
Setelah ketiga orang selir Le Din Yin keluar dari Ibukota Kekaisaran Tang Agung, ketiganya menangis untuk nasib mereka masing - masing yang sangat buruk dan menyedihkan sekali, karena mereka kini tidak memilik apa -apa lagi, kecuali diri mereka sendiri.
"Sekarang aku harus bagaimana ??", tanya Putri Zhao Ying sedih sekali.
"Hiduplah lebih baik lagi bersama calon bayi mu", jawab Putri Shang Ce Wei yang sangat sedih sekali tidak bisa pulang ke kota Shang.
"Ah aku juga sungguh menyesal sekali kenapa aku bisa menjadi istrinya Le Din Yin sialan itu",kata Shiu Chiu merasa malu menjadi wanitanya Le Din Yin.
"Kau sungguh beruntung karena kau belum hamil seperti ku.Kau masih bisa cari pria lain yang lebih baik dari Le Din Yin",kata Putri Zhao Ying sangat kesal sekali kepada Le Din Yin yang ternyata bajingan kelas tinggi.
"Siapa bilang aku belum hamil ?Aku baru tahu kalau dua hari lalu,aku pergi ke tabib di dekat rumah lama kita.Tabib bilang aku sedang hamil muda sudah tiga minggu kandungan ku",ucap Shiu Chiu menangis sedih sekali karena dia sudah hamil anak pria sialan itu.
Putri Zhao Ying semakin marah kepada nasibnya karena sungguh malang sekali dan Shiu Chiu merasa bodoh sekali bisa jatuh cinta kepada seorang Le Din Yin, sedangkan Putri Shang Ce Wei menangis sepanjang jalan karena malu dengan keluarganya yang berada di dalam kota Shang.
"Bagaimana dengan mu Tuan Putri Shang Ce Wei?",tanya Putri Zhao Ying kepada adik madu nya.
"Le Din Yin tidak mau rugi karena dia sudah meminta ku kepada ayah ku sebagai seorang Selir nya ,tentu saja aku sudah di pakai oleh pria jahanam itu dan aku sudah hancur karena aku mengkhawatirkan nasib ku nanti..Aku pasti akan sama dengan kalian berdua",jawab gadis itu menangis sedih sekali sambil berjongkok di tepi jalan.
Suara tangisan dari ketiga orang gadis itu menyentuh langit yang juga bersedih hati untuk ketiga orang gadis yang malang itu.
Di tempat lain, ada seorang gadis yang sedang ketakutan akan nasibnya sendiri yang sudah hancur karena cinta yang salah.
"Aku sudah membuat malu guru, keluarga ku dan sekte ku.Aku mencintai seorang pria yang sangat jahat sekali. Aku sudah hancur sekarang",kata Fei Fei menangis sedih sekali memeluk dirinya sendiri.
Para murid Sekte Bei San Pai berhasil menemukan Fei Fei yang sedang menangis seorang diri di sebuah hutan yang akan menjadi jalan menuju ke arah kota empat delapan.
"Fei Fei katakan kepada kami.Apa yang sudah di lakukan jahanam itu kepada mu usai dia membuat mu jatuh cinta kepadanya dan rela memberikan diri mu kepada nya?!",tanya seorang pemuda yang bernama Deng Chao saudara seperguruan Fei Fei.
"Apakah dia tidak mau menikah dengan mu?", tanya para saudara seperguruan nya.
"Kita harus membuat perhitungan dengan Le Din Yin jahanam itu",kata para murid Sekte Bei San Pai marah kepada Le Din Yin.
"Kalian jangan berpikir negatif tentang Le Din Yin", kata Chen Si Lei telah tiba di hutan itu bersama Nan Erl dan Si Pemabuk Gila Wu Sin serta para murid Sekte kota hantu Feng Du.
"Paduka jangan membela Le Din Yin lagi karena dia sudah jahat sekali kepada Fei Fei saudari seperguruan kami",kata para murid Sekte Bei San Pai.
