosong oleh Chen Si Lei dan. ...
Crakkkkkk !!
Wushhh, trang, tranggg, jlebbb !!
Angin senjata tajam dari dua orang sakti yang ingin menerjang Putri Melani di bawah sudah di tangkis oleh senjata milik Si Mata Satu Yu Erl yang sangat cepat untuk melindungi selir Chen Si Lei dan musuh tewas tertusuk tongkat Si Mata Satu Yu Erl.
Wushhh !!
Crashhh !!
Si Tangan Sakti dan Si Burung Jangkung Lauw Yi Chen berkelebat bersamaan dan mereka berdua sudah membunuh dua orang musuh yang berada di bawah atau lebih tepatnya di pintu belakang Kuil kosong.
Brrrrrrrrrrrrr! !
Wushhh !!
Trangggggg !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat keluar kuil kosong dan menerjang maju satu orang musuh yang gunakan senjata panjang dan tajam untuk hadapi Putri Melani yang sudah berhasil di bantu oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Singggggg !!
Cranggg !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengganas menggunakan ilmu golok sakti miliknya untuk melawan senjata panjang dan tajam milik musuh yang ternyata Ketua nomor lima dari dua lima Sekte Penguasa Barat.
Wushhh !!
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melompat berputar cepat dalam setengah lingkaran dan seorang ketua nomor empat terpotong oleh golok nya.
Wuttttt, trang, tranggg!!
Chen Si Lei sudah melayang turun ke pintu masuk kuil kosong dan menghadang seorang ketua nomor satu dan iblis nomor satu yang telah kabur dari Chen Si Lei di atas genteng kuil kosong.
Wushhh !!
Bressssss !!
Lima orang aneh dari lembah penjahat barat bergerak hebat menghantam hancur musuh yang berada di dalam kuil kosong secara serentak.
Wushhh !!
__ADS_1
Wuttttt !!!
Wuttttt !!
Crakkkkkk, crakkkkkk !!
Chen Si Lei memutarkan pedang dengan sangat cepat dan ganas membabat dua orang musuh nya yang sangat sakti dengan ilmu pedang tombak sakti baru nya.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", pekik sejumlah orang musuh hancur berantakan oleh hawa sakti bunga persik milik Chen Si Lei.
Chen Si Lei sudah melayang cepat ke arah lain kuil kosong untuk menghadapi dua orang Iblis tersisa yang ingin kabur dari nya.
"Mau lari kemana kalian berdua?!!",hardik Chen Si Lei menggerakkan telapak maut untuk menghantam hancur dua orang Iblis tersisa itu.
Wushhh !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Dua orang Iblis dari tujuh Iblis hebat di sungai Gangga Utara terjengkang jatuh oleh terjangan ilmu sakti Chen Si Lei.
Wushhh !!
Prakkk !!
Prakk!!
Dua orang Iblis itu mengalami kematian yang paling mengenaskan daripada Iblis lainnya yang di bunuh oleh Chen Si Lei karena dua orang Iblis itu mati dengan kepala hancur .
Brrrrrrrrrrrrr !!
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak sisa musuh habis dalam serangan maut ilmu mukjizat racun pasir neraka dari Chen Si Lei yang sekali lompat kembali ke kuil kosong sambil dia mengeluarkan ilmu sakti nya dan habislah para musuh itu.
"Kau sungguh hebat sekali seperti yang sudah aku duga sebelumnya bahwa kau adalah manusia hebat",kata anak kecil itu bersorak gembira melihat para musuh sudah tewas oleh Kakak tampan nya.
"Terimakasih atas pujian mu",kata Chen Si Lei mengelus rambut di atas kepala anak kecil itu dengan lembut.
"Kau juga sangat hebat adik Rahula",puji Chen Si Lei halus pada Rahula.
"Sesuai dengan janji ku tadi kepada mu bahwa aku akan memberi mu hadiah berupa lampu lentera teratai ini untuk mu Kakak tampan",kata Rahula senang sekali memberikan lampu lentera teratai untuk Chen Si Lei.
"Terimakasih atas hadiah mu Rahula",kata Chen Si Lei menerima hadiah dengan senang hati.
"Aku juga akan berikan rambut ku untuk mu",kata Bibi Sharma memotong rambut panjang nya sendiri lalu dia berikan kepada Chen Si Lei.
