
"Tidak ada tempat untuk menginap terpaksa kita harus menginap di tengah hutan dua bambu malam ini ", kata Chen Si Lei menjatuhkan diri di pangkuan Liu Ci Xian yang sedang meluruskan sepasang kakinya yang bersepatu kulit warna putih.
"Istirahatlah,kami akan menjaga mu dengan baik malam ini ", kata Xue Erl sudah mengipasi Chen Si Lei memakai kipas kertas motiif bunga.
"Makanlah buah segar ini",kata Xiao Lin mengupas buah aprikot segar yang di makan Chen Si Lei melalui suapi tangan gadis itu sendiri.
Sedangkan Xiao Zhao memijat lengan kiri Chen Si Lei dan lengan kanan di pijat oleh Zhao Shao Ran, kaki kiri di pijat oleh Shia Chu Chu dan kaki kanan di pijat oleh Putri Gangga Dewi, lalu di beri air minum oleh Putri Mutiara Dewi sehingga Chen Si Lei tertidur pulas di hutan dua bambu di malam hari ini.
Tiga gadis kembar marga Xiao menjaga di setiap sisi bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Si Burung Jangkung Lauw Yi Chen, Si Mata Satu Yu Erl dan Si Tangan Sakti serta lima orang aneh dan Kakek Dewa Langit Barat juga Kasim Ma dan pengawal Bu .
Tiba-tiba pada tengah malam angin kencang menghembus sangat dingin dan cepat membuat api unggun mereka padam dan seketika itu juga mereka semua ber siaga untuk menghadapi serbuan musuh gelap di tengah malam dan di area tengah hutan lebat dan liar .
Wushhh !!
Crashhh!!
Serbuk rumput di sebarkan dengan cepat ke berbagai arah oleh Kakek sakti yang menjaga tidur Chen Si Lei yang berhasil meruntuhkan sejumlah senjata musuh.
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!",
Brukkk!!
Sejumlah orang terjatuh berantakan oleh hawa sakti Kakek Dewa Langit Barat yang bergerak cepat melindungi junjungan mereka cintai.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", pekik kematian dari arah utara hutan dua bambu yang di serang oleh Lima Dewa Penjahat Barat untuk melindungi Pangeran mereka yang sedang tertidur pulas di temani para selir yang berjuluk Sebelas Dewi Timur.
Wushhh !!
Werrrrrrr, crakkkkkk, crakk, crakkkkkk crakkkkkk, crakk !!
Payung milik Xiao Chen bergerak cepat menyambar meruntuhkan sejumlah jarum rahasia yang berhasil membunuh pemilik nya sendiri yang berubah seperti pisau memotong leher orang yang jumlahnya lima atau enam orang dalam satu kali putaran payung.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak jatuhnya para pengintai yang sudah memata -matai mereka semua yang terkena racun pasir milik Dewa Langit Barat.
Wushhh, plakkkkkk, dess !!
Si Tangan Sakti berkelebat cepat ke atas pohon tertinggi untuk menghalangi satu orang musuh yang ingin melayangkan pukulan maut ke arah Chen Si Lei dengan pukulan tangan sakti milik Si Tangan Sakti.
Wushhh, jlebbb !!
Xiao Qing menerjang membantu menusuk perut musuh dengan payung hijau nya dengan menakjubkan.
Werrrrrrr, crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat menyerang membabat habis satu orang musuh dari arah selir Putri Gangga Dewi dengan sigap.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", pekik kematian sekitar sepuluh orang musuh tewas robek kulit nya oleh hawa sakti bunga persik yang dahsyat .
Chen Si Lei sudah bangun serta mulai membunuh para musuh yang sudah berani mati mendekati para selir nya serta Kasim Ma dan pengawal Bu yang sudah amat cepat melindungi para wanita junjungan mereka cintai di saat junjungan mereka sudah bertindak untuk menghadapi musuh.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
__ADS_1
Syuutttttttt! !
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan pedang memakai ilmu pedang khas sejatinya adalah ilmu pedang rajawali emas sakti di sertai pukulan hawa sakti bunga persik.
Breettt !!
Crakkkkkk, crakkkkkk, crakk, crakkkkkk,crakk, crakkkkkk !!
Sejumlah musuh robek mulut dan hidung bahkan terpotong halus oleh pedang Chen Si Lei.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak sejumlah musuh tewas dalam serangan maut ilmu pukulan piramida sakti Chen Si Lei.
Werrrrrrr, werrr, trang,tranggg !!