Chen Si Lei bingung sendiri mendengar semua orang mengatakan bahwa Le Din Yin adalah seorang pria yang sangat jahat sekali,tapi Chen Si Lei tidak percaya dengan ucapan orang -orang tentang diri Le Din Yin karena Le Din Yin adalah saudara kembar tak identik nya sendiri.
"Aku akan paksa Le Din Yin bertanggung jawab atas perbuatannya kepada mu ,Nona Fei Fei. Ku mohon bersabarlah sampai aku bisa menemukan Le Din Yin untuk mu agar dia harus menikahi mu", kata Chen Si Lei merasa bahwa ia harus bersikap adil untuk gadis kekasih Le Din Yin ini.
"Hamba tidak mau menikah dengan Le Din Yin karena dia seorang pengkhianat terhadap anda..hamba sudah mendengar sendiri bahwa Le Din Yin sudah berani menodai Yan Qing Qing kekasih Paduka",kata Fei Fei harus memberitahu Chen Si Lei tentang kejahatan yang dilakukan oleh Le Din Yin terhadap kekasih Chen Si Lei, yaitu Yan Qing Qing di desa nelayan.
Chen Si Lei terkejut sekali dengan laporan dan kesaksian dari Fei Fei tentang hal yang sudah di lakukan oleh Le Din Yin terhadap Yan Qing Qing.
"Aku tidak mau percaya bahwa Le Din Yin itu jahat dan berkhianat terhadap aku dengan memperkosa Yan Qing Qing yang akan menjadi Selir ku",kata Chen Si Lei pucat sekali mendengar laporan tersebut kepadanya.
"Paduka hamba sudah mencurigainya sejak awal jumpa dengan orang tak kenal budi pekerti itu", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengepalkan tinjunya untuk membunuh Le Din Yin untuk Chen Si Lei.
"Paduka hamba ingin memberitahu Paduka tentang Le Din Yin menerima sebuah surat yang membuatnya kabur dari Paduka saat pertempuran beberapa hari yang lalu di kota kecil pemandian air panas",kata Khu Sin memberikan laporannya.
"Dia kabur karena takut ketahuan oleh Paduka tentang kejahatannya tetapi tidak bisa lari dari hukum alam",kata salah seorang dari Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti memberikan laporan dari Ibu Suri Ling tentang Le Din Yin kepada Chen Si Lei yang menerima dan membaca laporan Ibu Suri Ling dengan sedih sekali.
"Anak ku sayang.Ibunda harus hukum mati Le Din Yin melalui Chen Li karena Le Din Yin sudah melakukan kejahatan yang sangat fatal, yaitu membunuh kedua orang istrinya dan anaknya sendiri di dalam kandungan istri kedua nya, dia juga sudah berkelompok dengan selir tua Min Zu dalam kasus serbuk bunga cinta, Le Din Yin sudah berani masuk ke istana harem mu dan berniat untuk membunuh selir pertama mu dan Lauw Yi Chen yang melihatnya menerobos masuk ke dalam Istana wanita mu melalui jalur rahasia yang sudah di amankan kembali dengan baik sekali oleh Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti.Anak ku sayang jangan sedih ya..Kamu adalah Kaisar Tang Agung. Kau harus kuat dan berani. Huang ErNiang sangat menyayangi mu",tulis Ibu Suri Ling dalam laporannya kepada Chen Si Lei.
Chen Li juga sudah memberikan surat pribadi kepada Chen Si Lei perihal Le Din Yin bukan saudara kembar tak identik nya tetapi anak asuh dari ibu kandung mereka dan Chen Li menjelaskan semuanya secara detail tentang dua saudara kembar kandung Chen Si Lei sudah meninggal dunia juga tentang peristiwa yang terjadi di hari pertama Chen Si Lei dan kedua saudara kembar nya lahir ke dunia secara keseluruhan agar Chen Si Lei mengerti dengan jelas.