"Terimakasih atas hadiah mu untuk ku Bibi Sharma",kata Chen Si Lei ramah pada wanita itu menerima hadiah rambut dengan senang hati.
"Baiklah kami berdua akan kembali ke desa kami lagi",kata Bibi Sharma mengajak Rahula pergi dari kuil kosong dan meninggalkan Rombongan Chen Si Lei di sana.
Setelah kedua orang itu sudah pergi dan kuil kosong kini menjadi tempat istirahat untuk sementara waktu bagi Chen Si Lei dan para selir nya di temani oleh Kasim Ma dan pengawal Bu serta para pengikut nya yang sudah sangat sibuk siapkan segala sesuatu untuk Chen Si Lei dan para selir nya bisa beristirahat dengan baik dan tenang.
"Sesudah kita melewati tempat ini ,kita akan masuk ke dalam kota terdekat dari Kota Raja Kerajaan India Kuno",kata Chen Si Lei usai dia memberi salam dan doa di Kuil Dewa Khrisna pada hari berikutnya.
"Ada seseorang di sana sedang menunggu kita",kata Putri Melani memberitahu Chen Si Lei tentang seorang yang berada di luar Kuil Dewa Khrisna yang sedang menatap mereka semua.
"Ayo kita temui dia",kata Chen Si Lei berjalan menuruni anak tangga Kuil Dewa Khrisna.
"Nyonya Selir Putri Mutiara Dewi ada apa dengan Anda?",tanya Kasim Ma sangat cekatan dalam mengamati segalanya.
"Tidak apa-apa Kasim Ma. Terima kasih atas perhatian mu",jawab Putri Mutiara Dewi seraya mengikuti langkah yang lainnya yang sudah lebih dahulu mengikuti langkah Chen Si Lei dan Si Burung Jangkung Lauw Yi Chen.
"Baiklah Nyonya Selir Putri Mutiara Dewi tapi bila ada masalah beritahu kepada hamba segera agar hamba bisa memberitahukan masalah Anda kepada Paduka Pangeran Si Lei",kata Kasim Ma tersenyum penuh arti mengamati Nyonya nya.
"Ya terimakasih Kasim Ma",kata Putri Mutiara Dewi anggun .
Sementara itu Chen Si Lei dan yang lainnya sedang berbicara dengan seorang pria yang sepertinya sedang minta tolong kepada Chen Si Lei tentang suatu hal masalah yang dihadapi oleh pria itu dalam bahasa India resmi dan halus yang hanya bisa di mengerti oleh Chen Si Lei seorang.
"Aku akan mencoba untuk membantu masalah mu Pangeran Makhota Numba sebaik mungkin tapi aku tidak bisa janji kalau aku bisa mendapatkan pil penawar racun yang sedang di alami oleh Ayahanda Raja mu di Istana mu",kata Chen Si Lei tulus hati dan sopan terhadap Pangeran Makhota Kerajaan India Kuno.
"Xiao Ling ", panggil Chen Si Lei kepada Selir Xiao Ling yang membawa payung warna putih.
"Iya ada apa Koko?",tanya Selir Xiao Ling mendekati Chen Si Lei.
"Kau yang paling pandai dalam ilmu pengobatan ,maka aku minta tolong kepada mu untuk mencari tahu apa penyebab penyakit yang diderita oleh Raja Kerajaan India Kuno yang menurut Pangeran ini bahwa Raja sedang sakit keras yang di sebabkan oleh racun dari serangga kecil pada malam hari. Apakah kau bisa obati Raja itu untuk ku ?",
"Akan saya coba untuk obati Raja untuk mu Koko",jawab Selir Xiao Ling anggun.
"Pangeran Numba aku akan ikut ke Istana mu sekarang juga",kata Chen Si Lei menyambar tangan Pangeran Numba dan Xiao Ling bersamaan untuk di ajak berkelebat cepat bersamanya.
"Yang lain menyusul kami di Istana dengan cepat karena aku akan menunggu kalian semua di sana",suara Chen Si Lei berpesan kepada yang lainnya.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Si Burung Jangkung Lauw Yi Chen serta Si Mata Satu Yu Erl dan Si Tangan Sakti cepat mengawal para selir lainnya bersama lima orang aneh dari lembah penjahat barat serta Kasim Ma dan pengawal Bu yang berjalan paling belakang di antara yang lainnya.
__ADS_1