Si Burung Jangkung Lauw Yi Chen mengerahkan tenaga sakti ilmu sempoa sakti menghalangi senjata musuh yang sudah mengarah kepada selir Xiao Ling yang cepat memutar payung putih menangkis serangan itu.
"Setan Dua Bambu kau mau main curang dengan ku ", kata Xiao Ling mutar cepat payung putih untuk menyerang pria bertubuh gemuk membawa tombak garpu.
Syuutttttttt, tranggg !!
Chen Si Lei menggerakkan pedang menolong Xiao Ling dari serangan tombak garpu musuh yang berjuluk Setan Dua Bambu dengan lihai.
Wushhh, jlebbb !!
Chen Si Lei berhasil melukai pergelangan tangan musuh dengan gerakan cepat pada pedangnya yang sudah memiliki satu batin dengannya.
Brrrrrrrrrrrrr! !
Chen Si Lei memukul senjata milik musuh menggunakan pedang secara samping membentur keras dan menuju tepat ke tenggorokan musuh.
Breettt !!
"Aghhhhhh !!", pekik Setan Dua Bambu tenggorokan nya robek dan tewas karena kehabisan darah.
Wuttttt, wutt, trang !!
Pedang Chen Si Lei berkelebat dengan Chen Si Lei sendiri menyambar cepat bagai rajawali emas sakti mematahkan senjata musuh lain.
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah membantu Chen Si Lei memenggal kepala satu musuh yang senjata nya sudah patah oleh pedang Chen Si Lei.
"Hyatttttttttttttt !!", pekik Si Tangan Sakti menebas leher dan rongga mulut musuh.
Breettt! !
Brusss !!
"Aghhhhhh !!", pekik musuh itu muncrat darah merah.
Bressss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh lain tewas oleh Dewa Langit Barat.
"Jenderal Setan Dua Bambu datang !!", suara khikang milik pria berjanggut tebal membawa sepasang tombak seram menerjang si Burung Jangkung Lauw Yi Chen serta Si Mata Satu Yu Erl dan Si Tangan Sakti sekaligus.
Wuttttt, wutt !!
Trangggggg, trang !!
__ADS_1
Cringgg !!
Dessssssss !!
Jenderal Setan Dua Bambu terhalang oleh serbuan tiga orang pengikut Chen Si Lei yang menggunakan senjata dan ilmu mereka bertiga masing -masing yang berhasil membingungkan bagi Jenderal Setan Dua bambu.
Syuutttttttt!!
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao meluncur cepat dengan gaya tidur membacok paha Jenderal Setan Dua Bambu yang tidak menduga bahwa ada orang lain lagi yang berhasil melukai dirinya.
"Serbuuu !!Bunuh dia!!",perintah Chen Si Lei melengking keras.
"Hyatttttttttttttt !!", teriak para pengikut Chen Si Lei menghabisi Jenderal Setan Dua Bambu tanpa ampun.
Crakkkkkk!!
Crakkkkkk !!
Jlebbbb !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", pekik kematian mengenakan Sang Jenderal Setan Dua Bambu.
Sesudah para musuh tewas semua, rombongan Chen Si Lei melanjutkan langkah mereka menuju ke markas besar Sekte Dua Bambu lainnya dengan satu tujuan utama untuk mendapatkan tempat penginapan yang layak dan terhindar dari hewan buas dalam hutan.
Syuutttttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss! !
Chen Si Lei dan rombongan nya menerjang memukul, menendang bahkan bunuh para anggota Sekte Dua Bambu yang banyak anggota nya yang sekitar puluhan orang yang tersebar di seluruh wilayah menuju wilayah Kerajaan Nepal.
"Basmi mereka !!", teriak Chen Si Lei menyambar cepat memukul orang dengan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik yang dahsyat.
Wuttttt!
Bressssss !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Senjata para anggota Sekte Dua Bambu berhasil di robohkan oleh para pasukan Chen Si Lei yang semuanya adalah orang sakti.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para anggota Sekte Dua Bambu tewas dengan kulit keluar nanah oleh pukulan racun pasir Dewa Langit Barat.
Syuutttttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei juga mengerahkan ilmu yang sama sehingga banyak sekali anggota Sekte Dua Bambu terkelupas kulit nya dan tulang rontok ber nanah.
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao membacok orang dengan sadis sekali tanpa ada rasa iba sedikit pun.
" Mereka sudah kita hancurkan dan sekarang kita bisa beristirahat di tempat yang sudah kita dapatkan dari mereka ", kata Chen Si Lei segera memerintahkan untuk di bersihkan dan di rapikan dahulu sebelum mereka semua memakai tempat itu.
__ADS_1