"Aku juga tidak bisa di akui sebagai keluarga pulau emas.Aku putra tunggal yang hanya di miliki oleh Huang Ama dan Huang ErNiang. Aku adalah kakak kandung dari delapan ber saudari ku yang berasal dari Huang Ama. Aku milik rakyat ku.Aku adalah Kaisar Tang Agung yang bernama lengkap Tang Ming Huang..atau Tang Si Lei bukan Chen Si Lei. walaupun pun aku pakai marga Chen tetapi aku berbeda dengan keluarga besar Chen di kerajaan selatan sana",kata Chen Si Lei dengan nada tegas dan keras kepada dirinya sendiri.
"Mulai hari ini kalian harus memanggil ku Tang Si Lei agar tidak salah memanggil marga ku",kata perintah Chen Si Lei meremas hancur surat Chen Li dengan keteguhan hati untuk melindungi keluarga kandung nya serta melindungi keluarga Tang .
"Baik Paduka kami laksanakan!!",sahut Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya bersujud hormat kepada Chen Si Lei yang di pimpin oleh Nan Erl yang kini menjadi Nyonya Selir ke tiga Chen Si Lei.
"Nona Fei Fei untuk membayar hutang yang sudah di lakukan oleh Le Din Yin pada mu. Aku akan mengangkat mu sebagai pelayan bunga dahlia kuning untuk Nyonya Selir nomor tiga ku ",kata Chen Si Lei memberikan maklumat untuk Fei Fei menjadi seorang pelayan khusus untuk Nyonya Selir ke tiga Nan Erl.
"Terimakasih atas kebaikan Paduka kepada hamba",jawab Fei Fei yang segera bersujud hormat kepada Chen Si Lei dan Nan Erl.
"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita",kata Chen Si Lei seraya melangkah maju ke arah hutan pintu masuk ke dalam kota empat delapan.
Nan Erl berjalan di samping Fei Fei sebagai pelayan Nyonya Selir ke tiga di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya yang berjalan bersama di belakang Chen Si Lei.
Di dalam kota empat delapan, mereka melihat ada tiga orang gadis sedang di jual oleh sekelompok orang barbar yang membawa pecut untuk menghukum ketiga orang gadis yang menjadi dagangan dari kelompok itu.
Sejumlah orang mengelilingi kerangkeng yang berisi ketiga gadis cantik jelita dan orang -orang itu sedang melakukan transaksi kepada pihak yang ingin menjual ketiga orang gadis itu.
"Putri Zhao Ying, Shiu Chiu dan Putri Shang Ce Wei yang sedang mereka jual di pasar kota empat delapan ini",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengenali ketiga gadis yang sedang akan di jual ini.
"Kita harus menolong mereka",kata Chen Si Lei yang sudah berjalan cepat ke arah penjual ketiga orang gadis mantan selir Le Din Yin.
Ketiga orang gadis itu berhasil di tawan oleh Ratu nelayan hitam di tepi jalan ke dalam kota empat delapan, Ratu nelayan hitam melelang mereka di dalam kota untuk menghadapi Chen Si Lei dan kawan-kawan nya yang sudah di ketahui oleh pihak musuh secara diam-diam.
"Tuan Muda ", panggil ketiga orang gadis itu serentak melihat Chen Si Lei datang ke tempat mereka sedang akan di jadikan barang dagangan.
"Rasakan kalian semua akan di bunuh oleh tuan muda kami",kata Putri Zhao Ying yang segera mengancam para musuh sakti sesat itu karena ada Chen Si Lei yang akan menolong mereka bertiga.
"Tuan Muda tolong kamu",kata Shiu Chiu merasa senang sekali melihat Chen Si Lei dan para pengikutnya sudah tiba di kota empat delapan.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti tolong aku!!",teriak Putri Shang Ce Wei.
"Kenapa kalian bertiga bisa di jual oleh mereka ?", tanya Chen Si Lei.
"Kami lengah maka dari itu kami bisa di tawan oleh Ratu nelayan hitam dan para pengikutnya yang kemudian menjual kami ke pedagang gila itu",jawab Putri Zhao Ying yang di ikuti anggukan dari Putri Shang Ce Wei dan Shiu Chiu sebagai saksi nyata.
"Selamatkan mereka bertiga",perintah Chen Si Lei kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat untuk memotong kerangkeng yang mengurung gadis -gadis itu.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei melemparkan uang perak untuk membayar biaya pembelian ketiga orang gadis itu dari pihak penjual yang segera menerima uang dengan gembira sekali.
"Terimakasih atas pembelian tiga budak yang kami jual kepada anda tuan besar yang terhormat ",kata pria yang menjadi penjual ketiga orang gadis itu.
Setelah itu, Chen Si Lei mengajak mereka semua ke arah timur, yaitu kuil kosong untuk menanyakan kepada ketiga orang wanita itu tentang diri ketiga orang gadis itu setelah Le Din Yin di hukum mati oleh Ibu Suri Ling.
__ADS_1
"kami di usir keluar dari Ibukota Kekaisaran Tang Agung oleh Ibu Suri Ling", kata Putri Zhao Ying bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Kami kini rakyat kecil yang tidak punya uang dan tempat tinggal",kata Shiu Chiu juga bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Paduka izinkan kami menjadi pelayan anda",kata Putri Shang Ce Wei bersujud di dekat keduanya .
Chen Si Lei merasa kasihan kepada ketiga orang gadis yang menjadi korban dari masalah Le Din Yin yang menyebabkan penderitaan terhadap para selir pria itu yang kini menjadi gelandangan yang sangat menyedihkan.
Tapi Chen Si Lei tidak bisa memberikan pertolongan lebih kepada ketiga orang gadis itu, karena Chen Si Lei mengetahui bahwa ketiga orang gadis yang telah di hukum oleh Ibu Suri Ling karena menyusup masuk ke dalam Istana Kekaisaran Tang Agung tanpa izin juga memiliki niat untuk menyelamatkan Le Din Yin dari penjara.
"Aku tidak bisa menerima kalian sebagai pelayan ku di Istana maupun di Ibukota Kekaisaran Tang Agung untuk menghormati keputusan Ibu Suri Ling sebagai ibu ku ,tapi aku akan memberikan santunan kepada kalian bertiga ,yaitu rumah dan pekerjaan untuk biaya hidup kalian bertiga di kota Hang Zhao.Dan kalian harus menjadi seorang rakyat yang baik dan taat kepada peraturan Kekaisaran Tang Agung ",perintah Chen Si Lei memberikan santunan tersebut kepada ketiga orang mantan selir Le Din Yin.
"Baik Paduka kami ucapkan terima kasih atas kebaikan Paduka kepada hamba bertiga",jawab ketiga orang gadis itu yang segera pergi ke kota Hang Zhao untuk memulai hidup baru mereka.
Setelah Chen Si Lei menyelesaikan masalah tentang ketiga orang selir Le Din Yin dengan bijaksana.Chen Si Lei membuat strategi untuk menghadapi Ratu Nelayan Hitam dan pengikutnya yang terdiri dari beberapa sekte sesat nelayan gadungan dan juga perampok kapal perdagangan di perairan Tionggoan.
"Kita harus perang melawan pasukan dari Ratu Nelayan Hitam di sungai kuning",kata Chen Si Lei.
"Kita harus temukan markas besar mereka lebih dahulu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Markas besar mereka berada di jantung kota empat delapan", lapor para murid Sekte Bei San Pai memberikan informasi tentang markas besar musuh sakti sesat itu kepada Chen Si Lei.
"Kita harus bagi kelompok untuk menyelesaikan masalah ini",kata Chen Si Lei.
"Wu Sin Hao kau dan sekte kota hantu Feng Du hancurkan markas besar musuh di jantung kota ini",perintah Chen Si Lei kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan anggota Sekte kota hantu Feng Du.
"Baik Paduka hamba laksanakan",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya berkelebat cepat untuk melaksanakan perintah Chen Si Lei.
"Kita ke arah sungai kuning yang berada di timur kota ini",perintah Chen Si Lei.
"Fei Fei tugas mu adalah melindungi Nan Erl di sini sampai aku kembali dari misi ku selesai terhadap kaum nelayan gadungan itu",perintah Chen Si Lei kepada Fei Fei.
"Siap Paduka hamba laksanakan",jawab Fei Fei patuh kepada Chen Si Lei.
"Ayo Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti kita berangkat ke sungai kuning",kata Chen Si Lei berkelebat cepat menuju ke sungai kuning.
Chen Si Lei tiba di pesisir pantai sungai Kuning dan bersiap untuk bertarung di atas perahu untuk menghadapi musuh sakti di sekitar perairan sungai ganas itu.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau sungguh hebat sekali untuk berani datang ke sungai kuning untuk menghadapi kami",kata seorang pria bertubuh gemuk dan ganas sekali yang berada di atas perahu di tengah sungai kuning.
"Tentu saja aku berani menghadapi kalian",jawab Chen Si Lei berkelebat cepat ke atas perahu yang sudah di siapkan oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti menangkis serangan maut dari pihak musuh yang bergerak cepat untuk menghadapinya.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat sehingga sejumlah musuh sakti tewas oleh ilmu pedang Gunung Ling di sertai ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan pedang melawan serangan maut dari perahu lainnya dengan melompat -lompat dengan cepat dan ganas sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu pedang Gunung Ling.
Wuttttt !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat menghantam beberapa orang musuh sakti sesat di sebuah kapal yang sedang ingin menabrak perahu Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Dessssssss !!!
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat membabat habis pria ganas itu yang melompat ke kapal milik musuh sakti lainnya.
Crakkkkkk !!
__ADS_1
Chen Si Lei menggerakkan pedang melawan serangan maut dari musuh sakti yang menggunakan panak untuk menghancurkan perahu -perahu terdekat.
Trangggggg !!!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Chen Si Lei sudah mengambil alih kapal dari pihak musuh dengan membabat pria yang berada di kapal milik Kekaisaran Tang Agung yang di bajak sungai kuning oleh pihak musuh.
Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan rakyat kota empat delapan.
Crakkkkkk !!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menghantam hancur para musuh sesat dari arah kapal lain yang berhasil di selamatkan oleh Lin Mo Bai yang sudah sigap di tempat lain.
Dessssssss !!
"Paduka hamba datang ", kata Lin Mo Bai berkelebat cepat memenggal kepala seorang wanita cantik jelita yang berada di kapal nelayan yang berada di tepi sungai kuning.
Crakkkkkk !!
"Lin Mo Bai terimakasih kau sudah kembali kepada ku",kata Chen Si Lei senang sekali bisa bertemu Lin Mo Bai kembali yang baru pulang dari tugasnya di luar Tionggoan.
Chen Si Lei menggerakkan kipas membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei melompat keluar dari kapal untuk menerjang musuh sakti sesat yang berada di dalam sungai kuning secara curang.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Crakkkkkk !!
Byurrr !!
Chen Si Lei bertarung melawan para musuh sakti sesat di dalam sungai kuning yang sangat dalam sekali.
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat ular raksasa gunung Guo sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu mukjizat Chen Si Lei yang bisa bertahan hidup dan bertarung dengan hebat di dalam air sungai kuning.
Chen Si Lei melihat sebuah air terjun yang ada lubang rahasia untuk masuk dan Chen Si Lei bisa mengambil pusaka kitab dinasti Qin kuno sesudah membunuh para musuhnya.
Jlebbbb! !
Jlebbbb !!!
Seekor naga melintas di dasar sungai kuning ke arah Chen Si Lei yang gunakan ilmu mukjizat bersih untuk menaklukkan naga sungai kuning dan memasuki ke dalam lubang maut yang sangat mengerikan bagi orang biasa.
Tapi Chen Si Lei sungguh berani sekali masuk ke dalam lubang air terjun dan tiba di sebuah goa yang sangat kuno sekali.
Chen Si Lei memeriksa keadaan goa itu dengan cermat dan teliti,lalu Chen Si Lei menyambar cepat sebuah buku yang sangat kuno yang sangat hebat sekali dan membacanya secara cermat sekali.
"Buku rahasia kitab alam semesta yang menjadi salah satu dari empat pusaka dunia persilatan tertinggi di dunia",kata Chen Si Lei segera mempelajari ilmu kitab buku rahasia tersebut.
"Buku ini bisa menyerap inti bumi dan langit serta tata surya bahkan sepuluh dunia bisa ku kuasai",kata Chen Si Lei bersila untuk menyerap hawa sakti bumi dan langit.
"Aku Tang Si Lei memanggil sepuluh ribu Dewa Bumi dan Langit untuk datang kepada ku dan berikanlah seluruh kekuatan kalian kepada ku", kata Chen Si Lei.
Sebuah cahaya sinar pelangi datang ke arah Chen Si Lei yang menyerap tenaga mukjizat tersebut secara ajaib sekali.
"Seluruh kekuatan sepuluh alam semesta masuklah ke dalam tubuhku",perintah Chen Si Lei yang berada di dalam lubang air terjun sungai kuning.
Gelombang empat samudera bergetar, langit menggelap seketika, bumi berhenti berputar sejenak untuk menyatukan seluruh kekuatan untuk di satukan dengan ilmu mukjizat Chen Si Lei.
"Hei ada apa ini??",tanya semua orang yang berada di atas sungai kuning dan sekitarnya.
"Ada badai matahari kah?",tanya Lin Mo Bai panik sekali sesudah para musuh tewas hancur oleh Lin Mo Bai dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Di manakah Paduka berada ?", tanya Lin Mo Bai melompat ke daratan di tengah hutan sungai kuning.
"Eh langit terang kembali. Badai berhenti dan kita rasakan kita berada di bumi",
Lima belas menit peristiwa ajaib itu terjadi karena Chen Si Lei sedang berlatih ilmu mukjizat alam semesta yang menjadi salah satu lima pusaka dunia persilatan.
Chen Si Lei sudah berhasil mempelajari ilmu mukjizat alam semesta dan Chen Si Lei ingin berlatih ilmu silat sakti dua puluh delapan ribu Dewa Naga untuk dua belas shio terkumpulkan agar Chen Si Lei bisa menghilangkan hawa sesat dari lambang shio lainnya yang belum di kumpulkan.
"Dua Belas Dewa Shio harus di satukan kembali agar para Iblis dari Sekte Sesat Raja Iblis Surga ke Enam bisa ku temukan dan ku hancurkan",kata Chen Si Lei.
Chen Si Lei berlatih secara cermat dan teliti sesuai petunjuk dari buku kitab alam semesta yang berasal dari dinasti Qin kuno dengan sangat cerdas dan tekadnya untuk melindungi rakyat dan dunia.
"Aku akan memberikan perdamaian dan kebahagiaan untuk seluruh dunia ini bisa bahagia",kata Chen Si Lei sesudah berhasil ilmu mukjizat tersebut.
kitab itu lenyap sesudah Chen Si Lei berhasil mempelajari semua ilmu mukjizat di dalam buku ini.
"Tapi aku bisa menulis kitab itu kembali usai dunia damai bersama ku",kata Chen Si Lei kembali ke atas sungai kuning.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
"Paduka !!", panggil Lin Mo Bai dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti senang sekali bisa melihat Chen Si Lei kembali dari sungai kuning dalam keadaan sehat dan selamat.
"Ayo kita bantu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao hadapi Ratu Nelayan Hitam",perintah Chen Si Lei kepada Lin Mo Bai dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Siap Paduka hamba laksanakan ", jawab Lin Mo Bai dan kawan-kawan nya.
Brrrrrrrrrrrrr !!
__ADS_1